YongSeo Project Story [@SeiraAiren & @meutiakbachnar]

Title: Project Story [YongSeo] with burningancovy and lovelyauntumn [Part 1]

Author: SeiraAiren

Cast:

  • Lee Jonghyun [CN Blue]
  • Kang Minhyuk [CN Blue]
  • Lee Jungshin [CN Blue]
  • Jung Yonghwa [CN Blue]
  • Lee Hongki [FT Island]
  • Jung Seo Al [OC]
  • Kim Hyora [OC]

Other Cast:

  • Seo Joo Hyun [SNSD]

Genre: PG-13

Length: Chaptered

Rating: All Fandom (?)

Disclaimer: All the cast is Bellong to the God, and Him/She. Jung Seo Al is mine, Kim Hyora is belong to @meuthiakbachnar  And the Story Line is Mine! Say No To Plagiarsm, and Allowed Re-Share ^^ **just write Full credits** [saya bukan orang pelit kog, heheh^^]

 

“Perpisahan itu masih terekam jelas di otakku. Betapa menyakitkan saat aku harus melihatmu pergi… menjauh dariku. Apakah ini semua nyata? Apakah ini tak akan pernah bisa diperbaiki lagi? Kenyataannya, aku masih berharap kau kembali… Hyun-aah. Aku…”

 

Tiba-tiba terdengar pintu terbuka dan,

“Kau sedang apa, Hyung?”

Terlihat Jonghyun menerobos masuk, dan Yonghwa hanya menoleh sebentar untuk melihat kedatangannya, kemudian ia melanjutkan kesibukannya—tenggelam dalam permainan gitar, sambil tertegun dalam sebuah lamunan tentang seseorang yang sangat ia cintai.

“Aah~ rupanya kau sedang membuat sebuah lagu…” ujar Jonghyun, saat melihat ada banyak lembaran kertas yang berserakan di mana-mana. Jonghyun meraih beberapa lembar kertas tersebut, kemudian dengan cepat menyimpulkan satu hal dalam sebuah pertanyaan. “Kau… masih mencintainya, Hyung?”. Pertanyaan yang keluar dari mulut Jonghyun itu memang simple, namun terdengar sedikit menyakitkan di telinga Yonghwa.

Yonghwa kemudian menghentikan permainan gitarnya. “Aniya…

“Hmm… liriknya bagus, tapi menurutku… apa tidak sebaiknya kau membuat lagu ini lebih menarik Hyung? Lagu ini terkesan sangat melankolis, aku saja merinding membaca lyric-nya” Jonghyun memperagakan kesan merindingnya, kemudian ia kembali berkomentar lagi “Lagu seperti ini kan seharusnya ceria hyung?” Jonghyun masih tetap menggodanya. Namun Yonghwa hanya menatapnya dengan tatapan tajam, tanda bahwa ia terganggu dengan komentar Jonghyun.

“Eiyyy, maksudku, lagu sedih itu tak selalu harus diiringi musik mellow yang mendayu-dayu. Hyung, kau ingat? Kau pernah bilang padaku saat kau mengomentari lagu yang sedang ku composse? Saat itu, aku kebingungan dalam membuat never to late menjadi lagu yang enak, namun tak terkesan mellow, kau mengatakan bahwa ketika seorang namja patah hati, namja tidak boleh cengeng dan harus menanggapinya dengan sikap cool. Apa kau lupa, Hyung?”

Ucapan Jonghyun itu membuat Yonghwa tersentak. Benar, pikirnya dalam hati. Sebagai lelaki, seperih apapun luka yang kurasakan… itulah kelebihannya. Lelaki akan menanggapinya dengan ‘cool’. Yonghwa menghampiri Jonghyun dan berkata, “Bukankah aku cukup ‘cool’ sekarang?”

Mwo? Cool? Kau tau, setiap hari kerjaanmu melamun hyung, mataku hampir buta karena melihatmu melamun!”

“Yaaaaaa!! Kau, benar-benar! Apakah kau tidak sibuk?”

Anni, wae?”

