Only Hope Part 2

Main Cast : Jo Youngmin, Jo Kwangmin, No Minwoo Boyfriend

Genre : Romance, Friendship, Humor

Rated : G

Length : Chapter

Disclaimer : Idk how I can explain it, but I really like to make this story and this just another my romance story about YoungJang couple. And for make attention, this is just fanfiction guys and hope you enjoy it. Gomawo^^

Summary : Still same like a first part, I wanna show us how Jangmi want to know all about Youngmin as a Superstar right now. She’s always waiting and have a many surprises from Youngmin, if you want feel it too it’s so easy. Just following this story, check out guys ! Gamsahamnida ^^

*I think my disclaimer and summary are same of the meaning LOL just read and enjoy the story guys ! ^^

 

“Ya! Jangmi ya~ kau ini masih belum mempercayaiku? Aku ini Youngmin teman kecilmu. Aigo~ kau terbentur sesuatu ya? Sampai kau lupa padaku?” Youngmin masih saja berbicara dihadapanku.

“Jangan banyak bicara! Cepat tolong aku, Youngmin ah~! MAAG KU KAMBUH!” bentak ku.

“Mworago? MAAG?!” dia masih saja bertanya padaku.

Dia langsung menggendongku dan beranjak dari tempat duduk tadi.

“YA! YOUNGMIN AH~!!!! NEOMU MICHEOSSO!!!! TURUNKAN AKU!!!EODISSEOYO??? YA~!” aku terus berteriak selama ia menggendongku.

Omona~ aku akan dibawa kemana? Perutku sudah tidak tahan lagi!

“Jangmi ya~ siggeuro!” hanya itu yang ia katakan dan aku hanya bisa memandangi wajahnya yang terlihat panik.

“Omona~ Youngmin ah~ neomu appo!!” celetuk ku.

Lagi-lagi Youngmin hanya diam dan sepertinya sebentar lagi kami sampai, karena langkahnya mulai perlahan.

“Ya! Kenapa kita kesini, Youngmin ah~?” lalu dia mendudukan ku disalah satu kursi, dekat jendela, meja paling pojok disebuah restoran.

“Ada yang bisa saya bantu, agasshi?” seorang pelayan menghampiri kami.

“Saya mau pesan makanan terbaik disini tapi tidak mengandung pedas atau apapun yang bisa membuat maag semakin parah. Dan bolehkah saya minta tolong anda untuk membelikan obat maag untuknya? Karena maagnya kambuh sedari tadi,” ujar Youngmin panjang lebar.

“Ne. Dengan senang hati, agasshi!” jawab sang pelayan.

“Keurae, ini uangnya. Jeongmal gamsahamnida,” Youngmin sedikit membungkuk demi kesopanan dan pelayan itu pun membalasnya.

“Youngmin ah~! Kenapa kamu cerewet sekali sih?” tanyaku.

“Karena aku tidak ingin melihat kau kesakitan, Jangmi ya~!” balasnya.

Omo~ Youngmin ah~ sejak kapan kau bisa berkata seperti itu? Kau benar-benar my juliette ginger hair kah?, batinku sambil terus memandanginya.

***

Malam semakin larut dan kami masih disini, di restoran Namsan Tower. Kami sama-sama sudah kenyang dan maag ku sudah berhenti sejak satu jam yang lalu. Dia terus saja berbicara tentang hidupnya di dorm. Bahkan aku sampai bosan, karena tidak ada yang kami kerjakan selain mengobrol. Apa dia tidak sadar ini sudah malam? Aish~ Jinjjaro!

“Dan kamu tau Jangmi ya~ apa yang tidak bisa dilakukan Jeongmin hyung?” aku tetap diam dengan rasa bosanku, “Jeongmin hyung tidak bisa bermain sepak bola! Aku rasa dia harus belajar banyak!”.

“Ya! Kau ini membosankan sekali, Youngmin ah~! Aku ingin pulang, kanda!” aku pun berdiri dan pergi meninggalkan Youngmin.

“Jangmi ya~! Changkamanyo..” dia mengejarku dan menarik tanganku.

Wae Youngmin ah~? Setelah 3 minggu berlalu kau malah membuatku bosan dengan menunggumu bercerita lebih lama lagi? Sungguh aku tidak tahan, aku terus membatin.

