[Freelance Oneshot] Bad Girl, Saranghae

Title
Bad Girl, Saranghae

Author
Lee Yang

Genre
Romance, Friendship, Comedy (maybe) :p

Rating
PG-17

Length
Oneshot

Main Cast(s)

Lee Jaejin (FT. Island)
Lee Hongki (FT.Island)
Yong Junhyung (B2ST)
Lee Gikwang (B2ST)
Kim Hyobin (Fictional Character)

DISCLAIMERS!

ini FF saya dan original dari otak cetek saya yang tiba-tiba berfungsi baik, hahaha :p entah kenapa suka sekali nulis ff yang ceritanya tentang cewek super cuek, kuat dan tidak manja dan rajin menabung. Maaf kalau ff ini jelek sekali dan hina, tapi saya harap ini dibaca dan tolong comentnya permirsa, terima kasih :D salam rock n rolll hahaha :p

Disebuah gang, sedang terjadi keributan besar tiga orang namja sedang mengeroyok seorang namja lainnya.

“ Kau lagi, suka sekali mencari masalah haaaa” teriak seorang namja berbibir tipis

“ CK, aku mulai muak dangan anak ini” kata seorang lagi

“ Hei Lee Gi kwang, apa yang kau inginkan dari kami haaa” Teriak seorang namja berwajah baby face

“ Aku tidak igin apa-apa” jawab Gi kwang polos

“ Aish, Jaejin kali ini akan kita apakan dia?” tanya namja berbibir tipis

“ Hongki hyung cepat seret dia” Kata Jaejin dengan isyarat tangan dibahu Hongki

“ Junhyun hyung bantu aku” Hongki dan Junhyun menyeret tubuh pendek Gi kwang mengikuti Jaejin dari belakang

Sampai  disudut gang, mereka memukuli tubuh kecil milik Gi kwang, dan membuatnya tersungkur.

“ YA!” Seorang yeogja menepuk bahu Jaejin yang akan mendaratkan pukulannya kembali diwajah Gikwang

BUKKKKKK

Sebuah pukulan telak tepat mendarat diwajah mulus Jaejin dan membuatnya tersungkur

“ Kau berani sekali pada Jaejin” Hongki yang tidak terima melihat temannya diperlakukan seperti itu berbalik dan terkejut melihat sosok yang berdiri dibelakang mereka sekarang

BUUUKKKK BUKKKK BUKKKKKK

Ketiga namja tersebut berhasil dibuat tersungkur oleh yeogja berambut sebahu dan masih memakai seragam tersebut

“ Beraninya keroyokan, dasar namja pengecut” Teriak Yeogja tersebut

“ Aish, kau berani sekali” Jaejin bangkit dan hampir melayangkan pukulannya ketika tangannya kemudian dipelintir oleh yeogja tersebut dan mendorongnya tepat keatas tubuh kedua sahabatnya

“ KAU KAU, TERUTAMA KAU YANG WAJAHNYA SEPERTI ANAK KECIL, KAU PENGECUUUTTTTT!!!” Teriak yeogja itu lagi sambil menunjuk-nunjuk kearah mereka bertiga

“ Berani sekali kau” Jaejin mencoba berdiri kembali tapi kemudian ditahan oleh kedua sahabatnya

“ Sudahlah, kau mau kita babak belur lagi” Kata Junhyun

“ CKK, kau tidak papa?” Tanya yeogja itu pada Gikwang dan kemudian membantunya berdiri dan membersihkan lututnya

“ Kau lagi? Aku tidak memintamu menolongku” Kata Gikwang dingin

“ Aku Kim Hyobin, bisa kita berteman?” Hyobin mengulurkan tangannya kepada Gikwang

“ ANIYO” Jawab Gikwang kasar dan berjalan ke arah ketiga namja tadi

“ Mianhe sunbae, aku tidak mengenalnya” Gikwang menunduk kepada mereka

“ Apa yang kau lakukan, ayo” Hyobin menarik tangan Gikwang dan meninggalkan ketiga namja tersebut

******

Jaejin Pov

Aku berdiri dan menepuk lutut celana seragamku, kemudian memeriksa keadaan pipiku yang kurasakan perih dan sedikit berdarah

“ Siapa yeogja itu, berani sekali, hei hyung apa kalian kenal gadis itu” Tanyaku kepada kedua sahabatku

“ Aku tidak tau” Jawab Hongki hyung

“ Kalian baik-baik saja?” tanyaku lagi

“ Pukulannya keras sekali, bibirku pasti berdarah” Junhyun memegangi bibirnya

“ Lihat saja, akanku beri dia pelajaran” Emosiku benar-benar sudah diambang batas kali ini kenapa aku dan kedua temanku ini yang dikenal sebagai preman sekolah kalah oleh gadis seperti dia

“ Aku tau seragam mana itu, SMA Doduk” jelas junhyun

“ Baiklah, ayo kita balas gadis tengik itu”

Akhirnya kami pulang kerumah masing-masing, dengan luka memar dan rasa malu bercampur kesal.

