[Freelance] Splendid Marriage Part-2

 

Title:

Splendid Marriage (Part 2)

Length
Series-Chapter

Rating

PG15

Genre

Drama, Romantic

Author:

Wulanchynngsh

Cast:

• Baek Suzy Miss A

• Jang Wooyoung 2PM

• Ok Taecyeon 2PM

• Im YoonA SNSD

Other Cast:

Find it in this story ;)

Disclaimer:

Berhubung aku lagi suka banget Suyoung couple, jadi terciptalah ff ini. Semua cast milik Tuhan, jalan ceritanya milik aku jadi no bashing ya! Happy reading =)

“Cyeon oppa?” Suzy terlihat kaget melihat Taecyeon yang tiba-tiba masuk keruangan itu.

 

“Iya, kami memang berpacaran hahaha” Wooyoung terlihat seperti sedang memanas manasi Taecyeon.

 

“Oh, selamat ya kalau begitu. Semoga kalian bisa sampai ke pernikahan sepertiku hahaha” Taecyeon menepuk pundak Wooyoung lalu mengacak rambut Suzy pelan.

 

“Ayo Wooyoung, kita harus tampil” Taecyeon menatap Suzy lalu melanjutkan

 

“Kupinjam sebentar namjamu ya yeppeo-ni” Taecyeon mengedipkan sebelah matanya.

 

“Ya! Jangan menggoda dia hyung. Dia yeoja ku” Wooyoung memandang Taecyeon sedikit evil.

 

“Hahaha mianhaeyo, hanya bercanda youngi. Jaga Suzy baik baik ya, jangan menyakitinya”

 

‘Hah bagus sekali kau oppa. Menasihati Wooyoung oppa agar tidak menyakitiku. Sementara kau? Apakah kau tak sadar? Sudah seringkali kau menyakitiku, bahkan sekarangpun kau menyakitiku LAGI’ Suzy memandang Taecyeon kecewa.

 

“Tenang saja hyung. Aku sangat mencintainya, aku tak akan mungkin menyakitinya”

 

“Baiklah, ayo keatas panggung” Taecyeon menarik baju Wooyoung dan mengajaknya keatas panggung.

 

***

 

Miss A, 2PM, 2AM, MBLAQ dan WG baru saja kembali dari KBS. Jam sudah menunjukan pukul 00.45 malam waktu korea. Mereka pun naik ke lantai dorm masing masing.

 

“Suzy” Wooyoung sedikit berlari mengejar Suzy yang sudah setengah tangga menuju dormnya.

 

“Ne oppa?” Suzy berhenti lalu menoleh.

 

“Aku duluan Suzy-ah sampai bertemu diatas” Min meneruskan langkah karena tidak mau mengganggu sepasang couple ini.

 

“Ne eonni, sebentar lagi aku menyusul”

 

“Lama juga tak apa ko hahaha” Min melesat menuju keatas ke arah dorm Miss A.

 

“Ada apa oppa?” Suzy menuruni tangga selangkah agar mereka berhadapan.

 

“Besok bangun lebih pagi yah chagi-ya. Aku punya kejutan untukmu. Selamat malam dan selamat tidur nan yeppeo yeoja” Wooyoung mencium kilat bibir Suzy dan mengacak rambutnya lalu segera berlari turun kebawah menuju dorm 2PM.

 

“YAA!! OPPAAAAAA!! AWAAS KAAUU!”

 

***

 

Fey membuka tirai jendela dan membiarkan udara pagi masuk kedalam kamar mereka. Udara Seoul pagi hari benar benar dingin. Semua member pun mengerjapkan mata mereka lalu perlahan beringsut bangun dari tempat tidur mereka yang sebenarnya masih berat untuk ditinggalkan.

 

“Eonni, ini masih sangat pagi, jangan bangunkan aku dulu” Jia menguap lalu membuka selimutnya dengan malas.

 

“Ne eonni, aku masih mengantuk. Biarkan aku tidur sebentar lagiiii saja” Min berbicara dengan mata masih terpejam.

 

“Hey hey kalian ini yeoja, tidak boleh bangun siang! Ayo bangun bangun. Kemarin siang PD nim mengajak kita semua untuk lari pagi ke taman kota Seoul pagi ini. Ayo cepat bangun” Fey melipat paksa selimut Min tapi yeoja ini hanya meringkuk dan kembali tidur.

 

“Miiiin ayo bangun!! Eh? Suzy kemana?”

