[Chapter 4] Rectangle Love

Title
Rectangle Love

Length
Chapter

Rating
PG-13

Genre
Romance, Friendship, Comedy (?)

Author
burninganchovy (@meutiakbachnar)

CAST/Main Cast
– Matsumoto Aya (OCs)

– Personel Super Junior-M as themselves

Disclaimers!!
All of Super Junior-M’s member are belong to God, their families, and SM-Ent.

This story is mine. Please don’t take this fanfic without permission from me.

If you want to take this, please take with full credit. ^^

Cuap-cuap Author

Annyeong! Kali ini saya kembali lagi dengan Chapter teranyar dari FF Rectangle Love. Adakah yang menunggu2 cerita cinta rumit yang dialami oleh Aya? Hehehe. Nggak apa2 deh kalo nggak ada juga. Yang penting tetep ngepost disini hehe. Buat Chapter kali ini saya ngerasa ceritanya kepanjangan. Jadi mian bagi para readers yang kecapean membacanya nanti. Dan maaf juga buat covernya kenapa selalu fokus sama pemeran utamanya aja *berhubung amatir banget soal ngeedit foto nih hehe*. Ehm… dan masih seperti dulu, komen (kritik/saran) masih sangat diharapkan loh ^^

~ HAPPY READING ~

Previous Chapter ~:: CHAPTER 1 :: CHAPTER 2 :: CHAPTER 3 ::

***

Hari ini, Aya diharuskan untuk mengikuti seluruh kegiatan Super Junior-M. Aktifitas boyband yang terkenal di Taiwan itu sangat padat hari ini. Mereka akan mengikuti sebuah acara talkshow di salah satu channel TV Taiwan dan melakukan photoshoot di beberapa tempat. Hal ini membuat Aya sedikit jengkel, karena ia harus membawa seluruh perlengkapan tujuh namja aneh yang tergabung dalam Super Junior-M itu.

            ”Omo~… Lihat Aya, dia persis seorang Ahjuma sekarang! Hahahaaha” ejek Henry saat melihat Aya tengah sibuk membawa barang-barang keperluannya.

          ”Donghae-ssi, apa itu ’Ahjuma’?” tanya Aya, yang masih belum tahu beberapa kosakata non-formal dalam bahasa Korea. Donghae yang sedang meneguk segelas air putih, spontan tertawa.

            ”Siapa yang memanggilmu dengan sebutan Ahjuma?” tanya Donghae, menatap gadis yang lebih pendek darinya. ”Itu artinya cewek cantik” lanjut Donghae sambil menahan tawa.

            Mendengar Donghae yang mengelabui Aya, seisi dorm pun ikut tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Aya, wajahnya langsung memerah ketika diberi tahu arti ’Ahjuma’. ”Jjinja? Apakah aku secantik itu? Tak kusangka, padahal kalian artis terkenal… Tapi kalian memanggilku gadis cantik. Aku tak tahu harus bagaimana sekarang~”, kata Aya—salah tingkah.

            ”Kalau begitu, kami boleh memanggilmu Ahjuma, kan?” tanya Kyuhyun, memastikan.

            Tentu saja Aya menganggukkan kepalanya, sembari malu-malu kucing. Ia langsung berlari kesana kemari, nampak ceria dengan panggilan barunya yang membuat dirinya melayang jauh ke awan.

            ”Dasar, babo” ujar Henry dan Kyuhyun, yang memang suka mengusili asisten manager barunya itu.

***

Kegiatan pertama di hari ini adalah hadir dalam sebuah acara talkshow. Setelah menghabiskan waktu cukup lama dalam perjalanan, akhirnya ketujuh personel Super Junior-M dan Aya pun sampai. Baru saja turun dari mobil, ketujuh lelaki keren yang Aya anggap sebagai namja aneh itu sudah dikerubungi oleh masyarakat sekitar—terutama dari gerombolan gadis remaja. Mereka sibuk meneriakkan nama Ryeowook, Donghae, Siwon, Zhoumi, Henry, Kyuhyun, ataupun Hangeng berkali-kali—berharap salah satu diantara  semua personel Super Junior-M itu membalas teriakan mereka dengan sebuah lambaian tangan.

