Memory – Chapter 2

Title : Memory

Author : Nicky

Main Cast : Rhie (OC) , YoungMin Boyfriend

Support Cast :another boyfriend members, JinJi[OC]

Genre : romance

Length : Chaptered (4 chapter)

Disclaimer : FF ini pernah dipublish di blogku sendiri http://nickisland.wordpress.com/ hehe…OC jelas punyaku…Tapi YoungMin milik dirinya sendiri…^^

Summary : Rhie terbangun dan yang ia lihat pertama kali adalah sepasang mata cemas menatapnya,tapi tidak ia ingat sama sekali. Menghadapi kenyataan bahwa kecelakaan mobil yang menimpanya menimbulkan amnesia terhadap seluruh ingatannya selama berada di Korea,membuat Rhie terpaksa memilih…Kehidupannya yang sekarang..yang terlihat begitu sempurna bersama YoungMin ataukah ia harus mencoba mengorek ingatannya yang hilang dan menghadapi entah apa yang berusaha disembunyikan pikirannya sendiri.

Author’s mind: Sebenernya author keciwa…mau nangis2 bombay karna chapter 1 gak ada yang comment…Mungkin terlalu jelek atau gimana =c=” *garuk2 tanah*

Chapter 1

Chapter 2

Is this really my life?

 

“Ini bukan rumahku.”Ujar Rhie yakin.”Walaupun aku hilang ingatan,tapi aku yakin kalau aku tidak mungkin tingal di rumah seperti ini sendirian.”

Rhie masih memandangi mansion di depannya dengan tidak percaya.Hari ini ia memang sudah diijinkan keluar dari rumah sakit dan jelas karena ia tidak ingat sama sekali jalan untuk pulang ke rumah,YoungMin yang harus mengantarkannya.

“Siapa yang bilang kau tinggal sendirian di sini,Rhie?Ini rumah kita.”

“Mwo?Kau pasti sedang bercanda kan>Ayolah Min..Aku mau pulang.”Rengek Rhie.Ia mau secepat mungkin tiba di tempat yang selama 2 tahun ini ia sebut sebagai rumah dan mencoba membuatnya menjadi nyaman,bagaimanapun,ia sudah tidak tinggal di tempat itu selama sebulan.

“Ini rumah kita Rhie.Setelah kita bertunangan,kau pindah ke sini.Awalnya tentu saja ini hanya mansionku dan KwangMin.”

“Siapa KwangMin?”

“Saudara kembarku.Kau tidak mengingat KwangMin sama sekali?”

Rhie menggeleng.Rasanya ia mungkin pernah mendengar nama itu,tapi entahlah..Otaknya menolak untuk mengolah informasi apapun dan karena ia memaksa untuk keluar dari rumah sakit,ia bersumpah pada dirinya sendiri akan melakukan apapun agar tidak perlu kembali ke sana, walaupun itu berarti waktu yang lebih lama lagi untuk mengembalikan ingatannya.

“Kalau aku er..benar-benar tinggal di sini.KwangMin ke mana?”

“Dia..Dia sudah meninggal Rhie.”Jawab YoungMin lemah.

Rhie menutup mulutnya.Ugh..Lagi-lagi…Cewek itu memandang YoungMin takut-takut, “Mian…Aku..”

“Gwaenchana.Lagipula ia sudah meninggal 2 tahun yang lalu.Kita berdua harus belajar menerimanya kan?Ayo kuantar berkeliling.Kau pasti lupa semua sudut rumah ini kan?”Ujar YoungMin ceria sambil menarik sebelah tangan Rhie untuk mengikutinya.

Pertama-tama YoungMin menunjukkan ruangan-ruangan umum di rumah itu. Ruang tamu yang disekat kaca untuk membatasinya dengan dapur,ruang perpustakaan yang digabung dengan ruang musik(ada gitar,piano dan sound system yang cukup besar di ruangan itu),ruang kerja mereka berdua(YoungMin dengan meja kantornya dan Rhie di bagian lain ruangan dengan meja berserakan penuh sketsa dan kain),taman di belakang rumah.

