[Chapter] Our Story-4 (Siwon-Tiffany)

Poster by :
http://kidneypea.wordpress.com 

| TEASER |
| CHAPTER 1 |
| CHAPTER 2 |
| CHAPTER 3 |

Story by :
YoseoBoo (@iamarelizka) 

“Ah…” seorang yeoja berambut panjang mendesah berat setelah terbangun dari tidurnya semalam, masih memikiran ucapan dari lawan bicaranya dalam telpon tadi malam. Ia perlahan-lahan beranjak dari tempat tidurnya. Sambil menguap, ia berusaha menerima pancaran sinar matahari yang masuk lewat jendela setelah ia menyibak gordennya. Sedikit beringsut dari posisi merentangkan kedua tangannya, mulai berjalan menuju sebuah cermin yang tidak terlalu besar lalu berhenti di depan benda itu dengan tatapan kosong.

Oh My God!!”  ia memekik histeris ketika baru menyadari ada sebuah benjolan kecil berwarna merah di keningnya.

“Aku berjerawat!” tak berani memekik di dalam dunia nyata, kini ia memekik panik di dalam hatinya. Yeoja bernama Hwang Miyoung ini sangat membenci jerawat! Apalagi jika jerawat itu berwarna kemerahan sehingga tampak sangat jelas di kulit putihnya! Bukannya ia bermaksud ‘sok cantik’, tapi ia berpikiran kalau jika berjerawat, itu menandakan banyak kuman di wajahnya!

“Sialan…” umpatnya sinis menatap pantulan dirinya sendiri di cermin, tidak, lebih menatap kepada jerawat kecil merahnya itu.

“Nona Miyoung!!!” sebuah suara yang tidak terlalu asing di telinga yeoja itu memanggil dari luar, baru setelah itu ia mengetuk pintu kamar.

Dengan bersungut-sungut kecil, Miyoung melangkah menuju pintu kamarnya dengan masih memakai piyamanya.

Wae?!” tanyanya sangar dengan menatap sinis dan membuat namja yang ternyata mengetuk pintu kamarnya itu sedikit terkejut.

“M..Mi..Miyoung-ssi, k..kau tidak apa-apa?” nada bicaranya sedikit gemetar sambil menunjuk Miyoung perlahan, berusaha memastikan keadaan baby sitter keponakannya yang berwajah sedikit menyeramkan itu.

“Oh,” Miyoung merapihkan rambutnya yang kusut, “aku tidak apa-apa.” Ujarnya berusaha memasang wajah ceria.

Namja yang ada di depannya tersenyum manis, namanya Jung Heechul. Iya, dia memang seorang Heechul yang baik di mata Miyoung.

“Baguslah kalau kau tidak apa-apa, hari ini kau masak ya!” kata-kata yang dilontarkan Heechul membuat mata Miyoung yang sedikit sipit menjadi terbelalak.

“Eh?!” sedikit tidak percaya dengan keadaan pagi yang seharusnya bukan pekerjaannya.

“Juru masak di rumah ini minta izin pulang, katanya suaminya sakit,” Heechul tetap mempertahankan senyumnya, membuat Miyoung tidak bisa berkata apa-apa. “Aku lihat kau pintar masak. Apalagi setelah aku makan masakanmu kemarin.” Heechul berusaha meyakinkan Miyoung agar terbujuk dengannya.

“B..Baiklah…” dengan sedikit tidak yakin, Miyoung mengiyakannya.

Heechul berbalik. Miyoung bisa melihat punggungnya dengan jelas. Lehernya tertutupi karena ia menautkan handuk putihnya di sana. Miyoung sedikit tersenyum, “Ia bilang masakanku enak.” gumamnya kegirangan. Namun dengan segera ia menolak, atau lebih tepatnya menghindari perasaannya yang bergejolak itu.

Ani! Ani! Jangan berpikir terlalu jauh, Hwang Miyoung!” ia berusaha meredam perasaannya sendiri dengan tidak berpikiran macam-macam.

