[Freelance Oneshot] My Special Gift

Title : My Special Gift

Length : Oneshot

Rating : PG-17

Author : YoonDJ

Genre : Romance

Main Cast(s)

Han Hana – Fictional Character

Lee Gikwang – B2ST

DISCLAIMERS!

Ini semua berdasarkan khayalan author. ^^

♥♥ Lee kikwang Birthday ♥

Hana POV*

 

“sial! Kenapa harus aku yang ditugaskan untuk mencari informasi detail tentang kikwang~ssi?? masih banyak orang di management ini yang bisa mencarinya bukan?? Eerrrrggghhhh aku tidak tau mesti berbuat apa. Hey kau! Jangan diam saja yunsu~ah. Bantu aku mencari jalan keluarnya.” Yunsu yang sedari tadi dihadapanku hanya melongo menatapku, seakan aku memang benar-benar orang setres jika di lihat dari raut wajahku.

“kau ini jangan terlalu dipikirkan, ini kan bukan untuk pertama kalinya kau ditugaskan seperti ini.” Dengan santai yunsu menyepelehkan apa yang aku ucapkan sedari tadi.

“aigo! Paboya! Aku juga tahu, tapi kali ini……aarrrggghhhh… dia seorang namja yunsu~ah..aku tidak yakin untuk itu.” Ucapku masih dalam keadaan panik.

“aku puny ide hana~ya.” Yunsu mulai menemukan jalan keluar yang sempat aku minta. “bagaimana kalau kau berpura-pura saja sebagai mahasiswa, bukan sebagai netizen.”

“bisa kau ceritakan lebih detail idemu itu?” pintaku.

“kau daftar saja di tempat kikwang kuliah untuk mencari tahu tentang dirinya. Nanti kau bisa mendekatinya sedekat mungkin bukan?” jelas yunsu.

“emmhh boleh juga. Aku akan memikirkannya nanti. Gomawoyo yunsu.”

“ne cheonmaneyo. Kau seperti baru mengenalku saja kekeekekkek~”

♥♥ Lee kikwang Birthday ♥♥

In Seoul Absence of Comprehensive Art School

 

“tempat ini lumayan. Tidak begitu asing bagiku.” Gumamku pelan, sambil berjalan menuju kelas yang menjadi tujuanku. Kelas vocal. Ya disana aku akan bisa menemukan sesosok lee kikwang. Universitas ini sudah dipenuhi banyak mahasiswa yang berkeliaran. Aku tidak perlu mencari teman disini. Tujuanku hanya satu. Lee kikwang. Aku harus memulainya dari sekarang.

BRUKKK!!!!

“aw!” aku merintih kesakitan karena aku terlempar akibat tabrakan dari seseorang. DEG! Ah tidak! Apa mungkin ini dia? Wajahnya mirip sekali dengan lee kikwang. Tubuhnya yang kekar dengan tinggi badan yang proporsional itu sedang berdiri dihadapanku.

“yaaa! Mianhae, aku tidak sengaja. Maafkan aku. Aku benar-benar sedang mengejar waktu untuk menemui teman-temanku. Mianhaeyo.” Aku sudah melihat raut wajah menyesalnya. Dengan spontan kikwang membantuku untuk berdiri, tapi tubuhku sudah terlalu remuk karena tabrakan itu tadi sangat membuat tubuhku sakit. Jelas! Karena tubuhnya itu!

“ne..kalau begitu sekarang kau pergilah menemui temanmu.” Ucapku sambil bangkit, dan mengutarakan sebuah senyuman di bibirku.

“kau tidak apa-apa?” tanyanya khawatir.

“ne, gwaenchanayo kikwang~ssi.” lagi-lagi aku menjawabnya dengan sebuah senyuman, yang tidak aku ketahui mengapa harus melakukan sikap seperti ini.

“bagaimana kalau aku antarkan kau menuju kelas? Bagaimana? Arrghh tidak usah dijawab! Kajja, aku akan mengantarmu.” aku belum sempat menjawab, tapi dia sudah menggenggam tanganku dan menarikku berjalan pelan.

“dimana kelasmu?” Tanya kikwang.

“aku tidak tahu. Aku baru masuk di universitas ini.” Jawabku polos.

“kau ambil jurusan apa??” kikwang bertanya lagi.

“aku di jurusan vocal. Kalau kau?” dengan sengaja aku bertanya kembali, padahal aku sudah tahu dia berada di jurusan apa.

“mwo?? Aku juga di jurusan vocal. Berarti kau berada diruangan yang sama denganku.” Kikwang terkekeh setelah mengetahui kalau kami berada di jurusan yang sama. Setelah itu kami bersama-sama memasuki kelas. Jam pelajaran vocal belum dimulai, tapi seisi kelas sudah ramai.

