[ONESHOOT] Fairytale and Myth

Title     : Fairytale and Myth

Author : ReeneReenePott

Main Cast : Kim Kibum , Jessica Jung, Kim Jaejoong a.k.a Hero

Supporter Cast : Park Gyuri, Choi Minho a.k.a Elias, Lee Son Hee a.k.a Madeleine (author numpang eksis wuoke?? XD)

Genre  : Dark, Angst, Fantasy, Thriller, AU, Romance*a bit*

Length : Oneshoot

Rating  : PG 15 *karena ada adegan kekerasannya*

Recommended backsound : Big Bang – Tell Me Good Bye

Summary : Sepanjang hidup kita, kita pasti mengetahui sebuah kisah, entah itu fiksi atau nyata. Fairytale, atau dongeng  atau yantg lebih misterius lagi, Myth (mitos) menceritakan banyak hal, misalnya adanya vampire, werewolf, penyihir, peri, dan mahkluk aneh lainnya. Dipikir dengan akal sehat, kita tidak akan mungkin mempercayainya. Namun bila mereka memang benar-benar ada, semuanya mungkin akan terjadi, bukan?

A/N : Huaaa… ini imajinasiku kukeluarkan semuanya!! Mahkluk mistis yang kuciptakan di sini—Eve—memang hasil pemikiranku setelah menjelajah di dunia mitos. Jadi ya.. yang kaga ngarti mianhae deh!! Ini cerita juga kaga nyambung!! XDD Tapi jangan bash pairingnya, atau tokoh yang ada di sini. Bash authornya aja yang udah menistakan mereka di sini, otte? *soalnya adekku marah-marah sama Jaejoong, =3=*

__

Kibum POV

Aku kembali menutup buku yang kupegang selama hampir 2 jam kubaca. Buku dengan sampul yang samasekali tidak menarik, bahkan aneh menurutku, namun karena ketertarikanku dengan isinya dengan senang hati aku mau membacanya.

Fairytale.

Myth.

Dongeng.

Atau istilah lainnya. Ya, itulah isi buku yang sedang kupegang ini. Menakjubkan. Meski aku samasekali tidak percaya, namun kuakui kisahnya sangat menantang dan terkesan sangat logis. Aku memejamkan mata hanya untuk mengistirahatkan mataku untuk sejenak, lalu melirik jam dinding yang tergantung pada ruangan perpustakaan yang besar ini. Hari sudah hampir senja. Dengan langkah berat aku meletakkan buku yang sangat menarik itu dan member salam kepada penjaga perpustakaan yang membalasku dengan senyuman.

Aku Kim Kibum, mahasiswa tingkat 3 di sebuah universitas ternama di Seoul. Mahasiswa jurusan Perhubungan Luar Negri. Melihat sederet prestasi yang telah kuukir hingga sampai ke jenjang kuliah ini, aku bisa tersenyum bangga. Dengan cepat aku melangkahkan kaki menuju apartemenku yang letakknya hanya beberapa blok dari perpustakaan kuno ini. Sederet rencana untuk apa yang akan kulakukan keesokan harinya telah tersusun rapi dalam memoriku.

Wushh…

Aku merasakan sesuatu berhembus di belakangku. Entah apa. Sambil mengangkat bahu tidak peduli, aku melanjutkan langkahku yang sempat kuperlambat.

Prakkk..

Kini langkahku benar-benar terhenti. Suara apa itu? Apakah seseorang dengan sengaja melempar sesuatu ke arah sini? Dengan penasaran aku menoleh ke belakang. Tidak ada siapa-siapa. Perasaanku tidak keruan. Aku mulai berfikir kalau ada penguntit atau semacamnya yang hendak merampokku. Aku semakin mempercepat langkahku.

Someone POV

Aku menyeringai dari balik pilar bangunan dan mengikutinya. Namja yang baunya selalu menggodaku semenjak ia masuk ke dalam arena kekuasaanku. Hah. Mana mungkin ia bisa menemukanku, ia hanyalah namja bodoh yang tidak pernah percaya dengan kenyataan.

