FF Oneshoot : Destiny

Title
Destiny

Length
Oneshoot

Rating
PG.13

Genre
Romance

Author
Park Yoo An

CAST/Main Cast

Taeyeon – SNSD

Leeteuk – Super junior

Support Cast

Suzy – miss A

Kim Soo Hyun

Yuri – SNSD

Seohyun – SNSD

Sulli – f(x)

Sunny – SNSD

Sooyoung – SNSD

Sunye – Wonder Girls

*** BEGIN ***
Taeyeon PoV
TEEET… TEEET… TEEEET…
Jam weker kesayanganku itu berbunyi. Menyuruhku untuk bangun agar tidak terlambat ke sekolah. Kubuka perlahan kedua mataku. Kulihat seorang wanita datang membawa sebuah nampan berisi roti selai anggur kesukaanku dan segelas susu. Ya, dia Ommaku.
”HOAMMMP… Annyeong Omma…” sapaku pada Ommaku.
”Ne…” balas Ommaku sambil tersenyum kemudian langsung keluar dari kamarku.
Aku beranjak dari tempat tidurku. Mengambil sisir yang tergeletak dimeja rias. Kusisiri rambutku perlahan dan kusanggul rambutku sebelum aku bersiap untuk mandi.

@Setelah selesai mandi
Kuambil tas ranselku dan sepatuku. Lalu kurapikan rambutku. Ketika kulihat tampangku di cermin, tampak sederhana. Mataku minus sehingga aku menggunakan kacamata minus dan karena orangtuaku adalah pemilik toko kaca mata, aku hanya perlu mengambil kaca mataku ini di toko milik orang tuaku. Rambutku hanya aku biarkan terurai. Aku hanya memakai t-shirt warna putih dengan baju lengan panjang kotak-kotakku serta jeans warna hitam.
Kuambil roti yang tadi ibuku bawakan. Lalu kuminum susuku hingga habis. Aku turun menuruni tangga rumahku yang agak reyot karena sudah tua.
”Appa… Aku berangkat dulu. Annyeong!” teriakku pada appaku yang sedang meneguk secangkir kopi kesukaannya.
”Ne… Hati-hati!” ucap Appaku.

Beginilah aku, setiap hari harus bangun pagi dan berjalan cukup jauh menuju halte untuk mendapatkan bus. Jika aku tidak mendapatkan bus, aku tidak akan bisa sampai disekolahku, SM High School. Aku memang gadis yang berasal dari keluarga yang sederhana. Aku sangat terkejut saat menerima surat bahwa aku diterima di sekolah elite itu. Hingga 3 tahun ini, aku hanya memiliki sedikit teman.

Akhirnya sampai juga di halte. Heuh kakiku sakit sekali. Bayangkan berjalan sejauh 3 km setiap hari menuju halte agar aku tetap bisa bersekolah! Tiba-tiba sesuatu membuyarkan konsentrasiku yang sedang berpikir. Sebuah mobil sport warna merah melesat cukup kencang hingga menghasilkan cipratan air kotor yang mengenai tubuhku. Kini badanku basah kuyup.
”Ya!” teriakku ketika mobil itu berhenti.
Mobil itu membuka kaca spionnya. Aku terkejut melihat siapa yang ada dibalik kaca spion itu. Park Jung Soo. Anak pemilik SM High School. Park Jung Soo, atau yang sering dipanggil Leeteuk itu keluar dari mobilnya dan berjalan menuju ke arahku.
”Su,su,su,sun,bae,sunbae?” tanyaku tergagap-gagap.
”…” dia hanya diam dengan ekspresi dinginnya. Ditariknya tanganku menuju mobilnya. Tubuhku dibanting begitu saja di kursi penumpang sebelah depan. Aku terpana melihatnya. Wajahnya benar-benar sempurna. Hidungnya mancung. Bibirnya sangat manis, membuat lidahku saat ini menjilati bibirku sendiri. Matanya sangat indah, membuatku tidak sanggup melihatnya.