Aku duduk bersebelahan dengan kikwang. Bukan aku yang meminta, tapi dia yang mempersilahkan aku duduk disamping kanannya. “kikwang~ssi apakah tidak apa-apa jika aku duduk berdekatan denganmu? Aku tidak enak dengan orang-orang yang mengidolakan mu ini.” Bisikku pelan dan sontak kikwang tertawa lebar. “arraseo. Tapi aku tidak terlalu memikirkan itu. So, relax with me okay^^.” Jawab kikwang santai.

Waktunya memulai pelajaran, sonsaengnim pun sudah masuk ke kelas.

“Annyeonghaseyo, kita kedatangan murid baru. Silahkan kau memperkenalkan diri terlebih dahulu.” Sonsaengnim menunjuk ke arahku, dan mempersilahkan ku maju ke depan.

“annyeonghaseyo, han hana imnida. Aku telah menjadi bagian dari kalian saat ini. Mohon bantuannya^^.” Selesai memperkenalkan diri, aku kembali ke tempat duduk.

“yaaa! Namamu hana?? Emhh nama yang bagus.” Pujian yang dilanturkannya sudah membuatku tersipu malu.

“gomawo, kikwang~ssi.”

♥♥ Lee kikwang Birthday ♥

Lee kikwang POV

 

Setelah beberapa jam belajar mengenai tekhnik vocal, aku dan hana pergi menuju taman belakang. Disana adalah tempat yang paling kusukai jika aku sedang boring berada di kelas, entah mengapa aku ingin saja mengajaknya ke taman itu.

“ini tempatku menghibur diri.” Ku perkenalkan taman ini kepada hana.

“beauty. seperti penggemarmu.” Aku melihat dia mengatakannya dengan seulas senyuman.

“kau ini bisa saja.” Ucapku terkekeh.

“kikwang~ssi, kau kan seorang idol. Bagaimana perasaanmu tentang ketenaranmu?” Tanya hana dibalik senyumannya.

“kau ini seperti netizen saja bertanya seperti itu.” Lagi-lagi aku terkekeh karena pertanyaannya yang sangat konyol.

“ah, anniyo, hanya saja aku ingin tahu kehidupan seorang idol seperti apa. aku kira kau mau menceritakan sedikit padaku, ternyata kau tidak mau, baiklah tidak masalah.” Sedikit terlihat kekecewaan dibalik senyumnya yang menarik itu.

“bukan begitu, aku hanya bercanda kekekekekeke~ ya yang seperti kau ketahui, inilah hidupku, semuanya serba diatur oleh waktu, dan waktu ku pun habis karena kesibukan yang sangat padat. Jangan kau kira menjadi seorang idol itu banyak sisi positifnya, justru sisi negatifnya pun ikut mengimbangi sisi positif itu sendiri. Aku bahkan sering frustasi jika aku terlalu kecapaian saat pulang ke dorm. Dan semua hyung ku pun merasakannya, tapi kami saling mensupport satu sama lain, karena kami adalah binatang yang kuat, kau tahu itu? Biseuteu jjang! Kekekekekeke~” jawabku seperti sedang diwawancarai.

“emhh..lalu bagaimana ulang tahunmu? Apa kau akan sangat bahagia dan semua bebanmu lepas ketika merayakan hari ulang tahunmu??” tanyanya lagi. Lalu aku menjawab.

“tergantung bagaimana aku menyikapinya. Tapi aku sungguh bahagia saat berada di hari ulang tahunku, bersama-sama dengan hyung-hyungku dan magnae kami. Dan yang terakhir adalah my parents. Mereka selalu mensupport ku dari jauh, hingga semua beban semakin terasa ringan.” Aku menjelaskan, dan hana pun baik-baik mendengarkan semuanya.

“bagaimana dengan yeoja chingu? Apa kau tidak pernah berfikir ingin merayakan ulang tahunmu bersama seorang yeoja chingu?” ini adalah pertanyaan yang seharusnya tidak aku jawab, tetapi aku yakin dengan sosok hana. Lalu aku menceritakannya lagi.

“aku sangat menginginkannya, bahkan aku pernah tertarik kepada seorang wanita yang tak lain adalah seorang hyunah, member yang satu managemen denganku. Dia begitu baik kepadaku, begitu juga sebaliknya. Tapi apapun yang akan aku lakukan terhadapnya, itu hanya sebatas teman saja, tidak lebih. Aku menghargainya dan begitu juga dia. Kami hanya saling mensupport satu sama lain. Dan yang terakhir, berita tentang itu pun telah dibahas netizen. Sudahlah hana~ya. Aku capek dari tadi ngoceh terus.” Aku menyerah dengan pertanyaan demi pertanyaan yang ia suguhkan.

