Whether I Hate You Or Not (Chapter 3)

Title                       : Whether I hate you or not

Author                  : Kim Sae na a.k.a Devi

Rating                   : PG13/NC17/Straight/Series/On Writing

Genre                   : Romance/Angst/Tragedy/Family/Life

Cast                       :

Main Cast            : Super junior – Lee Donghae

Kim Yoonmi

Kim Saena a.k.a Choi Saena

Kim Yoonhee

Other cast           : SHINee – Choi Minho

SS501 – Kim Hyun joong

Super junior – Cho Kyuhyun

Disclaimer           : Super junior are belong to God,SM Entertaiment,and their parents

SS501 Kim Hyun joong is belong to God,DSP Entertaiment,and his parents

It’s just for fun. Please don’t sue me. This story is mine.

Don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this fanfic.

Please take with full credit.

Warning               : Lolicon,a little bit violence and NC

Prolog   Chapter 1   Chapter 2

Chapter 3

Author pov

Suasana canggung sangat terasa di saat sarapan pagi itu. Minho dan Saena yang biasanya selalu duduk bersebelahan dan saling melemparkan candaan. Sekarang duduk berjauhan,berdiam diri dan larut dalam pikirannya masing-masing. Membuat kedua orang tuanya tak urung ikut heran dengan keadaan anak mereka yang aneh.

“ Kalian bertengkar?” appa mereka bertanya sambil memalingkan wajahnya ke arah Saena dan kemudian ke arah Minho.

“ Aniya,appa.” Saena berkata tanpa mengalihkan perhatiannya dari piring di hadapannya,seolah-olah piring itu sedang menayangkan sesuatu yang menarik.Sedangkan Minho hanya menggeleng tanpa menoleh.

“ Jangan berbohong. Katakanlah ada apa dengan kalian pagi ini?”

Kali ini Saena dan Minho sama-sama terdiam. Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan appa mereka. Takut untuk berbohong atau menceritakan kejujurannya. Semuanya hanya akan berdampak pertanyaan.

“ Kau sakit,Minho?” Yunjoo merapikan rambut Minho yang berantakan. Minho hanya menatapa ommanya seklias dan tersenyum,kemudian menggelengkan kepalanya.

Pemandangan itu membuat Saena terdiam. Hatinya terasa sakit dan bagikan tertusuk,ia iri dengan pemandangan yang tersaji di hadapannya. Ia seakan haus dengan kasih sayang yang selama ini tidak didapatkannya. Sekarang ia mengerti apa alasan perbedaan perlakuan itu.

Saena mengambil tasnya dan pergi dari sana. Satu hal.. ia lupa bahwa ia masih berada di ruang makan. Perlakuannya yang kurang sopan itu disaksikan oleh semua yang berada di sana. Memberikan suasana yang semakin mencekam. Kepergian Saena ditangkap oleh dua bola mata hitam milik Minho. Ia hanya menghela nafas berat melihat kepergian noonanya.

“ Ada apa dengan anak itu? Tidak sopan sekali pergi begitu saja tanpa berpamitan.” Yunjoo mendengus kesal melihat kelakuan Saena.

“ Minho,apa noonamu ada masalah?” sang appa bertanya dengan wibawanya.

“ Molla,appa,belakangan ini Saena noona memang terlihat lebih murung. Mungkin karena tugas akhirnya.”

“ Memangnya ada tugas apa?”

Minho teringat akan janjinya dengan Yoonhee,ia berpikir mungkin inilah saatnya ia memberitahu appanya.

“ Murid tingkat tiga social science mendapat tugas mewawancarai salah satu perusahaan. Mungkin Saena nonna bingung,bagaimana bisa menemui dan mewawancarai perusahaan itu. Ah ya,appa,salah satu temanku mendapat tugas mewawacaraimu. Kapan kau ada waktu?”

“ Ne,appa baru ingat,asisten appa memberitahu bahwa ada anak yang mungkin akan menemui appa sebagai tugas sekolah. Siapa temanmu itu? Suruh dia datang menemui appa minggu depan.”

“ Jeongmal? Khamsahamnida,appa.”

“ Noonamu itu mendapat tugas mewawancarai perusahaan apa? Mungkin appa bisa membantunya.”

