[Freelance Chapter] TEASER : Perahu Kertas

Title
Perahu Kertas

Author
dkdnfi

Length
Chapter

Genre
Romance, Friendship

Rating
PG-13

Main Cast(s)

Kang Hyo Rim (Female Fictional Character)
Song Ha Soo (Female Fictional Character)
Kim Junsu (2PM)
Lee Junho (2PM)

Support Cast(s)

Other 2PM’s members

[A/N]

please RLC. FF ini baru prolog/teaser kalau banyak yang suka dengan teaser ini saya akan melanjutkannya dengan segera. Kamsahamnida :)

—-

-Selembar kertas putih polos

Dilipat beberapa kali

Membentuk sebuah pola

Pola yang suatu kala

Dapat merubah kertas polos

Menjadi sebuah perahu kertas-

 

Matahari berhasil dikalahkan awan mendung sore itu. Angin mulai ikut merayakan kemenangan awan mendung tersebut. Saat ini sudah musim semi tetapi suhunya masih sangat rendah.

Seorang yeoja berambut panjang yang berpakaian serba hitam berdiri di bawah sebuah pohon yang menghadap ke Sungai Han. Wajahnya sangat muram dan matanya yang sedikit bengkak menunjukkan kalau dia baru saja menangis. Tangannya memegang sesuatu berbentuk perahu layar yang kecil.

Dari kejauhan nampak seorang namja yang menggendong seekor kucing mendekati sang yeoja. Pakaiannya serba tertutup. Celana training panjang, T-hoodie, syal, dan topi yang hampir menutupi sebagian wajahnya. Si namja berjalan takut-takut mendekati sang yeoja. Kemudian ia mendengar sang yeoja bernyanyi dengan terisak

 

So I thank you…thank you thank you…

And I…love you love…you love you

Niga bonaejun sarang ttae…mune

Naega yeogi seoisseo ireoke…

 

Si yeoja tadi kemudian melangkah lebih dekat ke sungai Han. Menatap kosong ke depan kemudian menunduk melihat perahu kertas yang ada ditangannya. Baru saja ia hendak berjongkok.

“STOP! Tolong hentikan!” sang namja berlari sambil berteriak mendekati si yeoja. Kemudian menarik tangan yeoja tersebut agak menjauh dari pinggir sungai.

“Nuguya? Ada apa?” tanya yeoja tersebut sambil melepaskan tangannya dari sang namja.

“Aku melihatmu seperti akan bunuh diri. Jadi aku berfikir untuk menolongmu.” Sang namja menjawab dengan rasa khawatir.

“Haha! Aniyaa.. Aku tidak akan bunuh diri kok. Aku hanya ingin menaruh perahu kertas ini di atas air agar dia bisa berlayar jauh.” Jelas si yeoja sambil menunjukkan perahu kertasnya.

“Benarkah? Ah maafkan aku!” sang namja membungkukkan badannya berulang kali meminta maaf.

Si yeoja hanya tersenyum melihatnya. Kemudian mendekat kembali dan berjongkok di pinggir sungai Han. Dia merapihkan sedikit lipatan perahu kertasnya kemudian membiarkan perahu kertas itu berlayar mengarungi sungai Han. Sang namja mendekati si yeoja dan ikutan melihat perahu kertas itu.

“Manusia itu pada awalnya polos seperti kertas kosong. Kalau dilipat sesuai aturan pasti bisa menjadi sebuah perahu. Nah, kalau manusia mau berusaha pasti suatu saat tujuannya akan tercapai dan menjadi sukses. Setidaknya itu yang sering diucapkan ibuku sebelum dia meninggal.” Si yeoja mulai menitikkan airmatanya.

Sang namja hanya diam mendengarkan si yeoja dan menatap perahu kertas tadi yang lama kelamaan mulai masuk ke dalam air.

“Tapi ingatlah perahu kertas yang berlayar di air tidak selamanya bisa mengapung di atas air. Perahu kertas itu pasti akan basah karena air dan menyebabkan perahu tenggelam. Sama seperti kesuksesan yang tidak selamanya akan bisa bertahan. Betulkan?” sang namja melanjutkan omongan si yeoja.

Si yeoja menoleh dan berdiri menghadap si namja.

“Daebak~ persis sekali dengan apa yang ibuku katakan! Kau mengingatkanku pada ibuku.” Si yeoja kembali menunduk dan menangis.

“Hey hey! Jangan menangis! Nanti orang-orang mengira aku melakukan sesuatu padamu hingga kau menangis! aishh…” sang namja berusaha menenangkan si yeoja.

“AWWW!!!” sang namja berteriak keras dan tiba-tiba terjatuh. Tangannya digigit kucing yang sedari tadi ia gendong. Si kucing kemudian melompat kearah si yeoja dan bergelayut manja di kaki si yeoja.

Si yeoja menghentikan tangisnya. Lalu ia berjongkok dan mengelus-elus kepala kucing sambil tersenyum. Melihat si yeoja tersenyum, sang namja pun ikut tersenyum.

