Hell On the Throat


Title: Hell On the Throat

Author:Lightless Star a.k.a Jung Jinra

Casts:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior’s Kyuhyun)
  • Shim Changmin (TVXQ’s Max)
  • Victoria Song (f(x) Victoria)

Length: Ficlet

Genre: Hurt, Romance

Rated: PG

Hell on The Throat

© Lightless Star

xxx

Disclaimers: The casts belong to themself and God

Warning: Alternate Reality (?)

xxx

I’m praying that you may be happy for eternity. No matter how much that would make me lonely, no matter how lonely.

(Doushite Kimi Wo Suki Ni Natte Shimattandarou?-Tohoshinki)

xxx


Suara dentuman musik masih menggema memenuhi kepalaku. Aku tak dapat mendengar yang lain. Apalagi kerumunan penonton ini benar-benar heboh sedari tadi. Konser memang ramai didatangi orang. Termasuk aku, dan dua orang temanku ini.

Mereka masih berdiri disebelahku. Tapi, aku merasa sendirian. Mungkin disini banyak stalker, dan bisa saja mereka mengambil foto kami walaupun dari belakang dan nanti akan muncul berita macam-macam. Memang sering aku lihat banyak fans yang memasang-masangkan aku dengan Victoria. Tapi, sebenarnya tidak.

Ia menggenggam tangan pria berambut hitam pendek disebelahnya sambil menatap pria itu lekat-lekat. Shim Changmin—-pria itu membalas genggaman tangannya, mempereratnya seakan sela-sela jari Victoria memang ada untuk jemarinya. Mereka berdua memang tidak terlihat berpacaran. Apalagi selalu ada aku disamping mereka berdua. Jadi, banyak juga yang mengira kalau kami bertiga adalah sahabat dekat.

Yah, awalnya memang sahabat dekat. Sampai aku merasakan perasaan aneh yang entah apa namanya pada Victoria. Ketika aku mulai takut dan terjebak saat menatap mata cokelatnya. Saat aku mulai gugup melihat senyumnya. Saat aku malah hanya tersenyum, jika melihat tawanya yang aku suka. Padahal selama ini aku pasti selalu ikut tertawa.

Saat aku mulai senang memperhatikannya.

Memang, sahabat itu wajar saling memperhatikan dan saling memahami. Namun, sahabat tidak pernah cemburu saat sahabatnya menyukai orang lain. Seperti yang aku rasakan.

Rasanya memang menyakitkan saat waktu itu dia berkata, “Kyuhyun-ah, kau kan kenal dekat dengan Changmin. Ayolah, kenalkan padaku.”

Sebagai artis satu agensi, memang mestinya mereka saling tahu. Tapi mengetahui dan mengenal itu dua hal yang berbeda. Dan Victoria belum mengenal Changmin. Ia tak perlu memberitahu, aku paham apa maksudnya. Bisa aku lihat dari binar matanya yang berbeda saat dia bicara soal Changmin. Kenapa dia mengagumi pria itu, betapa beruntungnya aku karena bersahabat dengan Changmin, semuanya. Apapun yang dia ceritakan soal Changmin mampu membuatnya tersenyum.

Ya, dia tersenyum karena Changmin yang bahkan belum dikenalnya. Bukan karena aku, yang selama ini selalu ada untuknya.

Rasanya? Pedih.

Tapi aku tahu. Sekeras apapun aku mencoba, aku tak akan bisa jadi lebih dari seorang sahabat untuknya. Aku tak lebih dari tempatnya berbagi cerita. Aku tak lebih dari orang yang selalu ia ajak tersenyum. Aku tetap harus berbagi dengan orang-orang lain untuk menempati satu tempat dihatinya, sebagai seorang sahabat. Aku tetap harus berbagi dengan orang lain untuk tampak dalam iris mata cokelatnya yang selalu aku suka.

Satu tempat dihatinya itu tak akan pernah utuh untukku. Senyum itu juga tak benar-benar ditujukan cuma untukku. Dan didalam mata indah itu, bukan cuma ada aku.

Dia dan Changmin jadi akrab juga karena aku. Aku tak pernah menyangka kalau Changmin juga punya perasaan sama sepertinya. Tanpa ia pernah sadar apa yang aku rasakan terhadap gadis itu. Dia sahabatku, kan?

