[Freelance Chapter] Memories 2 of ?

| CHAPTER 1 |

by

Febe Aninda

Sunny POV

“Kau mengigau yah ??” ucap Hyoyeon dengan muka terperanjat sambil memegang jidatku.

“Tch.. anio.. kau tidak percaya .. andaikan rumahku tidak terbakar aku masih punya foto-fotonya dan bisa dibandingkan dengan muka Sungmin sekarang.

“Anio bukannya aku tidak percaya. Naega mideo (Aku percaya).. geunyang (hanya saja)…”

“Aish, dwesseo (Lupakan !) ..” ucapku kesal sambil beranjak dari kursi tempat kami duduk.

Tepat saat aku beranjak akan pergi didepan telah ada Changmin, Sungmin manager. Aku hanya mengangguk sekilas sembari meninggalkan ruangan ganti itu. Hyoyeon menyusulku dari belakang. Kulihat Lee Hyuk Jae, telah menunggu di set.

“Eunhyuk oppa …” sapaku.

“Oo Annyeong.. Hyoyeon eodiya (Dimana Hyoyeon) ?” tanyanya. Aku menunjuk kebelakang sambil mendorongnya untuk segera menyusul si lelet Hyoyeon.

Dari kejauhan kulihat Sungmin sedang mengikuti gerak-gerikku, ini aneh. Aku mengenal tatapan mata itu. Namun, semua nampak sepert terbakar hilang begitu saja tanpa jejak sedikitpun. Namun, Hyoyeon benar, mungkin hanya mirip. Solma…

-end of Sunny POV-

 

Sungmin POV

The Little Sunkyu akhirnya kutemukan. Hanya ada satu cara supaya ia kembali mengenalku, selama ini aku bisa gila karena kangen padanya. Aa michyesseo (ini gila), sudah banyak gadis yang aku ajak jalan selama di Jepang, namun tidak ada yang bisa menggantikan posisinya.

Wake up Sungmin-a, mungkinkah ia masih mengenalmu, ataukah kau hanya memori yang teringat kembali, bukan memori yang selalu teringat, bisik hati kecilku jahat.

Aku bangung dari ranjangku, anio, bentakku dalam hati. Dia harus ingat bagaimanapun caranya. Dan sekarang aku tau apa yang harus aku lakukan. Membuatnya kembali mengingatku, hanya ada satu cara, dan itu yang harus kulakukan.

Kutouch layar ponselku sembari mencari nama Changmin Manager pada ponselku. Dengan sekali sentuh, sambungan telepon mulai terdengar.

“Hyung.. eodi ?” tanyaku.

“Dalam perjalanan pulang, waeyo Sungmin-a…?” tanya suara dari seberang.

“Anio.. kalo hyung tidak keberatan aku boleh minta tolong …” ucapku lalu aku terdiam sejenak.

“Ne.. museun mal-iya (ada apa ?) ??”

-end of Sungmin POV-

Sunny POV

Aku menghempaskan tubuhku dikasur mungilku, bau apek tercium, sudah saatnya aku ganti sprei. Aku menggeledah isi kardusku, dan aku menemukan sebuah sprei yang masih sangat baru dan masih wangi toko. Sprei biru muda bermotif bunga Lily, kesukaan eomoni. Anio, kesukaan eomoni kesukaanku juga.

Kubuka lemari es ku dan tidak menemukan makanan apapun hanya 3 potong sosis, sekantong ddokbokki dan beberapa sayuran yang mulai agak layu. Kutengok jam dinding, pukul 8 tepat, 15 menit lagi aku harus berangkat ke Coffee Shop tempatku bekerja part-time.

Aku mencari seragamku sembari mengeroll rambutku dengan roll-rambut. Kurasa sudah saatnya aku ganti model rambut, aku mulai bosan nge roll rambutku, aku harus membuatnya permanen. Ponselku berdering saat aku beru saja mengunci pintu depan.

“Yeoboseyo ?” ucapku.

“Sun Kyu –ssi ??”

“Ne.. saya sendiri .. Nuguseyo ??” tanyaku sembari mempercepat langkahku karena aku hampir terlambat dan semua gara-gara RAMBUT.

“Annyeong haseyo.. joneun  Shim Changmin ibnida (Saya Shim Changmin)… apa anda ada waktu untuk bertemu dan berbicara sebentar ?” tanya Changmin.

Aku agak kaget mendengar siapa yang menelpon. Hello, it’s just Sungmin’s manager kamu sudah sesenang ini, babo Sunny …ucap hati kecilku dengan kesal.

“Hm.. mollayo (tidak tau) karena saya ada part-time job di Coffee Shop didaerah Myeong-dong..”

“Ahh jinjja yo, kebetulan saya ada didaerah sana … apa kita bisa bertemu sekarang, nanti saya akan langsung ijin dengan sajangnim (bos) mu …eotte ?”

“Ng.. arasseoyo…” ucapku lalu menutup ponsel dengan hati bimbang. Museun il-iya ?

-end of Sunny POV-

 

Sungmin POV

Sejujurnya aku agak tidak yakin dengan keputusanku namun nampaknya Changmin nampak bersemangat melakukan ini semua. Anio bukan hanya karena dia kakak sepupuku satu-satunya namun, ambisinya untuk membuatku bahagialah yang membuatnya sebegini antusias.

Aku mondar-mandir didalam kamar sembari memegang ponselku, iPad yang kukepit sedari tadi tidak menunjukkan tanda-tanda notification masuk apapun dari Changmin hyung.

