Still Loyal

Title
Still Loyal
Length
Oneshoot
Rating
PG.13
Genre
Romance, Sad
Author
Park Yoo An
CAST/Main Cast
Taeyeon – SNSD
Leeteuk – Super junior
Support Cast
Bae Suzy
Seohyun – SNSD
Victoria – f(x)
Jessica – SNSD

FF ini pernah dipublish di blog author (http://www.egaarista.wordpress.com)
Maaf ya, FF ini masih agak jelek…
Enjoy it!!
*****


Bayangkan jika kau adalah gadis yang paling bahagia sebelumnya. Kau memiliki seorang kekasih. Yang manis, pintar, baik, perhatian, memiliki banyak bakat dan prestasi. Bukankah kau bangga? Namun, dalam waktu yang singkat engkau harus kehilangan kekasihmu itu. Bukankah sangat menyakitkan? Ya, itulah yang dialami oleh seorang yeoja cantik bernama Kim Taeyeon.
Sejak 5 tahun yang lalu, sewaktu umurnya masih 18 tahun, dia memiliki seorang namjachingu yang benar-benar tampan, baik, perhatian, manis, berbakat dan berprestasi. Namjachingunya itu memberinya kasih sayang dan cinta tanpa setitik beban. Taeyeon juga sangat mencintai namjanya itu. Namun, kebahagiaan yang dimilikinya hanya berlangsung sebentar saja. Kebahagiaan itu seketika lenyap dan menjadi sebuah kesedihan yang begitu mendalam dan tak terobati hingga sekarang. Namja yang dicintainya, meninggal karena kanker otak yang diwariskan dari ibunya yang sudah meninggal sejak umurnya masih 7 tahun. Ingin tahu kisahnya? Mari kita menyimaknya…
– 26 Juli 2006 –
Di kelas 12-4, Taeyeon menempelkan kepalanya di meja. Kejadian tadi pagi terus terbayang jelas di kepala Taeyeon. Sendirian di kelas itu. Tanpa suara. Sunyi. Taeyeon berusaha untuk melupakannya.
Flashback
Taeyeon membelalak ketika cincin yang diberikan oleh namjachingunya, Leeteuk. Tiba-tiba berada di tangan Victoria Song, anak 12-2.
”YA! Darimana kau dapatkan cincin itu? Itu milikku! Kembalikan!” Taeyeon berusaha menggapai tangannya untuk merebut kembali cincin miliknya.
”Shiroyo!” dengan tegas Victoria menolak.
”YA! Tapi itu milikku!” Taeyeon semakin memperkeras suaranya.
Victoria dengan sengaja menjatuhkan cincin Taeyeon wastafel.
”Andweyo!” Taeyeon menjerit. Air mata mulai menggenangi matanya. Taeyeon yang tidak terima akhirnya mendorong Victoria. Karena tidak kuat dengan berat badan Victoria, dorongannya tidak memindahkan posisi Victoria dari sebelumnya. Tiba-tiba terdengar suara dari beberapa murid yang hendak masuk kedalam kamar mandi. Victoria yang sepertinya memiliki niat jahat, akhirnya ketika murid sudah berada di dekat pintu mereka berdiri, dengan cepat Victoria mendorong dirinya sendiri ke belakang hingga menatap dinding. Kemudian Victoria berpura-pura pingsan.
Flashback End…
Tak henti-hentinya Taeyeon memukul-mukul dahinya. Ketika pukulannya semakin keras, seorang namja mencegah tangan Taeyeon dengan lembut. Taeyeon mengadahkan kepalanya, dilihatnya Leeteuk sedang berdiri sambil tersenyum kearahnya.
”Waegeure? Kenapa dahimu merah?” Leeteuk memegang dahi Taeyeon.
Taeyeon tidak menjawab. Dia kembali menempelkan kepalanya di meja.
”Untuk masalah yang tadi…” Leeteuk menarik sebuah kursi agar dia bisa duduk disamping Taeyeon sebelum melanjutkan ucapannya, ”aku yakin Vict hanya berpura-pura.”
”Bukan itu Oppa. Cincin itu…” Taeyeon berusaha membendung air matanya.
