[Freelance] A Little Stone Stuck In My Lungs

Title:  A Little Stone Stuck In My Lungs

Author:  @ichu_sub

Main Cast:

  • Hankyung [Actor]
  • Kim Heechul [Super Junior]

Genre:  Friendship

Length: Oneshot

Rating: PG13

Disclaimer: Heecul & Hankyung Is Belong To SME, but Story line is belong to @ichu_sub .

Sumarry: Heechul dan Hankyung merupakan couple paling ber-skandal di Super Junior, di antara couple lain, mereka adalah couple paling bermasalah. Sifat Heechul yang sangat anarkis, moody-an, tak pandai mengontrol emosi, sangat bertolak belakang dengan Hankyung yang sangat sabar dan selalu sempurna dalam mengerjakan apapun. Meskipun begitu, mereka bisa hidup bersama selama lebih dari lima tahun, mereka sangat kompak dan memahami satu sama lain. Namun semua itu tak berjalan selamanya, keadaan menjadi berbeda saat Hankyung harus keluar dari Super Junior…

Suatu siang di tempat latihan super junior, seluruh member yang sudah selesai latihan, berkumpul bersama dan mendiskusikan tentang jadwal konser mereka yang satu minggu lagi akan diadakan di Nanjing.

“Yak, jadi kita akan membicarakan tentang persiapan konser kita di Nanjing tiga hari lagi..” Leeteuk memulai rapat. “Sepertinya nanti kita akan mengendarai jam penerbangan yang berbeda karena beberapa orang masih memiliki jadwal di Seoul, dan begitu sampai bandara kita nanti juga akan dijemput dengan dua mobil yang berbeda…” Leeteuk membuka catatan lalu melanjutkan “Semuanya berangkat tanggal 18, kecuali Heechul, Siwon, Hankyung dan Shindong, karena masih punya jadwal pada tanggal  itu, maka kalian harus berangkat tanggal 19..”

***

Di apartemen Super Junior….

“Heechul, kau tidak istirahat?” tanya Leeteuk saat melintasi ruang tamu dan melihat Heechul masih terjaga walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi.

“Ah aku masih menunggu Hankyung, kurasa sebentar lagi dia akan pulang..”

“Oh iya, dari tadi pagi kita tidak melihatnya di apartemen ataupun di tempat latihan… Memang dia kemana?” tanya Leeteuk lagi.

“Aku juga tidak tau..” jawab Heechul sambil melihat Leeteuk yang sudah setengah mengantuk “Kau tidur saja sana..”

“Baiklah, aku tidur duluan ya..” kemudian keheningan mengisi seluruh ruang tamu.

“Ding dong…” terdengar suara bel berbunyi, Heechul segera meroket membuka pintu dan benar saja, di depan pintu Hankyung sudah berdiri sambil mengibas-ngibaskan rambutnya yang sedikit basah karena di luar sedang gerimis dan berangin.

“Gege kenapa kau baru pulang jam segini hah?? Dan darimana saja kau?? Tak tahukah kau betapa khawatirnya aku?! Kukira kau terseret ombak atau terbawa angin topan! Kenapa kau tidak memberi kabar?? Kau juga tak datang latihan..” Heechul tak bisa meneruskan kalimat karena telapak tangan Hankyung sudah membungkam mulutnya yang tak henti melontarkan pertanyaan itu.

“Diamlah… Bagaimana aku menjawab kalau kau bertanya terus…” Hankyung tertawa kecil, setelah menutup pintu ia berjalan menuju ruang tamu dan langsung menuju kamarnya yang diikuti oleh Heechul dari belakang.

“Kau belum menjawab pertanyaanku tadi… “ Heechul terduduk di ranjangnya, memeluk sebuah bantal berwarna pink berbentuk hati dan memperhatikan Hankyung yang sedang melepas jaket dan kemejanya. “Kau darimana? Lalu, yang kau bawa itu apa?”

“Oh, ini dokumen yang baru kuurus, aku lupa memberitahu kalau hari ini aku mengurus visa dan beberapa dokumen dari manajer…” karena Hankyung memang bukan penduduk Korea asli, maka ia harus mengurus visa dan secara berkala ia juga harus mengurus dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kewarganegaraan.