“ Molla appa,nanti aku akan menanyakan padanya.”

“ Minho,katamu tugas itu untuk anak tingkat tiga. Lalu berarti temanmu itu anak tingkat tiga?” Yunjoo mengelus kepala anaknya,dan Minho hanya membalas pertanyaan ommanya dengan senyum malu-malu.

“ Yaa! Dia itu yeojachingmu ya?”

“ Aniya,omma.. dia hanya temanku.”

“ Omo… ternyata anak omma sudah mulai jatuh cinta ya?”

***

        “ Eonni,apa Fashion Showmu kemarin malam sukses? Mianhae,eonni,aku tidak bisa datang kemarin,ini semua karena aku ada ujian.” Yoonhee duduk di meja makan dan melemparkan senyumannya pada Yoonmi.

“ Ne,sukses,Gwechana,aku mengerti kalau ujian itu penting.”

“ Yoonmi-ah,apakah sudah ada perusahaan yang menghubungimu?”

“ Aniya,omma,lagipula acaranya kan baru semalam,mungkin mereka masih memikirkan apakah mau merekrutku atau tidak.”

“ Semoga saja kau cepat dapat pekerjaan ya..”

“ Ne,omma,gomawo..”

Drrrttt drrrttt

Yoonmi mengambil ponsel dari sakunya dan melihat nomer asing terpampang pada LCD ponsenya. Ia kemudian menekan tombol dan memutuskan untuk menjawab panggilan itu.

“ Yeoboseyo..”

“ Yeoboseyo,nona Chloe Kim?”

“ Ne,saya sendiri,darimana dan ada keperluan apa?”

“ Saya adalah perwakilan dari Shining Dream. Kami ingin menawarkan kontrak kerjasama dengan anda,bisakah kami meminta waktu untuk membicarakan ini dengan anda?”

“ Ah ne,kapan waktunya?”

“ Siang ini jam 12 di Landlove café.”

“ Baiklah,saya akan datang.”

“ Ghamsahamnida,nona.”

“ Telepon dari siapa?” Omma menanyakan itu dengan pandangan heran.

“ Salah satu perusahaan sudah menghubungiku untuk kontrak kerjasama,omma.

“ Jeongmal? Perusahaan apa?”

“ Shining Dream..”

“ Wah.. eonni kau beruntung sekali. Kau tahu perusahaan itu snagat terkenal di Korea.” Yoonhee berkata dengan senyum mengembang di wajah cantiknya.

“ Ne? nan mollayo.”

“ Jelas saja kau tidak tahu,kau itu kan 14 tahun berada di Paris. Perusahaan itu terkenal sejak lama,tapi baru tiga tahun belakangan pemimpinnya yang lama tuan Lee Min Hae pensiun dan digantikan oleh putranya dan kabar yang beredar mengatakan pemimpin baru ini sama berbakat dengan appanya.”

“ Ahh,omma,memangnya perusahaan ini bergerak dalam bidang apa saja?”

“ Fashion tapi mereka mempunyai banyak asset. Seperti Sekolah Desain Drxra dan juga beberapa butik terkenal seperti Inv.G,Little Light,dan ya banyak sekali.”

“ Memang perusahaan itu hebat sekali,eonni,kalau bisa aku ingin sekali setelah lulus SMA,aku masuk ke sekolah Drxra.”

“ Ehh Yoonhee,bukankah kau masuk jam 7 pagi? Sekarang sudah setengah tujuh lewat,kau mau terlambat?”

“ MWO?? Ahh aishh..Omma,eonni,aku pergi dulu ya.” Yoonhee menyambar tasnya dan berlari menuju mobil.

“ Ne,hati-hati ya.” Yoonmi melambaikan tangannya pada Yoonhee.

“ Omma aku ingin bertanya.” Yoonmi memandang ommanya takut-takut. Karena ini pembicaraan yang sangat sensitive.

“ Ada apa?”

“ Apakah appa masih marah padaku,omma? Ini sudah dua tahun ssejak aku kembali,tapi appa masih sangat dingin padaku. Setiap pagi,appa pergi sangat pagi dan tidak pernah ikut sarapan bersama. Apa perlakuan appa pada Yoonhee baik?”