Pov end

*****

Hyobin pov

Setelah kurasa cukup jauh dari ketiga namja berandalan tadi, aku menghentikan lariku dan melepaskan tangan namja yang dari tadi meronta-ronta kuajak berlari.

“ Kau sudah gila!” ia berteriak padaku

“ Kita sudah aman, kau aman sekarang” Kataku dengan senyuman paling manis

“ aku tidak memintamu menolongku dan berhentilah mengganggku” ia membetulkan letak kacamatanya

“ Kenapa kau marah, aku hanya ingin menyelamatkanmu dari berandalan tadi” aku masih tersenyum lebar padanya, tapi dia masih saja berwajah kesal

“ Jangan campuri urusanku” Ia berbalik dan pergi

“ Hei, siapa namamu? Kita berteman sekarang ya” Teriakku ketika sosoknya mulai menjauh, tapi dia bahkan tidak berbalik dan terus saja berjalan

“ hei manis, kau pasti kudapatkan”

Akhirnya kuputuskan untuk pulang dan akan mencarinya besok.

Pov end

****

Seorang yeogja berambut sebahu yang sedang bersandar di sebuah tembok yang menghubungkan dengan gerbang sebuah sekolah. Yeogja itu sesekali menatap kekiri memastikan gerbang tersebut terbuka dan menemukan seseorang yang sedang ditunggunya. Lima menit kemudian gerbang tersebut terbuka dan para siswa berhamburan keluar. Yeogja tersebut memperhatikan satu persatu setiap murid yang lewat. Dan tepat hitungan kesepuluh sosok yang dari tadi ditunggunya muncul  dan melewatinya. Dengan cepat dia menyamakan langkahnya dengan sosok tersebut.

“ Kita bertemu lagi” Katanya melambaikan tangannya didepan wajah namja tersebut

“ Heeuuhh, kau lagi, apa yang kau lakukan disini?” namja itu menghentikan langkahnya dan melepaskan headphone yang menempel ditelinganya

“ Mencarimu” jawabnya dengan senyum dibibirnya

“ Apa yang kau inginkan dariku” tanya namja tersebut

“ Aku Hyobin, dan aku belum tau namamu” Dia kembali tersenyum

“ Lee Gikwang, kau PUAS” Jawab Gikwang dangan penekanan pada kata puasnya

Ditempat lain tiga orang namja yang sedang berjalan dan saling bercanda, tiba-tiba mata mereka terfokus pada kedua orang tersebut

“ Jaejin kau lihat, bukankah itu gadis tengik yang kemarin” Junhyun menunjuk kearah didepan mereka

“ Benar, ternyata kita tak perlu mencarinya, dia yang datang kesarang musuh, ayo” Jaejin melengkah kearah kedua orang tersebut dan diikuti oleh Hongki dan Junhyun

“ Bisakah kita berteman” Kata Hyobin dengan senyum super lebarnya

“ Kenapa aku harus berteman denganmu” Gikwang memasang wajah kesalnya

“ Karena aku menyukaimu” Jawab Hyobin

“ MWO?? Kau gila” Gikwang berbalik dan melangkah

“ YA! Kau disini rupanya” Sebuah suara mengejutkan mereka berdua dan refleks berbalik dan membuat Gikwang menghentikan langkahnya

“ Sunbae, kalian mencariku” Tanya Gikwang

Ketiga namja itu mendekat dan mengelilingi mereka berdua

“ CK, untuk apa kami mencarimu” Kata Hongki, dan membuat Gikwang menundukkan kepalanya

“ Kau datang kesarang musuhmu sendiri, gadis tengik” Teriak Jaejin

“ Heeeuuuhh, jadi kalian bersekolah disini juga, aku kesini bukan mencari kau kau dan kau” jari Hyobin menunjuk tepat dihidung para namja tersebut

“ Kau! Berani sekali, kau cari mati haaaa” Jaejin meletakkan tangannya diatas kepala Hyobin dan menekannya

“ Aish, hei anak kecil apa masalahmu” Kali ini tangan Hyobin juga sudah berada diatas kepala Jaejin dengan sedikit usaha dan berjinjit

“ Sunbae, sudah jangan urusi gadis ini, aku tidak mengenalnya” Kata Gikwang

“ Kau diam saja” Kata Hongki kemudian mendorong tubuh Gikwang

****

Jaejin Pov

Apa-apan gadis tengik ini, berani sekali dia padaku, dan sekarang tangannya sudah sampai diatas kepalaku dan memanggilku anak kecil, berani sekali dia, mengesalkan sekali, benar-benar gadis menyebalkan

“ Apa yang kau lakukan?” aku menepis tangannya dengan tanganku yang lain

“ Baiklah, bagaimana dengan ini?” Dia mengambil tanganku dari atas kepalanya dan memelintirnya kebelakang tubuhku, dan sekarang dia sudah ada dibelakangku

“ Jaejin” Teriak Junhyun mencoba menolongku, tetapi kemudian dengan cepat kakinya ditendang oleh gadis itu dan membuat Junhyun terdorong dan terduduk

“ Kau ini benar-benar namja pengecut, berani mengeroyok seorang gadis” dia berbicara tepat ditelingaku, dan bisa kucium aroma stawberry segar dari tubuhnya

“ Gadis tengik cepat lepaskan aku” Aku meronta-ronta

“ Cepat lepaskan Jaejin” Hongki hyung menarik tangan gadis itu

Akhirnya dengan susah payah aku berhasil melepaskan diri darinya.

