Stand By Me

Main Cast : Choi Minho, Lee Donghae, Super Junior

Genre : Romance, Angst

Rated : G

Length : One Shoot

Artposter by : http://kidneypea.wordpress.com/

Disclaimer : I just want make some story about my bestfriend and at that time Choi Minho was birthday, I think just for fun and surprised ! I just listen stand by me song from SHINee for make this fanfiction but isn’t a songfict, guys. And for make attention, this is just fanfiction guys and hope you enjoy it. Gomawo^^ (For image, I’ll cacth up asap !)

Summary : This story about a girl named Choi Hagi who wait Choi Minho and at that time he was an accident. And for the continuation, happy reading guys ! Because idk to tell about it, just reading ! :)

Stand by me
Look towards me even though I don’t know love yet
Stand by me
Guard over me because I am still clumsy at love

Setiap aku mendengar lagu ini, entah mengapa aku selalu mengingatnya. Seperti ada sesuatu, aku merasa dia lah pemilik lagu ini. Tapi entahlah, hanya sugesti, mungkin.

Alunan itu melantun indah, menemani sepiku saat aku duduk di anak tangga paling bawah persis dihadapan Sungai Han ini bersama hembusan angin yang melambaikan rambutku. Hmm.. Aku selalu berharap dia bisa datang dan menemaniku lagi disini. Namun.. Ini sudah bulan ketiga aku menunggunya. Aku berharap muara ini mempertemukan rinduku dan rindumu.

Kemana dia? Kenapa meninggalkanku sendirian seperti ini? Bagaimana ia sekarang? Kenapa? Kenapa harus seperti ini? Aku selalu berharap, lagu itu yang membawamu kembali padaku. Stand.. By.. Me.., batinku.

Bola mataku berputar, aku terus memikirkannya yang membuat imajinasiku makin terusik. Kemudian, aku malah tersenyum sendiri. Entahlah.. Mungkin aku terus memikirkan tentang kisah kami dulu. Kisah tak terlupakan bersamanya.

***

-Flashback-

“Hagi yaaa.. Mianhe, aku harus pergi.. Maaf membuatmu kecewa, tapi.. aku harus ikut appa ku ke Mokpo. Jaga dirimu baik-baik ya! Aku pasti merindukanmu. Sangat merindukanmu. Saranghae..,” dia menatapku lekat. Pandangannya membuatku tak sanggup menerima kenyataan, tapi aku harus bertahan. Dia tau betul aku adalah yeoja yang kuat.

“Ne, aku juga pasti merindukanmu, Minho oppa. Jangan lupa menghubungiku ya! Aku akan selalu menunggumu ditempat kita bertemu, Sungai Han. Nado, saranghae..,” rasanya dengkul ku sudah lemas dan sekujur tubuhku tak kuat menopang lagi.

Ani. Aku harus kuat! Demi dia, namjachingu ku.., batinku.

“Hagi yaaa.. Aku tau kau yeojachingu ku yang kuat. Karena kita memang pasangan yang sama kuat,” katanya bercanda, membuatku tertawa.

“Dan aku selalu lebih kuat darimu, Minho oppa!” balasku yang juga ikut tertawa karenanya.

“Aish! Ani ani. Aku pasti bisa mengalahkanmu! Lihat saja nanti,” dia mulai tak mau kalah.

“Hahaha kita lihat saja nanti, oppa! Jika bulan depan kau tak menghubungiku, akan ku ceburkan kau ke sungai Han! Arraseo?” kataku menantangnya.

“Mwooo?! Jinjja? Aku pasti menemuimu. Asalkan kau sabar menunggu, arrachi?” dia menekan hidungku dengan telunjuknya.

“Arra!”

“Kajja! Aku harus pergi, ayo kita pulang! Dan kau harus ada disampingku, supaya aku selalu ingat denganmu,” jelasnya dengan bahagia, walaupun aku tau perasaannya hancur sama sepertiku.
“Kajja!” aku menarik lengannya dan kita berjalan bersama menuju rumahnya.

