[Chapter 3] Love Scandal

Title : Love scandal

Author : Kim Sae na a.k.a Devi

Rating : PG 13/straight/Series/On writing

Genre : comedy/romance/friendship

Cast:

Kim Sae na

Jung Yue Lee

Park Hye soo

All member SHINee

Tvxq –  Jung Yun ho

SNSD – Jessica, Tiffany , Seohyun

Length  : Chapter 3/?

Disclaimer : SNSD,TVXQ,and SHINee are belong to SM entertaiment and their parents.I don’t make money from this fanfic. It’s just for fun. Please don’t sue me.Don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this,please take with full credit.

Chapter 3

            “ Aku sudah rindu sekali denganmu. Kau tahu?”  Tiffany memandangi foto di tangannya dengan perasaan sedih. Sedih karena rindu yang mendalam pada orang itu. Namun dia tahu harapanya memiliki orang itu tidak akan pernah terwujud.

Perlahan Tiffany meletakkan foto itu di dalam lemarinya. Ia tidak ingin teman-temannya tahu ia menyimpan foto orang itu. Akan sangat berbahaya baginya.

Ingatan Tiffany melayang ke kejadian setahun yang lalu.

 

Flashback

 

“Tidak mungkin kau mencintaiku.” Kata orang itu. Wajahnya yang biasa bersinar kini mulai meredup.

          “Aku bersungguh-sungguh. Aku telah lama mencintaimu.” Tiffany berusaha menahan air matanya yang mungkin akan terjatuh.

          “Aku tidak bisa bersamamu.”

          “Tapi kenapa?”

          “Aku rasa kau tidak perlu tahu mengapa.”

          “Aku tidak pernah mengerti jalan pikiranmu.Selama ini aku selalu berusaha menjadi yang terbaik bagimu.”

          “ Tapi kenyataanya kau bukanlah yang terbaik.”

          “ Apa ada orang lain?”

          Pertanyaan Tiffany tak urung membuat orang yang dihadapannya termenung sejenak. Ia tidak menjawab apapun. Diamnya orang itu bagi Tiffany ada sebuanh jawaban. Iya. Memang ada orang lain. Tapi siapa?

          “Aku akan pergi.” Kata orang itu akhirnya.

          Tiffany tidak mempercaya apa yang didengarnya. Pergi? Tidak mungkin! Orang yang paling dicintainya yang telah menolaknya,akan pergi? Lelucon macam apa pula ini?

          “ Bohong!” seru Tiffany keras. Air matanya mulai turun membasahi pipinya yang putih mulus. Pria itu tidak bergeming bahkan saat Tiffany mulai menangis. Lalu perlahan pria itu meninggalkan Tiffany dalam kesendiriannya.

          Tiffany jatuh terduduk diatas aspal. Matanya tidak mampu lagi menahan air mata yang selama ini ditahannya.Perlahan Tiffany menyadari kesadarannya memudar. Ia merasa tubuhnya ditangkap oleh seseorang. Entah siapa itu dia pun tidak tahu. Perlahan kesadarannya pun hilang.

 

Flasback end

Tiffany mendesah perlahan. Nafasnya mulai tidak teratur. Ia tahu sebentar lagi air matanya akan jatuh. Entah untuk yang keberapakalinya bahkan untuk orang yang sama. Dia. Hanya dia. Dan selamanya dia. Tak tergantikan.

“Tiffany.Ayo cepat jemputan kita sudah datang.” Teriak Taeyeon sambil menggetok pintu kamar Tiffany.

Tiffany segera tersadar dan menghapus air matanya.

“ Ne,eonni.”

Tiffany beranjak dari tempat tidurnya dan keluar dari kamarnya.

***

          “ Noona kau salah.Harusnya di bagian ini kau melompat.” Kata Key setelah beberapa saat memperhatikan gerakan Jessica yang masih belum ada kemajuan.

“Aishhh susah sekali sih. Tarian baru yang diciptakan Eun jae eonni. Akukanlebih bodoh dibanding yang lain.Mana bisa aku tarian seperti ini.” Seru Jessica sambil terduduk lemas di lantai.

“Noona jangan berkata seperti itu.Aku yakin kau bisa.” Kata Key kemudian duduk di sebelah Jessica. Key merasakan detak jantungnya berdegup dengan cepat. Melihat Jessica sedekat ini. Senyata ini. Seindah ini. Membuatwajah Key perlahan memanas. Kemudian ia memalingkan pandangannya ke arah lain.

“Ahhh kenapa aku tidak pernah bisa sih?” seru Jessica tertahan sambil membetulkan ikat rambutnya yang mulai berantakan.