“Tolong bersihkan kamarku, kekkeke~”

“Mwo??”

“Hehe- Anniya, apakah kau bisa menyumbangkan ide mu untuk lagu ini?” Yonghwa bertanya pada Jonghyun dengan mengedipkan matanya. “Ide itu adalah hal yang paling mahal di dunia ini hyung. Kau mau membayar berapa untuk membeli ide briliant-ku sebagai seorang musisi?” balas Jonghyun dengan nada kekanakannya, Yonghwa pun menarik bantal dari tempat tidurnya dan melayangkan sebuah pukulan ringan ke kepala Jonghyun. “Aw! Ara… ara… Mari kita buat bersama-sama. Kau ini, Hyung selalu merepotkanku~”

“Aisssssshh, anak ini” kemudian mereka tertawa bersama.

***

Setelah menghabiskan hampir satu jam lebih hanya untuk berkonsentrasi dalam menciptakan sebuah lagu, Yonghwa akhirnya memutuskan untuk beristirahat sejenak. Ia keluar dari kamarnya dan mengambil dua botol minuman dingin yang ada pada kulkas, (ini kalo freezer terkesan minuman beku donk U,u) lalu meneguk minuman itu di hadapan Jonghyun. “Jonghyun-ah… Tiba-tiba aku terpikir akan suatu hal” ujar Yonghwa, sambil menatap dongsaeng-nya itu dalam-dalam.

Mwo?” tanya Jonghyun, sambil membelalakkan matanya sekaligus membuka botol minuman mineral yang baru saja dilemparkan Yonghwa ke arahnya.

“Apa kau tak pernah terpikir untuk memiliki seorang yeojachingu lagi?”

“Uhuk-uhuk! Mwo?!” balas Jonghyun, yang langsung terbatuk-batuk begitu mendengar pertanyaan Yonghwa. “Untuk apa kau menanyakan hal itu kepadaku, Hyung?”

Yonghwa menggelengkan kepalanya pelan. “Aniy…

“Hmm… Mungkin tidak hyung untuk saat ini, aku pikir kata Seoniy benar kalau aku harus merubah semua image buruk tentang ke-playboy-an ku itu, jika aku ingin mendapatkan seorang yeojachingu yang tepat. Mungkin… aku akan meyakinkan diriku sendiri sampai benar-benar menemukan seorang yeoja yang tepat”

“Dan yeoja itu haruslah seorang Pretty Noonas?” tanya Yonghwa, sambil tertawa pelan dan berlalu dari hadapan Jonghyun.

Jonghyun terdiam. Dia tersentak dengan kata-kata Yonghwa barusan, kenapa dari sekian banyak kisah cintanya hanya dengan menyebut kalimat “pretty noona” itu hatinya kembali berdegup kencang. Pandangan datarnya mulai mengarah pada sebuah cincin yang tersemat di jari manis tangannya. Sosok seorang yeoja dari masa lalu itupun mulai mengganggu pikirannya. Kau… Apa kabarmu, Noona?

***

Sementara para hyung tengah berkonsentrasi penuh pada sebuah lagu yang mereka ciptakan, para dongsaeng sibuk berkeliaran di sebuah swalayan yang berada tak jauh dari dorm mereka. Kedua dongsaeng itu—Minhyuk dan Jungshin—tengah memilih semua benda yang akan menjadi kebutuhan mereka selama sebulan kedepan. Mereka membagi tugas; Minhyuk mencari keperluan yang berkaitan dengan perawatan tubuh sedangkan Jungshin mencari beberapa makanan dan minuman.

“Ng… Chogi… Bisakah kau menolongku untuk mengambil shampoo yang ada di atas sana?”

Tiba-tiba seorang gadis bertubuh mungil menghampiri Minhyuk yang tengah sibuk memilih shampoo untuk para hyung-nya. Ia menoleh pelan, dan dengan ramah membantu gadis mungil itu untuk mengambil sebuah shampoo yang berada pada rak paling atas. Setelah keinginannya terpenuhi, berkali-kali gadis mungil itu membungkukkan badannya sembari mengucapkan kalimat yang sama: Kamsahamnida! Kamsahamnida!

