This ‘Thing’ Sticking On Me [part 1]

Author  : Park Minhyun

Cast       : Cho Kyuhyun

Kang Minji

Other Cast          : Kang Minhyuk

Kim Taeyeon

And other…

Genre   : Romance,Fantasy,Family,Friendship

Length  : On Going…

Rating   : PG

NB          : This is all my own plot,

PARK MINHYUN IS BACK!!!

Wakakakakakakakakakaakakakaka,,,,

Ane kesurupan setan cakep(?)

Ada yang mau baca FF debut saya gak?

*maudonk*

Ini FF saya jamin bagus kok*lho*

Dibaca dulu prolog nya,kalo jelek,

FF kembali(?)

RCL please!!

1…2…3…

 

“Kang Minji!!!”Yup,tepat dugaanku. Bahkan lebih cepat sebelum aku berhasil menginjakan kaki di lantai rumah,”A…annyeong…”aku tersenyum kikuk. Tanganku berusaha melambaikan telapaknya kearah kedua orang tuaku,”Umma dan Appa sudah pulang? Hwa~cepat sekali. Bawa oleh-olehkan? Kapan sampai?”Kualihkan pembicaraanku asal. Gigi-gigiku tak sabar menggertak menampilkan pesonanya,

 

“Sudah selesai apa sudah tahu?”Appa menyunggingkan senyum ter tidak indah versi seorang Minji. Auranya bahkan menuntut kematian bagiku,”Hahaha…Appa ku sayang ini bilang apa sih~Umma…bogoshipo…tak adakah pelukan untuk anaknya yang cantik ini?”Aku merentangkan tangan berusaha setidaknya minta perlindungan umma. Namun sayang,bad timing…-__-“

 

“Jiji-ah~tadi aku dipanggil kepala sekolah lho…”sialan. Si ekor beruang ini rupanya yang mengadu pada Appa dan Umma,”Awas kau Kang Minhyuk…”gerutuku dalam hati. Kini dihadapanku ada keluargaku. Keluarga yang sangat menyeramkan. Appa,Umma dan…kembaranku,Kang Minhyuk.

Mengerikan…

***

“Habis kau begitu sih…”aku malas beragumen dengan yeoja di depanku ini,”Minji-ah,apa kau sebegitu bencinya dengan matematika?”Aku mengangguk malas. Taeyeon mendesah pelan,”Lalu bagaimana kau bisa lulus nantinya?”

“Entahlah Taeng-ah… Mungkin jadi murid abadi…”

 

‘pleetak!!’

 

“Ya!! Appo!!”Aish~Minhyuk kurang ajar. Beraninya memukul kepalaku dengan buku setebal make up Jung Seongsanim,”Kenapa kau tiba-tiba!!”aku hendak membalas pukulannya namun di tahan Taeyeon,”Memukul kepala bisa menambah tingkat kebodohan…”desisnya mirip cenayang tua di Myeongdong.

“Jiji-ah~aku punya buku. Kurasa cocok denganmu!”Minhyuk memberiku sebuah buku yang tadi ia pakai untuk memukul kepalaku. Bagus! Kurasa aku bisa membalas pukulanya suatu saat nanti. Oh ya,dan balasan karena mengadu pada Appa dan Umma tadi malam,”Ige mwoya?”aku agak ngeri saat melihat ekspresi Minhyuk yang aneh,”Kau ingin menjebakku lagi huh?”gerutuku dan dibalas dengan pelototan Minhyuk. Taeyeon hanya terkikik kecil,”Kalian dari dulu tak pernah berubah…”

 

Sudahlah. Apapun itu Taeng-ah. Yang jelas aku penasaran dengan buku tebal ini. Tak ada judulnya eh? Kubolak-balik halaman demi halamannya. Sepertinya cukup tua juga. Isinya…uhm…

“Itu rumus-rumus dan teknik semua yang berkaitan tentang matematika. Bukannya kau sangat PINTAR dalam matematika?”kutendang kaki Minhyuk. Taeyeon ikut memperhatikan buku ini,