Tentu saja, tidak percaya dengan kenyataan bahwa mahkluk sepertiku benar-benar ada dan sampai sekarang mengikutinya. Aku bukan manusia, namun aku adalah mahkluk kuno. Aku bukan vampire—bila kalian berpikir seperti itu—karena aku tidak meminum darahnya, namun memakan jantungnya. Tentu saja aku juga bukan werewolf karena aku tidak berubah wujud menjadi seekor serigala, namun aku adalah mahkluk yang baru saja ia baca.

Aku adalah eve.

Mahkluk kuno yang sama sekali tidak ia percaya keberadaannya, yah mungkin karena nama kami jarang di sebut. Lebih pupoler nama saudara dari jenis kami—Elf—karena keagungan dan kehebatan yang mereka miliki.

Lihat saja Kim Kibum, jangan salahkan aku karena kau membuatku tertarik denganmu.

Author POV

Eve—adalah mahkluk yang masih menjadi satu suku dengan Elf—adalah mahkluk kuno yang hampir tidak pernah dikenali orang-orang. Eve, adalah mahkluk dengan sayap hitam—seperti kelelawar dan ada beberapa yang seperti sayap malaikat—yang akan keluar dari punggung mereka saat purnama dan akan kembali menghilang saat fajar tiba. Rupa mereka sama persis seperti manusia biasa, hanya saja kemampuan mereka yang melebihi kebanyakan manusia biasa. Beberapa diantara mereka sangat cepat—hampir mengalahi vampire—dan ada beberapa diantara mereka yang dapat mengendalikan pikiran. Mereka jelas sangat berbeda dari saudara mereka—Elf—yang kuat, tangguh, dan menguasai sihir, serta perawakan yang agung dengan tubuh tinggi dan telinga yang meruncing.

Eve sama sekali tidak dapat melakukan sihir dalam bentuk apapun, namun kekuatan fisik mereka lebih unggul dari Elf. Umur Eve bisa sampai ribuan tahun, namun ketika mereka memasuki tahun ke 5000—itupun bila mereka tidak dibantai oleh predator mereka, Troll—mereka akan mencapai usia tua, dengan tanda-tanda yaitu rambut memutih seluruhnya, dan sayap yang bertambah lebar namun kekuatannya menjadi lebih lemah. Mangsa mereka kebanyakan adalah jantung hewan karnivor, namun Eve modern lebih sering menyerang manusia. Jantungnya adalah makanan mereka, sementara darah manusia mereka gunakan untuk ritual mengantar jiwa manusia tersebut ke alam baka. Darah yang digunakan tidak banyak, hanya setetes yang akan mereka oles hingga berbentuk salib di pergelangan tangan kiri.

Karena itulah Eve juga di sebut sebagai malaikat maut, namun mereka biasanya lebih kejam. Mereka mengikuti calon korban berikutnya hanya dengan auranya, menyebabkan mangsa mereka selanjutnya sering bermimpi akan sebuah ruangan gelap dengan seorang gadis cantik namun berpakaian hitam minim yang disiksa. Jumlah Eve di dunia hanya tinggal 12 Eve, dengan 5 Eve usia tua yang hanya bersembunyi dari dunia luar. Perkembangbiakan Eve termasuk langka, bahkan cenderung aneh, karena para Eve tidak pernah melahirkan. Eve perempuan akan memuntahkan anaknya yang tinggal di dalam perutnya keluar lewat mulutnya, bisa 2 anak sekali mengeluarkan. Namun Eve yang baru lahir sangat kecil, mereka hanya sebesar telapak tangan belum lagi pertahanan mereka yang masih sangat lemah hingga 95% dari kelahiran mereka mengalami kematian setelah menginjak usia 3 hari.

Eve pada usia balita sudah sebesar remaja, lalu usia 10 tahun mereka sudah tampak dewasa. Eve dari kecil sudah berbaur dengan manusia maupun dengan para Elf. Biasanya mereka berteman dekat. Paras seorang Eve agak tidak wajar, mereka sangat cantik dan sangat tampan, dan biasanya mereka memiliki bakat yang agak aneh.