“Oh… tapi setidaknya kirim sms atau telepon aku…” Heechul mengernyitkan kening dan Hankyung hanya meresponnya dengan senyum kecil.

“Mian… aku ingin memberitahumu sebelum aku berangkat tadi tadi pagi, tapi kau tidur pulas sekali…” Hankyung menyambar sebuah kaos hitam, memakainya secepat kilat, dan segera duduk di samping heechul. “Aku tidak tega membangunkanmu, jadi aku langsung pergi…” ujarnya dengan sedikit mengacak rambut blonde Heechul.

“Aish!” Heechul menyingkirkan tangan Hankyung dan menunjukkan muka marah.

“Wah… mengerikan sekali kalau Heechul-ku sedang marah ya…” ujar Hankyung menggoda.

“Apa katamu??” Heechul siap melayangkan bantal dan Hankyung yang sudah hafal dengan kebiasaan Heechul itu segera berlari keluar kamar dengan gesit. Mereka sempat berkejar-kejaran seperti anak kecil, berlari-larian mengitari meja makan.

“Hahhh… aku capek!” Heechul mengatur nafasnya sambil meraih sebuah kursi di dekat meja makan, disusul dengan Hankyung yang meraih kursi dan mengarahkannya tepat di samping Heechul duduk “Gara-gara kau aku menunggu sampai jam 2 pagi di ruang tamu! Kepalaku sangat sakit dan punggungku capek..! Sekarang aku juga lapar, buatkan aku nasi goreng Beijing!” perintah Heechul.

“Aku tidak mau, kau kan punya tangan, buat saja sendiri..” goda Hankyung yang kontan membuat Heechul menyipitkan mata dan mengarahkan pukulan membabi buta ke arah Hankyung. Beberapa saat kemudian Hankyung berusaha berdiri dan sedikit menahan Heechul, tapi Heechul mendorong Hankyung dengan lebih keras ke kursi, sebenarnya Hankyung bisa mengerahkan seluruh kekuatannya dan mengelak tapi ia bergerak menuruti saja apa yang dilakukan couple nya itu.

“Jahat sekali kau membiarkan aku kelaparan setelah aku menunggumu sampai larut hah!” teriak Heechul geram, tangan kirinya menahan Hankyung agar tetap terduduk di kursi dan tangan kanannya sudah berada di udara siap memberi tepukan keras ke arah Hankyung.

“Mau memukulku di sebelah mana dulu?” Hankyung mengeluarkan kebiasaan yang paling dibenci Heechul, ia mempersilahkan Heechul untuk memukulnya dan malah memasang wajah manis sehingga membuat Heechul menjadi tidak tega untuk bertindak kekerasan.

“Ka-kau ini…” Heechul mengarahkan tangan kanannya ke wajahnya sendiri, menutupi pipinya yang mulai memerah sesaat setelah melihat wajah manis Hankyung. “Kali ini kumaafkan, tapi awas kalau kau macam-macam lagi!”

“Begitukah…?” lagi-lagi Hankyung berakting manis, sambil bangkit berdiri ia menatap Heechul tajam.

“Aaah! Sudah-sudah! Buatkan aku nasi goreng Beijing baru aku memaafkanmu!” perintah Heechul dengan suara bergetar.

Hankyung tidak segera bangkit sesuai perintah Heechul, ia tetap terduduk diam dengan pandangan lurus ke arah Heechul. “Kenapa kau selalu menyuruhku membuatkan nasi goreng?” tanyanya pelan.

“Hah? Bicara apa kau ini? Tentu saja karena aku tidak bisa memasak, lagipula nasi goreng buatanmu enak sekali, sepertinya aku tidak akan makan lain selain makanan buatanmu.” ujar Heechul terang-terangan.

“Kalau kau suka kau harus belajar membuatnya sendiri…” ujar Hankyung pelan, yang tanpa Hankyung sadari ucapannya tadi membuat Heechul sedikit naik pitam.

“Kenapa tiba-tiba kau seperti itu?! Kau tidak mau membuatkanku makanan lagi?!”