”Itu kan hanya cincin? Yang penting bukan akunya yang hilang kan? Hahahaha…” Leeteuk tertawa cekikikan. Taeyeon menatapnya nanar.
”Ya Oppa! Aku tidak suka kau berbicara seperti itu! Seolah kau akan meninggalkanku saja!” Taeyeon mengucapkannya dengan nada yang tinggi.
”Aniyo Tae. Aku tidak akan meninggalkanmu kok.”
”Lalu kenapa kau bilang ”akunya yang hilang” tadi? Hah?”
”Hanya memastikan…” Leeteuk menunduk ke bawah berusaha menutupi raut wajahnya yang sekarang berubah menjadi sedih. ”Jika aku tidak ada untukmu sementara, kau akan tetap setia menungguku. Jika aku tidak ada untukmu selamanya, kau akan tetap setia mencintaiku.”
”Oppa! Aku tidak suka kau berbicara seperti itu? Apa maksudnya? Akhir-akhir ini kau sering mengucapkan kata-kata seperti itu. Kau tahu Oppa aku benar-benar takut dengan semua kata-katamu.”
”Mianhae Yeon-ah.”
”Lalu jika seandainya kau pergi meninggalkanku, kau masih bisa berharap kalau aku masih setia padamu. Tapi apa kau masih bisa berharap kalau aku baik-baik saja? Huh? Bahagia? Huh?” kali ini Taeyeon berdiri.
”Mianhae. Sebenarnya, aku mengatakan seperti itu karena aku…”
”Kau?”
”Aku…”
”Oppa!”
”Aku ingin mengakhiri hubungan kita.” Leeteuk mengadahkan wajahnya menatap Taeyeon dengan ekspresi kosong.
Air mata mulai membanjiri pipi mulus Taeyeon. ”Mwo? Shiroyo! Hangga!” nada Taeyeon melirih.
”Terserah kau saja.” Leeteuk meninggalkan Taeyeon seorang diri.
17 Agustus 2006
”Ahjumma, tolong aku beli 1 apel, 1 pisang, 3 iris kimbab, dan susunya.” Taeyeon memesan kepada ahjumma yang menjual dikantin.
”Ne. Yogi.”
”Kamsahamnidah.” kata Taeyeon sambil berlalu dan menuju ke meja sahabat-sahabatnya, Seohyun dan Suzy.
”Yeon-ah, kudengar Leeteuk Oppa sedang dirawat dirumah sakit.” kata Seohyun sambil memakan naengmyunnya.
”Mwoya?” Taeyeon agak kaget. Namun, segera mengganti ekspresinya dengan ekspresi acuh. ”Hmmm… Siapa peduli?”.
”Hmmm… Kasihan sekali Leeteuk Oppa. Akhir-akhir ini dia sering sekali pusing-pusing dan pingsan.” Suzy ikut bicara.
”Aish! Sudahlah! Kenapa membahasnya terus! Aku muak sekali.”
”Yeon-ah, apa kau tidak kasihan kepadanya? Huh? Dia sudah dirawat selama 1 minggu. Koma katanya.”
”Mwo?” Taeyeon yang awalnya sedang mengunyah kimbabnya tiba-tiba tersembur keluar dari mulutnya.
”Ne. Katanya, dia terkena kanker otak.” kata Suzy.
”Mwo? YA! Kenapa kalian baru memberitahuku sekarang? Huh?” Taeyeon berusaha membendung air matanya.
”Yeon-ah kau sendiri yang menyuruh kita untuk tidak membahas tentang Leeteuk Oppa sejak kau putus dengannya.” Seohyun berusaha membela dirinya dan Suzy.
”Ne. Kau yang bilang seperti itu Yeon-ah.” Suzy unjuk bicara.
”Kalau begitu, aku mau ke rumah sakit dulu. Annyeong!” Taeyeon bergegas menuju rumah sakit tanpa membawa tas sekolahnya. Sejak perjalanan keluar kelas, naik taksi, dan sampai di rumah sakit, pipinya sudah dibanjiri oleh air matanya.
@Rumah Sakit
”Annyeong Ahjumma. Bisa beritahu saya dimana kamar rawat Park Jung Soo?”
”Ne. Sakura 17.”
”Kamsahamdinah.”
