The Name I Loved [Chapter-3]

Title
The Name I Loved

Length
Chaptered

Rating
PG-15

Genre
Romance, Drama

Author
Lusy Zanita (@lusyznt)

Main CAST

Park Hyuri (OC)
Jessica Jung

Support Cast

Cho Kyuhyun

Choi Siwon

Nichkhun

Lee Donghae

Etc, find yourself.

Disclaimers

This story is ©Lusy Zanita 2012, and cast on my story belong to God.

Special thanks to Poster : http://shinstarkey.wordpress.com/

NOT FOR SILENT READERS!

Previous Story : PROLOG | Part 1 | Part 2 |

*

Life would be beautiful in its time – Lusy Zanita

***

“Naah, minggu depan kan band kami akan mengadakan konser tunggal, Jessica dan Hyuri datang yah?” pinta Nichkhun sambil menyantap makanannya.

“A-apa? Aku?” tanya Hyuri kaget sekaligus tidak percaya.

“Iya, nanti ku beri ticket free.” jawabnya. “Ngomong-ngomong kau sekolah dimana? Dan tingkat berapa?”

“E-emm, aku sekolah di Seoul International High School. Tingkat 3.”

“Ohya? Rajinlah belajar, sebentar lagi kan kelulusan. Kapan-kapan aku jemput ya? Apartemenku dekat dengan sekolahmu.”

“Ha? Menjemputku?” ucapku kaget.

“Hahaaa, wajahmu lucu sekali Hyuri~ya. Lihat!” tawa Wooyoung menertawakan Hyuri dan kulihat dia diberi deathglare oleh Jessica, tawanya hilang seketika.

“Ups, maaf.” cengirnya.

Dan kemudian Hyuri dan Nichkhun hanyut dalam dunia mereka sendiri, selama makan bersama itu Hyuri terus diajak mengobrol oleh Nichkhun. Jessica, Kyuhyun, dan Siwon sudah dibuat kesal olehnya, merasa Hyuri mereka di sabotase oleh orang yang baru saja mengenalnya, tetapi sungguh mereka sangat terlihat akrab seperti sudah mengenal bertahun-tahun. Entah kenapa setiap Nichkhun berbicara dengan Hyuri, wajah gadis itu terlihat gugup dan memerah.

**

“Aku tidak suka Nichkhun dekat-dekat denganmu!!” teriak Jessica sambil membanting pintu sesaat tiba di apartemen.

“Haa?”

“Apa-apaan dia itu! Jangan mentang-mentang dia itu artis lalu seenaknya saja mendekatimu!” ucapnya kemudia sambil mengeringkan rambut di kamar Hyuri, sedangkan Hyuri belajar di tempat tidurnya.

“Dia tidak macam-macam kok, Nichkhun orangnya baik.” sahut Hyuri.

“Dia baik karena ada maunya, kau jangan mudah tertipu oleh muslihatnya. Apalagi dia seorang penyanyi, playboy!”

Jessica terus mengoceh tanpa henti tentang kejadian makan bersama tadi, dan Hyuri hanya memutar bola matanya bosan melihat tingkah overprotective Jessica yang kambuh. Saat Jessica masih saja berbicara panjang lebar ponsel Hyuri bergetar, ada pesan masuk. Ah! Dari Siwon rupanya.

‘Sudah tidur?’

Kemudian Hyuri membalasnya, selagi Jessica mengoceh dia malah sibuk ber-sms-an dengan Siwon.

‘Belum, kau sendiri masih bangun.’

Sent. Tak lama kemudian Siwon membalas.

‘Aku belum mengantuk, sedang apa?’ tanya Siwon dalam pesan itu.

‘Sedang belajar, aku kan masih sekolah. Kau sendiri?’

Sent.

‘Aku sedang sms-an dengan orang cantik-’ Hyuri mendengus membaca kalimat itu. ‘Boleh kutanyakan sesuatu?’ lanjut pesan itu.

‘Boleh. Tanyakan saja.’

‘Kau…menyukai Nichkhun ya?’

DEG. Pertanyaan apa ini? Kenapa Siwon menanyakan hal itu.