Eve pada jaman sekarang kebanyakan tingal dengan Elf di sebuah gedung tua yang tak akan bisa dilihat oleh manusia. Kebanyakan mereka menjalin cinta di sana, namun tak sedikit pula Eve yang jatuh cinta pada manusia—

Kibum menutup layar laptopnya dengan perasaan gamang. Ia terkejut. Sangat terkejut karena ada mahkluk seperti itu di dunia ini. Ia mulai khawatir, karena ia pernah bermimpi bahwa yeoja yang ditaksirnya di universitasnya—Jessica—ada di dalam mimpinya itu dan digambarkan persis seperti deskripsi tentang Eve yang ia baca.

Lalu ia menggeleng pelan, meyakinkan diri bahwa semuanya hanya kebohongan belaka. Mana mungkin ada mahkluk seaneh itu dalam dunia modern ini? Biarlah itu hanya menjadi mitos tanpa kepastian.

Kibum melepas kacamatanya dan merenggangkan tubuhnya. Kemudian ia merebahkan diri di atas ranjangnya, menerawang jauh. Membiarkan pikirannya kosong.

Srrr….

Kibum langsung terkesiap. Apa itu? Kenapa suara itu tiba-tiba bisa muncul? Darimana datangnya suara itu?

Srrrrrrrr….

Suara itu menggema lagi.

“Kim Kibum, itu hanya ilusi karena pikiranmu dipenuhi oles Jessica sekarang. Sekarang tidurlah karena besok ada kelas pagi,” ucapnya meyakinkan diri sendiri.

Jessica POV

Bila kau saling jatuh cinta dengan manusia, nasib cintamu akan berakhir tragis.

Bila cintamu tidak terbalas oleh seorang manusia, kau akan membunuhnya.

Aku menutup buku yang sedang kubaca. Apa-apaan ini? Kemudian aku menoleh ke arah mahkluk yang ada di sampingku sekarang.

“Untuk apa kau memberikan buku ini padaku, Elias?” tanyaku pada mahkluk yang disebut kerabat dekatku—benar, itu Elf—dengan kening berkerut.

“Sudah sangat jelas. Kau tidak boleh mempunyai perasaan padanya, Jessica, ingat tugas utamamu,” desisnya tajam. Aku memandangnya tak percaya.

“Bukankah kau juga heu? Kau bahkan dengan jelas mengatakan kepada ketua bahwa kau tertarik padanya—yeoja yang sering kau buntuti itu,” cetus ku kesal. Ia memamerkan senyumannya yang khas, membuatku muak.

“Jess, kau tahu kan kalau Son Hee itu sebenarnya Elf muda? Elf muda tidak akan mengetahui jati dirinya Jess, kecuali ia bertemu dan dibuat mengingat tentangnya oleh sesamanya,” jelasnya menjengkelkan. Aku menyeringai kecil. “Aku harap kau mengingat tujuan utamamu membuntutinya,”

“Aku tahu, Elias, aku harus mengantar nyawanya, karena itu.. Itu… Tugasku. Heuh… Apa tidak ada tugas lain selain mengantar nyawa?”

“Kau berkata seperti itu karena kau mulai menyukainya kan?” selidik Elias. Ku memutarkan kedua bola mataku.

“Apa pula perkataanmu itu?” elakku kesal.

“Tapi.. Cinta antara Eve dan manusia itu..”

“Aku tahu!” raungku.

“Kalau Hero mengetahuinya, ia bisa membunuh Kibum dan menyantap jantungnya, kau tahu,” kata Elias lagi yang membuatku semakin pusing. “Dan bisa saja jiwanya tidak akan diterima dimana-mana karena kau sebagai pengantarnya tidak bersedia dengan kejadian itu,” bisakah ia berhenti bernyanyi?

“Kau kembali ke ruanganmu! Aku mau tidur!” jawabku ketus dan kembali ke kamarku. Kutemukan Gyuri sedang terduduk menatap kosong ke cermin meja rias. “Gyuri?” panggilku pelan. Ia menoleh, lalu tersenyum.

“Ini tugas pertamamu, Jessica. Semoga berjalan dengan lancar,” katanya tenang. Aku hanya tersenyum melewatinya dan berbaring di tempat tidur, melepaskan segala penat hanya dengan masalah sekecil ini.

Lee Son Hee POV

Aku merasa bingung dengan chinguku, Kibum. Kenapa akhir-akhir ini ia tampak frustasi ya? Apa karena Jessia hanya melaluinya tanpa senyum? Hah, anak itu memang konyol.

