I’m Tired To Loving You (Chapter 2)

Title : I’m tired to loving you

Author : KimSaeNa a.k.a Devi

Rating : PG13/straight/Mini Drama

Genre : Romance/Friendship/Angst/a little bit comedy

Cast    : Boyfriend- Minwoo

B1a4        – Jinyoung

Kim Sae na

Kim Yoon mi

Disclaimer :Minwoo boyfriend are belong to Starship entertaiment and his parent

Jinyoung B1A4 are belong to WM entertainment and his parent

I don’t make money from this fanfic. It’s just for fun.

Please don’t sue me.

Chapter 2

When I miss you, I close my eyes and I can see that person better
I try to forget and erase, but I get reminded of that person more
I told myself a lie thinking that that person would come back

(FT Island-love sick)

Yoon mi pov

“ Annyeong…Mian aku terlambat,aku ada urusan mendadak tadi..”

Aku menoleh dan mendapati Minwoo berdiri di depan satu-satunya kursi kosong yang masih ada di sana,kemudian ia menarik kursi itu pelan dan mendudukinya. Akhirnya dia datang juga.. Aku sudah hampir mati kebingungan di sini. Ekspresi Sae na biasa saja saat melihat Minwoo. Heyy apa namja ini kurang mempesona baginya?

Beberapa saat kemudian,aku,Jinyoung,san Minwoo terlibat percakapan seru tentang masa-masa SMA kami dahulu. Betapa rindunya aku akan masa situ. Sekarang semua sudah berubah,kami tambah dewasa,kami sudah tidak bisa bebas bermain sama seperti dulu.

“ Mianhaeyo,aku harus pulang..” Sae na bangkit berdiri dari kursinya. Tampangnya sudah semakin kusut sekarang.

“ Ne,hati-hati di jalan..” Jinyoung berkata dengan ekspresi yang datar. Seolah-olah dia berkata seperti itu hanya untuk formalitas saja.

“ kok cepat pulang sih?” aku berusaha menahannya. Apa Sae na marah?

“ Aku disuruh pulang oleh omma,ada acara..” Aku tahu Sae na berbohong,kalau ia ada acara,ia tidak akan ikut hari ini. Wahh ternyata Sae na benar-benar marah.

“ Ahhh,lain waktu kita kumpul bersama lagi ya..Annyeong..”

Sae na hanya tersenyum,raut wajahnya seperti memendam sesuatu. Minwoo malah tidak berkata apa pun.

Setelah Sae na pergi,kami asih mengobrol seru bertiga,hatiku masih tidak tenang memikirkan Sae na,Ahh sudahlah ia pasti akan baik-baik saja.

End of the pov

***

Sae na Pov

Menyedihkann.. Pertemuan ini berakhir dengan sesuatu yang menyakitkan untukku Kalau ditanya apa aku marah? Mungkin.. tapi lebih tepatnya aku kecewa. Siapa sih yang tahan jadi obat nyamuk di sana? Aku merasa tidak dianggap. Aku tidak menyalahkan Yoonmi. Mungkin memang harusnya aku tidak ikut saja. Hhh apalagi makhluk bernama Minwoo itu.

Aku sudah tidak menyukainya sejak awal ia datang,ia membawa aura negative. Ia sombong,bahkan menatapku saja ia tdak pernah. Ia tida mengucapkan sepatah katapun padaku. Heyy namja? Apakah ucapanmu begitu mahal? Aku pulang dengan setumpuk rasa kesal di dadaku. Jinyoung mengapa kau begitu dingin padaku?

“ Marah ya?” Yoonmi sudah bertanya pertanyaan yang sama untuk yang kesepuluh kalinya hari ini. Sejak pagi memang aku sudah Badmood,sejak kejadian kemarin rasanya aku merasa tidak dihargai.

“ Aniya,aku hanya kecewa..itu saja..” Aku membereskan bukuku dan memasukkannya secara asal ke dalam tas.

“ Mian kalau aku kemarin seperti menganggapmu tidak ada. Habisnya aku kangen masa-masa SMAku.”

