[OneShoot] It is Our Fate

Title : It is Our Fate

Main Cast : JinJi(OC) , MinWoo Boyfriend

Support Cast :another boyfriend members, Rhie[fic girl]

Genre : romance

Disclaimer :This story is sequel from Memory FF(Kalo belum baca, baca dulu gih di sini..hahaha) pernah di post di blogku sendiri http://nickisland.wordpress.com/2011/07/17/it-is-our-fate-jinji-minwoo-one-shoot/

Author note: Halo semua, author yang heboh ini balik lagi~~~ *gk da yang nanya* Kali ini author update one shoot.. Abis ngenes liat ff chapter yang author buat sepi comment… ><” Tolong di comment yaa..Jadi saya kan tahu kalo ada yang salah atau gimana… Anyway.. Selamat membaca^^

JinJi tersenyum sendiri saat menatap sahabatnya Rhie berjalan ke pelaminan dengan cerita bahagianya sendiri.Itu memang hal yang pantas didapatkan oleh sahabatnya itu.Setelah 2 tahun penuh cerita hidup yang rumit akhirnya Rhie mendapat akhirnya yang bahagia..Ah..Bukan akhir melainkan awal yang baru.

Sedangkan ia berada di tempat terbaiknya sebagai pendamping pengantin turut merasakan perasaan yang sama.Menyadari banyak hal yang sebelum ini ia sesali dan hampir merusak persahabatannya dengan Rhie.

Ia teringat tahun pertamanya hidup bersama Rhie di Korea.Pada saat itu ia dan Rhie bertemu KwangMin pada saat bersamaan walaupun sebenarnya Rhie duluan yang dianggap kenal karena ia memang dipanggil dari Jepang untuk bekerja di Haeshin Group oleh saudara kembar KwangMin.

“Yah..Sepertinya aku menyukai bos barumu itu.”Ujar JinJi begitu sampai ke apartemennya yang sekarang dihuni bersama Rhie.

“Kau secepat itu bisa menyukai seseorang?”Tanya Rhie tidak percaya,”Ah..Aku benar-benar tidak mempercayaimu.Bukankah kau sebelumnya bilang kalau kau menyukai MinWoo ssi yang shareholder itu?”

“Aku berubah pikiran.Lihat tingkahnya yang imut tadi waktu menawarkan diri untuk mengantar kita makan siang.”

“Aku merasa dia agak aneh,JinJi-ah.Tingkahnya di sekitarku selama beberapa hari ini tidak seperti seornag atasan.Dia kelihatan innocent sekali beda dengan YoungMin ssi.”

“Itu kan juga yang membuatnya tambah menarik.Kau lebih cocok dengan YoungMin ssi lagipula.”Ujar JinJi yakin.”Sepertinya akan lucu kalau sampai kita berdua jadian dengan cowok kembar itu.”

“Mereka atasanku JinJi-ah..Mereka ada untuk menggajiku bukan untuk dipacari.”

“Kalau bisa dapat dua-duanya kenapa tidak?”

Tapi keadaan berkata lain.Ya..Kalau mengingat masa itu..Rasanya ia masih bisa mengatakan dengan jelas yang namanya patah hati.Beberapa bulan kemudian,Rhie yang awalnya menolak memperhatikan KwangMin malah menjalin hubungan dengan cowok itu.

“Kami berpacaran sekarang.”Ujar KwangMin mengumumkan hubungannya dengan Rhie dengan gembira.

JinJi yang bau saja menyuapkan makanan ke mulutnya langsung terbatuk-batuk.Ia melihat dengan jelas ekspresi Youngmin yang tiba-tiba mengeras.Hanya MinWoo yang bersikap seperti biasa dan segera memberikan ucapan selamat.

“Aku tidak menyangka secepat ini.”Gumam JinJi.”Kau ingat yang kita bicarakan dulu kan,Rhie.”

“Yah..masa semengagetkan itu sih.”Sela KwangMin.”Aku kan berjuang cukup lama. Untung akhirnya ia menerimaku.”

“Kalau begitu aku harus mengucapkan selamat juga kan?”Ujar JinJi cepat.

“Tentu saja kau harus.Sebagai sahabat yang baik.”Jawab MinWoo dengan tatapannya yang tegas yang dibalas JinJi dengan tatapan menantang.Cowok itu tahu dengan jelas kalau ia menyukai KwangMin.Bagaimana mungkin bisa menyuruhnya mengatakan selamat semudah itu?