“ Ayo” Dia menarik tangan Gikwang dan kabur

Lagi-lagi gadis itu kabur setelah lagi-lagi mempermalukanku, kurang ajar aku pasti akan membalasnya

Pov end

****

Gikwang pov

Lagi-lagi gadis ini menarik tanganku untuk berlari, aku tidak mengerti apa yang diinginkannya dariku sebenarnya, dan sekarang disinilah kami sedang terengah-engah dengan nafas tidak teratur

“ Apa yang kau iginkan dariku” Tanyaku setelah berhasil menormalkan kembali nafasku

“ Hanya ingin berteman denganmu” Katanya dengan senyum dibibirnya

“ Apa alasannya? Jika aku katakan tidak” aku melipat tanganku didepan dadaku

“ Karena aku m-e-n-y-u-k-a-i-m-u!” jawabnya dan berhasil membuat jantungku hampir lompat keluar

“ Kau gila” Aku meninggalkannya begitu saja

“ Hei oppa aku serius” dia menyusulku dan menyamakan langkahnya denganku dan apa-apaan dia sok akrab sekali memanggilku oppa

“ bisakah kau tidak memanggilku oppa? Aku ini masih tingkat satu dan aku tidak menyukaimu, dan aku sudah menyukai orang lain” jawabku

“ Benarkah? Seperti apa tipemu?” tanyanya lagi

Gadis ini benar-benar gila dan tidak waras “ Aku tidak menyukaimu “ jawabku

“ aku tau, tapi jawab saja tipemu sepeti apa, mungkin aku bisa berubah menjadi tipe yang kau sukai” Dia tersenyum lagi

Aku melirik kearahnya dan akhirnya menyerah “ Baiklah, jika kukatakan apa kau akan berhenti mengatakan kau menyukaiku dan berhenti mengikutiku setiap hari?” Aku memasang ekspresi dingin

“ Baiklah, tapi bisakah kita berteman?” tanyanya dia menyodorkan kelingkingnya

Aku berpikir sejenak dan memandangnya

“ Ayolah” katanya lagi

“ Baiklah” jawabku dia mengambil tanganku dan mengaitkan kelingkingku ke kelingkingnya

“ Lalu, katakanlah”

“ Baiklah, baiklah, kau bukan tipeku” Jawabku sekenannya tapi jawabanku tidak membuatnya puas

“ Apa lagi yang kau iginkan?” tanyaku setelah kulihat ekspresinya

“ Tipe idealmu seperti apa? dan kenapa aku tidak bisa masuk dalam tipe idealmu?” dia menyenggol bahuku

“hufffth, baiklah, aku tidak menyukaimu ataupun gadis lainnya, aku ini gay, kau puas” Kulihat ekspresi terkejut diwajahnya, namun semenit kemudian wajahnya kembali lagi seperti biasa

“ Benarkah? Pantas saja, apa kau menyukai namja yang seperti anak kecil itu?” tanyanya dengan senyuman licik dibibirnya

“haaaa, kau jangan sembarangan, aku tidak menyukainya” Teriakku

“ pantas saja kau marah sekali waktu aku membantumu” lagi-lagi dia menyiku lenganku

Sepanjang perjalanan aku hanya mendengar ocehan dari mulutnya yang terus-terusan berbicara hal-hal yang menurutnya menarik, padahal bagiku sama sekali tidak menarik, bahkan aku ingin sekali menendang tubuhnya ketengah jalan dan berharap ditabrak oleh mobil yang lalu lalang. Gadis aneh.

Pov end

****

Jaejin Pov

“Benar-benar sial sekali, kenapa mereka berdua pulang duluan dan meninggalkanku begitu saja”.

Aku melangkahkan kakiku melewati trotoar disepanjang perjalanan pulang, kali ini aku hanya sendirian, padahal biasanya Hongki Hyung dan Junhyun Hyung menungguku didepan gerbang, tapi kali ini mereka kabur tanpa berkata apapun. Kutatap jalanan sekitarku yang semakin lama terasa ramai dan telingaku menangkap suara-suara teriakan, ada apa ini aku mulai panik ketika mulai mengetahui bahwa segerombolan murid berseragam berbeda sedang tawuran. Ya tuhan kesialan apa lagi ini, bagaimana jika aku jadi terlibat disini, apa aku harus memutar arah, tapi rumahku ada disana. Arrrgghhh pikiranku mulai panik setelah kulihat sekitarku mereka semakin ramai dan ribut, beberapa dari mereka membawa tongkat bisbol.