            Aya, yang dianggap sebagai kalangan ’biasa’–yang juga mengidolakan para personel Super Junior-M, malah diajak bicara dengan salah seorang fans yang ada di sampingnya. ”Kau tahu, mereka itu ganteng sekali” ujar gadis remaja yang mengaku telah tergila-gila kepada Super Junior-M.

            ”Hah? I’m sorry, I can’t understand what are you talking about… I’m not that good in Mandarin” balas Aya singkat, sambil terus memantau tujuh artisnya.

            ”Waaah! Sungguh hebat! Mereka bahkan punya fans orang barat! Yaaa… walaupun mukamu tak seperti orang barat” lanjut cewek itu. Aya tak mempedulikannya, matanya terus tertuju kepada tujuh lelaki yang sekarang sudah hampir memasuki gedung tempat mereka akan diwawancara.

            Donghae, yang merasa Aya tertinggal jauh di belakang, kembali ke arah halaman depan gedung dan mencarinya. Para fans terus berteriak histeris saat Donghae berjalan ke arah mereka.

            ”Donghae, lihatlah aku!”

            ”Donghae-oppa!!”

            ”Donghae!! Siapa yang kau cari, Oppa??”

          Saat melihat Aya tengah bengong sendirian diantara kerumunan fans, Donghae langsung menghampiri Aya dan menarik lengannya. Melihat kejadian itu, spontan seluruh fans berteriak dan bertanya-tanya.

            ”Siapa dia?”

            ”Masih cantik aku, Oppa!”

            ”Hey, apa kau salah pilih, Lee Dong Hae?”

            “Aku disini, Dong Hae!! Harusnya kau menarik aku!”

            Aya kaget bukan main ketika Donghae nekat menarik lengannya dan membawanya keluar dari kerumunan fans. Seluruh paparazzi spontan bergerombol, berlomba-lomba mengambil foto Donghae yang tengah bergandengan tangan dengan Aya. Melihat keributan yang tak terduga ini terjadi begitu saja, para personel lain ikut membantu mengamankan Donghae dan Aya, kemudian langsung berlari bersama memasuki gedung.

            ”Kenapa kau ini bodoh sekali?” tanya Kyuhyun kepada Donghae.

            ”Untuk apa kau berlari menyusul Aya? Dia bisa jalan sendiri” lanjut Henry.

            Mendengar semua perkataan yang seakan memojokkan Donghae itu, Aya cuma bisa terdiam. Ia ingin sekali meminta maaf, tapi ia tahu, sekarang bukanlah saat yang tepat untuk melakukannya. ”Sudahlah… Kalian jangan memojokkan Donghae seperti itu. Lagipula, Aya kan asisten manager kita. Apa yang harus kita takutkan? Tak akan ada skandal aneh tentang mereka, terlebih lagi jika kita mengadakan konferensi pers dan mengklarifikasi kejadian tadi” akhirnya Siwon pun ikut bicara, mencoba membuat situasi yang sedikit memanas itu menjadi lebih tenang. Aya pun turut bernafas lega mendengar Siwon dengan segala wibawanya menengahi perdebatan yang ada di antara sesama personel. Aya dan seluruh personel Super Junior-M pun tak mau menunggu lama lagi, mereka segera ke lokasi talk show.

 ***

Acara talkshow berjalan cukup lancar. Kebanyakan pertanyaan yang dilontarkan oleh presenter adalah pertanyaan yang menyangkut masalah promo album mereka, dan kesibukan mereka sehari-hari. Sampai tiba suatu waktu dimana sang presenter menyapa Aya—yang sejak awal acara sudah terdiam sambil menundukkan kepala.