Dan tidak terasa kami sudah berada di sekolah. Aigoo, cepat sekali waktu berjalan.
”Turun.” perintahnya dengan nada dingin.
Aku yang masih terbengong hanya mengangguk pelan dan mulai membuka pintu mobilnya. Dan perlahan aku keluar dari mobil itu.
Seperti biasa, selalu saja ada yang menjahiliku. Kali ini adalah Sunny, yeojachingu Park Jung Soo. Dia menatapku geram. Bersama teman-temannya, Sunye, Sooyoung, dan Sulli.
”Mari kita lihat…” kata Sunny sambil berjalan mendekat kearahku dan memegang rambutku dengan ekspresi sedikit jijik. ”Seorang gadis miskin yang masuk SM High School yang elite.” derai tawa dari teman-teman Sunny membuatku malu. Sunny menjambak rambutku.
”Sunny-ssi. Kau-ahhh-mau-amppp-apppppaaaa??” aku bertanya sambil menahan rasa sakitnya.
”Apa yang aku mau?” seru Sunny.
”Nnnneee…”
”Jauhi Jung Soo! Dia pacarku! Dia sebentar lagi menjadi suamiku. Kau tahu?” seru Sunny lalu langsung meninggalkanku.
”Gwenchana?” tanya seorang pria yang berada dibelakangku.
Aku membalikkan badan dan langsung menghapus air mata yang sebentar lagi akan keluar. ”Nan gwenchana sunbae.” kataku sambil memaksakan diri untuk tersenyum.
”Ooo…” Leeteuk kemudian membalas senyumanku. ”Er…aku ingin membicarakan sesuatu padamu…” Leeteuk lalu menarik tanganku menuju suatu tempat.
Kami menuju sebuah taman dengan danau ditengahnya.
”Taeyeon. Namamu Kim Taeyeon kan?” tanya Leeteuk.
”Ne… Sunbae.” aku membalasnya dengan nada heran.
”Yang tadi soal Sunny jangan dimasukkan hati. Sebenarnya dia sudah kuputuskan tadi malam. Tapi dia tidak mau. Dan hanya aku yang mau. Ya, mau tak mau, dia harus menerima kalau kita sudah putus. Kau tahu? Aku memutuskannya karena sebenarnya aku tidak pernah mencintainya. Dia dulu yang menyatakan cintanya padaku. Padahal waktu itu aku sedang mencintai gadis lain. Hingga sekarang, aku masih mencintai gadis itu.”
DEG… Aku merasa jantungku berdetak kencang. Kuakui aku sudah mencintai sunbae yang sekarang berada dihadapanku ketika aku pertama kali bertemu dengannya. Waktu itu, dia memang terkenal dikalangan wanita. Pernah suatu saat aku mencoba untuk tidak mencintai Park Jung Soo. Tapi, semakin hari perasaanku semakin kuat. Hingga suatu saat, sesuatu yang membuatku takut terjadi, saat itu aku mendengar bahwa Park Jung Soo berpacaran dengan Lee Sunny. Ya, saat itu aku berusaha menguburnya hingga sekarang. Namun, tetap saja. Perasaan itu terlalu kuat hingga aku tak sanggup menghilangkannya.

”Ngomong-ngomong, maaf soal tadi pagi saat aku tidak sengaja membuat cipratan yang membuatmu basah.” Park Jung Soo berdiri. Dia mengulurkan tangannya padaku. ”Kajja!” ajaknya kesuatu tempat.