“kekekekeke~ begitu saja capek. Apanya yang capek hah?” hana pun terkekeh kecil, puas sudah menjahiliku dengan sejumlah pertanyaan.

“kau itu eerrgghhh!!” aku mengacak ringan rambutnya dengan tangan kananku. DEG!

“yaaa kau ini!” aku hanya diam dan tidak bereaksi apa-apa, karena takut detakan jantungku ini terdengar olehnya.

“bagaimana kalo sepulang kuliah, kita ke sungai han?? Suasanan disana pasti akan sangat menyenangkan, apalagi jika kau pergi denganku.kekekekeke~” goda ku terhadapnya.

“terserah kau saja kikwangi~ssi, aku tidak akan berani menolak hehehe.”

♥♥ Lee kikwang Birthday ♥♥

Kami berdua sudah berada di tepi sungai han. Suasana sangat ramai  di malam ini. Sebenarnya bukan hanya malam ini, bahkan tiap malam pun suasana ramai tidak jadi hal yang asing bagi pengunjung. Sebelum menuju ke sini kami lebih dulu makan di restoran yang cukup private untuk kami, karena takut akan ada fangirl atau netizen yang tidak sengaja melihat kami jalan berdua.

“hana~ya, ini indah bukan??” Tanyaku seraya menikmati malam yang sejuk di musim dingin ini.

“tentu kikwang~ssi. Aku selalu menyukai keadaan seperti ini.”

“suatu hari nanti, aku sangat ingin mengajak seseorang yang special untuk menemaniku disini. Aku hanya tinggal menunggu waktunya tiba.” Curahan ku.

“tipe seperti apa yang kau ingini?” Tanya hana.

“seseorang yang memiliki mata indah tentunya.” Jelasku.

“bagaimana dengan mataku?? Indah bukan??hahahahaha.” batinku pun menjawab “iya” . lalu aku menjawabnya “mungkin, tapi bagiku tidak..ckckckck.”

Kami masih berdiri berdampingan, melihat dan mengawasi setiap aliran sungai han. Hana masih sibuk mendengarkan ipodnya dan memandang lurus ke hamparan sungai. Sejenak aku berpikir, hana adalah orang yang baru ku kenal, tapi mengapa bisa sedekat ini kami berdua. Aku merasa nyaman di dekatnya. Aku merasa tertarik pada dirinya. Entah apa yang aku rasakan ini juga tidak dapat aku pastikan.

Rambut kecoklatannya yang panjang tertiup angin hingga berantakan. Aku lihat itu jelas dari sudut mataku. Rasanya aku mulai terpesona terhadap dirinya. Ah tidak! “Aku tidak boleh berfikir yang macam-macam.” Gumamku pelan. Tapi ternyata hana mendengarnya dan mengatakan “ada apa kikwang~ssi? Kau bicara apa tadi?”

“ah anniyo.” Jawabku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal, lalu aku melanjutkan “bagaimana kalau kita selca?”

“mwo? Selca? Apa tidak apa-apa?” hana meminta penjelasan dari pertanyaanku.

“gwaenchana, hanya sekedar selca. Aku tidak akan menyebarkannya, lagi pula seharusnya aku yang takut kalau saja kau akan meyebarkan fotonya.” Jelasku.

“arraseo. Baiklah.” Akhirnya hana pun setuju dan tersenyum.

Aku mengeluarkan iphone ku dari tas. Setelahnya aku mengambil posisi di samping kanan hana sambil membelakangi sungai han. Aku menjulurkan iphone-ku jauh dihadapan kami berdua. Aku dan hana tengah bersiap-siap, tetapi hana kelalaian mengurusi rambutnya yang tertiup oleh angin. Akupun menjulurkan tanganku untuk membantu nya  merapikan rambut panjangnya, membelai sedikit rambutnya untuk menatanya kembali. Deg!

“emmhh mianhae.” Tukasku karena aku melihat wajahnya yang sudah memerah.

“gwaenchana.” Lalu hana pun tersenyum.

“ayo kita mulai, kau sudah siap kan?”

“aku siap J”

“hana..dul..set..”

Setelah selca, kami memeriksa gambarnya. dan aku melihat diriku dengannya sedang memasang muka cemberut, ceria, konyol dll. Aku dan hana terkekeh melihat gambar itu. Karena selca itu bukan hanya foto diriku, melainkan ada hana di dalamnya, maka aku segera mengirimkan gambarnya ke ponsel hana.

