[Songfic] One Year Later

Title
One Year Later

Length
Oneshoot-Songfic

Rating
T

Genre
Romance, Sad

Author
burninganchovy (@meutiakbachnar)

CAST/Main Cast

– KARA Han Seungyeon as herself

– SHINee Onew (Lee Jinki) as himself

Support Casts

– After School UEE (Kim Yue) as Yuhee

DISCLAIMER:
All of casts are belong to God, their families, and their entertainments.

FF ini terinspirasi dari lagu SNSD Jessica ft. SHINee Onew yang judulnya One Year Later.

Tapi jalan ceritanya ide & pemikiran saya sendiri,jadi kalau mau copas jangan lupa tulis creditnya ya^^

Cuap-cuap Author

Annyeong! Saya lagi nyoba buat Songfic nih ^^. Sebenernya udah lama banget kepikiran buat Songfic dari lagu One Year Later yang dinyanyiin sama Jessica & Onew ini. Lagunya recommended banget, sedih soalnya >.<  Pas banget deh kalo didengerin waktu hujan2 gitu *laah promosi* Hehehe. Semoga ada yang baca dan para pembacanya berbaik hati buat kasih komen jadi saya tau dimana kurangnya Songfic ini nantinya ^^ Oke deh langsung aja~ 

~ HAPPY READING ~

***

 

Seoul, October 2010

Musim salju baru saja menyapa beberapa kawasan Asia Timur, salah satunya Korea Selatan— yang beribukotakan Seoul. Salju pertama yang turun di bulan Oktober ini memberikan berbagai macam kesan tersendiri pada beberapa orang yang tinggal di Seoul.

            Di sepanjang jalan ibukota Korea Selatan, tampak beberapa anak kecil berpakaian tebal tengah bermain-main dengan tumpukan salju yang baru saja turun semalam. Bukan hanya itu saja, kaum remaja pun sepertinya menyambut musim salju dengan begitu antusias. Kebanyakan diantara mereka memanfaatkan momen ini untuk lebih dekat dengan orang yang mereka sayangi.

***

“Musim salju…” bisik seorang gadis berusia 25 tahun, yang tengah asyik memandangi pemandangan indah di luar jendela tempat kerjanya.

            “Han Seungyeon!”

            Seseorang memanggil gadis itu—yang bernama Han Seungyeon. “Bisakah kau membawa murid-murid ke Taman Bintang? Mereka ingin sekali bermain salju…”

            Gadis bernama Han Seungyeon itu pun dengan ragu-ragu menganggukkan kepalanya. Dengan cepat, ia bersiap-siap untuk membawa beberapa anak kecil di tempat kerjanya ke sebuah taman yang sudah tak asing lagi baginya. Ya, Seungyeon—begitulah gadis itu kerap disapa—adalah seorang guru Taman Kanak-Kanak. Sudah hampir setahun ia menjalani profesinya sebagai seorang guru TK. Seungyeon memang sangat menyukai anak kecil, dan ia merasa sangat beruntung ketika sebuah tawaran menjadi seorang guru TK itu datang padanya.

Sesampai di taman, Seungyeon membiarkan murid-muridnya bermain dengan beberapa gumpalan salju yang telah menutupi sebagian permukaan tanah. Sambil mengawasi murid-muridnya, Seungyeon pun memilih untuk duduk di sebuah bangku yang ada di taman itu—Taman Bintang.

            Seungyeon mengangkat kepalanya—membiarkan sepasang matanya yang indah menatap langit luas. Sesekali, ia menggosok-gosokkan kedua telapak tangan kemudian meniupnya, untuk menghangatkan badannya yang mulai kedinginan. Setelah merasa puas memandangi keindahan langit di kota Seoul pada pagi ini, Seungyeon melayangkan kembali pandangannya ke sekeliling. Dan tanpa sengaja, sepasang mata indahnya itu melihat sebuah tulisan yang ada pada bangku yang ditempatinya sekarang.

            Han Seungyeon x Lee Jinki.

            “Aah~”. Ingatan Seungyeon pun kembali ke beberapa waktu lalu, saat ia merasa bahwa semua kebahagiaan dunia telah datang padanya.