Key meperhatikan setiap gerakan Jessica. Ia terpana. Begitu terpesonanya ia dengan kecantikan Jessica.

“Key ayo kita lanjutkan.” Kata Jessica yang telah berdiri. Key tersadar dari lamunannya.Ia berdiri dan mereka melanjutkan latihan.

“Ahhhh………..”teriak Jessica. Key segera menangkap tubuh Jessica yang hampir jatuh menyentuh lantai.Nafasnya memburu melihat Jessica dengan jarak pandang seperti ini membuat Key dapat merasakan detak jantungnya tidak terkontrol lagi. Seperti mau meledak.

Key segera menguasai dirinya. Ia melepaskan tangannya dari pinggang Jessica.

“Ghamsahamnida Key.” Kata Jessica sambil tersenyum

Key hanya berdiri mematung dan tak bereaksi ,ia masih berusaha mengatur kontrol detak jantungnya.

***

          “ Mian aku terlambat.” Kata Jonghyun sambil menunjukkan senyuman andalannya.Senyuman yang bisa membuat semua yeoja bertekuk lutut karenanya.

Cheo jin yang dari tadi sudah cukup lama menunggu Jonghyun menoleh. Ia langsung memasang muka cemberut.

“ Jonghyun-ah sampai kapan kau akan memelihara sifat jelekmu ini?” kata Cheo jin sambil memalingkan wajahnya dari hadapan  Jonghyun. Marah.

Jonghyun hanya tersenyum.Ini bukan pertama kalinya Cheo jin ngambek padanya. Kalau sampai Cheo jin tahu tadi ia menemui Min ah kekasih gelapnya. Kemungkinan Cheo jin akan menamparnya dan memutuskannya saat ini juga.

Sebenarnya Jonghyun tidak ingin mempunyai kekasih lain,namun wajah Min ah yang cantik mebuatnya tertarik. Lagipula selama ini Cheo jin hanya memintanya untuk memanjakan dirinya. Tanpa sedikitpun mengerti keinginannya. Jadwal Cheo jin yang padat pun membuat Jonghyun harus mengerti.

“ Sudahlah. Ayo ke mana kita hari ini?”

“ Temani aku berbelanja.” Rengek Cheo jin manja.

Jonghyun merasa lelah. Inilah yang selalu ia lalui bersama Cheo jin. Berbelanja.Salon. Ke café. Clubbing. Bioskop. Padahal ia ingin sekali mengajak Cheo jin ke taman bermain atau ke tempat ice skate. Namu Cheo jin selalu menolak dengan berbagai alasan menjemukan. Panas,takut ketahuan fans capek atau semacamnya. Takut kulitnya hitam dan lain sebagianya dan itu sungguh membuat Jonghyun jenuh.

“Baiklah.” Ucap Jonghyun pelan. Tidak bersemangat.

***

          “ Kalian sudah siap kan?” tanya manager mereka.

Jonghyun,onew,key dan Tae min mengangguk hampir berbarengan. Satu jam lagi konser mereka akan dimulai.Namun Minho malah menghilang.

Manager mereka sekarang tengah berusah mencari ke mana hilangnya Minho.

“Ke mana lagi anak itu?” seru Onew geram.

Minho memang sudah biasa hilang secara misterius.Namun jangan di saat konser seperti ini. Bisa-bisa para fans mereka kecewa Minho tidak hadir.

“Sudahlah hyung.Nanti Minho pasti akan kembali.”seru Key sambil menepuk pelan bahu Onew.

“Kalau kembali.Kalau tidak?”

“Jangan berpikiran jelek tentang Minho,hyung.Selama ini ia tidak pernah mengecewakan kitakan?” kata Jonghyun berusaha tenang. Walaupun dalam hatinya ia was-was juga.

“Jangan ributlah hyung-hyungku ini.” Kata Taemin sambil tersenyum kepada Onew dan Jonghyun.

“Kita tunggu saja dia. Kalau sampai dia tidak kembali. Kita lihat apa hukuman yang pantas untuknya.” Kata Jonghyun sambil berlalu meninggalkan Onew yang masih berdiri terpaku.

***

          “ SHINEE….SHINEE…SHINEE.” teriakan para shawol menggema di seluruh ruangan. Waktu konser memang masih satu jam lagi. Namun para Shawol sudah heboh meneriakkan nama artis idola mereka tersebut. Tak ketinggalan Sae na.

“Eh katanya mau minta tanda tangan?” seru Hyo ree eonni di tengah teriakan para shawol yang makin menggila.

“ Ahh nanti saja di bagian fans meeting.”

“ Sekarang saja.”

