My Wife

My Wife

Author : Park Minhyun
Cast : Choi Minho
Park Jungroo
Other Cast :
SHINee
Park Minhyun
Genre :
Married life,Sad,Family,Romance
Length :
Drabble
Rating :
PG-13

NB :
It’s my own plot.
Maaf kalo ada yang merasa mirip kayak dimana gitu…

Emang perasaan author ni FF pasaran banget,jadi gak enak ntar dikira plagiat gitu…

*ehm..ehm..*

Jadi kalo ada yang sama-sama gimana gitu,tolong ya dibilangin…
Author gak terisnpirasi ama siapa-siapa
*suer*
Ini udah ane konsep di leppy dan jamuran satu taon…

note: Ini ff kedua author romance lho…(?

PLEASE RCL
^.^

***

Angin di penghujung musim semi meniupkan beberapa bunga ceri sepanjang jalan. Derap kaki kian meningkat dengan menyingsingnya fajar. Aku menggeliat pelan sembari menatap yeoja di sampingku. Dia istriku. Istri yang sangat aku sayangi. Bahkan aku menyanyanginya melebihi apapun di dunia ini.

“Oppa,kau harus makan,nanti kau sakit.”ia mengenakan celemek biru bergambar mawar. Aku memeluknya dari belakang,”kau masak apa?”Jungroo tersenyum kecil,”Masak jajangmyeon. Dari kemarin kau tidak makan selama di Jepang,wae?”

“Aku tidak mau makan kalau bukan kau yang memasak.”

“Nanti oppa sakit…”

“Tidak,tidak akan.”

“Kalau begitu makanlah.”

“aa~”

“Makan sendiri!”

“hahaha…”

Aku tersenyum kecil. Saat itu kami baru 1 bulan menikah. Sebelumnya aku sangat sedih dan khawatir karena harus berpisah dengannya selama 3 hari ke Osaka. Aku bahkan mewanti-wantinya untuk tidak keluar rumah supaya hanya memesan makanan saja. Tidak membukakan pintu untuk orang yang tak dikenal,serta harus meneleponku jika akan melakukan apapun. Sedikit protective memang,tapi ia tetap merasa nyaman,itulah salah satu alasanku untuk menyukainya.

“Oppa,kita mau kemana?”tanganku masih menutup matanya,”Sabarlah saja dulu.”
Aku berjalan menuntunya menuju mobil. Selama perjalanan ia terus saja bertanya dan bertanya.
“Maaf chagi,rasanya aku akan menculikmu.”kataku tenang dan dibalas rengekannya. Kami berbincang-bincang meskipun matanya ditutup oleh sapu tanganku.

“Nah,sudah sampai.”desiran khas ombak menyambut kami,”tada~”

“Hwa!! Dimana ini!!”ia merentangkan tanganya sembari berlarian kesana kemari. Aku sengaja mengajaknya ke pantai karena seminggu yang lalu ia mengatakan padaku kalau ia ingin sekali ke pantai namun aku menolaknya karena alasan pekerjaan.

“Oppa,ternyata sudah 5 tahun yang lalu ya kita ke pantai bersama?”tanyanya setelah kami berlarian lelah,”uhm~”gumamku pelan. Kami berdua duduk di sebuah batu besar yang dibawahnya beradu ombak terhempas.
“Chagi,5 tahun yang lalu itu sudah lama.”aku tersenyum memandang mentari yang mulai kembali keperaduan di ujung laut,”Ne,sudah lama.”

Kami sama-sama terdiam. Pernikahan ini bukanlah hal yang mudah. Appa dan Umma ku sama sekali tak merestui kami dengan alasan Jungroo seorang yatim piatu. Selama 3 tahun kami berusaha meyakinkan orangtuaku,namun akhirnya kisah kami harus kandas di tahun keempat. Entah apa yang aku fikirkan,akhirnya aku meninggalkan rumah dan mencari Jungroo sendiri. Hingga kami memutuskan menikah di tempat yang jauh dari Seoul. Sebuah desa kecil di daerah Pyeongchang,tanpa restu orangtua.

