[PART 1] être aime (be loved)

title                  : être aimé (be loved)
writer              : devolyp
cast                  : leeteuk (SJ); taeyeon as kathleen; kang sora; kim jung hoon (SJ prince manager); sung min (SJ); song joong ki; song ji hyo
genre               : romance
rating              : PG-15
length             : chaptered
disclaim          : fanfic ini terinspirasi dari variety show WGM couple TeukSo; selebihnya, credit adalah milik author sendiri J
p.s.                  : ini pertama kalinya author bikin FF alias FF perdana-na-na!! LOL semoga banyak comments membangun di fanfic ini, supaya author semangat lanjutin chapter berikutnya hihihi hwaiting!!

Chapter One

“Do you need a reason to like someone?” –Miss Ripley

Ini hari ke sekian Kathlene tinggal di Seoul, Korea; setelah dua tahun yang lalu, ia meninggalkan tanah airnya, Indonesia. Tidak ada alasan yang kontroversial atas pertanyaan mengapa Kathlene meninggalkan tanah airnya.

Jawaban yang sangat sederhana: Dua tahun yang lalu, Kathleen apply scholarship di Seoul National University. Beberapa hari setelah itu, Kath mendapat kabar kalau ia berhasil mendapatkan full scholarship di bidang art. Kath senangnya bukan main saat mendapatkan kabar tersebut, namun tetap saja ada segelintir perasaan sedih ketika ia harus meninggalkan eomma dan appa-nya sendiri di Jakarta. Ya, Kath adalah seorang anak tunggal.

Sebelum Kath pergi, eomma sempat menahan Kath untuk tetap tinggal di rumah dan sekolah di Universitas ternama di Jakarta; mengingat Kath juga bukanlah berasal dari keluarga yang sederhana. Namun, Kath tetap bersikeras untuk berangkat ke Korea. Ia ingin hidup mandiri dan tidak hanya berlindung di balik jabatan appa-nya.

——————–0——————-

“Jangan lupa, ya, besok jam enam pagi kita kumpul di sini untuk job perdana kalian. Ini akan masuk dalam lembar penilaian akhir, lho!” Hyeri eonni, guru kursus make-up Kath, segera membereskan lembaran- lembaran kertas di atas meja, kemudian keluar dari kelas.

“Ah, besok hari Minggu, masih saja kita masuk pagi.” Hyun Ah mengeluh.

“Ya sudahlah, dinikmati saja. Siapa tahu besok kita make up-in artis- artis ternama. Hahaha.” Kath menjawab dengan santai. Kemudian, Kath melanjutkan, “Aku pulang duluan, ya. Masih banyak PR yang belum selesai,” seraya menggendong tas backpack di belakangnya.

Hyun Ah adalah teman sekelas Kath di Seoul National University. Sejak perkenalan pertama di kelas, sejak itulah Hyun Ah menempel selalu pada Kath. Termasuk mengikuti Kath untuk kursus make-up ini.

Keesokan harinya, Kath datang lebih awal di tempat kursus make-up. Ia tidak ingin melewatkan job perdananya.

“Kath-lene! Kath-lene!” seorang teman memanggil Kath dari belakang. Kath segera menoleh untuk mengetahui siapa itu. “Kath-lene, kamu dipanggil Hyeri eonni di kantornya.” Orang itu terlihat lelah. Sepertinya ia agak berlarian hanya untuk memanggil Kath.

“Ok.” Kath menjawab singkat, kemudian berjalan menuju ke kantor Hyeri eonni.

Sesampai di depan kantornya, Kath segera mengetuk pintu kemudian masuk ke dalam ruangan.

Annyeonghaseyo,” sapa Kath pertama kali.

“Ah annyeonghaseyo,” Hyeri eonni menjawab ramah. “Kath, kamu hari ini nggak usah ikut job perdana, ya. Karena kamu saya tugaskan ke tempat lain,” Hyeri eonni melanjutkan.