“ Memang bisa?” tanya Sae na penuh harap.

“ Eonniku kenal dengan salah satu karyawan yang bekerja di sponsor acara ini. Dan aku pun dikenali.Kalau mau masuk ke backstage masih bisa.” Kata Hyo ree eonii.

“ Ayo ayo.”kata Sae na bersemangat. Terbayang olehnya para artis idolanya itu. Rasanya ingin terbang begitu mengetahui ia bisa bertatap muka dengan mereka.

Sae na tersenyum penuh kemenangan. Dengan tergesa-gesa ia mengikuti langkah Hyo ree eonni yang meyeruak diantara jutaan shawol.

Setelah berbicara dengan petugas pinu masuk. Akhirnya mereka diperbolehkan masuk.

“ Eh masuk sendiri sana.” Seru Hyo ree eonni. Sae na heran mendengarnya.

“Lalu eonni bagaimana?”

“ Aku tidak usah. Foto dan tanda tangan mereka,aku punya banyak di rumah.”kata Hyo ree eonni sambil tersenyum menggoda.

“Tapi aku takut.”

“ Sudahlah bayangkan saja.Kau akan bertemu Key idolamu.”kata Hyo ree eonni berusaha meyakinkan Sae na.

“ Baiklah.”

Sae na berjalan koridor yang sepi.

“ Katanya SHINee ada diruangan nomer 15. Tapi yang mana ya? Mulai dari sini tidak ada nomernya lagi.Papan petunjuk pun tidak ada.”

Sae na celingak-celinguk kebingungan. Mau bertanya juga sepi sekali tidak ada orang. Ia curiga jangan-jangan ia salah belok tadi.

“Tadi harusnya aku belok kiri apa kanan sih?” seru Sae na sambil berpikir.

“Pabo pabo pabo.” Seru Sae na sambil memukuli kepalanya.

Saat akan melangkahkan kakinya kembali ke jalan tadi.  Tetapi ia penasaran dengan ruangan yang pintunya sedikit terbuka.

“Ahh aku kesana saja.Siapa tahu ada orang yang bisa ku tanyai.” Kata Sae na sambil berjalan perlahan menuju ruang itu.

Saat hendak masuk,Sae na dikejutkan oleh sebuah pemandangan. Ia ingin berteriak melihatnya. Namun lidahnya terasa kaku, bibirnya terkunci rapat,nafasnya pun terasa berhenti,aliran darahnya membeku. Sae na mematung di tempat.

Minho sedang berciuman dengan Seohyun. Seohyun tampak menikmati kebersamaan mereka itu. Mereka tidak meyadari Sae na yang hampir pingsan melihat pemandangan itu.Namun bagai sebuah radar yang terlatih. Seohyun mendorong bahu Minho dengan kasar lalu menoleh pada Sae na.Wajah Sae na makin pucat ketika Minho pun ikut menoleh ke arahnya. Dapat dirasakannya pandangan Minho yang membunuh ke arahya. Ditujukan padanya. Sae na rasanya ingin mati melihatnya.

“ Siapa kau dan mau apa kau di sini?” teriak Minho kasar sambil berjalan menuju tempat Sae na berdiri.

“A…aku.”Sae tidak sanggup berbicara.Minho menarik tangannya dengan kasar dan menyeretnya ke tempat lain.

Seohyun hanya terpaku dengan kejadian itu.

Apakah ini akhir kisahku dengan Minho?

“Aku penggemar berat kalian.Aku hanya ingin meminta tanda tangan kalian.Tapi aku salah jalan dan malah nyasar ke sini.”ucap Sae na lemah.

“Jinjja?” tanya Minho masih tidak percaya dengan jawaban Sae na.

“Ne..”jawab Sae na terbata-bata.Ia sangat takut sekarang.

Seohyun yang tadi hanya diam menatap Sae na .Entah kenapa ia yakin gadis ini berbicara jujur.

“Minho-ahh,aku rasa ia berkata jujur.” Kata Seohyun lembut.

Minho mendengus kesal.Ia memang bodoh.Kenapa ia mencium Seohyun di sini. Walalupun sepi bukan berarti tidak ada saksi mata kan.Minho melirik jam tangannya. Setengah jam lagi konsernya dimulai. Ia harus kembali.

“Kembalilah ke ruang konser. Kalau kau ingin tanda tangan kami. Sehabis konser,temui kami saat fans meeting .”kata Minho datar kemudian meninggalkan Sae na.

Saat Sae na akan beranjak pergi,Minho menoleh padanya.

“Ingat urusan kita belum selesai.”

***

To Be Continued

4 thoughts on “[Chapter 3] Love Scandal

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s