“ Ayo mundur” Sebuah suara dari arah depan dan kuperhatikan dari sosoknya adalah seorang yeogja

Suara itu membuat segerombolan namja didepan berbalik dan berlari kearahku, lebih tepatnya melewatiku, dalam keadaan panik tiba-tiba seseorang menarik tasku dari belakang, dan membuatku berlari mundur mengikuti arah sang penarik. Setelah cukup jauh dan tempatku berada saat ini terlihat sepi, sipenarik tasku berhenti dan melepaskan tarikannya

Aku berbalik “ Ya! Apa yang kau lakukan” Teriakku

Kudapati sosok seorang Yeogja yang sedang setengah berdiri memegangi lututnya dengan nafas terengah-engah.

“ Kau lagi” Teriakku lagi dan kini membuatnya menatapku

“ Ck, menyesal sekali aku menarikmu tadi” Katanya enteng

“ Aku tidak memintamu menarikku” Jawabku

Tiba-tiba terdengar suara segerombolan namja yang tampak kesal, mereka memukul-mukulkan tongkat bisbolnya kejalan

“ Cepat cari gadis itu” Teriak salah satu dari mereka

Gadis itu menarik tanganku lagi, dan menyembunyikan kami dibalik sebuah tembok bangunan yang hampir rubuh

“ Ayo menunduk” Dia menarik kepalaku

“ Apa yang kau lakukan, berani sekali ka….” Dia membekap mulutku dengan telapak tangannya

“ Bisakah kau diam” Bisiknya ditelingaku, dan bisa kurasakan wangi stawberry segar lagi dari tubuhnya

Aku hanya mengangguk mengiyakan perkataannya, aku tidak ingin mati konyol disini, pasti tidak akan bisa kulawan karena jumlah mereka yang banyak dan disini tidak ada jagoanku, Hongki hyung dan Junhyun hyung. Sesekali dia mengintip memastikan keadaan diluar. Setelah keadaan aman dia berdiri dan membersihkan roknya yang sedikit berabu.

“ Ada apa? kenapa mereka mencarimu” Tanyaku setelah keluar dari persembunyian kami

“ Entahlah, padahal aku hanya memukul sedikit saja tadi” Jawabnya enteng dengan ekspresi yang kurasakan sangat menyebalkan

“ Kau ini benar-benar tengik, bisa-bisanya kau memukuli namja tadi, kau GILA” Aku mencibirkan bibirku

“ Kau yang gila, sebaiknya kau pulang sebelum mereka melihatmu” Katanya lagi dan dia berbalik dan melangkah

“ Kau mau kabur lagi haaaa, KAU MENYEBALKAN!!!!!” Teriakku

“ Tidak usah berterima kasih, lain kali kau harus waspada jika ada keributan seperti tadi” Dia terus melangkah tanpa berbalik sedikitpun, apa-apan perkataannya itu, menyebalkan sekali

“ GADIS GILA” Teriakku lagi

GUBRAK

Aku menginjak tali sepatuku sendiri dan sukses membuatku tersungkur dan mencium aspal.

“ SIAL” Teriakku dengan posisi masih tertelungkup, kurasakan seseorang sedang menyentuh kepalaku dengan salah satu jarinya

“ Kau kenapa?” Tanya yeogja itu yang entah kapan sudah berjongkok didepanku dan berkali-kali jarinya menunjuk-nunjuk kepalaku

“ Kau tidak lihat aku sedang apa” Jawabku kesal

“ Bodoh” Katanya

“ Hei, bisakah kau tidak jongkok didepanku, apa kau tidak tau kau itu pakai rok” Aku masih menundukkan kepalaku karena malu baru saja melihat sesuatu yang membuat wajahku merah saat ini

“ Hahaha, aku lupa sedang pakai rok” Jawabnya enteng, benar-benar gadis gila

“ Cepat berdiri” Kataku dan dia mengikutinya, kemudian aku bangkit dan menepuk seragamku

Kulirik sekitarku mencari sosoknya, dan ternyata sudah menghilang dan sudah berjalan menjauh dari tempatku berdiri.

Hari ini aku benarbenar merasa sangat sial sekali, dan lebih sangat sial bertemu dengan gadis tengik itu.

Pov end

****

Hyobin Pov

Hoooaammm

Kulirik jam diatas meja kecil disebelah tempat tidurku jam delapan, hari minggu pagi yang cerah, hari ini kuputuskan untuk bersepeda ketaman, sekalian untuk mengobati patah hatiku setelah ditolah mentah-mentah oleh Gikwang oppa, padahal kupikir pria lucu berkacamata dan manis itu akan menerimaku, apalagi ketika aku mengingat bibirnya yang seksi, rasanya sangat mustahil dan seperti mimpi dia menolakku, tapi sebenarnya ini salahku, apa aku yang terlalu cepat mengutarakan perasaanku, dan kenapa aku bodoh sekali tiba-tiba menjadi wanita sangat agresif. Tapi beruntung ternyata dia seorang gay, jadi dia tidak akan menganggapku agresif. Kugerakkan badanku untuk bersiap-siap bersepeda hari ini.