 

“Iya, Suzy kemana? Tumben ia bangun paling pagi?” Jia menuju ke kamar mandi lalu mengetuknya, ternyata kosong.

 

“Mungkin pergi dengan Wooyoung. Semalam mereka berbicara sesuatu di tangga. Mungkin mereka akan pergi” Min mulai duduk di tempat tidurnya tapi matanya masih terpejam.

 

“Pergi kemana mereka?” Tanya Fey lagi.

 

“Molla-yo” Min pun ngeloyor pergi ke kamar mandi untuk mandi duluan.

 

***

 

[Flashback]

 

-02.15 AM waktu korea-

 

Suzy bangkit dari kegiatan malas malasannya di tempat tidur. Sudah jam segini, tapi sepertinya belum ada tanda tanda anak ini akan tertidur. Tadi dia hanya berpura-pura tidur agar tidak dimarahi oleh Fey. Suzy pun menghabiskan malamnya dengan online akun me2day nya. Tapi tidak ada yang seru disana. Ia pun iseng iseng menelepon Eunjung dan ternyata yeoja itu belum tidur.

 

Hampir dua jam mereka mengobrol di telepon hingga akhirnya Eunjung pun mengakhiri sambungan karena ia sudah mengantuk. Suzy masih tidak mengantuk ia pun memilih untuk diam saja. Berkhayal tentang splendid marriage antara dirinya dan.. Taecyeon. Tunggu tunggu, Taecyeon? Kenapa Taecyeon? Seharusnya kan yang dikhayalkannya Wooyoung, bukan malah Taecyeon.

 

Saat jam menunjukkan pukul setengah lima, Suzy pun bangun dan memilih untuk mandi saja. Semalam Wooyoung sudah menyuruhnya untuk bangun pagi karena ia punya sebuah kejutan untuk Suzy.

 

Saat Suzy hendak keluar dari dorm, di depan pintu dorm tergeletak sebuah kotak berwarna merah dengan pita putih diatasnya. Suzy pun mengambilnya dan membuka kotak tersebut. Ada secarik surat saat Suzy membuka kotak tersebut.

 

Pakai ini saat kita lari pagi bersama pagi ini ya chagi-ya. Aku menunggumu dibawah pukul 06.00. Jangan terlambat. Jeongmal saranghaeyo nan yeppeo yeoja~ •Wooyoung•

 

“Lari pagi? Memang ada jadwal lari pagi bersama? Kapan diberitahukannya? Ko aku baru tahu ya? Okee mari kita pakai hadiah dari youngi oppa. Jam berapa sekarang? Ah, baru jam lima kurang” Suzy pun masuk kembali kedalam dorm dan mengenakan hadiah dari Wooyoung. Ia melihat member lain masih tertidur, ia pun keluar dan turun kebawah menuju ke dorm 2PM.

 

Dorm 2PM terlihat masih sepi padahal dorm disebelahnya, 2AM, sudah terlihat ramai karena ada suara tivi menyala dan suara piring bersentuhan dengan sendok. Pasti namja namja madesu yang menempati dorm ini masih tertidur semua. Suzy pun memencet bel beberapa kali tapi tak ada jawaban dari dalam. Saat bel keempat ditekan, akhirnya terdengar suara lubang kunci diputar dari dalam. Ternyata Nickhun. Ya, mungkin memang hanya Nickhun yg menjadi namja ‘normal dan tidak madesu’ disini.

 

“Khun oppa, Wooyoung oppa kemana ya?”

 

“Wooyoung? Ku pikir kau kesini mencari Taecyeon. Dia sedang mandi, masuklah dulu” Nickhun memperlebar pintu agar Suzy dapat masuk.

 

Tak lama kemudian Wooyoung pun keluar dari kamarnya. OMOOONAAAAA! Dia benar benar tampan. Ia memakai baju berkerah berwarna abu abu pendek, celana jins selutut berwarna putih dan sebuah kacamata hitam besar yang membuatnya semakin tampan.

 

“Oppa! Kau tampan sekali!” Suzy memandang Wooyoung terpana.

 

“Chagi-ya? Kenapa kau disini? Ini kan belum jam enam” Wooyoung menghampiri Suzy dan duduk disebelahnya.

 

“Biar saja, aku tak bisa tidur semalam. Jadi jam segini aku sudah disini hehe, kau tampan sekali oppa, omonaa..” Suzy terkagum kagum memandang namja di sampingnya yang memang benar benar tampan hari ini.