“Aish .. michigetda (ini membuatku gila) …!!” ucapku sembari menghempaskan tubuhku dikasur, melepas ponsel dan juga iPadku. Ponselku bergetar. Dengan sigap aku menyambarnya.

“Aish … aku tidak butuh kartu kredit .. neon michyeosseo (kau sudah gila) ???” omelku pada sang pengirim. Aku kembali tiduran sembari menunggu kabar apapun yang akan diberikan oleh Changmin hyung, senang ataupun sedih. Tapi ini gila, aku benar-benar kangen padanya. Lee Sun Kyu-a bogosippeo (Lee Sun Kyu, I miss you..)

-end of Sungmin POV-

 

Sunny POV

Aku berusaha menghubungi Hyoyeon ingin memberitahu apa yang terjadi malam ini dan aku hanya ingin Hyoyeon dan Eunhyuk yang tau. Dua sahabatku sejak SMA itu. Anio aku benar-benar ingin menceritakan semuanya. Walaupun aku belum bertemu dengan Changmin oppa sama sekali. Namun, kedua makhluk itu belum menjawab apa-apa.

Status bbmnya sama Busy – On a special date. Freak, gumamku dalam hati. Jantungku berdebar. Seorang pria masuk dengan kaos Polo berwarna biru langit dan jeans putih, seperti mau ke padang golf, entahlah jam segini nge-golf agak sedikit percuma.

“Sun Kyu –ssi, bangapseubnida (senang bertemu dengan anda)..” ucapnya sopan tidak mau disalamin tetapi membungkukkan badan 45 derajat.

“Annyeong haseyo Changmin-ssi bangapseubnida…Geunde museun il-iya (sebenarnya ada aapa ya ?) ??” ucapku. Terlalu obvious penasarannya. Changmin mulai duduk.

“Sejujurnya ini permintaan langsung dari Lee Sungmin. Dia mau anda menjadi sekertaris pribadi dan juga guard pribadi..”

Dan sejujurnya juga saat itu aku langsung blank selama beberapa menit, hanya bengong sembari pikiranku kosong. Tanganku dingin, dan jantungku berdegup cepat. Ini gila. Gotjimal, maldo andwee.

“Aa, gotjimalragoo (bohong)..”ucapku sembari tertawa. Namun, di hatiku aku sangat amat deg-deg an sampai dari suara pun kalau Changmin peka, dia akan sangat tau kalau aku nervous.

“Anio.. aku tidak berbohong, dia bilang kalau anda itu sangat gesit dalam hal fashion dan nampak fashionable jadi dia rasa anda cocok menjadi sekertaris pribadi dan juga guardnya..”
“Lalu bagaimana dengan anda ?” tanyaku, tidak melupakan pekerjaan Changmin oppa.

“Aku … aku ini manager, bertugas mengurus kemana saja Sungmin akan syuting dan lain-lain, lagipula aku ini sepupunya Sungmin jadi aku bebas menentukan tugasku.. hahahhaa..”ucapnya sembari tertawa. “Eotte ? Kamu bersedia mengambil pekerjaan ini ?” tanyanya sambil membuka tas ranselnya.

-end of Sunny POV-

 

Sungmin POV

Babo ! Bisa-bisanya aku ketiduran dengan iPad yang kutindih dengan badanku dan juga, ponsel yang .. yang… anio where’s my cellphone ? Aku meraba samping kiri dan kananku dan tak kutemukan suatu benda berwaran hitam yang kalau ditouch layarnya akan bergetar. Aku bangun dengan muka sayu. Aaa benar saja, ponselku sudah jatuh kelantai, untung ada karpet kalau tidak tidak taulah aku seperti apa handphoneku pagi ini.

Dengan cepat aku mengecek ponselku dan aku langsung membuang napas kesal. Changmin hyung benar-benar tidak menghubungi apa-apa bahkan tidak juga mengirim sms atau berita apapun.

“Kalau aku tidak memberimu kabar apa-apa berarti Sun Kyu menolak yah..”

Terngiang kata-kata Changmin hyung yang amat sangat mengena di telingaku, jadi benarkah Sun Kyu menolak bekerja dengan pemberi janjinya ini, ataukan dia tau aku Little KangWon-do Pumpkin itu. Anio, andwee, dia harus mau. Kucoba menelpon Changmin hyung namun ponselnya tak aktif.

“Sungmin-ssi, sarapan sudah siap, mau diantar kekamar atau biar di meja makan ??”

“Ne.. aku ke ruang makan aja… jakkaman gidaryeo (tunggu saya)..” ucapku dengan nada lemas, amat sangat tidak bersemangat.

Aku turun dari kamarku sembari menuju ruang makan dengan langkah gontai. Betapa kagetnya aku mendapati Lee Sun Kyu sudah duduk manis di ruang makan dengan blazernya yang sudah agak lama, dan hari itu ia nampak cantik. Rambutnya yang coklat digerai dan dia nampak cantik hari itu. Disebelahnya duduk Changmin dengan tampang tak ada dosa.

“Ooo, Sungmin-a wasseo (sudah datang ?) ??” Entahlah saat itu aku sangat ingin melempar hyungku yang satu ini keluar bukan lewat pintu tapi lewat jendela. Aku duduk dengan jantung deg-degan.

-end Sungmin POV-

TO BE CONTINUE

2 thoughts on “[Freelance Chapter] Memories 2 of ?

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s