 

“Hwa~banyak sekali…sepertinya ini tulisan lama?”Taeyeon bertanya pada Minhyuk,”Molla…aku dapatkan di toko buku milik chinguku. Katanya itu sudah sangat kuno,jadi ia memberikannya saja padaku. Kurasa tak ada yang mau membelinya mungkin?”tak kuhiraukan ocehan Taeyeon dan Minhyuk. Mataku terpaku pada sebuah rumus yang ditulis tebal,”Rumus apa ini?”tanyaku pada Taeyeon. Taeyeon sejenak berfikir,”Ige mwoya?”Taeyeon malah memberikannya pada Minhyuk. Minhyuk ikut menggeleng,”Rumus kan banyak sekali,memangnya aku Einsten?”

“Ya! Einsten itu fisika babbo!”

“Einsten kan bisa menghitung,tak seperti Jiji!”

“Hyukkie!! Kenapa aku ikut kau bawa-bawa huh?”

“Haha…”

“Kenapa kau tertawa?!”

“Sudahlah!!”

“Ya!! Taeyeon!!”

***

“(x+a)^n=∑_(k=0)^n(n¦k) x^k a^(n-k) akan menghasilkan 2X-4r lalu dibagi…”

 

Aish~apa-apaan ini!

“Seongsanim…bisakah kau tuliskan saja hasilnya?”Aku menyingkirkan beberapa lembar coretan-coretan di depanku. Park Seongsanim,guru privatku hanya menghela nafas,”Bagaimana kau bisa naik kelas sih?”

“Menyontek.”

“Mereka membiarkanmu menyontek?”aku tertawa,”Haha…itu namanya balas budi. Seongsanim tak pernah sekolah?”

“Maksudmu?”

“Aku mahir dalam sastra Inggris dan Biologi. Haruskah kujelaskan?”Park Seongsanim atau…yah…panggil saja Leeteuk Oppa menyentil dahiku keras. Aigoo…sakit sekali.

“Kau sombong sekali…”Aku tertawa keras. See? Seorang Kang Minji tak akan sebodoh yang kalian kira. Aduh~bagaimana menjelaskannya,”Saat ujian bahasa Inggris dan Biologi,aku menconteki teman-temanku,lalu saat matematika,mereka harus balas budi. Begitu!”kucentangkan tanganku di bawah dagu. Leeteuk Oppa terbahak,”Kau lucu sekali…”

Ah ya,aku jadi ingat dengan buku aneh yang di beri Minhyuk. Dan ngomong-ngomong Minhyuk dimana ya ? Apa masih dibawanya…

 

Aku berjalan ke kamar Minhyuk. Aha! Aku ingat dia sedang latihan untuk festival band lusa. Tapi kenapa tak bilang dulu kalau berangkat? Aish~lupakan.

“Oediga?”Kubongkar isi tasnya asal. Buku,pulpen,stik drum,majalah…eh? Mwoya?

 

Majalah XXX!!!!

 

-__-“

 

“Awas kau Kang Minhyuk!!”Sial,aku jadi lupa tujuan utamaku. Ya!! Ini!! Akhirnya ketemu juga. Tapi ngomong-ngomong kenapa Minhyuk seperti tak niat sekolah sama sekali sih…

Aku membawa buku tebal ini menuju ruang tengah,kurasa Leeteuk Oppa sudah bosan menunggu,”Seongsanim,igo…”aku menyodorkan buku aneh ini,”Menurut seongsanim ini rumus apa?”Kutunjukan sebuah rumus di halaman depan buku itu. Tulisan ditambah dengan beberapa coretan yang aku tak tahu apa artinya,

 

“Eh? Apa ini?”

“Bukanya aku yang bertanya?”Kami sama-sama berfikir,”Aha!”

“Apa?”Leeteuk Oppa menyenggolku,”Google…”kami sama-sama tertawa,”Ya!”

Aku bergegas membuka laptopku. Oppa dan aku memperhatikan layar dengan seksama. Hampir 1 jam kami berkutat pada laptop. Namun rumus aneh itu tidak ditemukan.