Kibum, dia sahabatku. Ia satu-satunya yang tidak menganggapku aneh dengan keadaan fisikku ini. Telingkau meruncing, dan terkadang aku seperti.. Merasa aneh. Terkadang malah aku mengucapkan kata-kata dengan bahasa kuno. Ya Tuhan, apakah aku normal?

Gang ini serasa sangat panjang. Sementara aku harus segera memfotokopi paper Kim sonsaengnim yang harus dikumpulkan sekarang. Heu. Aku mempercepat langkahku, bhkan aku sudah berlAri. Tiba-tiba seseorang menyentuh pundakku.

“Percuma kau terus berlari,” suara itu! Aku sering mendengarnya dalam mimpiku! Aku menoleh dan membelalakkan mataku. Minho sunbaenim?

“Minho sunbae?” tanyaku polos. Ia menggeleng.

“Aku Elias, seorang Elf,” jawabnya. Aku melotot. Apa katanya?

“Ini tidak lucu sunbae–” sebelum aku menyelesaikan kata-kataku jarinya mulai bergerak seperti mengukir sesuatu di bahu kananku. Sejenak aku merasa seperti dimasukkan ke dalam es.

“Aloha, Madeleine,” sapanya. Aku mendongak dan tersenyum padanya.

“Terimakasih sudah menyadarkanku, Elias,”

Kibum POV

Mana Son Hee? Anak itu mau membuatku cemas hah? Heuh. Anak bodoh itu terus saja menyusahkan orang lain.

Lalu aku tepaku menatapnya. Jessica Jung. Ia berlalu dihadapanku dengan seorang namja disampingnya. Tanpa melihatku. Rasa sesak langsung menyergapku. Ya Tuhan…

Kini pikiranku hanya fokus mencari Son Hee. Dan ia muncul bersama seorang namja di sampingnya. Kenapa hari ini sepertinya semuanya memiliki pasangan sih?

“Ya! Lee Son Hee!” panggilku dan sedetik kemudian ia menoleh dan tersenyum.

“Kibum-ah,”

“Kau menghilang lagi! Ini siapa?” tanyaku sambil menatap namja yang ada di sampingnya.

“Ini chinguku, Minho sunbae,”

“Annyeong, Minho imnida,” kata namja tinggi di sampingnya sambil membungkuk.

“Kim Kibum imnida,” sahutku ikut membungkuk “Aku baru mengetahui kau memiliki kenalan dengan kakak kelas,” sindirku pada Son Hee. Ia merengut.

“Ya! Lebih baik kau hanya fokus dengan Jessica-mu itu!” serunya nyaring. Kebenaran atau hanya ilusi, kenapa ia sekilas tampak berbeda ya?

“Lebih baik kau melupakan Jessica, Kibum-ssi,” sergah Minho. Aku mendelik.

“Apa maksudmu?” tanyaku. Ia hanya tersenyum misterius.

“Bila kau masih sayang dengan nyawamu, lebih baik kau melupakannya,” tanyanya lagi yang semakin membuatku bingung.

“Kau mau apa?” tanyaku pasrah. Orang ini mengada-ada atau apa, aku tak mengerti.

“Son Hee-ssi, ikut aku.” katanya dan menarik Son Hee dari hadapanku. Aku semakin melongo.

“Ya! Apa yang kau lakukan? Kau merebut chinguku!” seruku. Namun manusia bernama Minho itu tetap menarik Son Hee hingga sosok mereka menghilang.

“Jadi, kau yang bernama Kim Kibum?” sapa sebuah suara asing dari balik punggungku. Aku pun menoleh, dan mendapati seorang asing tengah menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan.

Author POV

Sementara itu, Minho menarik Son Hee menuju ke sebuah gang gelap dimana tidak ada seorangpun yang ada di sana. Tatapan Minho terasa aneh di benak Son Hee, antara khawatir dan marah.

“Bagaimana bisa kau mendukung antara Kibum dengan Jessica hah?” raung Minho setengah berbisik. Son Hee hanya merenyit.

“Maksudmu?”

“Kau tahu kan, kalau Jessica itu Eve?” balas Minho cepat yang membuat Son Hee membelalakkan matanya.

