[PART 2] être aime (be loved)

Chapter Two

When you’re happy and when you’re sad, he’s the first person that comes to mind” – Dream High

p.s: thankyou readers yang sudah baca part one!! Sekarang lanjuuut ;) Enjoy reading dan jangan lupa comment-nya yaa :p

Untuk sementara ini, gladi bersih Super Junior berjalan sangat lancar. Semua member Super Junior memberikan performa yang terbaik. Semua kru terlihat puas. Mereka optimis, SBS Gayo Daejun nanti malam akan berjalan dengan baik.

Di sisi lain, Kath masih setia berada di pojokan panggung, melihat berjalannya gladi bersih tersebut. Matanya tertuju pada satu orang saja. Ia terpesona dengan setiap gerakan yang dilakukan orang itu. Siapa lagi kalau bukan Super Junior Leader. Lagu- lagu yang akan dinyanyikan oleh Super Junior nanti malam, bergantian muncul dari sound yang terletak di setiap sudut gedung.

Akhirnya, gladi bersih selesai, Leeteuk turun dari panggung. Hati Kath melonjak.

Leeteuk berjalan menuju ke arah Kath.

Namun Jung Hoon (Manager SJ) berjalan lebih cepat. “Kathlene, sekarang kamu cuma punya waktu satu jam buat make up Leeteuk dan Sungmin. Ok?”

“Ok.” Jawab Kath singkat. Kemudian, ia langsung berjalan menuju ke tempat istirahat SJ.

Di ruangan tempat SJ beristirahat, pertemuan antara Kath dengan Leeteuk pun tidak terhalang lagi. Tetapi Kath tidak banyak berkata- kata. Dengan lincahnya tangan Kath sibuk menari- nari di atas wajah Leeteuk. Leeteuk pun hanya bisa diam sambil memandangi wajah Kath dari dekat.

“Harum,” kata Leeteuk pelan. Leeteuk mendekatkan wajahnya ke arah Kath.

Kath kaget. Ia hanya tersenyum kecil, melanjutkan make up-nya.

——————–0——————-

Kath sudah selesai merias Leeteuk dan Sungmin. Ini saatnya mereka tampil ke atas panggung. Kath yang sebenarnya tidak ikut melakukan performance ternyata hatinya juga ikut berdegup kencang. “Semoga semuanya berjalan dengan lancar,” bisiknya dalam hati.

Tak lama setelah itu, Leeteuk mendatangi Kath. “Kath, inget ya, kamu jangan pulang dulu sampai acaranya selesai,” Leeteuk membenarkan poni Kath yang agak berantakan, “…nanti kita ketemu di sini lagi, ya! See you, cutey!”

Kath mengangguk lemas. Ia tidak dapat berkata sedikitpun.

Beberapa detik kemudian, dari arah belakang, Jung Hoon menepuk pundah Kath. “Kathlene, ini aku kasih kamu tiket, biar kamu bisa nonton kita di dalam gedung. Itu tiket VIP, lho! Hehehe.” Jung Hoon cengengesan.

“Ah gomawoyo, hyung.” Kath menerima tiket tersebut dengan senang. Tiket VIP berarti Kath dapat melihat Leeteuk jauh lebih dekat. “Hooray!!” teriak Kath dalam hati.

——————–0——————-

Acara SBS Gayo Daejun benar- benar berjalan dengan sangat sukses. Semua kru yang terlibat dalam acara ini sungguh puas. Ditambah lagi dengan kehisterisan para penonton dan fans di dalam gedung. Acara yang sangat meriah.

Saat itu pukul 11 malam. Kath segera berjalan menuju ke arah pintu keluar. Namun, ia teringat sesuatu. Kath kembali ke dalam, kemudian sedikit berlari menuju ke pintu backstage. Ia menemukan Leeteuk sedang menunggunya di sana. Kath menurunkan kecepatan berlarinya, kemudian membenarkan poni yang memang berantakan.

Leeteuk melihat Kath dari jauh. Ia tersenyum kecil.

“Tidak usah berlari, aku tetap akan menunggumu, kok,” kata Leeteuk santai.

Muka Kath merah tersipu malu.

Leeteuk kembali membenarkan poni Kath yang masih berantakan. “Gomawoyo, kamu masih mau menunggu hingga acara malam ini selesai,” Leeteuk masih membenarkan poni Kath, “…aku cuma ingin mengantarmu sampai rumah, memastikan kalau kamu pulang dengan aman. Ini kan sudah malam.”

Kath dan Leeteuk mulai berjalan bersama, menuju ke dorm sekolahan Kath.

