[Freelance Oneshot] Delayed Love

Title : Delayed Love

Length : Oneshot

Rating : PG-13

Author : Park Min Rin (Facebook)

Genre : Romance, Action

Main Cast(s)

Choi Minho – SHINee
Lee Jin Ki – SHINee
Krystal Jung – f(x)

—–

Hari ini, Lee jinki akan berangkat ke LOS ANGELES untuk urusan bisnisnya. Dan dua hari setelahnya, ia akan pulang untuk melangsungkan pernikahannya denganku. Aku sangat menunggu hari itu tiba.

07.00

Aku segera bergegas berdandan rapi dengan dress merah pemberian lee jinki di ulang tahunku yang ke 24 tahun lalu. Aku segera bergegas menuju bandara.

07.35

Aku turun dari mobilku, melihat kesekitar dan terlihat lee jinki yang duduk di sebuah cafe melambaikan tangannya kepadaku. Baru beberapa langkah aku melangkah, hak sepatuku patah. Entah bertanda apa, seakan aku terasa di cegah untuk mendekat kepadanya. Terlihat lee jinki dengan tawa khasnya menertawaiku.

“ada apa dengan sepatumu ?” tanyanya  penuh ejek

“apa yang kau tertawai ?” eluhku sambil menjambak rambutnya perlahan.

“eitss, kau tidak tahu ? berapa lama aku  menata rambutku ini ?” sambil membenarkan rambutnya lagi

“aku bisa menatakannya lagi untukmu ?” usulku

“kau terlihat sangat cantik, istriku …” katanya dengan menatapku dalam seakan ia akan pergi dalam waktu yang cukup lama.

“siapa bilang aku istrimu ??” tanyaku sambil sibuk menata rambutnya.

Ia hanya tersenyum kecil.

“yeobo, it done !” sambil memberikan kecupan di pipinya.

“ah ? kau mengejutkanku ?!” sambil mengelus pipinya.

“sudah hampir jam 8. Kau tidak bersiap di pintu keberangkatan ?” tanyaku setelah melihat jam tanganku.

“krystal, entah kenapa. Aku ingin berlama-lama denganmu hari ini ?” ia mengatakannya dengan serius.

“kenapa ? bukankah 2 hari lagi kita akan bersama selamanya ?” aku berusaha menenangkannya.

“ah ya, aku punya sesuatu untukmu !” kata lee jinki sambil mengeluarkan sebuah foto.

Aku segera mengambilnya dari tangannya.

“foto siapa ini ??” tanyaku sambil berusaha mengenalinya

“namanya Minho, ketika kau ada kesulitan. Hubungilah dia.” Jelasnya dengan muka serius.

“tidak mau … ketika aku kesulitan tentu saja aku akan menghubungimu !” dengan nada manja dan mengembalikan foto itu.

07.50

“PINTU PEMBERANGKATAN MENUJU LOS ANGELES AKAN SEGERA DIBUKA DALAM 5 MENIT LAGI. PARA PENUMPANG PESAWAT B 345 HARAP MENEMPATKAN DIRI.”

“kau sudah dipanggil.. ayo segera berangkat ! supaya kau juga segera pulang.” Sambil menarik kopernya dan menggandengnya.

“sudah, berikan kopernya.”

“tidak, ini adalah pelayanan terakhirku sebagai pacarmu. Karena setelah itu aku akan menjadi istrimu.”

Sesampaiku dan lee jinki di pintu keberangkatan.

“oppa, jaga dirimu baik-baik ya ?” pesanku sambil membenarkan kerah kemejanya yang mulai kusut.

Dia mencium keningku dengan penuh perasaan. Seakan ia tak akan melepasku pergi menjauh darinya. Aku segera memeluknya dengan hangat.

“aku akan baik-baik saja. aku janji, promise ..”

 

07.58

Ia berjalan menuju arah pesawat. Dan perlahan naik ke tangga, jejaknya mulai tak terlihat. Aku segera berbalik badan dan menuju mobilku. Aku mencari dimana kunci mobilku, didalam tasku.

“DUAAARRR” suara terdengar kencang menusuk telingaku. Seperti suara ledakan mesin.

Pikiranku tertuju pada lee jinki, aku tak mau membayangkan hal-hal buruk tentangnya. Aku segera berlari keterminal keberangkatanya tadi. Aku tak mau mempercayai pemandangan yang kulihat ini, pesawat yang ditumpanginya meledak. Aku terpaku dalam langkahku. Aku segera berlari.

“Lee jinki !!!” teriakku disela ku berlari. Aku berusaha menerobos sekerumunan orang yang mencoba menghalangiku mendekat kebangkai pesawat itu.