Apalah arti sebuah pernikahan tanpa cinta? Kami bahagia. Itulah yang terpenting dari sebuah cinta. Asal aku bahagia,ia bahagia tak jadi penghalang kami dalam hidup. Kami akan bersama, aku camkan dalam diri,kami selalu bersama.

“Oppa,kau terdiam?”aku menatap sendu wanita di sampingku,ia menelisik jawaban diantara bola mataku. Aku menarik ujung bibir membentuk senyuman,”Tidak. Aku terlalu senang.”

“Bohong.”

“Sungguh,aku terlalu bahagia ternyata aku menikah denganmu,”

“Aku juga bahagia.”rasanya seperti ada sesuatu yang mengganjal dihatiku,”Apa kau benar-benar bahagia?”

“Iya,aku bahagia bisa memasakanmu tiap pagi,tidur denganmu,jalan-jalan bersamamu.”
“Meski tanpa Appa dan Umma?”tanyaku dan tepat seperti yang kubayangkan sebelumnya. Ia menunduk. Hening,hanya desiran ombak yang beradu dengan karang-karang.

“Chagi…”aku membuka suara sekedar mencairkan suasana.

“Oppa,tak seharusnya kita seperti ini. Kita tak bisa terus hidup dibawah gerangan mereka.”kalimat yang kunanti-nantikan telah keluar. Aku yakin kata-katanya tadi sudah difikirkanya selama kami bersama 5 tahun.

“Sudahlah tak usah dibahas.”

“Aku tidak bisa.”

“Lupakan.”kataku singkat lalu berbalik.

“Oppa…”lirihnya. Aku tau ia sangat takut apabila moodku turun. Tapi tak seharusnya seperti ini,”Jungroo-ah,kita sudah bahagia…”

“Tapi aku tidak bahagia.”

Singkatnya namun membuat hatiku sakit.

“Oppa,bukannya membuatmu kesal,hajiman…”

“Sudahlah, Ayo kita pulang!”aku berjalan meninggalkannya. Aku tak merasakan derap kaki yang biasanya menyusulku,kutolehkan kepala ke belakang. Jungroo masih belum beranjak,”Kenapa kau masih disana?!”teriakku dari kejauhan. Perlahan kulihat ia mulai beranjak pergi mendatangiku,

“Oppa,aku tidak bisa.”butir-butir kristal bening walaupun samar namun masih dapat aku lihat jelas,
“Hei~siapa menyuruhmu menangis?”

“Aku takut Oppa marah.”

“Tidak marah kok…”ujarku sembari menghapus air matanya dengan ibu jariku,kutatap lembut dirinya. Mata yang indah harus bersedih karenaku,”Apa kau mencintaiku Park Jungroo?”tangisnya semakin menjadi. Aku memeluknya erat. Kurasakan anggukannya dibalik pelukanku,”Jeongmal saranghae Oppa,hanya saja aku takut kau marah denganku.”kutepuk punggungnya lembut,

“Asal kau jujur aku tidak akan pernah marah pada orang yang aku cintai.”

“Mian..”

“Tidak,kau tidak salah. Tak usah minta maaf. Kita pulang otte?”

“Ne…”

Aku tersenyum lebar mendapatinya sudah mulai tenang,kuraih dagunya. Kutatap dalam kedua manik indah matanya,

“Kau bahagia?”entah apa yang terukir di wajahnya namun bibir lembutnya sudah kubungkam. Menciumnya lembut agar ia tahu seberapa besar cintaku. Tidak,besarnya cintaku tak bisa dilukiskan dalam sebuah ciuman. Hidupku,itu yang kupertaruhkan untuknya.

