[FF] Miracle of Love [ONESHOOT]

Judul                     : Miracle of Love

Author                  : Onewtaecyoonaddict a.k.a OnewYoonAddict *kim soo hee*

Main cast            : Park Hyun Ni a.k.a Hyun Ni

                                Lee Jinki a.k.a Onew

Other cast           : Find by u’re self~

Length                  : Oneshoot

Rating                   : PG 13 *maybe*

Genre                    : romance, AU, etc.

Disclaimer           : cast milik tuhan! FF murni imajinasi dariku~ SAY NO TO PLAGIAT AND SIDERS!

 

Annyeonghaseyo? Apa kabar kalian semuanya? ^^ selagi aku buat FF Just Mr. Jo! aku tiba2 dpet ide buat bkin FF ini, ya udah daripada idenya jalan2 terus ngilang, lbih baik aku langsung mindahin ke kompi deh, wkwk. Mian kalau FFnya jelek ato apalah,ato gampang ditebak hehehe xDD aku harap kalian suka ^^ ok, selamat baca, jangan lupa RCL + SAY NO TO PLAGIAT AND SIDERS!

Hyun Ni POV

‘Huft, taman ini sepi sekali..’ aku mendengus kesal melihat taman favoritku yang biasa dikunjungi oleh banyak orang entah kenapa hari ini sepi sekali.

“Ah, lebih baik aku ke rumah Hyun Yoo saja!” aku tersenyum sumringah dan segera menuju ke rumah Hyun Yoo, keadaan Seoul hari ini sangat normal, sama saeperti hari2 biasa.

Aku segera memencet bel saat tiba di kediaman rumah Choi.

“Annyeonghaseyo eomonim. Ada Hyun Yoo disana?”

“Ah, mianhae Hyun Ni-ah, dia sedang keluar bersama bibinya.”

“Ah, ne, gwenchana, annyeong eomonim.”

“Ne, annyeong..”

Aku segera menuju ke taman tadi, aku mendengus kesal, huh! Kemana perginya Hyun Yoo sih? Dasar leader yang aneh (–“)

Aku ingin pergi ke rumah Hye Sup, Sang Woo, Yong Ah, dan Yong Hoon, tapi entah kenapa rasanya malaasss sekali.

Aku akhirnya memutuskan untuk pergi ke bukit yang dekat dengan taman itu, aku ingin berisitirahat disana.

Aku merebahkan diriku diatas rerumputan setibanya di bukit itu. aku mengangkat tanganku ke atas langit, sudah sore, aku ingin menikmati keindahan sore hari di atas bukit ini.

Tanpa sadar aku tertidur pulas dibukit itu.

“Hoammm” aku menutup mulutku saat aku sedang menguap, hmm? Sudah pagi? Omona! Aku semalam tidur di sini? Omo! Pantesan dingin! Huh! Aku harus segera pulang ke rumah! Ah, chakkaman, rasanya aku ingin sendirian disini, aku memeluk kedua lututku, aku melihat ke atas langit, indahnya..

“Hyun Ni-ah!!!”

Tiba2 terlintas sebuah kejadian di otakku, aku melihat samar2 ada yang berlari ke arahku sambil memanggil namaku. Seorang namja, tp aku tak tau siapa dia, karena saat itu hujan.

Siapa? Siapa yang memanggilku? Tiba2 air mataku turun, aku merasa hatiku sakit, sangat sakit.

Aku sendirian, melamun di bukit ini sampai sore, aku mengingat bagaimana appa dan ummaku akan khawatir, aku memutuskan untuk pulalng walaupun aku tak ingin.

“Umma, aku pulang.. ucapku lemas.”

“Hyun Ni-ya! Kau kemana saja? Umma sangat khawatir!” umma memelukku.

“Aku menginap di rumah teman umma, sudah aku tak apa.”

“Ne, cepat kau makan, pasti kau lapar kan?” aku mengangguk cepat dan langsung menyerbu (?) hampir semua makanan yang ada di meja makan.

“Umma, appa dimana?”

“Umma sedang keluar kota, ada urusan bisnis.” Umma tersenyum manis kepadaku.

Aku hanya ber-oh panjang.

“Umma, aku sudah selesai makan, aku ke kamar dulu ne!” umma mengangguk.

Sudah 2 hari ini aku tidak keluar rumah, jangankan keluar rumah, keluar kamarpun jarang, hanya untuk makan saja. Aku melamun melihat keluar jendela, aku merasa ada yang hilang, tapi aku tak tau apa.

Aku memejamkan mataku, keesokan harinya aku berpikir, aku ingin ke bukit itu lagi, pagi2 aku segera pergi ke bukit itu.

“Umma, aku pergi dulu sebentar ne! mungkin aku pulang malam!”

“Ne, hati2 !”

Aku mengelilingi bukit ini, dan menuju ke tempat yang dulu aku datangi.

Ah ini dia. Aku duduk diatas rumput dan melihat pemandangan Seoul.

Biarkan aku saja..

Kejadian itu muncul tiba2 lagi di kepalaku, kini seorang namja melihat ke arahku dengan tatapan sendu.

Aku memegang kepalaku, sakit, aku merasa otakku terlalu berat. Sampai2 aku pingsan untuk waktu yang cukup lama mungkin.

“Hyun Ni-ah, bangun..” aku mendengar seseorang memanggil namaku, aku mencoba membuka mataku walaupun terasa sangaatt berat.

“Onew-ssi?”

Dia tersenyum ke arahku. Dia mengulurkan tangannya padaku, membantu ku berdiri, hingga aku bisa berdiri.

“Kok kau bisa ke sini?” tanyaku ragu2.

“Hmm, rahasia” ucapnya sambil mehrong,  aku mengerucutkan bibirku.

“Kajja, kita jalan2..” dia memegang tanganku erat, tapi lembut.

Dia, Lee Jinki, atau lebih sering disebut Onew adalah namja yang kusukai, dia sangat dingin kepadaku, tapi sikapnya saat ini membuatku heran.