“Ya! Waeyo? Kenapa kau terus saja menceritakan hal yang membosankan?” tanyaku.

“Tunggu beberapa saat lagi, Jangmi ya~!” pinta nya.

“Ah, keurae~!” aku dan dia kembali ketempat duduk kami.

Dan aku masih dengan kesabaranku. Hingga beberapa menit lagi kami menunggu disini.

“Cha! Kau lihat? Betapa indahnya tempat ini, restoran ini berputar dan aku menyukainya. Tower ini pun terus berganti warna sangat indah,” ku lihat ia terpesona dengan keindahan tempat ini.

“Jadi, kau menyuruhku menunggu untuk ini? Lalu buat apa kau memakai baju tertutup semua ini?” aku bertanya tanpa jeda.

“Molla~! Aku hanya berkeliling di Namsan Tower ini untuk menikmati restoran disini dan aku tak menyangka bertemu kamu disini, Jangmi ya~,” jelasnya.

“Mwo? Jinjjayo? Gotjimal! Bilang saja kau mengikuti ku. Kau merindukanku ya?” godaku.

“Ne? A.. a.. Aniyo!” dia terlihat gugup dan memalingkan muka dariku.

Ya! Youngmin ah~ kau mau mencoba berbohong padaku?, batinku dan aku tidak bisa menahan senyumku.

“Ya! Kenapa kau senyum-senyum seperti itu? Aku tidak berbohong tau!” aku masih saja tertawa.

“Ah keurae, mari kita pulang. Sudah larut malam dan besok juga kita harus ke sekolah. Kajja!” lalu kami berdua pulang bersama.

***

Pagi ini terasa seperti hari yang baru. Karena, aku bisa kembali bertemu dengan si kembar. Aku masih tak menyangka semalam my juliette ginger hair bersama ku. Andai saja dia tidak merubah warna rambutnya, pasti dia akan tampan seperti seorang pangeran.

“Jangmi noona~!!!” teriak seseorang dari belakangku.

“Minwoo sshi? Waeyo?” aku sudah tau siapa yang memanggilku.

“Noona, apa kau baru datang?”

“Ne, kau juga kan?”

“Ne. Aku ingin ke kantin, aku lapar. Kau mau menemaniku?” ajaknya.

“Ah, keurom!” lalu kami berdua berjalan menuju kantin sekolah yang lumayan dekat dengan kelas kami.

Sesampainya di kantin. Aku dan Minwoo berbincang-bincang sejenak.

“Noona, apa kemarin Youngminnie hyung seharian bersama mu?” tanyanya disela-sela makannya.

“Mwo? Memangnya kenapa?” aku kaget dan hampir tersedak.

“Aninde, hanya saja kemarin hyung tidak ada di dorm. Katanya dia ingin mencari udara segar.

“Oh, apakah dia tidak berkata sesuatu padamu, Minwoo sshi?” tanyaku sedikit menyelidik.

“Hmm ne, dia hanya mengatakan ingin pergi ke tempat yang tenang dan bertemu..”

“Hey!” belum sempat Minwoo menjelaskan, Youngmin tiba-tiba datang menghampiri mereka.

“Aigo~ Youngmin ah~ kau mengagetkanku saja! Waeyo?” aku seperti orang yang kena serangan jantung dan untungnya aku baik-baik saja.

“Nado, hyung!”

“Ah, ani. Aku hanya lapar dan tidak sengaja aku melihat kalian. Bolehkan aku ikutan duduk disini?” tanyanya.

“Ne, keurom hyung!” jawab Minwoo antusias.

“Oke. Aku pergi ke kelas dulu kalau begitu, annyeong~” aku langsung melengos ke kelas.

“Noona, changkaman!” Minwoo mencoba menahanku.

“Ne?”

“Aku ikut denganmu! Hyung, mianhe~” Minwoo mengucapkan salam seperti meledek dan langsung menghampiriku.

“Yaaaa~~!!” teriak Youngmin.

Sesampainya di kelas..

“Jangmi ya~ apakah kamu sudah mengerjakan tugas matematika?” tanya Kwangmin yang tiba-tiba menghampiri mejaku.