“Bukan seperti itu….” Hankyung memelankan suaranya dan berjalan mendekati Heechul. “Aku masih ingin bermain-main..” tangan Hankyung melingkar di pundak Heechul. “Sekali-kali aku ingin kau yang membuatkan makanan untukku…” tambahnya.

“Ah?” Heechul terdiam. “Kenapa kau berbicara seakan-akan besok akan mati hah??!!”

“Ara… ara…. mian…” Hankyung segera menuju dapur dan membuatkan nasi goreng seperti yang diperintahkan Heechul.

Heechul menuju sofa yang berada tak jauh dari meja makan, ia menyandarkan tubuhnya di sofa sambil memeluk bantal yang ada di sofa itu, pandangannya terarah lurus ke arah Hankyung yang tengah sibuk membuatkan nasi goreng untuknya. Sesaat Heechul terdiam dan teringat empat tahun lalu, saat ia Super Junior baru terbentuk, saat ia dan Hankyung baru menjadi room-mate dan masih canggung satu sama lain. Tapi kecanggungan itu cepat menghilang karena kepribadian Hankyung yang hangat dan ramah, Hankyung juga sering membantunya saat ia mengalami kesulitan menghafal koreo, saat ia sedang badmood ataupun sedang tempramen, dengan mudah Hankyung bisa menenangkan. Kapanpun dan dimanapun Heechul membutuhkan, Hankyung selalu ada untuknya, itulah yang membuat Heechul menjadi sangat dekat dengan Hankyung daripada member lain. Dan saat yang paling disukai Heechul adalah saat melihat punggung Hankyung yang sedang sibuk membuatkan makanan untuknya, itu terlihat sangat keren.

“Aku punya satu permohonan..” ujar Hankyung yang membuat Heechul tersentak kaget dan membuyarkan lamunannya.

“Oh, apa?”

“Hari ini aku ingin kau mencoba memasak nasi goreng sendiri..”

“Apa?” Heechul berjalan mendekati Hankyung “Bagaimana kalau nanti kita keracunan?”

“Ah, tidak… akan kuajari pelan-pelan…”

“Bagaimana kalau aku nanti kompornya terbakar?”

“Ah tidak …”

“Bagaimana kalau…”

“Sudah, ikuti saja sesuai instruksikuuu..” Hankyung menaikkan suaranya membuat Heechul spontan meraih pegangan penggorengan dan mulai mencoba memasak.

Hankyung memberikan instruksi selanngkah demi selangkah, ia mengajari Heechul dengan sabar sampai akhirnya kurang lebih setengah jam kemudian sepiring nasi goreng sudah tersedia di atas meja. Memang bentuknya sedikit tidak meyakinkan dan rasanya juga tidak dijamin enak tapi Hankyung memberikan acungan jempol pada Heechul dan itu membuat Heechul sudah bangga bukan kepalang.

“Bagaimana?” tanya Heechul semangat.

“Baru juga mau memasukkan ke mulut…” Hankyung menyipitkan mata.

“Haha, mian…mian…” Heechul terkekeh. Tak sabar ia menunggu komentar dari sang master koki.

“Emm…” Hankyung mengunyah nasi goreng buatan Heechul pelan, beberapa kali ia melihat nasi goreng itu lalu memandang Heechul. “Emmm…. ini tidak buruk…”

“Apa?” Heechul berpikir sesaat. ‘Tidak buruk bukan berarti enak juga’, iapun melayangkan tepukan ke punggung Hankyung “Apa maksudmu masakanku tak enak??”

“Bukan… bukan…”

“Lalu?”

“Setidaknya kau tidak akan keracunan dengan memakan ini”

“Sialan kau!!!” Heechul memukul punggung Hankyung, namun ditanggapi dengan tawa keras oleh Hankyung. “Makanlah…”

“Tidak mau! Kau sudah membuatku kesal!”