“Kita mau kemana Onew-ssi?” ucapku saat dia berjalan kearah gunung.

“Lihat saja nanti.” Ucapnya sambil mengedipkan matanya. Aku hanya tersenyum malu, sikapnya berubah 180 derajat,entah kenapa.

“Omonaaa!! Kyeopta!! Aigoo~!” aku terkagum2 melihat bunga menyebar di sebuah ladang. Indah, sangat indah.

“omona! Onew-ssi! Hebat sekali kau menemukan tempat seperti ini!”

“Hehe, aku menemukannya kemarin, dan kaulah yang pertama melihat ini bersamaku.” Dia tersenyum manis, aku makin malu melihatnya! Aih >

“Aww..” aku memegang kepalaku, sakit sangat sakit.

“Wae gurae? Hyun Ni-ah? Gwenchana?”  Onew-ssi melihatku cemas dan memegang bahuku.

“Ne, Gwenchana, hanya sedikit pusing saja.” Aku terduduk di samping ladang itu, untuk beberapa saat aku memegangi kepalaku.

“Onew-ssi, kajja aku sudah tidak pusing lagi.” Aku berdiri dan menjajarkan tubuhku dengan Onew-ssi.

“Benar sudah tidak apa2?” aku mengangguk mantap.

Kamipun berjalan mengitari taman ini, kadang Onew-ssi mengajakku bercanda, seperti menaruh bunga diatas kepalaku hingga membuat aku terlihat bodoh, sehingga aku mengejarnya.

“Ya! Onew-ssi! Tunggu aku! Aku akan membalasmu!”

“Balas saja jika kau bisa.” Dia menjulurkan lidahnya dan pergi berlari lagi.

“Aish, jinjja!”

Kamipun berlari2an, sampai2 kami tidak sadar kalau sekarang sudah sore.

“Haah, haah..”

“Hyun Ni-ah, sudah, aku sangat cape..”

“Memangnya kau saja yang cape? Aku saja cape onew-ssi!”

“Hehe, aku akan mengalah, tapi dengan satu syarat.” Ucap Onew.

“Mwoya?” aku terheran2.

“Panggil aku Oppa!”

“Mwo?!” ucapku kaget.

“Kalau begitu aku akan terus mengejarmu sampai kau memanggilku Oppa!”

“Ah ne ne! aku akan memanggilmu Oppa! puas?” aku bersikap dingin, meskipun hatiku sangat senang karena  akhirnya namja yang kusukai ingin disebut Oppa olehku.

“Panggil apa?”

“O-P-P-A”

“Bagus2..” dia mengacak rambutku lembut sambil tersenyum.

“Onew-ssi, eh Oppa, pemandangannya sangat indah ya, aku suka, sangat suka.”

“Ne, aku juga suka Hyun Ni-ah.”

Kami tenggelam dalam pikiran masing2. Sampai2 aku teringat sesuatu.

“Op..pa.. sekarang jam berapa?” aku yang belum terbiasa menyebut Oppa ke Onew malah mengatakannya dengan terbata2.

“Jam 7 malam..”

“Omona!” aku menepuk dahiku.

“Wae Gurae?”

“Aku harus segera pulang! Nanti umma memarahiku Oppa!” aku segera berdiri dan bersiap2 untuk pulang.

“Tapi kau janji besok akan ke sini lagi kan?” tanya Onew Oppa dengan wajah sedih.

“Ne, besok aku akan ke sini lagi Oppa.” aku tersenyum manis.

“Yakso?” ucapnya ragu.

“Ne, yakso, Aish,Oppa, kau sepertinya takut kehilanganku ne!”  dia terdiam sesaat.

“Ah, mianhae, aku hanya bercanda.” Lanjutku.

“Yasudah, cepat pulang.”

Aku merebahkan tubuhku di atas kasur yang bercorak strawberry ini, hari ini, aku sangat senang, sangat sangat senang, hari ini hari yang paling berarti untukku.

“Onew Oppa, yeongwonhi, saranghaeyo..” ucapku pelan.

Aku memutuskan untuk pergi ke balkon, aku melihat bintang2 yang berkerlap-kerlip, aku  tersenyum.

“Besok aku harus pergi ke bukit itu pagi2! Park Hyun Ni hwaiting!” aku mengepalkan tanganku dan bergegas untuk tidur.

“Ummaaa..” aku menuruni satu persatu anak tangga.

“Ne?”

“Aku pergi main dulu ne~!”

“Kapan kau pulang?”

“Seperti kemarin, hehe!”

“Ne, sudahlah, umma izinkan!”

“Gomawoo~”

Aku segera pergi ke bukit kemarin, kadang kupercepat langkahku agar bisa cepat2 sampai ke bukit itu.

“Oppa, kau sudah lama menungguku?” aku melihat Onew Oppa sedang menatap pemandangan Seoul, ah anni, dia menatap kosong pemandangan Seoul.

“Anniyo. Hyun Ni-ah, aku punya sesuatu untukmu.”

“Mworago?”

“Ini..” Onew Oppa memberikan sebuah layang2 bergambar keroro berwarna hijau.

“Igo Mwoya?”

“Ish, kau pabbo! Ini layang2 lah!”

“Ne, aku tau ini layang2, tapi untuk apa Oppa?”

“Kajja, sekarang kita main layang2! Hari ini anginnya bagus, lagian bukit ini sepi!”

“Tapi, layang2 Oppa mana?”

“Kita pakai layang2 itu saja.”

“Mwo? Maksudnya kita berdua memakai layang2 ini?” Onew Oppa mengangguk pasti.

“Tapi Oppa, aku kan tidak bisa main layang2.” aku mengerucutkan bibirku.

“Aish, aigo~ kyeopta~” Onew Oppa mencubit pipiku, aku langsung merah padam.

“Oppa!”

“Hehe, habis kau lucu sih! Ya, biar aku ajarkan! Hehe.”

“Awas kalau kau mengejekku gara2 aku payah bermain layang2!”