 

“Gomawo yeppeo-ni. Kau juga sangat sangat cantik setiap harinya” Wooyoung mengacak rambut Suzy pelan.

 

“Young, aku dan Khun hyung duluan yah” ucap Junho mengintrupsi acara mengobrol mereka.

 

“Ah ye, sebentar lagi aku juga turun”

 

“Ne” ucap Nickhun.

 

Saat mereka berdua sudah pergi.

 

“Hahaha kau selalu saja bilang itu oppa” pipi Suzy memerah.

 

“Pipi mu merah sekali chagi hahaha, kau lucu” Wooyoung mencubit pipi Suzy pelan.

 

“Benarkah?” Suzy menutup wajahnya malu.

 

“Hahaha sudahlah, kita pergi sekarang?” Wooyoung berdiri lalu mengulurkan tangannya.

 

“Ne kajja!!” Suzy menyambut uluran tangan Wooyoung.

 

Mereka pun keluar dari dorm 2PM dan segera turun kebawah. PDnim dan beberapa member sudah berkumpul disana.

 

“Yaaa!! ini dia couple baru kit… Hupp ya hyung!! lep..paas” Nickhun segera membekap mulut Junho sebelum ia berkata macam macam.

 

“Couple?” PDnim mengerutkan alis.

 

“Maksud Junho itu… Ehm.. couple taruhan makan, sajangnim” Wooyoung menjawab sedikit gugup.

 

“Oh nde, sudahlah, kemana yang lainnya? Ayo ayo cepat! Sudah siang ini” PDnim mulai tidak sabar. Untungnya dia tidak terlihat curiga sedikitpun.

.

“Nde sajangnim. Chakamman, biar ku panggilkan mereka dulu. Junsu melesat keatas untuk memanggil member member yang belum berkumpul. Jokwon, Sunye dan Seungho pun mengikuti Junsu untuk memanggil member member mereka.

 

***

 

“Suzy..” Taecyeon setengah berlari mengejar Suzy yang hendak pergi keruang latihan.

 

“Ne oppa?” Suzy berhenti melangkah.

 

“Nanti malam ada acara tidak?” Taecyeon tersenyum.

 

“Uhm, sepertinya tidak ada. Memang ada apa oppa?” Suzy mulai terlihat biasa saja pada Taecyeon. Entah kenapa, perlahan lahan ia sudah bisa melupakan namja ini. Biarpun belum sepenuhnya.

 

“Aku mau mengajakmu makan malam, bagaimana?” Taecyeon mengangkat kedua alisnya.

 

“Makan malam? Dengan siapa saja oppa?” Itu pertanyaan yang wajar dilontarkan. Tidak mungkin kan mereka hanya berdua saja?

 

“Berdua saja” Taecyeon tersenyum.

 

“Berdua? Ah.. Ehm” Suzy bingung, sebenarnya dia ingin pergi makan malam dengan Taecyeon, karena bagaimanapun Suzy belum sepenuhnya melupakan Taecyeon. Dia masih menyayangi namja ini biarpun sudah tak sebesar dulu. Tapi bagaimana dengan Wooyoung? Namjachingunya, dan jujur saja, Suzy mulai mencintai Wooyoung sekarang.

 

“Ehm, boleh tidak aku ajak Wooyoung oppa juga?”

 

“Kenapa harus dengan Wooyoung? Oh okee aku mengerti. Dia namjachingu mu right? Oke lain kali saja, aku akan menunggu sampai kau siap makan malam berdua saja denganku” Taecyeon melangkah pergi meninggalkan Suzy.

 

“Oppaaa” Taecyeon tidak memperdulikan panggilan Suzy.

 

‘Kenapa dia seperti itu? Tak seharusnya kan dia marah saat aku mengatakan akan mengajak Wooyoung oppa? Dia kan tau, Wooyoung oppa adalah namjaku. Lagipula mengapa harus berdua saja? Kenapa tidak berempat? Aku, dia, YoonA eonni dan Wooyoung oppa? Kan lebih enak begitu. Atau jangan jangan.. Ah tidak tidak, dia kan calon suami YoonA eonni. Dua minggu lagi mereka menikahkan? Oke lupakan dia Suzy’ Suzy pun kembali masuk ke ruang latihan Miss A.

 

***

 

“Tadi siang, apa yang kau bicarakan dengan Taecyeon??” Wooyoung mengajak Suzy ketaman belakang JYPent lalu menanyakan hal itu. Mereka duduk di tepi kolam renang.