“Minji-ah,bagaimana jika kau tanyakan saja pada guru matematikamu?”

“Hei…benar juga!”

 

Setelah menyelesaikan beberapa buku-buku,Leeteuk Oppa pamit pulang. Aku pun mengantarnya sampai luar. Tak lama,kudengar deruman motor yang kuyakini milik Minhyuk.

“Kau pulang larut sekali?”Minhyuk tak menghiraukanku dan langsung masuk ke rumah,”Umma Appa?”Aku menggelengkan kepalaku. Minhyuk menghela nafas,”Selalu saja…”

 

“Tumben kau mencari mereka?”Tanyaku pelan,Minhyuk menatapku lemah,”Apa kau tak peduli?”tanyanya lagi,aku memasang wajah bingung. Ia memicingkan matanya,”Sudahlah…aku bawa ayam,kau mau?”

“Ne!!”

***

-Author POV-

Yeoja rambut pendek itu menyudahi makan malamnya. Ia beranjak membersihkan sisa-sisa makanan. Waktu sudah pukul 11 malam. Mata sayunya berdemo untuk istirahat.

 

‘sshhh’

“Minhyuk?”Minji menyadari keberadaan seseorang di belakangnya. Namun nihil. Tak ada satupun orang disana. Minji menggeleng berusaha menepis pikiran-pikiran negative yang mulai membayanginya,”Mungkin terlalu banyak nonton film horror…”gumamnya pelan.

 

Angin malam ini sedikit menghenyakan tulang. Minji menarik selimutnya hingga leher. Tak lupa,ia menulis segala sesuatu yang ingin dia lakukan keesokan harinya,

“13s+k≤p”pulpen biru beradu dengan permukaan kertas beraroma orange splash.

 

‘ping’

 

From: JMinhyukJ

 

Jiji,aku malas keluar kamar. Aku ngantuk sekali. Bisakah kau mengembalikan buku rumus yang kuberikan tadi? Besok pagi aku harus mengembalikannya pada Yonghwa. Taruh saja di mejaku.

 

Dengan malas,Minji mengambil buku setebal kamus korea yang ada di kasurnya,

‘krek’

Decitan pintu kamar sedikit memecah keheningan gelap di kamar Minhyuk. Minji terdiam untuk beberapa saat. Otaknya berusaha mencerna perkataan saudaranya tadi. Mungkin karena mereka sudah sering sendirian selama 6 tahun terakhir,sebelum sebuah insiden yang merenggut tulang punggung keluarganya,kakak tertua Minji dan Minhyuk.

 

Flashback

 

Christmast Eve,24 December 2006

 

Keluarga Kang berkumpul di ruang tengah berteman dengan pohon natal penuh pernak-pernik indah yang gemerlap bertabur cahaya.

“Ya! Kembalikan!” Minji berusaha mengambil roller coaster pemberian kakaknya yang direbut Minhyuk. Senyum jahil khasnya membuat semua orang gemas,”Oppa!! Minhyuk mencuri hadiahku!”Minji menghentakan kakinya di atas karpet putih kesal.

”Minhyuk-ah~kembalikan saja eh?”Sang appa datang membawa dua buah mangkuk besar ayam goreng,”Hwa!! Ayam!”Minji bersorak sorai,

 

“Lihat…umma bawa apa?”yeoja cantik paruh baya itu menenteng tiga tas coklat berhias renda-renda dipinggirnya,”Ige mwoya?”Kakak tertua keluarga Kang mencoba membuka isi tas cantik itu.

“Tadaa!! Untuk hadiah dari umma,kau kubuatkan kemeja ini,bagus kan?”si Kakak menatap sebuah kemeja kotak-kotak merah dengan tatapan aneh,”Kuno sekali…”gumamnya namun dibalas tatapan kecewa oleh sang umma.”Umma,aku tidak dapat ?”Minji bergelayut manja di pundak ummanya.”Ah~ini syal rajutan untukmu,dan kau Minhyuk-ah…bukannya kau suka main drum eh ? Umma punya stick drum yang bagus untukmu.”Minji dan Minhyuk berebut hadiah. Sang kakak tersenyum kecil melihat adik-adiknya yang menggemaskan.

