[Chapter1] I’m tired to loving you

 

Title : I’m tired to loving you

Author : KimSaeNa a.k.a Devi

Rating : PG13/straight/Mini Drama

Genre : Romance/Friendship/Angst/a little bit comedy

Cast    : Boyfriend- Minwoo

B1a4        – Jinyoung

Kim Sae na

Kim Yoon mi

Disclaimer :Minwoo boyfriend are belong to Starship entertaiment and his parent

Jinyoung B1A4 are belong to WM entertainment and his parent

I don’t make money from this fanfic. It’s just for fun.Please don’t sue me.

Don’t take this Fanfic without permission from me. If you want to take this.

Please take with full credit.

 

#NP 

FT Island- Love Sick

FT Island – After love

2NE1 – Go away

Beast – Fiction

 

 

Chapter 1

I thought you were my love
I thought you were my everything
I believed that you would be my last love
I laughed only for you
I lived only for you
I believed in your love and that it was happiness

(FT Island-after love)

Yoonmi POV

“ Yaa! Aku baru tahu ternyata kau bisa menyukai seseorang juga ya?” Sae na berkata dengan nada mengejek kepadaku.

Aku sama sekali tidak tersinggung,aku tahu Sae na hanya bercanda,aku hanya menanggapi ejekannya dengan senyuman khasku. Aku memang selalu cuek dengan segala hal. Tak terkecuali soal namja. Makanya sahabatku ini sangat kaget mengetahui kalau aku menyukai seseorang.

“ Bisa lah. Aku kan yeoja biasa,bukan patung batu.”  Aku menyahut sambil memajukan bibirku 5 cm. Membuat Sae na tertawa melihatnya.

“ Ne,aku tahu,siapa namja yang berhasil merebut hatimu itu?”

“ Teman SMA ku. Aku menyukainya sejak kelas 1 SMA.jadi sudah 4 tahun aku menyukainya.” Aku dan Sae na sekarang sudah semester 3 di jurusan ekonomi Dai han university.

“ MWO?? 4 tahun? Jadi kau menyimpan kisahmu sendiri selama 4 tahun? Sebagai chigumu aku tersinggung,padahal aku selalu bercerita tentang namja yang kusukai.”

“ Hehehhehe,mian chingu,karena aku berpikir aku akan melupakannya. Tapi setelah reunian dua minggu yang lalu,aku baru sadar kalau aku masih menyimpan perasaan padanya.”

“ Ohh jadi kau bertemu Jinyoung juga ya? Kenalkan aku dengan chingumu yang satu itu dong. Dia itu cool dan kurasa aku tertarik padanya. Ah ya siapa nama namja yang kau suka itu?”

“ Tenang,itu sudah diatur. Hmm jadi nama namja itu Minwoo. Dia tidak banyak berubah dari terakhir kali aku melihatnya. Makanya aku jadi suka lagi padanya.”

“ Huuuu kau ini ada- ada saja,itu namanya bukan suka lagi,tapi kau memang belum melupakannya.”

“ Hmm,mungkin juga sih.”

“ Jadi kau ada rencana pendekatan dengannya?”

“ Ne,aku akan mendekatinya,aku tidak mau buang-buang waktu lagi. Hahahaha. Tunggu aku Minwoo.” Tanpa sadar aku sudah berdiri dan berteriak dengan cukup keras. Astagaaa seluruh penghuni kantin menoleh padaku. Eottoke? Minwoo tolong aku!!

“ SSSTTTT!!kau sudah gila ya?” Sae na menarik tanganku agar duduk kembali. Wajahku mungkin sudah seperti kepiting rebus karena waktu Sae na menarikku,beberapa orang tertawa sambil menujukku. Untung saja suasana kantin tidak seramai biasanya.

“ Ne,aku gila karena Minwoo.” Aku menjawab asal karena wajahku masih terasa panas.

“ Aishhh,seberapa mempesonanya sih Minwoo itu?” Sae na jadi penasanaran. Hahahhaa chingu tunggu saja,kau akan terpesona dengan my prince charming,Minwoo.

“ Nanti kapan-kapan aku kenalkan deh.”

