Memory [Chapter 1]

Title : Memory

Author : Nicky

Main Cast : Rhie (OC) , YoungMin Boyfriend

Support Cast :another boyfriend members, JinJi[OC]

Genre : romance

Length : Chaptered (4 chapter)

Disclaimer : FF ini pernah dipublish di blogku sendiri http://nickisland.wordpress.com/2011/07/09/ff-memory-youngmin-rhie-chapter-1/ hehe…OC jelas punyaku…Tapi YoungMin milik dirinya sendiri…^^

Summary : Rhie terbangun dan yang ia lihat pertama kali adalah sepasang mata cemas menatapnya,tapi tidak ia ingat sama sekali. Menghadapi kenyataan bahwa kecelakaan mobil yang menimpanya menimbulkan amnesia terhadap seluruh ingatannya selama berada di Korea,membuat Rhie terpaksa memilih…Kehidupannya yang sekarang..yang terlihat begitu sempurna bersama YoungMin ataukah ia harus mencoba mengorek ingatannya yang hilang dan menghadapi entah apa yang berusaha disembunyikan pikirannya sendiri.

Chapter 1

My first memory is seeing your worried face

Bau diinfektan dan antibiotic merebak membangunkan kesadaran Rhie.Bau rumah sakit tidak pernah menyenangkan baginya.Dengan susah payah ia mengerjapkan mata berusaha melawan dorongan untuk membiarkannya tetap terpejam karena silau.Rasanya sangat sulit melakukan hal ini.Seperti sudah berhari-hari tubuhnya dibiarkan diam tanpa digerakkan.

Ia menyadari ada seseorang di sampingnya…Seorang pria dengan rambut pirang cokelat menatapnya dengan senyuman yang hangat dibarengi dengan sebuah tangan yang menggenggamnya erat. Rhie menatap bingung.Siapa dia?

“Kau sudah bangun Rhie-ah..Aku sudah menunggumu lama sekali.”

“Kau siapa?”Tanyanya bodoh.Ia tidak sempat berpikir apakah pertanyaan itu bisa menyakiti hatinya atau tidak.Karena menurut logikanya yang baru mulai bekerja,orang yang menunggunya sampai seperti itu seharusnya memiliki hubungan yang khusus .Hanya saja ia terlalu panik untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sekarang.

“Kau benar-benar lupa denganku?Aku YoungMin.”Ujarnya cepat.”Ah ne..Dokter sudah memberitahukan karena benturan yang keras kau akan mengalami amnesia ringan,bisa memori selama beberapa bulan atau malah tahunan,tapi aku tidak menyangka kalau rasanya sakit juga dilupakan olehmu.”

“Mianheyo.Sudah berapa lama aku di sini?”

“Sebulan..Kau hampir sebulan tidak sadarkan diri setelah kecelakaan itu.Aku akan memberitahu keluargamu bahwa kau sudah sadar.”

“Kecelakaan?Keluargaku?Mereka tahu hal ini?Bukankah mereka semua ada di Jepang?”

“Tentu saja…Mereka sudah menjengukmu dari Jepang ,tapi mereka harus kembali kemarin.”

“Ah..Aku akan menghubunginya sendiri YoungMin ssi.”Jawab Rhie ragu.Ia jelas akan menunda hal itu.Belum siap mendapat teriakan panjang dari ommanya tepat ketika ia baru sadar. Walaupun ommanya jelas mengkhawatirkannya,tapi wanita itu pasti lebih mengikuti tarikan alamnya untuk mengomel.

“YoungMin saja..Atau seperti biasa kau memanggilku dengan Min..Min..atau chagiya.”

“Min?Chagiya?”Tanya Rhie tidak mengerti,”Apakah kau..”

“Apakah kau benar-benar kehilangan memorimu selama di Korea?Aku kekasihmu semenjak 2 tahun yang lalu.Sudah bisa dikatakan tunangan juga karena kita akan menikah beberapa bulan lagi.”