Ini detik-detik menyedihkan dalam hidupku. Aku harus ditinggalkan oleh namjachingu ku sendiri. Pergi jauh, jauh dari jangkauanku.

“Annyeong hikaseyo, oppa.. ahjusshi.. ahjumma..,” aku melambaikan tangan saat mobil keluarga Choi berjalan keluar halaman rumahnya.

Aku membalikkan badanku. Menahan. Lalu, rasanya dada ini sesak sekali. Sakit. Dan akhirnya terisak. Sedu sedan kurasakan. Aku selalu merindukanmu, Choi Minho oppa..

Minho’ s POV

Mianhe.. Jeongmal mianhe.. Tapi aku pasti datang ke sungai Han untuk menemuimu! Itu janjiku. Saranghae Choi Hagi..

-Flasback end-

***

Rasanya aku ingin sekali melihatnya sudah menjadi anak laut, anak ikan Mokpo. Aku rasa dia lucu sekali, sebagai anak pelatih sepak bola sekarang beralih menjadi nelayan. Bagaimana tampangnya sekarang ya? Aku masih menunggunya.

“Hagi yaaaaa..,” teriak seseorang dari kejauhan.

“Mwo? Nuguseyooo?” balasku.

“Hosh.. Hosh.. Hagi yaaa,” dia pun mengatur napas sehabis berlarian dari tangga atas menuju sungai Han.

“Mwo??? Donghae oppa? Member Super Junior?” tanyaku berdecak kagum. Karena baru kali ini seorang entertainer menghampiriku seperti ini.

“Ne, ayo cepat ikut aku sekarang!” dia langsung menarik tanganku. Ada rasa bahagia yang menyelimutiku. Tapi, rasa kecewa lah yang lebih mendominasi.

Ada apa ini sebenarnya? Kenapa Donghae oppa yang datang? Dan aku pun belum pernah berkenalan dengannya?

***

Mobil Donghae oppa pun berhenti, tepat digedung tinggi berwarna putih dan bau nya sangat khas.

“Kita sudah sampai, ayo Hagi kita harus turun sekarang! Dia sudah menunggumu,” aku mencerna setiap ucapannya.

Changkaman! Dia? Nugu? Ani ani. Jangan berpikiran aneh! Tidak mungkin si flaming bisa jatuh sakit.

“Ah, ne,” aku mengikutinya dari belakang.

Tanpa berhenti ku mengikutinya sampai akhirnya, aku mematung diruangan yang bertuliskan.. Ruang ICU. Disana sudah ada teman-teman Donghae oppa.

“Silahkan masuk, Hagi!” Donghae oppa membuka pintu itu perlahan. Aku pun tak sanggup untuk masuk kedalam. Aku takut.

Deeeg..

Benar adanya, perasaan sakit 3 bulan yang lalu saat ini hadir kembali. Tapi lebih menakutkan. Aku melihat sosok Choi Minho yang sudah roboh, tak berdaya, dan terkulai. Dengan berbagai selang disekujur tubuhnya.

Aku kecewa. Sangat kecewa. Minho yang selama ini ku banggakan harus rapuh dihadapanku. Setetes air mengalir lembut dipipiku. Aku benar-benar tak sanggup melihatnya.

“Dia.. selama ini koma Hagi yaaa..,” ujar Donghae oppa.

“Wae?” tanyaku dengan suara seadanya.

“Malam itu, semua terjadi..,” Donghae oppa menggantungkan kata-katanya.

“Wae? Otokhae? Bagaimana itu semua terjadi?” tanyaku dengan emosi yang tak dapat ku redam.

“Mianhe, Hagi yaaa.. Dia.. Dia kecelakaan saat pulang bekerja,” katanya masih dengan kalimat menggantung.

“Yaaaa oppa! Tolong kau beri sedikit kejelasan, jangan seperti ini!” aku membentaknya.

“Mianhe.. Dia.. Dia membawa mobilku dengan kecepatan tinggi, dan dia bermaksud untuk menemuimu, Hagi yaaa..,” jelasnya penuh sesal.

“Jeong.. Jeongmaleyooo???” aku begitu kaget mendengarnya.