“maaf, anda dilarang melintas disini noona..” kata seorang polisi yang berjaga.

“punya hak apa kau melarangku ? suamiku ada disana. Tolong, biarkan aku masuk” bentakku padanya.

Tapi mereka tetap melarangku masuk. Dari kejauhan ku lihat beberapa dari mereka membawa seorang mayat di sebelah koper yang terlihat mirip koper lee jinki. aku terus memfokuskannya, terlihat foto yang ditunjukan lee jinki tadi kepadaku berada di samping koper itu. Ahhh.. aku pasti salah, pasti itu foto yang lain, ya benar itu foto yang lain. Pasti lee jinki sekarang sedang menungguku di sebuah tempat.

Aku tak kuasa lagi, menghayal cerita yang berlawanan dengan kenyataan ini. Lee jinki… lee jinki… lee jinki… teriakku dalam hatiku. Aku berharap ia mendengarnya dan datang untuk memelukku lagi.

Aku membalik badanku dari sekerumunan orang yang menjerit dan menangis. Aku  berjalan dengan lemah, diperparah dengan hak sepatuku yang lepas sebelah. Aku terus menitikkan air mataku. Aku bahkan tak bisa meraih kuncinya yang tepat ada dihadapanku.

Dengan tatapan kosong, aku menginjak gas mobilku. aku berharap aku menabrak sesuatu yang keras dan mati. supaya aku bisa bertemu lee jinki dan menanyakan apa yang terjadi.

 

RUMAH SAKIT

19.00

Perlahan, aku membuka mataku. Sangat terasa kepalaku pening sekali, pandanganku kabur. Aku tak bisa melihat jelas seseorang yang  duduk di sebelahku. Setelah beberapa saat, akhirnya aku dapat melihatnya dengan jelas. Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana ya ?

“kau siapa ?” tanyaku

“choi minho, lee jinki sudah memberitahumu ?” tanyanya dengan saksama.

“ah, lee jinki ? tentu saja. Dia berangkat ke Los Angeles pagi ini.” Aku berusaha meyakinkan diriku, kalau kejadian tadi hanya mimpi.

 

BERITA DI TV POV

“kecelakaan pada pesawat B345 pagi ini, adalah suatu kecelakaan murni di akibatkan kebocoran karbon.” Minho segera mematikan Tv tadi dan menatapku sedih.

“Katakan padaku, siapa yang membunuh lee jinki !!” bentakku padanya dengan mata berapi-api.

“dia.. bukanya kau dengar sendiri itu kecelakaan murni.” Sahut minho ragu.

“itu bom molotop berdaya ledak radius 12 meter. Dan kau bilang itu murni ?” sahutku engan senyuman sadis. Sedikit banyak aku pasti tahu tentang bom-bom, aku adalah alumnus jurusan mesin dari SHINWAA UNIVERSITY.

 

MINHO POV

Sejenak aku berfikir, aku mengingat kata-kata lee jinki yang pernah ia katakan kepadaku.

“Apapun yang terjadi, jangan biarkan Krystal terlibat ! Dia bukan perempuan yang hanya diam saja, dia akan mencari tahu. Apa bila terjadi sesuatu padaku, tolong lindungi dia …” sahut lee jinki.

“apa yang kau katakan ? diakan pacarmu ? jadi kau yang harus menjaganya ! lagipula tidak akan terjadi apa-apa padamu ! ini hanya misi biasa, kita hanya butuh mengikuti mereka dan menggrebeknya. Selesai ! ” ocehku padanya.

 

FLASH NOW

“kau harus istirahat ! kau menabrak tembok terlalu keras. Kepalamu juga terbentur …” belum selesai aku berbicara ia sudah menyela.

“kalau kau tidak mau, aku akan mencari tahunya sendiri.” Ia melepas infuse ditangannya dan beranjak turun dari ranjangnya.

“hey !! apa yang kau lakukan ? naik kembali ke ranjangmu ! kalau tidak …”

“kalau tidak ? apa yang akan kau lakukan ?” tanyanya menantangku.

“kalau tidak, aku akan menggendongmu !” jawaban apa ini? Konyol sekali.

Ia terus berjalan keluar ruangan ini, ia terlihat lemah. Ia berjalan sambil memegang kepalanya yang diperban karena terbentur  stir mobilnya. Sementara aku, hanya bisa berjalan di belakangnya.

“krystal ! berhenti !” suruhku tapi ia tak memperdulikannya.

“berhenti !! apa kau tidak mendengarku ?” teriakku.