“Ah, rasanya malas sekali mau mandi…” Miyoung berjalan terhuyung sambil menutup pintu kamarnya dengan menggunakan kaki kirinya. Kegiatan pagi akan segera dimulai…

*

“Wah, kau benar-benar pintar memasak ya!” puji Heechul kembali memamerkan senyumannya kepada Miyoung, membuat yeoja itu mau tak mau membalas senyumannya walaupun hatinya gugup.

“Ini kopi untukmu, dan ini susu cokelat hangat untuk Jin Ri…” Miyoung meletakan dua cangkir yang berbeda isi di meja makan.

“Untukku mana?!” sebuah suara yang mungkin, emm, agak tidak disukai oleh Miyoung membuat ketiga orang itu menoleh kepada sumber suara.

“Mana minumanku?! Aku sudah hampir terlambat, nih!” Siwon, namja yang bernama lengkap Choi Siwon ini memang dianggap sebagai ‘musuh’ oleh Miyoung, karena pernah membuat anak kecil, lebih tepatnya Jin Ri menangis, dan ia tidak mau meminta maaf!

“Kau ini pura-pura tuli atau memang tuli, hah?” wajah sewot Siwon tak kalah disambut dengan wajah yang sewot juga dari Miyoung.

“Kau kan tidak kelihatan dari tadi! Kemana saja kau, huh?!” Siwon juga disembur dengan pertanyaan sengit dari Miyoung.

Siwon hanya bisa mendelik Miyoung dengan tatapan tajam yang terpancar dari matanya.

“Dan –“ Miyoung menundukan wajahnya, sedikit agak ragu-ragu untuk mengucapkan kata-kata yang dipendamnya.

“Apa?!” tantang Siwon.

“Dan aku tidak tau kau mau minum apa!” setelah memikirkan kata-kata yang tepat, Miyoung akhirnya memberikan alasan yang membuat Siwon terdiam.

Siwon menghela nafas kesal, “Aku pergi!” pamitnya tanpa ada nada ramah sedikitpun dalam ucapannya.

“Ah! Heechul-ssi!” setelah mengatakan hal itu, Siwon berbalik sambil melemparkan sebuah kunci mobil kepada orang yang dipanggilnya.

“Pakai mobilku kalau mau ke kampus!” Heechul yang mendengar hal itu tersenyum senang lalu mengucapkan terimakasih.

“Aish! Jeongmal!” gerutu Miyoung setelah Siwon benar-benar keluar rumah. Heechul yang mendengar itu hanya cekikikan dan terlihat menahan tawanya.

Wae?” kening yeoja itu sedikit berkerut mendapati tanggapan Heechul yang menertawainya. Heechul tidak menjawab, masih tetap sibuk dengan rasa gelinya sendiri. Miyoung berbalik,

“Miyoung-ssi,” panggil Heechul yang sudah berhenti tertawa. “Ne?” tanyanya. “Aku hari ini ke kampus,” Heechul mengatakan hal yang menurut Miyoung setengah-setengah.

“Lalu apa hubungannya denganku?” ekspresi keheranan menghiasi wajah seorang Hwang Miyoung. “Aku ingin bawa bekal.” Heechul berusaha menampilkan senyum terbaiknya, namun tidak dapat membuat wajah kaget Miyoung menjadi tersembunyi. Ia sedikit ternganga dengan permintaan Heechul, tapi dengan segera ia menjawab,

“Oh iya, aku bisa membuatnya.” Miyoung jatuh hati kepada seorang Jung Heechul!

**

                 Miyoung tengah mengelus-elus rambut hitam milik Jin Ri ketika ia tertegun karena mendengar ada suara pintu terbuka. ‘Siapa itu?’ batinnya.

Ia memutuskan untuk keluar dari kamar dan melihat keadaan,

“Oh… Ternyata kau ya, Siwon-ssi.” Ucapnya lega, namun masih tersirat tatapan jengkel di mata yeoja itu.