“Ne, aku janji tak akan mengejekmu.”

Aku dan Onew Oppapun segera bermain layang2, tapi layang2 nya tidak naik2 (-_-)

“Hahaha!”

“Ya! Oppa! kau menertawakanku! Padahal kau sudah berjanji tidak akan mengejekku!” aku mendengus kesal.

“Haha! Aku menertawakan layang2nya Hyun Ni-ah! Apa karena layang2nya rusak atau memang yang memakainya tak bisa!”

“Aish, Oppa itu sama saja mengejekku, lagipula tadikan aku sudah bilang, aku tak bisa bermain layang2, yasudah, lebih baik aku tidak main saja!” aku marah dan langsung melepaskan layang2 itu.

“Ya! Hyun ni-ah! Aku hanya bercanda! Jangan marah dong!” Onew Oppa membujukku.

Aku tidak menjawab pertanyaannya.

“Ya! Apakah aku harus menciummu sehingga kau bisa memaafkanku?”

Aku kaget mendengar apa yang dikatan Onew Oppa, maksudnya apa?

“Ne, ne, aku tak marah lagi oppa..”

“Hehe, gitu dong, mau lanjut lagi main layang2nya?” aku menggeleng2kan kepalaku.

“Hmm, yasudah..”

“Oppa, aku boleh bertanya?”

“Bertanya apa?”

“Kenapa kau tiba2 baik kepadaku? Dulu kan kau sangat dingin kepadaku…” aku menundukkan kepalaku.

“Hmm, aku hanya ingin dekat denganmu, lagipula..” kata2 Onew Oppa terputus.

“Lagipula apa Oppa?”

“Aku tidak ingin aku menyesal lagi.” Aku menaikkan sebelah alisku.

“Ah, sudahlah lupakan saja Hyun Ni-ah~” lanjutnya.

“Oppa..”

“Ne?”

“Ajarkan aku main layang2.” Aku tersenyum manis. Entah kenapa aku ingin Onew Oppa mengajarkanku layang2.

“Ne, ne..”

“Oppa,, ini sudah ke 15 kalinya tapi aku belum bisa2 juga!” aku mendegus kesal.

“Ya, Hyun Ni-ah, jangan menyerah dulu, ayo coba~!” aku menganggukan kepalaku.

Aku mencoba beberapa kali..

16 kali..

17 kali..

18 kali..

Aku mulai frustasi. “Argh, Oppa, aku menyerahh!”

“Ah, Hyun Ni-ah, jangan menyerah dulu..” aku pun menganggukan kepalaku, walaupun sebenarnya aku sudah malas belajar main layang2.

“Oppa, aku lepaskan layang2 nya ya..” Onew Oppa mengangguk.

Dengan malas aku melepaskan layang2nya dan segera melamun kesal.

“Ya! Hyun Ni-ah! Layang2nya terbang!” teriak Onew Oppa.

Aku langsung memperhatikan layang2 itu, dan langsung berteriak.

“Kyaa>< Oppa! akhirnya! Oppa! aku ingin menerbangkannya!”

“Boleh, sini sini!”

Akupun segera berlari ke arah Onew Oppa.

“Ini, pegang ini ya..” aku mengangguk pasti.

“Kyaa, Oppa, aku bisa! Akhirnya aku bisa main layang2!”

Onew Oppa hanya terseyum senang. Kamipun main layang2 sampai sore hari.

“Oppa, anginnya sudah tidak kencang lagi~” aku mendengus kesal.

“Ah, gwenchanayo~ kau sudah lama main layang2ngan. Hampir 5 jam.”

Aku hanya tersenyum dengan wajah tanpa dosa.

“Oppa, aku pulang dulu ne~!”

“Ne, besok kau kesini kan?”

“Tentu saja Oppa~”

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan.. setiap hari aku ke bukit itu, bermain sepanjang hari bersama Onew Oppa.. sampai hari itu tiba..

 

4 bulan kemudian…

 

“Oppaaa…” aku berlari sambil menangis.

“Wae gurae Hyun Ni-ah?” ucap Onew Oppa cemas.

“Ummaa…”

 Hyun Ni-ah Jebal..

Kini terlintas suara seorang ahjumma.

“Aww..” aku memegangi kepalaku.

“Wae gurae Hyun Ni-ah? Kau pusing?”

“Oppa, aku.. pusing sekali…” aku merasa lemas, dan tiba2 sekelilingku gelap.

“Hyun Ni-ah, ireona..” isak seorang namja, aku berusaha membuka mataku ini yang terasa berat ini.

“Oppa?”

“Hyun Ni-ah?” Onew Oppa langsung memelukku, terdengar isak tangis darinya.

“Oppa, uljimayo, wae?”

“Aku takut Hyun Ni-ah. Aku takut aku kau pergi.”

“Ish, Oppa, aku tak akan pergi.” Ucapku lemas, aku masih belum benar2 tidak pusing sekarang.

“Ah, ne, tadi ummamu kenapa?” Onew Oppa kini melepaskan pelukannya.

“Umma..”

“Dia memintaku pindah ke Amerika..” Onew Oppa langsung kaget.

“Wae?” ucapnya lemas.

“Katanya aku harus ikut Umma dan Appa ke Amerika.. aku tak ingin Oppa, aku ingin disini bersama Oppa..” kini air mataku yang keluar.

“Kapan kau pindah Hyun Ni-ah?” Onew Oppa mulai berkaca2.

“Besok..”

“Kalau itu memang kemauan keluargamu..”

“Tapi oppa, aku tak ingin! Aku tak ingin pindah Oppa! aku yakin aku akan tetap disini Oppa!”

“Oppa, besok, datanglah kerumahku jam 8, pesawat terbang jam 10, rencananya kami berangkat jam 9, jadi kumohon datang tepat waktu.. aku pulang dulu Oppa..” lanjutku.

“Kenapa? Padahal baru jam sebelas pagi?”

“Appa dan umma menyuruhku untuk segera pulang, kami akan bersiap2 untuk besok..” aku pun segera berjalan dan membelakangi Onew Oppa..

