[Freelance Oneshot] Back To You

Title
Back To You

Author
Kim Daeyang

Length
Oneshot

Genre
Romance, Family

Rating
PG-17

Main Cast(s)

Lee Gikwang (B2ST)
Yang Yoseob (B2ST)
Kim Na Na (Fictional Character)

DISCLAIMERS!

Ini cerita asli ide saya sendiri, sumpah ane zuzur dah :D karena akhir-akhir ini saya sedang dengan cerita pasangan yang cuek-cuek tapi romantis, maka jadilah FF nista dan rada nyampah ini, maaf jika ceritanya kurang menarik ( bahkan sangat tidak menarik), tapi ini penuh dengan semangat ketika saya menulisnya, selamat menikmati, please coment jangan lupa :D

Yoseob Pov

DREP DREP DREP

Aku terlambat lagi, padahal aku yang membuat janji, dengan sekuat tenaga aku berlari menyusuri jalan setapak di taman ini menuju salah satu bangku tepat didepan danau, dari sini bisa kulihat samar-samar seseorang sedang duduk , dan sepertinya dia sedang tertidur, dan sekarang sosok itu semakin jelas kulihat, dan benar saja kedua matanya tertutup dan kedua telinganya ditutup oleh headphone berwarna hitam biru.

“Hosh Hosh Hosh” nafasku tidak teratur dengan beberapa bulir keringat yang mengalir didahiku

Aku mencoba mengatur nafasku kembali agar terdengar normal.

“ Ini” Dia menyodorkan sebotol minuman dan handuk kecil

“ hossh hossh, terima kasih” aku menyambar botol minuman itu dan meneguk habis isinya dan menyeka keringatku dengan handuk tersebut

“ Maaf aku terlambat lagi” aku sudah berhasil mengatur nafasku dan duduk disebelahnya

“ Ne” jawabnya singkat masih dengan menutup matanya

Akhirnya aku dan dia hanya diam tanpa sepatah katapun selama 30menit, aku terlalu takut untuk menjelaskan semua yang aku rasakan

“ Oppa, bukankah kau bilang ada yang igin kau katakan?” akhirnya dia membuka suara

“ Ne” jawabku singkat

“ Katakanlah”

“ Chagiya maafkan aku” aku tertunduk tidak berani menatapnya

“ Hanya itu? Apa kau tidak ingin menjelaskan sesuatu?” tanyanya lagi

“ Maafkan aku, aku sudah menghianatimu, aku..” aku  terdiam lagi

“ Sudahlah  oppa, aku memaafkanmu” Dia tersenyum

“ Tapi aku ingin kita putus Kim Na na”

“ wae? Berikan aku alasan” Kali ini aku melihat raut wajahnya berubah tanpa senyum

“ Aku sudah muak dengan hubungan selama 3 tahun ini, aku muak dengan sikap tidak pedulianmu padaku, aku muak dengan sikap tidak romantismu, dan aku sudah bosan dengan hubungan ini” Jelasku panjang lebar

“ Benarkah aku sememuakkan itu? Lalu kenapa kau menerimaku menjadi kekasihmu saat itu” Tanya Na na

“ Aku tidak tau, tapi jujur saja aku sudah muak” jawabku

“ Benarkah? Sememuakkan itukah aku dimatamu?” dia mengulang lagi pertanyaannya

“ Aku tak ingin mengulang kata-kataku Na na, mengertilah, kita bahkan sudah tidak cocok sejak awal”

“ Apakah gadis itu sesuai dengan tipemu?” tanyanya lagi

“ Ya, sangat sesuai dan aku bahagia”

“ Baiklah Yoseob, aku mengerti, maaf jika selama ini kau tidak bahagia dan bahkan membuatmu muak, semoga kau bahagia” Na na beranjak dan mengambil sepedanya

“ Ya, aku juga minta maaf sudah menyakitimu, dan sebaiknya kau tidak menghubungiku lagi” teriakku ketika sosoknya berlahan menjauh dari pandanganku

“ Maafkan aku Kim Na na”

****

Author Pov

Sudah 3 hari sejak kejadian itu, Kim Na na tidak keluar dari kamarnya dan hanya meringkuk diatas tempat tidur, untuk makan saja dia enggan, hal itu membuat pengasuh rumahnya merasa cemas. Tapi meski mereka sudah membujuknya berkali-kali tetapi Na na tetap tidak keluar dari kamarnya