 

“Ye~kau hanya stick drum!!”Minji berlari sembari mengejek Minhyuk.

“Kau hanya syal!!”Mereka berdua berlarian mengitari pohon natal.Tiba-tiba Minhyuk menginjak sebuah kabel lampu natal,ia terperosok jatuh.

 

“AWAS!!!”Kakak Minhyuk segera merengkuh tubuh Minhyuk yang tertimpa pohon natal. Namun api segera menjalar melalui kabel-kabel yang teringsut memasuki tungku perapian. Spiritus lampu pijar tumpah semakin memasok besarnya api. “Oppa!!”Minji berlari menghampiri kakaknya dan Minhyuk diantara kobaran api. Minji Umma berusaha memadamkan api. Tetapi perabotan kayu yang mendominasi malah menambah jalarannya.”Minji!! Minhyuk!! Giroo!!”sang Appa menerobos kobaran api. Giroo,sang Kakak mulai kehilangan kesadarannya. Asap yang mengepul bahkan sudah membakar sebagian kulitnya tak sebanding dengan usahanya untuk melindungi Minhyuk. Giroo melepas kemeja pemberian ibunya dan melilitkan pada tubuh Minhyuk,

”Hyung,panas…”Minhyuk perlahan mendekati kakaknya yang melemah,”Ppali…”Minhyuk terus terisak.

 

‘bruk!’

 

Kayu plafon berjatuhan dari langit-langit. Api membesar melahap habis semuanya. Minji terjatuh dan membentur meja. Hanya ingatan api yang membekas dalam diri Minji. Tak terkecuali ingatan tentang kakaknya.

 

Flashback end

 

“Sebenarnya apa yang terjadi 6 tahun yang lalu?”batin Minji. Ia kembali ke kamarnya perlahan. Pukul 11.30 KTS,waktu yang cukup larut untuk memejamkan matanya dan bangun pukul 5 pagi.

***

Seorang namja perawakan semampai menghela nafas melihat yeoja rambut pendek di depannya tertidur di atas meja belajar,”Bagaimana bisa semuanya salah eh?”namja itu membuat coretan-coretan di buku yeoja rambut pendek.

 

“ehm…”Minji mengerang kecil. Matanya menangkap sebuah bayangan. Segera ia terkesiap melihat seorang yang asing baginya. Jarak wajah mereka hanya berjarak 5cm.

“YAA!!!”sontak Minji memukul namja itu dengan kotak pensil sekenanya,”Ya! Ya! Hei!!”namja itu minta ampun,”Minhyuk!!! Ada pencuri!! Ya!! Nugu!! Ya! Ehb…bhh….”namja itu membungkap mulut Minji dengan telapak tangannya,”Ssst…”

 

“Nuguya!!”belum sempat melanjutkan teriakannya,namja itu menyingkap kerah piyama Minji,”ternyata benar…”

 

‘plak!’

 

Sebuah tamparan keras mendarat mulus di pipi kiri namja itu,”Hei!!”

“Pervert!!”aura kegelapan muncul dari Minji.”Hei~tenang dulu…calm down…calm down…”namja itu mengulurkan tangannya,”Kenalkan,Cho Kyuhyun…”Minji mendengus kesal.”Kau Kang Minji kan?”Minji bersiap melempar namja yang bernama Kyuhyun itu dengan bantal.

 

“Poing!”Kyuhyun menjentikan telunjuknya. Minji seketika jatuh tertidur pulas di karpet,

“Kalau ia sedang sadar bisa-bisa aku pulang tidak utuh lagi…”Kyuhyun merapikan bajunya,membopong Minji ke atas ranjang dan menyelimuti Minji,”Good night baby…”

***

Mendung pagi mengundang rintik-rintik hujan. Udara mendingin sejak malam. Minji mengerang seraya menggerak-gerakan tangannya,”Pagi…”Minji seketika terlonjak mendengar suara dari samping ranjang,”Ya!!”Kyuhyun tersenyum jahil menatap dalam,”Kau!”