Kalau mengingat masa-masa itu.Ia rasanya mau menertawakan dirinya sendiri. Setiap hari melihat bagaimana perkembangan hubungan Rhie.Mendoakan hal-hal yang buruk terhadap sahabatnya sendiri kemudian menyesal ,tapi terus-menerus seperti itu.Tanpa sadar hal itulah yang malah membuatnya memulai ceritanya sendiri.

“Lepaskan tanganku,MinWoo-ah.”Seru JinJi sambil menghentakkan tangannya keras.

“Apa kau pikir Rhie tidak merasakan perubahan sikapmu?”Seru MinWoo dengan nada kesal.”Mereka sudah hampir setengah tahun berpacaran.Apa ini sikapmu selama ini?”

“Kalau iya kenapa?Kau kan tidak tahu bagaimana rasanya.”

“Aku tidak perlu menjadi seperti kau dan YoungMin hanya untuk merasakan perasaan yang sama seperti kalian.”

“YoungMin ssi juga menyukai Rhie?”

“Ya,tapi sikapnya tidak sepertimu.”

TIba-tiba JinJi tertawa terbahak-bahak.”Semua orang menyukai sahabatku sedangkan di sinilah aku..Dimarahi oleh orang seperti kau.”

“Aku tidak mau melihat kau seperti ini.”

“Sudah kubilang apa urusanmu?”

“Urusanku adalah aku tidak suka melihat orang yang kusukai bertindak seperti itu.”

JinJi terdiam …Ia merasa pendengarannya bermasalah.Atau MinWoo sedang berusaha mengolok-olok dirinya?Sepertinya tidak keduanya..Kalau begitu apa benar….

Dengan pertengkaran itu,JinJi malah berhubungan dengan MinWoo.Cewek itu melemparkan senyum geli kepada cowok yang berdiri di samping YoungMin sebagai best man hari ini.Entah kapan mereka yang gantian ada di pelaminan.

Sudah hampir 2 tahun penuh mereka berpacaran.MinWoo sudah membantunya melewati banyak hal bukan hanya mengatasi perasaannya terhadap KwangMin,tapi bahkan pada masa-masa ia belajar tentang kehidupan.

“Aku tidak ahu harus bersyukur atau memaki diriku sendiri karena aku tidak berada di posisi Rhie saat ini.”Ujar JinJi pada saat ia sudah berada di dalam mobil bersama MinWoo.

Hari ini adalah hari pemakaman KwangMin.Ia sendiri kaget dengan kabar tersebut. Yang ia tahu KwangMin memang dikabarkan koma karena kecelakaan,tapi begitu tiba-tiba kalau meninggal.Ia sendiri tidak tahan melihat Rhie yang seperti patung di sebelah makam KwangMin, berkali-kali jatuh pingsan.Kalau bukan karena ada YoungMin yang menjaganya,ia sendiri pasti harus repot mengurus sahabatnya itu.

“Semua orang punya takdirnya masing-masing.Mungkin saja ini akhir bagi sebuah cerita tapi awal untuk cerita lainnya.”Jawab MinWoo.

“Maksudmu cerita untuk YoungMin?”

MinWoo mengangkat tangannya tanda tidak akan berkomentar.”Yang jelas kita punya cerita kita sendiri.”

JinJi menatap wajah MinWoo sejenak,kemudian dengan tiba-tiba mencium pipi cowok itu sekilas.”Sepertinya aku harus bersyukur…”Ujarnya sebelum MinWoo sempat mengatakan apapun.

“Yah..Apa kau akan terus bengong seperti itu?”Suara Rhie mengagetkan JinJi yang segera berusaha untuk fokus.

“Yang menikah kan kau.Kenapa aku tidak boleh melamun.”Protes JinJi.

“Karena aku akan melempar buket bungaku.Kau tidak mau menangkapnya?”Goda Rhie.

JinJi nyengir lebar mendengar pertanyaan sahabatnya itu. Tentu saja ia mau menangkapnya.JinJi merentangkan tangannya ke atas bersiap menghadapi lemparan Rhie. Ya dari semua cerita yang sudah terjadi,ia belajar untuk mempercayakan semuanya pada takdirnya.Semua cerita yang terjadi memiliki jalan manisnya masing-masing..Entah miliknya..atau milik semua gadis lainnya.

11 thoughts on “[OneShoot] It is Our Fate

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s