 

“Jadi oppa mengajakku kesini untuk itu? Menanyakan hal yang tidak penting??” Suzy merasa malas membahas masalah itu lagi.

 

“Tidak penting?? Tentu saja penting!! Kau yeojaku. Namja mana yang tidak marah jika melihat yeojanya berbicara empat mata dengan namja yang masih disukainya???”

 

“OPPAA!! Berhenti berbicara seperti itu. Kau membuatku sedih. Aku sudah tidak menyukai Cyeon oppa sekarang” Suzy terlihat kecewa dengan apa yang dikatakan Wooyoung.

 

“Maafkan aku, aku emosi. Apa yg dia katakan padamu?” Wooyoung memalingkan wajahnya kearah lain.

 

“Dia.. Mengajakku makan malam. Tapi aku menolaknya”

 

“Kenapa tidak kau terima saja tawarannya?? Kau senang kan bisa makan malam dengaan…” Suzy menghadapkan wajah Wooyoung agar menatapnya.

 

“Aku mencintaimu oppa. Aku tidak mungkin pergi makan malam dengan orang yang bukan namjaku” Suzy memandang mata Wooyoung dalam. Ada sedikit kebohongan dalam perkataannya. Ya, dia memang mencintai Wooyoung, tapi ia juga masih menyukai Taecyeon.

 

“Jangan membohongi perasaanmu! Kau masih menyukainyy…” Suzy menempelkan telunjuknya di bibir Wooyoung. Namja itu terdiam tak tahu harus berkata apa.

 

Suzy mendekatkan wajahnya kewajah Wooyoung lalu menyentuhkan bibirnya ke bibir namja dihadapannya. Ia melumat bibir namja di hadapannya dengan lembut. Wooyoung pun hanya terdiam dan tak dapat berbuat apa apa.

 

Sementara di balik pintu kaca JYP yang menghadap kearah kolam renang, Taecyeon melihat semua adegan itu. Dia mengacak rambut kesal dan menonjok tembok di sampingnya. Ia pun melangkah pergi kearah dorm 2PM dengan perasaan kesal.

 

***

 

[Flashback]

 

Taecyeon menatap yeoja di hadapannya tak percaya. Perlahan ia mulai mengeluarkan air matanya. Yeoja dihadapannya hanya terdiam tak bergeming selama beberapa lama hingga akhirnya ia berkata

 

“Ternyata namja sekuat dan setangguh dirimu masih bisa menangis juga, aku tidak menyangka” yeoja tersebut membalikkan tubuhnya lalu melangkah perlahan.

 

“Kenapa? Kenapa kau seperti ini?” Taecyeon tak bergeming di tempatnya. Yeoja tersebut berhenti tapi tidak berbalik.

 

“Maafkan aku. Aku tahu aku salah” yeoja tersebut kembali melangkah meninggalkan Taecyeon.

 

“YoonA…!!!” Taecyeon berteriak memanggil yeoja yang sudah berjalan semakin menjauh itu. YoonA tak memperdulikan panggilan dari Taecyeon.

 

“Yooonaaa.. Aku mencintaimu!! Jangan tinggalkan aku!!!! Kenapa kau menerima namja brengsek itu? Kenapa baru kau katakan sekarang kalau kau sudah bertunangan dengannya? Kenapa kau mengatakannya disaat aku telah melamarmu? Kenapaaa?? Aku sungguh sungguh mencintaimu Yoonaa” YoonA berhenti lalu berbalik.

 

“Nado Cyeonnie, mianhae” ia berbalik lalu berlari. Taecyeon menjambak rambutnya sendiri dengan kesal lalu berteriak meluapkan semua kekesalannya.

 

“AAAAAAAAAAAAAARRRRRRRGGGGGHHHHH!!!!!!!”

 

‘Kenapa disaat kita akan menikah kau justru memutuskan hubungan kita? Kenapa disaat aku sudah benar benar mencintaimu, kau malah berkata bahwa kau telah bertunangan dengan namja lain? Kenapa kau menyakitiku dengan cara meninggalkanku begini? Kenapa kau menerima lamaranku waktu itu? Kenapa kau terlalu memberikan harapan untukku? Kenapa???’ Taecyeon menendang apapun yang ada di hadapannya dengan kesal.

 

***

 

-11.55 PM waktu korea-

 

Taecyeon keluar dari dorm 2PM dengan mengendap-endap. Ia berniat menemui Suzy sekarang karena jika siang hari Suzy pasti tidak akan mau berbicara dengannya dengan alasan karena Wooyoung.