            ”Aaaah, are you Aya? A new manager assistant of Super Junior-M?” tanya si presenter, dengan bahasa Inggris. Aya dengan cepat mengangkat kepalanya dan mengangguk mantap. “May you introduce yourself?” lanjut presenter, meminta Aya untuk memperkenalkan dirinya.

            “Aaah, ottokee~ I can’t speak English well” balas Aya, sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. “Aku Aya. Aku datang dari Jepang mengikuti sayembara pencarian asisten manager Super Junior-M, dan sangat beruntung, aku terpilih. Aku sangat menikmati pekerjaan sebagai asisten manager mereka, karena mereka adalah makhluk langka yang tak pernah kutemui sebelumnya. Hehehehe”

            Semua hadirin pada acara talkshow itu serentak memasang muka kebingungan saat mendengarkan Aya berbicara dengan bahasa Jepang. Tak seorang pun mengerti dengan apa yang Aya bicarakan barusan. Melihat Aya yang panik bukan main, Donghae pun datang membantu menjelaskan kepada semua orang yang hadir pada acara talkshow itu bahwa Aya tidak bisa berbahasa Mandarin, dan kurang lancar berbahasa Inggris. Melihat pemandangan seperti ini, beberapa penonton pun ribut. Sedangkan personel lain sudah speechless.

            ”Waaah, kau nampak dekat sekali dengan asisten managermu, Lee Dong Hae?” ujar presenter, membuat para penonton puas—inilah yang dinanti-nantikan, pengakuan Donghae akan asisten manager barunya itu.

            Donghae terdiam sejenak.

            ”Kami mengenal Aya belum lama. Saat ia terpilih jadi asisten manager kami, apa yang kami bayangkan tentangnya benar-benar berbeda. Kami pikir, dengan predikat keartisan serta ketenaran kami, Aya akan bersikap seakan-akan ia benar-benar seorang asisten manager. Tapi justru tidak, kami salah mengira. Dia bahkan sering memarahi kami. Persis seperti Ahjuma…”

            Belum sempat Dong Hae menyelesaikan pembicaraannya, Kyuhyun dan beberapa personel lainnya pun memotong.

            ”Ya betul, dia persis seperti Ahjuma. Cerewet dan aneh”

            ”Dia berusaha keras mendidik kami seperti mendidik anak kecil”

            ”Dan akhirnya kami tahu pilihan manager kami tak salah. Pilihan yang jatuh kepada Aya memang pilihan tepat. Dan karena Aya selalu memperlakukan kami sebagai teman, kami merasa harus memperlakukannya juga sebagai seorang teman. Kami bersahabat baik”

            Semua penonton yang ada di acara talkshow itu berteriak histeris. Mereka semua membayangkan betapa beruntungnya menjadi seorang Aya. Kemudian, standing applause pun berdatangan untuk Aya. Semua sorotan mata kini tertuju pada cewek mungil yang duduk di antara Henry dan Kyuhyun itu. Aya, yang nggak mengerti apa yang terjadi sekarang, berbisik pada Kyuhyun. ”Kyuhyun-ssi. Ada apa dengan semua orang? Kenapa melihatku seperti itu? Apa aku salah bicara? Padahal, aku kan tidak berbicara apapun dalam bahasa Mandarin. Haaahhh… aku harus bagaimana?”

            Kyuhyun menoleh dan tersenyum licik. “Dasar babo~ Kau pura-pura mengerti saja! Selama kau di-shoot oleh kamera, kau harus tampak elegan. Lihat, seperti aku. Tersenyum, dan ketampananku akan semakin terpancar. Bukankah begitu?”

            ”Cih, percuma kau melakukan itu Kyuhyun-ssi. Kurasa, aktris cantik Kim Tae Hee yang kau puja-puja itu tak akan menonton tayangan talkshow ini. Mungkin dia sedang bersama aktor ganteng lain, dan beradegan mesra untuk sebuah scene dalam drama terbarunya” balas Aya, menyindir Kyuhyun.