CKLEK… Taeyeon membuka kamar rawat Leeteuk. Dilihatnya, namja itu tergolek lemah di ranjangnya. Terlihat tak berdaya. Taeyeon menitihkan air matanya. Baru 1 langkah dari pintu, Taeyeon jatuh tersungkur di lantai. Taeyeon menggigit kecil jari-jari tangannya. Betapa dia merasa bodoh dan jahat. Kini, Taeyeon mengerti apa yang dimaksud ”akunya yang hilang” yang pernah dimaksud Leeteuk. Ya, mungkin memang itu maksudnya. Perlahan, Taeyeon bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ranjang Leeteuk.
”Oppa, mianhae. Harusnya, aku sudah tahu dari hari yang lalu. Mianhae… Jeongmal mianhae…” Taeyeon menangis. Ditempelkannya tangan Leeteuk di bibirnya. Mengecup lembut tangan namja itu.
”Oppa, irona. Bogoshipoyo. Irona.” Taeyeon terus memohon agar Leeteuk bangun.
”Oppa, jika kau bangun nanti, aku janji aku akan menemanimu dimanapun. Aku rela aku membolos. Aku ingin bersamamu Oppa.” kalian tahu mengapa Taeyeon mengatakan kalimat itu? Hati kecil Taeyeon merasa bahwa Taeyeon mungkin akan kehilangan Leeteuk untuk selamanya.
”Oppa, berjanjilah, kau harus sembuh Oppa.” Karena merasa takut akan pendapat hati kecil Taeyeon, Taeyeon berusaha untuk optimis jika Leeteuk akan sembuh walau dirinya memang merasa akan kehilangan namja itu.
12 Desember 2006
Sudah hampir 4 bulan Taeyeon belum juga mendapati Leeteuk akan sadar dari komanya.
Taeyeon terus melangkahkan kakinya menuju rumah sakit tempat Leeteuk dirawat. Sesekali menatap arloji miliknya. Tepat pukul 10.45 a.m. Untung saja tadi alasan palsunya berhasil, sehingga dia diizinkan gurunya untuk pulang. Begitulah, Taeyeon membolos sekolah dengan mengatakan pada gurunya bahwa dia beserta keluarganya akan pergi ke Jeonju untuk menghadiri acara pernikahan sepupunya.
Pukul 11.00 a.m. Akhirnya, Taeyeon sudah sampai di rumah sakit. Seperti biasa, Taeyeon menuju ke ruang Sakura 17. Ketika membuka pintu kamarnya itu, pandangan Taeyeon terpaku pada ranjang yang kosong. Perasaan khawatir mulai melanda Taeyeon. Tetapi untungnya, ketika Taeyeon membuka pintu lebar-lebar, dilihatnya Leeteuk sedang berdiri di depan kaca sambil memandangi indahnya kota Seoul. Langsung saja Taeyeon menghambur masuk dan memeluk Leeteuk dari belakang.
”Oppa! Bogoshipoyo! Jeongmal bogoshipoyo.” Leeteuk melepas lembut tangan Taeyeon yang melingkar diperutnya. Kemudian berbalik menatap Taeyeon yang kebingungan atas sikapnya.
”Waegeurae Oppa? Kau tak suka?” tanya Taeyeonn berusaha membendung air mata. Perlahan air matanya jatuh. Leeteuk tersenyum ke arah Taeyeon dan menghapus air mata Taeyeon dengan ibu jarinya.
”Aniyo. Aku suka.” Leeteuk mengecup lembut dahi Taeyeon.
”Oppa. Nan bogoshipoyo! Nan manhihae! Nan saranghaeyo!” Taeyeon memeluk erat Leeteuk. Leeteuk membalas pelukannya.
”Nado Yeon-ah.” balas Leeteuk lembut.
”Oppa. Sejak kapan kau sadar?” tanya Taeyeon.
”Tadi subuh.”
”Hmmm, syukurlah. Sudah hampir 4 bulan kau koma.”
”Ne ara.”
Hampir 10 jam Taeyeon menemani Leeteuk di rumah sakit. Karena sudah malam, Leeteuk menyuruh Taeyeon untuk segera pulang ke rumahnya.
”Yeon-ah, ini sudah jam 9. Kau harus pulang.” kata Leeteuk.
”Shiroyo Oppa. Aku ingin menemanimu.” elak Taeyeon.
”Yeon-ah kau harus pulang.” Leeteuk membujuk Taeyeon untuk kesekian kalinya.
”Andwe!” Taeyeon terus berusaha mengelak.
”Kalau begitu, jika besok kau datang ke sini, aku akan tidur dan tidak akan bangun sebelum kau meninggalkanku.” kata Leeteuk dengan nada yang dibuat-buat.