Entah mengapa, Kath merasa Leeteuk sangat romantis. Tanpa tersadar, tangan Leeteuk telah menggandeng tangan Kath yang kecil nan lembut. Hal ini membuat Kath merasa sangat aman dan nyaman.

Akhirnya Kath mulai bersuara, “Kamu tidak pulang dengan member yang lain?” tanya Kath polos.

“Nggak, tadi aku sudah bilang sama Jung Hoon. Aku akan mengantarmu terlebih dahulu,” Leeteuk memberi penjelasan singkat.

Neomu kamsahamnida…” bisik Kath.

“Jangan bilang terima kasih lagi. Ini kan sudah kewajiban. Aku nggak mau kamu kenapa- napa,” lanjut Leeteuk.

Kath hanya mengangguk. Ia merasa Leeteuk benar- benar seorang lelaki yang gentleman. “Terang saja di sekolah banyak sekali yg menjadi fans Leeteuk,” pikir Kath.

Di tengah perjalanan, Leeteuk melihat restoran kimchi  yang masih buka. Leeteuk reflek membawa Kath masuk ke dalam restoran. “Kita makan dulu, ya. Aku lapar sekali.”

“Boleh!” Kath menjawab dengan bersemangat. Rupanya ia juga lapar.

Kath dan Leeteuk makan dengan sangat lahap. Sesekali terdengar tawa dan candaan di antara mereka berdua. Kath mulai mengenal Leeteuk lebih dalam. Kath tidak malu- malu lagi seperti awal mereka bertemu. Begitupun dengan Leeteuk.

Leeteuk terlihat sangat ramah dan sopan saat berbicara dengan Kath.

“Ayo kita pulang,” kata Leeteuk setelah ia membayar tagihan makanannya.

Kath merasa tersanjung setelah sebelumnya Leeteuk berkata demikian, “Kamu jangan pernah mengeluarkan uang sepeserpun kalau ada aku, ya.”

——————–0——————-

Leeteuk benar- benar mengantar Kath sampai di depan pintu dorm sekolahannya.

Goodnight. Sweet dreams.” Leeteuk melepaskan gandengannya dari tangan Kath. Ia membenarkan poni Kath sekali lagi.

Gomawoyo, oppa.”

Leeteuk terdengar sangat senang mendengar kata ‘oppa’ dari Kath.

Kath melangkahkan kakinya masuk ke dalam dorm tanpa menoleh ke belakang. Ia tidak ingin terlihat salah tingkah di depan Leeteuk. Sedangkan, Leeteuk, ia terlihat sangat puas. Ia tidak pernah terlihat sebahagia ini. Leeteuk berjalan balik menuju ke arah dorm-nya dengan sangat santai.

——————–0——————-

Hari- hari berlalu, kedekatan antara Kath dengan Leeteuk pun semakin menjadi- jadi. Mereka sudah bertukar nomer telepon. Mereka sering sekali jalan berdua kalau Leeteuk sedang tidak ada schedule. Hingga suatu saat…

“Aku sayang kamu Kath.” Leeteuk menyentuh tangan Kath lembut.

Saat itu, Leeteuk sedang mengajak Kath dinner di suatu restoran mewah.

Kath tidak tau mau berkata apa. Ia bingung. Ia hanya diam, tidak menjawab satu katapun.

Mini dress yang membalut tubuh Kath dengan sangat ramping membuat Leeteuk tak melepaskan pandangannya dari mata Kath. Mata mereka bertemu. Namun, Kath lebih memilih untuk melepaskan pandangannya dari Leeteuk.

“Aku ingin jadi bagian dari tawamu. Aku ingin jadi bagian di hidupmu, Kath. I just don’t wanna lose you,” Leeteuk melanjutkan, membuat Kath menatap Leeteuk lebih dalam lagi.

“Aku juga,” Kath akhirnya memberanikan diri untuk menatap Leeteuk kembali dan membuka suara, “…aku juga sayang kamu…” bisik Kath. Kath melanjutkan, “Tapi kamu kan masih terlibat kontrak. Kamu nggak boleh menjalin hubungan dengan siapapun. Ya kan?” Mata Kath agak berkaca- kaca.

“Iya, aku tahu. Tapi kontrak ini akan selesai dua bulan ke depan. Kamu mau kan menunggu dua bulan lagi?” Leeteuk menjawab dengan cepat, dengan maksud tidak ingin Kathlene salah paham.

Kedua mata Kath terlihat berpikir, namun beberapa menit kemudian ia mulai tersenyum dan mengangguk. “Aku sayang kamu. Dua bulan seharusnya tidak berarti apa- apa buatku.”

Leeteuk tersenyum charming. Ia mengecup kening Kath lembut.