“Ne. Aku sudah mentuntaskannya. Apa kau belum mengerjakannya?” aku pun balas bertanya.

“Ne Jangmi ya~ aku tidak mengerti bagaimana ini?”

“Kenapa kau tidak bertanya pada kakakmu? Dia kan jago sekali dalam matematika,” untung saja Youngmin nya tidak ada, kalau tidak habis lah aku.

“Yah kau taulah maksudku. Jebbal, ajarkan aku, Jangmi ya~!” dia memohon kepadaku dengan tampang polosnya, Aigo~!.

“Ah kajja! Kemari kan bukumu, Kwangmin ah~” lalu aku mengajarkannya.

“Jika segitiga ini kau cari trigonometrinya apa yang lebih dulu kau cari?”

“Sin? Karena itu yang paling mudah.”

“Ne, jadi sin dari segitiga ini adalah?”

“Noona!” teriak seseorang.

“Ne?”

“Ajarkan aku juga!” tukasnya.

“Oke, kemarilah !” aku pun akhirnya mengajarkan kedua magnae ini.

“Youngmin sshi~ apa kau sudah mengerjakan tugas matematika?” tanya Kim Hyun Ra, teman sekelas kami.

“Ne, waeyo?” aku pun diam-diam mendelik dibalik kedua magnae ini.

“Ajarkan aku, Youngmin sshi~” ucapnya sedikit terdengar manja.

“Ah mianhe, lebih baik kau minta ajarkan saja pada Jangmi yang lebih pintar dariku,” aku pun langsung menunduk dan berpura-pura mengajarkan kedua magnae ini.

Aigo~ dia mengagetkan ku saja! Tadi dia melihatku tidak ya? Aigo~ Jeongmal Youngmin ah~

Youngmin tetap ditempat duduknya, dia menyendiri. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. Tapi aku tidak bisa terus-terusan menghampirinya karena aku hanya akan menggangu nya.

“Noona, ini bagaimana? Apa harus dibagi dengan segitiga didepannya?” tanya Minwoo yang membuat lamunanku hilang.

“Ah, ne?” aku sedikit terkejut.

“Ige noona!”

“Kau hanya perlu melihat sudut di depan segitiga dan bagian yang miringnya saja, mudah kan?”

“Hyung?” Minwoo terkejut melihat Youngmin yang menjawab pertanyaannya.

“Omo~ Youngmin ah~, kau mengagetkanku saja!” aku kembali terkejut.

“Aniyo, aku hanya ingin memberitahu mereka saja, sepertinya kau sedang banyak masalah,” jelasnya sambil tertawa ringan.

“Ne, gomawo Youngmin ah~,” balasku dan terus dengan wajah terkejut.

“Arraseo, pulang nanti kita bertemu ya di tempat seperti biasa!” ajaknya.

“Ah, ne.”

Dan Youngmin pergi ke tempatnya kembali. Sementara aku masih bingung melihatnya mengajakku pergi.

“Whooa jeongmaleyo? Noona, kau pasti senang sekali ya? Neomu haengboke!” Minwoo menggodaku sembari bertepuk tangan kecil.

“Jangmi ya~ ! Chukkaeyo~ aku baru pertama kali melihat hyung sekeren tadi, whooa neomu haengbokeyooo~!” Kwangmin juga tidak kalah heboh.

Namun aku masih tetap terpaku dengan sikapnya tadi.

Youngmin ah~ my juliette ginger hair? Ini benarkah dirimu? Whoa~ dia keren sekali! Semoga ini bukan mimpi, batinku.

To Be Continue..

 

P.S. : Okay guys, this is another my fanfiction and for the first time I use Boyfriend’s member. Maaf ya kalo ff nya kurang memuaskan karena berbagai hal dan ff ini juga baru di post kembali, mian ya readers *deep bow*. Tolong berikan kritik dan saran kalian karena semua itu sangat membangun untuk kedepannya, chingudeul ! Please comment and don’t be a silent reader !!! Gamsahamnida^^

Wanna meet me ? See my wordpress page at My Juliette Ginger Hair ^^*

9 thoughts on “Only Hope Part 2

    • sebelumnya gomawo chingu uda mau baca lanjutannya, aku juga bingung kenapa youngmin nya harus dibuat jadi cool begitu ==a hahaha :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s