“ Hmm,appamu mungkin sudah tidak marah,Yoonmi-ah,omma juga sudah sering berbicara padanya agar ia luluh. Bukankah kita semua sudah sepakat melupakan masalah itu dan memulai hidup baru? Memang awalnya appa sangat dingin pada Yoonhee tapi lama-lama appa bisa menyanyangi Yoonhee sebagai anak,tapi Yoonmi-ah,appamu tidak bisa menerima kalau kau ingin membuka identitasmu pada Yoonhee. Itu hanya akan membangkitkan luka masa lalu.”

“ Aku tahu omma,tapi aku hanya ingin diakui oleh anakku,mungkin tidak sekarang aku akan memberitahunya,mungkin setelah ia kuliah atau mungkin setelah aku menikah. Walaupun aku tidak tahu apa aku bisa menikah.”

“ Yoonmi-ah,lupakan saja kalau Yoonhee adalah putrimu,apapun yang terjadi kau harus bahagia. Berjanjilah pada omma,kau harus bahagia. Omma yakin Yoonhee juga akan lebih bahagia kalau ia tidak mengetahui kenyataannya.”

“ Ne,omma,aku pasti akan bahagia dan aku hanya akan menerima namja yang mau menerima keadaanku yang sudah mempunyai seorang putri yang cantik. Selama ini Yoonhee juga berkelakuan baik kan,omma?”

Yeoja paruh baya itu terdiam sesaat,seakan ada yang mengganggu pikirannya. Membuatnya merasa aneh,perasaan takut dan tidak nyaman seakan menghantuinya.

“ Omma,gwechanayo?”

“ Ahh ne,ada apa tadi? Kau tanya apa?”

“ Apa Yoonhee berkelakuan baik selama aku ada di Paris?”

“ Ne,tentu saja,dia anak yang baik dan manis.”

***

        “ Yeobo,kau sudah bisa menerima keadaanku kan?” seorang yeoja menghapus air mata yang mengalir di pipinya.

“ Ne,aku mengerti keadaanmu waktu itu dan apa alasanmu membuang anakmu.”

“ Aku menyeal. Aku sedang panik waktu itu. Jadi aku membuangnya.. Coba waktu itu aku sudah bertemu denganmu. Mungkin saja anak itu masih berada dalam genggaman tanganku.”

“ Ne,kita bisa mengambilnya kalau kau mau.Aku tahu kau merindukannya.”

“ Molla,aku tidak ingin merusak kebahagiaannya. Ia bisa membenciku kalau ia tahu aku sudah membuangnya. Lagipula mungkin saja ia sudah bahagia dengan orang tua angkatnya sekarang.”

“ Tapi kau berhak atasnya,kau adalah ommanya.”

“ Memang secara teknis kau benar,yeobo,dia adalah putriku,tapi bagaimana jika aku hanya akan menjadi pengganggu dalam hidupnya?”

“ Percaya saja ia pasti akan bahagia bertemu denganmu. Kenapa kau tidak yakin seperti itu? Apalagi aku juga sudah bersedia menerimanya sebagai anakku kan?”

“ Ne,yeobo,aku akan secepatnya menemui anakku.”

***

        “ Yoonhee noona!” Yoonhee menoleh saat disadari ada seseorang yang memanggilnya.Yoonhee tersenyum saat ia mengetahui siapa yang memanggilnya,segera saja ia mengembangkan senyumannya.

“ Ada apa,Minho-ah?”

“ Apa yang kau lakukan saat jam pelajaran begini?”

Yoonhee memasang tampang bersedih. Membuat Minho mengerutkan dahinya bingung melihat kelakuan yeoja yang berada di depannya saat ini.

“ Aku terlambat masuk dan sekarang harus mendekam di perpustakaan,tapi aku bosan dan memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar sini.”

“ Aisshh ternyata kau murid yang tidak patuh juga ya,noona..”

“ Hahahaha begitulah. Lagipula siapa yang tahan berlama-lama di perpustakaan kalau memang tidak ada keperluan? Memang aku diberi tugas oleh Park Seongsaenim,tapi aku rasa aku bisa mengerjakannya nanti. Lalu ada apa kau memanggilku? Tidak mungkin karena hanya kau melihatku berkeliaran di saat jam pelajaran kan?”