Aku segera berlari mengejarnya, dan menggendonnya. Ia terus berontak dari dekapanku. Ia terus memukuliku. Rasanya sakit sekali, tapi aku tak mungkin merasa kesakitan di hadapan perempuan. Dimana harga diriku nanti ? aku menahannya dan berpura-pura tidak merasakan apapun. Aku menuju ke ruangannya. dan mengunci pintu ruangan itu, tak lupa aku juga menyembunyikan kuncinya.

“apa yang kau lakukan ? berikan kunci itu ..” bentaknya

“hentikan ! aku lelah mendengar ocehanmu ! saat ini kau sedang dalam emosi, kau tidak bisa berfikir dengan jernih. Jadi biarkan aku membantumu !” bentakku yang membuatnya tenang dengan beberapa tetesan air mata.

“ah.. maaf ! apa aku terlalu keras padamu ? ya, aku memang bodoh ! aku tidak tau bagaimana memperlakukan perempuan. Jadi maafkan aku ya.”

“kau tidak salah,  aku yang salah. Kenapa aku tak mencegahnya naik pesawat itu.” Tangisnya semakin menjadi-jadi.

“sudahlah , semua telah terjadi. Tak ada gunanya kau menyesalinya.” Aku memeluknya yang terduduk diatas ranjangnya, bajuku semakin penuh dengan air matanya. Baru saat ini, ada wanita yang berani menyandarkan bebannya di bahuku.

 

09.00

Aku terbangun dalam ruangan ini, aku melihat sekeliling. Semua perabotan sudah tertata rapi. Aku bahkan tak depat melihat keberadaan Krystal. Apa dia dikamar mandi ? aku mengetuk pintu kamar mandi dan membukanya. Dia tidak ada disini, akan berbahaya jika ia ada didalam sementara aku membukanya. Tapi, jangan-jangan dia kabur lagi ? aku segera berlari ke resepsionis dan menanyakannya.

“apa kau melihat pasien Jung Krystal yang ada dikamar 54B ?”

“dia sudah keluar 1 jam yang lalu.”

“apa , dia meninggalkan pesan ??”

“ini dia pesannya..” ia memberikanku sehelai kertas.

Aku membacanya “Jika kau berubah pikiran, ingin memberi tahu sesuatu hubungi aku 085741210396.”

Sekali lagi aku teringat “dia tidak akan diam saja, dia akan terus mencari tahu.”

Akhirnya aku memutuskan bertemu dengannya di café sebelah menara shiyro. Ia sudah terlihat dari dalam café ini. Aku melambaikan tangan ke arahnya.

 

KRYSTAL POV

Kenapa ia selalu mengingatkanku pada lee jinki ? apa yang salah dari dirinya ? dengan sisa kesedihanku kemarin aku berjalan menghampirinya. Aku harus kuat, karena aku sudah berjanji aku akan baik-baik saja. aku bukan type orang yang suka mengingkari janji. Kini, bukan waktunya bersedih. Tapi waktunya mencari kebenaran. Aku segera duduk dihadapannya.

“kau mau pesan apa ?”tanyanya mencoba ramah.

“aku kemari bukan untuk makan !” jawabku dengan nada datar

“baiklah, apa yang ingin kau ketahui ?”

“apa hubunganmu dengan lee jinki ?”

“kami partner”

“apa sesungguhnya pekerjaan kalian ?” tanyaku menelisik

“kami polisi intel federal korea selatan yang ditugaskan menyelidiki perdagangan wanita.”

“urusan apa yang membawa lee jinki ke Los Angeles ?”

“aku tak bisa menjawabnya..” jawabnya membuang pandangannya dariku.

“baiklah, aku akan mencari tahu sendiri.” Aku bergegas berdiri dan mengambil tasku.

“Okey okey okey, duduklah kembali ! kau ini keras kepala sekali !!”

“Sebenarnya pesawat yang ditumpangi Lee jinki adalah pesawat yang sama yang digunakan sebagai transaksi perdagangan wanita itu.” Jelasnya

“Jadi maksutmu dengan kata lain, bom itu sengaja ditujukan untuknya ?”

“iya, rencana operasi kami gagal. Kurasa mnurut pendapatku ada pihak dari dalam yang membocorkanya.”

“kau tahu siapa dalangnya ?”

“hanya lee jinki yang tahu..”

“itu berarti aku tak bisa mengetahuinya ?”

“hmmm… ada satu cara, ruang kerja lee jinki. dia pasti menyimpan segalanya disana.”

“baiklah, aku akan kesana. Apa perusahaan tempat lee jinki bekerja itu juga kedok ?”

Aku mengangguk. “krystal, aku turut berduka atas lee jinki. sebaiknya kau lupakan masalah ini. Biar kami yang menanganinya.”

“lupakan ?? semudah itu kau mengatakannya ?”