“Aku malah lebih setuju kalau kau dengan Kyuhyun saja-” samar-samar aku dapat mendengar perkataan Jessica, sepertinya tadi dia menyebut-nyebut nama Kyuhyun. Entahlah.

“Hyuri~ya! Kau dengar tidak sih?”

“Ah! A—apa?”

“Haahhh, yasudahlah. Tak perlu kau hiraukan, sudah malam. Tidur sana! Jangan sampai bangun kesiangan.” perintah Jessica sambil meninggalkan kamar Hyuri.

‘Menyukai Nichkhun? Sepertinya tidak, dunia kami itu jauh berbeda’ Namun Hyuri tidak mengirimkan balasan untuk Siwon. Dia sudah terlanjur tidur karena lelah.

*

Keesokan harinya Hyuri melakukan kegiatan seperti biasa, berangkat sekolah, belajar dan menghabiskan waktunya disekolah bersama teman-temannya. Ya, itulah kehidupan normal yang disukai oleh Hyuri. Ketika bel usai sekolah berbunyi.

“Ya! Lihat siapa itu yang berdiri di gerbang? Sepertinya tidak asing.” ucap salah seorang siswi.

“Lhoh bukannya itu Nichkhun dari The Wizard yah?”

“KYAAAAA NICHKHUUUNNN OPPAAA!!!” teriak histeris para siswi dan langsung mengerubungi Nichkhun yang tengah berdiri didekat gerbang. Hyuri sendiri bingung, untuk apa dia disini.

“Minho~ya lebih baik kau duluan saja ya, aku masih ada keperluan. Tidak apa-apa kan?” ucap Hyuri pada Minho. Hyuri sedang berjalan bersama Minho dan berniat untuk melihat kerumunan itu terlebih dahulu.

“Baiklah kalau begitu, aku duluan ya. Bye.” pamitnya.

Lalu Hyrui mencoba mendekatinya.

“Nichkhun~ssi?” tegur Hyuri. Dia lalu menoleh ke arah suara itu.

“Hyuri~ya! Akhirnya kau keluar juga, aku dari tadi menunggumu.” ucap Nichkhun sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Park Hyuri? Apa hubungannya Nichkhun The Wizard dengan dia?” para siswi pun berbisik-bisik membicarakan mereka berdua –Hyuri dan Nichkhun-.

“Emm, sebaiknya kita bicarakan di tempat lain saja.” ucap Hyuri sambil mengamati sekeliling. Nichkhun yang ternyata baru menyadarinya langsung mengambil langkah seribu dari sana.

“Ah! Ayo masuklah.”

Setelah Hyuri masuk kedalam mobil, dia langsung cepat-cepat mengirim pesan pada Jessica kalau Nichkhun baru saja datang dan membuat para siswi heboh.

**

Drrtt…drttt

‘Jessica~ya, mungkin malam ini aku akan pulang terlambat karena Nichkhun  datang ke sekolahku dan membawaku pergi entah kemana. Jangan khawatir! Belilah makan malam, dan jangan terlambat! Aku tidak ingin penyakitmu kambuh.’

“A-apa? Nichkhun? Kurang ajar!” umpat Jessica. Kemudian menghubungi seseorang.

Tersambung…

“APA MAKSUD TEMANMU MENGHAMPIRI ADIKKU DISEKOLAHNYA DAN MEMBAWANYA PERGI HAH?!!” teriak Jessica setelah telepon itu diangkat. Belum saja bersuara sudah diteriaki lebih dahulu.

“Ya Tuhan Jessica~ya, tidak usah berteriak aku juga bisa mendengarmu!” sewot suara tersebut. “Siapa maksudmu?” sambung suara itu.

“Siapa lagi kalau bukan Nichkhun! Temanmu itu sudah gila ya oppa?! Aku selama ini bertahun-tahun berusaha melindungi Hyuri dari paparazi gila itu, dan sekarang Nichkhun dengan seenak jidat memberi umpan pada mereka!!” teriak Jessica yang masih marah.