“Hyun Ni-ah..”  aku pun segera menoleh ke belakang dan melihat Onew Oppa berlinangan air mata.

“Oppa..” aku segera memeluk Onew Oppa, lama kelamaaan, dia membalas pelukanku.

“Besok aku akan datang, pasti..” ucapnya.

“Ne, Aku tunggu Oppa..”

 

@house

 

“Hyun Ni-ah, cepat kemasi barang2mu, besok, pagi2 kau harus ke Amerika..”

“Tapi appa, aku ingin tinggal di Korea.” Tapi appa tidak menggubris keinginanku.

Dengan lemas aku membereskan baju2ku, memasukkannya kedalam koper.

“Oppa, semoga besok kau datang..” akupun tidur, walaupun sebenarnya aku takut, besok Onew Oppa tidak datang.

 

Keesokan harinya..

 

Aku hanya berpakaian simple hari ini, karena aku tidak berniat pergi..

“Hyun Ni-ah, kau sudah makan?” teriak umma dari ruang makan.

“Ne, aku sudah makan”

“Kalau begitu, periksa lagi barang2mu, takut ada yang tertinggal! Ada kemungkinan, kita tidak akan kembali ke Korea selama bertahun.”

DEG! perkataan umma membuat dadaku sesak, aku, ingin tinggal di Korea, aku ingin bersama Onew Oppa..

Jam 8, tepat, tapi Onew Oppa masih belum datang juga, apakah dia tidak akan datang? Rasa khawatir mulai melanda hatiku #lebayyy# ‘Oppa kau dimana? Cepat kesini, ppali!’ batinku.

TING NONG TING NONG

Selang beberapa menit, ada yang menekan bel pintu, aku segera membuka pintunya, dan benar ternyata itu Onew Oppa..

“Aku belum terlambat kan?” aku mengangguk sambil tersenyum.

“Umma, Appa, mianhae, aku sudah membulatkan tekadku, aku tak ingin pindah, aku ingin disini, bersama namja ini..”

Appa dan Umma terlihat kaget.

“Siapa ini Hyun Ni-ah?”

“Dia temanku, dia sangat berarti untukku umma, appa, jadi kumohon, biarkan aku tinggal di Korea bersama namja ini..” aku mulai meneteskan air mataku.

Rumah kediaman Tuan Park ini hening.

“Kau yakin kau tidak mau ikut bersama kami?” aku mengangguk pasti.

“Kalau begitu, terserah kau saja, tapi jangan harap kau akan masuk ke dalam kartu keluargaku.” Kata2 appa membuatku kaget.

“Yeobo..” ucap ummaku.

“Sudahlah yeobo, semua ini keinginanya, kita turuti saja..”

“Tapi ini terlalu berlebihan yeobo..”

“Anni, itu konsekuensinya..”

Ummaku hanya bisa diam melihat kejadian ini, appaku sangat keras kepala.

“Sudah, sekarang, bawa semua barang2mu keluar, dan hidup bersama namja ini!” ucap appaku.

Aku pun segera ke kamar dan mengambil koperku, hanya dua koper, dan satu tas gendong.

“Baiklah, gomawo, sudah merawatku selama ini Appa, umma, selamat tinggal..”

“Park Hyun Ni..” isak Ummaku.

Aku pun melangkahkan kakiku keluar dari rumah ini, rumah yang selama 17 tahun ini aku tinggali, kini aku harus pergi.

“Hyun Ni, gwenchana?”

“Ah? Ne,Oppa, Gwenchanayo~”

“Jeongmal?”

“Ne, lebih baik aku disini saja daripada aku harus pindah ke Amerika.”

“Oppa, tak apa2 aku tinggal di rumah Oppa?”

“Ne, gwenchanayo~”

“Hyun Ni-ah, kau tidur disini saja ne~, aku akan tidur di sana.” Ucap Onew Oppa sambil menunjukka kamarnya kepadaku. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum.

 

1 bulan kemudian..

 

Selama 1 bulan ini, aku sering bermain dibukit bersama Onew Oppa, tidak ada penyesalan sedikitpun Karena aku lebih memilih Onew Oppa daripada Orang tuaku.

“Hyun Ni-ah, siang ini piknik dibukit yu?”

“Mwo? Piknik? Yee~ tentu saja aku mau Oppa!” ucapku girang.

“Ne, sekarang kita siapkan makanannya ne” aku mengangguk mantap.

“Aigo~ Oppa! idemu sangat brilian sekali, aish! Baru kali ini aku tau otakmu encer juga! Hehe!”

PLETAK!

“Ya Oppa! apayo!” aku mengerucutkan bibirku setelah mendapatkan jitakan dari Onew Oppa.

“Otakku memang dari dulu encer kali :P

“Ne, ne! sekarang cepat pasang karpetnya, aku sudah tak sabar!”

Onew Oppa memasang karpet warna pink bermotif hati.

“Kyaa, ayo makan!”

Kamipun menikmati piknik kami dengan tertawaan.

“Hyun Ni-ah, aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu, dengarkan ne?”

“Memangnya Oppa bisa nyanyi?”

“Ish,kau mau tidak?”

“Ne ne,”

 

Yeah~ Song for My Julliete ah~

Ssoda jildeut han dalbit yeoksi euduwo~

Teojil deut taneun hwatbeul neodo manchangaji~

Geunyeoege bichi naneun beobeul baewoya hae~

Geunyol bomyeon nuni meureoboril kkeoya~

 

“Kya, aku baru tau suara Oppa bagus, hehe. Ngomong2 siapa Juliet Oppa?” tanyaku polos.

“Hah? Kau benar2 tak tau?” ucapnya kaget. Aku hanya mengangguk.

“That’s song just for my julliete, and my julliete is You..” ucapnya pelan, dan sontak membuatku kaget.

“Maksud Oppa, julliete oppa aku?” ucapku tak percaya.

“Ne! lalu siapa lagi?”

