[Chapter 3] Rectangle Love

Title
Rectangle Love

Length
Chapter

Rating
PG-13

Genre
Romance, Friendship

Author
burninganchovy (@meutiakbachnar)

CAST/Main Cast
– Matsumoto Aya (OCs)

– Personel Super Junior-M as themselves

Disclaimers!!
All of Super Junior-M’s member are belong to God, their families, and SM-Ent.

This story is mine. Please don’t take this fanfic without permission from me.

If you want to take this, please take with full credit. ^^

Cuap-cuap Author

Annyeong! Apa kabar? Hehe. Sebenernya FF ini direncanain buat terbit setiap Rabu, tapi berhubung Rabu ini saya akan sibuk dari Rabu-Rabu sebelumnya, jadi saya memutuskan buat ngepost hari ini aja ^^. Buat chapter ketiga ini, saya udah nyoba supaya ceritanya lebih panjang *mian kalau kepanjangan* dari chapter kedua yang emang singkat banget kemaren. Tanpa banyak basa-basi lagi, Happy Reading ya semuanya *siapapun yang bakal ngebaca*!! Komen (kritik/saran) masih sangat diharapkan loh mengingat keamatiran saya sebagai author~ hehe.. sekali lagi Happy Reading :)

Previous Chapter ~:: CHAPTER 1 :: CHAPTER 2 ::

***

Sejak hari dimana Aya mendeklarasikan bahwa Donghae adalah teman pertamanya, mereka berdua menjadi semakin akrab. Mereka nyaris menghabiskan waktu bersama-sama; baik itu sekedar untuk berbincang-bincang, saling sharing, bahkan saling mengajari bahasa satu sama lain. Aya mengajarkan bahasa Jepang, dan sedikit demi sedikit, Donghae pun mengajari Aya bahasa Korea. Bahkan, Donghae telah memberikan nama Korea untuk Aya, yaitu Kim Jigun. Dan sejak itulah, hampir seluruh personel Super Junior-M ikut memanggil Aya dengan panggilan ‘Ji Gun-ssi’.

***

“Hari ini jadwalku untuk membereskan ketujuh kamar lelaki aneh itu. Kalau dipikir-pikir… sebenernya aku ini asisten manager atau pembantu, ya? Kalau dipikir-pikir, aku jadi tak ada bedanya dengan TKW(?)” ujar Aya sambil berjalan menuju dorm Super Junior-M yang letaknya tak jauh dari apartment yang disewakan khusus untuknya.

            Sesampainya di dorm, Aya tersenyum lebar. Tak ada satupun penghuni dorm—tak satupun dari ketujuh personel Super Junior-M menampakkan batang hidungnya disana. Nampaknya, ketujuh lelaki itu tengah sibuk promosi kesana-sini untuk album Super Junior-M terbaru, Supergirl. Aya memasuki dorm dengan perasaan yang begitu nyaman, damai, dan tentram. Ia mulai menjalankan tugasnya untuk membereskan seluruh ruangan yang ada di dorm itu. Dimulai dengan kamar Ryeowook yang rapih seperti kamar perempuan, lalu kamar Siwon yang elegant, kamar Donghae yang ‘sedikit’ membuat Aya ilfeel karena terkesan childish, sampai akhirnya tiba ke kamar si evil Kyuhyun.

            Saat membuka kamar Kyuhyun, mulut Aya terbuka lebar begitu mendapati sebuah dinding khusus yang ditempeli dengan foto-foto seorang gadis cantik. “Sepertinya aku sering melihat gadis cantik ini… Dimana, ya?” tanya Aya, sambil terus berpikir. Saat ia mencoba memperhatikan lebih detail lagi, ia menyadari satu hal. Gadis cantik yang ada di foto-foto itu tak lain adalah Kim Tae Hee, salah satu aktris cantik di Korea. “Aissh… rupanya namja gila itu tergila-gila dengan Kim Tae Hee~ Huh, mana mau seorang aktris cantik seperti Kim Tae Hee dengan namja aneh seperti dia, hahahahaha” ejek Aya, sambil menatap sinis poster Kyuhyun yang berada di samping koleksi foto Kim Tae Hee.

