Memory – Chapter 4/end

Title : Memory

Author : Nicky

Main Cast : Rhie (OC) , YoungMin Boyfriend

Support Cast :another boyfriend members, JinJi[OC]

Genre : romance

Length : Chaptered (4 chapter)

Disclaimer : FF ini pernah dipublish di blogku sendiri http://nickisland.wordpress.com/ hehe…OC jelas punyaku…Tapi YoungMin milik dirinya sendiri…^^

Summary : Rhie terbangun dan yang ia lihat pertama kali adalah sepasang mata cemas menatapnya,tapi tidak ia ingat sama sekali. Menghadapi kenyataan bahwa kecelakaan mobil yang menimpanya menimbulkan amnesia terhadap seluruh ingatannya selama berada di Korea,membuat Rhie terpaksa memilih…Kehidupannya yang sekarang..yang terlihat begitu sempurna bersama YoungMin ataukah ia harus mencoba mengorek ingatannya yang hilang dan menghadapi entah apa yang berusaha disembunyikan pikirannya sendiri.

Author’s mind: Yak…Chapter terakhir juga… Kumawo buat yang baca dan comment sampai sekarang..Hehehe…Senin besok author UAN jadi FF barunya setelah minggu depan ya…Happy reading..Happy scrolling^^ Banyakin comment biar author lulus UAN ya >< hehehe

 

Chapter 1  Chapter 2  Chapter 3

Chapter 4

I don’t know which is better?My memory or my entire life now?

“Rhie..Jangan membuatku cemas seperti ini.”Ujar YoungMin bahkan sebelum menutup pintu di belakangnya.”Aku mencarimu sedari tadi.Memanggil namamu dan kau tidak menjawab sama sekali.”

“Aku butuh penjelasan.”

Rhie mengangkat berlembar-lembar foto yang ia temukan. Beberapa fotonya dengan kedua cowok kembar itu..YoungMin dan KwangMin dan lebih banyak lagi fotonya yang hanya bersama dengan KwangMin yang dapat dikenali dari jaw linenya dan warna rambutnya yang selalu gelap.

“Darimana kau menemukannya?”

“Itu bukan hal yang penting sekarang Min.Ah..YoungMin,aku harus membuat perbedaan antara kau dan KwangMin.Benarkah kalau selama ini kau membohongiku?”

“Kau biasa memanggilku YoungMin.Tidak perlu membuat perbedaan apapun,karena kau memanggilnya dengan KwangJo.”

“Jadi semua ini benar?”Tanya Rhie frustasi.

“Bagian mana yang kau dengar?”

“Tentang aku yang sebenarnya adalah kekasih KwangMin?Aku tidak tahu lagi mana yang benar dan salah.”

“Aku menyukai duluan Rhie.Itu fakta.Jauh sebelum KwangMin menyukaimu.Aku yang menyukai duluan semenjak merekrutmu bekerja dan menjemputmu di bandara,tapi kau tidak pernah menyadarinya.KwangMin yang kemudian akhirnya memilikimu dan yang bisa kulakukan adalah belajar berbahagia untuk kalian.”

“Begitu aku belajar untuk melepaskanmu,tiba-tiba kesempatan itu datang.Dongshaengku meninggal.Aku tidak mensyukurinya,tapi dari sana aku bisa kembali mencintaimu dengan bebas, tapi bahkan aku kalah dengan ingatan tentang KwangMin.Kau lebih suka mempertahankan ingatan tentangnya daripada memulai hidup baru bersamaku.”

“Hentikan..”Ujar Rhie lirih.

“Aku harus menceritakan semuanya Rhie.Kau kehilangan ingatanmu dan kupikir itulah satu-satunya jalan untuk membuatmu melupakan KwangMin seutuhnya dan aku membuat semua ingatan yang kau percayai selama beberapa bulan ini.Kesimpulannya, aku memang membohongimu selama ini.”Tutup YoungMin.

“Kau kejam,Min..Tidak bisakah kau berbohong sekali lagi dan mengatakan bahwa semua ini hanya salah paham atau apapun..”

“Aku melihat kemarahanmu seperti ini dan aku pikir memang sudah waktunya kau tahu segalanya Rhie.Aku tidak akan sanggup kalau kau meninggalkanku di saat aku benar-benar sudah bergantung padamu.Aku membohongimu karena aku mencintaimu dan sekarang aku mengatakan semuanya karena kupikir aku sudah mencintaimu lebih lagi.”

“Kau jahat Min…Kau membuatku merasa bersalah..”

“Ini semua salahku Rhie…Tidak ada kebohongan yang kau lakukan.Semua yang terjadi sekarang berasal dari perasaanmu kan?Apa yang membuatmu merasa bersalah?”

“Karena aku terlanjur mencintaimu di saat aku seharusnya tidak!”