Siwon yang mendengar suara Miyoung hanya menolehkan kepalanya sejenak. Selanjutnya, ia hanya memijat pelipisnya pelan. Terlihat jika rasa capai menyelimuti namja berumur 26 tahun itu.

“Hwang Miyoung,” Siwon memanggil nama Miyoung ketika yeoja itu hendak meninggalkan Siwon karena merasa tidak ada keperluan lagi.

Ne?” Miyoung membalikkan badannya sembari memasang wajah heran dalam ekspresinya. “Wae?” Miyoung memutuskan untuk berjalan mendekati orang yang memanggil namanya.

“Bisa buatkan aku kopi? Aku benar-benar berharap kau tidak menolak permohonanku ini.” permohonan yang dikatakan oleh Siwon membuat kening Miyoung berkerut. ‘He? Memangnya aku ini apa?! Pelayanmu?!’ dongkolnya tak ikhlas.

“Please… Aku seperti tidak bisa melakukan apa-apa sekarang…” Siwon menatap tajam Miyoung dengan memberikan makna sangat berharap kalau Miyoung akan mengatakan ‘Iya’ atau ‘Baiklah’.

“Baiklah… Keinginanmu itu akan segera datang…” Miyoung menjawab permohonan Siwon dengan acuh, sedikit merasa jengkel dengan dibebani yang bukan tugas dalam pekerjaannya.

***

                 “Huh, memangnya aku ini dikiranya apa?! Pembantu?!” Sungut Miyoung sembari mengaduk-aduk kopi yang sudah dicampur dengan susu.

“Sabar, Hwang Miyoung. Mungkin ini cobaan untukmu dalam menyukai anak kecil. Fuuhh…” Miyoung berusaha memberikan sugesti positif kepada dirinya sendiri.

Miyoung berjalan menuju ruang keluarga. Namun langkahnya terhenti ketika ia tidak menemukan sosok yang ingin ia temui, sosok seorang Choi Siwon. “Lho? Siwon-ssi? Kau di mana?” Miyoung sedikit berteriak memanggil nama ‘Siwon’. Ia heran. Tak biasanya orang itu meninggalkan handphonenya tergeletak di atas meja tanpa dibawanya. Miyoung tahu benar jika Siwon bukanlah orang yang bisa bermusuhan dengan sebuah handphone.

“Choi Siwon-ssi?” aku terus memanggil namanya sembari menjaga kehangatan dari kopi permintaannya.

Miyoung menatap lega sosok yang dicarinya. Siwon terlihat duduk layaknya sebuah patung yang diletakkan di sebuah ayunan berwarna biru dan merah. Seakan tidak menyadari kedatangan Miyoung, Siwon tetap saja diam ketika namanya kembali dipanggil oleh yeoja yang membawa kopinya itu.

Gwaenchana?” Tanya Miyoung sedikit aneh dengan sikap Siwon yang tak menyebalkan seperti biasanya. Namun Siwon masih tetap tak bergeming, seakan suara Miyoung hanyalah angin yang berlalu.

Yah! Choi Siwon! Kau tuli?!” akhirnya Miyoung memutuskan membentak Siwon sembari menyentuh pundaknya pelan. Dan benar saja, Siwon langsung kaget dengan sentuhan dan bentakan itu. Ia terlihat seperti orang linglung. Bahkan ia kebingungan dengan kehadiran Miyoung di belakangnya sekaligus tatapan heran yang dipancarkan yeoja itu.

“Kau kenapa?” masih dengan pertanyaan tentang Siwon yang terlihat-aneh, Miyoung kembali bertanya. “Ini… Aku mencarimu untuk memberikan kopi ini. Maaf kalau aku sudah mengganggumu.” Miyoung berjalan mundur secara perlahan setelah ia yakin Siwon memegang gelas kopinya dengan benar.