            Setelah sekitar satu jam, tinggal satu kamar yang belum dibereskan oleh Aya. Kamar itu adalah kamar Hangeng. Ketika Aya berjalan menuju kamar orang yang dikaguminya itu, jantungnya berdebar-debar tak karuan. NGEEEEKK…. Waaaa~ Aya terpesona dengan kerapihan kamar Hangeng. Walaupun masih kalah rapih jika dibandingkan dengan kamar Ryeowook, tapi kamar bernuansa semi-gothic ini cukup membuat Aya menganga terpana. ”Hangeng memang sugoi! Kalau seperti ini kan, aku tak perlu repot-repot membereskannya lagi” pikir Aya, sambil berjalan keluar dari kamar Hangeng. Ia duduk di sofa ruang tengah dorm dan berpikir. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Semua terasa sepi saat tujuh makhluk aneh itu tak ada disini—di sekitarnya.

            ”Aah! Bagaimana kalau aku mencoba memasak saja?! Mereka pasti akan kaget jika mendapati aku jago memasak hahaha!!” gumam Aya, saat mendapatkan sebuah ide. Tanpa pikir panjang, ia langsung menuju ke arah dapur untuk mulai ‘bereksperimen’. Namun, langkahnya terhenti saat terdengar suara telepon berdering.

            ”Ha-Halo? Yo-Yoboseoyo~” Aya mencoba menyapa si penelepon dengan bahasa Korea seadanya.

            “Waaaah suara seorang yeoja!! Apakah kau asisten manager baru itu?!”

            “Nee~, aku asisten manager baru Super Junior-M. Nuguseyo?

            ”Ah, senangnyaaa…!! Aku Eunhyuk. Kau kenal aku, bukan?”

            ”Ng? Tidak. Siapa kau?”

            ”Hah?! Kau benar-benar tak mengenaliku? Aishh jjinja!! Aku ini personel Super Junior juga. Masa kau tak tahu keberadaanku sebagai dancing machine di sebuah boyband terkenal seperti Super Junior?! Kau tahu… ribuan gadis di luaran sana mengharapkan kesempatan untuk berbicara denganku! Tapi kau…? Aiissh~”

            Eunhyuk Super Junior! Ahhh, si dancing machine itu! Hahahaha, akhirnyaa! Aku harus pergunakan waktu sebaik-baiknya. Kenapa aku tak menanyakan saja kepada dia makanan favorit tujuh cowok aneh itu, ya? , pikir Aya ketika mencoba mengingat siapa Eunhyuk.

            “A-Aku bukan tidak tahu tentang Eunhyuk… Tapi aku tak percaya padamu! Kalau kau benar-benar Eunhyuk, kau pasti tahu makanan kesukaan tujuh namja aneh—eh tujuh temanmu itu kan… Maksudku tujuh personel Super Junior-M itu~” ujar Aya.

            “Yaa~ kau tak perlu meragukan keaslianku sebagai seorang Super Junior Eunhyuk! Tentu saja aku tahu! Kebanyakan dari mereka menyukai Bulgogi

            ”Aigoo~ Kau bilang apa tadi? Buldog? Aissh… yang benar saja~”

            ”Yaa~ kau ini babo atau apa sih?! Aku bilang, bulgogi bukan Buldog~”

            “Aaaah, Bulgogi! Wakatta ne~! Tapi… bagaimana aku bisa membuatnya, ya?”

            Konsultasi mengenai cara membuat Bulgogi itu pun berlangsung cukup lama. Apalagi Aya harus benar-benar mencerna apa yang dikatakan Eunhyuk dalam bahasa Korea. Namun, baik Aya ataupun Eunhyuk, mereka lebih mirip seperti ibu-ibu yang sedang bergosip tentang menu masakan apa yang cocok untuk dihidangkan bagi para suaminya ketika pulang kerja nanti.

            “Aissh… banyak sekali bahannya!” keluh Aya.

            “Memang selalu seperti itu, Nona babo T.T” balas Eunhyuk, dengan nada yang menyiratkan rasa frustasinya.