YoungMin tercengang,tidak mempercayai apa yang baru saja ia dengar.Apa telinganya membohonginya? Kata-kata Rhie barusan?Cowok itu melangkah mendekati Rhie yang sudah tenggelam dalam tangisnya dann dengan lembut mengangkat wajah Rhie dengan sebelah tangannya.

“Benarkah?Benarkah yang kaukatakan barusan?Bahwa kau sedari dulu juga sudah mencintaiku?”

Rhie balas memandang mata YoungMin dengan matanya yang dipenuhi oleh air mata. Tidak tahu lagi apa yang harus ia katakan. Ia hanya bisa memandang YoungMin lemah.Wajah ini yang selama ini ada di dalam pikirannya selama dia sadar,dan mungkin yang ada di bawah alam sadarnya selama ini.

YoungMin menyibakkan anak rambut yang menutupi wajah Rhie.Menghapus tetesan tangis yang membasahi pipinya,”Sssh..Mian..Semua ini salahku.Salahku Rhie.”Bisiknya pelan. Perlahan ia mendekatkan wajahnya sendiri ke arah Rhie. Menandai bahwa gadis itu benar-benar sepenuhnya miliknya sekarang.

Rhie memejamkan matanya.Merasakan bibir manis YoungMin yang dengan lembut mencium bibirnya.Kehangatan menjalar ke seluruh tubuhnya.Ya…Inilah yang ia inginkan.Jauh di atas segala kebohongan ataupun ingatan atau semua hal lainnya.

Inilah yang tidak akan ia lepaskan sekarang..Selamanya…

***

“Yah..Sepertinya aku harus cepat-cepat menikah.”Ujar JinJi saat memasuki ruang pengantin.

Rhie tersenyum geli menatap sahabatnya yang memasang wajah cemburu.Ia memakai gaun simple model Sabrina yang berakhir dengan potongan seperti lilac di lutut.JinJi sendiri yang didaulat menjadi pendamping wanitanya memakai halter dress panjang warna emas.

“Ah..Aku mau menyerahkan surat ini.Tadi YoungMin memberiku ini katanya ini sangat penting untukmu.”

“Kenapa dia tidak mengatakannya langsung kepadaku?”Tanya Rhie bingung walaupun tangannya tetap mengambil surat yang diberikan oleh JinJi.

JinJi mengangkat bahunya tanda tidak bisa berkomentar.Rhie membuka surat itu perlahan. Kelihatannya bukan baru.Amplopnya seperti sudah beberapa kali dibuka.Cewek itu semakin penasaran dengan apa yang ada di dalamnya.

Dear Rhie,

Bagaimana kabarmu sekarang?Entah waktu sudah berapa lama berlalu saat kau membaca suratku ini.Karena itulah permintaan terakhirku pada hyung. Aku ingin ia menyerahkan suratku kepadamu hanya setelah kau siap meninggalkanku pada kenangan seutuhnya. Karena waktu aku menulis surat ini,aku sadar waktuku sudah tidak banyak. Pendarahan di otak karena kecelakaan itu.

Tapi aku pikir ini yang terbaik untuk kita bertiga, Rhie. Terimalah hyung. Ia benar-benar mencintaimu.Aku mengetahuinya dengan jelas dari awal kita semua bertemu.Hanya saja aku terlalu egois untuk mengakuinya selama aku hidup. Aku pikir aku lebih bisa membahagiakanmu daripada hyung yang pasif dan tidak pernah mengatakan dengan jelas bahwa ia mencintaimu.

Sayangnya kenyataan berakhir seperti ini. Mungkin ini hukuman bagiku karena telah menjadi penghalang hyung.Hahaha.. tapi aku tidak menyesali semua waktu selama kita bersama dan berharap kau masih mau menyimpannya sebagai kenangan manis.

Aku tahu kalau kau pasti akan mengata-ngataiku jahat karena aku meninggalkanmu pada saat yang benar-benar salah,tapi aku juga yakin kalau kau akan belajar untuk mengerti.

Ingatlah bahwa aku selalu mencintaimu,Rhie

Dan karena cintaku itulahKau harus terus melanjutkan hidup berbahagia bersama YoungMin hyung.

Terima kasih untuk segalanya

JoKwangMin

JinJi segera merebut surat yang ada di tangan Rhie pada saat cewek itu menjatuhkannya dan mulai menangis.“Apa pikiranmu akan berubah setelah membaca ini?”Tanya JinJi khawatir.

Rhie menggeleng.”Tidak..Ini malah semakin menguatkanku untuk menutup ceritaku dengan KwangMin.Aku akan memulai semua yang baru dengan YoungMin.”

JinJi mengangguk menguatkan.”Bagus!Kalau begitu cepat hapus air matamu. Untung dandananmu water proof. Kalau tidak pikirkan berapa banyak waktu yang harus dihabiskan kalau harus mendandanimu ulang.”

***

“Aku sudah melakukannya KwangMin.”Desah YoungMin.Ia merasa nyaman sudah melakukan apa isi permintaan terakhir dongshaengnya itu.