“kau tahu ? yang membuatku tidak begitu merasa sedih ? guru kami pernah berkata ‘kematian pasti akan mendatangi kita. Tergantung seberapa cepat kita dikirim di surga’ dan lee jinki selalu merespon ‘surga adalah tempat seseorang yang rela berkorban seperti kita’ ia selalu mengatakanya dengan senyuman. Ia juga berpesan kepadaku supaya kau tidak terlibat dan supaya aku menjagamu.”

“aku akan menyelesaikan tugas lee jinki yang belum selesai itu.” Sahutku sambil meneteskan air mata.

 

19.00

Aku dan minho mendatangi ruangan kerja lee jinki, kami berusaha membuka laptop lee jinki tapi dilindungi oleh password angka. Sedangkan kami tak tahu apa password itu.

“kita bahkan tak tahu ada berapa digit nomor password ini.” Eluh minho

Aku sudah mencoba mengisinya dengan tanggal lahirnya,tanggal jadian kami,dan tanggal rencana pernikahan kami. Tapi semua tidak ada yang cocok.

“atau mungkin password ini berupa angka nama ?” usul minho

“Lee jinki berarti 125510914119 Namanya atau Krystal 1118251920112 namaku ?”

Kami sudah mecoba semuanya tapi tidak kunjung terbuka.

“coba saja dengan angka namaku ?” usulku PD, ia menatapku curiga.

“salah juga…”

“bagaimana dengan 1391419201112”

Ternyata berhasil, aku tak menyangka ini akan berhasil padahal aku hanya mengarang saja “ minho krystal” tak kusangka ia menganggapku seorang yang penting.Kami langsung membuka folder rencana operasi LOS ANGELES. Disini tercatat nama-nama orang yang mengetahui tentang rencana ini.

“Lee taemin,Kim Kibum,Lee jinki,Lee Lee jinki,Choi Minho. Pasti salah satu diantara mereka terlibat. Dimana aku bisa menemui mereka secara resmi ?” tanyanya sigap

“sekitar 3 hari lagi, akan diadakan pesta agen federal. Kami bisa hadir hanya dengan istri. Selain istri tidak akan di izinkan. Karena butuh ikatan yang kuat untuk menjaga rahasia agen federal.” Jelasku dengan jelas.

“jadilah suamiku !” ia mengatakanya secara tegas, tak terlihat sedikit keraguanpun dalam dirinya.

“apa kau gila ? kau menjadikanku suami hanya karena ingin menemui mereka?” tanyaku heran.

“jadilah suamiku..” dengan nada memohon.

“aishh, kau ini kenapa ? apa kau tidak malu melamarku ? ku beri waktu 3 detik untuk menarik ucapanmu tadi ..”  sahutku

“1…2…3…”

“kau benar-benar tak ingin menarik kembali ucapanmu ?”

“kita menikah besok, undang keluargamu saja. aku yakin mereka tak akan kecewa mempunyai menantu sepertiku. Dan kau bisa menceraikanku kapan saja kau mau , setelah misi ini selesai. Ku mohon kepadamu …” ia mengatakannya tanpa terlihat keraguan di setiap kata yang ia ucapkan.

 

08.00

PESTA PERNIKAHAN CHOI MINHO DAN IM KRYSTAL

KRYSTAL POV

Ibu minho mendatangiku , dengan wajah berbinar ia menyapaku.

“krystal ? kau seperti  bidadari. Awalnya ibu pesimis akan memiliki menantu. Kau tahu kenapa ? selama hidupnya minho tak pernah berpacaran. Kau dan minho memang sangat beruntung ya ! kalian sangat serasi. Maukah kau mau berjanji padaku untuk menjadi istrinya selamanya ?” sahutnya

“ne.. aku akan menjadi istri yang baik untuk minho.” Ucapku dengan senyuman lebar tapi penuh keraguan.

 

Kini aku dan minho tinggal satu rumah dirumah pemberian ayahku di tengah SEOUL. Aku merasa kasihan dengannya. Di sini hanya tersedia satu spring bed. Aku tidur di kasur sedangkan ia tidur disofa. Walaupun tidur sekamar tapi kami tidur di tempat berbeda. Jadi tak akan pernah terjadi apa-apa.

Entah apa yang terjadi padaku pagi ini, perutku terasa mual dan kepalaku terasa sangat pusing. Aku bolak-balik kekamar mandi untuk mengatasi mualku ini. Minho yang melihatku khawatir denganku.

“kau tidak apa-apakan ?” tanyanya cemas.

“kau salah makan ?”tanyanya lagi.

“apa perlu kita kedokter ?” tanyanya terus berlanjut.

“segera bersiap ! aku akan siapkan mobil. Lalu kita pergi ke dokter.”

“minho, kau bisa membantuku ? tolong belikan …” suruhku

 

30 menit kemudian.