“ Aku sudah berbicara dengan appaku.Katanya kau bisa menemuinya minggu depan.”

“ Jinjja? Jeongmal Gomawo,Minho-ah..” Satu gerakan refleks dari Yoonhee.Ia memeluk namja itu dan sukses membuat wajah Minho berubah menjadi semerah tomat.

“ Ahh,mianhae,Minho-ah,aku refleks tadi.” Yoonhee melepaskan pelukannya dan memalingkan wajahnya yang juga memanas.

“ Gwechana,noona.”

“ Lalu kau sendiri? Apa yang kau lakukan saat jam pelajaran begini?”

“ Aku tadi baru saja dari ruang guru dan baru akan kembali ke kelas. Kalau begitu aku kembali dulu ya,noona..” Minho berlari kecil menuju tangga sambil melambai ke arah Yoonhee.

***

        Hanya basa-basi biasa yang membosankan. Membuat Yoonhee merasa menjadi orang paling bahagia di dunia ini. Hanya dengan hal sesederhana itu,Yoonhee bisa merasakan sesuatu yang indah dan berarti. Hanya dengan melihatnya saja,bisa mebuat Yoonhee terus tersenyum sepanang hari seperti saat ini.

“Kau tidak menjadi gila tiba-tiba kan?”Hee jin mencibir sahabatnya yang sedang melamun sambil tersenyum-senyum sendiri.

“ Ahh mungkin. Aku senang sekali..”

“ Apa yang bisa membuatmu seperti orang tidak waras begitu. Minho kah?”

“ Ne,tadi ia memberitahuku kalau appanya mau bertemu denganku minggu depan. Tugasku akan sukses dan tentu saja aku bisa menjadi lebih dekat dengannya.”

“Astaga kau beruntung sekali. Sekali tepuk dua lalat berada dalam tanganmu.”

“ Ne,aku memang beruntung. Semoga saja tugas ini lancar.”

“ Kau tidak perlu khawatir,tugasmu pasti akan mendapatkan nilai sempurna. Kau tau pasti Minho tidak akan membiarkanmu mendapatkan nilai jelek. Apalagi ia juga sudah membantumu untuk bisa bertemu dengan appanya.”

“ Ne,aku tahu itu..”

Sepasang telinga mendengar dengan jelas tiap kata yang terurai dari mulut dua yeoja itu. Tertawa dan saling mengejek,membawa sebuah nama yang membebaninya. Saena tertarik untuk menguping walaupun itu bukan kebiasaan baik hanya karena dua mulut itu membicarakan suatu hal dengan membawa-bawa nama adiknya.

Adik? Huh.. pantaskan ia menyebut Minho adiknya setelah mengetahui kenyataan yang terjadi? Suatu pertanyaan yang menghantuinya setiap saat,membuatnya tanpa sadar membuat garisan batas yang terlihat jelas antara dirinya dan orang yang selama ini ia anggap adik. Hanya dengan sebuah kenyataan pahit,haruskah tali persaudaraan itu putus?

Putus? Bahkan mereka tidak bisa dibilang bersaudara. Karena tidak adanya hubungan darah diantara keduanya. Sesuatu yang masih tidak bisa dipahami oleh Saena. Bahkan ia tidak berani mengatakan betapa pahitnya kenyataan itu pada Minho,sehingga menimbulkan keretakan yang parah dalam hubungan mereka. Entah hubungan seperti apa yang sedang dijalaninya dengan seseorang yang selama ini dianggap ‘adik’.

***

        “ Saya ingin bertemu dengan Direktur Lee Donghae. Apa ia ada di tempat?” Yoonmi bertanya pada resepsionis sebuah kantor mewah. Interior dalam kantor itu membuat Yoonmi berdecak kagum dan tidak cukup hanya dengan mengatakan ‘luar biasa’ untuk mengungkapkan itu semua.

“ Apakah anda sudah membuat janji?”

“ Tadi pagi saya dihubungi oleh sekretarisnya untuk bertemu dengan beliau di Landlove café,tapi barusan saya diberitahu untuk menemuinya di kantor karena ternyata ia ada janji makan siang dengan orang lain.”

“ Apakah anda nona Chloe kim?”