            “Seungyeonnie! Seungyeonnie!”

            Panggil salah seorang murid, sambil menarik-narik ujung mantel Seungyeon. Lamunannya akan keindahan pada masa lalu itu pun buyar begitu saja. “Ada apa, Soonyi-ah?” tanya Seungyeon, sambil tersenyum kepada seorang gadis kecil di hadapannya.

            “Minki-ah terjatuh, Seungyeonnie! Ayo kita bantu Minki-ah”

            Tanpa berlama-lama, Seungyeon langsung beranjak dari tempat duduknya. Ia langsung menggendong Soonyi dan setengah berlari menghampiri Minki. Namun, gerakan kaki yang awalnya cepat itu tiba-tiba melambat ketika Seungyeon mendapati seorang namja dengan sigap membantu menenangkan Minki yang baru saja terjatuh karena terpeleset gumpalan salju. Seungyeon menurunkan Soonyi dari gendongannya. “Lee Jinki…”

            Namja yang tengah menenangkan Minki itu membalikkan badannya—begitu merasa namanya dipanggil. Raut wajahnya sudah tak karuan. Ada beberapa perasaan yang tercampur-aduk begitu saja di dalam benaknya. “Han… Seungyeon?”

***

It feels like I’ve been dreaming for a long time

I’ve wandered and wandered around for a while

As if we made a promise

Standing here in front of each other like that day from four seasons ago

Seungyeon kembali duduk pada bangku yang tadi didudukinya. Tepat di sampingnya ada seorang namja yang baru saja membantu menenangkan Minki tadi. Namja itu tak lain adalah Lee Jinki, pacar pertama Seungyeon. Kini, keduanya terdiam.

 “A-Apa kabarmu?”

Keduanya secara serentak mengawali pembicaraan.

“Jadi… sekarang kau bekerja sebagai seorang guru?” tanya Jinki, tanpa memandang yeoja yang duduk di sampingnya itu. Seungyeon tak menjawab, ia hanya tersenyum dan mengangguk mantap. Nampak jelas, baik Seungyeon maupun Jinki, keduanya sama-sama merasa canggung.

Bagaimana tidak canggung ketika bertemu kembali dengan seseorang yang sangat kita cintai? Itulah yang dirasakan oleh Seungyeon, maupun Jinki. Bagaimanapun juga, keduanya pernah melewati waktu-waktu indah bersama—sebagai sepasang kekasih.

Suasana hening diantara mereka itu terus berlanjut. Seungyeon makin kikuk, ditambah lagi, ada banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada Jinki—namja yang sampai sekarang masih dicintainya itu. Apa kabarmu, Jinki-ah? Apakah kau makan teratur? Apakah kau masih suka bergadang? Apakah kau masih canggung untuk berdekatan dengan anak kecil? Bagaimana kehidupanmu sekarang?Apakah kau masih ingat aku dan semua kenangan itu, saat kita masih bersama?

Those beautiful stories that we wrote down together

Those eternal promises that we prayed for at that time

They’re all coming back to me now and I don’t think my heart can take it

I’ve even restrained myself at the thought of you

How has your one year been?

 

“Ng… Bagaimana keadaanmu setahun belakangan ini?” tanya Seungyeon begitu saja. Setelah beberapa saat ia menyadari apa yang baru saja diucapkannya, ia langsung menambahkan, “Eh… Kau tak usah menjawabnya… Aku… Aku hanya…”

“Setahun belakangan itu…” dengan cepat Jinki memotong perkataan Seungyeon. Ia tersenyum lalu menatap Seungyeon dalam-dalam. Ada banyak sekali yang ingin kukatakan padamu, Seungyeon-ah. Ada banyak sekali hal yang harus kau tau tentang aku tanpamu setahun belakangan ini…, ucap Jinki di dalam hati.