 

Seperdetik kemudian Minji menyibakan selimutnya,piyamanya utuh.”Fiuh~”gumamnya dalam hati. Entah kenapa namja yang datang tiba-tiba datang itu,Minji sama sekali tidak takut ataupun merasa asing. Hanya terasa aneh saja,batinya.

‘chu’

 

Ciuman lembut mendarat di pipi Minji. Guratan-guratan semerah tomat muncul di paras ayunya.,”Morning kiss…”

“Ya!!”sudah berapa teriakan yang ia keluarkan pagi ini hingga Minhyuk masuk ke kamar Minji.

“Ada apa?”Minji menunjuk Kyuhyun. Minhyuk hanya melongo lalu menggelengkan kepalanya,

“Apa kau tidak sekolah? Sudah kubuatkan sarapan. Makanya jangan tidur malam-malam.”Minji mengangguk sementara Minhyuk menutup pintu kamarnya.

 

“Kenapa ia diam saja melihat orang asing?”gumam Minji namun terdengar jelas oleh Kyuhyun,”Berarti ia merestui kita.”jawab Kyuhyun santai.

“Aigoo~aku mulai gila…gila…gila…”Minji turun dari ranjang dan pergi mandi. Kyuhyun tersenyum simpul,”Bukannya kau yang memanggilku tadi malam…”

***

“Jiji-ah,hari ini aku ijin kelas,sampaikan pada piket. Aku ada gladiresik untuk festival besok.”Minhyuk membereskan sarapanya,”Lalu bagaimana aku dan dia?”Minji menunjuk Kyuhyun yang duduk di sampingnya,”Dia? Nugu?”Minhyuk tampak mencari sesuatu,”Kau tak lihat apa? Dia…dia…”

“Sudahlah~kau mungkin terlalu banyak berimajinasi,lebih baik kau tidak usah terlalu stress menghadapi matematika. Nanti kau botak duluan. Aku berangkat.”Minji semakin tidak mengerti dengan kondisi saat ini.

 

“Imajinasi? Dia?”Minji menatap bingung Kyuhyun,”Apa?”

“Siapa kau?”

 

“Aku? Cho Kyuhyun.”

 

“Bukan namamu bodoh…”

 

“Berarti kau lebih bodoh dariku…”

 

“Eh?”

 

“Bagaimana tugas matematikamu salah semua?”

 

“Itu urusanku,bukan urusanmu.”

 

“Maka dari itu,ini privasiku.”

 

“Jangan mengalihkan.”

 

“Ani,tidak. Memang kenyataannya.”

 

“Siapa kau?”

 

“Aku Cho Kyuhyun.”

 

“Jawab yang benar babbo!”

 

“Aku Kyuhyun!!”

 

“YA!!”

 

“Kenapa kau membentakku?”

 

“Sudahlah~yang jelas kau bukan manusia.”

 

“Terserah kau…”

 

“Ya! Aku benar-benar sedang bertanya K-Y-U-H-Y-U-N-sshi!!”

 

“Aku benar-benar menjawab M-I-N-J-I-sshi…”

 

“Sialan.”

 

Minji mengehentakan kakinya kesal. Makhluk apa yang ada di depannya. Yang jelas ia bukan manusia. Itulah yang akan ia camkan dalam hati.  Beberapa menit mereka terdiam. Hingga Kyuhyun membuka suara,”Pukul 06.30”

 

“MWO?”

***

“Kang Minji!!”

 

“Ne,Seongsanim!!”

 

Minji berjalan kikuk. Semua mata melihatnya malas. Pasti hasil ulangan yang sangat abstrak.

“Kau genius!”setengah sadar Minji terbahak,”Haha…seongsanim bisa saja…”matanya seketika melotot hampir lepas dari tempatnya. Ulangan kali ini,100.

