Marry You

Title
Marry You

Length
One Shot

Rating
PG-14

Genre
Romance

Author
–Hwang Yunmi or ViiChan–

CAST/Main Cast
-Lee Sung Mi

-You

Support Cast 

-Sun Kyu

Disclaimers

Hey! ini post pertama saya di blog ini hehehhe~ mian norak #skip! ff ini udah lama sebenernya udah ada di blog lain jga :p ff ini untuk sahabatku SHADE keke~ ok! happy reading aja deh :)

Kau mengengam sebucket bunga krison yang sangat indah, kau tatap jari manis mu yang tak terdapat apa-apa disana hanya berbalut sarung tangan sesiku yang berenda. Beberapa menit lagi akan terlingkar sebuah cincin di jari manismu, mengikat cintamu dan kekasihmu –Lee Sung-Min. Hubungan kalian berjalan sangat singkat, bahkan tak akan ada yang mengira sebuah pertemuan di tepi jalan yang terjadi tanpa sengaja membawa mu pada ikatan cinta yang suci.

Pikiranmu kembali terbayang setahun yang lalu saat kau menemukan seseorang di sebuah tepi jalan Seoul karna sebuah kecelakaan sederhana.

#FlasBack…

Kau membawa tumpukan buku-buku tebal yang memuat tentang sejarah-sejarah dinasti Korea. Tumpukan buku itu cukup tinggi dan mampu membuatmu melihat jalan dengan sulit. “Jwiseonghaeyo… Jwiseonghaeyo…” Ucapmu sambil terus melewati kerumunan orang yang berlalu lalang di jalan. Cuaca musim dingin yang begitu menusuk kulit membuatmu mempercepat laju jalanmu, hingga kau menabrak sesosok dihadapanmu.

Brukk—

Kau terjatuh dilantai begitu juga dengan buku-buku tebalmu yang langsung menyatu dengan salju. Dikibaskan rambut yang menhalangi penglihatanmu sebelum kau meraih buku-buku mu. Namun sebuah tangan besar terlebih dahulu meraihnya dan menumpukannya di tangannya dengan mudah. Kau menatapnya, dia adalah laki-laki yang sangat manis dengan Jas Saliver Row hitamnya serta kemeja pink soft dengan sebuah slayer besar terlilit indah dilehernya. Kau menatapnya yang saat ini tengah tersenyum padamu, “Chagiyo aggasi,” suaranya terdengar sangat manis seperti wajahnya dan bahkan terkesan imut untukmu.

“Ah, Gomawo…” Kau yang baru tersadar dari lamunanmu segera meraih tumpukan bukumu dan bangkit berdiri, es begitu menyengat mu saat tadi kau terjatuh. Kau membungkukan badanmu sesopan mungkin dan segera pergi meninggalkan laki-laki manis itu.

“Chagiyo!!! Aggasi!! Chagiyo!!” Laki-laki manis itu kembali memanggilmu setelah menyadari sebuah benda kotak berwarna hitam terjatuh dari tas-mu. Namun kerumunan yang riuh membuat kau sulit mendengarnya begitu juga untuk mengejarmu.

the next few days…

Kau terus saja meratapi kebodohanmu yang telah menghilangkan sebuah barangmu yang sangat berharga, Handphone. Salju-salju terus berjatuhan dan dirimu tetap saja terduduk di bangku taman, tidak mempedulikannya. Kau mengacak-acak rambutmu frustasi, sudah seharian kau susuri jalan-jalan yang terakhir kau lewati tapi handphone tersayangmu tetap tak dapat kau temukan. Menyedihkan sekali, kau baru saja mendapatkannya beberapa minggu lalu dan barang itu baru sampai korea 3 bulan setelah pemesananmu di situs resminya. Dimana lagi kau harus menemukannya.

Sebuah tangan yang sepertinya pernah kau lihat menjulurkan sebuah barang yang sangat kau rindukan dan kau cari-cari selama beberapa hari ini. Dengan cepat kau meraihnya dan menatap sang pemilik tangan, laki-laki manis itu. “Betulkan kau pemiliknya? Mianhae… aku lama mengembalikannya” laki-laki manis duduk disampingmu.