OMG. Dia mengajakku ke butik. Astaga… Uangku kan hanya sedikit. Mana mungkin aku bisa datang dan membeli sesuatu disini dengan uangku yang sedikit ini?
Park Jung Soo menarik tanganku. Aku hanya menahannya, tak mau aku menapakkan kaki ditempat seperti itu.
”Wae?” tanya sunbaeku kebingungan.
”Anniyo… Mau apa kita kesini?” tanyaku.
”Tentu saja membeli baju untukmu.” jawabnya santai.
”Neo… Aku tidak punya uang. Sebaiknya aku pulang saja Sunbae.”
”Aku yang membayarkan.”
Mataku terbelalak ketika sunbaeku mengatakan itu. Yasudah, aku hanya menurutinya saja. Dia mengobrak-abrik baju-baju yang ada dibutik itu. Mencari yang cocok denganku. Satu-persatu baju yang menurutnya cocok dipegangnya. Dan ketika sudah terkumpul. Aku disuruhnya untuk mencoba satu persatu baju itu. Dan, ASTAGA! Katanya semua baju yang dipilihkan itu semua cocok padaku.

@Didepan rumah Taeyeon.
”Ya. Kita sudah sampai.” kata sunbaeku.
”Sunbae? Bagaimana sunbae tahu rumahku?”
”Tentu saja aku tahu? Bagaimana tidak aku selalu mengikutimu pulang tau ti-” dia menggantungkan omongannya.
”Ya sudah, kau turun saja, ini sudah jam 11.” kata sunbae.
”Ne.”
Ketika aku hendak turun, tiba-tiba dia menahanku.
”Eummm… Ada yang ingin kukatakan.”
”Apa itu sunbae?”
”Kau tahu gadis yang kuceritakan tadi siang?”
”Ani. Aku tidak tahu.”
”Itu. Gadis itu kamu Kim Taeyeon.”
”Ne?” mataku terbelalak kaget. Mungkinkah-mungkinkah…
”Ya, kau adalah gadis yang sebenarnya kucintai saat sebelum aku menerima Sunny dan setelah menerima Sunny hingga sekarang. Aku mencintaimu saat pertama kali kita bertemu.”
”Sunbae…”
”Saranghae Taeyeon. Would you be my yeojachingu?”
”Ne…” Taeyeon tersenyum.

@4 Tahun Kemudian
”Mwo?” teriakku kencang yang berhasil membuat kaca rumahku pecah. Aku tercengang mendengar perkataan Omma dan Appaku. Apa? Menikah? Tapi aku sudah punya Teuki.
”Itu sudah diputuskan dan kau akan bertemu dengan suamimu 4 jam lagi dari sekarang.”
”MWO?” teriakku lagi. Kini perabot rumah yang retak.
Sial! Baru saja pulang dari Oxford langsung dilempari beton masalah… Aish!!

@Dirumah Leeteuk
Leeteuk baru saja pulang dari Amerika setelah menyelesaikan pendidikannya disana.
”Mwo?” teriak Leeteuk yang tidak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari mulut Appa dan Ommanya.
”Itu sudah keputusan. Kalian akan bertemu 4 jam lagi dari sekarang.” kata Omma Leeteuk.
”MWO??” teriak Leeteuk.
Satu hal yang sedang dipikirkan Leeteuk: Dia sudah memiliki Yeon-ah!
Sial! Baru saja pulang dari Amerika sudah capek! Malah dibikin capek lagi sama masalah! Umpat Leeteuk dalam hati.

@Bukan PoV siapa-siapa
Taeyeon mencoba menghubungi Leeteuk. Tapi ponsel Leeteuk tidak aktif.
”Teuki-ah, kenapa dengan ponselmu? Aku tidak mau dijodohkan Oppa.” air mata keluar dari mata indah Taeyeon yang kini sudah tidak memakai kaca mata lagi.