”A-arata arata. Aku pulang dulu Oppa. Annyeong!” Taeyeon akhirnya berlalu dari hadapan Leeteuk.
13 Januari 2007
”Mwo?” Taeyeon tersentak kaget ketika Jessica, yang tak lain adalah dongsaeng Leeteuk mengatakan bahwa Leeteuk sekarang kritis dan berada di ICU.
”Unnie aku kasihan dengan Teuki Oppa.” Jessica menitihkan air mata.
Taeyeon menghapus air mata Jessica. ”Uljima, Oppa pasti akan sadar.”
Mereka berpelukan. Sambil menangis.
”Unnie, kemarin sebelum Teukie Oppa kritis, dia menitipkanku ini.” Jessica mengeluarkan segulung kertas. Diberikannya kertas itu pada Taeyeon.
”Aku pergi dulu Unnie.” Jessica akhirnya berlalu dari hadapan Taeyeon.
Perlahan Taeyeon membuka kertas itu. Dibacanya tulisan indah milik Leeteuk yang ditulis dengan pena warna coklat.
From : Leeteuk
To : Taeyeon
Taeyeon-ah, mian jika bukan aku yang memberikan surat ini padamu. Kau tahu kenapa? Karena aku merasa sebentar lagi aku akan kritis kembali. Mungkin untuk beberapa minggu, beberapa bulan, beberapa tahun atau bahkan sampai aku meninggal. Jangan menangis membaca suratku ini. Berjanjilah padaku Taeyeon-ah. Jika aku kembali sadar dari kritisku, berarti masih ada waktu untuk kita bertemu. Jika aku meninggal, berarti kau harus tetap setia padaku dan relakan aku. Aku merasa sebentar lagi aku akan menyusul ibuku di tempat yang kekal. Surga. Hanya ini yang bisa aku sampaikan.
Saranghae Taeyeon-ah…
Taeyeon berusaha membendung air matanya. Seperti yang dituliskan Leeteuk di suratnya itu, Taeyeon tidak boleh menangis. Namun apa daya, Taeyeon tidak dapat membendung air matanya. Air matanya mengalir deras dari sudut matanya.
@26 Juli 2007
”Unnie!” seorang yeoja memanggil Taeyeon dari belakang. Yeoja cantik berambut pirang ikal. Ya Taeyeon tahu siapa itu. Jessica.
”Ne. Wae?”
”Unnie, Teukie Oppa sudah sadar!”
@Di Rumah Sakit
Taeyeon berlari dari kamar rawat Leeteuk menuju receptionis.
”Annyeong ahjumma, apa kau tahu dimana pasien yang dirawat di Sakura 17?” tanya Taeyeon yang masih terengah-engah.
”Park Jung Soo-ssi?”
Taeyeon hanya mengangguk kencang.
”Dia di atap.”
”Ne?”
”Ya dia di atap.”
Sejenak Taeyeon berpikir, mau apa Leeteuk ke atap?
Taeyeon segera bergegas menuju atap. Dilihatnya seorang namja sedang berdiri di tengah-tengah atap. Rambutnya pendek lurusnya melayang-layang karena tiupan angin yang kencang.
”Leeteuk Oppa.” panggil Taeyeon.
Leeteuk membalikan badannya. Dilihatnya Taeyeon sedang terengah-engah. Leeteuk tersenyum melihatnya.
”Yeon-ah.” ucap Leeteuk lirih.
Taeyeon melangkahkan kakinya menuju Leeteuk. Sampai dihadapan Leeteuk, Taeyeon tersenyum. Tiba-tiba bulir-bulir air mata jatuh dari sudut mata indah Taeyeon. Perlahan senyum Leeteuk memudar. Leeteuk menggerakkan tangannya menghapus air mata Taeyeon.
”Uljimayo. Jangan menangis. Aku tidak suka itu.” Leeteuk mengatakannya dengan nada yang lirih. Tiba-tiba, air mata Leeteuk jatuh sangat deras dari mata Leeteuk. Seperti air terjun.
”Oppa.” Taeyeon memeluk erat Leeteuk. Dibenamkannya kepalanya di dada bidang Leeteuk.
Leeteuk membalas pelukkan Taeyeon. Diciumnya ubun-ubun Taeyeon.
”Oppa mau apa kau ke atap?” tanya Taeyeon.