“Kau mencontek?”Salah seorang dari deretan depan membuka suara,”Ya! Enak saja!”memang benar,ulangan Matematika hari ini ia sama sekali tidak mencontek,”Kenapa bisa dapat nilai sempurna?”

“Itu urusanku.”Minji mengambil kertas ukuran A4 itu aneh. Manik matanya menangkap Kyuhyun yang sedang melambai-lambaikan tangannya di pojok kelas,tanpa memakai seragam tentunya.

 

“Makhluk apa dia itu…”Minji tak mengerti kenapa gurunya tak melarang Kyuhyun masuk ke dalam kelas. Apa orang itu murid spesial? Atau mungkin…

“Ssst~kau berhutang budi padaku.”Tiba-tiba Minji bergidik ketika Kyuhyun berbisik. Deru nafasnya terasa lembut di tengkuk,

“K..kau…”tatap tajam Minji.

 

“Wae?”Teman sebangku Minji menatap aneh dirinya,”Eh?”Sial. Padahal ia bermaksud memarahi Kyuhyun,tapi mengapa Sungrin yang menanggapi?

***

Minji berjalan gontai ke perpustakaan. Namun ketika melewati lapangan,ia berhenti seketika.

Seorang namja dengan cekatannya memasukan sebuah bola ke dalam ring. Minji terdiam,

“Sunbae…”gumam Minji,

 

Ya, Choi Minho. Lebih tua 3 tahun. Ia dan Minji pernah satu klub biologi di sekolahnya. Tidak,bukan pernah satu klub biologi lagi,Minho dan Minji pernah menjalin hubungan selama dua tahun. Hubungan baik antara senior dan junior. Mereka juga berpisah dengan baik pula. Saling berjabat tangan di taman belakang sekolah,tersenyum hingga tetes-tetes bulir air mata turun.

 

“Sunbae…”Minji menunduk berusaha beranjak,tapi kaki-kakinya tak bisa kompromi.

 

Namja Siswa Kyunghee University semester 3 itu bahkan tak mengerti bahwa wanita yang saat ini masih dicintainya menghampirinya.

 

Bola basket itu menggelinding ketika ia hendak melempar ke ring. Menggelinding hingga dihentikan oleh sepasang kaki.

 

“Minji?”Yeoja itu tersentak. Minji menggeleng pelan,”Kau kah itu?”Minho menghampirinya. Minji terus-terusan menggeleng. Ia tak mau ingatannya untuk mencintai Minho kembali.

Seketika,Minho memeluk Minji erat hingga Minji membelalakan matanya,

“Bogoshipo!”ujar Minho. Minji ingin menangis. Benar-benar saat yang tidak tepat untuknya,hal yang paling rapuh. Berada di antara cinta dan benci.

 

“na….nado..”

***

“Hei~makan…”Minhyuk menuding-nuding makanan di piring Minji yang masih penuh.

“Kenyang…”

 

Minhyuk menghela nafas panjang. Bukan seperti Minji yang ia kenal. Selalu berebut ayam goreng,mengoceh sambil mengunyah penuh di mulutnya.”Kau bertemu Minho Hyung?”Minji menelungkupkan wajahnya di meja makan,”Ya! Jawab aku.”

 

Minji menghentakan kakinya kesal lalu pergi begitu saja,”Aneh sekali…”

 

Dilain sisi Kyuhyun duduk di sofa ruang tengah sambil memperhatikan saudara kembar itu,ia lalu mengikuti Minji ke kamarnya,

“Ya! Kenapa kau ada disini!!”bentak Minji kesal,”Aku tinggal lama disini.”ujar Kyuhyun santai.

“Kau sudah bilang Minhyuk?”

 

“Sudah.”

 

“Sungguh?”Tanya Minji,”Kenapa kau mengintrogasiku?!”Kyuhyun langsung menjatuhkan dirinya di ranjang Minji,”YAA!!!”Pekik Minji ketika Kyuhyun tiba-tiba menariknya hingga jatuh diatas tubuh bidang Kyuhyun,secara paksa tentunya.

