[Freelance Chapter] Memories 1 of ?

Title
Memories

Length
Chapter

Rating
PG

Genre
Family, Romance

Author
Febe Aninda

CAST
Sunny (Girls’ Generation)
Lee Sungmin (Super Junior)

Support Cast
Kim Hyoyeon (Girls’ Generation)
Shim Changmin (DBSK/TVXQ)
Eunhyuk/Lee Hyuk Jae (Super Junior)
Febe Aninda (Author ^^)

Sunny POV

Aku mengerjap-erjapkan mataku karena sinar matahari pagi yang masuk melalui jendela kamar apartemen kecilku. Apartemen yang kubeli dengan hasil usaha dan jerih payah sendiri sebagai pegwai toko dipagi hari dan penjaga coffee shop di malam hari.

Aku terduduk di kasur sembari mengusap mataku yang berair. Semalaman aku menangis.
Menangisi pria yang seharusnya tidak aku tangisi. Entahlah, otakku rudet.

Kulirik jam dinding berbentuk sapi yang kupasang di dinding, pukul tujuh tepat. Seperti perkiraan ku, tukang koran telah menyelipkan korannya dibawah pintu masuk kamar. Kupungut koran itu dan kubuka bagian “JOBS” .

Sembari menunggu air mandiku matang, dan juga menunggu oatmeal ku hangat dan kental, aku kembali meneliti satu per satu pekerjaan yang ingin aku cari. Aku bosan menjadi orang dengan uang pas-pasan, aku bosan hidup seperti Upik Abu, aku ingin menjadi Cinderella.

“Ahh jinnja Sunny-ya, kau bermimpi lagi…” ucapku pada diri sendiri.

Tidak ada pekerjaan yang menarik dan aku memutuskan untuk mandi. Seperti biasa, aku selalu menyapa Lee Sungmin di pagi hari. Lee Sungmin yang ada dinding (?) kuucapkan annyeonghaseyo dan kemudian aku mandi.

Pagi ini aku diminta oleh Hyoyeon untuk membantunya di salah satu kegiatan pemotretan sebuah majalah, kebetulan aku kenal seluk-beluk fotografi dan kalaupun aku tidak kebagian motret-motret, at least aku bisa membantu Hyoyeon.

“Pakai baju apa nih ..” gumamku sembari mengobrak-abrik lemari pakaianku.

Sebuah blouse berwarna putih dengan renda, celana jenas biru tiga-per-empat, flat shoes berwarna abu-abu dengan hiasan bunga pada ujungnya, kalung, gelang dan beberapa aksesoris yang sederhana menjadi pilihanku. Ponselku bergetar saat aku merogoh tasku mencari bedak.

Kim Hyoyeon calling.

“Yeobuseyo.. Hyeoyeon-a..”

“A.. Sunny. Eodiya (Di mana) ??” tanya Hyoyeon. Disana nampak ribut dan berisik dan Hyoyeon harus berteriak untuk berbicara dengannya.

“Jeoyo… hmm. Masih di jib (rumah).. waeyo ?” jawabku.

“Mwo ?? ga kedengeran…” teriak Hyoyeon lagi.

“Jibeseo o Jeon (Di rumahku)….”

“Aaaa. Jib.. bagaimana kalau aku jemput ??”

“Ne .. ? Hajimaaa (Jangan).. nanti merepotkan…” ucapku sembari memulaskan bedak ke pipiku.

“Gwenchanhayo.. pagi ini kita harus ready cepat-cepat, artisnya belum datang jadi aku masih bisa menjemputmu… neon-ui jib-eun eodiya (Rumahmu di mana) ??”

“Biar lebih dekat dan supaya kau tidak susah mencari apartemenku yang kecil ini, kau tunggu saja aku di Toss Coffee House, tempat kita bertemu kemarin…eotteyo ??” tanyaku sembari mengecek isi dalam tasku.

“Arasseoyo.. Gidaryeobwa (Tunggu aku)…” ucap Hyoyeon dan pembicaraan pun terputus.

-end of Sunny POV-

 Sungmin POV

Michigetda.
Aku benar-benar membutuhkan seorang pelayang pribadi. No Not my manager but another private guard. Entahlah mungkin akan lebih baik kalau itu wanita.

 Aku selalu dikejutkan dengan jadwal yang mepet. Seperti pagi ini. Aku harus mendatangi pemotretan majalah CW Magazine tepat pagi ini dan aku baru bangun untuk saat ini. Apa ini tidak gila ??

“Bbali Sungmin-ssi, jika tidak berangkat sekarang maka anda akan telambat…”

“MWO ??! Michyesseo ? Kau pikir aku robot. Ingat Changmin Manager-nim… aku butuh seorang private guard ! dan ingat must be a girl …”

“Geunde… Sungmin-ssi…”

Aku mengisyaratkan agar manager ku diam, aku menyambar kunci mobilku, aku harus rela mandi di lokasi pemotretan. Lebih baik daripada tidak mandi sama sekali.
Aku selalu siap sedia beberapa baju.

Aku memtusukan untuk manager ku yang membawa mobil sehinga aku bisa ganti baju dan kembali melanjutkan tidurku yang tertunda. Namun, aku benar-benar tidak bisa tidur, dentungan iPhone, mentions blog semua semuanya menganggu ku.

“Changmin Manager-nim.. kuharap kau segera menemukan yang cocok untuk saya …” ucapku sembari menuang wine pada seloki kecilnya.

“Ne… seburu-buru itukah Sungmin –ssi..” Aku mengangguk sembari menutup mataku dengan sleeping mask bergambar Pumpkin kesukaanku.

