I will Forever with you even we’re already die!

Title: I’ll always with you even we’re already die!
Genre: Sad, Romance, AU
Length: Ficlet
Author:
IloveAJ

Cast: Song Ahn Mi (OC), Lee Gi Kwang, Song Hye Kyo, find it!
Disclaimer: ini adalah FF asli milik saya, Song Ahn Mi! ide mengalir dengan sendirinya, tapi endingnya aku terinspirasi dari FF karya Rinmiumiu, “Last Smile”. Semua cast disini adalah milik tuhan dan orangtua mereka… tapi, FF ini hanya milikku! nah, daripada kebanyakan ngoceh! ayo kita baca aja yak! *maksa*

Normal pov.
Ahnmi sedang menunggu Lee Gi Kwang, namja yang dia temui kemarin di Bandara.
XXX Flashback XXX
Ahnmi akan pulang ke Korea. Di bandara, dia membeli karcis bersama 2 sepupunya (baca: Chanhee, Ahri), namun, karena Ahnmi pergi ke toilet saat tengah mengantri, dia duduk terpisah dari 2 sepupunya di pesawat. di pesawat, dia duduk dengan Lee Gi Kwang. Namja baik yang lucu. awalnya Ahnmi agak canggung padanya… namun, Gikwang bisa mengatasi itu
Ahnmi pov.
“Annyeong…” sapaku pada namja yang duduk disebelahku. dia menoleh, wow! dia tampan sekali! *jiaahhh* dia tersenyum.
“Annyeong…” jawabnya lalu kembali menatap ke jendela.
aku mendengarkan musik dari I-pod ku.
aku menguap kelelahan. dia menatapku.
“kau kenapa?” tegur namja itu. aku terkejut dan langsung melepas headset-ku.
“nae? Mianhae, tadi aku tidak dengar…” jawabku.
“G-W-E-N-C-H-A-N-A-Y-O-?” ulangnya seolah mengeja.
“aniyo… aku kelelahan, karena 2 sepupuku!” jawabku mengeluh sambil memandang mereka (baca: Chanhee, Ahri)
“apa yang mereka lakukan??” tanyanya.
‘ugh, dia banyak tanya!’ batinku kesal
“mereka… ah! sudahlah! bukan urusanmu!” jawabku jutek
“oh… Lee Gi Kwang imnida…” kata namja yang ternyata bernama Gikwang itu. aku melongo. kenapa dia tiba-tiba memperkenalkan namanya? aku kan tidak tanya? yah, tapi dijawab saja… daripada kesan pertamanya buruk…
“ah… nae, Song Ahn Mi imnida… bangapseumnika…” balasku sambil tersenyum terpaksa.
Akhirnya kami mengobrol dengan seru, dan berjanji bertemu besoknya.
XXX Flashback End XXX

Author Pov.
Ahnmi memandang jam tanganya. dia sudah menunggu selama 2 jam! sebenarnya, dia tidak bisa terlalu lama meladeni namja aneh bernama Lee Gi Kwang itu *walaupun aneh, tapi dia ganteng* #plakk
dia meminta izin kepada Ammanya disela-sela waktu check up-nya. Nae, Ahnmi menderita Kanker Hati *emang ada?* sejak dia berumur 5 tahun. itulah sebabnya dia menetap di Amerika, untuk Berobat. namun, akhir2 ini penyakitnya mulai membaik sehingga dia diizinkan untuk pulang ke Korea selama beberapa hari.
“Ahnmi-Sshi!!” sapa seorang namja sambil berlari menuju Ahnmi.
“Mianhae Ahnmi-sshi… aku terlambat… aku harus mengerjakan tugas dulu!!” kata Gikwang dengan nafas tersengal-sengal
“naee…. tapi, kamu terlambat, kita tidak bisa lama2. aku punya urusan lain…” kata Ahnmi ketus.
“mwo?? mana yang lebih penting Ahnmi-sshi? urusanmu atau pertemuan pertama denganku?” tanya Gikwang memelas sambil memasang puppy eyes
“tentu saja urusanku pabo!” jawab Ahnmi sambil tertawa kecil karena melihat Puppy Eyes Gikwang -yang sangat dibuat-buat-
“Mwo!? uuh… kau ini…” keluh Gikwang sok merajuk sambil menggembungkan pipi.
“yee! kau tidak tau sih! seberapa penting urusanku yang atu ini!!” cibir Ahnnmi
“memangnya, kau mau apa?” tanya Gikwang. Ahnmi terdiam.
“Check Up” jawab Ahnmi dengan ekspresi datar, dan pandangan mata kosong. Gikwang kaget, tapi dia berusaha mencairkan suasana.
“Check Up apa??” tanya Gikwang berusaha untuk ‘tidak membuat Ahnmi tersinggung’
“penyakitku… tentu saja” jawab Ahnmi masih dengan ekspresi yang sama.
“kau… sakit apa?” tanya Gikwang mulai terbawa suasana.
“kanker hati” jawab Ahnmi. ekspresinya tambah suram *?*
“O, ooh… jadi habis ini kau harus check up ya? aku boleh ikut?” tanya Gikwang berusaha mencairkan suasana
“mwo? ikut? untuk apa kau ikut huh?” tanya Ahnmi sambil memandang Gikwang dengan tatapan dingin.
“A, Aku… ingin ikut saja… tidak boleh?” jawab Gikwang sekaligus bertanya. Ahnmi terdiam.
“boleh saja sih, ayo jalan…” kata AHnmi dingin.
“Kajja” ajak Gikwang sambil menarik tangan Ahnmi.