“Ah, kau tidak menggangguku kok, Miyoung-ssi.” seulas senyum terlukis di wajah lelah Siwon. Mau tak mau, Miyoung juga membalas senyuman itu. “Kenapa buru-buru?” pertanyaan Siwon membuat Miyoung berpikir ada-apa-dengan-Siwon?

“Kau ada kerjaan lain? Mana Jin Ri?”

‘Benar-benar aneh!’ batin Miyoung yang berkutat dengan tebakannya sendiri.

                 “Miyoung-ssi…” ketika Miyoung benar-benar hendak berbalik, Siwon memanggil namanya. “Ne?” sahutnya pelan. “Wae?” lanjut Miyoung mempertanyakan keadaan.

“Apakah perasaanmu terasa sakit ketika kau disakiti?” Siwon membuat kening Miyoung berkerut ketika mempertanyakan hal yang tergolong serius, lalu dengan tenangnya, Siwon menyeruput kopi dari gelas putih di tangan kanannya.

“Uhmm…Tentu saja…” Jawab Miyoung ragu-ragu, “Memangnya ke–“ kata-kata Miyoung terpotong ketika Siwon kembali bertanya, “Lalu apa yang akan kau lakukan ketika kau dalam keadaan seperti itu?”

Miyoung hanya bisa menatap heran punggung Siwon yang Nampak jelas di matanya, “A-apa maksudmu?” Miyoung benar-benar tidak bisa mencerna pertanyaan itu dengan baik!

“Maksudku…” Siwon menolehkan kepalanya ke arah Miyoung, “Kau harus duduk di situ.” lesung pipit milik Siwon terlihat jelas ketika bibirnya memerintahkan Miyoung untuk duduk di ayunan di sampingnya.

Miyoung hanya bisa menatap pemandangan itu tanpa berbicara satu katapun. Dan akhirnya ia bertanya, “Kau ingin aku duduk di situ?” sembari menunjuk ayunan yang dimaksud oleh Siwon.

“Tentu saja.” ada sedikit senyum kesakitan di raut wajah namja itu. Membuat Miyoung tak tega melihatnya, apalagi hendak menggerutu tentangnya!

Miyoung berjalan menuju ayunan dan duduk di sana. Ia memandang Siwon lekat, tetapi Siwon tak menyadari pandangannya. “Kau…sepertinya…uhmm…kelelahan?” tebak Miyoung dengan suara pelan. Namun anehnya, Siwon bisa mendengar suaranya itu. Berbeda dari keadaan sebelumnya, dimana bahkan ketika Miyoung berteriak memanggil nama ‘Siwon’, si pemilik nama tak mendengarkannya.

Wae? Terlihat jelas ya di wajahku?” Tanyanya ringan. Belum sempat Miyoung menjawab, Siwon kembali bertanya, “Apakah menurutmu kalung ini sangat jelek?” ia mengangkat tangan kirinya dan menunjukkan seuntai kalung perak berbandul sebuah not.

Miyoung hanya bisa menatap kalung indah tersebut, ia benar-benar beranggapan jika kalung itu lebih dari indah dan memiliki makna yang sangat kuat! Selagi Miyoung memandang kagum kalung itu, “Dia pergi…” Gumam Siwon lebih kepada dirinya sendiri.

Nuguya?” sontak Miyoung mengeluarkan pertanyaan itu setelah mendengar gumaman Siwon. Siwon yang mendengar pertanyaan itu lagi-lagi menunjukan senyumannya dahulu sebelum menjawab, “Geu yeoja…”

“Pacarmu?” Miyoung berusaha memperjalas apa yang baru saja dijawab Siwon. Dan benar saja, Siwon mengangguk lesu.

“Kenapa dia pergi?” Tanya Miyoung makin penasaran.

“Dia selingkuh.”

“Dengan siapa?”

“Dengan sahabatku sendiri.”

