[PROLOG] My Everything

Title : My Everything

Author : Reenesmee Potter/ReeneReenePott

Main Cast : Kim Kibum (SuJu) , Im Yoona

Supporter cast : ___*masih disembunyikan*

Genre : Romance, frienships, School Life

Length : Sequel

Disclaimer : Sudah pernah di post di  blog pribadi author, tapi baru sampe part 2, karena part 3 mau author  sama-in jadwalnya. Buat yang dulu pengen dibuatin MinZy couple, author sisipin di FF ini deh… huohoo #plakkk

PROLOG

 

KRIIIINGGG

KRIIIINGGG

Dering alarm dengan nyaring berbunyi memecahkan suasanya hening dan nyaman di pagi itu. Seorang namja yang masih mengenakan pakaian tidurnya menggeliat perlahan, menyadari bahwa sinar matahari mulai merambat memasuki kedua matanya. Ia menerjapkan kedua matanya, membiasakan pupil matanya terhadap sinar itu. Dengan tatapan malas ia menoleh menatap jarum jam alarm di sebelahnya.

“Hoamm…” ia menguap lebar dan terduduk. Ia merenggangkan otot-ototnya sejenak, dan sambil mengusap-usap wajahnya agar sadar 100%, ia mengambil handuk dan bergegas memasuki kamar mandi, bersiap-siap untuk bersekolah di hari pertamanya sebagai seorang senior, yaitu kelas XII.

Namja itu bernama Kibum, ia adalah seorang murid yang cenderung pendiam namun pandai di kelasnya. Dan karena wajah imut serta sikap dinginnya, ia sering diidolakan para haksaeng yeoja walaupun memang ada yang lebih diidolakan lagi darinya. Tak ada yang benar-benar dekat dengannya, kecuali Lee Donghae, namja usil di kelasnya yang suka membolos. Wajahnya keren, namun sangat suka bersikap narsis.

Dan, satu lagi, namja yang kalem dan terkesan culun, panggilannya adalah Yesung. Ia sangat menyukai kura-kura dan pelajaran Biologi, ia selalu mendapat nilai tertinggi di pelajaran itu. Tapi meskipun mereka berdua dekat dengan Kibum, tak ada yang pernah mengetahui rahasianya yang telah ia sembunyikan dari dunia selama 9 tahun.

Ya, 9 tahun. Sejak ia kelas 3 SD. Ia telah menyimpan rahasia yang begitu dalam. Bukan rahasia yang menyakitkan atau apa, waktu itu ia hanya kurang yakin dengan apa yang ia rasakan sehingga perasaan itu harus dianggapnya sebagai perasaan biasa. Dan apa yang terjadi? Ia harus kehilangan.

Kehilangan memang terasa sangat pahit. Sakit, malahan. Ia harus kehilangan orang yang disayanginya tanpa tahu jejaknya. Dan selama 9 tahun itulah, ia menyembunyikan rahasia akan perasaannya yang terus bertumbuh tanpa henti dalam hatinya.

“Eomma, appa, aku berangkat,” kata Kibum ringan sambil melambaikan tangannya kepada kedua orangtuanya yang membalas dengan lambaian tangan juga. Kibum meraih sepeda putih kesayangannya lalu berangkat ke sekolahnya, B’Goss International Korean High School.

__

“Yaa~~ dasar tukang tidur. Yoona-yahh~~ IREONA!!” suara seorang eomma memecah kedamaian alam tidur seorang yeoja berparas cantik, Yoona. “Heish, anak ini, tidur benar-benar kayak kebo!!Heiiii IREONA!!!” teriakan—yang walalupun tidak terlalu keras itu—eommanya kembali membahana. Yeoja yang sedari tadi memeluk guling dan menjelajah alam mimpi itu menerjap-nerjapkan matanya.

“Auch!! Eomma!! Sakitt!!” pekik si anak sambil mengelus bokongnya yang menjadi incaran eommanya.

“Makanya bangun! Ini hari pertamamu sekolah , kan? Kau kan mesti MOS dulu! Kalau terlambat rasakan hukumannya nanti!’ ancam eommanya sambil menjitak ringan kepala Yoona yang masih-setengah-sadar antara alam mimpi dan dunia nyata. Yoona mengibas-ngibaskan tangannya.