“ Ne,saya orangnya.”

“ Baiklah,nona,nama saya Park Jae hwa,saya adalah orang yang menghubungi anda tadi pagi.Mianhae telah membuat anda menunggu,saya akan mengantarkan anda ke ruangan Tuan Direktur.”

Yoonmi berjalan mengikuti yeoja yang ia kira resepsionis itu dan ternyata ia adalah sekretaris tuan Lee. Membuat semburat merah terpancar jelas pada kedua pipi mulus Yoonmi. Membuatnya malu..

Mereka berdua sampai di sebuah pintu yang akan mengarah pada ruangan direktur utama Shining Dream. Setelah mengetuk pintu,terdengar suara seorang namja menyuruh siapapun yang  mengetuk pintunya untuk masuk. Park Jae hwa masuk dan meninggalkan Yoonmi yang hanya tersenyum tipis melihat kepergian sekretaris itu.

“ Silahkan masuk,nona,Tuan Direktur sudah menunggu anda.” Segera setelah Jae hwa meninggalkannya,Yoonmi masih terpaku beberapa saat sebelum mengambil langkah untuk memasuki ruangan itu.

Tertegun beberapa saat sebelum kesadaran kembali masuk dalam pikirannya. Direktur Lee Donghae.. Seseorang yang menarik perhatiannya pada acara Fashion Show kemarin. Membuatnya hanya berdiam terpaku beberapa cm di depan seseorang yang sedang sibuk berkutat dengan file-filenya.

“ Ahh anda sudah datang nona Chloe Kim?” Sebuah suara mengangetkan Yoonmi dan membuatnya salah tingkah.

“ Ne,apakah anda sedang sibuk,tuan? Haruskah saya menunggu?” Menunggu? Yoonmi benci pekerjaan memobosankan dan tidak berguna itu. Entah mengapa malah kata-kata itu yang terucap dari bibirnya saat melihat sepertinya direktur muda itu sedang sibuk dengan pekerjaannya dan bukannya meminta untuk bertemu di lain waktu.

“ Ahh,aniya,aku akan menundanya,kau sudah tahu maksud aku memintamu datang ke sini,nona? Mian sebelumnya karena mengubah jadwal waktu dan tempat mendadak.”

“ Gwechana,tuan,saya yakin anda sangat sibuk. Suatu kehormatan bila saya diperkenankan untuk bertemu dengan anda.Jadi,apakah anda akan membicarakan soal kontak kerja?”

Terlalu cepat dan terburu-buru memang,tapi Yoonmi tidak suka basa-basi yang tidak perlu. Ia dipanggil untu membicarakan kontrak,haruskah ia menghabiskan waktu hanya untuk berbasa-basi tidak perlu?

“ Ne,silahkan duduk.” Donghae melangkah menuju sofa yang tertata anggun di sisi lain ruangan yang berukuran besar itu. Yoonmi melangkah mengikuti Donghae dan duduk dengan anggunnya di hadapan namja itu.

“ Sebelumnya saya mengucapkan selamat atas Fashion Show kemarin. Anda memang desainer yang berbakat.”

“ Ghamsahamnida,tuan Lee.”

“ Jadi apakah sudah banyak perusahaan yang menghubungi anda?”

“ Sejauh ini belum,mungkin mereka perlu waktu untuk berpikir,lagipula Fashion Shownya baru diadakan kemarin. Saya rasa anda yang terlalu cepat.”

“ Tapi saya tidak berpikir begitu,saat ini perusahaan kami sedang membutuhkan desainer baru.”

“ Bukankah Shining Dream memproduksi sekolah desain Drxra?”

“ Ne,memang tapi belakangan ini lulusan terbaik Drxra tidak memberikan hasil yang memuaskan,jadi saya berpikir untuk mengajak kerja sama seorang Desainer luar dan saya rasa anda mempunyai kemampuan untuk menjadi desainer utama di sini.”

“ Desainer utama?” Yoonmi membelalakkan matanya,sebuah tawaran yang sangat menarik memang tapi terlalu cepat untuk ukuran seseorang yang baru melihat sebagian kecil karyanya.

“ Ne,mungkin kalau anda masih ragu dengan tawaranku. Saya bisa mengajak anda berkeliling perusahaan ini untuk melihat bagian desainer.”