Rhie menarik-nari rambutnya mencoba mengeluarkan memorinya.Benarkah?Benarkah ia sudah hampir menikah dengan pria yang ada di depannya itu?Tidak ada 1 clue pun di dalam otaknya.Ia mencoba mengingat-ingat apapun.Memori terakhirnya..Ehm.ia tahu kalau ia sekarang berada di Korea(Jelas ia tidak kehilangan kemampuan berbahasanya).Setelah menyelesaikan kuliahnya di Jepang,ia mendapatkan panggilan kerja di negeri ini. Kemudian setelah itu…

“Hentikan..Jangan menyakiti dirimu sendiri.”Ujar YoungMin, kedua tangannya menurunkan tangan-tangan Rhie yang semakin tidak terkendali.Cewek itu menatap wajah YoungMin mencoba mencari penjelasan. Walaupun cowok itu memberitahunya bahwa mungkin ia menderita amnesia ringan,tapi tetap saja tidak ingat apapun selama hidupnya di Korea membuatnya frustasi.

“Pekerjaanku..Di HaeShin Group bagaimana?Selama 2 tahun ini apa saja yang sudah kulakukan?”

“Kau sudah lama berhenti dari perusahaanku,Rhie.Sekarang kau membuka butik milikmu sendiri di MyeongDong.”

“Ne?Bagaimana..Perusahaanmu?Butik milikku?”

“Sebaiknya aku memanggil dokter agar ia bisa memeriksamu dan menjelaskan semuanya,okay?”

Rhie hanya bisa mengangguk.Bisa apa lagi?Ia merasa seperti baru bangun kemudian dipaksa untuk mengenakan sebuah identitas yang tidak ia kenali sama sekali.Lucunya itu semua identitasnya sendiri.Ia mengingat siapa dirinya dan hal-hal lainnya.Ia hanya tidak mengingat apapun selama ia di Korea yang berarti hampir selama 2 tahun.

Walaupun setelah dokter datang,ia tidak bisa sepenuhnya merasa lebih baik mendengar penjelasan lelaki tua itu. Dokter hanya mengatakan bahwa sungguh merupakan hal yang baik bahwa ia akhirnya sadar dari koma selama sebulan tanpa mengalami kehilangan yang lebih parah dibandingkan kehilangan ingatan.

Well,masalahnya ini ingatannya yang hilang.Seluruh cerita tentang dirinya dan kehidupannya selama 2 tahun.Bagaimana bisa dibilang sangat baik?Belum lagi dokter itu jelas tidak menunjukkan kejelasan kapan ingatannya bisa kembali.

Menurutnya dalam kasus seperti dirinya. Ingatan yang hilang biasanya tidak akan kembali. Pertama karena benturan yang keras. Kecelakaan mobil seperti itu bahkan biasanya bisa menimbulkan kelumpuhan. Kedua karena alam bawah sadarnya memang melindungi kepalanya untuk tidak mengingat saat-saat di mana kecelakaan terjadi.Mungkin saja memang ada memori yang mau dilupakannya selama 2 tahun ini.

Hal ini juga didukung dengan reaksi kepalanya sendiri.Ia memang merasa sakit kepala setiap kali berusaha terlalu keras untuk mengingat memori yang hilang dan itu bisa membuatnya semakin tidak berkonsentrasi.

Apakah ini benar-benar tanda bahwa ia harus melepaskan semua memorinya begitu saja?

***

“Kalau dipikir-pikir bagus juga tidak ada yang mengunjungiku selama aku di rumah sakit.” Ujar Rhie sambil menghela nafasnya pada saat YoungMin menyuapinya bubur.

Ini sudah hari ketiga ia sadar, tetapi YoungMin tetap memaksanya untuk tetap menjalani rawat inap di rumah sakit walaupun ia membenci hal itu.Terkurung di rumah sakit sama sekali bukan hal yang ia sukai.Entah itu dulu ataupun sekarang dan ia yakin begitu pula di dalam ingatannya yang hilang.

“Maksudnya?”