For a long time, I’ve been living, having forgotten of you

For a while, I thought I was doing fine

However I started to realize it as time passed by

That I am nothing without you

At that time, if only we had been a bit more mature,

If only we knew how we would be right now
I have no confidence in overcoming these endless regrets

So I’ve had to just repress them

One year has passed like that

“Aku tak begitu baik. Aku menjalani hari-hari tanpa seorang noona cerewet yang selalu memikirkan  tentang aku, lebih dari diriku sendiri. Kupikir, awalnya, aku akan baik-baik saja tanpa noona. Kupikir, hidupku tak akan berbeda jauh dari sebelumnya. Tapi salah, semua bahkan sangat-sangat berbeda. Aku seakan tak mengenali kehidupan seperti apa yang tengah kujalani sekarang ini…”

Ucapan yang keluar dari mulut Jinki barusan membuat Seungyeon terpaku. Matanya mulai berkaca-kaca mengingat kejadian setahun lalu, yang membuat ia harus berpisah dengan orang yang amat dicintainya.

-FLASHBACK-

“Noona…” panggil Jinki dengan suara parau. Seungyeon mendekatkan wajahnya untuk menatap kekasihnya itu. Namun Jinki menjauh dari tingkah aegyo Seungyeon. “Kau tahu? Aku sangat menyayangimu. Sangat sangat menyayangimu. Tapi…”

            “Tapi apa?” tanya Seungyeon, merasa ada sesuatu yang tidak beres.

            “…Sebaiknya kita putus saja, Noona. Aku telah dijodohkan dengan Kim Yuhee, anak dari sahabat dekat Appa-ku. Sewaktu masih kecil, aku dan Yuhee sering bermain bersama… Ia juga menyukaiku sejak lama… Bu-Bukan maksudku untuk, arrrgh… Tapi, dia menderita kanker darah dan aku tak mungkin membuatnya…”

            “Arasseo. Jangan khawatirkan aku, Jinki-ah” Seungyeon memotong perkataan Jinki sambil memamerkan sebuah senyuman. Tak lama kemudian, air matanya mulai berjatuhan. Jinki yang khawatir melihat yeojachingu-nya itu, langsung menghampirinya. Namun Seungyeon melarang Jinki untuk mendekatinya. “Aku akan baik-baik saja. Kau juga harus begitu”

            “Mianhae… Jeongmal mianhae, Seungyeon-ah”

FLASHBACK END –


“Apakah kau merasakan hal yang sama denganku, Noona?” tanya Jinki kemudian. Seungyeon masih terpaku dalam diamnya. “Kenapa kehidupan ini terasa begitu sulit untukku? Aku… Aku benar-benar tak bisa melupakanmu. Apakah masih ada kesempatan bagiku untuk kembali bersama denganmu lagi, Noona? Apakah kau juga menginginkan itu? Seungyeon-ah… kenapa kau diam saja?”

Could your feeling perhaps be the same as mine?

Will you give me another chance?

I know that we can never part from each other

The person I love and love again

            “Aku juga merasa ini sulit bagiku. Aku juga merindukanmu. Sangat sangat merindukanmu, Jinki-ah. Bagaimana mungkin aku melupakanmu? Bagaimana mungkin aku melupakan seseorang yang benar-benar tulus menyayangiku? Aku juga ingin kita kembali seperti dulu, bersama-sama… Tertawa, bercanda bersama, tapi… bukankah keputusan ini telah kita ambil, Jinki-ah? Kau tak bisa melukai Yuhee lebih dalam, dan aku tak boleh egois demi kebahagiaanku sendiri” ucap Seungyeon, yang mulai bicara. Dan perlahan, air mata Seungyeon mengalir deras membasahi pipinya. “Aku hanya ingin kau bahagia… Hiks hiks”

            “Noona…

I wish we can go back to our first day,

To the beautiful, happy, and loving days,

Keduanya terdiam lagi. Jinki hanya mampu menatap Seungyeon yang masih terisak tangis. Di dalam hatinya, ingin sekali rasanya memeluk yeoja yang amat ia cintai itu. Mata Jinki pun telah berkaca-kaca. Hidungnya terlihat memerah, nampak jelas bahwa ia menahan air matanya untuk tidak jatuh. “Noona… Seungyeon-ah…”