“Hah?”

“Jincha, pengetahuanmu dangkal sekali,”

“Ya!! Kau belum bilang padaku! Kalau kutahu Jessica itu Eve, tak akan kudukung Kibum dengannya!”

“Masa aku harus memberitahu setiap Elf dan Eve yang ada di sekitarmu bila kau tidak bisa membedakannya?” tanya Minho kesal.

“Oke, mianhae, aku tau aku yang pabo. Aku tahu kalau Eve dan manusia bersatu maka kisah mereka akan berakhir—tragis.”

“Kalau kau sudah tahu, apa yang akan kau lakukan?” selidik Minho.

“Entah, karena aku tak bisa merubah takdir sedemikian cepat,” keluh Son Hee.

“Tapi kau harus cepat! Hero adalah pembaca perasaan yang handal, dan DIA SUDAH MULAI MENGINCAR KIBUM!” raung Minho.

“Hero?” Son Hee menaikkan kedua alisnya tinggi. Minho hanya memutarkan kedua bola matanya kesal.”Elias! Jelaskan padaku!”

“Baiklah, Hero adahal Eve kuno, umurnya hampir mencapai 2000 tahun. Ia menjadi salah satu siswa juga di sini, dengan nama Kim Jae Joong. Mengerti?”

“MWO?? Jaejoong sunbae? Jincha??” pekik Son Hee yang membuat Minho kembali memutarkan kedua bola matanya.

“Kau ini Elf atau bukan sih?” dengus Minho geram. Son Hee melotot.

“Aku baru saja di sadarkan babo! Dan sekarang aku langsung menghadapi situasi seperti ini, kau pikir tak perlu beradaptasi dulu hah?” Son Hee balas berseru.

“Sudah, sudahlah. Sekarang kita harus bagaimana? Kau kenapa?” tanya Minho lain ketika Son Hee bersikap seperti mengendus-endus.

“Bukankah ini bau Jaejoong sunbae? Yah, meskipun aku tak pernah mengenalnya sebagai Eve tapi aku sedikit mengingat baunya…. Dan Kibum! Ia bersama Kibum!” seru Son Hee yang membuat Elias kembali mendelik.

“Mwo?? Kau serius?”

“Ne! Sekarang, kita harus bagaimana? Kita tak mungkin membiarkan Kibum menjadi ‘santapan’ Jaejoong kan?”

“Hah.. Aku tahu saat-saat seperti ini akan terjadi,”

___

Kibum menatap sunbaenya dengan bingung. Ia merasa tidak pernah akrab dengan siapapun apalagi kakak kelasnya, kenapa sekarang kakak kelasnya yang tekenal bak seorang diva tiba-tiba menyapanya bahkan tersenyum kepadanya? Apakah dunia sudah terbalik?

“Sunbae? Waeyo? Kau menatapku seakan kau mau…” tanya Kibum menyadari sunbae di depannya menatapnya dengan seringaian licik. Tiba-tiba ia menjentikkan jarinya.

“Aha. Kau adalah hoobaeku, bernama Kim Kibum, benar?” tanya sunbae di depannya yang seingatnya bernama Kim Jaejoong.

“Ne…” jawab Kibum bingung.

“Sepertinya, kau telah melanggar kodratmu dengan menyukai kaumku,”

“Mwo?”

“Kim Kibum… Kau sangat naif. Kau sendiri menyadari bahwa Jessica adalah seorang Eve, kan?” sergah Jaejoong dingin. Kibum semakin tidak mengerti.

“Nde? Jessica? Apa maksudmu?” balasnya dengan kening berkerut.

“Namun sayangnya, aku adalah ketua Eve. Jadi aku sendiri yang akan melaksanakan takdirmu…” katanya sambil mengangkat tangannya. Seketika Kibum merasakan sakit di sekujur tubuhnya yang teramat sangat.

“ARRGGHHHH”

“Mianhae, bukan maksudku untuk menyakitimu, namun inilah tugasku,” sekali lagi ia mengangkat tangannya dan Kibum serasa di remukkan.

“AAAAKKKHHHHH!!!!”

“Sakitkah??” dan lagi, ia memutar pergelangan tangannya, membuat Kibum melayang ke udara lalu dengan secepat kilat kembali terhempas ke tanah. Kepalanya mengeluarkan banyak darah.