“ Arraseo… lagipula ternyata yang namanya Minwoo itu sombong sekali ya.”

“ Ahh dia memang seperti itu terhadap orang yang tidak dikenalnya..”

“ Tapi setidaknya kalau menyapa masih bisa kan? Tapi buktinya dia tidak melakukan itu.” Rasa kesalku jadi menumpuk. Harusnya aku sudah bisa memprediksi kalau Yoonmi akan membela namja itu.

“ Ahhh nanti aku akan berusaha deh untuk membuat dia sedikit lebih ramah padamu.”

Sedihku kembali muncul,yang aku inginkan adalah bukan sikap Minwoo yang berubah,aku tidak peduli dengan dia,aku hanya berharap sikap Jinyoung melembut padaku.Entah aku harus melakukan apa.

“ Lalu bagaimana tanggapanmu tentang Jinyoung?”

“ Anaknya sih ceria,tapi hanya denganmu,kalau denganku sikapnya tampak tidak bersahabat.” Hatiku sakit sendiri waktu mengatakan hal itu..

Apakah aku mulai jatuh cinta dengannya? Apakah secepat itu? Aku baru saja mengenal dia.. aku belum tahu seperti apa sifat aslinya. Apakah ia baik atau jahat? Aku aneh memang kalau aku mengatakan aku mencintainya. Tetapi aku merasakan perasaan aneh setiap kali melihatnya. Entah waktu di foto maupun aslinya. Walaupun aku hanya bertemu sekali dengannya. Apakah ini cinta? Seseorang tolong jawab aku? Apa aku jatuh cinta?

End of the pov

***

Yoonmi Pov

            Aku bukannya tidak mau membantu Sae na. Tetapi bukankah ia harus berusaha sendiri? Lagipula terlalu cepat ia mengatakan bahwa ia jatuh cinta dengan Jinyoung? Heyy ia baru saja mengenal Jinyoung. Bahkan setelah pertemuan mereka yang berakhir dengan menyedihkan kemarin,Sae na masih penasaran dan ia ingin bertemu lagi dengan Jinyoung.

Aku pun sama dengannya,tapi aku lebih lancar dengan Minwoo.Tentu saja karena aku berusaha sebaik mungkin di hadapannya. Bahkan aku sudah janji bertemu dengannya lagi minggu depan. Terlalu cepat memang kalau bertemu dengan selang waktu hanya seminggu. Tetapi aku tidak puas kalau hanya berkomunikasi lewat ponsel.

Aku juga ingin mencari tahu apa dia sudah memiliki yeojachingu atau belum. Kalau sudah,aku kan bisa muncur teratur,tidak usah sampai berharap yang tidak mungkin terjadi. Daripada aku sendiri yang sakit nantinya,karena terbang terlalu tinggi,lalu jatuh lagi seperti ini. Menyakitkan… bahkan sangat menyakitkan..

Sae na,mian ya,soal kasus cintamu aku belum bisa membantu lagi soalnya aku sendiri sedang bingung dengan kasus kisah percintaanku sendiri. Mungkin aku hanya bisa menjadi perantara tapi tetap kau harus berjuang sendiri..

“ Sudahlah katakan saja siapa namja yang kau suka itu? Kita satu kelas dengannya kan waktu kelas X?” Minwoo berusaha membujukku. Aku sudah lelah dengan pertanyaannya yang itu lagi.. itu lagi.. Padahal namja yang aku sukai ada di depanku saat ini. Lucu sekali.. aku curhat tentang orang yang orang yang aku suka ke orang itu sendiri. Aku hanya ingin mendengar tanggapannya saja.

“ Itu rahasia pribadiku. Aku hanya akan menyebutkan cirri-cirinya saja. Hahahaha,kalau kau pintar kau pasti bisa menebak siapa namja itu..”

“ Memang apa ciri-cirinya?”

“ Dia sebenarnya baik hanya saja sifatnya tertutup sikap angkuhnya. Ia terlalu sombong untuk melihat ke bawah,ia mau semuanya sempurna..”