“Jadi, Nichkhun membawa Hyuri pergi tanpa sepengetahuanmu?” tanya Yunho si pemilik suara itu. Siwon dan Kyuhyun yang kebetulan sedang bersama Yunho terlihat sangat kaget mendengarnya.

“Tentu saja! Dan sekarang aku tidak tahu mereka ada di mana!”

Tidak ada jawaban dari Yunho.

“Oppa! Say something to me! I’m so dizzy you know!” bentak Jessica entah yang keberapa kalinya. Logat inggrisnya kadang memang suka keluar. Ini karena pengaruh saat ia masih berpacaran dengan Yonghwa dan lagi Jessica adalah wanita yang lahir di negri Paman Sam.

“Jessica~ya, kau tenanglah. Nichkhun tidak akan melihat Hyuri sebagai seorang wanita.” ucap Yunho pada akhirnya mengeluarkan suara.

“Apa maksudmu? Jadi dia hanya akan mempermainkan adikku? Begitu?!” Jessica merasa tidak terima kalau adikknya nanti hanya akan di permainkan saja. Hyuri terlalu baik.

“Bukan begitu, maksudku dia tidak akan-”

Tuuttt tuuttt tuuuttt. Panggilan di putuskan secara sepihak sebelum Yunho dapat menjelaskan.

Yunho terdiam memandangi ponselnya yang sudah tidak tersambung lagi. “Apa aku mengucapkan hal yang salah?” tanyanya pada Siwon dan Kyuhyun yang sedang main PS3.

“Sangat salah!” jawab mereka kompak.

**

“Nah, sekarang kau boleh memesan apa saja yang inginkan…” Nichkhun tampak mempersilahkan Hyuri untuk memesan makanan, karena mereka sedang berada di sebuah restoran yang sangat mewah.

“Umm, tapi disinikan makanannya sangat mahal Nichkhun~ssi.” ucap Hyuri sambil bisi-bisik. Nichkhun hanya menyandarkan dagunya diatas kedua tangannya yang tertopang sambil menatap Hyuri lembut.

“Tidak apa-apa, pesanlah sesuka hatimu. Aku yang traktir.”

“Baiklah, kalau begitu aku mau pesan beef steak , guava temptation , crispy tofu , dan juga krushers double chocolate.” pesan Hyuri tanpa ragu. Nichkhun melongo melihatnya.

“Pesananmu banyak sekali, tidak takut gendut?”

“Tidak. Aku memang suka makan.” jawab Hyuri riang.

“Kau ini benar-benar,” kata Nichkhun gemas sambil mengacak-acak rambut Hyuri.

“Lalu, apa saja kegiatanmu di sekolah, hm?” tanyanya kemudian.

“Untuk siswa tingkat akhir seluruh kegiatan di minimalisir, jadi tidak ada apa-apa. Tapi, sebentar lagi sekolahku akan mengadakan festival tahunan.” jawab Hyuri.

“Oh ya? Bolehkah aku datang?”

“Hah, ja-jangan, bisa heboh satu sekolah nanti kalau kalian datang.” tolak Hyuri.

“Kalian? Aku tidak bilang kami, tapi aku bilang bolehkah aku datang?” kata Nichkhun memperjelas.

“Eh, ehe. Bagaimana ya?” wajah Hyuri seketika memerah karena malu, lalu dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung harus menjawab apa.

Tuk

“Tidak usah di pikirkan, aku hanya bercanda kok.” ucap Nichkhun lembut sambil menyentil jidat Hyuri pelan.

Hari yang paling membahagiakan bagi seorang Park Hyuri, bisa jalan-jalan seharian dengan idolanya. Makan bersama, main game center bersama dan banyak yang dapat membuat Hyuri serasa melambung ke atas awan. Dan entah kenapa pertanyaan Siwon semalam justru terngiang di otaknya ‘Kau…menyukai Nichkhun ya?’. Hyuri sedikit melirik Nichkhun dari ekor matanya, dan gadis itu merasakan debaran yang sangat kencang. Tanpa dia sadari Nichkhun juga secara diam-diam mengawasi gadis itu.

“Terima kasih untuk hari ini Nichkhun~ssi, dan terima kasih telah membelanjakanku semua ini.” ucap Hyuri setelah sampai di depan apartemennya.