“ Tentu saja,tuan lee,saya tidak keberatan kalau itu tidak mengganggu pekerjaan anda.”

“ Aniya,tentu saja tidak akan. Mari ikut..”

***

        “ Jujur saja,noona,aku tidak mengerti kenapa kau mendiamkanku seperti ini. Apa salahku?” Minho memandang yeoja yang berdiri di hadapannya dengan tatapan tanda tanya. Sepulang sekolah Minho langsung menarik tangan Saena dan membawanya ke taman belakang. Membuat senjumlah siswi,terutama para penggemar Minho,berbisik-bisik dengan heboh.

Suatu kejadian langka seorang namja yang terkenal dingin. Apalagi ia tidak pernah terlihat jalan atau berkomunikasi dengan Saena tapi tiba-tiba saja ia menarik tangan yeoja itu dan membawanya pergi. Membuat suatu berita heboh. Saena sudah berusaha melepaskan cengkraman tangan Minho. Tapi semakin ia memberontak,semakin kuat tangan namja itu mencengkeramnya.

“Minho-ah,nan gwechana,aku hanya butuh waktu sendiri. Kau lihat hasil perbuatanmu? Mungkin besok aku akan dicekik oleh para fansmu itu.”

“ Persetan denagn mereka! Nonna berhentilah berpura-pura kuat. Kau tahu setelah kau mengatakan hal itu padaku kemarin malam. Aku berpikir kalau masalahnya sebenarnya terletak padaku.”

“ Minho,Mianhae,sunggu aku tidak bermaksud begitu. Aku memang terbiasa menyimpan masalahku sendiri. Aku minta maaf kalau kemarin aku membentakmu tapi aku rasa sudah cukup ini semua disimpan sendiri. Tidak bisakah kau memberiku privasi?”

“ Noona..” Minho menarik Saena ke dalam pelukannya. Sudah sering Saena mendapat perlakuan yang dewasa dari adiknya tapi kali ini ada suatu rasa menyakitkan setiap kali Minho menyentuhnya. Perasaan bencinya kembali naik,tapi ditahannya semua itu. Ia hanya butuh tempat bersandar dan namja ini dengan sendirinya datang dan menawarkan sandaran dan perlakuan hangat.

Setiap gerak-gerik dua insane itu terekam jelas di memori Yoonhee. Penasaran dengan perlakuan Minho pada Saena,Yoonhe mengikuti mereka berdua dan yang didapatinya hanyalah sebuah pemandangan yang akan menghancurkan harapan. Yoonhee merogoh saku blazernya dan mengeluarkan ponselnya.

Mengambil beberapa gambar Minho dan Saena yang sedang berpelukan. Dan selesai.. Yoonhee berusaha menutupi rasa sakit hatinya dengan senyuman puas karena hasil jepretannya terpampang jelas dan akan membuat Saena berada dalam masalah yang rumit. Tapi itu hanya cadangan karena Yoonhee akan menghadapi yeoja yang ia anggap pengganggu itu sendiri.

Yoonhee mengendap-endap meninggalkan tempat itu. Membawa semua rasa cemburu yang seakan membakarnya. Menyimpannya dalam sebuah seringaian licik yang keluar dari wajah cantiknya.Matanya memancarkan api kecemburuan yang tergambar jelas.

“ Apa kau merasa lebih baik,noona?” Minho melepaskan pelukannya dan memandang Saena lurus pada kedua bola mata yeoja itu.

“ Ne,Gomawo Minho-ah,aku akan berusaha melupakan masalahku dan aku akan kembali menjadi noona yang cantik dan baik untukmu.”

“ Aishhh,yang seperti ini,baru noonaku.”

***

Tommorow Morning..

          Saena sudah tahu apa yang akan menimpanya pagi ini. Tatapan sinis yang keluar dari beberapa yeoja yang seangkatan dengannya,sedangkan para adik kelasnya hanya bisa menunduk takut dan membicarakannya di belakang. Saena sudah siap dengan semua resiko yang akan dihadapinya. Apalagi kemarin Minho menariknya tepat saat bel pulang sekolah.