 

Taecyeon pun memencet bel dorm Miss A yang terlihat sudah sepi. Sebenarnya kurang sopan juga seorang namja mengunjungi kediaman yeoja tengah malam begini. Tapi mau bagaimana lagi? Inilah cara yang tepat.

 

Pintu pun dibuka dari dalam oleh Suzy. Yeoja itu belum tertidur rupanya.

 

“Oppa? Kenapa malam malam kesini?” Suzy setengah berbisik berbicara kepada Taecyeon. Mungkin takut ketahuan oleh member lain.

 

“Siapa yg datang malam malam begini Su… Taecyeon? Ada apa malam malam kesini?” Jia keluar dari kamar bermaksud untuk mengetahui siapakah yang datang malam malam begini.

 

“Jia anyyeong” Taecyeon tersenyum.

 

“Nde anyyeong! Oke, teruskan saja” Jia pun kembali masuk kedalam kamar.

 

“Oppa, ayo masuk. Nanti ketahuan orang” Suzy pun menarik baju Taecyeon agar namja itu masuk kedalam. Taecyeon pun mengikuti Suzy masuk kedalam dorm.

 

“Ada apa oppa?” Suzy mengulangi pertanyaannya yg tadi belum sempat terjawab.

 

“Aku mau berbicara sesuatu” mereka duduk di sofa ruang tivi.

 

“Mengapa harus malam malam begini? Memangnya besok tidak bisa?” Suzy terlihat bingung.

 

“Kalau aku berbicara padamu siang hari, Wooyoung akan marah padamu, ya kan? Aku melihat kalian bertengkar kemarin malam”

 

“Kemarin malam??? Lalu, apa oppa melihat aku dan.. Wooyoung oppaaa…” wajah Suzy memerah, ia menggantungkan kata katanya. Tidak lucu kan kalau Taecyeon melihat mereka berciuman?

 

“Ya, aku melihat semuanya. Hahaha enak sekali ya si youngi itu. Aku dan YoonA saja yang sudah hampir menikah belum pernah berciuman. Kalian? Belum lama berpacaran, sudah pernah berciuman”

 

“Oppa, kenapa kau melihat itu? Aku malu” Suzy memalingkan wajah.

 

“Santai saja. Aku tidak akan memberitahukan ini pada siapapun” Taecyeon mengacak rambut Suzy pelan.

 

“Oppa tadi mau berbicara apa?” Suzy kembali ke topik awal. Taecyeon menarik nafas dalam. Akhirnya Taecyeon pun menceritakan tentang berakhirnya hubungan dia dan YoonA, juga tentang YoonA yang ternyata sudah bertunangan. Suzy terlihat bersimpatik dengan masalah yang Taecyeon hadapi. Hingga Taecyeon berkata

 

“Aku mencintaimu yeppeo-ni” Taecyeon memegang kedua bahu Suzy lalu menghadapkannya kearahnya. Ekspresi wajah Suzy berubah 180˚.

 

“Oppa? Kau bercanda?” Suzy merasa speechless.

 

“Tidak, aku serius. Aku menyadarinya sekarang. Aku mencintaimu dan aku tak ingin kau dimiliki orang lain!” Taecyeon menatap mata Suzy hangat.

 

‘Kenapa baru sekarang kau menyadarinya oppa? Kenapa? Kenapa disaat aku sudah bersama Wooyoung oppa, kau baru mengatakan kalau kau mencintaiku? Kenapa tidak dari dulu saja? Kenapa tidak dari dulu, sebelum aku memiliki seorang namja? Kenapa tidak dari dulu, sebelum aku terlanjur membuka hatiku untuk namja lain? Kenapa tidak dari dulu, sebelum aku terlanjur jatuh cinta pada Wooyoung oppa? Aku bingung harus bagaimana sekarang. Di satu sisi aku mencintai Wooyoung oppa. Disisi lain, aku merasa aku pun menyukaimu dan merasa kasian padamu oppa’.

 

“Tapi.. Aku tidak bisa oppa, mianhae” Suzy melepas pegangan Taecyeon di bahunya.

 

“Kenapa? Bukankah kau mencintaiku? Bukankah dulu kau sendiri yang mengatakan itu padaku? Kenapa sekarang kau mengatakan kau tidak bisa?” Taecyeon memandang yeoja dihadapannya dengan perasaan kecewa.

