Memory – Chapter 3

Title : Memory

Author : Nicky

Main Cast : Rhie (OC) , YoungMin Boyfriend

Support Cast :another boyfriend members, JinJi[OC]

Genre : romance

Length : Chaptered (4 chapter)

Disclaimer : FF ini pernah dipublish di blogku sendiri http://nickisland.wordpress.com/ hehe…OC jelas punyaku…Tapi YoungMin milik dirinya sendiri…^^

Summary : Rhie terbangun dan yang ia lihat pertama kali adalah sepasang mata cemas menatapnya,tapi tidak ia ingat sama sekali. Menghadapi kenyataan bahwa kecelakaan mobil yang menimpanya menimbulkan amnesia terhadap seluruh ingatannya selama berada di Korea,membuat Rhie terpaksa memilih…Kehidupannya yang sekarang..yang terlihat begitu sempurna bersama YoungMin ataukah ia harus mencoba mengorek ingatannya yang hilang dan menghadapi entah apa yang berusaha disembunyikan pikirannya sendiri.

Author’s mind: Berhubung Senin besok author UAN *garuk2 tanah* *gak percaya kenyataan* Jadi author usahain Minggu ini udah di post jga sampai selesai…hahaha… Tinggal 1 chapter kok.. Thanks buat yang comment di chapter sebelumnya^^ biar cma 1 orang author happy!! #norak #maklumauthorbaru..At the last..Keep reading..Happy scrolling!! Ditunggu commentnyaaa

Chapter 1 Chapter 2

Chapter 3

“Rhie-ah.Kau menakutiku saja.Aku pikir kau hilang.”

Rhie tersenyum melihat YoungMin yang tergesa-gesa memasuki kamar dan segera memeluk dirinya.”Mian…Aku tidak mendengar kau memanggilku.Memangnya ada apa?”

“Aniya…Aku hanya ingin tahu dimana kau berada.”

“Aku kan sudah berjanji untuk tidak keluar dari rumah.Masa kau tidak percaya padaku?”

“Aku hanya tidak terbiasa tidak melihatmu di sekitarku.”Jawab YoungMin tanpa melepaskan pelukannya.”Aku rasa aku terlalu berlebihan ya…?Kau pasti merasa bosan.”

“Tidak persis seperti itu sih,tapi aku kan juga ingin keluar sekali-kali.Bukan hanya pergi ke butik kemudian pulang ke rumah.”

“Bagaimana kalau besok aku meluangkan waktu untuk pergi ke JeJu Do bersamamu?”

“Benarkah?”Tanya Rhie gembira.Well…Ia jelas tidak bisa berbohong kalau ia merasa bosan. Apalagi semua orang di butik suka lupa kalau ia kehilangan ingatannya dan berbicara tentang hal-hal yang tidak ia ketahui dan merupakan kebiasaannya.Rasanya aneh…Pasti menyenangkan bisa kabur dari hal itu sejenak.

“Itu artinya kau setuju.Aku akan menghubungi DoongJun hyung nanti malam untuk mengurus semuanya.”

“Hujan..”Ujar Rhie pelan sambil mengarahkan tangannya untuk mengikuti jejak-jejak besar aliran hujan di kaca jendela.

YoungMin tersenyum sendiri,”Ya aku yang malah hampir melupakan berapa besar kau menyukai hujan.”

“Aku masih mengingat hal-hal yang kusukai.Mungkin bukan ingat lebih tepatnya, tapi rasanya ada tarikan terhadap hal-hal yang kusukai.Seperti aku tidak bisa meninggalkan hujan, rasanya aku juga benar-benar menyukaimu sedari dulu,Min.”

“Tidak perlu mengingat hal yang dulu.”Ujar YoungMin pelan.”Ingatlah Rhie..Yang terpenting adalah masa sekarang.”

“Yah..kata-katamu seperti tidak ingin aku mendapat kembali ingatanku.”

“Aku hanya berharap kau lebih mengutamakan apa yang sekarang terjadi daripada sekerdar ingatan.”

“Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan,Min-ah?Aku bingung..Bukankah seharusnya kau senang kalau aku mengingat apapun tentang kita berdau di masa lalu.”

“Aku tidak memerlukan ingatan yang sudah lama berlalu.”

“Tapi aku memerlukannya.”Seru Rhie.Suaranya mulai meninggi.Ada apa sih dengan tunangannya itu?

“Baik..Kalau begitu cobalah hidup dalam pencarian ingatanmu dan lepaskan aku yang ada di masa sekarang.”Balas YoungMin keras.