Waktu untuk menyebarkan hasrat penggumbar gossip yang paling tepat.Apalagi itu bertepatan dengan bel yang baru saja dibunyikan dan kemungkinan besar sebagian besar murid masih berada di lingkungan sekolah untuk tahu apa yang terjadi di sana.

Saena berusaha menulikan telinganya dari sindiran-sindiran tajam yang keluar dari beberapa orang yang dilewatinya. Dengan santai dan menganggap lalu orang-orang itu,Saena melangkah menuju kelasnya. Membuat orang-orang itu kesal karena hanya dianggap angin oleh Saena.

“ Seluruh sekolah membicarakanmu,Saena,sebenarnya mengapa Minho menarik tanganmu kemarin? Apa kalian saling mengenal?” Minra berbisik dengan takut sambil melirik segerobolan yeoja yang mungkin bisa menerkam Saena sebentar lagi.

“ Sebenarnya ada masalah yang aku sembunyikan darimu dan dari semua orang,Minra-ah,aku tidak memberitahukannya karena aku tahu itu akan berakibat fatal untukku. Mianhae..”

“ Mwo?? Aishh..ada apa antara kau dan Minho? Kalian berpacaran atau jangan-jangan sudah menikah?!”

“ Sembarangan sekali kau bicara. Mana mungkin aku berpacaran apalagi menikah dengan bocah? Sebenarnya Minho itu..”

Minra sudah bersiap-siap mendengarkan kata-kata yang keluar dari mulut Saena.Tapi Saena malah tertawa melihat tampang ingin tahu sahabatnya itu.

“ Aishhh Saena,kenapa kau malah tertawa,Huh?”

“ Wajahmu lucu sekali..”

“ Tsk… Bukan waktunya membicarakan wajah, sebenarnya ada apa dengan kau dan Minho?”

“ Dia..dia adalah adikku..”

***

        Sepulang sekolah Saena sudah mendapati Yoonhee berdiri dan menghadang jalannya. Saena memang tidak terlalu suka dengan yeoja ini,walaupun ia tidak centil seperti kebanyakan yeoja,ia mempunyai aura yang menyeramkan dan membuat aena tidak nyaman. Lalu sekarang ia berdiri di hadapan Saena sambil memasang tampang bersiap menyerangnya.

“ Kau.. Pulang sana! Aku ada urusan dengan Saena.” Yoonhee melotot pada Minra dan segera membuat yeoja itu menunduk.

“ Saena,aku pulang duluan ya..” Minra segera berjalan cepat meninggalkan area dengan suasana memanas itu.

“ Ada apa?” Saena dengan nada santai sambil melipat kedua tangannya.

“ Hubunganmu dan Minho sudah sejauh apa?”

“ Loh? Apa hubungannya denganmu?” Saena perlahan mengerti maksud yeoja itu menghadangnya. Ia hanya ingin melabrak Saena karena kejadian kemarin. Perlahan senyum  terkembang di wajah Saena. Membuat Yoonhee semakin emosi melihat tingkah Saena yang seolah meremehkannya.

“ Aku tanya sekali lagi. Ada hubungan apa antara kau dan Minho?”

“ Tidak ada..”

“ Bohong! Tidak mungkin Minho bisa sedekat itu denganmu kalau kalian tidak mempunyai hubungan istimewa.”

“ Aku dan dia hanya berteman.”

“ Teman? Jangan kau pikir aku tidak tahu,aku melihat kalian berpelukan di taman sekolah,kau tahu Saena,kalau saja semua orang tahu apa yang kau lakukan dengannya kemarin,mungkin saat ini wajahmu sudah tidak berbentuk. Aku masih berbaik hati merahasiakannya dari para fans Minho.Jadi jawab pertanyaanku dengan benar.”

Saena merasa mual dengan senyuman licik yang terpampang jelas pada wajah yeoja itu. Membuat Saena ingin melayangkan tinjunya untuk menambah aksesori pada wajah mulus yeoja itu. Tapi Saena menahan kuat-kuat amarahnya. Ia tidak ingin memulai perkelahian duluan.Itu hanya akan merugikannya.

“ Aku memang tidak ada apa-apa dengan Minho.”

“ Kau berani bermain-main denganku?”