 

“Aku memang mencintaimu, tapi itu dulu oppa, dulu! Sebelum kau menghancurkan semuanya” Suzy merasakan hatinya sakit.

 

“Menghancurkan semuanya?”

 

“Ya oppa! Kau menghacurkan semuanya. Harapanku, rasa percayaku padamu”

 

“Waeyo?”

 

“Sejak kau berkata kau telah melamar YoonA eonni, kau telah menghancurkan semuanya. Aku sakit oppa menerima itu semua, tapi apa kau perduli? Tidak kan? Lagipula, sekarang aku telah mencintai Wooyoung oppa, mian” Suzy bangkit lalu meninggalkan Taecyeon sendirian ke arah kamarnya.

 

“Suzy.. Suzy, dengarkan aku dulu” Taecyeon mengejar Suzy lalu menggenggam tangannya. Suzy menepisnya.

 

“Tolong dengarkan aku dulu. Sebentar saja” Taecyeon mengulangi permintaannya. Suzy pun mulai melunak.

 

“Maafkan aku kalau aku telah menghancurkan semua ini. Maafkan aku kalau selama ini aku tidak peka pada perasaanmu. Maafkan aku. Kau tahu, bagaimana rasanya saat melihat yeoja yang dicintainya berciuman dengan seorang namja yg merupakan sahabatnya? Sakit Suzy, aku pun merasakan sakit sama sepertimu” Taecyeon mengelus pipi Suzy lembut. Suzy tak bergeming..

 

“Aku ingin memilikimu, sangat ingin Suzy” Taecyeon pun mendorong tubuh Suzy dan merapatkannya ke tembok. Ia menahan tubuh Suzy dengan tubuhnya. Ia memandang yeoja cantik di hadapannya. Suzy berusaha mendorong tubuh Taecyeon tapi sia sia, namja ini lebih kuat darinya.

 

“Aku mencintaimu. Tolong mengerti itu” Telunjuk Taecyeon pun mulai menelusuri setiap lekuk wajah yeoja di hadapannya. Mulai dari kening lalu semakin turun ke hidung, semakin turun lagi ke bibir Suzy. Ia berhenti sesaat lalu membentuk siluet bibir Suzy dengan jarinya. Lalu ia pun mulai melumat bibir Suzy dengan lembut. Awalnya lembut, sangaat lembut. Semakin lama ia pun mulai hilang kendali. Ia terus melumat bibir Suzy dengan kasar dan mulai meraba raba tubuhnya. Suzy tak dapat melakukan apapun karena sesungguhnya ia benar benar tak ingin menolak perbuatan Taecyeon ini.

 

Taecyeon mulai membuka kancing baju Suzy satu persatu hingga tubuhnya mulai terlihat sedikit demi sedikit. Ia pun berniat untuk melanjutkannya di kamar saja. Tetapi sesaat saat kancing baju Suzy sudah terlepas hampir seluruhnya, ia menghentikan aktivitasnya menikmati tubuh Suzy lalu mengancingkan kembali baju Suzy rapat rapat.

 

“Kenapa oppa?” Tanya Suzy. Taecyeon mengacak rambutnya kesal.

 

“Maaf Suzy, maafkan aku” Taecyeon mengepalkan tangan geram lalu meninju tembok di samping Suzy.

 

“…..” Suzy tak bergeming.

 

“Aku tak bisa. Kau adalah yeoja sahabatku sendiri. Aku tak mungkin menghianatinya. Dia namja yang baik” Taecyeon melepas Suzy dari tahanan tubuhnya di tembok.

 

“Maafkan aku Suzy. Aku harus kembali ke dorm sekarang. Ini sudah larut malam. Taecyeon pun segera meninggalkan Suzy yang hanya bisa terdiam.

 

‘Aku tak ingin menyakitimu dan menghianati sahabatku. Sebenarnya aku ingin sekali melakukan itu padamu agar aku bisa memilikimu seutuhnya dan selamanya. Tapi aku tak mungkin melakukan itu. Aku akan menyakiti sahabatku. Lagipula kau bukan yeoja ku. Aku akan melakukannya suatu saat, disaat kau telah jadi yeojaku untuk selamanya’

 

***

 

-TBC-

 

11 thoughts on “[Freelance] Splendid Marriage Part-2

  1. gila! Keren banget!!
    Cepetan dong buatin yang part 3 nya:D
    Udh ga sabar mau ngebaca dan tau endingnya..
    Daebaek!!

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s