            Kyuhyun kembali menoleh dengan ekspresi shocked. ”Aiiiisssh… bocah ini”

Aya dan Kyuhyun memang seperti kucing dan anjing. Tidak pernah bisa akur. Tak peduli dimana mereka berada, pasti saja ada pertengkaran kecil yang terjadi diantara mereka berdua. Seperti sekarang, mereka saling berlomba dalam menginjak kaki masing-masing. Dan toh, pada akhirnya Aya yang memiliki tenaga kuli (?) memang keras sekali menginjak kaki Kyuhyun.

            ”AAAAAAAA!!!” teriak Kyuhyun, saat menerima injakan keras dari Aya pada kakinya.

            ”Cho Kyuhyun? Apa kau baik-baik saja?” tanya presenter, heran.

            Melihat sekarang semua sorotan mata tertuju padanya, Kyuhyun justru bungkam—Malu. Tak lama kemudian ia mengangkat kepalanya dan menyunggingkan sebuah senyuman. ”Aku hanya sedikit histeris melihat kalian semua yang benar-benar berarti untukku” kata Kyuhyun, ngeles.

            KYAAAAA… seisi ruangan itu pun berteriak mendengar pernyataan Kyuhyun barusan. Sedangkan Kyuhyun, sudah memberi pandangan sinis maksimal kepada Aya. Pandangan sinis itu seolah memiliki maksud seperti ini: ”AWAS KAU AYA AHJUMAAAA!!!!”

***

Seusai acara talkshow tadi, Aya langsung berjalan di samping Siwon si bijaksana. Kalau aku jalan di samping Siwon, dan kalau Kyuhyun evil itu datang mau menghajarku, pasti Siwon akan menceramahinya habis-habisan. Hahahaha, pikir Aya. Benar saja, Kyuhyun nggak berani mendekati Aya, walaupun ia berjalan disamping Siwon. Tapi semua dendam kesumat Kyuhyun yang bagaikan dendam Nyi Pelet itu (?), akhirnya tersalurkan saat mereka berhasil melarikan diri dari kerumunan fans dan masuk ke dalam mobil. Kyuhyun duduk persis di samping Aya dan tersenyum licik. ”Kau tak bisa kemana-mana lagi, Ahjuma

            Aya sudah ketakutan. ”Aish, aku sedang tak beruntung kali ini~”

            ”Enaknya diapain, ya?” pikir Kyuhyun.

            ”Bagaimana kalau traktir kimchi?”

            ”YAA~! Kau pikir kau ini siapa, haaah?!” balas Kyuhyun, kesal. Ia terus memikirkan cara untuk membalas perbuatan Aya yang sudah membuatnya malu di depan para penonton tadi. ”Aaa! Setelah ini kan kita akan melakukan photoshoot di pantai… Kau harus bawa semua keperluanku ya, Ahjuma? Bawa semuanya itu kemanapun aku pergi”

            Aya mengangguk lemas.

            ”Donghae, aku harap kau tak akan mengulang hal seperti tadi” Zhoumi mulai angkat bicara. Donghae tidak merespon perkataan Zhoumi, ia tetap memandang ke arah luar jendela mobil. Melihat ini, Aya pun merasa bersalah.

            ”Sepertinya ini semua salahku” ujar Aya.

            ”Sudahlah, lebih baik tak usah dibahas lagi” balas Hangeng, yang akhirnya ikut bicara juga. Donghae yang melihat Hangeng seakan-akan tengah membela Aya, kembali terbakar oleh rasa cemburu. Ia semakin kesal dan makin acuh-tak-acuh terhadap sekitarnya.

            ”Aaaa, ya, sudahlah. Kalaupun ada pemberitaan aneh besok, kita akan segera buat konferensi pers” tambah Siwon.

***

Kali ini, mereka pergi menuju sebuah pantai untuk melakukan kegiatan photoshot. Dan sesuai janjinya dengan Kyuhyun, begitu turun dari mobil, Aya langsung bergegas mengambil semua barang Kyuhyun dan berlari kesana-kemari mengikuti Kyuhyun—kemanapun ia pergi. ”Hosh…hosh… Dasar Kyuhyun gilaa! Aku ini asisten managernya! Aish capeknyaa” keluh Aya, ketika mendapat jatah istirahat sepersekian detik dari bos barunya sekarang—Kyuhyun.