“ Kau tidak sarapan dulu?” Teriak pamanku dari dapur, ketika aku melewatinya yang sedang sibuk memasak

“ Tidak, nanti saja” jawabku

15 menit kemudian aku sudah siap dan mengayuh sepedaku menuju sebuah taman ditengah kota. Hari ini begitu banyak orang yang berolahraga atau sekedar berjalan-jalan.

Sebenarnya aku benci tempat yang penuh keramaian seperti ini, tapi bagaimana lagi bukankah kata orang hal terbaik mengobati patah hati adalah dengan datang ketempat yang ramai, padahal ini sudah semingu semenjak kejadian itu, tapi kenapa masih terasa sangat menyedihkan. Kukayuh terus sepedaku dengan pikiran yang melayang keseminggu yang lalu tanpa sadar aku tidak memperhatikan jalan

GUBRAKK

Aku sukses menabarak seseorang dengan sepedaku, Kim Hyobin bodoh apa yang kau lakukan, orang itu tertimpa sepedaku, sementara aku sempat melompat dan menyelamatkan diri

“ YA! Pabo kau tidak lihat jalan apa? ini untuk pejalan kaki, jalur sepeda disebelah sana” Dia menunjuk jalan diseberang kami

“ Mianhe, aku tadi sedang melamun, maaf” aku membungkukan badanku tanda bersalah

“ Hei gadis tengik kau lagi” Teriaknya

Kuangkat badanku keposisi normal dan kudapati sosok namja berwajah anak kecil sedang meringgis memegangi kaki dan tangannya yang terluka

“ Maafkan aku” Kuangkat sepedaku dari tubuhnya, kemudian membantunya berdiri dan membawanya kebangku taman yang tidak jauh dari tempat kami

“ Maafkan aku” kataku lagi

“ Tidak terima maaf” Jawabnya

“ Hei, kau ini sombong sekali” Aku berdiri

“ Kau mau kabur? Dimana tanggung jawabmu” Dia menatapku dengan tatapan licik

“ Baiklah, karena ini salahku, aku akan tanggung jawab, aku tunggu disini, aku tidak akan kabur” Aku menggambil sepedaku dan bergegas mencari apotik terdekat

Pov end

****

Jaejin Pov

Lagi-lagi aku bertemu gadis tengik ini lagi, kali ini dia membuatku babak belur dengan sepedanya.

“Maafkan aku” katanya

“ Tidak terima maaf” Jawabku

“ Hei, kau ini sombong sekali” dia berdiri dan akan kabur

“ Kau mau kabur? Dimana tanggung jawabmu” aku menatapnya dengan tatapan sinis

“ Baiklah, karena ini salahku, aku akan tanggung jawab, kau tunggu disini, aku tidak akan kabur”  dia pergi begitu saja, tapi entahh mengapa aku percaya saja ketika dia bilang tidak akan kabur dan menyuruhku untuk menunggunya

10 menit kemudian dia sudah kembali dengan membawa bungkusan

“ Sini” Dia menarik lenganku dan membersihkan lukaku dengan isi bungkusan yang dibawanya tadi yang ternyata isinya alkohol, kapas, obat, dan plester

“ Auuwww” aku meringis

“ Manja” katanya dengan lebih sedikit kasar membersihkan lukaku

“ Bisa tidak pelan-pelan” protesku

Dia tidak menjawab dan bisa kurasakan gerakannya lebih lembut dari sebelumnya. Akhirnya aku dan dia hanya terdiam saja, sementara dia masih terus membersihkan lukaku

“ Selesai” Katanya ketika plester terakhir berhasil ditempelkannya

“ Ck”

“ Kenapa kau berdecak?” tanyanya

“ Gomawo” kataku singkat

“ Tidak usah, ini salahku dan ini bentuk tanggung jawabku” dia membereskan obat-obatan yang masih berantakan

“ kenapa, aku harus selalu babak belur ketika bertemu denganmu” Aku meliriknya sejenak

DEG DEG

Apa-apaan ini, kenapa perasaanku jadi aneh begini, dan kenapa jantungku jadi lebih cepat

“ Entahlah, takdir mungkin” Dia mengangkat bahunya

“ Gadis tengik, kau yang mencari masalah, ini namanya bukan takdir, kau tau” aku memeriksa hasil kerjanya, rapi sekali plester dan perban yang dibalutkannya

“YA! Mengeroyok orang itu adalah masalah besar, kau tau itu” protesnya

“ Kau tidak taukan, namja yang kau tolong itu yang bermasalah, dia selalu melaporkan semua tindakan kami pada guru, lebih parah lagi dia selalu mengikuti kami, itu alasannya, dia itu masalahnya” Jelasku

“ Mungkin dia menyukaimu” Katanya santai

“ Heeuuhh, kau gila”

“ Mungkin saja dia mencari perhatianmukan” dia mengangkat kedua alisnya secara bersamaan

“ Bagaimana jika aku menyukaimu” aku refleks menutup mulutku dengan tanganku, Jaejin bodoh apa yang kau katakan, kau sudah gila, pasti wajahku sudah merah sekali