”Aku ingin memandang indahnya kota Seoul. Mungkin untuk yang terakhir kalinya.”
DUGEUN DUGEUN… Begitulah bunyi jantung Taeyeon.
”Oppa, jangan tinggalkan aku Oppa.” sekali lagi, Taeyeon mengatakan itu karena hati kecilnya yang berpendapat dia akan kehilangan Leeteuk.
”Yeon-ah,” Leeteuk melepas pelukannya namun tangannya masih melingkar sempurna di pinggang Taeyeon. ”Jika aku pergi meninggalkanmu, aku akan menunggumu di surga. Aku akan mengawasimu dari atas sana. Walaupun suatu saat ada pengganti baru untukmu, aku tidak akan melupakan semua kenangan kita.”
”Oppa, tidak akan pengganti atau namja lain setelah Oppa. Oppa adalah namja pertama dan terakhir yang menempati relung hatiku. Itu pasti Oppa.”
Keduanya bertatapan. Rasa sayang, suka, cinta, sedih, sendu, bahagia bercampur menjadi satu. Keduanya saling memejamkan mata. Mendekatkan wajah mereka satu sama lain. Hidung mereka menempel. Bibir mereka saling melumat lembut dan mengecup. Kulit mereka saling bergesekkan. Setelah 1 menit, mereka saling melepas ciuman.
Taeyeon mengusap lembut bibir Leeteuk yang basah karena ludah mereka dengan jari manisnya.
@27 Juli 2006
Gundukan tanah itu dikelilingi oleh para pelayat. Semua menangis. Mengetahui kenyataan bahwa Park Jung Soo telah meninggalkan dunia ini. Orangtuanya, adiknya, kakek neneknya, paman bibinya, sepupunya saling menumpahkan air mata. Diantara semua warga Seoul High School, hanya Taeyeonlah yang mengenakan pakaian mencolok. Hitam, merah, putih. Hitam, pakaian yang biasa digunakan untuk melayat. Merah, karena dia mencintai Leeteuk. Putih, karena itu adalah warna kesukaan Leeteuk.
Diantara semua yang menangis, hanya Taeyeon yang mencoba untuk tabah dan tersenyum. Walau hatinya menangis. Walau hatinya telah tertancap samudra. Taeyeon melakukannya karena Leeteuk menyuruhnya untuk merelakan dirinya pergi.
Semua sudah pulang kerumah masing-masing. Terkecuali Taeyeon. Sudah 4 jam sejak pemakaman itu sepi. Taeyeon masih berdiri di samping makam Leeteuk. Menatap batu nisan itu dengan tatapan sendu. Kaki Taeyeon melemas, akhirnya dia jatuh tersungkur di samping makam namjachingunya. Taeyeon menangis sejadi-jadinya di makam itu. Sambil memeluk batu nisannya. Tiba-tiba, Taeyeon melihat bayangan seseorang. Tepatnya bayangan Leeteuk. Leeteuk tersenyum ke arahnya.
”Oppa?”
”Yeon-ah jangan menangis. Jika kau ingin aku bahagia, kau harus merelakanku. Aku akan menunggumu untuk menemaniku di surga.”
Entah apa Taeyeon hanya berkhayal atau memang kenyataan bahwa bayangan Leeteuk memang muncul dihadapannya. Taeyeon mencoba tersenyum. Bayangan Leeteuk tiba-tiba hilang. Melenyap. Tak tahu perginya kemana.
”Ne. Oppa benar. Oppa, saranghae yeongwonhi. Kau harus janji untuk menungguku di surga.” itulah kalimat yang diucapkan Taeyeon. Sekarang, Taeyeon sudah merelakan kepergian namjachingunya itu. Dia akan berjanji dan bersumpah bahwa dia akan tetap setia kepada Leeteuk hingga ajal menjemputnya.
Itulah kisah dari seorang Kim Taeyeon. Dapat diambil hikmahnya untuk pelajaran hidup. Relakan seorang yang kau sayangi dan cintai karena kelak kau akan bertemu lagi dengannya di kehidupan yang kekal, AKHIRAT.