“Memangnya ada apa, eonni?” tanya Kath.

“Tadi pagi saya menerima telepon dadakan. Ia bilang, ia membutuhkan tenaga make-up artist tambahan di acara SBS Gayo Daejun nanti malam.”

Gayo Daejun?” Kath masih tidak mengerti arah pembicaraan ini. “Maksud eonni?”

“Ah agak bingung untuk dijelaskan, ya. Sekarang kamu pergi ke sana, aja. Sebelum terlambat. Ok?! Nanti eonni tunggu kabar dari kamu,” Hyeri eonni semakin membuat Kath bingung. Namun, Kath tetap menuruti apa katanya.

——————–0——————-

Kath sampai di tempat SBS Gayo Daejun, namun tidak menemui siapa pun. Kemudian dari arah samping, terlihat sosok pria kharismatik yang berjalan ke arah Kath. Kath tidak menyadarinya. Ia terlalu sibuk untuk mencari jalan masuk menuju ke backstage.

Pria tersebut melihat Kath. Sepertinya ia tahu kalau Kath sedang mencari sesuatu.

Annyeonghaseyo. Lagi cari apa?” Pria itu memegang pundak Kath.

Kath menoleh pada lelaki tersebut. “A..annyeong..annyeonghaseyo.” Kath membungkukkan badan. Kath terlihat nervous. Pantas saja, ternyata pria itu adalah Leeteuk-ssi. Kath tidak menyangka ia akan bertemu dengan Leeteuk dengan mata kepalanya sendiri. Kath memang bukan seorang fan Leeteuk. Namun, ini tidak berarti bahwa Kath akan bersikap biasa saja jika ia bertemu dengan artis ternama.

“Ah, nggak. Aku mau cari jalan masuk ke backstage.” Kath menjawab dengan nada ragu.

“Oh… Aku baru saja dari toilet. Tadi toilet di dalam gedung masih dikunci semua.” Leeteuk sambil menggaruk kepalanya, “terpaksa aku keluar gedung. Sekarang, aku mau ke backstage, tidak keberatan kan kalau aku mengantarmu?” Leeteuk bersikap sangat ramah.

Siapa yang tidak keberatan diantar oleh seorang Leetuk? Namun, Kath tetap bersikap tenang seolah ingin menyembunyikan jantungnya yang berdegup dengan sangat keras. Kath hanya menganggukkan kepalanya, tanda setuju.

——————–0——————-

Perjalanan menuju ke backstage terasa begitu hening. Kath tidak berani melontarkan pertanyaan pada Leeteuk. Leeteuk pun hanya diam tanpa suara, sampai saatnya mereka berdua tiba di backstage.

Neomu kamsahamnida,” Kath membungkukkan badannya sekali lagi.

“Ah gwaenchanh-ayo. Itu sama sekali bukan apa- apa,” Leeteuk melanjutkan, “semoga kita bisa bertemu lagi.” Leeteuk berjalan menuju ke tempat istirahatnya.

Kath masih berdiri tegak di depan pintu backstage. Ia masih tidak menyangka telah bertemu dengan Leeteuk, SJ’s leader. Ia tidak bisa berkata apa- apa; sampai terdengar suara lain.

“Kamu Kathlene kan?” Tiba- tiba  ada suara mengagetkan dari jauh.

Kath berjalan maju untuk mengetahui darimana asal suara itu. Seorang lelaki tampan lain mendatangi Kath. Ia agak sedikit berlari menuju ke arah Kath sambil membawa backpack dibelakangnya.

Sesampai di depan Kath, lelaki itu langsung membungkukkan badannya, “Annyeonghaseyo. Aku Kim Jung Hoon, manajer Super Junior. Kamu Kathlene kan?” Lelaki yang ternyata adalah manajer SJ terlihat agak ngos-ngos-an.