“Tunggu! Sepertinya… aku mengenalmu?” ujar Minhyuk, memberhentikan gerakan bungkuk-terima-kasih yang dilakukan oleh gadis mungil itu.

“Ng?” gadis mungil itu memberhentikan aksi berterimakasihnya. Ia menatap wajah Minhyuk, lalu mengerutkan dahinya sebentar—terlihat jelas bahwa gadis mungil itu tengah berusaha keras mengingat siapakah namja yang tengah berdiri tegak di hadapannya sekarang. “Tsk… Sepertinya aku juga familiar dengan wajahmu. Kau, siapa ya?”

“Mwo? Kau bahkan tak mengenalku?!” sahut Minhyuk, tak percaya. “Aku ini Kang Minhyuk, personil—“

“Ah! Yaa~ kau Kang Minhyuk! Kau murid pendiam yang berada di kelas kursus yang sama denganku beberapa tahun lalu, kan?!” gadis mungil itu dengan cepat memotong ucapan Minhyuk. Mendengar perkataan yang keluar dari mulut gadis itu, kini giliran Minhyuk yang berpikir keras—mencoba mengingat siapakah yeoja yang ada dihadapannya. Tak lama kemudian, Jungshin menghampiri Minhyuk.

“Hei, kau lama sekali” protes Jungshin.

“Kau pasti Lee Jungshin! Soulmate Kang Minhyuk! Benar, kan?!” tebak gadis mungil itu sambil mengarahkan telunjuk kepada Jungshin yang jauh lebih tinggi darinya.

“K-Kau… Andwae… Kau… Kim Hyora?”

***

“Kemana saja kau selama ini?”

“Aaaish, seharusnya aku yang memberikan pertanyaan itu kepada kalian berdua! Tak kusangka kalian telah begitu terkenal! Tahu begitu, seharusnya aku mengadakan konfrensi pers untuk menceritakan semua keburukan kalian pada masa lalu… mencontek PR-ku, menyuruhku membuatkan tugas kalian…”

“Dia sama sekali tak berubah. Iya kan, Minhyuk?”

Nee~ Dia masih cerewet, Jungshin-ah… Kau masih cerewet, Kim Hyora”

Di tengah asyiknya percakapan diantara Minhyuk, Jungshin, dan Hyora—yang tengah bernostalgia dengan semua kenangan mereka beberapa tahun lalu pada sebuah kelas kursus Bahasa Inggris, tiba-tiba Jonghyun membuka pintu studio tempat biasa mereka berlatih. Ia masuk ke dalam ruang studio, kemudian diikuti oleh Yonghwa di belakangnya. Melihat ada seorang yeoja di ruang studionya, Yonghwa menaikkan alis matanya sebelah kepada para dongsaeng-nya—seolah bertanya, “Siapa yeoja itu?”

Minhyuk pun beranjak dari posisi duduknya. “Ah, hyung! Kenalkan, ini Kim Hyora teman kami saat mengikuti kelas kursus Bahasa Inggris beberapa tahun lalu”

Yonghwa membungkukkan badannya dan tersenyum ramah. Kim Hyora—nama gadis mungil yang merupakan sahabat Minhyuk dan Jungshin sewaktu mengikuti kursus Bahasa Inggris—membalas senyuman Yonghwa dan mulai menatap Jonghyun.

“Kau tidak ingin menyapa teman kami, hyung?” tanya Jungshin, seolah mengabulkan permintaan Hyora—yang sudah sejak tadi ingin diperkenalkan dengan Jonghyun.

Jonghyun menoleh pelan. “Annyeong~.” ia hanya mengucapaka kata Annyeong sambil mengangkat tangan dan membungkukkan kepalanya.

“Mwo? Yaa~ Hyung kau tidak sopan sekali, kau harus menyapanya secara baik kau kan..” belum sempat Jungshin menyelesaikan kalimatnya, dan tiba-tiba pintu terbuka dan datanglah dua orang troublemaker sejati.