25 thoughts on “Still Loyal

  1. Eung…
    Blom baca, cm mau koment aja…
    Soalnya di suruh tobat sama eomma…
    Fighting!!!
    Gomawo, mianhae…

    #Siders yang tobat

  2. thor! tanggung jawab nih! mata ku jadi sipit ._.
    hehee.. peace :D
    cerita nya nyentuh banget >.<
    kalau aku kyk gitu, gimana ya? :3 #halahh berisik#
    ya udah deh thor… yang penting, cerita nya bagus deh :D two thumbs up ;)

  3. sempet sedih sih sad ending :( tapi feel nya dapet banget sampe-sampe nangis waktu leeteuk oppa pergi ninggalin taeyeon eonnie :(
    terus banyakin FF TaeTeuk ya Author :D
    author kapan-kapan buat taetuk couple yang happy ending ya :D
    FAIGHTING AUTHOR :D

  4. Yaampuunn, chingu, kepengen nangis .. Huweeee,
    ohiya, aku siders yg udh tobat jg, mianhae yah… Ohya naneun Delphi imnida, panggil sy saeng/delphi/dodong/deldel/ apadeh
    ‘-‘v

    • Alhamdulillah akhirnya ada juga siders yang tobat *sujud*

      Hahaha iya. Aku panggil apa ya? Pengennya sih saeng. Tp umur km berapa? Tkutnya aku pnggil saeng, eh trnyta umur km lbh tua dari aku… :)

  5. Annyeong thor ^^ ff nya bagus eon … kebagusan malah #lebay
    sedih baca ending nya T^T buat lagi ya eon !! kalo bisa ber-part-part *hasemeleh
    yoo!!hidup taeteuk :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s