“aku akan mengirimkan selca ini lewat mms. Ketik nomormu disini.” Pintaku sambil memberikan iphoneku kepadanya. Lalu ia pun mengembalikannya setelah selesai mengetik nomornya.

“kikwang~ssi ini sudah hamper tengah malam. Bagaimana kalau kita pulang sekarang?” hana yang meminta pulang bukan aku. Aku ragu kalau dia nyaman berada di dekatku.

♥♥ Lee kikwang Birthday ♥♥

Hana POV

 

“gomawo kikwang~ssi telah mengantarkanku.”

“cheonmaneyo hana~ya, ini sudah tanggung jawabku, karena aku yang mengajakmu pulang selarut ini. Kalau begitu aku pulang ya. Kau segeralah tidur.”

Dengan segera kikwang pergi dan meninggalkan jejaknya dengan menggunakan mobil mini sekaligus elegant yang dimilikinya. aku lalu masuk kerumah dan menerobos memasuki kamar. Rasa lelah ini sudah melampaui rasa lelahnya kuliah. terlintas dipikiranku saat dia membantu merapikan rambutku di sungai han tadi. Setengah mati aku berusaha menenangkan degupan jantungku saat dia membelai rambutku. “arrrgghhhhh, mengapa jadi seperti ini!” tukasku sambil mengacak-acak rambutku kasar.

Aku ingat pesan kikwang tadi “Kau segeralah tidur” tapi aku juga teringat kalau besok laporan tugasku harus segera diberikan ke manager yong paling lambat jam 8 malam. Bebanku semakin bertambah. Aku berat sekali untuk segera memberikan laporan itu kepada managerku. Bagaimana bisa aku memberikannya seolah-olah tak berdosa, padahal aku melakukannya dengan cara berbohong. Aku tidak tahu akan apa yang terjadi kalau aku yang memanfaatkan kikwang sendiri.

Keesokan pagi hari…..

Pagi ini telah memutar otakku keras sehingga kepalaku pening tak karuan. Aku lebih dulu memasuki kelas, dan kikwang pun belum ada di tempat duduknya. Aku merasa diperhatikan seseorang dari tadi. dia seorang yeoja yang tak kalah cantiknya dengan seorang bidadari.  Dia menatapku sinis seperti singa yang ingin menerkam mangsanya. Aku sedikit mengabaikannya, tetapi ini ternyata serius. Dia sudah melangkahkan kakinya menuju kearah tempatku duduk.

“bagaimana kalau kita berkenalan? Ups! Sayangnya aku telah mengenalmu lebih dulu hana~ya. Aku tahu kau masuk ke universitas ini dengan maksud dan tujuan lain, benar begitu bukan?” yeoja ini telah mengepungku.

“apa maksudmu? Aku tidak mengerti noona.”

“kau akan tahu maksudku nanti!” dengan segera dia meninggalkan ku dengan rasa kemenangan. Aku takut dia tahu bahwa aku seorang netizen. Disela ketakutankuponselku bergetar. Ada mms masuk yang tidak ku ketahui nomornya. Aku membuka pesan gambar itu. Didalamnya berisi selca diriku bersama kikwang. aku yang tadinya merasa gelisah karena seorang yeoja itu, sekarang moodku berubah ketika melihat selca konyolku bersama kikwang. aku sedikit terkekeh. Tetapi, gambar yang dikirim disertakan juga sebuah pesan.

“hana~ya. Aku tidak bisa hadir dikelas. Karena hari ini aku ada jadwal latihan bersama member-member beast. setelah kau pulang kuliah aku akan menjemputmu dan kita akan pergi ke restoran tempat kita kemarin makan. Oke! See u.”

~Lee Kikwang~

“arrgghhh kalau tidak ada dia dikelas ini, apa tujuanku? Percuma aku disini.” Batinku. Aku segera membawa tasku keluar kelas. Aku teringat taman belakang yang diberitahu kikwang. dengan langkah pasti aku menuju taman itu. Aku akan menghabiskan waktuku disana, karena aku tahu tidak akan ada orang disana. “baiklah aku akan mulai mengetik laporanku.”

Aku mengambil sebuah ipad dari dalam tas dan mulai menyentuh sebuah huruf-huruf didalamnya.

♥♥ Lee kikwang Birthday ♥♥

Jam pelajaran akhirnya selesai, tetapi laporanku masih saja belum selesai. Ternyata tugas ini memang tidak bisa dianggap remeh. Bahkan aku pun tidak mudah untuk memberikan laporannya dengan begitu saja kepada manager yong. Dengan cepat aku memantapkan jari-jariku kembali untuk mengetik dan melanjutkannya, sebelum kikwang sampai disini.

“akhirnya selesai juga. Kau hebat hana~ya.”