Aku hanya ber-oh panjang.

“Ish, jinjja! Jadi sekarang mau bagaimana?”

“Maksudnya bagaimana?”

“Sekarang aku mau menerimaku atau tidak?”

“Hmm..”

“Oppa pabbo..” lanjutku.

“Mwo? Pabbo? Kau menghinaku?”

“Anni, Oppa kan tau dari dulu aku menyukaimu, jadi mana mungkin aku menolakmu.” Ucapku tertunduk malu.

“Mwo? Jinjjayo?” ucapnya tak percaya.

“Ne! apakah Oppa ingin menarik kata2ku barusan?”

“Ah, anni.. berarti sekarang kau sudah resmi menjadi yeojachinguku ne?”

“Ne Oppa! aish, aku punya namjachingu kok cerewet sekali ya?”

“Ya! Teganya kau Hyun Ni-ah!”

“Hahaha, aku bercanda Oppa..”

“Ah ne, aku sudah menyiapkan ini..”

“Apa ini Oppa?”

“Lihat saja..”

Aku segera membuka kotak kecil yang dibungkus oleh kertas kado berwarna pink dan diatas nya diberikan pita yang lucu.

“Gelang?”

“Ne..”

Aku memperhatikan gelang ini, gelang yang bertuliskan OnNi.

“Kyaa. Oppa gomawoo~”

“Ne, chagiya~”

“Mwo? Chagiya? Haha!”

“Sekarang kau kan sudah resmi menjadi yeojachinguku, jadi pantas saja kau kubilang chagi kan?”

“Ne, tapi kedengarannya aneh, wkwkwk.”

 

3 bulan kemudian..

 

“Hyun Ni-ah, ayo sekarang kita pergi ke jalan2! Kita pergi ke pantai dekat dengan kota Cheonsang!”

“Ne, Oppa, tapi aku tak mau berenang arra?”

“Kata siapa kita berenang disana? Kita hanya main saja disana. Lagipula kau kenapa tidak ingin berenang?”

“Aku kan tidak bisa renang oppa..”

“Ah, ne ne! aku lupa! Haha!”

 

@pantai..

 

“Oppa! sini! Kita buat istana pasir!”

“Ne, ne, tunggu sebentar, kau terlalu terburu2 chagiya!”

“Hehe, habis, aku sudah tak sabar! Hehe!”

Aku dan Onew Oppapun membuat istana pasir.

“Aish, jinjja! Kyeopta! Look ! look ! oppa!”

“Ish, kau sepertinya sangat suka pantai ne!”

“Ne, neomo neomo..”

“Harusnya kau berterimakasih padaku.”

“Hehe, ne, Oppa, Gomawoyoo~ saranghaeyoo~”

“Aish, cium dulu disini.” Onew Oppa menunjuk pipinya.

“Ish, Oppa, ne, ne!”

Akupun mendekatkan bibirku ke pipinya dan..

CUP~

Aku mencium pipi Onew Oppa.

“Nah begitu dong~”

“Eh, Oppa, kita menulis yuk di pasir!”

“Menulis apa?”

“Lihat saja nanti..”

Akupun menulis dua nama yaitu Park Hyun Ni dan Lee Jin Ki, yang kuberi symbol cinta di tengahnya.

“Oppa, lihat, bagus kan?”

“Ne~ tapi, pasti sebentar lagi akan terhapus oleh air laut.”

Dan benar saja, air laut langsung menghapus tulisanku.

“Ah, ne, tulis saja di sini oppa..”

Tunjukku ke pasir yang agak jauh dari laut.

Aku akhirnya menulis kata2 yang tadi.

“Nah, Oppa, dengan ini tidak akan yang berani mengahapus tulisan ini! Begitu pula cinta kita! Tidak akan ada yang berani! Hehe!” ucapku sedikit gombal~

Onew Oppa hanya tersenyum manis.

“Oppa..” teriakku.

“Sini..” aku mengajak Onew Oppa agak dekat dengan laut.

“Oppa, hati2 di belakangmu!”

Onew Oppapun menoleh ke belakang dan langsung menoleh lagi ke arahku dan..

“HAHAHAHA!” air laut berhasil aku lemparkan ke wajah Onew Oppa.

“Ya! Park Hyun Ni! Kau cari masalah denganku? Aku akan membalasnya!” Onew Oppapun membalas dengan melemparkan air ke wajahku, selama lebih dari 1 jam kami bermain seperti itu.

“Haah haah, cape~ Oppa, ayo kita kembali ke sisi pantai! Kita tunggu sunset!”

“Ne, Aku juga sudah cape, hehe.”

Kami menunggu sunset sambil meluruskan kedua kaki kami, diatas pasir.

“Oppa, lihat! Mataharinya sudah tenggelam!”

“Ne,!”

“Aigo~ Kyeopta~!” ucap kami berbarengan.

“Haha” akhirnya kami tertawa bersamaan.

“Oppa, yeongwonhi, saranghaeyo.” Ucapku tiba2 dan membuatku merah padam.

“Ne, na do.. Eh, wajahmu memerah tuh.” Ejek Onew Oppa.

“Ini efek sunset Oppa!”

“Hmm..”

 

3 bulan kemudian..

 

“Hyun Ni-ah..”

“Ne Oppa?”

“Ayo kita ke bukit, ada hal yang penting yang ingin kubicarakan..”

“Ya! Kenapa tidak disini saja?” tapi perkataanku hanya dianggap angin lalu saja, akupun langsung berjalan mengikuti Onew Oppa ke bukit itu, bukit yang menyimpan kenanagan yang sangat indah.

“Hyun Ni-ah..”

“Ne Oppa?” perasaanku sekarang sudah tak enak.

“Lepaskan gelang itu..”

“Mwo? Wae?”

“Kita harus berakhir di sini..”

“Mwo? Wae?”

“Cepat lepaskan gelang itu Hyun Ni-ah..”

“Anniyo! Andwae!” tapi Onew Oppa menarik tanganku dan melepaskan gelangnya dariku dengan paksa sampai2 pergelangan tanganku memerah.