“Gomawo… Neomu Gomawoyo” Ucapmu sambil terus membungkukan badanmu berkali-kali padanya.

“Lainkali kau haru berhati-hati. Untung aku yang menemukannya” Kau tersenyum padanya dan menatap layar datar Hp-mu membukannya melihat apa ada yang kurang atau tidak. Sebuah gantungan beruang kecil dengan warna pink tergantung manis di Hp-mu, kau tidak pernah memiliki atau pun membelinya. “Itu… aku mendapatkannya! Hmmm… aku rasa itu bagus untukmu” ucap laki-laki manis itu.

“Gomawo…” Ucapmu lagi padanya dengan senyum manismu. Kau menatap gantungan kunci itu dengan tersenyum, baru kali ini ada seorang laki-laki yang memberimu sebuah gantungan kunci semanis ini. “Hmmm… aku juga menaru nomer ku di sana… aku rasa kau harus berterima kasih padaku. Gantungan itu dan Hp-mu, kau harus memberi imbalan untuk itu” kau tersentak dengan ucapannya dan segera membuka kontak di Hp-mu mencari sebuah nama yang tidak kau kenal disana.

“Pummkin?” kau mengerutkan dahimu tidak mengerti. Nama aneh apa itu, lucu sekali.

“Hmmm… aku tidak ingin memberitahukan nama asliku.. jadi,… itu saja” Laki-laki yang mengaku ‘Pummkin’ itu terlihat begitu salah tingkah, terlihat sangat manis. Kau tertawa pelan menertawainya. “Ah, nama itu memang  jelek.. Berikan! aku akan ganti!!” Tanpa persetujuanmu ia segera meraih Hp-mu dan mengetik tuts screen-mu.

“Lee Sung-Min?” Ulangmu pada nama yang telah menganti ‘Pummkin’ itu, padahal Pummkin terlihat manis untuknya.

“Itu namaku! Panggil saja Sung-Min arra?” Kau tersenyum kicik padanya, rasanya sangat senang menjahilinya.

“Ani! Pummkin!!” Ucapmu riang yang mendapat tatapan ganas darinya.

Laki-laki manis ini yang lalu mengisi hari-harimu. Membuatmu kembali teringat akan cinta dan kembali melukiskan pelangi di hidupmu setelah lama menghilang.

#FlashBackEnd

Kau tersenyum mengingat kejadian lucu tersebut. Benar-benar tidak terlintas dalam benakmu, seorang laki-laki yang kau temui di jalan akan menjadi pendamping hidupmu. Semua berlalu dengan sangat cepat, kebahagiaan, dan kesedihan terus mengisi jalan kalian. Walaupun itu semua tidak semudah yang kau pikirkan seperti sebuah roman picisan, ada saat dimana sangat menguras air mata mu. Membuatnya begitu keluh dan kering, tapi itu semua tidak sia-sia.

#FlashBack…

Seseorang kembali hadir dalam hidupmu, seorang yang dulu sempat menghancurkan segalanya dalam hidupmu, seorang yang bahkan dapat dengan mudah membuatmu kembali meneteskan air matamu. Seberapa keras kau menahannya ia akan tetap turun membasahi pipimu saat mengingatnya, mengingat segala kehancuran terbesar dalam hidupmu.

“I beg leave me alone…” ucapmu parau di sela isakmu. Sung-Min terus berdiri menatapmu yang terpojok memeluk kedua kakimu seolah mengigil.

“Jaggy…”

“Min-ya! Leave me alone…” Ulangmu lagi yang langsung memotong ucapan Sung-Min. Sung-Min mendekat padamu dan mendekapmu dalam pelukannya. “Believe me we’ll get through it together” Bisik Sung-Min di telingamu, terdengan begitu lembut dan menenangkan. “I’m there for you  accompany you when you sad and happy… Trust me. I love you so don’t tell me to leave you again… whatever happened to you I still love you” lanjut Sung-Min.