@Food Court
Taeyeon terus mengaduk-aduk milkshake mangga kesukaannya dengan wajah yang memelas.
”Eottohke, Seohyun?” gerutu Taeyeon tiba-tiba.
”Hmmm… Masalahmu rumit Unnie.” kata Seohyun yang ikut prihatin dengan kejadian yang menimpa Taeyeon.
Taeyeon melirik jam di Food Court. Sudah pukul 07.00 PM. Berarti ia sudah kehilangan 1 jam dari waktu yang ditentukan orangtuanya.
”Eottohke? Aku sudah kehilangan 1 jam dari waktuku yang tersisa untuk bertemu dengan calon suamiku yang sama sekali TIDAK AKU CINTAI?!” Taeyeon sedikit meninggikan suaranya, hingga semua yang berada di Food Court menoleh kearah Taeyeon.
”Eummm… Aku merasa sesuatu yang baik akan segera kau alami Unnie…” kata Yuri, kembaran Seohyun tiba-tiba.
”Ne?” Taeyeon terkaget-kaget.
”Saranku, sebaiknya kau temui saja calon suamimu itu. Aku merasa itu adalah pertanda yang baik untukmu.” kata Yuri.
”Mwo? Kau gila? Pertanda baik apa?” gerutu Taeyeon. ”Baiklah, bisakah kalian memilihkan baju yang sesuai untukku?” tanya Taeyeon yang tiba-tiba berubah pikiran kepada kedua sahabat kembarnya itu.
”Ne!” ucap Yuri dan Seohyun secara bersamaan.

@Pukul 10.10 Di rumah Taeyeon.
”Eottoke? Ini sudah melewati 10 menit dari yang diperkirakan!” gerutu Taeyeon yang masih berada di mobil Yuri dan Seohyun.
”Tenanglah…” kata Seohyun santai.
”Lebih baik kau keluar saja.” Yuri menyuruh Taeyeon dengan nada tergesa-gesa.
Taeyeon tidak menanggapinya dia hanya keluar langsung dengan menggunakan gaun yang dia beli tadi. Ketika membuka pintu rumahnya. Dia terkejut dengan apa yang dia lihat. Namjachingunya sedang duduk diantara kedua orangtuanya. Jadi, mungkinkah dia akan dijodohkan dengan kekasihnya sendiri?
”Taeyeon? Duduklah. Ini calon suamimu.” Ucap Omma Taeyeon.
Taeyeon dan Leetuek saling berpandangan. Betapa bahagianya mereka. Kedua insang yang saling mencintai akhirnya akan menjadi sepasang kekasih yang bahagia selamanya.
”Sepertinya kalian sudah saling mengenal.” kata Omma Leeteuk.
”Omma, Taeyeon sebenarnya adalah yeojachinguku.” jawab Leeteuk dengan nada sedikit malu.
”Jjjjjinchayo?” tanya Appa Leeteuk dan Appa Taeyeon terbata-bata.
”Ne Appa.” jawab Taeyeon dengan nada agak malu.

@Jam 11.30 dibalkon kamar Taeyeon.
”Oppa. Aku tidak percaya ternyata itu kau.”
Leeteuk lalu merengkuh dagu Taeyeon dan mendekatkan wajahnya kewajah Taeyeon.
”Chagi-ya, aku juga tidak percaya. Kukira aku akan terpaksa mengakhiri hubungan kita dan akan melalui jalan kita sendiri-sendiri.”
Mereka berciuman
”Oppa, saranghae…”
”Nado…”
Mereka melanjutkan ciuman mereka. Malam itu adalah salah satu malam yang takkan pernah mereka lupakan. Pasangan yang berbahagia, Leeteuk-Taeyeon.

@ A Week Ago
Taeyeon, pengantin baru itu sedang bersiap-siap dengan gaun putihnya sekarang.
”Unnie, kau cantik…” kata Suzy, adik Taeyeon.
”Kau juga Suzy…” balas Taeyeon kepada adiknya yang sedang duduk dikursi roda itu. 7 tahun lalu, adiknya mengalami kecelakaan sehingga Suzy harus menggunakan kursi roda.
”Unnie, Soo Hyun Oppa mengajakku makan kemarin. Kau tahu Unnie, aku sangat senang. Bisa bersama lelaki yang kucintai.” kata Suzy. Baru kali ini, Suzy merasakan cinta. Soo Hyun, atau yang biasa dikenal dengan Kim Soo Hyun merupakan cinta pertama Suzy dan juga teman sekelas Taeyeon sewaktu di SM High School.
”Apa kalian sempat mengobrol?” tanya Taeyeon.
”Ne. Tapi, dia yang selalu memulai obrolan Unnie. Hihihi…” kata Suzy sambil sedikit cekikikan.
”Kurasa Soo Hyun menyukaimu…” balas Taeyeon. Taeyeon sangat mengenal Soo Hyun salah satunya adalah ciri-ciri Soo Hyun saat sedang jatuh cinta dengan seseorang yaitu selalu memulai pembicaraan jika dia sedang bersama orang yang dicintainya.
”Unnie…” balas Suzy dengan pipi memerah.