Sekelebat mata yeoja itu menyala. Ia sudah berusaha menahan amarahnya sejak tadi. Tapi Saena seolah sedang berusaha memainkan emosinya,membuat Yoonhee tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak menyerang yeoja itu.

Dengan satu gerakan Yoonhee menjambak rambut Saena,kemudian menmpar keras-keras pipi yeoja itu. Saena hanya diam saat Yoonhee mulai mendorong tubuhnya ke dinding dan memukulnya dengan keras. Saena sama sekali tidak berniat membalas semua itu. Yoonhee semakin merasa di atas angin saat memar-memar kebiruan muncul pada lengan dan kaki Saena,serta meninggalkan bekas tamparan pada pipi Saena.

“ Hari ini,segitu saja pelajaran dariku,bodoh,jangan dekati Minho lagi atau kau akan lebih hancur dari ini!” Yoonhee merapikan blazernya dan bersiap meninggalkan Saena kalau saja yeoja itu tiba-tiba bangun dan menarik rambut Yoonhee yang tergerai indah.

“ Sudah tindakan penganiayaanmu? Sekarang giliranku..” Saena melakukan apa yang sudah Yoonhee lakukan padanya. Mereka berdua terlibat perkelahian seru dan tidak ada yang mengetahui pertarungan sengit itu karena jam pulang sekolah sudah lewat beberapa saat lalu.

Pertarungan sepertinya akan imbang,jika saja Saena tidak mengeluarkan kekuatan tersembunyinya. Ia sudah mulai bisa mengontrol serangan Yoonhee,membuat Yoonhee meringis menahan sakit karena kekuatannya seakan menghilang dan Saena yang akan menjadi pemegang kendali pertarungan ini.

Saena melepaskan tubuh Yoonhee,membuat tubuh yeoja itu tergeletak ke tanah. Darah mengalir dari sudut bibir yeoja itu. Luka yang dideritanya bahkan mungkin lebih parah dari yang ia torehkan pada tubuh Saena.

“ Lain kali,yeoja lemah dan manja,kalau kau mau menyerangku,sebaiknya kau belajar bela diri,karena aku bukan rumput yang seenaknya bisa kau injak-injak.” Saena mengambil tasnya dan melangkah meninggalkan Yoonhee yang masih berusaha mengatur nafasnya yang seakan nyaris putus.

***

        Yoonhee pulang ke rumah dengan keadaan sangat berantakan. Bahkan pertanyaan dari Tuan Kang,supir pribadi keluarga Kim,tidak digubrisnya. Ia masuk ke dalam rumah dengan keadaan mengenaskan. Darah masih sesekali menetes dari sudut dahinya yang terbentuk tembok cukup keras tadi.

“ YOONHEE,KAU KENAPA?” Teriakan sang omma sukses membuat Yoonmi melemparkan berkas yang sedang dibacanya dan menuruni tangga secepat mungkin.

“ Aku..aku..” Yoonhee hanya bisa menangis di pelukan ommanya. Yoonmi sangat syok melihat keadaan anaknya yang seperti itu. Ia berlari dan memeluk Yoonhee.

“ Ada apa Yoonhee? Katakan pada eonni,ada apa? Siapa yang membuatmu terluka seperti ini?”

***

To Be Continued

10 thoughts on “Whether I Hate You Or Not (Chapter 3)

  1. Ini yoonhee uda cari urusan dulu ma org malah nangis2 akhirnya.
    Dasar anak mami manja Bgt!
    klo ku Jd saena mungkin ni yeoja uda bakalan ga da sisa. Sprtnya aku mesti baca dr part1

    • hahhaha emang diawal2 si Yoonhee aku nistakan chingu*plak
      salahkan saya sebagai authornya~~
      link dari prolog sampe chap 1 udah aku kasih di atas ya chingu
      gomawo udah comment :D

    • sip~
      pasti aku lanjut kok
      tenang aja :D
      ohh kalo whether itu ada sequelnya chingu
      soalnya aku emang ga bisa bikin konflik yang sederhana*plak *banyak alesan
      jadi mungkin endingnya whether bakalan semi sad (?)
      dan agak ngegantung
      tapi tenang aja chingu,aku juga ga suka sad ending kok
      jadi nanti sequelnya Whether bakalan Happy ending ^^V
      gomawo udah comment :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s