Banyak orang bilang cinta itu tak harus memiliki.

Aku tau. Selama ini aku memang tak pernah mengharap untuk dibalas. Aku tak pernah berharap untuk menjadi lebih dari seorang sahabat untuknya. Aku cukup senang karena selama ini selalu bisa berada didekatnya.

Karena aku tak pernah tau kalau dia menyukai orang lain.

Aku juga manusia. Walaupun aku tampak baik-baik saja dari luar, hatiku sama saja. Aku tak bisa hanya terus-menerus mencinta. Aku bukan makhluk tanpa cela.

Aku mulai mengharap balasnya. Aku mulai mengharap tempat lebih dihatinya. Salahkah?

Salahkah aku masih menunggunya saat dia sudah bersama yang lain sekarang? Bersama sahabatku sendiri?

“Ah, aku mau ke mobil sebentar. Ponselku tertinggal,” ucapnya lalu berlari pergi saat aku dan Changmin menggangguk.

Dan setelah itu ada keheningan disela bising yang terdengar.

Changmin diam. Aku juga. Entah kenapa rasanya untuk berbicara dengannya sekarang terasa aneh. Mungkin dia juga merasa begitu. Kami berdua tak pernah seperti ini sebelumnya, sebelum perasaan aneh yang namanya cinta itu datang dengan mudah dan mengacaukan semuanya. Tapi, susah sekali saat diminta pergi.

“Maaf,” ucapnya pelan. Berharap aku tak akan mendengarnya. Dia menundukkan kepala, tak berani menatapku.

“Untuk apa?” balasku, sambil melihat kearahnya. Dapat aku lihat ia membelalakkan mata, ternyata aku mendengarnya.

“Karena selama ini aku tak pernah menyadarinya,” katanya lagi. Aku cuma tertawa pedih.

“Itu bukan salahmu,” kali ini aku mencoba tersenyum, walau diselimuti pahit. Dan ia masih belum berani menatapku.

“Maafkan aku, Kyu.”

“Hm? Kenapa minta maaf? Sudah kubilang, kau tidak salah. Lagipula aku tak apa,”

Dia mulai menegakkan kepala. Sudah lama mata hitamnya tak memancarkan tatapan sendu seperti ini. Biasanya aku selalu melihat mata itu memancarkan bahagia, dan ia akan tersenyum dengan matanya yang menyipit sebelah. Apalagi, setelah ada Victoria.

Changmin tak menanggapi lagi. Bibirnya terkatup, tapi ia menatapku. Aku tau ia merasa bersalah. Sikapnya malah membuat aku semakin merasa jadi pengacau.

“Aku tak apa,” ucapku meyakinkannya sekali lagi, kali ini sambil tersenyum. Tulus.

Ia membalas senyumku. Ini pertama kalinya ia membalas senyumku setulus ini lagi setelah beberapa waktu sejak ia menyadari bagaimana perasaanku pada gadis yang sekarang jadi kekasihnya itu.

Aku mendengar suara langkah kaki dari belakang, Victoria berjalan kearah kami.

“Maaf kalau aku terlalu lama. Tadi Luna menelepon dan dia bicaranya lama sekali. Tidak apa-apa, ya? Disini kan ada Kyuhyun,” ucapnya sambil tersenyum dan memeluk lengan Changmin yang bertubuh lebih tinggi darinya. Lalu tangan Changmin membelai rambut cokelatnya yang panjang.

Mungkin setelah itu, Victoria cuma datang padaku saat ia butuh. Atau saat Changmin sedang sibuk dengan jadwalnya dan dia jadi tak punya teman. Mungkin hubungan kami tak sedekat dulu lagi. Entah dia yang berubah, atau aku yang banyak menghindarinya. Ya, aku menghindarinya. Karena aku takut terjebak dalam matanya, atau terpaku melihat senyumnya atau merasa lemas saat berdiri disampingnya. Tapi tetap aku tak bisa.

Dia tak bisa lepas dari pikiranku dan memikirkannya selalu membuat perasaan itu semakin kuat lagi.