            Cih, dia mengataiku ‘babo’ lagi! Dia pikir, aku tak tahu apa arti ‘babo’?, Aya hanya bisa mendumel di dalam hatinya ketika mendengar kata babo keluar dari mulut Eunhyuk—dan kata babo itu ditujukan untuknya. “Aih, umae wa tottemo warui! Baka!

            ”Mwo?! Apa yang kau bicarakan barusan? Aku tak mengerti bahasamu” tanya Eunhyuk, yang tak mengerti dengan sepotong kalimat dalam bahasa Jepang—yang baru saja diucapkan oleh Aya.

          “Aku bilang… kalau kau baik sekali. Sudah tampan, kau memiliki hati yang baik” balas Aya, membohongi Eunhyuk. Eunhyuk percaya dan kegirangan sendiri. Sedangkan Aya mencoba menahan tawanya. Akhirnya, ada juga artis yang berhasil ia jahili.

Percakapan antara Eunhyuk dan Aya berlangsung sangaat lama, sampai akhirnya semua personel Super Junior-M sudah pulang dan mengelilingi Aya yang masih saja asyik berbicara dengan Eunhyuk dan terus mengucapkan kata Baka untuk Eunhyuk.

            ”Yaa~ Jigun, aku yakin kalau iuran telepon naik, kaulah penyebab utamanya!” seru Kyuhyun, sesekali mencolek pundak Aya dan menatapnya sinis.

            Aya menoleh sebentar dan kemudian berpamitan kepada Eunhyuk. ”Yaa~ Eunhyuk-ssi yang baka, aku sudah harus menutup telepon nih. Kapan-kapan kita berbincang-bincang lagi ya!! Hahahaha—Bip!”

            ”Hey, kalian kenapa? Kenapa seperti itu memandangiku?” tanya Aya, heran ketika ketujuh namja aneh itu mengelilingi dan memandanginya dengan tatapan tak percaya. Ketujuh namja aneh itu pun serentak mengarahkan telunjuk mereka ke arah celemek yang tengah Aya pakai saat ini.

            ”K-Kau? Me-Memasak?” tanya Henry, dengan mimik ketakutan.

            Aya mengangguk pelan, sambil memamerkan wajah polosnya.

            ”K-Kau? Me-Memasak?” tanya Siwon, Zhoumi, Ryeowook, Donghae, dan Hangeng—mengikuti gaya Henry, namun lebih didramatisir.

            ”YAAA! KALIAN INI KENAPA?? MEMANGNYA KENAPA KALAU AKU MEMASAAAK HAAAAHHH?” protes Aya.

            TUK! Kyuhyun mengetuk kepala Aya. ”Yeoja sepertimu? Memasak?! Aku tak mau karirku terhenti begitu saja dan berita karirku terhenti nanti tersebar di seluruh media cetak, hanya karena kemungkinan besar aku akan keracunan dengan masakanmu”

            Eeerrggh, dasar Evil! Untung aku masih baik. Kalo tidak, sudah kubocorkan rahasia kegilaanmu akan Kim Tae Hee-eonni, bocah nakal!, ujar Aya di dalam hati—berapi-api. ”Jadi, kalian tak percaya? YAA~! Aku ini HEBAT dalam beberapa bidang! Aku ini multi-talented! Apa perlu aku buktikan?”

            Semua serentak mengangguk, apalagi Donghae. Ia memamerkan senyum sumringah. Aya pun mengajak mereka bertujuh turun dari dorm dan lagi-lagi mengancam siapapun yang ada di sekitarnya untuk meminjamkan sebuah motor gede. Melihat pemandangan seperti ini, Donghae sudah senyam-senyum sendiri. Tak butuh waktu lama bagi Aya menemukan sebuah motor gede dan tanpa basa-basi, Aya langsung menaiki motor gede yang ia pinjam secara paksa dan mengendarainya dengan ugal-ugalan. Keenam pasang mata milik Ryeowook, Siwon, Zhoumi, Henry, Kyuhyun, dan Hangeng nyaris tak berkutik melihat Aya dengan lincahnya mengendarai motor gede itu.