“Sama-sama, jangan lupa untuk memakai parfum yang kuberikan itu ya. Kau sangat cocok dengan baunya.”

“Tentu,” Kemudian Nichkhun menutup kaca dan mengendarai mobilnya kembali, Hyuri menatap mobil itu sampai menghilang dari pandangannya, lalu berjalan sambil melompat-lompat ke dalam apartemennya. Begitu telah berada di dalam, dia kaget setengah mati melihat siapa yang berada di sana.

“O-oppa?”

“Hai Hyuri~ya, lama tak bertemu,” sapa pria itu.

“Dari mana saja kau!” bentak Jessica tiba-tiba.

“A-aku pergi dengan Nichkhun,” jawabnya sedikit takut karena Jessica membentaknya.

“Sudah kubilang jangan dekat-dekat dengan mereka!!”

“Jangan kasar seperti itu padanya Jessica~ya,” nasihat pria tadi.

“Diam kau!! Ini bukan urusanmu! Dan apa itu yang kau bawa?!” tunjuk Jessica pada kantung yang di bawa Hyuri.

“Ini baju dan parfum yang di belikan oleh Nichkhun.”

“Aku bisa membelikannya untukmu Hyuri~ya! Bahkan lebih banyak dan lebih mahal jika itu yang kau mau! Apa kau harus menjadi murahan seperti ini hah?! Dia hanya membuatmu luluh dengan hartanya, duniamu dan dunianya sangat berbeda kau tahu itu!” bentak Jessica yang semakin marah.

Hyuri menatap Jessica tak percaya, air mata sudah berada di pelupuk matanya siap untuk meluncur kapan saja. Jessica yang tersadar akan ucapannya seperti tersadar karena melihat raut wajah Hyuri.

“Hyuri~ya bukan maksudku untuk…”

Hyuri tidak memperdulikannya lagi dan langsung menerobosnya, lalu menutup pintu kamarnya dengan kasar.

BRAAKK

“Hyuri~ya, bukan maksudku seperti itu…” gumam Jessica.

“Kau terlalu overprotective padanya,” ucap pria itu setelah lama terdiam.

“Berisik!! Aku tidak minta pendapatmu! Dan untuk apa kau kesini Yonghwa~ssi?” tanya Jessica.

“Aku merindukanmu,” ucap Yonghwa dengan lancarnya. Jessica terpaku di tempatnya.

“Pergi.”

“Tapi-”

“Aku bilang pergi sekarang juga!!” bentak Jessica.

“Tapi aku-”

“Apa kau tidak punya telinga hah? Aku bilang pergiiiii…” teriak Jessica dan kemudian menangis.

Yonghwa terdiam dan kemudian melangkah ke arah pintu keluar. Sebelum ia benar-benar pergi Yonghwa berbalik menoleh kepada Jessica yang menangis.

“Aku akan kembali saat emosimu sudah reda,” ucap Yonghwa kemudian menutup pintunya.

Hyuri marah padanya, adik yang paling disayanginya. Dan kini dia baru saja mengusir orang yang paling dicintainya. Jessica sungguh merutuki kebodohannya sendiri karena telah lepas kendali, dia menyerah. Lututnya lemas kemudian terjatuh tak kuat menopang berat tubuhnya sendiri, dia masih tetap menangis sesenggukan, lalu mencoba untuk menghubungi seseorang.

*

“Ya Donghae~ya, ponselmu bordering! Ya! Cepat bangun, suaranya sangat berisik, aku jadi tidak bisa berkonsentrasi dengan gameku. Ya! Kau curang Siwon~ah!” omel Kyuhyun dari tadi karena Donghae tak kunjung bangun untuk mengangkat ponselnya dan pada akhirnya dia kalah main game dengan Siwon.

“Engg~, halo…??” sapa Donghae yang masih menyisakan nada malas, namun ekspresinya berubah dalam waktu sekejap setelah mendengar suara isakan dari sebrang sana.

“Aiissh ini gara-gara suara ponsel sialan itu, kalau tidak aku pasti- Auuww! Kenapa kau menjitakku!?”