“Ne, mobilnya menabrak trotoar jalan. Benturannya begitu kencang sehingga membuatnya terlempar 1 meter dari mobil. Dan aku hanya menemukan ini,” Donghae Oppa memberikanku sebuah kotak kecil yang berpita putih.

Perlahan ku buka bungkusan itu. Ternyata isinya sebuah cincin berlian yang sangat cantik. Air mataku kembali menetes, aku begitu terpukul. Ternyata dia benar-benar ingin menepati janjinya.

“Hagi yaaaa.. Sebenarnya dia ingin memberitahumu bahwa dia sudah sukses di Seoul bukan di mokpo,” jelas Donghae Oppa.

“Oppa, lalu bagaimana kondisinya sekarang?” tanyaku tetap fokus pada cincin itu.

“Dia mengalami koma dan ada beberapa luka parah yang harus dijahit. Kakinya juga mengalami patah yang tidak begitu serius, tapi ketika ia sadar, ia harus tetap menggunakan kursi roda.”

“Ah ne. Bolehkah aku melihatnya, oppa?”

“Oh, de. Tentu saja!” aku langsung masuk ke ruangan itu. Berharap itu hanya sebuah mimpi burukku.

Member Super Junior yang ada di ruang tunggu pun pergi ke kantin. Mereka adalah Eunhyuk, Leeteuk, dan Kyuhyun. Masing-masing dari mereka sudah merasakan lelah dan memutuskan untuk keluar bersama.

***

Dua bulan sudah semua berlalu. Eomma dan Appa Minho begitu khawatir melihat kondisi anaknya yang seperti mayat hidup. Hanya bisa diam, bernyawa, namun tak bergerak.

Aku juga tak pernah lupa mengecek asupan makannya. Namun, apa yang selalu aku berikan tak pernah dimakannya. Sering kali aku menyuapinya tetapi ia hanya memuntahkannya. Selalu saja menutup mulutnya rapat. Entahlah, shock berkepanjangan ini membuatku takut. Dan semoga saja ini semua cepat berakhir.

“Minho oppa, kau mendengarku? Oppa, kau jelek sekali hari ini. Kemana senyum flaming mu?” tanyaku yang sedikit mengguncang bahunya.

Namun, keadaannya malah tetap hening dikursi rodanya. Eomma dan Appa Minho hanya bisa bersedih melihatku yang semakin tak kuasa menghadapi kenyataan ini.

“Minho oppaaaaa.. Babo yaaaa !!!” teriakku dihadapannya.

“Hagi, sudahlah. Minho sudah tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi. Biarkan saja waktu yang membantunya,” Eomma Minho membuatku sedikit tenang.

Aku mendorong kursi roda Minho oppa kembali ke kamarnya.

Tuhan, harus berapa lama lagi aku menunggunya? Aku sudah berusaha bersabar untuk menunggunya, batinku.

“Hagi yaaaa..,” panggil Donghae oppa dari kejauhan.

“Ne, waeyo?” aku membalikkan badanku.

“Bagaimana keadaan dongsaengku ini? Membaik kah?”.

“Aniyooo, dia hanya membuatnya makin parah oppa,” tukasku.

“Tunggulah sebentar lagi! Dokter pasti tau mana yang terbaik untuk kesembuhannya, Hagi yaa.. Mungkin karena dia tidak bisa menerima kenyataan makanya dia memperburuk keadaan,” perkataan Donghae oppa sungguh membangunkanku dari egoku selama ini.

“Ne, gamsamnida oppa. Aku akan terus berusaha untuknya,” aku mengangkat kepalan tangan kananku lalu berkata, “FIGTHING!” dengan senyumku yang tergurat.

***

Hari ini, aku berniat untuk mengajaknya ke sungai Han. Tempat dimana kita bertemu. Tempat dimana kita berikrar janji satu sama lain. Dan ditempat inilah, alasan bencana ini terjadi.

“Minho oppa, taukah kau? Ini adalah tempat yang selalu kita datangi. Seandainya kau bisa mengatakan satu hal, aku ingin sekali mendengar ucapanmu atas janji kita sebelum kau pergi,” aku berceloteh tanpa memandang wajahnya.