 

“Jiji-ah! Mianhae! Aku tak bermaksud membuatmu marah! Sungguh!”entah kenapa pintu kamar Minji terbuka lebar. Minji terbelalak melihat Minhyuk langsung bersujud-sujud di depan pintu. Ah~ apalagi dengan posisi Minji di atas tubuh Kyuhyun.

 

“Hyuk…hyukkie…”Minji berusaha dengan tampang memelas,

“Wae?”Minhyuk menatap cemas Minji,”Tolong aku~”

 

“Jiji-ah,jangan suka tidur malam-malam ya. Apalagi sering tidur tengkurap begitu,”Minhyuk langsung bangkit dengan raut bahagia.

 

“Fiuh~ Untung Minhyuk merestui kita~”Kyuhyun menatap jahil Minji,”Ya! Siapa kau sebenarnya?!”

“Siapa? Aku? Aku Cho Kyuhyun…”

 

“Maksudku kamu makhluk apa C-H-O K-Y-U-H-Y-U-N!!”Minji langsung bangkit dari posisi ‘memalukan’ baginya itu,

“Aku namjachingumu.”

 

‘bugh’

 

Minji membekap wajah Kyuhyun dengan bantal. Kyuhyun meronta-ronta. Minji tersenyum sadis penuh kemenangan. Kyuhyun terus meronta hingga tiba-tiba berhenti.

“Rasakan kau setan!”Kini Minji merasa lega. Kenapa ia baru sadar sekarang kalau makhluk di depannya ini bukan manusia. Tapi fikirannya meragu,

 

Apa bisa setan mati?

 

“Ya,ireona.”Minji menggoyang tubuh Kyuhyun. Tapi nihil. Ia tak bergerak sama sekali. Berulang-ulang dilakukannya,tapi Kyuhyun tetap terbujur diam.

“Hei,tidak lucu.”

 

“Ya!”Minji meneriakan di telinga Kyu,ia tetap diam. Minji berusaha memeriksa nadi Kyuhyun,”Aish~ mana ada setan punya nadi…”Minji tetap memeriksa detak jantung Kyuhyun. Tidak ada.

“Ya! Tidak lucu babo!”Entah apa yang merasukinya,Minji memompa dada Kyuhyun. Tidak bergerak.

Kini ia tampak ragu-ragu,namun akhirnya memutuskan untuk memberi nafas buatan.

 

“hhh..”Kyuhyun tetap tidak ada respon. Sekali lagi Minji memberi nafas buatan,dari mulut ke mulut.

 

“Ya..mmbhpt…”Tiba-tiba Kyuhyun menahan atau lebih tepatnya berciuman paksa. Kyuhyun terus melumat bibir Minji meskipun Minji terus meronta-ronta,”Mmft..Set..tan..mftb…”

 

‘plak!’

 

Kesempatan lepas pun tiba,Minji mengusap bibirnya kasar,”Keluar dari kamarku sekarang!”

“Shireo!”

 

“Kau!”

 

‘poing!’

 

Seperti malam sebelumnya,sebelum Minji marah,Kyuhyun melakukan hal yang sama. Hingga Minji terjatuh di ranjang. Kyuhyun membetulkan posisi tidur Minji.

“Maaf menganggumu hari ini.”Kyuhyun mendekati wajah Minji,

 

‘chu’

 

Ciuman kilat di dahi yeoja tingkat 3 SMA itu,Kyuhyun tersenyum lalu pergi begitu saja.

***

.::TBC::.

KYAAAAAAAA~

Apa2an ini huh??? APAAAAA~

*ceburinkyu*

ini sebenarnya udah di post sebagai prologue

tapi ini yang full length ff part 1 nya..

NEED RCL

8 thoughts on “This ‘Thing’ Sticking On Me [part 1]

  1. eonni, aku udh pernah baca ff eonni yg the kampung ajaib itu loh…
    ngomong2, ffnya bagus eon. daebak!!!
    #readersbarusokakrab

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s