[EPILOG] From Radio In Love – After Streaming

 

 (cover by : aquaticshineeworld.wordpress.com)

Title : From Radio In Love

Author : ReeneReenePott

Main Cast : Choi Minho, Bae Suzy

Supporter cast : Kim Jong Hyun, Luna, Choi Siwon, Im Yoona, Dan yang lain (temukan sendiri)

Length : Sequel

Genre : Romance, School Life, Friendships, Family

AFTER STREAMING

 

Suzy POV

Aku meniup poni dengan bibir mengerucut. Park sonsaengnim masih saja berceloteh ria di depan kelas, dan seperti biasa, aku sama sekali tak mengerti apa yang ia maksudkan. Haish, kapasitas otakku memang terbatas unt uk pelajaran fisika! Kulirik Luna yang sedari tadi memerharikan sonsaengnim di depan dengan penuh perhatian, sesekali menunduk dan mencatat dengan cepat apa yang telah dijelaskan. Kalau begini sih, aku tinggal menyalin catatannya di akhir tahun!

Kriiinggg

Kriiingggg

Oh, tidak. Mimpi buruk lagi. Ini istirahat pertama. Kalian pasti tahu aku harus melakukan apa bila sudah ada istirahat pertama? Aku mengambil ancang-ancang untuk berdiri, dan langsung melakukan aktifitasku seperti biasa. Apalagi kalau bukan lari ngibrit?!

Kalian pasti bingung, kenapa hidupku tidak berubah-berubah. Hohoho, tentu saja. Sunbae monster itukan belum lulus. Jadi hidupku akan terus seperti di neraka bila ia masih menyandang status sebagai ketua klub radio! Well, panggilan ‘Sunbae Monster’ memang harusnya sudah tidak berlaku lagi untukku. Kenapa? Oke, kalian mengingatkanku akan kejadian yang sedikit—ralat, bukan sedikit lagi itumah!—membuatku blushing-blushing beberapa waktu lalu. Aku yakin kalian pasti sudah bisa menebaknya, kan?

Oke, oke, oke. Bila aku berlari dengan pikiran masih melayang seperti ni, mungkin yang ada aku bukan berlari lagi. Tapi sudah berjalan santai layaknya ke mall. Haish!

Author POV

Kedua mata Jaekyung menyipit ketika sesosok rambut panjang dengan poni rata tengah berlarian menuju ke ruangan dimana ia berada. Pandangannya beralih ke arah namja yang sedang asyik berkutat dengan layar komputer di hadapannya. Seulas senyum tipis terukir di bibirnya.

“Hei, dia sudah ada di depan,” ujar Jaekyung yang membuat namja itu menoleh dan mengerutkan keningnya. Tepat sedetik sesudah itu., pintu terjebak terbuka dengan kasar.

Brakkkk

“Hahhh… hahhh… mianhae, aku telat lagi,” yeoja itu, Suzy, langsung melepas sepatunya dan mengatur napasnya yang masih Senin-Kamis. Namja yang tengah bersandar di kursinya melipat kedua tangannya ke depan dadanya sambil memasang tampang dingin.

“Kau terlambat lagi?! Hah, habis sudah kata-kataku untuk mengomelimu,” desah namja itu yang disambut cekikikan dari beberapa haksaeng yang kebetulan sedang berada di sekitar situ dan melakukan aktifitas bagian mereka.

“Jadi aku tidak akan diomeli lagi, kan?!” pekik Suzy senang. Namja itu menatapnya dingin.

“Sekali lagi kau terlambat, tamatlah riwayatmu!”

“Sudahlah Minho, lagipula ia hanya terlambat 2 menit,” bela Jaekyung yang tak tahan mengulum senyum. Suzy menatap sunbaenya bingung, dan karena ia sendiri juga bingung harus melakukan apa, ia hanya mematung tanpa mengucapkan sepatah katapun.

“Hanya 2 menit?!” seru Minho tidak terima. Ia seperti ingin mengucapkan sesuatu, namun ia kembali membungkam mulutnya. Pandangannya kembali tertuju pada Suzy yang memasang wajah memelas, dan kembali berkata, “Cepat buka siaran,”

“Ne,” balas Suzy singkat dan langsung melangkah memasuki ruang broadcast.

__

Suzy tengah menyenderkan bahunya di dinding halte bus dan melamun ketika rintik hujan mulai mereda. Ia suka hujan, tapi ia sedang tidak dalam mood baik untuk memperhatikan hujan seperti biasanya. Setelah memastikan bahwa cuaca cukup kering untuk melanjutkan perjalanan menuju rumahnya, ia melangkahkan kakinya keluar, dan baru saja ia menginjak trotoar yang masih basah, sebuah klakson berbunyi tepat di belakangnya. Ia memiringkan kepalanya sejenak, lalu menoleh.