            CIIIIITT. Akhirnya, setelah beberapa lama, Aya menghentikan acara ugal-ugalannya. Keenam personel Super Junior-M tadi makin menganga melihat Aya yang begitu cool-nya membuka helm dan turun dari motor gede itu sambil melambaikan tangan. Mereka masih tak percaya perempuan seperti Aya bisa se-’tangguh’ itu. Mereka pun tak segan berdecak ckckck seperti cicak melihat Aya saat ini—yang tengah berjalan menghampiri mereka semua. Aya, yang melihat seluruh pandangan kekaguman itu, semakin berjalan dengan mantap sampai akhirnya…. DUG! Ia tersandung batu dan jatuh.

            ”A-Apa-apaan ini?! Haha…. Baru diliatin seperti itu saja kau sudah grogi!” ujar Kyuhyun.

            ”Kukira tadinya kau bisa keren maksimal” tambah Siwon.

            ”Yuk ah, tontonan kerennya sudah habis. Sudah expired” lanjut Henry.

            ”Kau gagal keren, Ji Gun-ssi” sahut Zhoumi, sambil mengacak-acak rambut Aya.

            ”AHAHAHAHAHAHAAAA” mereka berenam pun spontan tertawa bersama di hadapan Aya yang terkulai lemah di aspal dan kemudian berlalu.

            Aya, yang masih tergeletak di aspal, mencoba berdiri dan berteriak, ”YAAA~ TOLONG AKUUUU UNTUK BANGUUUN”. Mendengar teriakan dahsyat itu, Henry dan Kyuhyun yang jahil mendatangi Aya.

            ”Kalau kau memang benar-benar hebat dan multi-talented, seharusnya kau bisa bangun sendiri… hahaha dasar yeoja gilaaa!!” ledek Henry dan Kyuhyun, yang kemudian tetap berlalu tanpa mempedulikan Aya yang sudah tak sanggup menahan rasa sakit dan juga rasa malu.

***

Malam telah tiba. Semua personel Super Junior-M melakukan kegiatan pribadi mereka masing-masing. Ada yang menonton beberapa acara reality show di ruang tengah dorm, ada yang sibuk berlatih menyanyi di kamarnya, dan ada juga yang menghabiskan waktu tenang itu untuk bermain game online. Sedangkan Donghae, ia lebih suka menghabiskan waktu di kamarnya sendirian. Menatap langit-langit kamarnya sambil merebahkan tubuhnya yang kelelahan di tempat tidur. Namun sejak kemarin malam, pikiran Donghae dipenuhi oleh satu sosok gadis yang belum lama dikenalnya—Aya Matsumoto. Aya.

            Donghae merasa Aya bukanlah gadis biasa. Aya sangat unik. Aya selalu bisa membuat Donghae merasa bahagia, ataupun sedih seketika. Donghae mengambil gitar yang berada di dekat tempat tidurnya, kemudian mencoba mengaransemen lagu Supergirl versi akustik, sambil terus memikirkan Aya.

            Di waktu yang sama, Aya yang masih berada di dorm terus saja menyibukkan dirinya di dapur. Ia ingin mempelajari bagaimana cara membuat masakan yang baik dan benar. Tapi semua usahanya gagal. Sudah berbagai masakan yang ia buat, semuanya gagal. Ada yang gosong, keasinan, atau malah terlalu banyak minyak. ”Aaaah, ottokeee~” keluhnya, sambil bertopang dagu.

            Tak lama kemudian, datanglah Ryeowook yang tak sengaja ingin mengambil gelas minum di dapur. ”Ji Gun-aah? Sedang apa kau disini melamun sendirian?” tanyanya, sambil memandangi semua masakan gosong di sekeliling dapur.

            Aya menoleh dengan wajah memelas. ”Wookie-kun, ajari aku memasak dong! Aku tahu kau jago memasak!” pinta Aya.

            ”Woo-Wookie-kun? Panggil aku Oppa! Aku tidak suka panggilan dari negaramu” protes Ryeowook. ”Hmm… Baiklah, aku akan mengajarimu memasak….”

            Aya memamerkan cengirannya dengan sangat lebar—persis seperti cengiran onta. Ia bahagia, akhirnya ada juga yang mau mengajarinya memasak. Dengan khidmat (?), ia memperhatikan segala gerak-gerik Ryeowook saat memasak. Kali ini, Ryeowook  hanya mengajarinya memasak masakan sederhana seperti nasi goreng telur dadar.