“Ne… ne.. nee…. Aku mandi dulu,” setengah sadar Yoona berdiri, mengambil handuknya dan berjalan menuju ke kamar mandi. Dan karena keadaannya yang masih setengah sadar itulah…

DUAKKK

“Ahh… appo!!” pekik Yoona ketika jidatnya yang mulus membentur tepian lemari bajunya. “heish, lemari baju sialan!” dumelnya lalu masuk ke dalam kamar mandi. Eommanya hanya menatapnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Beberapa saat kemudian…

“Eomma.. appa… aku berangkat!!!” seru Yoona sambil menyambar seiris rotidan meneguk susunya secepat kilat.

“Yoona, sarapan dulu,” ujar appanya lembut. Yoona menggeleng.

“Ani, aku sudah terlambat,”

“Makanya, kalau tidur jangan kayak kebo,” ujar oppanya, Niel sambil mengunyah potongan roti terakhirnya. Yoona hanya memeletkan lidahnya.

“Aku berangkat!!” kata Yoona sambil menggigit ujung roti di mulutnya dan bergegas memakai sepatu.

“Kau mau naik apa?” tanya eommanya. Yoona menoleh sejenak lalu kembali memfokuskan diri dengan mengikat sepatunya.

“Bis,” jawab Yoona singkat, mencegah rotinya terjatuh dari gigitannya.

“Aniyo, kau sama oppa saja. Kkaja,” kata Niel singkat sambil memberikan helm kepada adikknya itu. Yoona nyengir dan menerima helm tersebut.

“Gomapta!” katanya sambil naik ke atas boncengan. “Eoma.. appa… aku berang–Heiii!!! Aku belum siap pabo!!!!!” Yoona memaki oppanya karena sudah ngegas (?) duluan.

“Hati-hati dijalan ne??” balas appanya.

“Neeee~~~” kali ini Niel yang membalas sektika motor mereka sudah melaju di depan rumah tetangga.

Selama diboncengan, Yoona kembali merenung. Ingatannya kembali ke 9 tahun yang lalu, dimana seorang sahabat kecil yang sudah seperti oppanya selalu menemaninya. Ya, waktu itu ia tidak tahu kalau ia memiliki oppa, karena menurut cerita eommanya saat ia pertama kali bertemu oppanya itu, kalau neneknya yang meminta agar Niel berada di bawah asuhannya di Amerika. Eomma dan appanya tak bisa menolak, mengingat neneknya sangat ingin mempunyai cucu laki-laki. Niel tahu akan Yoona, tapi Yoona tidak tahu akan Niel.

Yoona masih mengingat dengan jelas nama sahabat kecilnya itu, Kibummie. Panggilan sayang untuknya. Yoona tersenyum hambar mengenang masa itu. Ia ingin sekali bertemu dengan sahabat kecilnya itu, ia rindu. Sahabatnya itu selalu menghiburnya, membuatnya tertawa, tersenyum dan bahagia. Tak jarang Kibum menceritakan sesuatu yang membuat Yoona takjub.

Ia meronggoh saku tasnya, dan meraih sebuah benda dari dalam situ. Sebuah gantungan berbentuk orang, miliknya berwujud pria sedangkan yang dipegang Kibum berwujud wanita, membuat sulas senyum teruir di bibirnya. Ia kembali menyimpan gantungan itu, lalu kembali mengedarkan pandangannya ke jalanan.

Kejadian 9 tahun lalu memang sempat membekas di ingatan mereka masing-masing, namun akankah mereka kembali?

PROLOG – END

Otte?? Gimana?? Ga nyambung?? MIanhaeee~~ T^T Ini.. cast Super Generation pertamaku. Baru prolognya, mau mencoba bikin prolog dan epilog. Huehehehe…. Kan seru #pletakkk Tapi.. kok jadinya kayak teaser yah?? Prolog beneran begini ga sih?? O.o Entah deh, yang jelas.. ditunggu yaa… ini proyek kecil-kecilanku, ehehehehe… XDD

FF ini terinspirasi dari CSJH – My Everything. Enak banget lagunya, apalgi pas lihat MV nya. Soo sweett~ dan thanks buat Cla unnie yang udah bikini posternya~~~ aku sukaa.. XDDD

Yang udah baca… Komen yah!! Gomapta!!

5 thoughts on “[PROLOG] My Everything

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s