“Hujan begini, kau mau pulang sendiri, huh?” suara pengendara yang memakai helm hitam itu berujar. Suzy menelan ludahnya, bingung mau menjawab apa. Ia tahu siapa pengendara itu. Si Subae Monster. Atau, namjaa chingunya. Choi Minho.

“Ya,” jawabnya sekenanya.

“Kau gila?!”

“Aku masih waras,” sahut Suzy kalem. Minho berdecak kesal, melepas helemnya lalu turun dari motor sport hitam miliknya.

“Jadi kau lebih memilih pulang sendiri daripada pulang denga pacarmu sendiri?!” dumelnya kesal sambil menarik pergelangan tangan Suzy kasar, menyeretnya tepat ke samping motornya. Minho kembali menggunakan helmnya, dan ketika ia telah berada di atas motornya, ia menoleh menatap Suzy sambil menunjuk boncengan dengan dagunya. “Cepat naik,”

“Sudah kubilang, kan, aku tidak mau lagi naik motor terkutuk itu, apalagi bersamamu,” tegas Suzy sedikit meninggikan suaranya. Emosinya mulai tersulut sekarang.

“Cepat naik atau kucium kau,” Suzy berjengit mendengar nada ancaman yang keluar dari mulut Minho, apalagi disertai kata ‘cium’. Dengan lemah ia menerima helm yang disodorkan Minho dan lekas memakainya.

“Aku berdoa dulu supaya selamat sampai di tujuan,” sembur Suzy kesal dan akhirnya mendesah keras. Ia melangkah mendekat, dan dengan menopangkan tangannya pada bahu Minho, kini ia sudah duduk dengan manis di boncengan.

“Pegangan yang erat,” gumam Minho dan menstarter motornya(aneh ih, kan harusnya dari tadi udah di starter, Minho bego #authorditampar). Ia langsung melajukan motornya dengan kecepatan yang sangat dahsyat.

Brummmmmmm…..

“Hyaaaa!!!! SUDAH KUBILANG JANGAN NGEBUT-NGEBUT!” pekik Suzy histeris. Tangannya otomatis sudah melingkari pinggang Minho dan memeluknya erat. Dari balik helmnya, Minho menyeringai puas. Motor itu terus melaju keras membelah kesunyian sore yang lembab itu.

“Sudah sampai,” gumam Minho ketika motor mereka sudah berada tepat di depan sebuah gang. “Jagiyaa…” panggilnya lagi ketika Suzy tak bergerak di punggungnya. “Aegiii…”

Mendengar panggilan-panggilan aneh itu, Suzy langsung tersentak dan mengucek-ucek matanya cepat. “Hah? Jagiya? Aegi?” Minho hanya menatapnya dan tersenyum lembut. Suzy sudah salah tingkah, jatungnya berdebar 5 kali lebih cepat dan rona merah mulai menjalar ke seluruh wajahnya.

“Kau kan yeoja chinguku, jadi apa salahnya aku memanggilmu dengan sebutan jagiya, apalagi aegi?” jawab Minho santai. Ia kembali menatap Suzy lekat-lekat. Suzy, yang bingung harus melakukan apa, langsung turun dari atas motor dan melepas helmnya cepat.

Cuppppp…

Suzy melongo ketika sebuah shock kiss dilayangkan padanya. Ia menatap namjachingunya dengan kaget, sementara yang ditatap hanya memasang wajah tanpa dosa dengan cengiran polos.

“Annyeong,” ujarnya sambil mengusap puncak kepala Suzy sayang “Saranghae, jangan lupa belajar nanti malam,” Dan itu makin membuat Suzy melongo.

“Neee….” jawabnya setengah sadar.

Suzy masih tetap mematung ketika deru motor menjauh dari pandangannya. “GYAAAAA~~” jeritnya dan langsung ngibrit masuk ke dalam rumahnya.

AFTER STREAMING – END

 

LUNAS YAH HUTANGKU??? XD otte? Ini mah pendek banget, soalnya bingung lagi mau dibikin begimana, plotnya udah selese jadi Cuma bisa ngerjain segini… XDD

16 thoughts on “[EPILOG] From Radio In Love – After Streaming

  1. aku pengen banget liat gaya mereka pas lagi pacaran,, pasti bikin aku cekakak cekikik, deg degan dan senyum2 sendiri deh,, lanjtuin lg donk thor..

  2. sebener’a kalo boleh jujur dari hati yg paling dalam ini kurang panjang loh sumpah gw udah mesam mesem sendiri aaiiigggoooooooooooooooo

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s