”Zhoumi, Henry, mana yang lain?” tanya Donghae, yang baru saja keluar dari kamarnya.

            Henry dan Zhoumi yang tengah asyik menonton acara reality show hanya menggeleng-gelengkan kepalanya serentak. Donghae pun mendengar suara keributan dari arah dapur. Ia bergegas melangkah ke dapur dan mendapati Aya yang tengah serius belajar memasak bersama Ryeowook. Karena takut mengganggu konsentrasi Aya, Donghae keluar dari dapur dan memilih untuk menonton bersama Henry serta Zhoumi di ruang tengah dorm.

            Namun… saat suasana dorm begitu hening, suara telepon berdering terdengar begitu keras. Donghae, yang berada cukup dekat dengan telepon, spontan mengangkatnya. ”Yoboseoyo?” sapanya.

            ”Aku mencari Aya” ujar si penelepon, to the point.

            “A-Aya? Yaa~ kau Eunhyuk kan?!” tanya Donghae yang sudah tak asing lagi dengan suara sahabat dekatnya itu.

            “Kau siapa?” tanya si penelepon—yang rupanya Eunhyuk—dengan polos.

            “Aiissh… bahkan suara temanmu sendiri saja kau lupa!” protes Donghae. “Ini aku, Lee Dong Hae. Kau masih lupa padaku, huh?”

            “Yaa~ Donghae-aah… cepat berikan teleponnya kepada asisten managermu…”

            “YAA! Kau tidak ingin bicara denganku? Ada urusan apa kau dengan asisten manager kami, huh?”

            ”Dia lucu. Dia mengajariku bahasa Jepang yang keren. Kau mau mendengarnya?” lanjut Eun Hyuk.

            ”Aish… tak usah. Ah, kebetulan! Ada yang ingin kubicarakan denganmu, Hyukjae-aah. Asal kau tau saja Hyukjae…”

            Donghae mulai menceritakan rasa ketertarikannya terhadap Aya kepada sahabat dekatnya itu. Eunhyuk, yang mendengar curahan hati Dong Hae, hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya—memberikan isyarat bahwa ia setuju akan pilihan sahabatnya. Eunhyuk pun bilang kalau ia sangat mendukung jika Donghae akan jadian dengan Aya suatu hari nanti. ”Kau, memang teman terbaikku, Hyukjae” ujar Donghae, sambil tersenyum—tersipu malu.

            Henry dan Zhoumi yang mendapati Donghae yang tersipu malu saat ngobrol dengan Eunhyuk lewat telepon, menatap Donghae tajam dengan penuh tanda tanya. ”Kenapa dia aneh seperti itu saat menerima telepon dari Eunhyuk?” bisik Zhoumi pada Henry.

            ”Ah, masa kau tidak tahu?! Dia memang seperti itu. Bukankah Donghae itu Eunhyuk’s girlfriend…? Bukankah skandal EunHae itu sudah lama tersebar? Tapi… aku tak menyangka kalau rumor mereka ’mengalami kelainan’ itu benar adanya” balas Henry.

            Setelah selesai berbincang-bincang dengan Eunhyuk, Donghae melihat Henry dan Zhoumi tengah asyik berbisik-bisik sambil sesekali memandanginya dengan pandangan kasihan dan ketakutan.

            ”Kalian berdua kenapa melihatku seperti itu? Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Donghae, polos.

            ”Ah aniyo.. Teruskan saja… Aku dan Zhoumi sudah memakluminya” ucap Henry, sedikit canggung. Donghae, yang walaupun tak mengerti apa yang mereka berdua bicarakan, langsung teringat sesuatu yang ingin ia pamerkan.

            ”Ah ya! Aku punya sesuatu untuk kalian” ujar Dong Hae.

            Donghae mengambil gitar dari kamarnya lalu kembali duduk di sofa. ”Aku sudah mengaransemen ulang lagu Supergirl. Lebih soft, lebih romantis… Kalian mau mendengarnya?”