Tangismu kembali pecah dalam dekapannya. Kau memeluk erat dirinya, tidak akan melepaskannya lagi, tidak akan pernah.

#FlashBack End

Setitik air mata menetes dari sudut matamu, setetes air mata kebahagiaan. Kau menyekannya dengan tanganmu sebelum menghancurkan riasanmu yang sudah sangat rapi dan cantik. Seulas senyum tersunging indah si bibir kecilmu, memancarkan kebahagiaan tiada tara dalam hidup.

Clekk—

“Hey! Are you ready lady?” Sun-Kyu muncul dengan seulas senyum dari pintu menujulurkan tangannya untuk menuntunmu ke altar, altar tempat perjanjian suci antara kau dan Sung-Min. Tanpa menghilangkan senyummu kau menyambut uluran tangannya. Sun-Kyu segera membawamu ke lengan ayahmu yang telah menunggu di luar pintu dan kembali menuntunmu ke altar.

Seorang laki-laki manis tengah berdiri di depan altar dengan gagahnya. Kau menatapnya, menatap seorang laki-laki yang beberapa detik lagi akan menjadi pendamping hidupmu hingga akhir hayatmu. Kau tidak dapat menyembunyikan senyum terindahmu.

Beberapa bulan lalu seorang kelinci lucu melamarmu di antara salju yang berjatuhan, tepat pada tanggal kalian bertemu di sebuah bangku panjang di Seoul.

#FlashBack…

Kau menatap kesekelilingmu yang begitu gelap dengan butiran-butiran putih yang terus berjatuhan dari langit. Suhu begitu dingin menusukmu tapi kau tetap menunggu di suatu taman  gelap tanpa lampu, jika saja orang itu tidak datang dengan suhu dingin dan gelap ini kau akan segera membunuhnya. Hanphone-mu bergetar dan dengan sigap kau mengangkat panggilan masuk tersebut. “Ya! Min-Ya! Kau dimana? Kau meu membunuhku?! Cepat datang!!!… ya! Sung-Min-ya!! Minnie!! “ Tak ada jawaban yang kau terima dengan kesal kau segera menutupnya dan kembali menyimpan benda tipis itu dalam tas-mu.

–Geudaereul saranghandaneun malpyeongsaeng maeil haejigo shipeo—
(Saying I love you is what I want to do the most everyday in my life)
–Would you marry me? Neol saranghago akkimyeo saragaro shipeo—
(Would you marry me? I want to love you, treasure you, and live with you)
–Geudaga jami deul ddaemada nae pare haewojugo shipeo—
(I want you to lean on my shoulders each time you sleep)
–Would you marry me? Ireon naui maeum heorakhaejurae?—
(Would you marry me? With this heart of mine, will you accept me?)

Kau tersentak, tiba-tiba saja sebuah musik lembut mengalun dengan indah mengema di taman yang sangat gelap itu. Suara Lembut Sung-Min terus mengalun indah memenuhi telingamu.  Hingga musik itu terhenti Sung-Min masih saja tidak menunjukan dirinya dari kegelapan ini. “Min-ya!! Dimana kau? Hey!! Jangan bercanda!” Kau mencoba mencari sosoknya di balik kegelapan malam ini. Tapi tak ada siapapun, hingga sebuah cahaya terang tiba-tiba menerangi seluruh taman tersebut membuatmu dapat melihat Sung-Min yang berdiri di sebuah permainan anak-anak yang agak tinggi dengan hiasan lampu kecil yang indah diseluruh taman tersebut. Dalam seketika taman yang begitu gelap berubah menjadi taman bintang yang indah.

“Uriga naireul meogeodo useumyeo saragago shipeo. Would you marry me? Naui modeun nareul hamkke haejurae?” Ucap Sung-Min tanpa musik lembut yang mengalun tadi. Kau tersenyum melihatnya, melihat namja-mu tengah berdiri dengan tampannya diantara bintang-bintang.

“Are you kiding me?” Candamu di sela keseriusannya. Sung-Min menekuk bibirnya membuatmu segera menuju tempatnya dan mencubitinya pipinya tanpa henti.