Aku terbangun dari tidurku,melihat senyumnya yang selalu bangun lebih awal dan memelukku sambil tersenyum memperhatikanku. Kadang aku berpura-pura terjaga hanya untuk melihatnya tersenyum melihatku,lalu memberikan morning kiss. Aroma Jajangmyeon buatannya selalu tersedia di atas meja,itu kesukaanku. Jika aku melihatnya memasak,aku langsung memeluknya dari belakang. Hembusan nafasku di tengkuknya membuatnya begidik kecil namun tetap tersenyum bak malaikat.

“Oppa! Aku hamil!!”Jungroo menyambutku dari pintu. Meski masih tak percaya aku langsung menggendongnya sambil berputar-putar. Perasaanku sangat bahagia,

“CHAGI!! AKU AKAN JADI AYAH!!!”

“Oppa! Pelan-pelan,bagaimana dengan dia?”aku menurunkannya,menatap perut mungilnya takjub,”Anakku!!”aku terus berteriak tidak jelas hingga beberapa tetangga menghampiri kami,”Ada apa ini?”

Aku menghambur keluar,”YEOROBUN!!! AKU AKAN JADI AYAH!!!”riuh selamat dan tepukan mengiringi Jungroo yang menepuk lenganku pelan,

”Oppa!!”

aku tahu ia malu,tapi toh tidak mengurangi rona kebahagiaan diantara kami. Setidaknya masih ada 9 bulan lagi untukku belajar menjadi ayah yang baik.

Selama masa hamil,ia makan 2 kali lipat dari biasanya. Ia juga lebih temperament,tak apalah. Mungkin efek dari kehamilan,”Nae aegi pasti tampan seperti appanya!”ujarku bangga.
“Aish~tapi jangan meniru appamu dengan kebiasaan tidurnya yang seperti beruang!”

“Hei! Soal itukan beda lagi!”

“Nae aegi kalau yeoja pasti cantik seperti Umma…”gumamnya sembari memperhatikan perutnya yang sudah membesar 8 bulan itu,

”Lupakan bagaimana nantinya anak kita. Yang penting sehat dan kuat”

“Oppa…”

“Hmm?”

“Namanya Hanna…”

“Nugu?”

“Dia…”tunjuk Jungroo dengan kepalanya. Kutatap lagi perut buncitnya,”Ne,Choi Hanna.”

Aku berusaha berfikir bahwa ada Jajangmyeon yang tiap hari tersedia di atas meja,aku berharap ada yang selalu memberiku morning kiss. Dan aku selalu merasa ada yang memelukku saat terjaga.

Setelah aku sadar,tinggal sebuah pigora dengan senyum tulusnya. Ada aku dan dia mengenakan baju putih,ia mengenggam seikat bunga. Senyum itu telah hilang ketika aku sadar ia sudah tidak ada disampingku. Setiap hari sosok terindah melambai padaku dan berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Tapi tidak sebaik yang aku bayangkan. Aku terlalu takut bila morning kiss itu hanya imajinasiku semata,aku ketakutan bila membayangkan pelukan itu sebuah angin lalu.

Bahkan menangis saja tak bisa.

Air mata telah mengering. Meskipun kau bilang baik-baik saja. Ini bukan hal yang baik untukku. Berulang kali aku berusaha baik-baik saja,sulit. Aku sangat sulit berkata “Chagi,aku baik-baik saja.”atau”Iam fine.”
Dan kau menyuruhku merelakanmu? Manusia bodoh mana yang rela melepaskan cinta matinya!
Bodoh,dan itulah yang aku lakukan. Hal konyol yang paling bodoh di dunia.

“Appa,ireona!”aku berbalik mendapati yeoja kecil mengenakan pakaian lengkap kasual warna hitam,”Appa~katanya mau jenguk Umma?”
Aku menggendong yeoja kecilku naik ke atas kasur,”Beri salam pagi untuk umma…”yeoja kecil itu mengambil pigora besar disamping pigora kecil foto pernikahanku,

“Umma~Hanna mau jenguk Umma!”ujarnya semangat,aku mengacak rambutnya pelan,”Kkaja!”