“ Ne. aku hanya ingin tahu pesonanya sebanyak apa..”

“ Tapi jangan sampai kau jatuh cinta dengannya ya.”

“ Wooo tidak akan..”

Selang beberapa minggu setelah pertemuanku dengan Minwoo kembali. Aku selalu rajin berkomunikasi dengannya. Sifatnya sudah berubah,dulu ia jail dan sering sekali aku yang jadi korban keisengannya,sekarang ia sudah lebih dewasa dibanding dulu. Sifat coolnya lebih banyak,ia jadi kelihatan dingin.

Aku sudah membuat jadwal bertemu dengannya. Minggu depan. Dan aku yakin Sae na akan terkejut melihat Minwoo. Minwoo yang cool,punya wibawa tinggi,tampan,baik hati,kaya. Waw!! Semua criteria namja sempurna ada padanya. Tetapi satu hal yang membuatku khwatir,aku belum tahu apa dia sudah mempunyai yeojachingu atau belum? Kalau sudah kan aku jadi tidak enak,kalau aku mendekatinya.

Tetapi selama aku belum tahu,aku bersikap biasa saja. Nanti akan kupancing dia untuk mengatakannya. Ah ya,aku suruh Jinyoung saja, Hmmm tapi Jinyoung kan tidak tahu kalau aku suka dengan Minwoo. Akhhh memang ternyata aku harus berusaha sendiri..

“ MWOOO???? Aniya,kalau ada Jinyoung aku tidak mau. Aku malu,aku kan belum pernah bertemu dengannya.” Sae na menunjukkan ekspresi kesalnya. Memang acara di acara ketemuan besok,aku juga mengajak Jinyoung,lagipula nanti Sae na akan jadi obat nyamuk kalau hanya aku dan Minwoo yang ada.

“ Ayolah,dia tidak akan menggigit kok.” Aku berusaha membuju Sae na. Karena 4 hari lagi jadwal kami bertemu dengannya. Dan aku bisa mati berdiri kalau tidak ada Sae na.

“ Aku malu tahu,aku mau pakai baju apa nanti,sepatu apa,tas apa,make –up apa,hair style apa….? Aku pusing..” Sae na berbicara cepat sambil mengacak rambutnya. Hal yang dilakukannya kalau ia gugup,padahal ia jarang sekali mengacak rambutnya,karena rambutnya akan susah diatur lagi.

“ Sudahlah tenang saja,jangan sepanik itu.” Padahal aku sendiri sama paniknya dengan dia.

“ Ya sudah,aku juga ingin sekali bertemu dengan Jinyoung langsung,bukan hanya dengan fotonya.” Sae na mulai merasa tenang dan ia mulai mengambil sisir dan merapikan rambutnya yang berantakan.

“ Itu baru namanya chingu yang baik. Aku juga gugup tahu bertemu dengan Minwoo lagi. Hahahahhaa.”

“ Hihh tadi kau yang bilang aku tidak usah panik.”

End of the pov

***

Sae na pov

            Aku memandang pantulan diriku di cermin. Aku merasa khwatir,cemas,takut sekaligus merasa aneh dalam waktu bersamaan. Aku memilih T-shirt biasa dengan lengan pendek dan dilengkapi aksesori tali sepatu warna-warni di bagian depannya,jeans berwarna hitam polos,dan flat shoes. Cukup kelihatan santai dan tidak berlebihan,tetapi juga tidak terlalu asal-asalan.

Untuk hari ini saja pertama kalinya dalam hidupku,aku bangun jam 4 pagi,aku memang sudah tidak bisa tidur dari semalam. Apalagi kemarin aku hampir seharian berada di salon dan sukses membuat dompetku nyaris kosong. Untung saja omma tidak tahu aku seboros ini,kalau tahu,bisa-bisa aku digantung.

Aku langsung sibuk luluran di kamar mandi sampai hampir 2 jam aku di sana dan 1 jam berikutnya aku pakai untuk mengobrak-abrik isi lemari dan akhirnya aku menemukan T-shirt ini dan memutuskan untuk memakainya. Hihhh nanti pulang aku harus beres-beres deh.