“Hahaha… mian…” Hankyung memeluk couplenya sebentar lalu mengarahkan sesendok penuh nasi goreng ke mulut Heechul, terpaksa Heechul membuka mulut dan merasakan nasi goreng hasil karyanya sendiri. “Tak kusangka kau bisa memasak juga..” Hankyung memuji Heechul dan membuat pipi Heechul sedikit merona. “Berjanjilah kau akan selalu berlatih membuat nasi goreng dan makanan lain agar kau tak perlu mencariku saat kau lapar..” ucapan Hankyung membuat Heechul berhenti mengunyah.

“Emm… sepertinya aku tak perlu belajar memasak karena kau akan selalu memasakkan untukku kan?” Heechul meneruskan makannya sementara Hankyung hanya terdiam. “Oh ya, konser kita di Nanjing nanti, aku, kau, Siwon dan Shindong mendapat jadwal penerbangan tanggal 19, sementara yang lain tanggal 18. Mobil yang akan menjemput di bandara juga dibagi dua, nanti kau semobil denganku saja…” Hankyung masih terdiam tak menanggapi penjelasan Heechul. “Aku ingin semobil denganmu, nanti Siwon biar dengan Shindong..”

***

Tak ada suara lain selain detak jam dinding yang mengisi seluruh ruang kamar Heechul dan Hankyung, keduanya merebahkan diri di ranjang masing-masing, meskipun masih membuka mata, keduanya tak saling berbicara beberapa saat.

“Heechul….” samar-samar terdengar suara lirih Hankyung, Heechul menoleh dan memperhatikan Hankyung yang ternyata sedang menatap lurus ke arahnya. “Apa kau sangat menyukai masakanku?”

“Apa yang kau bicarakan??” seperti biasa, Heechul selalu menanggapi sesuatu dengan teriakan. “Tentu saja aku suka…”

“Bahkan jika makanan buatanku tidak enak sekalipun?”

“Hah? Ya… kalau terpaksa dan tidak ada makanan lain, aku tetap akan memakannya…” Heechul mengalihkan pandangannya ke langit-langit kamar. “Lagipula mana mungkin masakanmu tak enak! Itu hal yang tidak mungkin terjadi…”

“Mungkin saja….” terdengar Hankyung mengeluarkan nafas berat “Jika makanan buatanku tak enak, kau tak boleh terpaksa memakannya… Belajarlah memasak…”

***

Sinar matahari menyeruak dari balik jendela dan mengarah tepat ke wajah Heechul, membuat namja cantik ini menyipitkan mata dan sesaat kemudian ia bangkit untuk segera menuju kamar mandi.

Hari ini jadwal Heechul sangat padat, ia harus mengisi suatu acara reality show dari pagi hingga sore hari, lalu ada jadwal siaran radio, kemudian malamnya dia akan membawakan acara musik yang mungkin akan selesai pukul 11 malam.

“Heechul, nanti malam bergegaslah tidur setelah kau sampai apartemen..” ujar Leeteuk saat berpapasan dengan Heechul di ruang tamu. “Besok kita akan latihan pagi sekali..”

“Ara…” Heechul menyambar sepotong roti dan dengan terburu-buru meninggalkan apartemen.

Seharian disibukkan dengan jadwal membuat Heechul sedikit tidak memperhatikan keadaan sekeliling, ketika ia kembali ke apartemen dan menuju kamar, ia baru menyadari bahwa ranjang di sampingnya masih kosong sejak tadi pagi. Ia berniat menelpon Hankyung tapi Leeteuk lebih dulu menengok kamarnya dan memberikan ultimatum agar Heechul segera tidur dan tidak memikirkan apapun.

Esok paginya, setelah Heechul selesai bersiap-siap, ia sempat melihat ranjang dan lemari Hankyung yang seperti biasa, terlihat rapi dan bersih. Namun Heechul melihat ada yang aneh, koper besar yang biasa ada di pojok kamar, nampaknya tidak ada.

“Heechul, cepatlah, Leeteuk sudah menunggu…” terdengar suara manajer mengingatkan dan Heechul segera menuju lift, menyusul seluruh anggota yang mungkin sudah menunggu di ruang latihan.

Di tempat latihan Super Junior….

“Apa kalian melihat Hankyung? Semalam dia tidak pulang..” tanya Heechul saat latihan sudah hampir selesai. Seluruh anggota hanya terdiam dan saling menatap satu sama lain. “Ada apa?”