@Altar
”Hai, Suzy…” sapa seseorang yang sedang berada disamping Suzy.
Suzy yang daritadi menoleh kebelakang untuk melihat Unnienya kini menoleh kesampingnya.
”Ne…” tiba-tiba ekspresi wajah Suzy menjadi malu dan merah semerah apel fuji ketika tahu yang memanggilnya tadi adalah Kim Soo Hyun.
”Kau cantik hari ini…” puji Soo Hyun.
”Ne…” Suzy menoleh lagi kearah Soo Hyun kemudian cepat-cepat menunduk agar pipi merahnya tidak terlihat oleh Soo Hyun.
”Gomawa…” ucap Suzy sambil tersenyum.
”Kalau begitu, apakah aku terlihat tampan?” tanya Soo Hyun tiba-tiba.
Suzy mengangkat kepalanya dan menoleh kearah Soo Hyun lagi.
”Err… Ne… Kau sangat tampan Oppa…” Suzy memalingkan wajahnya lagi.
”Oohhh…” Suzy melihat Unninya didampingi sahabatnya, Yuri, sedang menuju altar.
”Unnie…” mata Suzy berbinar-binar melihat Unnienya yang betul-betul cantik. Suzy menolehkan kepalanya ke arah Leeteuk yang sudah sampai di altar, dia melihat calon kakak iparnya itu terbengong-bengong melihat Unnienya yang sangat cantik. Kemudian mengalihkan lagi pandangannya kepada Taeyeon. Tiba-tiba, Suzy merasakan sesuatu. Dia dapat merasakan kedua kakinya.
Suzy menatap kedua kakinya. Suzy coba gerakkan jari-jari kakinya, semua dapat bergerak. Lalu Suzy coba gerakan lututnya, dapat bergerak. Perlahan Suzy tersenyum bahagia dan menitihkan air mata. Soo Hyun yang menyadarinya memegang wajah Suzy dan mengusap air matanya.
”Oppa, aku bisa merasakan kakiku oppa…” ucap Suzy lirih kepada Soo Hyun. Soo Hyun tersenyum bahagia begitu mendengar perkataan Suzy.
”Kau harus berjanji, nanti setelah acara ini selesai, kuajak kau ketaman.” kata Soo Hyun dengan nada gembira.
”Ne…” balas Suzy. Kini tatapannya beralih lagi ke altar. Melihat kakaknya sebahagia itu, rasanya Suzy juga merasakannya. Apalagi setelah nanti kakaknya tahu bahwa Suzy sudah dapat merasakan kakinya kembali.

”Apakah anda, Park Jung Soo bersedia menerima Kim Taeyeon sebagai istri anda, baik dalam senang, susah, sakit, sehat, sampai maut memisahkan kalian berdua?” tanya sang pastur.
”Ne…” jawab Leeteuk mantap.
”Apakah anda, Kim Taeyeon bersedia menerima Park Jung Soo sebagai suami anda, baik dalam senang, susah, sakit, sehat, sampai maut memisahkan kalian berdua?” tanya sang pastur kepada Taeyeon.
”Ne…” jawab Taeyeon mantap.
”Sekarang, kalian boleh berciuman.”
Leeteuk dan Taeyeon sudah resmi menjadi sepasang suami istri, mereka akhirnya berciuman beberapa detik. Dan inilah waktu untuk melemparkan bunga. Taeyeon berpikir sejenak, akhirnya dia mengarahkan lemparannya ke kursi adiknya. Dan, yang menangkap adalah Suzy dan Soo Hyun.

