[FICLET] Your Smile

Title: Your Smile

Author: Jung Jinra a.k.a Schneeflocke

Length: Ficlet (625 words)

Genre: Friendship

Cast: Jung Yunho (TVXQ)

Kim Jaejoong (TVXQ/JYJ)

Your Smile

A Fanfiction by Schneeflocke

xxx

DISCLAIMERS: I don’t own the characters

WARNING: Alternate Universe, NON-SLASH, Kidfic

xxx

“Ah, kau tidak sedih lagi karena itu? Baiklah, mulai sekarang aku akan banyak tersenyum. Untukmu.”

xxx

Sore itu cerah. Namun matahari tak terasa begitu terik. Angin yang berhembus juga membawa sejuk, mengajak rerumputan ikut menari dengannya.

Sore yang damai. Tapi tidak untuknya.

“Kami tidak akan mau bermain denganmu, anak pelacur!” ucap anak kecil berkemeja abu-abu itu kepada anak lelaki yang memakai kaus lengan panjang  merah didepannya.

“Lebih baik kau pergi saja sana, Jaejoong!” bentak salah satu dari mereka, kini yang bertubuh paling tinggi.

“Kau ini bisanya mengganggu saja!” seru yang satunya lagi, kali ini yang berambut coklat.

Jaejoong masih diam. Senyum yang terpampang di wajahnya saat ia meminta ikut bermain dengan keempat temannya tadi sekarang luntur.

Anak lelaki bertubuh kecil itu masih disana. Sejenak ia menatap Yunho, sahabatnya yang juga ada diantara keempat anak yang tadi. Yang ditatap diam saja, ia tak tau harus apa.

Mata cokelatnya menatap sedih mata hitam Jaejoong dimana ada air mata yang tinggal menunggu mengalir dipipinya saja.

Tak mau lebih lama disitu, Jaejoong pergi. Kaki kecilnya berlari menjauh dari sana. Menjejaki rumput-rumput yang sore itu tertiup angin.

Menemukan sebuah bangku panjang yang kosong, ia berhenti.

Saat ia mengedipkan matanya, air mata yang dari tadi ia tahan langsung mengaliri pipi putihnya. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya yang kecil, lalu menangis sejadi-jadinya.

Bahunya bergetar. Isakannya jelas terdengar.

Ia masih saja merasa sedih begini walaupun entah sudah berapa kali ia menerima makian seperti itu.

Ia memang tidak pernah melihat ayahnya dari kecil. Ia Cuma tinggal bersama ibunya yang tiap malam keluar dan berkata pada Jaejoong kalau ia akan pergi bekerja dan meninggalkan Jaejoong sendirian dirumah setelah menyuruhnya tidur.

Jaejoong tahu apa yang dilakukan ibunya. Ia pernah melihatnya sendiri.

Jaejoong tau kalau apa yang dikerjakan ibunya tidak baik. Tapi dia tau, ibunya sudah tidak bisa apa-apa lagi. Ia tak pernah bisa memilih mau dilahirkan sebagai anak siapa. Tapi ia tau kalau ibunya menyayanginya.

Lalu apa salahnya? Kenapa semua orang malah mengolok-oloknya begitu sering?

Tapi, Kenapa ia tak juga bisa tegar walaupun sudah berkali-kali menerima makian semacam itu?

Jaejoong masih menangis. Wajahnya basah karena air mata yang ada di kedua telapak tangannya tadi.

Mendengar suara langkah kaki setengah berlari, Jaejoong menghapus airmatanya lalu memalingkan pandangannya. Ia melihat Yunho datang padanya.

“Jaejoong-ah!” seru anak kecil berambut brunette yang setahun lebih tua darinya itu lalu duduk disebelahnya.

“Kau menangis?” tanya Yunho, Padahal seharusnya tak perlu, ia bisa mellihatnya. Jaejoong diam saja. Masih sedikit sesenggukan.

“Aaah, sudahlah. Jangan menangis lagi. Kau ini laki-laki, kan? Tidak boleh cengeng begitu,” ucap Yunho dengan nada suaranya yang terdengar ceria sambil memalingkan wajah Jaejoong agar menatapnya dan menghapus air mata yang masih mengaliri pipinya. Jaejoong berusaha menghentikan tangisannya lalu menghapus air matanya sendiri dengan lengan kanannya hingga lengan bajunya basah.

“Tapi… Tapi mereka mengataiku lagi!” ucap Jaejoong. Tangisannya masih belum benar-benar berhenti.

“Jangan dengarkan mereka, Jaejoong. Tidak penting,” kata Yunho lalu menepuk-nepuk bahu Jaejoong. Berusaha menghibur.

“Kenapa kau kesini? Tidak malu kalau punya teman anak pelacur?” Jaejoong masih menatap kebawah, terus menggoyang goyangkan kaki kecilnya yang tidak sampai menyentuh tanah.

Yunho menatapnya lalu menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Jaejoong ikut tersenyum walau ia masih melihat kebawah.

“Tidak ikut bermain bersama mereka lagi?” tanyanya lalu menegakkan kepala untuk melihat sahabatnya yang duduk disamping.

“Bagaimana aku bisa ikut bermain dengan mereka kalau aku tau kau pasti menangis disini.” Ucapnya lalu menepuk-nepuk pundak anak lelaki berumur delapan tahun itu.

Sekali lagi, Jaejoong tersenyum.

Sejenak senyap.

Yang mereka dengan hanya semilir angin. Yunho merangkul bahu Jaejoong dan Jaejoong masih diam dengan senyum diwajahnya walaupun bekas airmatanya tadi masih terlihat.

“Terima kasih,” ucapnya pelan. Tapi Yunho mendengarnya.

“Hah? Untuk apa?” anak lelaki yang lebih tua satu tahun darinya itu bertanya balik masih dengan nada suaranya yang ceria. Jaejoong lagi-lagi diam lalu menundukkan kepalanya.

“Karena kau masih mau tersenyum untukku.” Ucapnya kemudian.

“Ah, kau tidak sedih lagi karena itu? Baiklah, mulai sekarang aku akan banyak tersenyum. Untukmu.”
-FIN-

Author’s Note:

Fic pertama yang saya publish disini :)

ini bukan shonen-ai atau boys love ya -_-

dan maaf kalo fic ini ada kekurangan disana-sini nya =w=

sebelumnya, saya pernah publish fic juga disini, sebagai freelance writer dan nge publish fic yang judulnya ‘Night Sky’ :3

fic singkat ini juga pernah dipublish di blog saya, http://chekkumeito.wordpress.com/ dan di account AO3 saya di http://archiveofourown.org/users/Schneeflocke/pseuds/Schneeflocke

ini fic perkenalan, karena saya author baru disini :)

mind to read and leave comment?

salam kenal, readers /o/

Sign,

Jung Jinra

6 thoughts on “[FICLET] Your Smile

    • sedih? saya ga maksud bikin yang sedih sedih loh .__.
      wah makasih udah dibilang bagus .////.
      saya kira tadi bakalan berantakan ;w;
      thanks for reading, ya :)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s