Of Course I Know

Title: Of Course I Know

Author: lightless_star

Cast:

Jun Hyosung (Secret)
Jang Dongwoo (INFINITE)
Genre: Fluff

Length: Drabble

Rated: General

Of Course I Know

© lightless_star

DISCLAIMERS: I only own the plot. This just a fiction, so it doesn’t really happen to the character in their real life.

xxx


“Putus?” kata itu terlontar dari bibir pemuda berambut hitam itu berbarengan dengan ekspresi kaget yang muncul diwajahnya.

“Ya. Putus. Aku bukan gadis bodoh yang bisa kau permainkan, asal kau tahu,” tegas gadis itu lalu menegakkan kepalanya dan menatap pemuda dihadapannya jengkel.

“Tapi, Hyosung….” pemuda itu menyebut nama gadis didepannya sambil menatap matanya dengan tatapan memohon. Tapi, tidak berpengaruh apa-apa. Gadis itu memang tak akan memaafkannya lagi.

“Aku sudah bilang kalau aku tak mau bersamamu lagi! Kenapa kau tidak terima?” sentaknya sambil berdiri dari kursinya, membuat semua orang di restoran itu menatap kearah meja mereka.

“Maafkan a—-“

“Aku tidak butuh orang sepertimu, Gikwang!” gadis itu membalikkan badan, dan kemudian melangkah cepat kearah pintu dan pergi sebelum pemuda yang ia panggil Gikwang tadi sempat menyelesaikan kalimatnya.

Dari kejauhan, ia masih bisa mendengar suara pemuda itu memanggil namanya. Namun, ia tak akan mau peduli lagi.

xxx

“Dasar bodoh, kenapa ekspresimu jadi tidak rela begitu setelah keluar dari sana, hah? Bukannya tadi di dalam noona sok kuat dengan bilang kalau noona tak butuh orang seperti dia?” ucap pria yang duduk dibelakang kemudi mobil berwarna silver yang tadi menjemput Hyosung itu dengan nada meremehkan.

“Diam kau, Jang Dongwoo!” gadis itu terlihat mengusap ujung matanya kemudian,”Siapa juga yang tidak rela?” sambungnya.

“Hyosung-noona….” panggilnya lembut, namun tatap matanya masih memandang lurus ke depan.

“Hm?”

“Kau… Sebenarnya sedih, kan?” tanggapnya kemudian sambil menatap gadis disampingnya yang kini membulatkan mata heran.

“Siapa yang sedih, hah? Untuk apa sedih cuma karena orang brengsek sepertinya!” balas gadis itu emosi. Tangan kanannya memukul-mukul jok mobil yang sedang ia duduki dengan kesal.

“Jangan bohong,” ucapnya lagi, nada bicaranya datar.

“Aku tidak sedih! Sungguh!” ucap Hyosung sambil menundukkan kepalanya, tangan kanannya lagi-lagi mengusap ujung matanya pelan-pelan, agar Dongwoo tak melihat kalau dia mulai ingin menangis.

“Kau bilang sedih juga aku tidak apa-apa. Jangan bohong lagi. Aku tahu kok kalau barusan kau mengusap airmatamu,” nada bicaranya masih datar seperti tadi. Tapi kali ini dia menatap Hyosung yang masih menundukkan kepala disebelahnya.

Gadis itu berusaha menahan airmatanya agar tidak keluar, kepalanya ia anggukkan pelan.

“Noona masih mencintainya, kan?” tanya pemuda itu lagi.

Tes…

Ada setetes airmata yang turun dipipi gadis itu dan jatuh saat melewati garis rahangnya. Ia gagal menahan tangisnya. Ia memang masih mencintai pria itu.

“Tidak. Aku tak mungkin lagi mencintai laki-laki seperti dia,” ucap gadis itu, suaranya terdengar gemetar.

“Kenapa noona menangisinya kalau begitu?”

Gadis itu tak menjawab. Bahunya makin bergetar, isaknya makin jelas terdengar. Dongwoo mengulurkan satu tangannya dan mengusap lembut rambut kecokelatan gadis itu lalu melingkarkan tangannya di pundak Hyosung dan membawa gadis itu bersandar di bahunya.

“Kenapa kau tahu?” ucap Hyosung di sela tangisnya.

“Aku sahabatmu, ingat?” tanggap pemuda itu, suaranya melembut. Tangan gadis itu malah bergerak memeluknya erat, tangisnya tidak sekeras tadi lagi.

“Kau memang sahabatku yang paling baik, Dongwoo-ya,” ucap Hyosung lagi, Dongwoo tak dapat melihat wajahnya tapi ia tahu gadis itu sedang tersenyum sekarang.

Sahabat. Dia ada disana saat gadis itu pertama jatuh cinta dulu. Ia ada disana dan mendengarkan dengan setia segala celoteh gadis itu tentang Gikwang. Ia ada disana saat gadis itu cemburu karena Gikwang akrab dengan gadis lain demi pekerjaannya. Ia ada disana saat gadis itu tersakiti seperti tadi.

Dia ada disana saat gadis itu tertawa, ia ada disana saat gadis itu menangis.

Ia selalu disamping gadis itu bahkan saat ia butuh kekasihnya dan pemuda itu tak kunjung datang.

Dia orang yang tegar.

Yang mampu melihat gadis yang ingin dimilikinya terus terobsesi dengan pria lain selama dua tahun ini dan akhirnya dipermainkan begitu saja.

Dia orang yang mengerti.

Yang pantas mendapat satu tempat khusus di sudut hati gadis itu untuk dia sendiri.

“Hyosung-noona… Apa aku… Masih hanya sahabatmu?”

Gadis itu diam, tak menjawab. Ia selama ini tahu, namun ia tak mau tahu.

Dan sekarang dia sadar, betapa jahat dirinya dulu.

Mengabaikan orang yang selalu mau berada disampingnya. Tak mempedulikan segala perhatian yang diberikan seseorang yang begitu menyayanginya. Tak bisa mengalihkan pandangannya dari laki-laki yang bahkan hanya mempermainkannya dan menutup matanya kalau orang yang ia butuhkan selama ini selalu ada dekat dengannya.

“Saranghae,” ucap pria itu. Singkat.

Beberapa detik, sampai gadis itu melepaskan pelukan dan menatap matanya dalam. Seulas senyum manis ia lengkungkan di bibirnya yang tipis.

Ia belum membalas. Karena rasanya belum tepat sekarang. Ia baru putus dari kekasihnya yang lama dan dalam waktu kurang dari 24 jam sudah dapat pengganti? Dia bukan gadis seperti itu.

“Noona pasti butuh waktu. Aku tahu,”
sekali lagi, gadis itu tersenyum manis.

“Tak apa, aku akan menunggu.”

Ia bukannya tak mau. Ia hanya butuh waktu. Bila waktunya tepat nanti, ia tak akan membuat ‘sahabat’-nya itu merasakan sakit lagi seperti sebelum ini. Ia akan membalas perasaan itu. Pasti.

-FIN-

A/N:

DongSung couple yeaaaay! XD XD

hampir ga pernah saya nemu fic mereka yang bahasa indonesia. padahal mereka adorable banget sebenernya >w<

couple favorit saya kekurangan cintaaaa ;_____;

fic ini draft lama. cuma saya lupa pernah bikin dan kemaren waktu bongkar folder eh ketemu ini :B yaudah posting aja. ahaha.

mind to leave comment or like?

thanks for read

2 thoughts on “Of Course I Know

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s