            ”Maafkan aku merepotkanmu tadi” ujar Donghae, yang tiba-tiba menghampiri Aya.

            Aya yang masih kecapekan, menoleh lemas. ”Donghae-ssi, seharusnya aku yang meminta maaf… Maafkan aku ya, tapi aduh, aku sedang capek saat ini. Aku tak bisa banyak bicara. Hosh… hosh…”

            Donghae tertawa kecil. ”Dasar kau, Ahjuma

            Mereka terdiam untuk beberapa saat, sampai akhirnya Donghae kembali berbicara. Namun kali ini Donghae berbicara dengan menggunakan bahasa Mandarin. “Asal kau tahu Aya… Aku menyukaimu. Kau berbeda dengan yang lain. Aku cemburu melihatmu bersama Hangeng. Makanya aku selalu mengawasimu. Aku tak ingin kehilangan satu detik momen bersamamu sehingga aku kalah dari Hangeng”.

            “Yaa~ Donghae-ssi, kau ini… Kau kan tahu aku tak bisa berbahasa Mandarin… A-Apa itu artinya?” tanya Aya, penasaran.

            “Aniya… Rahasia. Kalau kau sudah cukup umur aku akan memberitahukannya padamu! Hahaha” balas Donghae.

            “Hah, apa maksudnya?! Aih, aku tak menyangka seorang Lee Donghae bisa juga berkata 17+. Aiishh, sungguh sulit dipercaya! Oh, aku rasa aku akan semakin aneh. Aaa~” ujar Aya, kaget dengan jawaban Donghae barusan.

            ”Babo. Aku ini ’bersih’ dari hal yang ’seperti itu’. Kau saja yang salah paham, Aya”

            ”Tak apa, Dong Hae-ssi. Bagaimanapun kau adalah seorang pria. Aku sangat memakluminya. Oke, a-aku… kesana dulu ya! Daah” balas Aya, langsung meninggalkan Donghae.

            Donghae lagi-lagi tertawa kecil sembari melihat Aya yang berlalu dari hadapannya. Ia senang seharian ini, ia tak melewatkan satu momen pun untuk bersama-sama dengan Aya. Apalagi Hangeng tak berada di samping Aya saat ini. ”Kau aneh, Aya. Dan aku lebih aneh lagi. Aku menyukaimu” ujar Donghae.

            ”YAA~!! K-Kau?!” Kyuhyun yang tengah mencari ’budak sehari’-nya itu tak sengaja mendengar serta melihat Donghae senyam-senyum sendiri sambil menyebutkan nama Aya.

            Donghae, begitu melihat Kyuhyun, hanya bisa menghela nafas panjang dan memasang tampang pasrah. Kemudian, ia pergi begitu saja karena takut Kyuhyun akan meributkan masalah perasaan Donghae terhadap Aya kepada personel lain. Sambil melangkah pergi Donghae berpesan kepada Kyuhyun, ”Jaga mulutmu, or YOU WILL DIE”.

***

Sejak mendengar ungkapan cinta Donghae di pantai untuk Aya, Kyuhyun terus memperhatikan gerak-gerik hyung-nya itu. Aku yakin, Donghae-hyung sedang tak beres saja kemarin, pikir Kyuhyun—mencoba memastikan kalau Donghae tak akan mungkin menyukai Aya. Saking penasarannya, Kyuhyun sering melakukan aksi pendekatan diri kepada Donghae. ’Pendekatan’ tiba-tiba yang dilakukan Kyuhyun ini justru membuat Donghae risih.

            ”Aish, dimana-mana aku melihatmu. Bahkan sekarang kau sudah ada di kamarku!” seru Donghae, ketika mendapati Kyuhyun yang (lagi-lagi) berada di kamarnya tanpa tujuan.