“CLEK” pintu kamar berwarna hitam itu terbuka dan seorang Namja masuk kekamar Na na

Namja itu duduk dipinggir tempat tidur King size milik Na na

“ Hei Kim Na na Pabo, kenapa kau tidak menjemputku, dan masih tidur disini” Namja itu menarik selimut yang menutupi tubuh Na na

Na na hanya menarik kembali selimutnya dan melanjutkan tidurnya

“ PLETAK” Tangan namja itu berhasil membuat bunyi cukup keras dan sukses membuat Kim Na na terbangun

“ Hei, kau ini mengganggu saja, apa kau tidak tau aku sudah 3 hari tidak tidur dan kali ini aku baru saja tertidur” Na na masih belum sadar sepenuhnya

“ YA! Harusnya kau menjemputku dibandara dan seharusnya kau menyambutku”

“ Bandara? Jemput? Huaaaaaaa” Na na langsung bangkit dan berlari kekamar mandi

10 menit kemudian dia sudah siap untuk berangkat, Gikwang yang melihat Na na sibuk sendiri menjadi bingung dengan tingkahnya

“ Kau mau kemana?” tanya Gikwang

“ Menjemput oppaku Lee Gikwang” jawabnya polos

“ BUG” Bantal Guling sukses didaratkan Gikwang kewajah Na na

“ Hei Pabo, kau tidak lihat aku dari tadi disini? Paboooo” Teriak Gikwang

“ Oppa? Sejak kapan kau disini? Aku baru saja akan menjemputmu” Jawabnya polos

“ Bodoh!!!! Ada apa denganmu? Paman park bilang kau sudah 3 hari ini kau tidak keluar kamar dan bahkan tidak makan, bahkan kau lupa menjemputku”

Na na hanya diam bahkan menunduk, sementara matanya mulai berkaca-kaca dan hampir mengeluarkan air mata

“ ada apa?” tanya Gikwang lagi

“ Huuaaaaaaaaaaaa” akhirnya tangisan yang dipendamnya selama 3 hari ini ditumpahkannya

“ Hei hei kenapa kau menagis, apa salahku, ayolah jangan menangis” Gikwang menepuk kepala Na na

“ Kim Na na, diamlah ada apa denganmu, kau itu jagoan kenapa jadi cengeng begitu” Gikwang sudah kehabisan ide untuk membuat Na na diam dan berhenti menangis

Satu jam sudah Na na menumpahkan semua air matanya untuk meredam semua sesak dan sakit dihatinya, dia terduduk meringkuk disudut tembok, sementara Gikwang hanya duduk sambil membaca buku disamping Na na, perlahan tangisannya mulai mereda

“ Apa kau sudah puas? Apa masih ada yang menyesak didadamu?” tanya Gikwang masih fokus pada buku ditangannya

“ Maaf!” jawab Na na diantara sesekukan tangisnya yang mulai reda

“ Untuk apa?”

“Harusnya aku menyambut kedatanganmu, dan bukannya melihatku menangis bodoh seperti ini”

“ HAHAHA, tidak apa, aku hanya heran Pemegang sabuk hitam dan mampu menghabisi 10 lelaki sekaligus bisa menangis dan terlihat menyedihkan seperti ini” Gikwang tertawa

“ YA! Aku juga manusia”

Akhirnya mereka tertawa dan membuat sedikit beban dihati Na na berkurang.

****

Yoseob Pov

“ Chagiya, hari ini kita kemana?”

“ Ayo kita ketaman bermain oppa” jawab Hyorin sambil bergelayut manja dilenganku

“ Baiklah, ayo kita kesana”

Akhirnya aku tidak lagi berhubungan secara sembunyi-sembunyi dengannya, sejak kuputuskan memilih Hyorin sebagai kekasihku dan melepaskan gadis super cuek Na na itu. Dan lihatlah hidupku sekarang sangat bahagia. Hyori berbeda sekali dengan Na na, kau tau dia itu lembut, manis, perhatian dan sangat memenuhi Tipe gadis impianku. Sementara mantan kekasihku Na na, dia itu, entahlah, untuk bermanja denganku saja sepertinya dia tidak ingin, yang dia lakukan hanya begini begitu sesukanya saja. Tapi untung saja aku memilih yang tepat. Dan sudah satu bulan ini aku tidak mengetahui kabarnya, tentu saja karena aku memintanya untuk tidak menghubungiku lagi bahkan untuk tidak muncul didepanku lagi.