“ Begitukah? Sepertinya waktu kita kelas X tidak ada namja yang mempunyai sifat seperti itu..” Minwoo mengerutkan keningnya tanda ia bingung.

Aishhhh. Masa kau tidak sadar sih? Yang aku bicarakan adalah kau Minwoo. KAU!!

“ Ada lohh..”

“ Masa? Nuguseyo?”

“ Ohhh mian ini masih rahasia,kau harus menebaknya sendiri.” Aku tertawa melihat ekspresi aneh Minwoo. Ia pasti sudah kebingungan sekarang. Hahaha…

“ Aishh,aku lelah menebak-nebak,nanti aku pikirkan dulu..”

“ Lalu bagaimana denganmu? Masa tidak ada yeoja yang kausukai atau mungkin kau sudah mempunyai yeojachingu..” Aku merasa gugup saat menanyakan hal ini. Sungguh aku berharap ia menjawab tidak ada.

“ Yeojachingu?? Hahahha aniya,aku belum punya,tapi yeoja yang aku sukai ada..”

Aku sedih mendengarnya,namun aku berusaha setabah mungkin menghadapi kenyataan yang membentang di hadapanku. Ternyata 4 tahun tidaklah cukup,aku akan terus menunggunya untuk melihatku.

“ MWO? Siapa yeoja yang kurang beruntung itu? Bisa ditaksir oleh namja sepertimu?” aku berusaha tersenyum walaupun rasanya perih harus berpura-pura tidak ada apa-apa seperti ini.

“ Teman kuliah..namanya Hye rim..manis,tapi sayangnya dia sudah menolakku.”

Minwoo? Ditolak? Hye rim itu tidak bisa bersyukur ya dicintai namja seperti Minwoo. Coba kalau aku yang ditembak,sudah pasti aku akan menerimanya.. Dasar Hye rim aneh.

“ Sudahlah lupakan dia. Carilah yeoja lain..”

“ Aku tidak bisa melupakan dia,aku masih mencintainya,lagipula dia masih single jadi tidak ada salahnya kalau aku menyukai dia.”

“ Ne,tapi dia sudah menolakmu.”

“ Aku bisa menyatakan cinta lagi nanti,lain waktu,selama ia masih sendiri aku yakin aku punya banyak kesempatan.”

 

End of the pov

***

Jinyoung pov

            Aku meraih ponselku karena benda itu daritadi berbunyi. Siapa sih yang mengangguku sekarang? Aku sedang ingin sendiri..

Hmm nomer tidak dikenal. Ahh aku angkat sajalah daripada penasaran.

“ Yeoboseyo?”

“Jiyoung-ssi?”

“ Ne,mian ini siapa ya? Nomermu tidak ada dalam kontak ponselku.”

“ Ini Sae na..” Mau apa yeoja ini menelponku? Mengganggu saja,tapi aku tidak enak dengan Yoonmi,karena Sae na adalah chingunya.

“ Waeyo,Sae na?” aku bertanya dengan nada suara sedatar mungkin,walaupun aku ingin sekali memaki-makinya karena ia telah menggangguku.

“ Bisakah kita bertemu?”

“ Euhmmm,ne,kapan?” sebenarnya aku malas menyetujui ini,namun aku merasa tidak enak.

“ Kapan kau bisa?”

“ Besok?”

“ Ne.di café kemarin kita bertemu jam 10 ya..annyeong.”

Klik! Aku mematikan sambungan telepon. Aku penasaran kenapa Sae na mengajakku bertemu ya? Sayang sekali pertanyaanku baru bisa terjawab besok.

End of the pov

Sae na pov

            Aku tidak percaya kalau aku benar-benar menelponnya. Ahhh rasanya aku sudah ingin mati karena hal ini. Untung saja ia tidak menolak ajakanku. Hmm aku berharap pertemuan besok akan lebih baik dari pertemuan waktu itu. Aku masih penasaran,aku ingin mencari tahu lebih banyak tentang Jinyoung. Aku harus aktif besok,aku kan tidak mau hanya diam-diaman saja dengannya.