“Wae Oppa?” air mataku mulai turun.

“Aku harus pergi..”

“Kemana?”

“Ke tempat yang jauh, dan mungkin ini terakhir kita bertemu, Mianhae Hyun Ni-ah..”

DEG~! Oppa..

Aku langsung memeluk Onew Oppa ..

“Oppa, saranghaeyo~”

“Na do Hyun Ni-ah, tapi aku harus pergi..”

“Aku ikut..”

“Tidak bisa, kau harus disini~”

“Tapi Oppa..” tiba2 bibir Onew Oppa langsung mengunci mulutku untuk waktu yang lumayan lama.

“Oppa, Yeongwonhi, saranghaeyo..”

Onew Oppa hanya tersenyum manis, dan pergi meninggalkanku.

Tiba2 kepalaku sakit, aku berteriak, tapi Onew Oppa terus berjalan, pergi meninggalkanku. Akupun tiba2 pingsan.

 

***

 

Hyun Ni POV

 

Aku berusaha membuka mataku, terasa sangat berat, aku melihat kesekililing, putih, bau obat2an, dan sudah kukira ini di rumah sakit. Aku melhat ke smaping dan aku lihat Hye Sup sedang tidur sambil memegang tanganku, aku ingin memanggilnya, tapi tidak bisa, akhirnya aku mengggerakan tanganku, dan membuat Hye Sup bangun 100% .

“Hyun Ni-ah? Kau sudah sadar?”

Aku mengangguk.

“Dokter! Dokter!” lalu datanglah seorang dokter dan seorang suster.

Dokter itu mengecek keadaanku.

“Keadaan Hyun Ni-ssi sudah membaik 100%.”

Hye sup langsung menangis terharu dan dia langsung menelpon ummaku.

“Eomonim, Hyun Ni sudah sadar..”

“Sang Woo! Hyun Ni sudah sadar! Beritau yang lain!”

Ada apa denganku? Kenapa Hye Sup sangat terharu sekali?

“Hye..Sup-ah.. apa yang sebenarnya terjadi?”

Belum Hye Sup menjawab pertanyaanku, ada 5 orang yang masuk ke ruanganku.

“Hyun Ni-ah! Kau sudah sadar! Omo! Umma dan Appa senang sekali!” ucap Umma dan Appaku. Eoh? Bukannya mereka sedang di Amerika?

“Hyun Ni-ah, jeongmal bogoshippoyo~” kini Sang Woo menitikkan air matanya. Aku langsung mengangkat sebelah alisku.

“Eonnie, bogoshippoyo~” ucap Yong Ah dan Yong Hoon bersamaan, mereka semakin terlihat kembar saja.

“Umma, Appa, bukannya kalian ada di Amerika? Dan kalian sudah tidak menganggapku anak?” Umma dan Appa langsung melihat satu sama lain. Begitu juga dengan teman2ku.

“Hyun Ni-ah, appa dan umma keluar dulu ne. kau dengan teman2mu dulu saja.”

Setelah appa dan umma keluar, aku segera melihat ke teman2ku.

“Hyun Yoo eonnie mana?”

“Dia, sedang di Jepang..” ucap Hye Sup pelan.

“Mwo? Wae?”

“Hyun Ni-ah, sepertinya kau tidak tau apa2 ne?” perkataan Sang Woo membuatku semakin bingung.

“Eonniedeul, kita beritau saja Hyun Ni eonnie, cepat atau lambat dia akan tau..” ucap maknae Yong Ah, diikuti dengan anggukan yang lain.

Apa? apa yang terjadi?

“Eonnie, sebaiknya kau yang bicara. Kau kan leader ke dua..” ucap Yong Hoon, Hye Sup pun mengangguk.

“Hyun Ni-ah, sebenarnya kau koma, selama 1 tahun lebih..”

“Mwo?” aku terbelalak kaget.

“Tapi tapi…”

 

*Flashback*

 

Author POV

 

Hyun Ni berjalan dalam hujan yang sangat deras, dia memaksa ingin bertemu dengan Lee Jinki, namja yang dicintainya. Tapi, tiba2 dia pingsan.

“Hyun Ni-ahh!!” ucap Onew langsung menghampiri Hyun Ni.

“Hyun Ni-ah, bangun..”

Hyun Nipun dibawa ke rumah sakit, dia tidak sadarkan diri selama 2 hari.

“Kalian keluarga Park Hyun Ni?” ucap dokter, dan semuanya –termasuk teman2 Hyun Ni- mengangguk.

“Jantung Hyun Ni-ssi melemah, dia harus menerima transplatasi jantung, kalau tidak dia akan..”

“Biarkan aku saja!” ucap Onew memutuskan perkataan dokter.

“Tapi.. ini bisa membahayakan nyawamu, kemungkinan..”

“Gwenchana dok! Aku akan melakukan transplatasinya sekarang! Asalkan Hyun Ni selamat!”

“Tapi, lebih baik kau hubungi keluargamu dulu..”

“Aku tak punya keluarga dok, mereka sudah meninggal, aku tidak punya siapa2 lagi selain Hyun Ni..”

“Ah, mianhae..”

“Jadi bisa kita mulai transpusinya sekarang nak?” lanjut dokter.

“Ah, chakkaman, aku ingin menulis sesuatu dulu untuk Hyun Ni, jika aku sudah tak ada.” Dokter pun mengangguk.

“Hye Sup-ah, tolong berikan surat ini ke Hyun Ni jika dia sudah sadar, tolong..” ucap Onew sambil menangis.

“Onew-ssi..” ucap Hye Sup .

“Gwenchana. Asalkan Hyun Ni baik2 saja..”

Operasi pun berjalan selama 4 jam, dan operasinya berhasil, dipastikan Hyun Ni akan sadar, tetapi Onew-ssi tidak akan pernah sadar.

 

4 bulan kemudian..