Kath bingung, namun tetap menjawab dengan ramah. “Iya, aku Kathlene. Ada apa ya?”

“Ok. Sekarang kamu ikut aku dulu aja, ya. Nanti aku jelasin sambil kita jalan. Ok?!” Jung Hoon langsung menggandeng tangan Kath tanpa permisi.

Kath yang tetap bingung namun menurut.

“Aku Jung Hoon, aku yang menelepon Hyeri untuk merekomendasikan satu orang make-up artist yang bisa ke sini sekarang juga. Untung aja, Hyeri langsung kasih nama kamu. Jadi aku nggak usah repot- repot cari ke tempat lain.” Jung Hoon mulai menjelaskan panjang lebar.

Kath mulai mengerti, mengapa ia tidak jadi ikut job perdananya, dan malah disuruh oleh Hyeri eonni  ke SBS Gayo Daejun. Ternyata, SJ kekurangan tenaga make-up artist, makanya ia direkomendasikan oleh Hyeri eonni.

“Hoo….” Kath menganggukkan kepalanya.

“Kamu pasti hebat, ya? Sampai- sampai Hyeri langsung menyebutkan namamu tanpa berpikir dua kali,” Jung Hoon tersenyum manis.

“Ah tidak juga. Aku malah takut kalau Hyeri eonni ternyata salah memilih orang,” Kath tersipu malu.

——————–0——————-

Akhirnya mereka berdua sampai di tempat istirahat SJ.

“Temen- temen, ini salah satu make up artist kalian yang nanti bakal menggantikan Jenni,” Jung Hoon memperkenalkan Kath secara langsung, “namanya Kathlene.”

Annyeonghaseyo. Naneun Kathlene haeyo.” Kathlene membungkukkan kembali badannya, entah sudah berapa kali ia seperti itu.

Leeteuk yang sebelumnya sudah bertemu dengan Kath sedikit kaget. “Ternyata dunia ini begitu sempit,” pikir Leetuk dalam hati. Begitupun dengan Kath, ketika mata Kath dan Leeteuk sedang bertemu.

“Kathlene, mungkin nanti kamu akan fokus ke Leeteuk dan Sungmin, ya. Soalnya, dulu Jenni juga seperti itu,” Jung Hoon menjelaskan lagi. Kath hanya mengangguk tanda mengerti.

Saat itu jam masih menunjukkan pukul sembilan pagi. Jung Hoon sibuk mempersiapkan sarapan untuk member SJ beserta kru. Leeteuk segera mendatangi Kath, yang tampak sendirian, kemudian duduk di sebelahnya. Kath memang belum mengenal siapa- siapa di ruangan tersebut, kecuali Leeteuk dan Jung Hoon.

“Hi,” sapa Leeteuk.

“Hi,” Kath membalas dengan senyuman cantik.

“Ternyata, nama kamu Kathlene. Kita belum berkenalan, ya, tadi. Aku Leeteuk.”

“Iya, aku tahu. Siapa sih yang nggak kenal leader-nya SJ? Hahaha.” Kath tertawa sedikit.

“Hahaha,” Leeteuk juga tertawa lepas, “ah jangan begitu, se-terkenal itu kah aku?”

“Ah, jangan narsis! Hahaha.” Kath menimpali.

Kath dan Leeteuk hanyut dalam percakapan yang sangat menyenangkan. Entah ini merupakan suatu keberuntungan atau bukan karena member SJ yang lain tidak begitu memperhatikan mereka berdua. Mereka sibuk dengan makanannya, handphone-nya, dan malah ada yang sedang berlatih vokal.