“Appa…”

“Ne?”

“Mandi dulu!”

“Yes,princess!”

“Appa!”

“Wae?”

“Katanya kakek dan nenek juga mau jenguk Umma,nanti aku main kerumah nenek ya!”

Aku tersenyum,”Ne!”

Hidup seperti roda yang berputar,harus berjalan mengikuti jalur yang telah ditentukan. Roda itu akan berjalan bila ada yang mengarahkan. Arahan itu akan terjalin apabila ada yang mendukungnya pula. Hal ini berarti kita tak dapat hidup sendiri,namun roda juga bisa berputar apabila bidang jalurnya menurun,hbahkan roda saja bisa berusaha berputar walau tak selancar sebagaimana mestinya. Kau yang mengajariku tentang bagaimana rasanya menjalani hidup. Mungkin aku berhutang padamu tapi akan selalu aku ingat, janjiku padamu,menjaganya sampai kau tahu,betapa besar cintaku padamu.

“Saranghamda,my wife…”

***

.::END::.

HWA!!!! APA-APAAN INI!!!!
*nendangbangku*

Kalo boleh jujur,sebenernye author kagak pernah bisa ahli bikin FF genrenya kayak beginong..
Adanya FF labil semua -__-“
Readers ku sayang!!!

GOMAWO!!!

PS: Doakan saya,besok lusa UTS!!
*fighting*

BYE2!!

25 thoughts on “My Wife

  1. annyeong,rhia imnida readers baru…
    ceritanya bgs thor,tp agak bingungin coz klo pas pndh tmpt crta gk d ksh tanda, n gk d jlsn jg istrinya meninggal gr2 knp.*cerewet*plakk #dtabokauthor

    • iya nih…
      wkwkwkwk…

      nulisnya kepepet,jadi seadanya…

      hahaha…coba di bayangkan meninggalnya kayak gimana,terserah readers. Ketabrak kek,ato apa terserah coba di bayangkan aja ya?

      gomawo!!

  2. Sebenarnya sich gak ada masalah soal alur ceritanya.
    Tp maaf utk pertama kali, saya masih blm dpt feel-nya. Jeongmal mianhae.
    Gamsahamnida

    • iya…

      masalah utamanya author gak bakat banget bikin genre begindang(?)

      Cuma nyoba aja,wkwkwk…
      tambah ngakak saya bcanya(?)

      Gak papa,itu masukan readers kan? Saya cuba lagi deh…hahaha…

      Gomawo XD

  3. Hallo, ane reader baru di sini. Ane AwR *mungkin dah knal*
    ohh iya nie mksdnya sedih ato gmana yahh? *ho~
    tp lmayan lahh, ngg’ terlalu abal.
    segitu ajah ane tanya. maaph klo nyinggung. *pasti gua di tonjok bessok di skull
    Gomawo,.

  4. haloo.. aku readers baru di sini shin sung yeong imnida #ga ada yng nanya #nangis di pojokan

    jungroo knpa bisa mninggal?
    #melongo kaya orang bego
    bgus cerita nya, ending nya sad ..

    • hahaha…emang ceritanya kayak gimana ya? Author lama gak review lagi ini FF lama.. hehehe…

      Kenapa ya? Ya meninggal gitu sih yah,kan kasian ya? kasian ya? lkasihaninlah authornya dong ya? hehe..
      gomawo udah mau komen ^^

  5. hii,i’m new reader..
    ceritanya daebakkk,thor..
    .tapi,plotnya bikin aku harus kedip-kedip mata gak percaya#engg?#kaget pas katnya jungroo meninggal.Kesannya tiba-tiba gitu…bikin schok aja,
    Pokoknya,daebak!bisa mainin perasaan reader..

  6. keren ff nya.. critanya gak mudah ditebak. tapi rada kurang jelas pnggambaran alur waktu mau ending. ada typo dkit”. but, gak mngurangi kadar kekerenan(?) crita. keep writing thor ^^ (y)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s