“…” tak ada jawaban darinya. Selalu begitu. Hanya hening.

Derasnya air sungai Han mengibaratkan kesabaranku. Aku ingin sekali mendengar suaranya, walaupun hanya satu kata.

“Minho oppa, ingatkah kau? Bahwa kau berjanji pulang cepat. Jika tidak, aku akan menyeburkanmu ke sungai Han, sudah siapkah?” Minho oppa tetap tak bergeming. Aku benar-benar tak kuat lagi. Tetesan air mata ini mengalir begitu saja.

“Waeeee? Waeeeee oppa? Jawab aku..,” aku terus mengguncang bahunya.

“Aku selalu menantimu, menunggumu disini. Tapi apaaa? Aku hanya menanti harapan kosong. Oppa, tak taukah kau betapa aku menanti kehadiranmu? Aku sudah lelah.. Mianhe.. Minho oppa.. Saranghae..,” aku sudah tak sanggup, aku hanya menunduk lemah dihadapannya.

Tiba-tiba saja aku merasakan ada yang menyentuh tanganku. Tangan itu terasa gemetar, masih lemah. Aku pun menatapnya, begitupun dia yang menatapku begitu dalam. Seakan ingin mengisyaratkan sesuatu.

“Min.. Minho oppa..,” aku begitu terkejut melihat reaksinya.

“Ha.. Ha.. Hagi ya..,” bibirnya juga gemetar.

“Oppa, kau.. Aigooo jinjja!” aku memeluknya begitu erat. Perasaanku begitu senang tak terhingga.

“Ha.. Hagi.. Neo.. Mu.. Yep.. Peo.. Mi.. Chyeo.. Re.. Play.. Re.. Play..” dengan susah payah ia menyanyikan lagu itu tepat ditelingaku.

Aku melepaskan pelukanku. Aku menatapnya lekat-lekat. Wajahnya berbinar, tersenyum manis, dan menangis.

Tuhan, terima kasih Engkau telah mendengar keinginanku

“Hagi yaaa, gomawo. Kau sudah mau bersabar menungguku bahkan merawatku.. Aku..,” kalimatnya begitu perlahan.

“Lanjutkan, oppa..” aku menyuruhnya menyelesaikan omongannya.

“Aku.. Ani. Saranghae Hagi ya.. Would.. You.. Marry.. Me..?” semua ucapannya aku cerna baik-baik.

“Oppa, jeongmaleyo?” aku menanyakannya seolah tak percaya akan ucapannya.

“Ne, keurom” singkat namun penuh makna.

“Apa aku harus menjawabnya?” dia hanya mengangguk pelan.

“Keundae..” ekspresiku wajahku begitu tidak yakin.

“Wae? Kau tidak percaya padaku,” tanyanya.

“Aniyooo.. Aku..”

“Aku apa, Hagi yaaa? Jangan membuatku bingung!” dia sudah tidak sabar sepertinya.

“I DOOOOO!!! NADO SARANGHAE CHOI MINHO!!!” begitulah lagu Stand By Me yang selalu mengiringi hidupku.

THE END

P.S. : I’ve shared this fanfiction at my friendship wordpress, this link (슈퍼 샤인 사가) Supershine Saga.

I made this story just for the birthday project of Choi Minho and stories just for Choi Hagi. Happy reading and tolong berikan kritik dan saran kalian karena semua itu sangat membangun untuk kedepannya, chingudeul ! Please comment and don’t be a silent reader !!!! Gamsahamnida^^

13 thoughts on “Stand By Me

    • annyeong, salam kenal juga ya ^^ hahaha tadinya mau gitu tapi aku suka bikin yg kejut2 gitu haha makasih ya uda mau baca :)

  1. waaaahhh authornyaa kereenn tp harusnya dibikin lebih mantep lagi biar pada nangis abis ituu dibuat waahh hehehe.. aku gereget jd haginyaa.. nice thor ^^

    • iya makasih sebelumnya uda baca ^^ tadinya mau begitu cuma karena ini dibuatnya dadakan jdnya buru2 hehehe :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s