“ Bukankah kau membenciku, hahahah kau ini lucu sekali” Dia tertawa dan menepuk punggungku

“ Sudahlah, lupakan, aku hanya asal bicara” Aku berdiri dan melangkah

“ Kau mau kemana? Pulang? Ayo kuantar” Dia menyusulku dengan sepedanya

“ Tidak usah, aku pulang sendiri saja, rumahku dekat dari sini” aku melanjutkan perjalananku

“ CK, tidak perlu malu ayo” dia menarik tubuhku untuk duduk didepan tepat didepannya atau lebih tepatnya duduk di besi plang penghubung stang dan tempat duduk, dengan posisi duduk menyamping

“ Ayo berangkat” Dia mulai mengayuh sepedanya

Rasanya malu sekali, ya tuhan apa kata teman-teman sekolahku, jika melihat preman sekolah mereka seperti ini, reputasiku bisa hancur, sepanjang perjalanan aku hanya menunduk dan menutupi wajahku

“ Ini rumahmu?” tanyanya ketika kusuruh dia menghentikan sepedanya tepat didepan pagar rumahku

“ Ne” jawabku singkat

“ Sampai jumpa, tidak perlu terima kasih” dia pergi begitu saja

Apa-apaan gadis tengik itu, menyebalkan sekali, kenapa lagi-lagi dia membuatku seperti ini, dan kenapa dengan dadaku kenapa rasanya menyenangkan sekali, dan begetar hebat

“ Hei siapa namanya, Jaejin bodoh kenapa kau tidak menanyakan namanya” gerutuku sendiri.

Pov end

****

Sejak kejadian penolakan tersebut, Hyobin tidak lagi mencari Gikwang kesekolahnya, tentu saja yang paling penasaran adalah Jaejin, setelah seminggu menunggu gadis itu sepulang sekolah, Hyobin tidak lagi muncul seperti biasanya membawa kabur  Gikwang.

Waktu istirahat dimulai, Jaejin, Hongki, dan Juhyun kembali ketempat mereka biasa menghabiskan waktu istirahat, atap sekolah

“ Hyung kau tau, jika kita melihat seseorang dan tiba-tiba disini terasa bahagia, dan berdebar-debar, apa yang terjadi? “ tanya Jaejin sambil menunjuk dadanya

“ Orang bilang itu namanya kau sedang jatuh cinta, benarkan Hongki?” Jawab Junhyun

“ Apa kau sedang jatuh cinta” Selidik Hongki

“ Entahlah hyung, rasanya berbeda aku belum pernah merasakannya, terasa asing, berdebar, nyaman dan hangat ketika melihatnya” jelas Jaejin dengan posisi terlentang menghadap kelangit

“ Kau lihat sekarang dia sudah besar” Junhyun menyenggol lengan Hongki

“ Beritahu kami siapa gadis itu” Hongki terlihat antusias

“ Aku bahkan lupa menanyakan namanya, apa menurut kalian aku menyukainya” Tanya Jaejin

“ Ne” jawab Junhyun dan Hongki serentak

“ Kalian ingat gadis tengik itu? Aku menyukainya, entahlah tapi aku merasa berdebar, nyaman dan bahagia ketika bersamanya” Jaejin mendudukkan tubuhnya memandang kedua sahabatnya

“ Bukankah kau bilang kau membencinya?” tanya Junhyun

“ Entahlah” Jaejin menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“ Hahahaha, itu namanya benci jadi cinta” Hongki mengacak rambut Jaejin

“ Baiklah, akan kami bantu mendapatkannya, benarkan Hyung” Hongki menepuk bahu Junhyun dan Junhyunpun mengangguk.

****

Sepulang sekolah

“ Hei hyung, kenapa situasinya berubah, kenapa kali ini kita harus mengikuti sikacamata itu?” tanya Jaejin disela-sela penguntitan mereka mengikuti Gikwang

“ Bukankah dia mengenal gadis itu, tidak ada jalan lain, kita harus tanyakan padanya” Jelas Hongki

“ Hei Lee Giikwang” panggil Junhyun

Gikwang berbalik “ Sunbae? Ada apa?” tanyanya tersenyum

“ Kenapa dia harus tersenyum seperti itu” Keluh Jaejin dan dijawab dengan sikutan dari Hongki

“ Kau temannya gadis yang waktu itu bukan?” Tanya Hongki

“ Sebenarnya tidak sunbae, tapi sekarang ya” Jawab Gikwang

“ Lalu siapa namanya? Kau tau dimana sekolahnya? Dan dimana dia sekarang?” giliran Jaejin yang bertanya

“ Ada apa?” Tanya Gikwang bingung

“ Sudah jawab saja” Junhyun menepuk bahu Gikwang dan membuatnya terkejut

“ Namanya Kim Hyobin, dia murid SMA Dudok, aku tidak tau dia dimana sekarang” Jelas Gikwang