Cowok itu melangkah keluar dari kamar meninggalkan Rhie yang mencoba mengatur amarahnya sendiri.Ia benar-benar tidak mengerti apa yang ada di kepala YoungMin.Apa salahnya ia memiliki ingatannya lagi?Ituhal yang pentin untuknya.Seperti jati dirinya.Ia kan juga mau mengingat masa-masa hubungan mereka.Rhie yakin ada banyak hal yang pantas diperjuangkan dalam ingatannya.

“Aaa!”Tiba-tiba Rhie memekik kaget dan menutup kedua belah telinganya sambil meringkuk secara reflex.

Begitu ada sambaran petir,lampu tiba-tiba mati dan membuatnya tidak bisa melihat apapun. Rhie membenci petir.Ya..ia ingat itu.Bagaimanapun ia mencoba,ia tidak pernah bisa menyukai petir walaupun itu ada bersamaan dengan hujan yang paling ia sukai.

“Rhie-ah.”Seru YoungMin sambil mengguncang tubuh mungil di depannya. ”Gwaenchana?” Tanyanya cemas.

Tidak..Tidak apa-apa.Hanya petir..dan gelap..Aku tidak bisa melihat apapun.”

“Tunggu sebentar.Mungkin listriknya tiba-tiba mati karena petir yang tadi cukup besar.Aku akan mengeceknya.”Ujar YoungMin menenangkan.

Rhie tidak melepaskan genggamannya pada kemeja YoungMin,”Jangan sekarang.”

YoungMin mengangguk mengerti kemudian memapah tubuh Rhie dengan lembut ke sofa terdekat,melingkarkan kedua lengannya ke tubuh cewek itu dan berusaha menenangkannya. Rhie sendiri kembali memejamkan matanya dan berusaha mencari ketenangan dalam pelukan YoungMin.

Perdebatan mereka berakhir begitu saja..Tertinggal dan terlupakan..

***

“Apa yang sedang kau baca?”Tanya Rhie saat menemukan Youngmin yang buru-buru melipat sebuah kertas dan memasukkannya ke dalam saku celananya.

Mereka berdua sudah puas mengelilingi Jeju hari ini.Berangkat dengan pesawat terpagi.Begitu tiba mereka hanya check in untuk menaruh barang di kamar hotel kemudian segera melesat ke laut.Baru pulang ke hotel setelah selesai dinner di pinggir pantai khas Jeju.

“Bukan apa-apa.”

“Jangan-jangan surat cinta dari karyawan kantormu ya?Sini..Aku mau lihat.”

“Yah..sejak kapan kau jadi cemburuan seperti ini?”

“Memangnya dulu aku tidak pernah seperti ini?”

“Tidak pernah…Kau tidak pernah mencurigaiku apapun.”

“Ayolah..Ayolaah..Ayolaaah.”Bujuk Rhie.”Aku akan melakukan apapun asal kau mengijinkanku melihat apa isi surat itu.Sebentaaar saja.”

“Perlihatkan aku gaya aegyo mu.Kalau aku berhasil aku akan memberikannya padamu.”

Rhie mengerucutkan bibirnya. Rasanya di dalam ingatannya (walaupun yang hilang sekalipun),ia sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk melakukan gaya aegyo apapun. Tidak cocok dengannya,tapi karena rasa penasaran akhirnya Rhie mencoba.

“Min-ah…”Ujarnya sambil mengedipkan sebelah matanya.Tidak perlu diberitahu,Rhie yakin hal itu gagal total..Jelas matanya yang sipit tidak mendukungnya untuk melakukan hal itu. Padahal itu salah satu kemampuan terbesar YoungMin . Cowok itu selalu berhasil membujuknya dengan cara itu.

YoungMin tertawa terbahak-bahak melihat aksi Rhie tersebut.

“Yaah!Kalau kau tidak mau memberikannya ya sudah,tapi jangan menertawaiku seperti itu!”Gerutu Rhie.Ia mengentak-ngentakkan kakinya karena kesal.

“Aku tidak…Bisa berhenti..Hahaha…Cobalah sekali lagi.”

“No way!Tidak akan..”

“Ayolah Rhiee..”

“Tidak mau…”Gerutu Rhie sambil memukulkan tangannya ke dada YoungMin.”Tuh kan.. Kau menertawaiku terus!”

“Yah..yah..Ampun..Jangan memukuliku terus.”

YoungMin berusaha menghindari pukulan Rhie yang semakin lama semakin bertubi-tubi. Usahanya yang setengah hati malah membuat mereka berdua oleng dan jatuh.Untungnya sebelah tangan YoungMin masih sempat menahan kepala Rhie agar tidak terbentur lantai.

“Aow..”Seru Rhie kemudian malah melebur tertawa bersama YoungMin.

“Akan kutunjukkan sesuatu yang lebih baik untuk membujuk.”Ujar YoungMin pelan sambil mengubah posisi mereka ke arah yang lebih nyaman.