“ Oppa apa yang kau pikirkan” Hyorin membuyarkan lamunanku

“ Tidak, ayo kita kesana”

Pov end

****

Sudah sebulan, Na na mulai menata kembali hati dan hidupnya, dibantu oleh Gikwang, sekarang dia kembali kesemua aktifitasnya, latihan bela diri, sekolah, bersepeda dan terkadang dia membantu Gikwang untuk menjadi model fotonya

“ YA! Kau bisa tidak melakukannya dengan benar?” Gikwang merebut pisau yang dipakai Na na untuk memotong wortel

“ CK, cerewet, ya sudah kerjakan saja sendiri” Na na berjalan meninggalkan dapur dan duduk di kursi makan

“hei oppa, bukankah kau bilang saat dijepang kau akan tunangan dengan kekasihmu?” tanya Na na

“ Ya, lalu?”

“ Ini sudah sebulan kenapa kau tidak kembali ke Jepang? Lalu bagaimana acara pertunanganmu??”

“ ehhh, aku tidak jadi bertunanngan, dan aku tidak akan kembali ke jepang dalam waktu dekat” jawab Gi kwang

“ Wae?”

“ Sudahlah nanti aku akan cerita, jika kau juga menceritakan alasanmu menangis saat itu”

“Ne, baiklah”

****

Dua bulan sudah semuanya hampir sedikit demi sedikit berjalan seperti biasa, walaupun masih menyisakan luka, tapi hidup terus berjalan dan luka dihati juga sedikit demi sedikit akan terobati, walaupun akan menyisakan bekas yang tak terlihat..

****

Yoseob Pov

Aku pikir semua akan berjalan sempurna seperti keinginanku, dan aku akan bahagia, tetapi ini tidak berjalan dengan baik, semakin lama Hyorin itu semakin membuatku merasa bodoh, terlalu manja, selalu menangis ketika aku memarahinya, dan selalu membentakku dan marahmarah ketika aku melakukan kesalahan. Mengesalkan sekali, dan setiap kali bertemu dia selalu marah-marah dan membuatku merasa kesal.

Seperti saat ini, aku datang terlambat, ya itu selalu saja terjadi ketika aku membuat janji, dan dia selalu marah ketika aku datang terlambat, padahal dulu aku juga selalu datang terlambat ketika janjian dengan Na na, tapi dia tidak pernah marah, bahkan selalu menyodorkan minuman dan handuk, dan itu selalu dilakukannya. Ya tuhan apakah aku salah selama ini.

Tidak hanya itu saja, dia tidak pernah marah ataupun cemberut ketika aku melakukan kesalahan sebesar apapun dia selalu bilang “ Tidak apa-apa” dan tersenyum. Dia juga tidak pernah meminta apapun padaku, berbeda sekali dengan Hyorin yang selalu meninta segala hal padaku, jika tidak kupenuhi dia akan marah dan mendiamkanku berhari-hari.

“ Kau ini selalu saja datang terlambat oppa, aku muak sekali” Hyorin mulai memarahiku

“ Chagiya maafkan aku”

“ kau selalu begini setiap janjian denganku  oppa,kau tau aku sudah satu jam menunggu, Aish kau menyebalkan sekali” Tangannya hampir saja menamparku

“ Ya! Apa yang kau lakukan , beraninya kau ingin menamparku”

“ Kau itu menyebalkan oppa, aku benci padamu”

Dia berbalik dan meninggalkan aku sendirian, baiklah tidak ada niat dalam hatiku sedikitpun untuk mencagahnya atau mengejarnya saat ini.

Aku kemudian duduk dan memikirkan lagi semua hal, apa aku kena karma? Bagaimana bisa? Ya tuhan apa aku yang bodoh, meninggalkan gadis sebaik Na na, apakah aku salah. Bukankah Na na tidak pernah marah padaku walaupun sesering dan selama apapun aku terlambat menamuinya, bahkan aku tidak pernah melihatnya marah, bahkan dia selalu saja membujukku ketika aku marah, memberikan minuman ketika aku kelelahan berlari dan tidak pernah meminta apapun yang bisa membuatku kerepotan.

Ya tuhan, aku salah besar meniggalkannya, bahkan masih terasa debaran ketika aku mengingatnya, dimana dia sekarang, aku merindukannya.