Tepat 45 menit perjalanan kami telah sampai di shooting set, tempat kami akan melakukan photo session dan juga photo-shoot. Kami disambut oleh seorang wanita dengan rambut blonde dan tindik di telinga.

“Annyeong haseyo.. Kim Hyoyeon ibnida…saya yang akan menjadi sutradara dan juga photgrapher dalam acara photo session hari ini.. silahkan ke ruang ganti untuk make-up dan juga ganti  baju…”

“Gamsahabnida Kim Hyoyeon-ssi…” ucapku sopan sambil membungkuk 45 derajat.

-end of Sungmin POV-

Sunny POV

Mwo, artis yang dipakai oleh Hyoyeon adalah Lee Sungmin, artis yang selama ini hanya bisa terpajang di depan TV ku dan di depan kamarku kini harus ada dihadapanku.
Bodoh
Kenapa aku mau saja ditempatkan di bagian costume set? Walaupun aku anak
lulusan fashion design tapi bukan berarti aku dapat melakukannya jika yang menjadi modelku adalah orang yang selama ini menjadi idolaku.

“Aku harus fokus…” gumamku sembari merapikan letak-letak baju.

“Lee Sun Kyu –ssi, apakah Sungmin sudah bisa coba bajunya ?”

“Ne…” ucapku sembari memberikan baju itu kepada Sungmin yang berdiri tidak jauh dariku. Mossitda jinjja….pikirku dalam hati namun aku berusaha untuk fokus.

Aku mendekat kearah Sungmin yang telah memakai baju dariku sembari membetulkan letak kerahnya.

“Tadi kau bilang namamu Lee Sun Kyu, benarkah itu ?” tanya Sungmin.

“Ne .. Sungmin –ssi. Nae ireumen Lee Sun Kyu ibnida, bangapseubnida…”

Sungmin ikut membungkuk juga. Mukanya menyiratkan keanehan yang amat sangat dalam.
Aku sendiripun bingung. Merasa risih diperhatikan begitu, aku langsung berbalik dan mengalihkan pembicaraan dengan designer yang lain.

Saat Sungmin sedang sibuk menjalani pemotretan, aku mendekati Hyoyeon yang sedang membaca script dan sibuk mengurus ini dan itu. Body nya yang ramping membuatnya gampang sekali bergerak kesana-kemari.

“Hyoyeon-a.. Babbeun (Sibuk) ?” tanyaku sembari menyentuh pundaknya.

“Anio.. wae ? Pasti kau mau mencengkeram bahuku sembari menahan teriakan mu karena artis yang kuundang hari ini…”

Sumpah demi apapun aku memang mengakui perkataan Hyoyeon. Aku sangat ingin sekali scream out loud dan mengucapkan Saranghaeyo Hyoyeon-a. Namun, saat ini bukanlah itu keinginan ku. Aku merasa ada yang aneh ketika Sungmin menyebut namaku Lee Sun Kyu.

“Ada yang ingin kubicarakan denganmu .. bisa ?” ucapku.

Hyoyeon mengangguk lalu meninggalkan scriptnya serta memberi break pada crew dan juga Lee Sungmin sendiri, lalu mengikutiku ke tempat kami beristirahat dan mengedit foto.

“Aku seperti pernah mengenal Sungmin …”

“Mwo ?!”

-end of Sunny POV-

Sungmin POV

Aku mengambil ponselku sembari mengecek sms serta BBM yang masuk. Banyak BBM dari beberapa teman-teman dari SM dan juga beberapa teman sekolahku. Dari jauh kulihat Sunkyu dan Hyoyeon bergerak kearah ruangan tempat istirahat crew, mungkin mereka lelah. Dari wajahnya, aku bisa melihat Sunkyu lelah.

“Lee Sun Kyu… isang hada (Aneh).. jinjja isanghaeyo (Sangat aneh)..” gumamku.

Aku seperti pernah dan sering mengucapkan nama itu namun aku benar-benar tidak ingat, siapa dia. Aku berniat menelpon eomoni. Kucari tulisan MOM pada ponselku. Aku tidak memberi sign ia pada nomor 1 karena nomor 1 adalah appa.

Nada sambung terdengar, aku sangat suka musik instrumental dari ponsel eomoni.

“Yeoboseyo ?” sahut suara seorang wanita dari seberang sana.

“Yeoboseyo.. omma. Sungmin ibinida…”

“Oo, Sungmin-a.. eoddeohke jinae (Bagaimana) ?? Gwenchaneungoya ? eodi apayo (Sakit di bagian mana) ??” eomma bertanya dengan memburu.

“Nan gwenchanha eomoni.. geunde eomoni alasan aku nelpon eomoni ada yang ingin aku tanyakan…” ucapku berusaha to the point.

“Museun mal-iya (Ada apa) ?”

“Lee Sun Kyu… nugu (Siapa) ya ??”

“Lee Sun Kyu … Lee Sun Kyu… Aaaaa aegi Sun Kyu .. neon molla (Kau tidak tahu) ??” kini eomma malah menanyakanku. Aku menggeleng dan mungkin eomma tidak melihatnya.

“Kau benar-benar lupa ??” sambung eomma dan aku masih berusaha berpikir.

“Aaa jebal eomma Sun Kyu nuguya …??”

“Kau lupa gadis kecil disebelah rumah kita yang sangat kau sayang itu …Kau ini sudah terkenal lupa pada orang yang sudah kau beri janji…”

“Yakso (Janji) ..? museun yakso (Janji apa) ??”

-end of Sungmin POV-

TO BE CONTINUE

4 thoughts on “[Freelance Chapter] Memories 1 of ?

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s