Segera aku menyimpan laporan ini ke dalam sebuah document. Ponselku tengah bergetar memberi tanda pesan masuk di dalamnya.

“aku sudah didepan hana~ya. Cepat kau keluar :D”

~Lee Kikwang~

 

 

In Front Of Seoul Absence of Comprehensive Art School

 

“hey kau lama sekali. Aku hampir berlumutan menunggumu.” Tukas kikwang dengan nada bercanda.

“yaaa kau ini tidak sabaran yah. Aku sedari tadi berada di taman belakang. Kau tahu sendiri kan kalau butuh beberapa menit dari taman menuju keluar universitas besar ini.” Tidak kalah ucapanku membalas kikwang.

“kau tidak masuk kelas vocal?” Tanya kikwang sambil mengerutkan dahi.

“anniyo. Aku bosan dikelas. ada laporan yang harus ku selesaikan.”

“laporan? Laporan apa?” kikwang masih mengerutkan dahinya.

“ah anniyo. Lupakan saja.”

“Aigoo paboya. Kenapa aku bodoh sekali. Menjawab tanpa berpikir.” Batinku kesal. Aku sudah membuatnya penasaran. Takut akan sesekali ia bertanya lagi tentang laporan itu.

“baiklah. Ayo kita pergi sekarang.”

“ne.” untung saja kikwang tidak memperpanjang pertanyaannya. “gomawoyo omona” ucapku dalam hati.

♥♥ Lee kikwang Birthday ♥♥

Lee kikwang POV

 

Keesokan harinya…..

“kikwangie tunggu aku. ada yang ingin aku jelaskan padamu.”

“yaaaa! Semua penjelasanmu dari dulu tidak ada hubungannya denganku dan aku tidak peduli lagi dengan sahabat macam kau.” Bentakku sedikit kasar dengan mantan sahabatku.

“tunggu! Ini ada sangkut pautnya dengan kau. Ini tentang hana, yeoja yang selama ini dekat denganmu.” Mendengar nama hana disebut, aku refleks menghentikan langkahku.

“ada apa dengannya?” tanyaku penasaran.

“dia……sebenarnya adalah seorang netizen.”

“kau bicara apa gina~ya? Aku tidak percaya denganmu.” Karena tidak percaya dengan penjelasannya aku melanjutkan berjalan menuju parkiran.

“kau boleh tidak percaya. Tapi kau akan tahu sendiri nanti. Memang kau tidak merasa aneh di dekatnya? Selama ini dia mendekatimu hanya untuk mencari tahu tentang jati diri, pribadi, dan semua tentang dirimu. Kau juga tidak curiga kenapa hari ini dia tidak masuk kelas? Jawabannya ya karena kemarin tugas yang dia buat sudah harus dikumpulkan. Jadi mulai hari ini ia tidak akan kuliah di universitas ini lagi. Kau masih tidak percaya? Baiklah, itu akan menjadi urusanmu. Urusanmu pribadimu sendiri.” Panjang lebar gina menjelaskan dan segera meninggalkanku.

Aku masih tidak percaya. Tapi ini menyangkut pribadi luar dalamku. Sedikit demi sedikit aku merasakan perih di hatiku. Ribuan pertanyaan merasuki otakku. Kenapa dia melakukan ini dan berbohong kepadaku? Pantaskah aku ini dibohongi. Aku tahu aku type orang yang mudah ditipu atau dibohongi, tapi tidakkah mereka berfikir sebelum membodoh-bodohi diriku. Aku merasa terlecehkan karena ini. Aku juga tidak bisa berpikir jernih.

Sepintas teringat olehku ketika ia bertanya-tanya tentangku. Pantas saja dia banyak bertanya seperti itu dan jawabannya karena memang benar dia adalah seorang netizen. Dan kemarin, saat ia bilang ada laporan yang harus diselesaikannya. “paboya.” tukasku merutuki diriku sendiri. Aku harus menemui hana. Sekarang juga!

Segera aku mengambil iphoneku dari saku celana.

hana~ya, hari ini kita harus bertemu di tempat biasa. Aku tunggu kau!”

~Lee Kikwang~

 

♥♥ Lee kikwang Birthday ♥♥

Aku sudah menunggu beberapa menit di dalam sebuah ruangan yang tertutup. Hana belum muncul juga. Aku takut ia tidak akan datang menemuiku. Takut dia memang benar-benar mengkhianatiku. Tapi sebelum aku melanjutkan pikiran negatif yang berkeliaran di otakku, hana muncul dengan tampang yang mengkhawatirkan.

“annyeong kikwang~ssi.” Ucapan salamnya dengan mata sembap dan senyuman tipis dibibirnya.