Minho menungguku keluar dari kamar mandi, terlihat ia sangat penasaran dengan hasil tes kehamilan yang akan kubawa.

“aa, bagaimana ? kau tidak hamilkan ??” tanyanya penasaran.

“lihat saja sendiri !” aku memberikan hasil tes positif itu kepada minho.

“aduh.. bagaimana bisa ? hei , ini bukan aku ya penyebabnya !!” sahut minho cemas

“tentu saja bukan kau, tapi bagaimanapun kau akan bertanggung jawab bukan ? bukankah kau suamiku?” nadaku bercanda

“kenapa masalahnya menjadi serumit ini ?”  eluh minho

“tenang, aku akan mengatasinya sendiri. Lebih baik sekarang kita bahas pesta besok.”

Esoknya…

19.00

Aku memakai dress merah itu lagi. Baju yang ku kenakan saat kejadian waktu itu. Aku akan menunjukan seberapa sakitnya kehilangan itu kepada mereka. Aku perlahan memasuki ruangan melewati karpet merah bersama minho yang menggandengku.

“wah… selamat ya pegantin baru.” Ucap seseorang bernama Kim Kibum.

“ne.. kita akan berbahagia selamanya.” Ucapku

Aku dan minho berjalan menuju tempat yang lumayan sepi, untuk merencanakan kembali yang akan kita lakukan.

“kau yakin akan melakukan ini ?”  tanya minho khawatir

“tentu. Pancing mereka ke ruangan di pojok itu. Pastikan tidak ada orang lain disana.” Perintahku.

“ku mohon jaga dirimu dan kandunganmu itu ..” sahut minho peduli

“kau mengatakanya karena kau menyukaiku atau karena amanat lee jinki padamu ?” tanyaku menelisik

“apa yang kau katakan itu ?” bantah minho sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Aku duduk manis menunggu orang-orang itu di ruang minum. Aku dan minho sudah mengaturnya disini. tak lama kemudian, minho dan tiga orang itu masuk keruangan ini. Aku membungkukan badanku untuk memberi salam kepada mereka.

“apa kalian ingin minum ?” tanyaku dengan nada bicara elegan.

“ah, tentu saja.” jawab mereka serempak.

“sayang, kau tak berniat mengenalkanku kepada mereka ?” sahutku melirik kearah minho.

 

MINHO POV

Apa yang dia katakan tadi ? sayang ? apa aku tidak salah mendengarnya ? hmmm… wanita ini benar-benar.

“ah ? ya ? yang berjas merah ini Kim Lee jinki, yang berdasi kupu-kupu Lee taemin, dan yang terakhir Kim Kibum.” Jelasku

 

KRYSTAL POV

Aku seperti pernah melihat lelaki itu, pandanganku terus menelisiknya. Aku berdiri tepat di hadapannya untuk menuangkan minuman. Dan aku bisa melihat dengan jelas wajah itu, aku melihatnya di bandara. Saat hak sepatuku terlepas, aku tak sengaja melihatnya. Ia, benar dia aku yakin. Tapi, apa yang ia lakukan di bandara.

“tuan Kim Kibum ? aku sepertinya pernah bertemu denganmu ? tapi , dimana ya ?” tanyaku

“mungkin orang yang kau lihat itu bukan aku. aku baru kali ini bertemu denganmu.” Jawabnya dengan nada dingin.

“ah.. ya, aku ingat. Aku melihatmu di bandara saat ada ledakan pada pesawat B345 ?” tanyaku curiga

“kau ada disana ? see—seedang apa kau disana ?” tanyanya kembali mulai gugup.

“aku mengantar temanku, dan  apa yang kau lakukan disana tuan kim kibum ?” aku berusaha menahan amarahku.

“aku ? entahlah, aku sudah melupakannya. Apa temanmu ada didalam pesawat itu ?” ia terlihat cemas, ia terus meminum minumannya.

“ne…” mataku mulai berapi-api

“aku turut berduka untuk mendengarnya.” Ia merendahkan kepalanya.

“tidakkah kau merasa berdosa ? tidakkah kau mempercayai hukum timbal balik yang akan menimpamu di kemudian hari ?” aku tetap dengan nada rendahku.

“mmm—mwo ?” ia mulai berkucuran keringat dingin.

“walaupun aku belum tahu pasti orang itu adalah kau. Tapi aku sangat yakin kaulah orangnya. Kau ! telah membunuh semua orang itu ? apa dosa mereka tuan kim ?” air mataku mulai menetes.