“Nah kalau senyum kan jadi cantik. Sudah berapa lama kau menangis? Matamu benar-benar seperti mata panda. Sangat imut. Haha.” Sang namja berusaha mengejek si yeoja agar si yeoja tertawa.

Tetapi si yeoja hanya tersenyum tipis dan kembali mengelus-elus si kucing.

“Ibuku baru saja meninggal bulan lalu, 3 minggu setelah kematian ayahku dan 3 bulan setelah kematian eonnieku. Surat warisan ayahku ada di kakak ayahku yang entah sekarang ada dimana. Sekarang aku tidak mempunyai uang sama sekali sedangkan aku harus tetap melanjutkan kuliahku. Rasanya dunia terlalu kejam untukku.” si yeoja menjelaskan tanpa ditanya.

“Im so sorry to hear that! Ayahku juga baru meninggal 2 bulan lalu. Kehilangan orang yang sangat kita cintai memang sangat menyedihkan. But life must go on, right? Sekarang Tuhan membiarkanmu menangis kesusahan tetapi suatu saat pasti Tuhan akan membiarkanmu tertawa yang dapat melupakan semua kesedihanmu ini.” sang namja berusaha memotivasi si yeoja yang tersirat dari matanya kalau si yeoja ini adalah gadis yang sangat rapuh dan kesepian.

Si yeoja tampak merenungkan kata-kata sang namja.

“Hmm… Apa kau mau bekerja di perusahaanku? Kebetulan kami membutuhkan seorang gadis berusia 18-22 tahun. Berapa usiamu?”

“19. Pekerjaan apa itu? Di mana perusahaanmu?” {17 in international age, 19 in Korean age} tanya si yeoja berseri-seri karena akan mendapatkan pekerjaan.

“A boyband’s coordi. JYPE. Kenalin namaku…” kemudian sang namja membuka topi dan hoodienya.

“Kim Junsu. Member of 2pm.” Lanjut sang namja sambil tersenyum.

Si yeoja kaget dan hampir saja terjatuh dari jongkoknya. Kaget ternyata cowok aneh yang mengira ia akan bunuh diri, cowok ramah yang berusaha menghiburnya, dan cowok baik yang menawarinya perkerjaan adalah KIM JUNSU 2PM!

“Omo! Imma hottest you know!? How can? Ah…” si yeoja memukul-mukul kepalanya tak percaya dengan siapa yang di depannya ini.

Sedangkan sang namja yang bernama Kim Junsu ini geleng-geleng kepala. Heran dengan gadis yang terlihat putus asa saat pertama dia melihatnya, gadis yang sangat bijak memberitahunya tentang perahu kertas, gadis yang tiba-tiba menangis mengingat ibunya, gadis yang tiba-tiba ceria setelah bermain dengan kucing, dan gadis yang tiba-tiba bertingkah aneh setelah ia memberitahu identitasnya.

“Ya! Apa yang kau lakukan? Haha.. kau itu cewek yang unik ya. Moodmu berubah-ubah tiap saat. Gimana mau gak jadi coordi 2pm?” Junsu dengan aksen Daegunya mengulang peetanyaannya.

“YES! I WANT!! Kamsahamnida Junsu-ssi! Kamsahamnida!” si yeoja kemudian bangkit dan membungkukkan badannya berulang kali.

Junsu hanya tersenyum melihat yeoja itu. Kemudian mengacak-acak rambut si yeoja gemas.

“Lucu sekali kau. Baru saja tadi menangis sekarang sudah ceria lagi. LETS MOVE ON okay?” Junsu mengedipkan sebelah matanya.

“Ne. Neomu kamsahamnida, Junsu-ssi! Suatu saat aku pasti akan membalas kebaikanmu hari ini. Janji!” si yeoja tersenyum lebar sambil membuat peace dengan tangannya tanda ia berjanji.

“Ah siapa namamu? Daritadi kita belum berkenalan.” Junsu menjulurkan tangan kanannya.

“Kim Hyo Rim imnida! Mannaseo bangawoyo!” HyoRim, si yeoja, menyambut uluran tangan Junsu dan berjabat tangan.

Sepertinya angin berpihak pada matahari yang membantu menyingkirkan awan mendung sehingga matahari dapat merebut kemenangan pada sore itu.

 

-Perahu kertasnya tidak berbentuk sesuai yang ia inginkan

Sehingga ia membongkar kembali lipatan-lipatan kertas itu

Kertas yang dulu polos sekarang terdapat  banyak bekas lipatan

Bekas lipatan yang tidak mungkin bisa hilang

Walau begitu ia tetap akan menggunakan kertas itu

Untuk membentuk sebuah perahu kertas

Perahu kertas yang baru

Perahu kertas yang bentuknya akan lebih sempurna-

9 thoughts on “[Freelance Chapter] TEASER : Perahu Kertas

  1. Ih…
    Aku suka bgt ma teaser-nya bijak bgt ini yeoja tetapi berubah-ubah ya kek bunglon….
    Lanjutin y hwaiting!!!

  2. Waahh ada Junsu 2PM di ff *plaakk aapan sih … Gomawo chingu dah ada Junsu’a di tulisanmu … Sumpah seneng bgt =]

    wajib baca trusan’a —

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s