@Setelah Acara Selesai : Di Taman
”Suzy, coba kau berdiri.” kata Soo Hyun yang sedang berada didekat Suzy. Ya, sesuai janji, mereka sedang di taman.
Suzy merasa gugup, namun dia mencoba mengalahkan rasa gugup itu. Perlahan dia mencoba berdiri dari kursi rodanya. Keringat bercucuran. Dan akhirnya, Suzy dapat berdiri.
”Oppa!” teriak Suzy bahagia.
”Aigoo… Suzy sekarang coba kau berjalan. Tunggu dulu,” Soo Hyun mundur 3 langkah dari tempatnya tadi. ”kau, berjalanlah kearahku, jika kau jatuh aku akan menolongmu…”
Suzy mencoba melangkahkan kakinya. Awalnya kaku, namun dia mencoba menggerakkan lututnya. Dan, benar saja, kini ia sudah menyelesaikan 2 langkah, hanya tinggal 1 langkah lagi untuk sampai di tempat Soo Hyun. Suzy menggerakkan kaki kanannya. Dan sampailah dia ditempat Soo Hyun. Suzy tampak bahagia sekali. Dan tanpa babibu, Suzy langsung memeluk Soo Hyun. Soo Hyun hanya membalasnya dan semakin mempererat pelukan mereka.
Setelah berpelukan cukup lama, mereka melepaskan pelukan.
”Suzy, sebenarnya aku memendam sebuah perasaan kepadamu…” kata Soo Hyun.
Pipi Suzy memerah, Soo Hyun yang mengetahuinya langsung merengkuh dagu Suzy dan berkata,
”Ya, Suzy, pipimu memerah. Apa jangan-jangan kau juga menyukaiku?” goda Soo Hyun.
Suzy hanya bengong, kemudian dia berkata,
”Ne. Saranghae, Soo Hyun Oppa…” kata Suzy.
Soo Hyun yang dari tadi tertawa menjadi bengong. Sedangkan Suzy yang dari tadi bengong menjadi tersenyum jail.
”Kok bengong? Kau tak suka. Mianhe…” kata Suzy lalu membalikkan badannya. Baru selangkah saja, Soo Hyun langsung menarik Suzy hingga mereka berpelukan lagi.
”Ani. Aku senang. Nado saranghae, Suzy.” kata Soo Hyun.
Mereka berciuman bersamaan dengan terbenamnya matahari. Betul-betul ciuman yang paling indah yang pernah dilihat Leeteuk dan Taeyeon yang sekarang sedang bersembunyi dipohon.
”Oppa, ciuman mereka sangat romantis.” kata Taeyeon ketus sambil memanyunkan bibirnya.
Leeteuk menoleh kearah Taeyeon,
”Wae? Kenapa kau bilang seperti itu?” tanya Leeteuk.
”Aku iri.”. Kemudian beberapa detik dari itu, Taeyeon tersenyum jail. Seperti ada sesuatu yang menarik dikepalanya.
”Oppa, aku mau besok kita kembali ke tempat ini jam 5. Tepat saat matahari terbit.” usul Taeyeon mantap.
”Wae? Ada apa?” tanya Leeteuk balik.
”Begini yeobo,” Taeyeon mendekat ke arah Leeteuk dan memeluk tangan Leeteuk.
”Kalau adikku berciuman saat matahari terbenam, aku mau kita berciuman saat matahari terbit.” kata Taeyeon.
”Hahahahaha, kau ini!” kata Leeteuk sambil mengacak-acak rambut Taeyeon.

-The End-

14 thoughts on “FF Oneshoot : Destiny

  1. alurnya kecepetan…
    terus diliat dari akhir ceritanya main cast-nya lebih mengarah k Suzy n SooHyun
    padahal kalo ditilik dari awal harusnya main cast-nya TaeTeuk…
    tp ckedar kriktik, mian kalo ga berkenan.
    next time pasti bs bkin lbi baik lg.
    jgn putus asa, hwaiting!

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s