Pov end

****

Yoseob berjalan disepanjang trotoar pertokoan dan cafe ditengah kota, tetap dengan Headphone dikedua telinganya. Yoseob merogoh kantong celananya dan meraih iphonenya

“ Yeboseyo, kau dimana chagiya” Sapanya ketika sambungan teleponnya terhubung

“ Oppa, aku sedang bersama umma, bisa nanti kita bicara” jawab seorang yeogja dari seberang

“kau dimana Hyorin aku ingin ke….”

Tiba-tiba sambungan terputus begitu saja ketika Yoseob belum menyelesaikan kata-katanya.

“ Ck, ada apa ini” Gumamnya

Yoseob kembali melangkahkan kakinya menyusuri jalanan kota yang lumayan ramai siang ini, Yoseob memandang keseluruh arah untuk membuat dirinya lebih tenang dan santai, ketika sampai disebuah toko tanpa sengaja matanya menangkap sosok yang sangat dia kenal didalam toko tersebut, semenit kemudian dia melangkah masuk kedalam toko tersebut

“ Dimana ummamu?” tanya Yesoeb yang kini sudah berada tepat didepan yeogja dan namja yang dari tadi asyik memilih baju sambil bercanda

“ Siapa dia chagiya?” tanya namja yang dari tadi bersama Yeogja tersebut

“ Aku pacarnya” jawab Yoseob

“ Oppa, sebaiknya kau pergi saja, ini pacarku, dan kita sudah putus” Jawab Hyorin

“ Hei Lee Hyorin, kau mencampakkan ku? Heee setelah yang kulakukan untukmu, ck bodoh sekali aku meninggalkan Na na hanya untuk Gadis brengsek sepertimu” Yoseob berbalik dan melangkah keluar, tapi semenit kemudian dia berbalik “ KITA PUTUS” teriak Yoseob dari pintu keluar dan membuat semua mata tertuju padanya

Yoseob kembali melangkah kali ini dengan lebih cepat, berharap bisa menjauh dari tempat itu namun kali ini dia berjalan tanpa tujuan. Setelah berjalan tanpa arah dan hanya mengikuti langkah kakinya, Yoseob tiba disebuah taman, kemudian meraih iphonenya dan memanggil sebuah nomor yang dua bulan ini hampir dia lupakan.

*****

Na Na pov

Aku berlari secepatnya ketika menerima telepon dari Yoseob oppa, aku tau pasti dia saat ini sedang ada ditaman seperti biasanya. Ku edarkan pandangaku ketika kini aku sudah berada ditaman dan mencari sosoknya, semenit kemudian kutemukan sosoknya yang sedang duduk dengan memeluk kedua lututnya, kudekati sosoknya

“ Ada apa” tanyaku

Dia tidak menjawab, tapi bisa kuyakini saat ini dia sedang menangis, karena bisa kutangkap sebuah suara terisak pelan disana

Aku mengusap pelan kepalanya dan membiarkannya tetap menangis

Sejam kemudian, tangisannya mulai reda, dan dia mengangangkat kepala yang dari tadi disembunyikannya diantara lututnya yang tertekuk

“ Mian” Kata itu yang kuterima ketika dia sudah kembali seperti biasa

“ Untuk apa” tanyaku

“ Maaf sudah mencampakkanmu, maaf telah membohongimu, maaf semua perkataanku, maaf untuk semua hal yang menyakitimu” dia kembali terisak

“ Untuk apa minta maaf, aku memang pantas dicampakkan, aku memang pantas dibohongi, aku memang pantas untuk semua itu, karena itu balasan untukku atas semua hal yang tidak sesuai dengan yang kau inginkan dari ku” Aku tersenyum

“ Maafkan aku, kenapa aku bodoh meninggalkan gadis sebaik kau”  dia tertuduk

“ Ya” jawabku singkat

“ apa kau membenciku” tanyanya dia melirik kearahku

“ Kau tau oppa, kau satu-satunya pria yang bisa membuat orang sepertiku menangis berjam-jam. Kau juga satu-satunya orang yang membuatku merasakan sakit disini, dan kau satu-satunya orang yang membuatku mengerti bahwa menjadi seorang kekasih bukan hanya diperhatikan tetapi juga memperhatikan, dan itu yang kupelajari selama dua bulan ini”

“ Jadi kau membenciku?” tanyanya lagi

“ Kau tau oppa, aku menyadari sesuatu, ketika kekasihmu memutuskan berselingkuh dan meninggalkanmu, ada hal yang membuatnya tidak bahagia dan tidak nyaman bersamamu, dan itu kutemukan pada diriku”