“ Bukankah, setiap pulang sekolah dia menunggumu?” tanya Jaejin

“ Benar, tapi sejak saat itu dia tidak datang lagi” Gikwang membetulkan letak kacamatanya

“ Saat itu? Maksudmu?” Tanya Hongki

“ Ne, sejak dia bilang dia menyukaiku, tapi aku menolaknya, karena aku sudah menyukai orang lain” Jelas Gikwang malu-malu, dia melirik Hongki sejenak

“ AISH, ck hebat sekali dia menolak gadis itu, aku saja  belum apa-apa” Jaejin memanyunkan bibirnya

“ Bisakah kau mengantarkan kami kesekolahnya?” Tanya Hongki tersenyum

“ Ne, tentu saja sunbae” Jawab Gikwang

Akhirnya mereka putuskan untuk menemui Hyobin langsung kesekolahnya.

****

SMA DODWUK

Empat namja tersebut akhirnya sampai didepan gerbang SMA Dodwuk, mereka saling melirik

“ Tanya saja pada murid disini, mungkin mereka kenal” Usul Gikwang

Akhirnya mereka sepakat untuk bertanya kepada sekelompok namja yang sedang berkumul didepan gerbang

“ Permisi” Kata Gikwang, dengan penekanan akhirnya Gikwanglah yang menjadi tumbal

“ Ada apa?” salah satu namja tersebut melirik kepada mereka

“ Apa kau kenal Kim Hyobin?” Tanya Gikwang lagi

Kali ini sekelompok namja tersebut bersamaan memandang kearah mereka

“ Ada perlu apa dengan ketua kami?” Tanya Namja bertubuh paling besar

“ hey hyung kau dengar ketua katanya” Jaejin berbisik pada Hongki

“ Kami ingin bertemu dia, bisakah beritahu kami dia dimana?” Tanya Gikwang kali ini dia mundur perlahan karena kelompok namja tersebut berjalan kearah mereka

“ Jadi kalian punya urusan dengan ketua? Beraninya berurusan dengan ketua, teman-teman ayo serang mereka” Sekelompok namja tersebut menyerbu mereka, refleks mereka berlari, Junhyun menarik Jaejin sementara Hongki menarik tangan Gikwang yang masih terpaku ditempatnya

Jumlah yang terlalu banyak membuat mereka berempat kewalahan dan memutuskan untuk berhenti dan pasrah kemudian bertarung habis-habisan

“ Hyung, jumlah kita memang kalah, tapi ini pertaruhan reputasi sekolah” Kata Jaejin

“ Benar, demi sekolah kita” Jawab mereka serempak dan juga Gikwang

Terjadi keributan besar, ada dari mereka menyerang secara bersamaan.

“ Kau hebat juga, kupikir kau tidak bisa berkelahi” Hongki memuji Gikwang yang berhasil melumpuhkan 2 murid

“ Aku hanya pura-pura didepan kalian” Jawabnya

Akhirnya karena jumlah mereka kalah banyak, Jaejin, Hongki, Junhyun Dan Gikwang benarbenar pasrah dengan keadaan mereka, kali ini mereka sudah berada ditengah-tengah sekolompok namja tersebut, dengan luka dan memar diwajah mereka.

“ Ayo habisi” Teriak Namja bertubuh tinggi, dan diikuti oleh teman-temannya

“ Berhenti disana, atau kalian tamat” Sebuah suara berhasil menghentikan gerombolan murid tersebut

“ Ketua? Ada apa?” Tanya Namja bertubuh tinggi tersebut

“ Apa yang kau lakukan? Mereka teman-temanku”

“ Kim Hyobin” Ucap Jaejin lirih

“ Anak kecil, apa yang kau lakukan disini?” Hyobin menghampiri mereka berempat

“ Kami mencarimu” jawab Junhyun dengan wajah meringis menahan sakit dibibirnya

“ Mianhe, kalian jadi begini karena aku, sebentar” Hyobin memandang dan menatap sau persatu wajah sekeolmpok namja didepannya

“ Siapa suruh kalian melakukan ini? Mereka teman-temanku” Bentak Hyobin dengan mata mulai merah

“ Maafkan kami ketua, ini salahku, aku yang menyuruh teman-teman menyerang mereka” namja bernama Doojon menunduk

“ Kalian harus tangung jawab” Bentak Hyobin lagi dan kali ini gerombolan namja itu mengangguk

****

“ haaaaa, lagi-lagi aku babak belur bertemu denganmu” Jaejin menggelengkan kepalanya, kali ini mereka sudah berada disebuah bangku panjang disebuah taman dengan beberapa kelompok disana, beberapa murid sedang merawat Hongki, Junhyun, dan Gikwang

“ Aku sudah bilang ini takdir” Jawab Hyobin

“ Kau percaya takdir?” tanya Jaejin

“ Tentu saja” Jawab Hyobin “ Kali ini lukamu lebih banyak” Hyobin membersihkan luka Jaejin