“hana~ya kau ini benar-benar pembohong besar. Aku ragu akan dirimu sejak awal. Aku sudah tahu semuanya. Aku tahu kau berpura-pura menjadi seorang mahasiswa, lalu mulai mendekatiku, dan mencari informasi ku secara detail. Aku sudah curiga dari awal kalau kau ini memang seorang netizen. Dari caramu bertanya kepadaku aku sudah mulai curiga. Dan kau benar-benar telah membuatku marah hana~ya.” Bentakku sebelum mempersilahkannya duduk.

“mianhae kikwang, aku bisa menjelaskannya.” Hana yang masih berdiri dengan kepala yang tertunduk.

“tidak perlu! Aku sudah tahu penjelasannya. Dan kemarin hasil laporanmu sudah kau serahkan kan? Gomawo hana~ya.” Tanpa mendengar penjelasannya aku pergi meninggalkannya.

Aku berjalan gontai tidak karuan. Dia sudah melukai hatiku, dan aku pun sepertinya sudah melukai hatinya dengan kata-kataku tadi. aku tidak akan percaya lagi dengannya. Perasaan gelisah menghampiriku dan hatiku terasa sakit. Mengapa semuanya menjadi seperti ini? Mataku mulai memanas dan berkaca-kaca.

♥♥ Lee kikwang Birthday ♥♥

Hana POV

28 Maret 2012

 

Semua sudah terlambat hana~ya. Dia sudah membenciku. Aku tahu dia tidak akan pernah memaafkan kesalahanku. Kesalahan terbesar yang pernah ku perbuat terhadapnya. Ini resikonya dan aku harus menerimanya. Seperti rencanaku, aku akan pergi ke jepang untuk sementara. Sampai aku menemukan ketenangan dalam hidupku.

Aku menyesal melakukan ini semua. Semua terjadi diluaar dugaanku. Kikwang telah membenci diriku dan aku pun dipecat karena hasil laporan itu sengaja aku robek. Aku melakukanny karena alas an tersendiri. Ya, alasannya karena aku telah menyukai dirinya. Perasaan ini yang membuatku harus melindungi pribadinya. Tapi semua sudah benar-benar terlambat.

Aku mulai mengambil secarik kertas dan mulai merangkai kata-kata diatasnya.

 

Annyeong lee kikwang,

Ini aku hana, hana yang telah membohongimu, hana yang telah menghancurkan hatimu, hana yang tengah berdosa melakukan hal yang telah menyakiti hatimu.

Aku ingin menjelaskan sedikit tentang semuanya yang aku lakukan. Aku sebenarnya belum sempat memberikan laporan itu managerku, dengan sengaja aku merobek laporan itu karena aku masih mempunyai perasaan layaknya seorang manusia.

Akibatnya pun sangat fatal, dan aku dipecat pada malam itu juga.

Aku akan segera berangkat ke jepang lusa malam. Aku ingin menenangkan pikiranku di kota Osaka. Aku mohon kali ini maafkan aku.

Goodbye kikwang~ssi :’)

From: HAN HANA

“Aku akan mengirimkannya besok pagi. Harus besok pagi.” Batinku.

♥♥ Lee kikwang Birthday ♥♥

Author POV

29 Maret 2012 at Beast’s Dorm

 

 

 

Segera hana mengirimkan surat itu ke sebuah dorm yang berisikan 6 anak laki-laki yaitu dorm beast. Hana sengaja meletakkannya di bawah pintu dorm. Lalu ia melaju pergi dengan sedikit isakan tangis yang terlalu sulit untuk di sembunyikan. Hana berjalan lirih sambil diperhatikan banyak orang.

“apa ini?” dujun menemukan sebuah surat ketika ia ingin masuk ke dalam dorm. Karena penasaran ia membuka perlahan surat itu dan membacanya.

“apa maksud dari ini semua? Apa mereka ada konflik?” gumam dujun bingung. Lalu ia mengantongi surat itu dan menyampaikannya pada kikwang jika ia sudah sampai di dorm.

Namun dujun lupa memberikannya pada kikwang. Dia keasikan bermain game di dalam kamar. Setelah kikwang sampai di dorm ia pun langsung tidur karena terlalu capek. Dujun sedikit teringat sesuatu saat melihat kikwang datang tapi ia tidak tahu apa itu.

Setelah keesokannya kikwang pergi tanpa meninggalkan jejak dari dorm yang sepi karena hyung-nya masih dalam keadaan tertidur. Kikwang segera memantapkan kaki dan berangkat ke universitasnya. Tak lama junhyung pun bangun dari tidurnya dan mulai beres-beres seisi dorm. Dia yang suka diam-diam seperti ini kadang juga suka menyalahkan orang lain karena tidak membantunya membereskan seisi dorm.