            ”Makanya, kau beritahu aku, hyung… kenapa kau bisa menyukai gadis seperti Aya Ahjuma itu?” balas Kyuhyun, dengan naluri evil maknae-nya.

            Donghae menatap Kyuhyun sinis. ”Sekarang aku yang bertanya padamu. Kau sendiri, kenapa bisa sebegitu sukanya dengan Kim Tae Hee yang bahkan jauh lebih tua darimu, huh?”

            ”Aish, jangan kau sebut nama itu. Aku tiba-tiba terkulai lemas dan makin tak sanggup keluar dari kamarmu, hyung” jawab Kyuhyun, mencoba mengalihkan pembicaraan. ”Ng… Sepertinya ide bagus kalau aku tidur di kamarmu malam ini”

            Donghae pasrah. Donghae yang begitu lembut mana mungkin bisa mengusir Kyuhyun untuk keluar dari kamarnya. Ia pun membiarkan Kyuhyun berlama-lama di kamarnya. Dan sesuai permintaan, Kyuhyun diperbolehkan untuk tidur di kamar Donghae—malam ini saja.

***

Keesokan paginya, Aya datang tepat waktu ke dorm. Dan sudah genap enam belas kali ia mengetuk, tetap saja tak ada penghuni dorm yang berbaik hati untuk membukakan pintu. Sampai akhirnya ketukan yang ketujuhbelas…

            ”Oh?”

            ”Ha-Hangeng?” tanya Aya, dengan perasaannya yang tak menentu ketika pintu dorm itu dibuka oleh orang yang dikaguminya—Hangeng.

            ”Kau sudah lama berdiri disitu?” tanya Hangeng, sambil mempersilakan Aya masuk. ”Maaf, dorm masih seberantakan ini”

            Aya menggeleng-gelengkan kepalanya. ”Apa yang kau katakan? Aku kan sudah terbiasa dengan kebiasaan kalian semua. Termasuk hobi kalian semua untuk membuat dorm ini berantakan. Hehehe… Oh ya, apa kau lapar, Hangeng?”

            KRIUUUK. Hangeng nampak shock berat ketika suara keras yang berasal dari perutnya itu seakan-akan menjawab pertanyaan Aya. Dengan wajah cengengesannya, ”Ehe ehe… Sudah tiga kali kau mendengar badanku bersuara aneh… ehe ehe”

            Aya tertawa kecil. ”Ayo, makan. Jangan tunggu semua personel bangun. Mungkin mereka masih kecapekan karena kemarin kalian sibuk sekali. Kalau kau menunggu mereka semua terbangun, aku akan lebih banyak mendengar suara aneh dari badanmu… Hahaha”

            Aya dan Hangeng pun duduk bersama di meja makan. Aya, yang sudah mengalami perkembangan pesat dalam membuat masakan enak, membuat Hangeng senang dan bersemangat dalam melahap semua makanan yang dibawa oleh Aya. Sambil melahap makanan, sesekali Hangeng mengajak asisten managernya itu bicara tentang apa saja. Ah, so sweet, aku seakan-akan jadi istrinya Hangeng saat ini, ujar Aya dalam hati—yang tengah berbunga-bunga karena bisa melihat Hangeng makan dari jarak yang lumayan dekat.

Hyung, sini… sini…”

            Kyuhyun memanggil Dong Hae yang baru saja beranjak dari tempat tidurnya. Ia menyuruh hyung-nya untuk melakukan hal yang sama dengannya—mengintip sebuah pemandangan luar biasa dari lubang pintu. Donghae pun menjadi sangat serius memperhatikan pemandangan yang ditunjukkan oleh Kyuhyun. ”Apakah kau cemburu?” tanya Kyuhyun, dengan polosnya, ketika melihat hidung Donghae kembang-kempis—persis seperti orang yang sedang memendam rasa kesal.

            ”Aniya. Untuk apa aku cemburu?!” Donghae mengelak.