“Mereka pasti kesal karena aku tidak bisa mengingat satupun dari mereka,tapi aku juga memerlukan mereka kan untuk membantuku mengingat semuanya.”

“Tidak perlu..Kau bisa mengandalkan memoriku sebagai ingatanmu.Aku mengenalmu semenjak kau tiba di Korea.Jadi kau tidak akan kehilangan apapun.”

“Aniyaa…Kau kan tidak mungkin juga mengingat semua aspek hidupku.Pasti ada beberapa yang lebih diketahui teman-temanku.”

“Aku bilang tidak perlu,Rhie.”Ujar YoungMin agak keras.

Rhie memandang bingung wajah YoungMin yang sepertinya sedang menahan emosi. Ia memikirkan kata-katanya sendiri.Apa ada hal yang ia katakana salah tadi?Bukankah seharusnya cowok itu senang karena ia mau belajar untuk tidak merepotkan?

“Mian…”Gumam YoungMin kecil.”Aku tidak seharusnya marah.”

“Bagaimana kalau kau mulai menceritakan tentang dirimu.”Ujar Rhie tiba-tiba.Well,dia harus mencairkan keadaan.Tidak ada yang diuntungkan dari keadaan kaku seperti tadi.

Ia menyukai senyum YoungMin yang mulai mengembang mendengar permintaannya. Cowok itu segera saja berbicara banyak hal tentang dirinya.

“Bagaimana mungkin..Yah..Apa aku benar-benar hampir menikah denganmu? Kau lebih muda beberapa bulan dariku.”Ujar Rhie tak percaya. Sejak kapan ia mengingkari syarat yang ia buat sendiri untuk tidak menyukai cowok yang lebih muda.

YoungMin tertawa kecil.”Dari semua yang kuceritakan kau mempercayai semuanya dan malah hanya terganggu dengan tanggal lahirku.”

“Habisnya..Habisnya..Yah..Apa kita benar-benar hampir menikah?Dari semua yang kudengar, sepertinya aku bukan tipe orang yang akan kau pilih sebagai pasangan hidup. Kau hampir sempurna di telingaku…”

“Kenyataannya seperti itu.Kalau tidak bagaimana mungkin aku juga mengenal seluruh hal tentang dirimu, Rhie.”

“Then just counted you as my lucky.”

“No…Aku tidak setuju.Aku sudah menghabiskan seluruh stok keberuntunganku seumur hidup untuk ditukarkan dengan kau.Jadi aku tidak akan membiarkanmu pergi.Lagi.”

Rhie mengangguk-angguk geli mendengar candaan YoungMin.Ada kalanya ia menyadari kalau cowok itu memiliki pribadi fresh yang bisa melemparkan lelucon-lelucon yang membuatnya tertawa.Dan ada saatnya ia menjadi seorang pria dewasa yang bisa diandalkan.Well.. Sudahlah…Persetan dengan standar umur yang dibuatnya dulu.

“Apa kau tidak harus pergi ke kantor?”

“Selama kau koma,aku juga terus menemanimu di sini.Perusahaan sudah terbiasa berjalan tanpa aku harus terkurung di kantor.Kecuali ada rapat penting,aku tidak perlu terlalu sering ke sana.”

“Aku tidak tahu apa itu hal yang benar untuk dilakukan.”

“Ah..ne..Kau kan lupa.Haeshin group tidak hanya diurus olehku.Lain kali akan kukenalkan kau lagi dengan pemegang saham lainnya.Mereka teman-temanku dari kecil.”

“Benarkah?Yah..Dalam keadaan seperti ini dibohongipun aku tidak akan tahu kan?”

“Kau hanya perlu percaya kepadaku Rhie.Lagipula tanpa kehadiranku di sini,kau pasti akan merasa jauh lebih bosan kan?”

“Kenyataannya memang seperti itu,tapi masalahnya kan bukan aku bosan atau tidak,tapi mana yang lebih penting kau urus.”

“Kau..sampai kapanpun.Kau adalah hal yang terpenting bagiku.”

***

4 thoughts on “Memory [Chapter 1]

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s