Tidak terasa beberapa jam berlalu. Namun percakapan antara Kath dan Leeteuk masih belum selesai juga. Tiba- tiba suara Jung Hoon memecah kontak mata mereka berdua, “Ok, make-up artist boleh mulai sekarang,”

Inilah saatnya, Kath bekerja. Kath langsung mengambil koper make-up nya dan mulai memoles wajah Leeteuk dengan sangat cekatan. Kath sesekali memandangi wajah Leeteuk, ia masih tidak menyangka telah bercakap- cakap dengan Leeteuk secara personal. “Ini bukan mimpi, kan?” tanya Kath dalam hati. Ia terus memoles wajah Leeteuk, walaupun padahal Kath telah menyelesaikannya beberapa menit yang lalu. Rupanya Kath masih ingin lebih lama melihat bentuk wajah Leeteuk. Untung saja, Leeteuk tidak menyadarinya.

Setelah Leeteuk terpoles dengan apik, Sungmin sudah menunggu di belakang kursi Leeteuk untuk juga di make-up oleh Kath.

“Sekarang giliranku, ya. Aku Sungmin.” Sungmin memperkenalkan dirinya dengan senyuman lebar. “Ternyata, kamu cantik, ya, kalau dilihat dari dekat,” Sungmin berkata seadanya.

“Hey, jangan macam- macam, ya!” Leeteuk menyahut dari belakang.

Leeteuk tidak meninggalkan tempat begitu ia selesai di make up. Leeteuk ingin melihat sekali lagi bagaimana Kath bekerja.

“Wah kalian ada apa- apa ya ini? Aku jadi curiga. Hahaha.” Sungmin tertawa agak keras. Leeteuk hanya tersenyum kecil.

Sedangkan, Kath tidak bisa menjawab apapun. Ia hanya memoleskan beberapa alat make up-nya ke atas wajah Sungmin. Kebiasaan Kath untuk tidak berbicara apapun saat bekerja adalah disiplin dari Hyeri eonni.

Dua jam telah berlalu, para make up artist yang lain juga sudah menyelesaikan pekerjaannya. Ini saatnya SJ untuk melakukan gladi bersih di atas panggung. Kath tidak ingin melewatkannya. Kapan lagi ia dapat secara langsung dalam jarak dekat melihat Super Junior berlatih di atas panggung.

“Aku boleh kan melihat kalian berlatih?” Kath bertanya pada Leeteuk.

“Tentu saja, aku akan sangat senang ada cewek cantik melihatku berlatih,” Leeteuk mulai menggoda Kath. “Setelah acara ini, kamu jangan pulang dulu ya, Kath! J” Leeteuk tersenyum sangat tampan.

Entah mengapa, Kath tiba- tiba merasa sangat senang, Leeteuk memanggil namanya. Ia masih merasa bahwa ini hanyalah mimpi belaka. Apakah mungkin seorang Leeteuk, seorang artis papan atas, memanggil namanya, terlebih lagi mengenal dirinya.

“Mengapa ya Leeteuk menyuruhku untuk tidak langsung pulang?” pikir Kath dalam hati.

to be continued… [chapter two]

22 thoughts on “[PART 1] être aime (be loved)

  1. […] être aime (be loved) [PART 1] (fanficskpopindo.wordpress.com) Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this post. Posted in: Corporate Card | Tagged: 7 hari, Asia, Bank Mandiri, Business and Economy, call center 24, Corporate Card mandiri, Dan (rank), Indonesia, kartu kredit, Minggu, Seoul, sms banking, VISA […]

  2. whoa ffnya bagus chingu! lanjut dong thor! kayaknya ni ff nya udh lama tapi kok belum ada lanjutannya?
    hehehe
    oiya, saya promosi nih, dicari author baru untuk taeteukfanfic.wordpress.com
    Bisa dibaca syaratnya di blog tsb. GOMAWO!!

  3. Thor, aku siders tobat nie.. *gaknanya*
    kapan dilanjut? Kok lama? Mianhae klo lancang, aku saranin mendingan dipanjangin, soalnya blum bgitu memuaskan, oh ya klo mw jdi author(penulis) juga gmn caranya??
    Ksih tau lewat sms aja ke 087808007538

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s