“ Maaf, aku akan pergi jika kau membenciku” Dia berdiri  dan mulai melangkah

“ Apa kau akan membiarkanku pergi lagi oppa?” tanyaku

Kemudian dia berbalik

“ Kim Na na, apa kau akan tetap disampingku ketika aku merasa bosan? Ketika aku muak dengan tingkahmu yang selalu mengacuhkanku? Apakah kau akan tetap disampingku menyodorkan botol air minum ketika aku lelah berlari karena terlambat, dan apakah kau akan tetap disampingku dengan sikapku yang manja dan kekanak-kanakan dan menyebalkan ini” Dia tetap bediri diposisinya yang berjarak 5 meter dariku

“ Aku benci” jawabku

“ Jadi kau akan pergi?” dia menunduk

“ Aku benci ketika aku tidak bisa sedikitpun membencimu oppa, benci ketika aku menyukai sikap manjamu padaku, benci ketika aku selalu saja sabar menghadapimu, tapi aku lebih benci ketika aku benar-benar tidak bisa membencimu, maafkan sikapku selama ini” Aku berjalan mendekatinya

“ Maafkan aku, Saranghae Kim Na na” Yoseob memelukku

“ Nado saranghae” aku membalas pelukannya

Pov end

****

“ Oppa, kau yakin akan pulang besok? Bukankah kau bilang akan lebih lama disini?” Tanya Na na yang sedang duduk memandangi Gi kwang yang sedang membereskan barang-barangnya kedalam koper

“ aku tidak bilang begitu, aku akan bertunangan” Jawab Gi kwang masih asyik memasukkan barang-barangnya

“ Bukankah kau bilang kau batal bertunangan” Tanya Na na lagi

“ Aku hanya bercanda, kau tau? sejak appamu dan ummaku menikah, aku tau kau kesepian disini, aku takut jika kau merasa bahwa appa tidak menyayangimu lagi, dan menuduh umma dan aku merebutnya darimu, aku memutuskan kembali karena hal itu, dan masalah pertunangan itu, aku pikir jika aku melakukannya aku akan sangat merasa bersalah saat ini, aku tidak ingin kau sendirian” Gi kwang menghentikan aktifitasnya dan duduk disebelah Na na

“ Tenang saja oppa, aku anak yang kuat dan kau tau itu, aku sudah menerima kau dan umma menjadi bagian hidupku dan appa, jadi kau tidak perlu sungkan, seperti ini, jadi kau benar akan bertunangan?” Na na tersenyum

“ Aniyo, sebenarnya calon tunanganku pergi dan menikah dengan pria lain, dan alasan lain aku disini untuk menghindarinya dan menenagkan pikiranku” Gi kwang tertawa

“ Jadi ini alasannya mengapa setiap malam aku mendengar suara tangisan dari kamarmu” Na na memukul bahu Gi kwang

“ Aku tidak menangis” Gi kwang membalas pukulan Na na pelan

“ Bohong, setiap malam kau menangis” hahaha” Na na terbahak

“ Lalu bagaimana denganmu, kenapa kau menangis waktu itu?” tanya Gi kwang diikuti tatapan penuh selidik

“ Aku sudah tidak sedih lagi, aku sudah baikan dengannya, ya seperti ceritamu, dia berselingkuh karena aku terlalu cuek oppa, tapi sekarang tidak lagi, dia sudah kembali” Na na tersenyum

“ Benarkah? Jangan-jangan kita memang ditakdirkan untuk jadi keluarga, lihatlah kisahmu dan aku sama” Mereka tertawa

“ Tenang oppa, kau, aku, umma, dan appa adalah orang baik, dan kita akan mendapatkan yang terbaik, terutama kau oppa, kau pasti mendapatkan wanita yang sangat baik lebih dan lebih dari wanita yang menghianatimu itu” Na na memeluk Gi kwang

“ Aku tahu itu, terima kasih, dan kau harus ikut aku ke Jepang besok,  appa dan umma sangat merindukanmu”

“ Baiklah”

****

THE END

9 thoughts on “[Freelance Oneshot] Back To You

  1. gomawo sudah baca dan coment
    dan sepertinya endingnya masalah ya
    hehehe
    mian permirsa otak saya lagi cetek
    ntar dibuat deh sequelnya
    sekali lagi gomawo buat para readers :D

  2. ish si ucup pabo =3=” tp aku harap aku bs kaya nana, tegar diluar padahal cengeng didalem hahahaha
    kurang! kurang! :p

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s