“Dan itu yang membuatmu jadi begini?”

Siwon kembali mengangguk lesu untuk yang kedua kalinya.

‘Cukup Hwang Miyoung! Jangan bertanya lagi! Ini sudah lebih dari cukup jika ia mau menjawab pertanyaanmu!’ Miyoung membentak dirinya sendiri di dalam hati untuk menahan diri agar tidak bertanya lagi, meskipun ia penasaran setengah mati dengan siapa dan bagaimana rupa pacar seorang Choi Siwon itu?

                 Eonnie?” sebuah suara kecil memanggil Miyoung, dan spontan yang dipanggil langsung menolehkan wajahnya. “Jin Ri? Kau sudah bangun?” Miyoung segera beranjak dan menghampiri Jin Ri kecil yang sedang mengucek matanya.

“Aku mau susu cokelat.” Ujar Jin Ri singkat sembari menatap Miyoung berharap. Tatapannya sangat mirip dengan tatapan Siwon ketika meminta Miyoung untuk membuatkan kopi tadi!

Miyoung tersenyum menatap sosok kecil itu, “Baiklah, akan Eonnie buatkan. Kau kembali ke kamar ya…”

****

                 Jin Ri memainkan kaki-kaki kecilnya sembari menunggu kedatangan Miyoung di dalam kamarnya. “Susu cokelat…Susu cokelat…” Gumamnya membayangkan nikmatnya susu cokelat yang dibuat oleh babysitter-nya itu.

Jin Ri mengangkat kepalanya ketika ia mendengar suara pintu kamarnya terbuka. Terlihat jelas Miyoung yang membuka pintu itu dan memegang gelas kesayangan Jin Ri, namun kening Jin Ri berkerut dan menatap Miyoung heran. Ia langsung berlari menghampiri Miyoung.

Eonnie kenapa nangis?!”

TO BE CONTINUE

52 thoughts on “[Chapter] Our Story-4 (Siwon-Tiffany)

  1. Aduh lagi asyik baca tiba2 TBC .
    Kurang panjang thor , hhe :D

    lho knp tu tiffany kok nangis ?
    #penasaran akut,,

    daebak, dilanjut yaa thor :)

  2. thor emang belum.di lanjutin lagi apa udah nggak bakalan di lanjutinlagi ni ff??, ceritanya asyik lhoo sayang lok gag di teruskan.. fighting thor.. ditunggu lho lanjutanya.. :)

  3. tolong lanjutin dong aku suka banget loh sama FF ini nungguinnya sampe sekarang butuh kesabaran loh
    pleaaaaaaaassssssssssssseeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
    lanjutin yah

  4. @author: lanjutannya mana thor?? ditunggu nih. tuh reader2 laen jg udh pada penasaran. inget pesan sponsor “cerita yang sudah ditulis wajib diselesaikan sampai tamat” (sejak kapan coba ada pesan sponsor segala :D)
    pokonya lanjutin yah *maksa* ^^

  5. ngubek2 siffany dan trdampar d sni. Chapter 4 pula.
    Bhasany ringan, enak diikuti. Pnulisanny jg rapi.
    Hnya tdi ada kta ‘tak brgeming’ mungkn maksdny ‘bergeming’ y? Krna arti brgeming sndiri adl tak brgerak.

    Nice ff

  6. haaa.. thor. kok bisa hilang sih datanya. yg sabar ya :(

    tapi janji ya thor ff ini d lanjut ampe selesai. habisnya ff ini keren bgt. ih.. suka deh. ap lgi cast.nya sifany. cepetan d lanjut ea thor.
    Hwaiting!!

    I’ll waiting

  7. kenapa fany nangis?
    aish, nih ff bener” dah.
    Selalu tbc disaat yg tidak tepat #menurutku

    selalu bikin penasaran akan seperti apa nextnya nanti.
    Huft~

    gg mau tau.
    Next harus secepatnya.
    #maksa hehehe

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s