Those heart-breaking stories and vain arguments,

Just bury all of that now

And promise that we won’t take them out again

 

            “Hahaha, aku nampak begitu bodoh di depanmu yang jauh lebih muda dariku. Hm… Jinki-ah. Lupakan semua hal yang telah terjadi hari ini. Lupakan semua perasaan itu. Kita harus sama-sama yakin bahwa kita bisa melewati ini semua. Aku dan kau akan baik-baik saja. Ya… akan baik-baik sa…”

            Jinki langsung memeluk Seungyeon. Air matanya mulai berjatuhan. Setelah beberapa saat, ia melepaskan pelukannya. “Kau… badanmu ini lemas sekali, Noona! Apa saja yang kau makan? Bukankah aku sudah bilang kau harus banyak makan?!”

            DRRRTTT DDDRTTTT…

            Tiba-tiba handphone Jinki bergetar. Dengan cepat, ia meraih benda kecil itu dari saku jaketnya. “Yoboseyo, Yuhee-ah… Ah, iya, baiklah aku akan segera kesana”.

            Setelah panggilan dari tunangannya itu terputus, Jinki kembali menatap Seungyeon. Ia menepuk pundak Seungyeon keras. “Kau harus baik-baik saja. Aku pun begitu! Noona…”

            “Pergilah. Yuhee menunggumu, kan?”

            Jinki menganggukkan kepalanya dan berlari meninggalkan Seungyeon sambil menahan tangis. Semakin lama tubuh Jinki semakin menjauh dari pandangan Seungyeon. “Dah, Jinki-ah. Aku yakin kau akan baik-baik saja” ucap Seungyeon sambil terus menatap kepergian Jinki.

“Seungyeonnie! Seungyeonnie!! Aku sudah kedinginan, ayo kita pulang!!”

            Seungyeon melayangkan pandangannya kepada semua murid yang telah merengek minta pulang. Sambil tersenyum ramah, Seungyeon pun membalas ajakan para muridnya itu. “Baiklah, kita pulang. Kkajaa!

            Seungyeon menuntun para muridnya untuk berjalan beraturan. Sesekali, Seungyeon menatap ke belakang—memastikan bahwa Jinki telah benar-benar berlalu.

 

No matter how many seasons pass and how many years go by again…

I hope that we won’t meet like today again

 

             “Sayounara, Lee Jinki-ssi”

-FIN-

13 thoughts on “[Songfic] One Year Later

    • Hehe miaaan ~ masih amatir nih buat songfic >.<
      Entar deh kalo ada ide dan waktu akan dicoba lanjutin lagi hehehe~ makasih yaaa ^^

  1. Annyeong…
    New reader, kebetulan baru nemu blog ini :D
    Oya, hmm… gimana ngomongnya yah? sya takut nyinggung perasaan n gak berkenan dihati hehe~
    Sya banyak baca songfic, rata2 lyric lagunya dimasukin satu2 *kyk punya saya* ke setiap paragraf jadi lebih berasa feelnya. Apalagi kalo ff sedih.
    Menurut sya kalo bikin songfic lagi, mending tiap kalimat lyric dimasukin ke satu paragraf, asal jangan sekalian begini. Nanti full lyric baru dikasih sebagai closing ff ato openingnya gitu…
    Mian yah chingu ^^
    sekalian mampir ke blog sya donk :P

    • Annyeong^^
      Gak apa2 kok, kan bs jadi masukan spaya songfic berikutnya makin bagus. Soalnya aku msh amatir bgt hehe, dan wkt baca songfic yg aku suka bgt ceritanya, authornya nampilin lirik kaya yg aku buat.. Jd deh kebawa2 hehe..
      Gomawo bgt y chingu^^
      sipp, entar main ke blog km :)

    • Waah, iya emang, sedih banget lagunya :(
      Hehe, gomawo ya udah baca ^^ akan diusahakan lebih bagus lg songfic2 berikutnya :D

    • miaaan T-T masih awam banget soal ngebuat songfic nih, tapi akan diusahakan deh songfic2 seterusnya panjang dan disesuaiin sama lagu ;)
      makasih sudah baca + komen ^^d

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s