#di rumah sakit
“kau mau ikut masuk tidak?” tanya Ahnmi. Gikwang menggeleng.
Ahnmi masuk ke ruangan dokter sendirian,
Yuk, kita ikutin!

#beberapa saat kemudian
“hmm… dilihat dari hasil ronsenmu… Kankermu sudah mengecil… kamu tidak perlu mengikuti kemoterapi” kata Dokter sambil memperhatikan hasil Ronsen Ahnmi
“jinjja dok?” tanya Ahnmi senang + tidak percaya
“nae. jinjja…. kamu anak yang kuat.. berusahalah sampai akhir nak… kamu pasti bisa!” kata Dokter itu sambil tersenyum dan menepuk bahu Ahnmi. Ahnmi tersenyum
“Kamsahamnida dok!!” ucap Ahnmi senang.
“nae, kamu boleh keluar sekarang…” kata dokter itu mempersilahkan Ahnmi keluar.
Ahnmi keluar dengan raut senang. di depan pintu, Ahnmi mendapati Gikwang sedang berdiri dengan raut cemas. Gikwang terkejut melihat Ahnmi
“Ah! Ahnmi-sshi! kau sudah keluar! bagaimana?” tegur Gikwang dengan raut cemas. Ahnmi terdiam, hatinya berdebar melihat namja ini begitu perhatian padanya. tapi, dia segera menepis pikiran itu.
“kankerku sudah mengecil, aku tidak perlu ikut kemoterapi…” kata Ahnmi sambil tersenyum lebar. Gikwang mendesah lega, dia lalu tersenyum
“syukurlah kalau begitu… aku tidak mau kau harus kehilangan rambutmu yang cantik ini…” kata Gikwang keceplosan sambil membelai rambut Ahnmi. sepertinya dia sadar keceplosan. wajah mereka berdua langsung merah.

#beberapa saat kemudian.

“Gikwang Oppa…” tegur Ahnmi dengan suara pelan.
“nae?” sahut Gikwang
“ini sudah sore… aku harus pulang…” kata Ahnmi
“nae, biar kuantar” tawar Gikwang.
“aniyo, tidak usah… aku bisa pulang sendiri, lagipula, aku tidak mau merepotkanmu…” tolak Ahnmi. Gikwang menatapnya. Tatapannya mengatakan *halah* bahwa:
‘kau tidak merepotkanku! Ayolah!’
akhirnya Ahnmi mengangguk.
mereka berjalan berdua.
“Ahnmi-sshi…” tegur Gikwang, membuyarkan lamunan mereka berdua
“nae?” sahut Ahnmi, dari tadi detak jantungnya berdetak terlalu cepat, sehingga menyebabkan sakit.
“kau… dimana sekolahmu?” tanya Gikwang
“ehhmm… sebenarnya, aku tinggal di Amerika… aku hanya pulang kesini selama beberapa bulan… kau tau kan… untuk apa, aku tinggal di Amerika segala” tutur Ahnmi. Gikwang mengangguk. mereka saling berdiam diri. tenggelam dalam pikiran mereka masing2.
“ah, sudah sampai… ini rumahku…” kata Ahnmi. Gikwang tersenyum.
“sampai jumpa… Sa” kata Gikwang terputus. dia langsung menutup mulutnya. wajahnya merah. Ahnmi menatapnya heran.
“sa?” tanya Ahhnmi polos
“A, Aniyo…” jawab Gikwang gugup.
“ahh… nae, sampai jumpa..” kata Ahnmi sambil melambai. dia lalu masuk ke rumahnya yang besar. Gikwang berdiam diri di depan
‘untung tadi aku tidak keceplosan…’ batinnya. dia lalu pergi.