Rhie tahu apa yang akan terjadi.Sama seperti waktu mereka di ruang televise waktu itu. Hanya saja yang berbeda kali ini ia sudah siap.Jauh lebih siap menerima kenyataan bahwa Youngmin memang merupakan orang yang tepat untuknya.Walaupun ingatannya tidak kembali, pada masa sekarang ia tidak punya alasan apapun lagi untuk menolak kehadiran cowok itu dalam hidupnya.

“Rasanya manis.”Gumam Rhie saat YoungMin melepaskan ciumannya dan tersenyum melihat penerimaan Rhie.

YoungMin memeluk tubuh Rhie lebih erat.Cewek itu sendiri mengangkat tangannya dan melingkarkannya ke leher YoungMin.Ia menyukai wangi tubuh cowok itu.Membuatnya merasa tenang.Bodoh sekali kalau ia tidak mempercayai apapun yang dikatakan YoungMin. Dengan rasa cinta sebesar itu,yang dipikirkan cowok itu hanyalah kebaikannya.

***

“You suit YoungMin perfectly much more than KwangMin even they were twins.”

“KwangMIn?Maksudmu kakak kembar YoungMin?”

“Kau tidak ingat?”

Rhie menggeleng.Tidak..yang ia tahu hanya beberapa informasi kecil. KwangMin merupakan adik kembar YoungMin yang sudah meninggal selama 1 tahun.Ia jelas tidak mau mengungkit-ungkit hal yang kemungkinan bisa membuat YoungMin merasa lebih berat lagi mengurus dirinya karena harus menceritakan semua memori menyakitkan yang pernah ia alami.

“Kau dan KwangMin jadian beberapa bulan setelah kau tiba di Korea.Sempat bersaing denganku karena aku juga menyukai KwangMin,tapi akhirnya malah jadian dengan MinWoo. Tidak ingat?”

“Aku tidak ingat apapun,JinJi-ah..Ceritakan semuanya padaku.”

“YoungMin tidak menceritakan apapun?Kalau ia tidak mengatakan apapun,aku tidak tahu apa hal ini memang baik untuk dikatakan.”

“Ini ingatanku,biarkan aku yang memutuskan harus mengetahuinya atau tidak.”

“Tidak ada yang perlu diceritakan sebenarnya.Ini masa lalumu.KwangMin adalah mantanmu sama seperti cerita setiap orang yang memiliki mantan.”

“Lanjutkan.”

“Well,hubunganmu dengan KwangMin sangat baik.Kalian hanya beberapa kali bertengkar, itupun sangat cepat diselesaikan.Karena dia juga tipe orang yang innocent.Yang segera mengatakan apa yang ada dalam pikirannya.Hanya saja dalam pandanganku KwangMin memang mencintaimu,tetapi tidak sebesar YoungMin.”

“Maksudmu?”

“Kau bisa tanyakan itu sendiri kepadanya.Aku tidak akan membahas perasaan orang lain,okay?”

“Kalau begitu lanjutkan yang lainnya.”

“Sayangnya KwangMin meninggal karena kecelakaan mobil seperti yang sudah kauketahui. Setelah itu kau persis seperti orang mati.Kau tidak menjalani hari-harimu dengan benar sama dengan YoungMin.”Lanjut JinJi.

“Kalian hidup karena saling berpegangan satu sama lain.Maka dari itu aku tidak heran kalau pada akhirnya kalian berdua menjadi dekat.Hanya saja entah apa yang ada di pikiranmu, tiba-tiba kau menghilang dan meninggalkan YoungMin.”

“Aku..menghilang?”

“Ne..Kau pulang ke Jepang selama 2 minggu.YoungMin yang panic akhirnya berhasil menemukanmu,kau kembali tapi sialnya kau mengalami kecelakaan dan disinilah kita.”

“Jadi semua yang dikatakan YoungMin selama ini adalah kebohongan?”

“Aku tidak bisa berkata begitu.Mungkin ada beberapa hal yang ia tutupi, tapi selebihnya.. tentang perasaannya dan hal lainnya benar.Aku yakin keadaan akan tetap sama kalau kau menerima YoungMin dari dulu.”

“Aku harus menemuinya.”

“Jangan mengulangi kesalahan yang sama Rhie.KwangMin sudah meninggal lebih dari setahun sekarang.Apa kau pikir ia juga tidak ingin kau dan YoungMin menemukan kebahagiaan? Kau hanya akan terus menerus menyakiti dirimu dan dirinya kalau kau kembali seperti dulu.”

“Aku tahu apa yang harus kulakukan.Aku hanya perlu mendengarnya sendiri darinya.”

4 thoughts on “Memory – Chapter 3

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s