Lalu aku menghabiskan setengah jam untuk menata rambut dan setengah jam lagi untuk make-up. OMO!!! Sudah jam sembilan,aduhhh waktu berlalu cepat sekali sih. Walaupun aku ada janji jam 10 tapi kan aku harus sampai di sana lebih dulu.Aku harus segera berangkat kalau tidak mau terlambat.

“ Omma kunci mobilku di mana?” aku sibuk berteriak-teriak sambil mengobrak-abrik laci tempat biasanya kami menyimpan kunci mobil atau motor.

“ Dipakai Sandeul untuk kencan dengan Yoona.” Ommaku menjawab sambil tetap berada di dapur.

“ MWO??? Aishhh,apa-apaan anak itu?” aku berteriak setengah frustasi.

“ Kau kan tidak ada jadwal kuliah hari ini dan motor Sandeul masih di bengkel,jadi dia meminjam mobilmu.Memang kau mau ke mana sih?”

“ Ada janji dnegan Yoonmi.” Aku menjawab sambil terduduk lemas di kursi. Aku meraih ponsel dan menghubungi Sandeul.

“ Yaiyyyy!! Sandeul kembalikan mobilku.” Aku berteriak tepat setelah Sandeul mengankat teleponku.

“ Euhmm,noona naik mobil omma saja deh.”

“ Andwe!!! Kembalikan cepat….” Aku mulai marah dan cemas karena jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh.

“ Ahhh noona pelit,nanti saja setelah adikmu yang tampan ini selesai berkencan.Annyeong noona.”

Tuuuttt Tuuuuttt

“ Yeoboseyo? Sandeul….Sandeul.. aish…aku naik apa nih?”

“Omma,aku pinjam mobil ya?”

“ Aniya,omma ada arisan jam 11 nanti..” kata omma sambil memotong-motong tahu.

“ Ayolah,omma…” aku terus merajuk.

“ Aniya…kau naik bus saja,omma berikan 50.000 won untuk uang jajanmu,sekaligus ongkos.” Omma mencuci tangannya dan melepas celemek yang di kenakannya.

“ Tapi omma…”

“ Sudah pergi sana. Ini uangnya.”

Aku segera berlari keluar komplek perumahanku. Aku menunggu taxi dengan tidak sabaran. Aishhh,lama sekali taxi yang lewat,yang banyak malah bus, ke mana semua supir taxi? Apa kalian bolos kerja semua?

I think I’m ugly.And nobody wants to love me.Just like her I wanna be pretty.I wanna be pretty.Don’t lie to my face tellin’ me I’m pretty.

 

Aduhhh mana si Yoonmi sudah menelpon lagi!!

“ Yeoboseyo?” aku menjawab takut-takut.

“ Yaaaa!! Kau di mana Jinyoung sudah dateng loh. Dia kan selalu on time.”

“ Aduhhhh ini semua gara-gara Sandeul. Ne,aku segera sampai.” Aku mematikan sambungan teleponnya dan mematikan ponselku. Sudah aku putuskan aku naik bus saja lah.

Setengah jam kemudian aku sampai,dan aku segera berlari ke café tempat kami janjian. Aku masuk dan menyadari Jinyoung dan Yoonmi,maupun makhluk bernama Minwoo tidak ada di sudut mana pun. Aishhh, apa mereka mengerjaiku?

“ Yeoboseyo? Aku sudah sampai kau di mana?…. Ahh di lantai atass? Ne…aku naik.”

Aku ke toilet dulu saja ah,aku yakin penampilanku sudah sangat kacau sekarang.

Aku naik ke lantai atas dengan perasaan kacau balau. Bagaimana tanggapan Jinyoung jika ia bertemu denganku? Apa ia akan tersenyum ramah? Tersenyum dipaksa? Atau malah tidak tersenyum sama sekali?

“ Annyeong,mian aku terlambat.” Aku langsung terpaku melihat di meja hanya terdapat Jinyoung. Ke mana si Yoonmi dan Minwoo?