 

“Dok, kenapa anakku belum sadar juga? Bukannya operasinya telah berhasil?” ucap Umma Hyun Ni khawatir, sambil melihat ke arah Hyun Ni.

“Hmm, saya juga tidak tau, belum pernah ada pasien yang seperti ini, sepertinya dia masih koma..”

“Tapi, dia pasti akan sadar kan dok?”

“Jika tuhan berkehendak seperti itu nyonya.. tapi tunggulah sampai beberapa bulan atau tahun..”

“Iya Dok, gomawo..”

“Kalau begitu saya keluar dulu..”

“Hyun Ni-ah, jebal..” ucap umma Hyun Ni sambil terisak.

Selama 1 tahun, Hyun Ni hanya menutup matanya, dia terombang ambing antara hidup dan mati.

 

*End Flashback*

 

Hyun Ni POV

 

Aku mulai menitikkan air mataku.

“Tapi bagaimana bisa? Selama 1 tahun aku koma, setiap hari aku bertemu dengan Onew Oppa. ini tidak masuk akal!” ucapku frustasi.

“Maksudmu?” ucap Sang Woo bingung.

Aku mulai menceritakan semuanya, dari sikap Onew Oppa yang berubah, sampai dia meninggalkanku.

“Hyun Ni-ah, mungkin itu Cuma mimpi..” ucap Hye Sup.

“Tapi, semua itu sangat nyata untukku! Bahkan hari ini saat dia berpisah denganku, dia sempat menciumku!”

Semua melihatku dengan tatapan miris. Yah, miris memang.

“Hye Sup eonnie,sekarang Onew Oppa pasti ada kan di Seoul? Dia tidak pergi kan?”

“Anni, dia sudah pergi untuk selama2nya Hyun Ni-ah..”

“Anni ! anniyo! Andwae! Onew Oppa!” aku berteriak frustasi.

 

3 hari kemudian..

 

Aku sudah diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit. Sekarang, aku sedang dibukit, Aku masih mengingat2 kenaganku bersama Onew Oppa.

“Sangat  nyata..” gumamku, aku masih mengingat jelas semuanya.

Aku mulai membuka surat dari Onew Oppa.

Hyun Ni-ah..

Mungkin ah anni, pasti, saat kau membaca surat ini, aku sudah tak ada, melihatmu selama ini koma, membuatku sedih, sesak, lebih baik aku mengorbankan jiwaku untukmu, mungkin aku terlambat mengakui ini, tapi Hyun Ni-ah, Saranghaeyo.. saat aku tak ada,kau jangan bersedih ne? karena aku akan terus ada di hatimu, karena jantungku ada di tubuhmu, haha! Menyedihkan memang, aku belum menyatakan perasaanku untukmu! Bahkan kita belum berkencan! Jika bisa, aku ingin pergi ke jepang dan meminta doraemon untuk meminjamkan mesin pengembali waktu! Haha! Tapi itu tidak mungkin ne? Hyun Ni-ah, hiduplah dengan bahagia ne? aku yakin kau pasti akan menemukan namja yang baik!

Saranghaeyo..

Lee Jinki..

Aku mulai meneteskan air mataku, membuat tulisan tangan Onew Oppa luntur, aku tersenyum.

“Oppa, kau sudah menyatakan perasaanmu secara langsung, kita sudah berkencan beberapa kali, meskipun ini semua tidak masuk akal, tapi bagiku, ini semua nyata..”

Aku mulai menutup mataku sampai akhirnya ada yang mengganjal di tempat yang aku duduku.

“Hmm apa ini?”

Aku mulai meneliti benda itu sesaat, dan itu adalah Gelang yang berukir nama OnNi.

Aku tersenyum. “Oppa? lihat kan? Ini semua nyata untuk kita..”

Tiba2 aku menutup mataku dan menggenggam gelang itu. tiba2 angin kencang membuatku membuka mataku.

“Onew Oppa?!” ucapku tak percaya, namun sekarang dia memakai jas putih, sangat tampan.

Aku segera berlari ke arahnya dan segera memeluknya, tapi tak bisa..

“Hyun Ni-ah, kau tidak bisa memelukku, karna aku bukan manusia lagi Hyun Ni-ah, Hyun Ni-ah, percayalah, kejadian selama 1 tahun lalu itu nyata, sangat nyata untuk kita. Dan selama kau koma, aku selalu berada disampingmu. Menemanimu, seharusnya kau sudah sadar saat orang tua mu pergi ke Amerika, tapi kau memilih bersamaku, awalnya aku sangat senang, tapi aku tak boleh egois, sehingga aku meninggalkanmu Hyun Ni-ah, tapi percayalah, aku sangat mencintaimu Hyun Ni-ah, Yeongwonhi saranghaeyo, semoga kau bahagia..”

Sosok Onew Oppa menghilang perlahan2.

Aku tersenyum, aku mulai terjatuh.

“Oppa, meskipun tadi terakhir kalinya aku melihatmu, tapi aku janji aku akan menyimpanmu di hatiku, di tempat yang paling dalam. selamanya, meskipun waktu yang kita lewati hanya 1 tahun, tapi aku bahagia bisa bersamamu Oppa, aku tidak berjanji akan mendapatkan namja yang lebih baik untukmu, tapi, aku berjanji akan mencintaimu sampai aku menutup mataku untuk selama2nya, dan aku harap kita bisa bersatu di kehidupan yang kedua, dan terimakasih tuhan, sudah memberikanku waktu 1 tahun untuk bersama Lee Jinki.” Aku terus menggenggam gelang itu.

“This is miracle of love oppa?” ucapku sambil tersenyum melihat gelang itu.

 

***

 

Hyun Ni POV

 

Aku berdiri di atas balkon sambil meminum jus jeruk, jus kesukaanku.

“Hyun Ni-ah, ada yang datang!”

“Siapa umma?”

“Teman2mu!”

Aku segera berlari menuruni tangga dan melihat 5 sahahabatku sedang duduk di ruang tamu.

“Hyun Ni-ah! Jeongmal bogoshippoyo~!” ucap Hyun Yoo eonnie sambil memelukku.