“Jaggy! Hey!! Ini.. ah, sakiii..tt” Kau melepas cubitanmu dan menatapnya kesal, dia telah mengerjaimu.

“Jangan bilang ini hanya lelucuan! Aku tidak akan menggampunimu jika kau hanya mempermainkanku hanya untuk melihat wajah kesalku yang selalu kau bilang manis itu!! Aku akan benar-benar mengubahmu menjadi sate kelinci jika ini semua hanya buwalan bodohmu!” Sung-Min tertawa mendengar ocehan tanpa hentimu. Dia mencium kilap pipimu “Saranghae, jaggya…” Sung-Min mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam jas-nya dan memperlihatkan sebuah cincin berlian mengkilap dibalik kotak kecil tersebut.

“Would you marry me? With this heart of mine, will you accept me?” Ulang Sung-Min dengan segala keseluruhannya. Kau menatapnya tanpa kata, telalu bahagia untukmu sampai membuat lidahmu keluh.

Kau memeluknya erat dan berbisik pelan di telinganya “I do…”  Sung-Min membalas pelukanmu, mendekapmu dalam dekapan hangatnya yang sangat kau sukai.

Sung-Min melepas pelukanmu dan menatapmu, “You are a gift from god. We’ll be very happy, your black eyes well up with tears. Even if your black memerizing hair turns white. My love,… you my love,…  I swear I love you” Ucap Sung-Min sebelum menautkan bibir kalian berdua dalam kecupan lembut dan hangat.

“You wearing the white bridal gown,… me wearing the suit. Both of us walking in sync towards the stars and moon, I swear! No lies, no suspicion. My dearest princess, stay with me…” Lanjut Sung-Min lagi dan kali ini kau duluan yang mengecup bibirnya lembut sebelum ia kembali melanjutkan kalimatnya.

“Don’t say it again. If you still want to see your bride attended the reception with a beautiful, quiet. Because it feels like I could explode to hear any words … I love you” Ucapmu yang menatap serius wajahnya.

“Arra… Love you too my lovely” Sung-Min mengecup mata kananmu lembut sebelum kembali melanjutkannya di bibir kecilmu.

#FlashBack End.

Kini sosok itu berdiri dihadapanmu dengan senyum manisnya, menatap kedua matamu dalam. Kau telah menjadi miliknya, ya janji itu baru saja kau ucapkan bersama dengannya di depan seluruh orang dihadapanmu. Sung-Min meraih tanganmu memasangkan sebuah cincin ikatan kalian. “Gomawoyo…” Ucapmu pelan. Sung-Min menatapmu kembali setelah memasang sepasang cincin itu. “I have prepared this ring for you since a long time ago,” Ucap Sung-Min setelah cincin itu melingkar indah di jarimu.

Kau tersenyum dan segera memasang sebuah cincin di jari manis Sung-Min. “Just like the mood today, remember the promise that we’re making now” Lanjut Sung-Min setelah cincin kalian berdua telah terpasang dengan manis di jemari kalian. “I will always be by your side, The days when we will spend together, Everyday will my heart be thankful, my lo…” Ucapan Sung-Min kembali terpotong dengan geraka tiba-tiba darimu yang langsung menciumnya.

“hey! I just stayed put ‘v’ and ‘e’ in my last sentence! and why did you do that first?” Sung-Min kembali berbicara setelah adegan ciuman didepan umum kalian untuk pertama kali.

“You talk too much!” Omelmu singkat. “Hmmm… kau tidak sabaran ya? Apa itu aslimu? Arra nanti kita lihat” Sung-Min tersenyum padamu, senyum yang sangat manis seperti anak kucing. Sungguh orang ini benar-benar.

Lonceng berbunyi mengema menelusuri seluruh jalan, memberi tahu kabar gembira akan telah menyatuhnya sepasang kekasih di bawah janji suci mereka. Semoga mereka selalu bahagia =))

—~~~—

END!!!

8 thoughts on “Marry You

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s