“Waeyo?” bisik Kibum pelan, membuat Jaejoong kembali menyeringai.

“HENTIKAN, HERO!!!!” seru seseorang dari balik punggung Kibum. Kibum menoleh, dan mendelik ketika mendapati Jessica tengah menatap Jaejoong marah. “Kau tahu kan, sekeras apa aku melupakannya? Jangan sakiti dia!!”

“Jessica… Jessica… Jessica. Kau memang terlahir dengan otak yang cerdas. Namun kau tak bisa menyembunyikan apa yang ada di hatimu. Kalian saling mencintai. Sebagai kewajiban, aku harus menyiksanya…” tutur Jaejoong tenang dan kembali menggerak-gerakkan tangannya. Kibum mendelikkan matanya, merasakan seluruh tubuhnya serasa beku, mati rasa.

“AKHHHHH!!!!”

“Kibum!! Hero!!! Stooop!!!” raung Jessica.

“Tidak bisa, Jess. Aku harus menyiksanya hingga ia… Mati.” perkataan Jaejoong membuat Kibum mendelik.

“Kau gila?? Kenapa aku seperti hewan kurban huh??”

“Diamlah, manusia.” Jaejoong menatap Kibum tajam sambil menggenggam sesuatu yang ada di pinggangnya.

Cresss…

Pedang yang ternyata sudah di persiapkan Jaejoong menggores perut Kibum dalam.

“AAAAAKhhhhh…” Kibum terjatuh belutut sambil meringis hebat.

“HEROOO!!!” teriak Jessica. Namun Jaejoong hanya memandangnya dingin.

“Diamlah!”

“INI TUGASKU, HERO!!!” seru Jessica lagi. Namun Jaejoong hanya menggeleng.

“Memang. Namun aku harus menyakitinya…”

Cressss…

Sayatan kedua kembali menyayat tubuh Kibum. Kali ini Jessica menggeram. Ia menerjang tubuh Hero dengan cakaran yang ditujukan ke lengannya.

Crashhh…

Buk!

Sebagai ganti atas luka di lengannya, Hero meninju perut Jessica keras. Jessica terpental ke belakang dengan punggung membentur palang besi.

“Jess!” pekik Kibum, tak menghiraukan kedua lukanya yang dalam dan sewaktu-waktu dapat merenggut nyawanya. Jessica mencoba berdiri, namun perutnya serasa remuk. Ia kembali menerjang Hero.

“Grr…” geramnya sambil menunjukkan taringnya yang berkilat bagai silet.

Jleb!

Taringnya yang sangat tajam itu berhasil merobek otot lengan Hero yang terancang dengan sempurna. Darah berwarna hitam pekat kembali mengalir dari lengan atasnya.

“Shit! Damn kau Jessica!” seru Hero. Jessica tetap bergerak. Kali ini ia menyerang jantung Hero. Dengan cekatan, ia menancapkan cakarnya ke dada kiri Hero. Namun, Hero cukup lihai untuk menghindar, malah ia memelintir tangan kiri Jessica hingga ia kembali terjengkal dan persendiannya patah.

“AAAKKhHH…” jerit Jessica. Ia merasakan sesuatu menusuk bahunya. Pisau perak Hero. Menancap sempurna, membatasi persendian pergelangan bahunya. Ia mencabut pisau itu, lalu membuangnya ke tanah.

“Sepertinya aku meremehkanmu, Jess,” tantang Hero.

“Hentikan! Kalian berdua! Cukup!” raung Kibum dengan suara serak. Hero hanya meliriknya sinis, lalu kembali menyerang Jessica dengan menghujamkan cakarnya di punggung Jessica dan menjungkir balikkannya lagi.

Bugh!!

“Sssshh…” hanya itu rintihan Jessica. Ia merasakan bahwa punggungnya cedera, dengan sepuluh tancapan berbisa—ia tahu Hero selalu melapisi cakarnya dengan racun sebelum menghadapi sesuatu—yang mulai melumpuhkan gerak-geriknya. Tubuhnya serasa kaku seketika.