“Na do eonnie, eonnie kenapa kau ke Jepang?”

“Eonnie kan kuliah disana, tapi semester depan eonnie akan kuliah di kampus yang sama dengan kalian..” aku mendengus pelan.

“Hmm, enak sekali ya kalian, kalian sudah kuliah, tapi aku harus mengikuti ujian kelulusan SMA..”

“Ish, Hyun Ni-ah hwaiting!” ucap Hyun Yoo eonnie.

“Hyun Ni-ah, eonnie sudah mendengar semuanya dari Hye Sup, masalah tentang Onew-ssi.”

Aku hanya tersenyum pahit.

“Eonnie percaya semua itu..”

“Mwo?”

“Ne, eonnie percaya bahwa selama kau koma, Onew-ssi menjagamu.”

Aku mulai berkaca2. “Wae eonnie percaya?”

“dulu juga sebelum eonnie bertemu dengan kalian, eonnie pernah mengalami hal itu, tapi eonnie hanya koma selama 5 bulan, selama itulah eonnie dijaga bersama cinta pertama eonnie, tapi Hyun Ni-ah! Kau harus mencari namja yang lain! Meskipun Onew-ssi merupakan namja yang kau sangat cintai! Eonnie saja bisa!”

“Ne, eonnie, kalau aku bisa..” aku tersenyum pahit.

 

***

 

1 bulan kemudian..

 

Aku memegang dadaku, tepat disana jantung Onew Oppa berdetak.

“Onew Oppa, bogoshippo..”

“Onew Oppa, aku akan memakai gelang ini selamanya, yeongwonhi..”

“Aku akan menjaga jantung pemberian Oppa ini..”

“Oppa… Yeongwonhi Saranghaeyo..” aku merasa cairan hangat mengalir dipipiku.

 

***

 

5 tahun kemudian..

 

Author POV

 

Seorang yeoja masuk ke dalam gereja yang mewah ditemani oleh appanya.

“Sudikah kau Lee Eun Soo menemani Park Hyun Ni dalam suka maupun duka? Dalam sehat dan sakit? Dalam kaya dan miskin?” (Mian ya, author ga tau ikrar janjinya-,-)

“Ne, aku siap.” Ucap namja berna Eun Soo itu mantap.

“Dan sudikah kau Park Hyun Ni menemani Lee Eun Soo dalam maupun duka? Dalam sehat dan sakit? Dalam kaya dan miskin?”

Yeoja itu terdiam sesaat.

“Ne, aku siap.” Ucap Yeoja yang disebut Hyun Ni mantap.

“Kalau begitu sekarang silahkan tukar cincin.”

Eun Soo pun memasukkan cincin ke dalam jari manis Hyun Ni, begitu juga dengan Hyun Ni.

‘Onew Oppa, aku sudah menemukan namja yang sepertimu disini, dia sangat baik, aku mencintainya Oppa, tapi aku lebih lebih mencintaimu, kenangan kita 5 tahun lalu akan tersimpan dihatiku walaupun aku sudah tak ada, Oppa, saranghaeyo.. aku akan menempuh jalan hidup baru, dan gelang ini akan kupakai sampai kapanpun..’ batin Hyun Ni sambil melihat gelang itu. tiba2 air mata Hyun Ni jatuh.

“Hyun Ni-ah? Gwenchana?” ucap Eun Soo. Hyun Ni hanya mengangguk.

“Aku terharu..” Eun Soopun tersenyum.

 

10 tahun kemudian..

 

“Lee Jinki! Jangan main terus! Ayo makan!” ucap seorang  yeoja, atau lebih tepat disebut ahjumma kepada anak berumur 9 tahun.

“Ne umma!”

“Yeobo, gelang itu masih kau pakai?” ucap seorang ahjussi.

“Ne, ini gelang dari orang yang dulu dekat denganku, sekarang dia sudah tak ada..”

“Apakah dia cinta pertamamu yeobo?” perkataan ahjussi itu membuat Hyun ni kaget, lalu Hyun Ni mengangguk.

“Kenapa kau tidak pernah cerita?”

“Aku takut kau marah yeobo..”

“Gwenchana, itu hakmu, siapa namanya?”

“Lee Jinki,”

“Oh, jadi itu maksudmu memberi nama anak kita Lee Jinki?” Ahjumma itu hanya mengangguk pelan.

“Aish, yeobo, gwenchana, aku tak marah kok! Bolehkah aku ke makamnya?”

“Ne..”

 

Hyun Ni POV

 

“Ini Yeobo makamnya..” Eun Soo hanya mengangguk.

“Annyeong hyung, Hyun Ni sudah menceritakan semuanya padaku, memang tak masuk akal, tapi, mungkin itu nyata, entahlah! Haha! Kami memberi nama anak kami Lee Jinki, sama sepertimu, kuharap kau tak akan marah ya? Hehe!”

Eun Soo pun mengobrol dengan Onew Oppa, aku menitikkan air mataku, sungguh beruntung aku menikah dengan namja seperti Eun Soo, dia sangat baik.

“Oppa, aku pergi dulu ne~! pai pai!” ucapku sambil meninggalkan makam itu.

Untuk selamanya aku akan hidup bahagia, demi Onew Oppa, Eun Soo Oppa, dan Lee Jinki anak kami.

 

 

 

^END^

 

Ottohke? Ahh, mian kalau kepanjangan -,- mian kalau gak dapet feelnya, mian kalau endingnya ga nyambung + gaje.. dan mian kalau jelek, hhe, minta RCL nya aja ne! wajib loh! Hahaa! *EviLaugh

Annyeong ^^~

 

Iklan

12 thoughts on “[FF] Miracle of Love [ONESHOOT]

  1. bahasanya kurang rapi. jd gak dpt feelnya sama sekali. misalnya td ada kalimat “gomawo dok” kyknya lbh pantes pake gamsahamnida deh u.u gak suka bgt denger kata2 “dok” nya.

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s