Minimal aku harus tahu sesuatu tentangnya dari mulutnya sendiri,bukan hanya dari Yoonmi,ya aku harus bisa melakukan hal itu.Arghh aku sudah ingin berteriak karena bingung,tetai aku harus tenang untuk menghadapi hari esok.

Sudah hampir satu jam aku menunggu di sini. Apa Jinyoung tidak akan datang? Kata Yoonmi Jinyoung selalu on time,tapi kenapa ia sampai terlambat seperti ini? Aku menunggunya dan terus menunggu,aku yakin ia akan datang.

“ Ada perlu apa denganku?”

Terima kasih Tuhan,akhirnya dia datang..

“ Aku hanya ingin meminta maaf.”

Jinyoung menaikkan sebelah alisnya tanda ia tidak begitu megerti apa yang aku katakan.

“ Soal kejadian kemarin,maaf aku harus pulang cepat.”

“ Ahh,itu bukan masalah untukku.”

Aduhh namja ini datar sekali sih.Aku jadi bingung harus berkata apa lagi.

“ Yaa! Hanya itu saja yang ingin kau katakan?” nada suara Jinyoung terdengar ketus. Apa dia marah padaku? Tapi apa iya? Memang aku salah apa?

“ Aku ingin menjadi temanmu. Boleh kan?”

Sae na bisa tidak sih kau jangan berbuat bodoh? Tapi aku sudah bingung ingin mengatakan apa lagi.

“ Siapa yang bilang tidak?” Jinyoung tersenyum. Kali ini lebih tidak ada paksaan. Aku lega melihat senyumnya. Tuhan jangan biarkan aku meleleh.

“ Aku suka melihat senyummu..” aku langsung menunduk segera setelah mengatakan hal itu. Mulutku kenapa tidak bisa di rem sih?

“ Gomawo..” Jinyoung tersenyum lagi. Tapi senyumnya aneh. Ahh aku lebih suka melihat senyummu yang tadi loh..

“ Kau mau bercerita tentang dirimu?”

“ Mian,tapi aku tidak biasa bercerita tentang diriku dengan orang yang belum aku kenal.”

SRETTT!! Serasa ada pisau yang merobek bagian terdalam hatiku. Aku sedih mengakui hal ini. Tapi barusan dia bilang apa? Dia bilang belum mengenalku?

“ Yasudah kalau kau tidak mau,biar aku saja yang bercerita… namaku Kim Sae na,umurku 19 tahun,aku suka warna pink dan satu lagi..aku tidak suka pada seseorang yang dingin.” Aku menyerocos asal di depannya,habisnya aku sudah terlanjur berjanji pada diriku,aku tidak akan diam lagi,sebodolah dia mau menganggapku yeoja aneh sekalipun.

“ Ternyata kau cukup lucu.”

“ Gomawo.. kau juga bisa lucu,asal kau tidak dingin..kau sudah seperti es batu kau tahu..”

“ Aku tidak suka ada orang yang mengomentari sesuatu tentangku padahal ia belum mengenal siapa aku.” Jinyoung bangun dari kursinya dan berjalan pergi. Meninggalkanku.

***

 To Be Continued
Teaser Chapter 3
“ Pernahlah..memang aku tidak pernah jatuh cinta apa,hanya saja dulu itu rasanya sakit,kalau ini rasanya aneh,entah di mana letak perbedaannya.”
“ Ani……Kau memohon sampai kapanpun aku tidak akan mau berbicara..”
“ Maksudku,kenapa kau tidak bilang padanya? Mau sampai kapan kau memendam semua itu?”
“ Aku hanya tidak ingin dia sakit. Dia sahabatku yang terbaik,aku ingin kau menjaganya,sama seperti kau menjagaku,perlakukan ia sama seperti kau memperlakukanku.”
 

2 thoughts on “I’m Tired To Loving You (Chapter 2)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s