“apa yang kau katakan ? aku sama sekali tidak mengerti.” Nadanya meninggi

“Misi rahasia yng diketuai oleh alm. Lee Jinki. Hanya lima orang yang terlibat lee jinki,suamiku,dan kalian bertiga. Ada salah seorang dari kalian yang memberikan informasi kepada Bandar wanita itu. Transaksi seharusnya dilakukan dipesawat, yang mengangkut para wanita itu pesawat B345. Tidak mungkin mereka membunuh barang(wanita) yang akan menghasilkan uang bagi mereka bukan ? dan sasaranya adalah Lee jinki. Terbunuhnya lee jinki, berarti gagalnya misi penyerbuan penjualan wanita itu ?” jelasku dengan mata berkaca-kaca

“ya, kau benar ! aku memang bersalah, tapi bukan hanya aku saja. mereka berdua juga bersalah ! Lee taemin dan Lee lee jinki. kami diberi 900 milyar dollar untuk melakukannya. Jadi jangan salahkan aku saja !” teriak Kim Kibum.

“jadi hanya seharga itu saja ? kalian sendiri yang bertanggung jawab dalam misi ini. Tapi kalian mengkhianatinya ? membiarkan teman kalian meninggal seperti itu ? dan kini kalian masih bisa menghadiri pesta ? dimana hati kalian ?” aku mulai tak bisa mengendalikan diriku.

“Krystal ~~~” panggil minho berniat menenangkanku.

“Berikan aku identitas Bandar penjual wanita itu !! apa dia pikir wanita adalah baju yang bisa mereka coba dan beli ?” bentakku

 

22.00

Aku keluar dari gedung ini, aku berusaha berjalan dengan tegak. Tapi aku tak kuasa menahan emosiku ini. Sedih , marah, dan tak percaya ada orang yang bisa melakukan semua hal jahat itu. Nafasku terengah-engah , aku tak bisa menjaga keseimbanganku.

 

MINHO POV

Aku berjalan tepat di belakang Krystal, dari belakang saja aku bisa tahu seberapa marah dan sedihnya dia. Aku tidak tahu, kalau di dunia ini ada orang sekuat dan seberani dia. Dia itu seperti drum didalam instrument musik. Ia tak bisa membentuk sebuah nada seperti dirinya yang tidak terlihat special terlihat sebagai perempuan rapuh dan biasa saja, tapi dibalik itu drum mengambil bagian penting dari sebuah lagu. Ia memberikan ketukan , dinamika… ia yang menentukan kapan ia harus menangis dan kapan ia harus bertahan. Itulah Krystal…

Ia terjatuh dalam pelukanku, terlihat matanya membesar tak sanggup lagi membendung air matanya yang mungkin sudah mampu memenuhi sungai nil.

“kau baik-baik saja ?” tanyaku cemas.

“tentu saja, aku akan selalu baik-baik saja.” ucapnya kembali bangkit dari pelukanku.

Aku mulai cemas denganya, aku memutuskan untuk menggendongnya. Aneh, kali ini ia sama sekali tak berontak dariku.

“kau ? kau kelelahan ya ? jadi tidak mampu untuk berontak dariku ?” candaku mencoba mencairkan suasana.

“gomawo.” Ucapnya singkat.

“untuk apa ? bukankah kau yang melakukan semuanya ?”

Ia hanya diam tak menjawab. Mungkin ia terlelap diatas pungungku ?

“hei ! krystal. Kau harus mencuci bajuku ya ! kau pasti sudah membanjirinya dengan air mata dan ingusmu itu ya ?” candaku lagi.

Tapi satu jawabanpun darinya.

“kau tahu ? seharusnya aku sudah mati sekarang. Seharusnya aku dan onew yang naik pesawat itu. Tapi.. kau tahu sendirikan ? aku tak bisa bangun pagi ? aku selalu mengandalkan jam wakerku. Tapi, onew mematikannya saat aku tidur. Dan inilah jadinya, aku hidup dan onew mati. Awalnya aku merasa bersalah, Tapi aku bersyukur karena tetap hidup. Kalau aku mati, siapa yang akan menjagamu ?” aku mengatakanya di selingi dengan tawaku.

“gomawo …” katanya sekali lagi.

Sesampainya aku dan Krystal dirumah, aku meletakkan Krystal yang terlelap di atas tempat tidurnya. Memandanginya saja membuatku sedih. Dia sudah tidak mirip manusia lagi. Dia lebih mirip bidadari yang tersesat dan kehilangan sayapnya. Aku mengambil tisu basah dan membersihkan mukanya dari sisa make upnya dan air matanya. Tak lupa aku melepas sepatunya. Setelah semua beres, aku mengambil selimutku dan menuju sofa untuk tidur. Ada sesuatu yang membuatku tak bisa menutup mataku. Perutnya, aku tertarik sekali dengannya. Perlahan aku membuka selimutku dan mendekat keperutnya.