“Sekarang, kamu mau makan apa?” tanya Leeteuk ingin mengalihkan pembicaraan.

“Terserah, oppa.” Kathlene terlihat cute.

Akhirnya, dinner romantis ini menjadi salah satu memori terindah untuk Kath dan Leeteuk. Walaupun peresmian hubungan antara Kath dan Leeteuk tidak boleh sampai ketahuan pers ataupun fans, mereka berdua tetap merasa bahagia.

——————–0——————-

Dua bulan berlalu dengan sangat cepat. Kath sangatlah excited. Ia sudah menunggu waktu ini dari hari- hari kemarin.

Hari ini Kath bangun cukup pagi. Ia tersenyum lebar menyapa sang mentari. Kath langsung melingkari tanggal hari ini, tanggal sembilan. Tanggal dimana Leeteuk terlepas dari kontrak yang selama ini menghambat mereka berdua untuk menjalin hubungan secara terang- terangan di depan pers.

“Hari ini akan menjadi hari terindah di hidupku,” kata Kath mantap.

Hari ini hari libur. Kath langsung membereskan tempat tidurnya, kemudian berjalan sedikit berlari menuju ke kamar mandi. Ia tidak ingin membuang- buang 24 jam pada hari ini dengan kegiatan yang tidak berguna.

Selesai mandi, dengan berbalutkan kimono berwarna pink, Kath berjalan keluar untuk mengambil Koran sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Namun hal yang sangat mengejutkan Kath, ketika ia membaca header Koran langganannya.

“Leeteuk akan berada dalam variety show WGM bersama Kang Sora”

Tangan Kath reflek mengetikkan beberapa nomer di layar ponselnya. Namun tidak terdengar jawaban dari seberang sana. Kath mencoba sekali lagi. Tetap tidak ada jawaban.

——————–0——————-

OK!! Bagus!! Take selesai. Kita ketemu besok, ya!” Bapak produser meninggalkan tempat.

Sejak kemarin malam sampai pagi ini, Leeteuk dan member Super Junior yang lain sedang menggarap video clip mereka yang terbaru. Leeteuk sama sekali tidak ada kesempatan untuk mengecek ponselnya. Menit- menit istirahatnya ia gunakan untuk menghafalkan koreografi di video clip ini.

Saat sedang sarapan, Leeteuk secara tiba- tiba disodori Koran oleh Jung Hoon. “Beritanya sudah keluar di Koran. Apa kamu sudah kasih tahu Kathlene?”

Leeteuk benar- benar lupa. Ia langsung membuka ponselnya dan menemukan beberapa missed call dari pacarnya itu.

“Ah eotokke… Aku lupa memberi tahu Kathlene kalau aku sudah tanda tangan konrak dengan WGM.”

Leeteuk langsung menelepon Kath.

Yeoboseyo~” suara Kath seperti habis menangis.

“Kath, ini aku Leeteuk. Mianhae. Aku…”

“Nggak apa, kok. Gwaenchanh-ayo,” potong Kath. “Kan memang ini resikonya kalau menjalin hubungan dengan artis terkenal seperti kamu.”

“Aku…”

Kath sudah terlanjur menutup telepon. Ia tidak tahan untuk menangis. Tetes demi tetes air mata mulai membasahi pipi Kath. Kath tahu, ia harus jauh lebih mengerti keadaan Leeteuk. Leeteuk terlibat kontrak ini dan itu merupakan bagian dari profesi Leeteuk. Kath tidak boleh menjadi penghalang karirnya.

——————–0——————-

Leeteuk sangatlah merasa bersalah.

Ia langsung menyetir mobilnya menuju ke dorm sekolahan Kath. Ia tidak mau kehilangan Kath hanya karena masalah seperti ini. Leeteuk tidak ingin Kath salah paham.

Please… I love you more than anything. I don’t want to lose you, Kath. I just can’t. If being with you means losing this career, I will do it.” Leeteuk berkata dalam hati. Ia begitu menyesal.

Walaupun hubungan mereka baru seumur jagung, Leeteuk merasa bahwa Kath adalah orang yang tepat untuk berada di sisinya. Kath adalah wanita yang baik. “Aku akan sangat menyesal kalau sampai kehilanganmu, Kath…” Leeteuk menginjak pedal gas dengan lebih kencang.

Di lain sisi, di dorm, Kath tidak dapat menghentikan tetesan air matanya. Ia takut kehilangan Leeteuk.

I’m afraid of losing you,” Kath tetap tidak berhenti menangis.

 

to be continued  [chapter three]

2 thoughts on “[PART 2] être aime (be loved)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s