Saat memeriksa kain kotor yang ingin direndam, junhyung menemukan secarik kertas dari celana dujun. “apa ini?” junhyung orang kedua yang melihat surat itu, langsung membacanya. “yaa! Dujun kenapa tidak langsung menyampaikannya, atau jangan-jangan dia lupa. Emh aku tahu, factor umur mungkin. Ckckkc.” Junhyung pun terkekeh.

“dujun hyung, ini surat kenapa tidak kau berikan kepada kikwang.” Pekik junhyung seraya membangunkan hyungnya.

“mwo?” Tanya dujun sambil menguap.

“ini surat untuk kikwang. Kau kan yang pertama menemukannya?” junhyung memperjelas.

“ah..pantas semalam aku teringat sesuatu, ternyata ini yang ingin aku sampaikan kepada kikwang.” Sesal dujun.

“kau ini hyung. Kalau begitu aku yang akan menyampaikannya.” Junhyung pun memasukkannya kedalam saku celananya.

♥♥ Lee kikwang Birthday ♥♥

“kwangie! Ini ada surat untukmu. Dari seseorang yang mungkin adalah temanmu. Kau harus segera membacanya. Itu penting menurutku.” Setelah kikwang sampai junhyung langsung menyodorkan surat itu. Kikwang menerima surat itu lalu berjalan menuju kamar. Perlahan kikwang membuka surat itu. Dia segera membaca kata demi kata di dalamnya. Setelah membaca, tanpa sadar kikwang menitikkan air mata. Dia menyesal tidak mau mendengar penjelasan hana, wanita yang memang sudah terlanjur dicintainya.

Dengan langkah terburu-buru kikwang mengambil goodies untuk perlengkapannya menuju Incheon airport.

“kau mau kemana kwangie??” Tanya yoseob.

“ke incheon airport. Kau hyung! Kenapa tidak memberikan langsung surat ini padaku.” Tukas kikwang pada dujun.

“mian aku lupa saengie.” Dujun menjawab tapi kikwang segera pergi akibat kesal terhadap hyungnya.

“hyung tepat jam 12 nanti kan ultah kikwang hyung.” Ingat dongwoon.

“aku tahu. Bagaimana kalau kita menyusulnya saja ke airport?” ajak yoseob.

“ah jangan! Aku tahu malam ini dia akan mendapatkan surprise dari seseorang yang ia cintai.” Tukas dujun.

“darimana kau tahu hyung?” Tanya hyunseung.

“surat itu…yang diberikan junhyung tadi. Itu suatu pertanda bahwa ia telah menemukan seseorang yang tepat dalam hatinya.” Dujun memperjelas. “jadi kita rayakan keesokan harinya saja.” Tambah dujun.

“baiklah.” Ucap salah satu member beast.

♥♥ Lee kikwang Birthday ♥♥

11.00 p.m At Incheon Airport

 

“mianhaeyo, hana~ya.” Ucap kikwang dalam hati. Kikwang mencari-cari hana dengan langkah cepat, dengan topi dan masker yang melengkapi agar tidak terlihat oleh semua orang bahwa salah satu dari member beast berkeliaran di airport tengah malam seperti ini.

Masih saja kikwang tidak menemukan sesosok hana di airport ini.

“paboya!” dengan kesal kikwang merutuki dirinya dan mengacak-acak rambutnya sendiri dengan kasar.

“mungkin dia sudah berangkat. Selamat jalan hana~ya.” Ucap kikwang lirih, sangat lirih dan merasakan perih dihatinya. Dengan langkah gontai ia teringat kenangan manis dengan hana di sungai han. Dia berniat kesana, dan segera menuju mobilnya.

♥♥ Lee kikwang Birthday ♥♥

 

30 Maret 00.00 a.m kst At Sungai Han

 

Sampai didaerah sungai han, kikwang memberhentikan mobilnya tidak jauh dari tepi sungai han.

Saat kikwang keluar dari mobil, dia melihat sesosok yeoja yang tak asing lagi baginya. Yeoja itu berdiri tertunduk kearah sungai han. kikwang berjalan menuju sesosok yeoja tersebut. Saat kikwang ingin menyentuh pundak yeoja itu, lebih dulu yeoja itu membalikkan tubuhnya dan tengah menghadap kikwang.

Kedua pasang mata itu saling menatap satu sama lain. Hana berada di hadapan kikwang. Entah apa yang terjadi sehingga ia tidak jadi berangkat ke jepang.

“kikwang~ssi?” ucap hana lirih.