Pikirannya mau tidak mau kembali di malam kematian KwangMin.

“Kau sadar.”Ujar YoungMIn pada saat ia memasuki ruangan VIP adiknya.”Yah!Kau benar-benar membuatku dan Rhie cemas.Apa kau tahu ini hari keberapa?”Omelnya bertubi-tubi.

“Hyung.”Jawab KwangMin lemah.”Dimana Rhie?”

“Aku barusan mengantarnya pulang.Selama kau masuk rumah sakit,ia tidak pernah tidur dengan benar.Akhirnya hari ini aku berhasil membujuknya pulang.Walaupun ternyata waktunya salah.Kenapa kau tidak sadar beberapa jam yang lalu?”

“Mungkin begini lebih baik.”

“Maksudmu?”

KwangMin hanya tersenyum dan memukul pelan bahu YoungMin.”Berikan aku pulpen dan kertas hyung.Aku harus menulis sesuatu?”

Terbingung-bingung YoungMin mengambil kertas dari binder kerjanya.Untung ia sendiri belum sempat pulang ke rumah sehingga masih membawa tas kerjanya.Cowok itu memperhatikan KwangMin menulis.

“Kau boleh membacanya,tapi jelas tidak boleh mengganti isinya.”Ujar KwangMin sambil melipat kertas yang sudah ditulisinya dan menyerahkannya kepada YoungMin.

“Apa maksud semua ini?”Tanya YoungMin setelah membaca cepat isi surat KwangMin.

“Kau pasti juga merasakannya hyung.Bagaimanapun kau saudara kembarku.Sama seperti aku mengetahui perasaanmu terhadap Rhie.”

“Aku tidak merasakan apapun.Kau sudah sadar dan besok akan bertemu dengan Rhie. Serahkan saja surat konyolmu itu sendiri.”

“Ini permintaan terakhirku,hyung.Aku mengembalikannya padamu.”

“Yah!Hentikan main-mainnya.Kalau kau menyayanginya.Bertahanlah demi Rhie, KwangMin. Aku sudah melepaskannya atau kalau kau lebih suka cara yang sportif,aku akan merebutnya sendiri.Bukan dengan cara seperti ini.”

“Aku mau tidur hyung.Pulanglah…Kau juga perlu istirahat.”

“KwangMin-ah.Aku serius.Aku tidak mau menerima surat ini.”

“Aku mau tidur,hyung.Annyong.”Ujar KwangMin bandel sambil membalikkan tubuhnya dan menarik selimut.

Walaupun memiliki firasat,YoungMin tidak menyangka bahwa itu benar-benar kalimat terakhir yang didengarnya dari KwangMin.Esoknya bahkan sebelum ia sempat mengabarkan Rhie bahwa KwangMin pernah sadar,telepon dari rumah sakit mengabarkannya bahwa KwangMin sudah dinyatakan meninggal dalam tidurnya.

“Sudah selesai,KwangMin-ah..Sekarang biarkan aku yang menjaga Rhie seutuhnya.”

***

When you want to start over you need to forget the old one.

Aku tersenyum..Ya sekarang aku sedang memulai ceritaku yang baru dengan YoungMin, tapi bukan berarti aku akan melupakan KwangMin…Aku hanya mulai berani melepaskan memoriku selama ini dengannya.

“Apa yang sedang kaupikirkan?”

“Banyak hal..Salah satunya tentang kita.”

“Tentang kita?Bukan masa lalu kita tentunya..”

“Tidak..”Jawab Rhie yakin dengan penuh senyuman.”Masa depan kita setelah ini,Min-ah.. Masa depan kita berdua.Kenangan apa lagi yang harus kita buat?”

“Hmm…Semuanya…Jelas kita harus membuat banyak kenangan sebelum ada yang mengganggu.”

“Maksudmu?”

“Tentu saja kita harus membuat kenangan yang isinya hanya kita berdua sebelum anak ini lahir.Keluarga kita kan langsung bertambah 2 anggota sekaligus.”

Aku tersenyum sambil semakin mengencangkan kedua lengan YoungMin yang memelukku dari belakang.Ya..benar..Ini merupakan kabar gembira dan sebentar lagi akan muncul cerita-cerita baru di dunia yang melengkapi cerita indahnya sendiri.

 

THE END

10 thoughts on “Memory – Chapter 4/end

  1. Daebak !!
    hiks hiks hiks *nangis bombay* udah kaya nonton drakor tau thor
    soalnya aku nangis pas di ending nya ,apalagi yang mulai dari surat wasiat Kwangmin #suamiku #plak ^^

    hebat membuat aku nangis .dari banyak ff ,ini yang ke2x nya aku nangisin ff :”

    • aku baru baca…hahaha…
      Thanks ya^^
      Iya aku juga gak rela KwangMin pergi..tapi author mau sama YoungMin..hahaha..

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s