“ Hahahaha, aneh bukan? Kenapa harus bertemu seperti ini terus” Jaejin tertawa

“ Bukankah kau mencariku? Ada apa?” Tanya Hyobin

“ hanya ingin tau kabarmu” jawab Jaejin datar

“ Ooo” Hyobin membulatkan mulutnya

“ Apa kau bosan bertemu denganku seperti ini? Apa kau masih menyukai dia?” Tanya Jaejin sambil menunjuk kearah Gikwang yang sedang duduk disamping Hongki

“ Darimana kau tau? tidak, dia sudah menolakku, dia bilang dia menyukaimu”  Hyobin masih fokus mengobati luka Jaejin

“ Tidak, dia bukan menyukaiku, lihatlah” Jaejin menunjuk kearah Gikwang yang sedang tertawa bersama Hongki

“ Maksudmu? Dia menyukai temanmu itu?” Kali ini Hyobin memandang kearah Gikwang dan wajahnya terlihat kecewa

“ Kau kecewa?” tanya Jaejin lagi

“ Sedikit” Hyobin tertawa

“ Apa kau masih menyukainya?” Jaejin menatap Hyobin dan dadanya bergetar hebat

“ Tidak” Jawabnya singkat

“ Sudah selesai” Hyobin berdiri dan berniat pergi, namun tangannya ditahan oleh Jaejin

“ Aku tidak tau ini apa namanya, setiap melihatmu dadaku hangat, jantungku berdebar hebat, dan terasa menyenangkan sekali, sejak pertemuan pertama kita aku bahkan tidak bisa melupakanmu, melupakan sorot matamu, pukulanmu, dan juga wangi stawberry dari tubuhmu, aku tidak tau apa namanya ini, tapi bisakah kau tetap disampingku, merawatku seperti ini, memukulku seperti pertama kita bertemu, memakiku, dan jangan menghilang lagi dan satu hal lagi lupakan namja bernama Gikwang itu” Jelas Jaejin masih dengan posisi menahan tangan Hyobin agar tidak pergi

Hyobin menepis tangan Jaejin

“ Kau tau, bahkan sampai sekarang aku tidak tau namamu” Hyobin melipat tangannya didepan

“ Panggil aku Lee Jaejin, dan aku menyukaimu, salah maksudku aku sangat-sangat menyukaimu” Teriak Jaejin

“ Inilah yang aku ingin ketahui dari awal, Jaejin, cocok sekali dengan wajahmu yang lucu itu, kau seperti anak kecil” Hyobin tertawa

“ Hei apa maksudmu” Tanya Jaejin

“ Kau tau, aku tidak tau sejak pertama kali memukulmu ada hal aneh dihatiku, berbeda sekali ketika aku mengaku bahwa aku menyukai Gikwang oppa, dan kau tau aku mulai menyukaimu sejak aku melihatmu selalu terluka, wajahmu yang luka itu terlihat keren” Hyobin mengacungkan kedua jempolnya

“ Jadi kau menyukaiku?” tanya Jaejin

“ Ne, aku menyukaimu”

CHU~ Hyobin mendaratkan bbibirnya dikening Jaejin, dan membuat pipi Jaejin bersemu merah

“ Kau lucu sekali” Hyobin kemudian mencubit kedua pipi Jaejin

Mereka tertawa bersama, dan akhirnya Jaejin mengerti rasa aneh yang dirasakannya selama ini

“ Hei Kim Hyobin” Panggil Jaejin

“ Ada apa?”

“ apa kau ketua Genk disini? Kau benar-benar gadis berandalan” Jaejin mengacak rambut Hyobin

“ Hahahah, aku hanya membantu ketika mereka sedang ribut dengan murid sekolah lain” Jawabnya enteng

“YA! Apa-apaan kau ini, itu berbahaya, bisakah kau punya hobi yang lebih lembut lagi, menari atau balet?” Jaejin memanyunkan bibirnya

“ Aku sudah melakukannya, aku ini balerina terbaik kota ini, dan pemegang sabuk hitam Taekwondo” Hyobin mengangkat bahunya

“ CK, kau ini benar-benar gadis tengik, aneh, mengesalkan, menyebalkan, dan aku menyukaimu” Jaejin memeluk tubuh Hyobin

“ Anak kecil cerewet, manja, pengecut, aku juga menyukaimu” Hyobin mengacak rambut Jaejin

“ Saranghae Kim Hyobin”

“ Nado saranghae Little namja”

THE END

4 thoughts on “[Freelance Oneshot] Bad Girl, Saranghae

  1. Aiiiiishh…. KwangPpa gay!?
    heuhh.. gk bangettt… dia kan cowok terganteng sedunia dan akherat!
    tapi q suka alurnya… ^^
    Keep Writing! xD
    oh ya, kapan2 bikin FF yg ttg Thunder yak, *lha!?*
    ehe ehe ehe… -nyengir kambing-

  2. kiki GAY??????? -_-…
    dengan muka cute, badan sixpact tp gay??
    kasian kikwang.. hha
    aku suka ma critanya, crita cwe yang kuat, ga manja, n slalu ceria..

    blh request g? bikin ceritanya yang main castnya kikwang dong,,

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s