#malam hari
Ahnmi pov.
Aku berguling-guling *?* di kasurku. aku terus memikirkan Lee Gi Kwang.
Padahal, aku baru bertemu dengannya 2 kali. tapi, apa aku menyukainya?
tapi, walaupun aku menyukainya, aku tidak mungkin memilikinnya… karena, keadaan yang tidak memungkinkan.
SREG! Pintu kamarku dibuka. Eonnie-ku (baca: Song Hye Kyo) masuk sambil tersenyum.
“Annyeong Saeng…” sapa Eonnie-ku yang cantik ini.
“annyeong unnie… baru pulang?” balasku sambil tersenyum
“yah.. begitulah…” jawab Eonnie
“oh ya, Saeng… kau kelihatan senang… ada apa?” tanya Eonnie sambil tersenyum.
“Eonnie sudah dengar kan ceritanya dari Appa?” aku balik bertanya dengan raut heran.
“emm… nae… tapi, apa hanya karena itu saja?” goda Eonnie. aku tertegun
“maksud Eonnie?” tanyaku
“ehmm…. tadi Appa melihat, kau pulang diantar seorang namja.. siapa itu huh?” godan Eonnie. wajahku memerah seketika.
“emm… yah… mungkin… aku memang menyukainnya sih…” akuku. Eonnie tersenyum. dia mengelus rambutku.
“kau yakin, tidak akan sama seperti Dongwoon..?” tanya Eonnie-ku sambil tersenyum jahil
“Eonnie~ tolong jangan sabut nama itu! aku muak mendengarnya! namja yang hanya mau dengan yeoja sempurna! tidak mau dengan yeoja berkekurangan sepertiku!!” gerutuku sambil manyun. Eonnie tertawa
“nae, nae… Mianhae… apa kau yakin, yang ini tidak akan seperti itu?” tanya Eonnie lagi. aku menggeleng.
“tidak eonnie… dia tahu penyakitku… bahkan dia ikut mengantarku ke rumah sakit, dia menungguiku, dia tetap baik padaku meskipun dia mengetahui kekuranganku… Eonnie, aku suka dia..” tuturku. Eonnie tersenyum
“nae… baguslah kalau begitu… Eonnie keluar dulu ya… sebaiknya, kau istirahatlah! jangan memikirkan dia terus!” ejek Eonnie-ku sambil keluar kamar. aku hanya mendengus. tiba-tiba, aku teringat perkataanya tadi, sebelum kita berpisah.
‘Sa…’ apa mungkin dia ingin mengatakan Saranghae? Ah, itu tidak mungkin… jangan berpikir yang tidak-tidak Ahnmi!!

Author pov.

Waktu berjalan dengan cepat. sekarang, sudah 3 bulan Ahnmi di Korea. Kankernya memang mengecil, tapi entah mengapa, kanker itu mengganas. Ahnmi tidak sadarkan diri, dia di ICU.

Ahnmi pov.

PLIK! Aku membuka mataku, aku melihat semua benda disini putih… tapi, bau menyengat ini.. apa aku ada di rumah sakit? aku memandang sekelilingku. aku terkejut mendapati Gikwang Oppa sedang tertidur -di kursi- di sampingku, tepat disebelah ranjangku. aku melihat jam, jam 01:00 AM, Jam 1 malam… apa Gikwang Oppa terus menungguiku? mataku memanas. aku terlalu banyak merepotkannya selama ini… aku membelai kepalanya, tiba-tiba dia terbangun.
“ah! Ahnmi-sshi! kau… kau sudah bangun?” kata Gikwang Oppa takjub, tak percaya, senang. aku mengangguk pelan.
“Ahnmi-Sshi… saranghae…” katanya tiba-tiba. Aku terkejut. Aku merasa, sebentar lagi waktuku untuk… meninggalkan dunia ini… tapi, kenapa disaat seperti ini dia justru mengutarakan perasaannya? apakah ini salam perpisahan darinya? kalau iya, ini sungguh terlalu menyakitkan. aku hanya tersenyum padannya. dia menunggu jawabanku.
“na, nado Saranghae…” jawabku dengan sisa kekuatanku, lalu aku tersenyum padannya. setelah itu, aku merasa seperti tidur. aku terbangun, aku mendapati diriku berada pada tempat asing serba putih, namun baunya harum, bukan bau menyengat seperti di rumah sakit.
aku berdiri, memandang sekeliling. aku akan menunggumu Oppa…

Author Pov.
#di dunia.

semua teman, keluarga Ahnmi -Gikwang juga pastinya- datang ke pemakaman Ahnmi, mereka semua terlihat sedih. yang paling sedi adalah Gikwang.
Selesai pemakaman, dia berjalan dengan gontai tanpa memperhatikan sekelilingnya. dia menyeberang, tapi, dia bahkan tidak tahu kalau dia sedang menyeberang! tanpa disadarinya, ada truk yang melaju dengan cepat ke arahnya.
CKIIIT!! BRAAAKKK!!! Truk itu menabraknya, menabrak Lee Gi Kwang sehingga tewas seketika.

#di akhirat (Author siapa ya, bisa bolak-balik dunia-akherat?)

Gikwang membuka matanya. dia memandang sekelilingnya yang serba putih.
‘apa aku sudah mati?’ pikirnya. dia berdiri, dia menghadap ke belakang, ada seorang yeoja yang sangat dikenalnya, Ahnmi sedang berjalan ke arahnya.
“Oppa… kita bersama kembali…” kata Ahnmi. mereka berdua bergandengan tangan dan bersama selamanya…
————-THE END—————–
Fiuuuh…. Akhirnya selesai juga…
Ottokhae? ancur? pendek? mohon dimaafkan yaa~~ Author bikin FF ini ngebut, disela-sela waktu belajar buat UN
hehehe.. RCL Please!

6 thoughts on “I will Forever with you even we’re already die!

  1. Hei, ktmu lagi nih *aku fans apa langganan?*
    ff nya pertamanya pas bca endingnya gak sedih, tapi pas 1menit kemudian nangis dkit..*niat gak sih nangisnya?!*
    Kekeke~

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s