Kemudian di lantai 2 ada kamar besar yang ternyata ruangan yang menyimpan lemari-lemari besar untuk menyimpan pakaian mereka berdua.Pakaian-pakaian dan aksesoris YoungMin ada di bagian sebuah dinding dan milik Rhie ada di seberangnya.

“Ini sepertinya bukan milikku.”Ujar Rhie saat menyentuh sebuah dress midi di gantungan baju miliknya.”Aku tidak ingat kalau pakaian dressku sebanyak ini.Kemana jinsku?Dan bahkan kemana pakaian kantor yang mungkin kugunakan dulu?Tidak ada kaos sama sekali bahkan.”

“Masa kau tidak ingat pakaianmu sendiri?Kau kan punya butik.Tidak mungkin kau berkeliaran hanya menggunakan celana jins dan baju kaos.”

“Er..Rasanya tidak seperti itu juga..”

YoungMin menggerak-gerakkan kakinya gelisah,”Well,baiklah,aku memang menambah beberapa pakaian ke dalam sana.Aku pikir kau pasti suka.Er..hadiah kepulanganmu?”

“Min-ah…Bukannya aku tidak berterimakasih,tapi rasanya..”

“Kita akan membelinya lagi kalau kau tak suka.”

Rhie menggelengkan kepalanya kuat-kuat.Ngeri sendiri mendengar prospek kalau ia bahkan harus meluangkan waktu selama 1 hari untuk berbelanja jins dan kaos.Ia rasa sifat anti shoppingnya belum berubah walaupun dia sudah memiliki sebuah butik sendiri.

“Di mana kamarku kalau begitu?”

“Ah ne..Kau pasti sudah merasa lelah ya..”Ujar YoungMin sambil memapah sebelah lengan Rhie dan membawanya ke sebuah ruangan yang berada tepat di depan ruang pakaian. Membuka pintu putih dan membuat Rhie memekik tertahan.

Tidak dapat dipungkiri,Rhie menyukai kamar ini…Semua perabot di dalamnya berwarna putih dan biru.Ada jendela besar yang menampakkan taman di depan dan sebuah cermin besar di sisi lain dinding.Sebuah ranjang besar di tengah ruangan dengan sofa bed di depannya. Kelihatannya memang sengaja diletakkan untuk bermalas-malasan jika ingin menonton dengan lcd besar di depannya yang dilengkapi dengan sound system terbaru.

“Yep..Inilah kamar kita,ada kamar mandi kecil di sudut ruangan selain itu..”

“Chakaman,Min..”Ujar Rhie tiba-tiba sambil menangkap lengan YoungMin untuk menghentikan pembicaraan cowok itu saat berhasil menangkap arti kata-kata YoungMin.”Kamar kita?”Ulang Rhie.

“Ne..Apakah aneh kalau sudah bertunangan untuk tinggal 1 kamar?”

Rhie mengangguk cepat.Ini hal lain yang tidak bisa dicerna oleh otaknya,”Aku yakin kalau aku belum mengubah prinsipku soal..”Cewek itu menarik nafasnya sejenak.Ia yakin akan ditertawakan karena prinsip yang dipegangnya selama ini,tapi well…Ini kan hidupnya..”Er.. Soal tidur bersama.Aku tidak melakukannya sebelum menikah,atau..apakah kita?”

Rhie terkesiap dengan pemikirannya sendiri.Apa semua ingatan yang hilang benar-benar berisi hal ini?Apa dia dan YoungMin benar-benar…?

YoungMin menyadari kemana arah pembicaraan Rhie.”Tenang saja..Kita..Kita belum pernah melakukannya.”Ujar YoungMin cepat,ada semburat merah yang mulai menyebar di wajahnya.