“Kini, kau dengan tenang bisa menyaksikan bagaimana lelaki incaranmu ini, mati di tanganku.. Hahahaha…” suara tawa Hero yang bagai setan menembus keheningan mencengkam yang mewarnai lingkungan itu sedari mereka bertemu.

“Kita terlambat…” sebuah suara datang dari arah belakang punggung Hero. Elias atau Minho, bersama Madeleine atau Son Hee, terbelalak melihat keadaan Kibum yang sepeprti akan terbelah dua.

“Belum. Kalian datang di saat yang tepat. Aku baru saja akan membuat pertunjukan yang sebenenarnya,” ujar Hero dingin. Ia melirik Madeleine sinis. “Aku tahu apa yang kau pikirkan. Jangan coba-coba menggunakan sihir, atau kau akan ku kirim ke neraka,” perkataannya membuat Madeleine mendelik, sementara Elias mendesis.

“Kau pulang,” ucap Elias singkat. Madeleine mendelik.

“Apa katamu?! Aku akan disini, bodoh! Kau pikir aku harus meninggalkan temanku saat ia sekarat huh?” serunya.

“Kita tidak bisa berbuat apa-apa di sini,”

“AAAAAAAKKKKHHHHHHHHHHH” teriak Kibum saat pedang Hero menghujam punggungnya. Jessica hanya meringkuk dengan kulit mulai membiru karena racun Hero lewat luka di punggungnya. Madeleine menoleh dan mendelik ngeri ketika cakar Hero merobek rongga dada Kibum.

“ANDWAE!” pekiknya saat Hero menarik paksa jantung Kibum. Jantung yang masih berdegup selama beberapa saat itu, kini tengah di genggam Hero dengan mata berbinar kelaparan.

“Ki…. Kibum…” Madeleine hanya menatap kosong mayat Kibum yang sudah tak bernyawa lagi.

“Elias, tugasku selesai. Bawa Jessica pulang, aku akan mengantar jiwa Kibum,” kata Hero saat jantung -ibum telah dimakannya habis.

___

Kini, di sebuah lorong gelap, tergeletak seorang makhluk bersayap hitam dengan paras cantik nan sendu. Matanya menatap lurus di hadapannya, entah apa yang tengah di tatapnya.

Kehidupan dongeng di balik kehidupan nyata, tenyata lebih kejam menimpanya. Dimana takdir dan tugas dan kodrat yang sulit di bedakan.

Kini, dengan perlahan mahkluk itu berdiri, dengan lemah, membuka sayapnya, yang telah berubah menjadi sayap kelelawar. Jubahnya yang hitam pekat tersibak di setiap langkahnya yang pelan.

“Sayapmu yang sekarang menandakan bahwa kau pernah melanggar kodrat, takdir dan tugasmu. Kau tahu, bila kau mati dengan keadaan seperti kemarin,  jiwamu tidak akan mendapat tempat dimanapun,” sebuah suara bergaung.

Jessica, hanya menatap lurus dan kembali berjalan.

Ia harus sadar, bahwa ia hanyalah mahkluk dongeng dan mitos yang mewarnai setiap khayalan, bukan kenyataan.

__

Sekarang, apa yang ada di pikiran kalian? Mahkluk dalam mitos atau dongeng bisa saja nyata, menyembunyikan keberadaan mereka selama ini. Atau mereka hanya fiksi? Well, tidak ada yang tidak mungkin sebenarnya.

END

Huaaa… Jelek sangat.. T.T Gaje kan? Gaje kan? Maklum, ini adalah eksperimen pertamaku yang sangat sangat gatot alias GAGAL  TOTAL!!!! Karena Eve itu mahkluk ciptaanku sendiri, dengan imajinasi yang kebangetan dan kenekatan (?) buahahahahaha #plakk

Errr.. Itu sepertinya judul ama FFnya ga nyambung ya?? Err.. Biarlah. Aku bingung lagi kalo suruh ngerubah. One shoot ini sangat panjang, lebih dari 10 halaman. Moga-moga nilainya gak dikurangin T^T aku bercucuran pikiran bikinnya.

Gomawoo yang udah baca, kritik, saran, komen, maupun like *ngarepnya* kuterima dengan tangan tebuka!!

Gomapta! XD

9 thoughts on “[ONESHOOT] Fairytale and Myth

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s