Tiba-tiba sang manajer datang menghampiri, mencari posisi duduk dan mulai menjelaskan sesuatu. “Ehmm… untuk konser di Nanjing yang akan diselenggarakan 6 hari lagi… Kita akan sedikit mengubah konsep…” sang manajer sedikit memberi jeda. “Heechul, kau akan dipasangkan dengan Siwon….” manajer menghentikan lagi kalimatnya, melihat Heechul yang berwajah bingung “Jadi… kemarin Hankyung telah resmi keluar dari Super Junior, dia sudah menandatangi pemberhentian kontrak dan hari ini dia akan kembali ke China..” manajer kembali menghentikan kalimatnya karena Heechul tiba-tiba menyela.

“Apa maksudnya??!!” suara Heechul meninggi, Siwon yang ada di dekatnya langsung meraih bahu Heechul dan menenangkannya. “Hankyung keluar??! Kau bercanda kan manajer??”

“Hm? Apa kau belum tau?”

“Bagaimana aku tau??!!” Heechul tak bisa menahan emosinya, ia menundukkan kepala dan Siwon masih tetap berusaha menenangkan.

“Yah, jadi begitu saja yang hari ini bisa kusampaikan…” manajer beranjak pergi.

“Heechul, mian, tapi… ini… Hankyung sempat menitipkan surat ini tadi pagi..” Leeteuk memberikan selembar surat yang sesuai dugaannya, Heechul bahkan tak mau memandang surat itu sedikitpun.

“Bagaimana bisa kalian tidak mengatakan ini padaku?? Bagaimana bisa Hankyung pergi begitu saja hah??!! Apa maksudnya ini semuaa??!! Kenapa manajemen menyuruhnya pergi begitu saja kenapaaaa???!!!” Heechul tidak bisa lagi menahan emosi, ia mengusap air mata yang ada terkumpul di ujung kedua matanya.

“Mian… kami tidak bermaksud apa-apa tetapi…”

“Kalian pergi saja!” Heechul berteriak keras dan semua member keluar satu per satu, hanya tersisa Leeteuk dan Siwon yang tetap terduduk menemani Heechul.

“Setidaknya bacalah ini…” Leeteuk mencoba memberikan surat yang ia bawa, dan dengan sedikit berat hati, Heechul membuka surat itu, matanya mendapati rangkaian tulisan Korea yang terlihat seperti ditulis oleh anak berumur 5 tahun, tak salah lagi itu pasti tulisan Hankyung.

Heechul, mianhae kalau aku tidak memberitahumu tentang ini, Aku hanya takut melihatmu bersedih.

Aku bukan orang yang pandai mengucapkan selamat tinggal, aku pasti tidak tega meninggalkanmu jika aku berpamitan dulu. Tahukah kau, aku berkali-kali kembali lagi ke kamar dan melihatmu sebelum aku pergi. Kakiku seperti diikat dengan besi saat meninggalkan apartemen.

Manajemen sudah memutuskan yang terbaik, masalah kewarganegaraan dan peraturan memang sedikit menyusahkanku, aku sedikit lelah untuk mengatur jadwalku disini dan di China. Aku juga harus memikirkan tentang orangtuaku yang sebenarnya selalu mengkhawatirkanku bila aku berada di Korea.

Aku minta maaf kalau tidak bisa terus membuatkan nasi goreng seperti yang kau mau, oleh karena itu aku kemarin mengajarimu memasak, aku sudah menuliskan resep dan langkah-langkahnya, aku simpan meja kamar, tinggal kau ikuti intruksinya dan kuharap kau bisa memasak nasi goreng seenak yang kubuat.

Kau harus berjanji untuk makan dengan baik, istirahatlah juga dengan baik, dan jangan memforsir tenagamu secara berlebihan, aku akan sedih jika melihatmu sakit.

Konser di Nanjing, aku akan berusaha datang dan menonton, jika ada waktu, akan kuajak kau mampir ke Beijing, ke rumahku. Orangtuaku sangat penasaran denganmu, kata mereka, mereka ingin melihat salah satu menantu mereka.  Ke ke ke~

Jangan sering bertengkar dengan member lain, dengarkan Leeteuk hyung dan dengarkan apa kata manajer.