Rhie menatap mata YoungMIn.Mencari kejujuran di sana dan ia memang menemukan hal itu.Entah kenapa ia malah merasakan begitu besar rasa sayang cowok itu terhadapnya.Bukankah lebih sulit lagi tentunya kalau pada kenyataannya mereka sudah tinggal bersama,tidur di ruangan yang sama,tetapi YoungMin tidak pernah menyentuhnya sama sekali.Jelas butuh perjuangan yang besar untuk tetap mengikuti prinsipnya.

“Kalau kau belum merasa nyaman,aku bisa pindah ke ruangan lain dulu.”Ujar YoungMin meyakinkan.

Rhie menggeleng secara reflex,tetapi tidak menyesali tindakannya.Well,ia tidak mengingat sama sekali ada ruangan lain yang ditunjukkan oleh YoungMin bahwa ada kamar lain yang memuat tempat tidur di rumah ini.Masa cowok itu akan tidur di sofa?

Lagipula kalau semua yang dikatakan oleh cowok itu benar, seharusnya tidak akan ada masalah kan?Ia bisa terus tetap mempercayai YoungMin dan belajar untuk menjalani kehidupan seperti sebelum ingatannya hilang.

You won’t leave me even I can’t remember you right?

“Kau sudah pulang.”Sambut Rhie saat mendengar pintu utama dibuka.Agak ragu karena Rhie bingung apa ia biasa melakukan hal ini atau tidak,tapi cewek itu melenggang kea rah YoungMin , tersenyum kepada DoongJun ssi sekertaris pribadi YoungMin yang membungkuk sedikit ketika melihat Rhie kemudian tersenyum sambil membawa tas kerja YoungMin ke ruang kerjanya.

“Tidak mau makan malam dulu DoongJun ssi?”Tanya Rhie ramah.

“Tidak perlu,Rhie-ah.YoungMin akan membunuhku kalau sampai aku mengambil sesuatu darimu.”Kelakar DoongJun.

“Yah…Jangan mentang-mentang ini sudah tidak di kantor jadi kau bisa mengata-ngataiku, hyung.”Seru YoungMin menanggapi komentar tentang dirinya.

“Wuu…Liat tuh Rhie ssi.Sudahlah..Lebih baik aku pulang daripada gajiku bulan ini dipotong olehnya.”

Rhie tertawa mendengar perkataan DongJun dan mengantarkan cowok itu sampai ke pintu dan menguncinya.Melemparkan pandangan menuduh ke YoungMin.

“Apa?Aku kan tidak bisa memperlakukannya sebagai hyung kalau di kantor.Apa kata kolegaku nanti?”

“Kelihatannya kau cukup kejam kalau di kantor.”

“Yaah…Masa kau lebih percaya dengan DoongJun hyung daripada tunanganmu sendiri.”

“Kelihatannya begitu.”Goda Rhie,”Sudahlah..Mandi dulu sana.Aku akan menyiapkan makan malammu.”

“Ne yoboe..”

Rhie tersenyum geli sendiri mendengar panggilan YoungMin untuknya.Rasanya benar-benar seperti mereka sudah menikah.Ia menunggu kepulangan cowok itu seperti ini.Menyiapkan makanan untuknya,tertawa bersama…Apa ini rasa yang ia lupakan?

Melihat YoungMin memakan makanan yang dimasakkannya,berdebar-debar menunggu komentarnya.Kehidupan seperti ini kan yang menunggunya setelah ini?Ia akan terus dalam keadaan semembahagiakan ini jika terus bertahan dengan kenyataan yang dijabarkan YoungMin di depannya.

“Apa kau benar-benar tidak lelah?”Tanya Rhie.”Kau tidak perlu memaksakan dirimu untuk menemaniku menonton.”

Setelah YoungMin menghabiskan makan malamnya,Rhie merasa sedikit bosan dan memutuskan untuk menyetel dvd yang baru saja disewanya tadi siang.

“Tenang saja..Aku juga memang ingin beristirahat dengan menonton bersamamu.”