“Mwo, mwo? Apa kau tidak bisa menyetir dengan baik Hongki-ah? Kau bisa saja membunuhku! Heiii Jjong-ah kau kenapa tidak masuk hari ini?”

“Ye, Jonghyun kemana saja kau? Mr. Kim bertanya pada kami ka..” Belum sempat Hongki berbicara, matanya menangkap bahwa ada kehadiran orang lain di tempat latihannya. “Nuguseyo?” tanya Hongki ke arah yeoja itu, Seoniy pun tak kalah penasaran dengan siapa yeoja lain yang berani masuk ke ruangan latihan band pribadi milik F&C selain dirinya?

“Oh, Hyung kenalkan ia teman kami Kim Hyora” Minhyuk memperkenalkan

“Yee~ Kim Hyora Imnika, Bangaupsemika” Hyora membungkukkan badan memberikan salam.

“Ne, nae Jung Seo All imnida, bangaupsemida”

“Hongki Imnida” Lee Hongki mendorong Seoniy minggir untuk berjabat tangan dengan yeoja itu.

“Tsk, kau,, Hei, awas jangan lama-lama kau nanti bisa alergi dekat-dekat dengan hongki Hyora-ah” Seoniy memulai aksinya

“Ye?” Hyora hanya bingung dengan kelakuan dua orang  yang bertengkar di hadapannya  ini.

“Seoniy apakah kau tadi dijemput Hongki” Yonghwa pun angkat bicara.

“Eo, dan kau tau oppa aku hampir mati gara-gara dia”

“Seoniy-ah kau tidak berterimakasih malah menuduhku mau membunuhmu”

“Emm, apakah kalian sepasang kekasih?” Hyora yang penasaran langsung to the point dan semua yang diruangan itu yang mendengarnya termasuk Jonghyun yang dari tadi anteng saja.

“What?? Aku? Jadi ceweknya Hongki, tidak mungkin!! Mending jadi ceweknya Jonghun!!” Seoniy menjawabnya asal karena kesal.

“Mwo ?? ” semua tersentak terkejud dengan ucapan Seoniy, yang Seoniy sendiri tidak sadar mengatakannya. Mendengar itu muka Hyora nampak berubah kecewa.

“Aihh, kenapa wajahmu tampak tidak senang seperti itu, Hyora-ah?” goda Jungshin, ketika menyadari wajah Hyora sudah berubah menjadi masam. Hyora memukul pelan lengan Jungshin dengan malu-malu. “Kurasa kau adalah salah satu dari fans kami, CNBLUE. Dan personel favoritmu adalah Lee Jonghyun-hyung. Ah~ ara ara…

“Mwo? Eh.. Mian, bukan maksudku. Aku tadi cuma asal bicara jadi kalo aku dengan Jonghyun juga tidak mungkin! Jadi..” belum sempat Seoniy meneruskan kalimatnya Yonghwa sudah ikut memotong kalimatnya

“Yaa~ benar! Wajahmu tiba-tiba berubah memerah, Hyora-ssi” timpal Yonghwa, yang sudah berusaha akrab dengan sahabat para dongsaeng-nya itu. Hyora pun makin salah tingkah, seolah memang benar-benar tersimpan sebuah perasaan khusus untuk Jonghyun di hatinya. Melihat Hyora seperti ini, Yonghwa, Minhyuk, Hongki, Seoniy dan Jungshin pun  tak sanggup menahan tawa. Sedangkan Jonghyun, ia terus menggerutu dalam hati.

Apa-apaan sekarang? Gadis yang jauh lebih muda dariku… menyukaiku?ANDWAEY!!

 

 

 

__Fiinn__ Mian kalo Ancur, ini adalah FF yang kami buat marathon, jadi nanti tetap berlanjud ^^ Gomawo kalo mau komen ^^ **bow**

NB: Untuk dapet Feel #YongSeo Please Follow @yonghwa_wgmf and @seohyun_wgmf This is fan acc based their story :) and also you can chat with them :) *bow

24 thoughts on “YongSeo Project Story [@SeiraAiren & @meutiakbachnar]

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s