            ”Kalau begitu, minggir kau hyung! Aku mau ikut makan bersama mereka diluar sana!” balas Kyuhyun, mencoba menyingkirkan Donghae dari pintu.

            Rupanya pemandangan yang tengah dilihat oleh Donghae adalah pemandangan Aya dan Hangeng yang tengah makan bersama di meja makan. Donghae tak bisa membohongi dirinya sendiri. Ia cemburu… sangat cemburu kepada Hangeng. ”Tunggu sebentar saja… rasanya tak enak kalau kita mengganggu kemesraan mereka” Donghae berusaha keras mencegah Kyuhyun yang bersikeras ingin secepatnya keluar dari kamar Donghae.

            ”YAA~!! AKU LAPAR!! KELUARKAN AKK~~”

            Dengan cepat, Donghae membungkam mulut Kyuhyun dengan double tape berukuran besar. ”Kau ini berteriak seakan-akan aku telah menculikmu!!” ujar Donghae kesal. ”Ya sudah, kita keluar bersama. Aku juga lapar”

            Saat mereka berdua keluar dari kamar, Aya menganga dan terus memandangi dua orang yang tengah berjalan mendekat padanya—Donghae dan Kyuhyun. ”Sepertinya kau sudah makan jatah punyaku, hyung” ujar Kyu Hyun.

            ”Ka-Kalian?” tanya Aya, sambil menutup mulutnya—menampilkan ekspresi tak percaya serta kebingungan. ”Ka-Kaliaaan?”

            Kyuhyun dan Donghae saling bertatapan dan balik bertanya kepada Aya. ”Kami? Ada apa dengan kami berdua?”

            ”A-Apa kalian tidur bersama? Hanya berdua? Oh… Oh… Aku rasa sudah ada yang tak beres di dorm ini” ujar Aya. ”Dan kau Kyuhyun, jadi… kau menyerah begitu saja soal Kim Tae Hee dan memilih untuk… untuk menyukai Donghae-ssi? Aissh”

            ”YAAAAA!!!”

            Donghae dan Kyuhyun berteriak. Mereka berdua mencoba menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada Aya.

            ”Ini semua nggak seperti yang kamu pikirkan Aya!”

            ”HYAA! Babo, aku masih normal!”

            ”Kyuhyun… Bocah ini hanya ada perlu sebentar saja di kamarku”

            ”Semalam aku kesepian… tak ada yang menemaniku bermain game. Jadi aku mendatangi Donghae. Arasseo?”

            Aya menggeleng-gelengkan kepala, berpikir sebentar, dan akhirnya berbicara. ”Aaah, lega. Kupikir kalian berdua sudah nggak normal lagi. Aaaah, untunglah. Nah sekarang, ayo makan! Apa perlu aku panggilkan yang lainnya? Tunggu sebentar ya, aku akan memanggil Henry, Zhoumi, Ryeowook, dan Siwon!” ujar Aya, yang kemudian berlalu menuju lantai atas—letak kamar keempat personel lainnya.

            Sementara itu, di meja makan yang tersisa sekarang hanyalah Kyuhyun, Donghae, dan Hangeng. Dengan sedikit ragu, Donghae memulai pembicaraan. ”Ehm… Hangeng… Jadi kau menyukai Aya?”

***

Apa yang akan Hangeng jawab nanti? Apakah perasaan Aya kepada Hangeng akan terbalas, sementara Donghae harus memendam perih karena cintanya kepada Aya tak terbalas? Lalu, apakah hanya tiga orang yang terlibat dalam konflik cinta ini?  *ceilee udah berasa di sinetron aja nih si author haha*

~ To be continued ~

11 thoughts on “[Chapter 4] Rectangle Love

    • vote siapa nih? vote aya sama hanggeng ya? atau aya sama donghae? atau aya sama kyu? hehehe~ ditunggu aja ya jawaban hanggeng di chapter selanjutnya, semoga ngga mengecewakan para pembaca jawaban hanggeng nantinya kekeke~ ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s