“Besok pagi kau ada rapat kan?Tidurlah…”

“Sebentar lagi..Aku akan tidur setelah kau tertidur.”Ujar YoungMin meyakinkan.

Rhie kembali melemparkan pandangannya ke arah televisi.Sudahlah…Ia menyadari.. Selama ia bersama YoungMin, cowok itu sangat sulit dibelokkan pikirannya,Ia selalu merasa kalau menit-menit yang tidak dihabiskan bersama adalah kesia-siaan.

“Apa ada sesuatu di wajahku?”

Rhie memberanikan diri menatap YoungMin yang sedari tadi tidak berkedip memandangnya.Ia terkesiap..Pandangan itu asing dalam memorinya,tapi entah kenapa mudah sekali untuk mengerti apa arti dari tatapan YoungMin.Mengartikan seberapa besar pentingnya hubungan mereka..seberapa besar rasa cinta cowok itu.

YoungMin perlahan mulai menggeser posisi duduknya semakin mendekati Rhie. Wajahnya sudah tinggal beberapa centi dari wajah Rhie.Cewek itu tahu apa yang akan terjadi sebentar lagi.Ia memejamkan matanya.Merasakan genggaman di tangannya yang semakin kuat tetapi tetap lembut,menikmati nafas hangat YoungMin yang mulai bersatu dengan nafasnya.

“Mian Min..Aku tidak bisa melakukan ini.”Ujar Rhie tiba-tiba.Ia berhasil memaksa dirinya untuk membalikkan wajahnya di detik-detik terakhir.

Cowok itu menarik lagi kepalanya perlahan.Tidak ada amarah sama sekali di wajah cowok itu. Hanya ada perhatian dan malah..sedikit kecemasan.Ia menunggu dengan sabar Rhie yang sedang berusaha menyusun kata-katanya.

“Rasanya salah..Bagaimana mengatakannya?Ehm..Bukannya aku tidak berdebar-debar atau apa..tapi bagaimanapun kau masih asing bagiku.Aku tidak bisa mentolerir diriku sendiri untuk mencium orang asing.”

YoungMin mengangguk mengerti,”Kalau begitu maafkan aku Rhie karena terlalu terburu-buru.Kau harus membiasakan semuanya dari awal lagi kan?”

“Tidak..Secara logika kau tidak bersalah.Aku yang tidak bisa mengingat semuanya dan membuat keadaan menjadi aneh.Padahal hal ini seharusnya sudah biasa kita lakukan kan?Mengingat.. Mengingat kita hampir menikah.”

Rhie merasakan tangannya digenggam dengan erat oleh YoungMin. Cowok itu berhasil menyampaikan pesannya agar ia tidak perlu khawatir dengan semua ini.Rhie bingung darimana semua toleransi ini berasal?Apa ia benar-benar berpacaran dengan cowok seperfect ini selama 2 tahun ini?

“Aku tidak akan memaksamu.Kita bisa mulai semuanya secara perlahan.Kau bisa menyukaiku lagi dari awal.”

“Andai saja aku tidak perlu amnesia.Aku benar-benar ingin ingatanku kembali. Rasanya benar-benar membuatku frustasi.Membuatmu yang harus repot menjelaskan dan menyesuaikan segalanya denganku.”

“Ssh..Sudah kubilang.Menunggu sedikit lagi tidak akan membuatku menyesal,Rhie.”

YoungMin menarik kepala Rhie agar bersandar di dadanya dan membelai perlahan rambut cewek itu, memberi petunjuk tanpa kata-kata agar mereka kembali menikmati tontonan mereka. Rhie yang tidak tahu harus berbuat apa lagi akhirnya membiarkan dirinya tenggelam dalam pelukan YoungMin.Biarpun ia tidak ingat,tapi perasaannya mengatakan bahwa ini memang benar-benar tempatnya.

***

4 thoughts on “Memory – Chapter 2

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s