Dia tak akan pernah jadi milikku. Dia tak akan pernah memeluk lenganku, atau menggenggam tanganku dan aku akan merangkul bahunya. Seperti yang ia lakukan dengan Changmin.

Aku akan selalu merasakan sakit yang sama. Apalagi saat harus menemani mereka berdua kalau pergi ketempat seperti ini. Agar hubungan mereka yang sesama public figure itu tak diketahui.

Perih, memang. Tapi rasa sakit itu malah membuatku makin terbiasa dan mengganggapnya bukan rasa sakit lagi. Aku mulai terbiasa melihat mereka bersama. Aku mulai terbiasa dengan rasa sakit itu.

Walau aku kadang masih juga mengharap tempat yang lebih dihatinya. Walaupun aku masih menunggunya. Walaupun aku tak bisa berhenti mencintainya.

Aku tak akan berhenti, memang. Dan sekalipun berharap, aku sadar tak akan pernah mendapat balasan. Tapi tetap aku akan jadi orang yang selalu ada untuknya, sahabat yang selalu mengukir senyumnya. Walau sekarang ia hanya datang padaku saat butuh.

“Aku tak apa.”

Sahabat itu tak boleh berbohong, mestinya. Tapi kali ini aku rasa tak apa, agar aku tak merasa menjadi pengacau lagi.

“Aku pulang duluan saja boleh, tidak? Leeteuk-hyung dari tadi menelepon terus tapi tak kuangkat. Mungkin dia akan marah padaku setelah ini. Haha. Lalu nanti kau pulangnya bagaimana?”

“Hati-hati, Kyu. Aku bisa pulang dengan Changmin nanti,”

Berserah itu bukan hal yang salah, kan? Begini saja sudah cukup. Asal dia bahagia, sekalipun bukan bersamaku. Aku akan merasakan hal yang serupa.

-FIN-

judul dipinjam dari lagu Dashboard Confessional-Hell on the Throat, dari album Alter the Ending (2009)
pertama kali  dipublish di Indonesia Fanfiction Kpop (indofanfictkpop.wordpress.com)

mind to read and leave comment?

sign,

Jung Jinra

21 thoughts on “Hell On the Throat

    • aku juga KyuToria shipper (dan changmin biased) T____T
      cuma bikin ini karena saya lagi galau soalnya ada temen yang nge ship changtoria T___T
      kapan-kapan saya bikin yang endingnya kyu sama vic, deh :)
      thanks for reading ya :Db

  1. FF nya bagus bgt author
    suka bgt sama kata2 nya
    pinter ngerangkai kalimatnya jd ikut terharu bacanya
    next buat ff lg ya
    hehe
    kyu~ <3

  2. Waaa, kereeen! Aku mulai suka dr poster fanficnya, keren. Trus karna ngeliat ada Kyu-Victoria-Changmin, kebetulan aku Kyutoria shipper, aku baca deh nih ff. Daaaan, keren banget, kata2nya bener2 bagus, keliatan bgt jago nulisnya.

    Buatin ff ttg Jonghyun dong skali2, author.. Hehe /plak
    daebaaak!

    • poster? ah, itu editnya cuma pake paint sama aplikasi edit foto online kayak befunky.com itu =)) jadi malu deh soalnya temen-temen banyak yang pake photoshop -_-a
      aku juga kyutoria shipper! yeeey banyak yah ternyata. :D

      ….kalo jago nulis kayaknya aku belum deh. ehehe. masih banyak yang mesti diperbaiki dan fanfic diatas bikinnya ga sampe satu jam .////.

      jonghyun SHINee? :D
      iya kapan-kapan dibikinin, deh kalo sempet. abisnya mau UN, sih. udah kelas 9 hehe.

      thanks for reading, ya :D
      sering-sering mampir lagi :)

  3. Aq KYUhyunvicTORIA shipper, dan dr sekian ff KyuToria yg prnah ku baca, sumpaaah ini adalah ff dg bahasa yg ngena banged *apaan seeh
    pokoknya ini kyak benar2 nyata deh tor, ngena banged!!!

  4. Ceritanya kayak real banget yah,klo emng real kasian kyu,,,udahlah kyu kamu ama aku aja ;)
    btw skrng udh 2013 dan bulan februari kemarin ada skandal changtoria yg cetar membahana ulala~

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s