Aku memandanginya dengan saksama. Di dalam sana ada kehidupan baru, seseru apa ya ? aku berusaha mendekatkan telingaku keperutnya.

“hallo.. kau mendengarku ?” tanyaku lirih

“baiklah, mungkin kau menjawab. Tapi aku tak mendengarnya. Aku ingin bercerita denganmu. Dengarkan aku ya.. hari ini ummamu ini telah berhasil melakukanya dengan baik. Jadi kalau kau mendengarnya marah-marah itu bukan karena dia galak tapi memang ia sedang marah. Memang terkadang sikapnya yang keras kepala itu ingin mencekikku saja. rencana-rencananya sangat tak terduga. Entah yang akan ia lakukan besok. Aku berharap ia tak berencana menjadi wonderwomen. Jadi kau harus kuat ya ! tetaplah didalam sana, sampai waktunya kau keluar ! dan berteriak kepadaku appa..appa.. . bagaimanapun aku ini appamu ! jadi kau jangan kurang ajar ya kepadaku ! ya sudah, cukup untuk kali ini. Besok malam akan ku ceritakan lagi tentang appamu.” Aku menceritakannya sambil senyum-senyum sendiri, dengan perlahan aku mengelus perutnya.

Esoknya

Lagi-lagi aku bangun jam 9 pagi. Aku melihat kasur krystal yang sudah rapi. Wangi masakan ini menuntunku menuju dapur. Aku mengucek mataku untuk meyakinkan aku sudah ada di dunia nyata.

“Krystal ? kenapa kau memasak ? bukanya kemarin-kemarin kau hanya membeli makanan instan ?” tanyaku setengah sadar

“mana mungkin aku akan terus meracunimu dengan makanan-makanan itu terus menerus ? lebih baik kau mandi dulu, bajunya sudah kusiapkan dikamar.” Jawabnya ramah

“apa? Tidak salah kau menyiapkan bajuku ? masihkah aku bermimpi ?”

 

09.30

Aku sarapan bersama krystal. Benar- benar seperti pasangan suami istri lainnya, ia menuangkan nasi untukku dan memberiku ikan yang sudah ia pisahkan dari durinya.

“kkkaa-u melakukan ini karena kau menyukaiku atau janjimu pada ibuku ?” tanyaku mencoba serius.

“apa yang kau tanyakan itu ? tte—tentu saja , aku bukan orang yg hanya membual janji !”

“yayaya, aku tahu. Bagaimana rencanamu hari ini ?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“aku akan mendatangi bandar itu.” Jawabnya santai

“apa kau sudah gila ? banyak bodyguard disana ! kau tak akan bisa !”

“aku akan berpura-pura menjadi mitra bisnisnya.” Sambil melahap nasinya.

“apa yang harus aku lakukan ?”

“cukup panggil polisi ,setelah aku dapat buktinya.”

“krystal, kau tahu ini sangat berbahaya ??” tanyanya cemas.

12.00

 

KRYSTAL POV

Aku tiba di markas bandar itu. Karena mengaku ingin menanamkan modalku disini, mereka langsung mempersilahkanku masuk kedalam ruanganya. Memang jelas terlihat ia adalah orang jahat. Aku memberi salam kepadanya.

“Jung Krystal imnida.”

“ne.. geord kim” jawabnya, aku mulai menghidupkan tape recorderku

“langsung saja ke topic pembicaraan, aku mempunyai 20 milyar dollar. Aku ingin menginfestasikannya disini. sepertinya sangat menguntungkan sekali ya ?” tanyaku

“tentu saja”

“kau yakin bisnis ini aman ?”

“ya, bisa dikatakan begitu. Kami telah menggagalkan misi polisi untuk melakukan operasi dalam bisnis ini” jelasnya bangga.

“benarkah ? oh aku tahu, pasti ledakan pesawat itu ya ?”

“benar, kau tahu dari siapa ? jangan-jangan kau juga agen federal ya ?”

“tentu saja tidak. Wanita sepertiku bisa apa ? hanya menduga saja.”

“kalau begitu, aku akan mentransfer uangnya jam 3 siang nanti.” Kataku sambil berdiri untuk pamit.

 

GEORD POV

Saat wanita itu membalik badan terlihat lampu recorder yang menyala di dalam tasnya. Aku yakin ini jebakan.

“noona Krystal ?” panggilku

“ya ?”

“kau adalah mata-mata ? jawablah dengan jawaban iya ! karena, tidak ada jawaban selain iya !” seruku padanya

 

Krystal POV

Aku yakin,ini pasti terjadi. Aku harus mengeluarkan jurus taekwondoku yang sudah lama ku tinggalkan 4 tahun yang lalu. Aku meletakkan tasku dan mengambil kuda-kuda untuk melawannya.