            Donghae pun mulai memainkan lagu Supergirl yang telah ia aransemen ulang. Semua terpana melihatnya, termasuk Ryeowook dan Aya yang baru saja selesai memasak di dapur. Setelah Donghae selesai bernyanyi, Aya melakukan standing applause  sendirian. ”Yoshh… kalau begitu, sekarang kita makan malam! Hari ini spesial aku yang memasaknya! Dibantu dengan Chef Ryeowook…” seru Aya.

            Henry dan Zhoumi yang berencana masuk kamar, ditahan oleh Aya. ”Yaa~ kalian! Cicipi dulu masakanku! Duduk di meja makan, atau mati hah?!”. Dengan ketakutan, Henry dan Zhoumi terpaksa menuruti intruksi asisten managernya itu. ”Aku akan memanggil Hangeng, Siwon, dan Kyuhyun” lanjut Aya.

            ”KYUHYUN! SIWON! HANGEENG!” teriakan Aya lebih dahsyat dibandingkan suara ayam jantan berkokok di pagi hari.

            Kyuhyun dan Siwon yang baru keluar dari kamar, langsung mengumpat. ”Gadis macam apa kau? Berteriak di malam hari…seperti orang gila saja” ujar Kyuhyun. ”Telingaku seperti ditutupi kabut mendengar teriakan dahsyatmu, Aya” timpal Siwon.

            ”Hangeng mana?” tanya Aya, tak peduli dengan untaian aksi protes yang ditujukan kepadanya. Ia melangkahkan kakinya menuju kamar Hangeng, namun Donghae menahannya.

            ”Biar aku saja” kata Dong Hae, sambil menepuk pundak Aya.

***

Setelah semuanya berkumpul di meja makan, semua mata tertuju pada satu mangkuk besar nasi goreng telur dadar yang ada di hadapan mereka. Semuanya ragu akan kenikmatan masakan yang dibuat langsung oleh Aya. Sedangkan Aya, ia hanya memasang muka harap-harap cemas melihat situasi seperti ini.

            ”Apa yang kalian tunggu? Aku sudah lapar. Ehe ehe… aku akan memakannya duluan” ujar Hangeng, memecah kesunyian yang terjadi saat itu. Ia mengambil dua sendok besar nasi goreng itu dan memakannya dengan lahap. Melihat Hangeng yang benar-benar menghargai jerih payah Aya, Aya semakin melayang. Terbang. Bahagia!

            ”Hangeng, otte?” tanya Aya, penasaran dengan cita rasa masakan yang dibuatnya. Hangeng memberikan jempolnya persis di depan mata Aya. Aya pun tersenyum malu.

            ”Yaa~ Yaaa~!! Ada apa ini?! Mukamu memerah, Aya! Aish… Kurasa disini sudah terjadi cinta lokasi!!” seru Kyuhyun.

            ”Kau selalu saja merusak kebahagiaanku, wahai pecinta Kim Tae Hee-unnie!”

            Mendengar ejekan yang terlontar dari bibir Aya, Kyuhyun mulai panik dan mengejar Aya kesana-kemari. Situasi dorm yang biasanya tenang, kini ramai semenjak hadirnya Aya. Semuanya senang, begitu ramai, dan ceria. Namun tidak pada Donghae, ia lebih memilih untuk berdiam diri di kamar.

            ”Aku rasa… aku cemburu pada Hangeng. Babo!” ujar Donghae sambil menatap cermin, saat berada di kamarnya.

 ***

Donghae mulai menyadari perasaannya yang semakin dalam untuk Aya. Sedangkan Aya makin berbunga-bunga dengan sikap Hanggeng yang sangat menghargainya. Bagaimana dengan perasaan Hanggeng sendiri? Bagaimana juga Donghae mengambil sikap ketika dirinya tengah dilanda rasa cemburu berat akan kedekatan Aya dan Hanggeng?

To Be Continued ~

4 thoughts on “[Chapter 3] Rectangle Love

    • Hehe, nggak.. Dr awal kejailan henry sama ke-evilan kyuhyun sengaja ditonjolin supaya ada kisah selingan selain konflik cinta segitiga donghae-aya-hangeng :)

      Siippp, tunggu Rabu depan yaa, makasih loh udh baca dr chapter2 sblmnya *deep bow* ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s