“Diamlah bodoh! Dia sedang bicara serius,” kata Siwon. Sontak Kyuhyun menoleh ke arah Donghae lalu kembali menatap Siwon seolah menanyakan ‘Siapa yang menelepon Donghae malam-malam begini?’. Siwon mengangkat bahu pertanda tidak tahu.

“Sekarang kau ada dimana?” tanya Donghae lembut.

“Baiklah, tunggu aku di sana. Masuk dalam toko, dan jangan di luar sendirian. Aku berangkat sekarang.” Lanjutnya kemudian cepat-cepat mengambil jaket dan kunci mobil yang tergeletak di atas meja.

“Siapa yang menelepon?” tanya Siwon.

“Jessica.”

“Malam-malam begini mau pergi?” kali ini Kyuhyun yang bertanya.

“Hmm,”

“Sebenarnya ada masalah apa sih? Sepertinya serius sekali, Jessica dan Hyuri bertengkar?” Siwon kembali bertanya dengan tampang serius.

“Ra-ha-si-a.” ledek Donghae kemudian berjalan menuju pintu.

“Dasar sialan! Aku sumpahi kau jadi bujangan seumur hidup! Dasar ikan pendek!!” umpat Siwon kesal karena pertanyaannya tidak dijawab justru membuatnya penasaran.

Donghae tak meladeni omongan Siwon dan tetap melangkah dengan tergesa-gesa. Mau tak mau Siwon dan Kyuhyun merasa khawatir kemudian bergegas mengirimkan pesan singkat ke tujuan yang sama tanpa mereka berdua sadari.

‘Kau tidak apa-apa Hyuri~ya?’

Sent.

“Hah? Apa-apaan mereka ini?” Hyuri yang sedang menangis di kamarnya terkejut karena mendapatkan pesan yang sama dengan waktu yang sama pula dari Kyuhyun dan Siwon.

‘Tidak apa-apa, hanya sedikit dimarahi Jessica tadi karena pulang larut. Terimakasih sudah memperhatikanku.’ Balasnya kepada kedua pria itu.

Dan ketika membaca pesan balasan dari Hyuri, keduanya langsung memasang wajah cemberut. Pasti pergi bersama Nichkun. Pikir Kyuhyun dan Siwon.

Dengan masih sedikit menangis Hyuri secara tidak sadar telah mendapatkan perhatian khusus dari dua orang pria sekaligus, namun yang di otaknya sekarang adalah segala bentuk perhatian yang di berikan Nichkhun padanya dan juga sikap Jessica yang tadi baru saja memarahinya. Sedangkan di pihak Kyuhyun maupun Siwon, walaupun sedikit kesal mereka tetap merasa senang mendapat respon dari Hyuri. Kyuhyun yang sedang senyum-senyum sendiri di ruang tengah, dan juga Siwon yang berada di beranda apartemen. Awal mula yang bagus. Awal untuk memulai segalanya.

 

-TBC-

 

p.s : yaaa ini aku bela-belain pas lagi UTS nyolong2 ngapdet ini fict, ada yang nungguin gak? (Reader : ….) #hening #krik yaampunnnn nih yaa, abis apdet ini chapter aku bakal mandek sementara buat nulis ini ff.. kenapa? yaaa gapapa doonggg :p #ditendang maksudku aku mau fokus ke uts dulu yaa, baru kalo udah selesai aku lanjutin lagii… kalo aku lupa yaa diingetin yaa, yang mau kenalan sama aku #eh bisa follow twitter aku –> @lusyznt nyok mari kenalaannn.. oiya satu lagi, dikomen yaaa yang udah baca!! mau kritik, saran, flame, semua diterima kok, soalnya males nulis juga kalo misal banyak yg baca tapi jadi gak ada tanggepan sama sekali -___-

 

 

-your comment is spirit for me-

 

10 thoughts on “The Name I Loved [Chapter-3]

  1. daebak thor..!! AKU TUNGGUIN THOR..!! POKOKNYA HARUS ADA LANJUTANNYA…!!!!!!! PLAKKK #di tampar author. lanjutin ya…

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s