Aku berjanji akan selalu mengunjungi Seoul jika aku ada waktu.

Kau adalah orang pertama yang menerimaku dan mengajariku bahasa Korea. Kau juga orang pertama yang paling memahamiku. Di tempat dimana tak seorangpun memahamiku, saat semua orang memandangku sebagai orang asing, kaulah yang pertama membuatku seakan aku punya teman dan tak sendirian.

Aku tau bahwa keputusanku ini sangatlah jahat. Mianhae…

Terimakasih untukmu, dan semua member yang sudah menerimaku..

Aku tau kau mungkin sekarang sangat marah bahkan bisa saja surat ini tak kau baca karena saking marahnya kau padaku. Aku juga tidak keberatan jika saat kita bertemu di lain kesempatan, hal yang pertama kau lakukan adalah memukulku.

Berlatihlah yang keras, buat otot yang besar sampai kau bisa memukulku saat kita bertemu lagi nanti.

Aku akan sangat merindukan muka marahmu, tamparanmu, pukulanmu, rengekanmu, teriakanmu, semuanya pasti akan kurindukan.

Biasanya kau selalu meperingatkanku untuk tidak tersenyum jika berpapasan dengan yeoja sebelum aku pergi meninggalkan apartemen. Tapi kali ini aku yang memperingatkanmu untuk tidak bermain-main dengan namja lain :p (Khususnya Siwon dan Jay)

Sekian surat dariku, jangan rindu padaku, marah saja padaku. Perjalanan ke Nanjing, pergilah dengan Leeteuk hyung, aku sudah berpesan padanya. Gumawo…

Kedua mata Heechul tetap terarah ke selembar kertas itu walaupun ia sudah selesai membaca. Sekujur tubuhnya mematung.

“Hyung…” Siwon mengusap punggung Heechul pelan. “Mian… kami tidak bermaksud menyembunyikan atau apa…. Tapi kami hanya menuruti apa yang diinginkan Hankyung hyung..

“Selama ini Hankyung dihadapkan pada pilihan berat.. Di satu sisi dia ingin tetap mewujudkan mimpinya dengan super junior. Aku bahkan tak bisa melupakan latihan kerasnya, saat kita semua tidur, dia terus berlatih dance, vokal, bahasa Korea, acting, semuanya ia kerjakan dengan sepenuh hati. Tapi memang masalah kewarganegaraan adalah sesuatu yang rumit, ia bahkan tak boleh menunjukkan wajahnya kalau masa visanya telah habis. Hal itu membuatnya sakit, tapi dihadapan kita, dia selalu menunjukkan senyum dan itu sebenarnya membuatku lebih sakit..” Leeteuk menambahkan.

“Belakangan ini juga kesehatan Hankyung hyung sedikit menurun….” Siwon memelankan suaranya.

Heechul hanya terdiam, sampai Siwon dan Leeteuk pergi meninggalkannya, ia tetap terduduk dengan tangan meremas selembar surat dari Hankyung. “Aku pernah berpikir kalau sesuatu seperti ini akan terjadi. Tapi aku tak menyangka kalau rasanya seperti ini.. Seperti ada sebuah batu kecil yang bersarang di paru-paruku… Dan itu akan terus terasa sampai aku bertemu Gege lagi..”

END

Author : @ichu_sub

FF ini dibuat di tengah gerimis dan cuaca Surabaya yang lagi galau antara hujan atau tidak. Jadi maaf kalau hasilnya galau pula. Kekeke X)

Comment bisa dalam bentuk komentar, saran, pertanyaan, atau kalau readers yang terhormat ingin memberikan oleh-oleh pada author juga author terima dengan senang hati ^^

 

4 thoughts on “[Freelance] A Little Stone Stuck In My Lungs

  1. HUAAAA T.T *nangisgaje
    eh itu ortunya hankyung pengen jadiin heechul menantu mereka? wkwkwk
    bikinin hanchul lagi dong…

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s