 

Minho POV

Kenapa krystal lama sekali tidak keluar-keluar ya ? apakah terjadi sesuatu ? aku segera masuk bersama polisi-polisi yang lain menyerbu markas bandar itu.

Aku tiba duluan di ruangan markas bandar itu. Tak kusangka aku akan melihat pemandangan ini, mereka bertarung. Lelaki seperti apa dia yang bisa melawan seorang wanita hamil ?? mataku tercengang ketika melihatnya menendang perut krystal. Aku reflek, aku mengeluarkan pistolku dan menembaknya dari jauh. Tepat sasaran, aku menembaknya. Aku segera berlari kearah krystal.

“krystal ? kau tak apakan?” tanyaku cemas sambil melihat kakinya

“apa ada darah yang keluar ?” aku terus memastikanya dengan perlahan menarik roknya ke atas.

“hei !! apa yang kau lakukan !” ia memukul kepalaku.

“kau ini !! aku hanya memastikan kau baik-baik saja ! ayo kita kerumah sakit !” aku sangat khawatir.

6 bulan kemudian…

 

08.00

Krystal POV

“minho… kau sudah minu vitaminmu ?” teriakku dari dapur.

“hooahhh … ini masih malam krystal..” sahut minho dengan rambut acak-acakkan keluar dari kamarnya

“kau ini !! bukankah sudah dari 1 jam yang lalu aku membangunkanmu ? kenapa kau tidak kunjung bangun ?” bentakku kepadanya

“nanti sajaah…” celetuk minho

Aku mendorong minho masuk ke kamar mandi aku menyuruhnya duduk di atas closet yang ditutup. perlahan aku membersihkan mukanya dengan handslap. Ia menatapku dalam.

“aa—apa yang kau lakukan ? aku bisa mandi sendiri…” sahut minho ragu

“diamlah, aku akan meng make overmu !” suruhku.

Aku memotong beberapa bagian rambutnya yang tidak rapi, setelah itu aku menatanya dengan gel. Kejadian ini mengingatkanku pada lee jinki.

“sudah, kau istirahat saja !!”

“astaga, kau belum bercukur ya ? aku bantu ya..”

“krystal, apakah kau masih menyimpan baju pernikahanmu itu ?” tanya minho mencurigakan.

“masih, apa kau menyuruhku menikah lagi ? tapi sayangnya perutku tidak akan muat memakainya.” Sambil sibuk mencukur bulu di dagu minho.

“pakailah, aku ingin melihatmu sekali lagi memakainya.” Ia menghentikan tanganku yang terus saja mencukur.

“baiklah” ucapku girang sambil mencium pipinya, wajahnya memerah tiba-tiba.

Aku berdiri dihadapan minho yang juga memakai baju pernikahan kami. Ia terlihat sangat tampan memakainya, tapi kenapa aku baru menyadarinya sekarang ya ? aku memakai baju ini tanpa menutup resletingnya, supaya perutku cukup masuk kedalamnya.

Minho menggenggam kedua tanganku.

“Krystal, kita dulu menikah karena lee jinki. dulu aku melindungimu karena lee jinki, dan semuanya karena lee jinki.” ucap minho saksama.

“sekarang, aku ingin melamarmu karena aku ingin melindungi karena aku mencintaimu dan aku ingin kau mencintaiku sebagai minho bukan sebagai pengganti lee jinki. Will you marry me ?”

“I will try to love you more and more love for you. Yes, I will” ia mengecup keningku.

4 tahun kemudian

 

Minho POV

Aku tahu Yoogeun bukan anakku sendiri, dia adalah anak krystal dan lee jinki. tapi entah mengapa saat kumelihatnya aku seperti sedang mengaca didepan cermin ia sangat mirip denganku begitu pula dengan kata orang-orang yang melihat kami, ibuku, pamanku, ayah krystal, dan semuanya. Tapi dari sifat-sifat yang ia miliki ia sangat mirip dengan Krystal dan senyumanya lebih mirip dengan Lee Jinki. Aku sangat menyayanginya dari ia belum menjadi bayi sampai ia benar-benar menjadi anakku. Semua orang kira ia adalah anakku, tapi pada waktu yang tepat saat ia dewasa nanti aku akan mengatakan yang sebenarnya.

Sedangkan krystal, ia semakin hari semakin mengaggumkan saja. ia seperti sebersit pelangi yang tak pernah ku bermimpi akan memilikinya… walaupun aku tahu masih ada bayangan lee jinki yang menghiasi hari-harinya …

6 thoughts on “[Freelance Oneshot] Delayed Love

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s