“ Gwechana,euhmm,Yoonmi sedang ke toilet sebentar. Apa kau tidak bertemu dengannya tadi di lantai bawah?” Jinyoung  berkata sambil tersenyum. Aku tahu itu senyum yang dipaksakan. Astagaaaa,aku sedih jadinya.

“ Ahh aniya,mungkin berselisih di jalan…” aku segera duduk tepat di hadapan Yoonmi,aku tahu itu kursi miliknya karena ada tasnya di kursi itu. Aku menoleh ke arah kiri dan melihat Yoon mi sedang berjalan ke arah kami.

“ Kau darimana?” aku melihat dengan jelas. Jinyoung… senyum itu… senyum untuk Yoonmi.. ia tulus memberikan senyum itu.. Lalu kenapa untukku ia seperti terpaksa?

“ Dari toilet..” Yoonmi mengedipkan matanya padaku. Memberi isyarat bahwa tadi ia sengaja meyingkir agar aku bisa megbrol dengan Jinyoung. Ahhh sayang sekali Yoonmi,aku belum sempat mengobrol apa pun dengan Jinyoung,tapi kau keburu datang.

“ Kok kau tidak bertemu dengan dia?” Jinyoung menunjukku. Yaa!! Jinyoung tidak tahukah kau bahwa menunjuk orang lain itu tidak baik. Lagipula namaku kan bukan dia!!! Apa Jinyoung belum mengenalku..?

“ Mungkin selisih di jalan..” Jawab Yoonmi asal. Aishhhh jawabannya sama denganku. Bisa-bisa Jinyoung curiga nih..

“ Ahh yaa kenalinn ini temanku yang imut-imut dan cantik… Kim Sae na…” Yoonmi mengenalkan aku pada Jinyoung dengan nada dilebih-lebihkan. Aishhhhh… bisa tidak akan ini bersikap biasa saja. Aku jadi malu tuh.

Aku mengulurkan tanganku dan Jinyoung melakukan hal yang sama. Ahh tangannya halus lohhh… taganku kasar tidak ya? Aduhhh aku rasanya tidak mau melepaskan tangannya untuk selama-lamanya tapi akhirnya aku melepaskan tangannya degan berat hati.

“ Jung Jinyoung imnida. Manaso bangapseumnida..” ia berkata dengan senyum yang dipaksakan. Lagi? Memangnya ada apa denganku? Sepertinya ia terpaksa bertemu denganku. Jadi tambah sedih aku.. Hhhh memang aku jelek ya?

End of the pov

***

Yoonmi Pov

Aku tahu Sae na kecewa. Huh Jinyoung memang keterlaluan,siapapun juga pasti bisa melihat kalau ia tersenyum dengan terpaksa. Tapi kenapa? Memangnya Sae na berbuat apa padanya? Tapi aku juga tidak bisa memaksa Jinyoung,karena nanti ia marah,lagipula kalau sudah tidak cock masa masih mau dipaksa. Hmmm.. tapi untuk tahu cocok atau tidak,mereka kan harus berkomunikasi dulu. Jadi tidak salah kalau aku mendekatkan mereka.

Sudah hampir satu jam kami di sini,Minwoo belum juga datang,Ke mana dia? Aku kasihan melihat Sae na karena daritadi wajahnya cemberut. Siapa sih yang tidak kesal? Selam hampir satu jam kami di sini,Jinyoung seperti menganggap Sae na tidak ada. Aku berusaha memasukkan Sae na ke dalam percakapan kami,tapi Sae na selalu terbuang karena Jinyoung hanya menanggapi kata-katanya dengan dingin.

Sae na hanya berdiam diri sekarang. Ia mulai mengalihkan wajahnya,ia mungkin tidak ingin melihat Jinyoung lagi. Aku masih mengobrol dengan Jinyoung,walaupun di satu sisi aku tidak enak dengan Sae na,tetapi aku lebih tidak enak lagi dengan Jinyoung,apalagi aku yang mengajaknya ke sini. Lagipula Sae na aneh,dia itu terlalu pendiam,harusnya ia lebih aktif lagi.

“ Annyeong…Mian aku terlambat,aku ada urusan mendadak tadi..”

To be continued

 ***

 

6 thoughts on “[Chapter1] I’m tired to loving you

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s