“bagus kau tidak jadi berangkat ke jepang!” kikwang menarik tubuh hana ke dalam pelukannya. Timbul seulas senyuman dan airmata yang mengalir di pipi hana, lalu hana berkata “mianhaeyo kikwang, aku tahu ini semua tidak bisa dimaafkan.”

“sssttt.” Kikwang melepaskan pelukannya dan menempelkan satu jari untuk menutupi bibir tipis hana, dan hana pun diam. “aku sudah memaafkannya. Dan aku sadar kalau aku telah mencintaimu hana~ya.” Peluk kikwang lagi.

“aku minta maaf juga untuk itu. Aku telah membuatmu jatuh cinta padaku. Tapi aku tidak mau rasamu itu ditarik kembali, dan aku pun tidak mau kehilanganmu, karena aku juga merasakan hal yang sama padamu.” Hana setengah terisak dalam pelukan kikwang.

“benar begitu?” Tanya kikwang tak percaya.

“tentu. Saranghaeyo kikwang~ssi.”

“nado saranghae hana~ya. Aku tidak akan pernah menyakiti hatimu lagi. I’m promise.” Pelukan kikwang makin erat.

“tunggu! Ada yang terlupakan. Aku ingin menjadi yang pertama mengucapkannya.” Hana buru-buru melepaskan pelukannya.

“mwo?” Tanya kikwang bingung.

“saengil chukkaeyo chagiya. Aku harap kesuksesanmu berjalan lancar hingga hari tua-mu nanti. Semua impianmu juga tercapai hingga maksimum. Dan yang terpenting adalah, tetaplah menjadi seorang kikwang yang aku cintai. Mian aku tidak bisa memberimu apa-apa, karena ini semua diluar dugaanku.” Ucapan hana pun telah membuat kikwang tersenyum manis, paling manis dari antara namja di dunia ini bagi hana sendiri.

“gomawoyo hana~ya. Saranghaeyo. Gwaenchana, kau tidak memberikan apa-apa padaku, karena kau sudah menjadi ‘MY SPECIAL GIFT’ bagiku dan Aku ingin kau membuat hari-hariku lebih indah dari sebelumnya, karena yang sebelumnya juga sudah terlalu indah, jadi aku ingin yang lebih dari itu, dan tetaplah menjadi seorang netizen yang akan mencari tahu isi hatiku.” Kikwang pun terharu dengan moment ini. Moment yang sangat penting baginya.

Kikwang menatap mata hana dalam, begitu juga dengan hana. Kikwang membelai rambut hana pelan dengan posisi yang berhadapan. Lalu kikwang menarik pelan kepala itu dan mendekatkan wajahnya. Hana yang terdiam hanya bisa menebak-nebak apa yang akan dilakukan namja yang dicintainya itu. Kikwang tetap menatap mata itu dan mendekatkan bibirnya pada kening hana. Ia mengecup kening hana lembut. Sangat lembut. Hana pun merasakan degupan jantungnya semakin kencang, tetapi disisi lain ia merasakan ketulusan yang mengalir dari hati kikwang. Dan disinilah tempat yang tidak terlupakan oleh sepasang kekasih itu. Sungai han adalah tempatnya.

Dan seperti yang dibicarakan kikwang dulu terhadap hana, bahwa ia ingin mengajak yeoja chingu-nya kesungai ini. Tapi ternyata yeoja itu adalah hana sendiri. Dan ini telah membuat kikwang tengah berbahagia karena ia telah menemukan bagian terpenting dari hatinya dan hidupnya tepat dihari ulang tahunnya.

♥♥ THE END ♥♥

 

Akhirnya selesai juga ini ff.. mian terlalu panjang, karena terlalu menikmati ceritanya jadi kepanjangan deh ckckckc.. terima kasih untuk namja special dihati saya saat ini. Yoon Dujun orangnya. Saranghaeyo dujun~ssi. terima kasih untuk Member Beast tercinta, karena kalian aku dapat menentukan masa depanku. Dan yang terakhir terima kasih untuk readers yang menyempatkan waktu untuk membaca hasil saya ini. Yang mau kenal dengan author bisa lewat twitter di @BeeeessttDj. Kamsahamnida all~ ppyong^^. Jangan lupa commentnya :D

4 thoughts on “[Freelance Oneshot] My Special Gift

  1. Wah ceritanya bagus kok happy ending gitu…
    Tp aku mau author buat lagi ff yg cast-nya itu han hana loch…
    Ditunggu ff lainnya…
    Kamsahamnida. Keep on writing

  2. wah seru akhirnya.. Bikin lanjutannya seru tuh kyknya hehe bikin lanjutan pas mereka pacaran hehe :) ditunggu cerita yg lainnya..

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s