[CHAPTER] My Everything – Part 1

Title : My Everything

Author : Reenesmee Potter

Main Cast : Kim Kibum (SuJu) , Im Yoona

Supporter cast : Lee Donghae, Jiyeon, Choi Minho, Bae Suzy, Choi Siwon, Kim Heechul, Lee Jinki

Genre : Romance, frienships, School Life

Length : Oneshoot/Twoshoot/Short Story/Long Sequel

A/N : Semuanya adalah Author POV ^^

Part 1

…:::Flash back:::…

“Kibum-ah!! Lihat ini!!” seru seorang yeoja cilik berambut lurus sebahu kepada seorang namja cilik yang berjongkok di seberangnya. Mendengar seruan yeoja itu, namja cilik yang dipanggil Kibumpun menoleh penasaran.

“Waeyo, Yoona-yah?” katanya beranjak bendekati Yoona yang sedang memperhatikan sesuatu dibalik semak-semak.

“Ini!! Kupu-kupunya baru saja keluar dari sini!! Warnanya putih, cantik sekali!!” katanya semangat pada Kibum. Jari telunjuknya menunjuk sebuah kepompong yang sudah tak ada isinya, hanya seperti balon kering tipis yang tersayat tengahnya. Kepompong itu tergantung kering begitu saja di sebuah semak di sebuah perkarangan kecil paviliun. Kibum tersenyum melihat kepompong itu.

“Semua kupu-kupu akan seperti itu, Yoona-yah,”kata Kibum kecil. Ia kembali menelusuri jalan setapak, mengikuti Yoona yang tengah berjalan riang mencari hewan-hewan menarik lainnya. Dan terus mengikuti Yoona, tepat dibelakangnya, memperhatikan yeoja cilik itu dengan perasaan kagum sekaligus berbunga-bunga.

…:::End of Flashback:::…

Seorang namja berwajah tampan sekaligus imut, terkesiap dengan kenangan yang barusan ia ingat lagi. Dan lagi. Ia berbaring di sebuah kursi panjang di tepi kebun sekolah, dengan headset masih terpasang erat di kedua telinganya. Ia memijit keningnya sesaat, berusaha untuk tidak terlalu terlarut dalam kenangan indah itu. Ya, terlalu indah untuk ia kenang. Kenangan 9 tahun lalu. Saat ia masih berumur 8 tahun, dengan seorang yeoja berumur 6 tahun.

Ya, kenangan akan sahabat kecilnya. Kenangan akan sahabat kecilnya yang secara tak langsung telah menjadi cinta pertamanya. Ia kembali menerjap-nerjapkan matanya, dan sekarang menatap langit kebiruan yang membentang di atasnya dengan sejuta kerinduan berkelebat dalam hatinya.

Im Yoona….

Ya… Im Yoona adalah yeoja yang selama ini terus mengisi hatinya. Selalu ada dalam hatinya hingga tak terasa sudah 9 tahun lamanya ia memiliki perasaan itu. Terus memeliharanya tanpa sadar. Bayangan sahabat kecil yang selalu tersenyum riang saat ia membawakan seekor kupu-kupu, yang tertawa riang saat mereka bermain bersama di tempat mandi burung. Kibum berusaha menahan tawa saat mengingat kejadian itu.

…:::Flashback:::…

“Waeyo Yoona-yah? Kenapa wajahmu cemberut?” tanya Kibum heran kepada Yoona yang sedang melamun dengan wajah ditekuk sambil menyobek-nyobek dedaunan kering di dalam genggaman tangannya.

“Aniyo,” jawab Yoona singkat, ketus dan sedikit jengkel. Tapi Kibum tahu bahwa kejengkelan Yoona tidak bermaksud untuk ditujukan kepadanya. Ia terus menyobek-nyobek dedaunan di genggaman tangannya hingga serpihan-serpihan kecil.

“Sudahlah, aku tahu kau sedang bersedih. Cerita dong, ada apa?” kata Kibum lembut sambil mencari-cari mata Yoona. Yoona yang menunduk akhirnya mulai mendongak perlahan menatap mata Kibum.

“Aku… eomma…” kata Yoona tak karuan. Kibum terus menunggu kelanjutan kata-kata Yoona dengan sabar. “Eomma… Aku tak menemukannya!” kata Yoona keras. Kibum mengangkat alisnya tinggi, meminta penjelasan dari Yoona.

“Tidak menemukannya?” ulang Kibum penasaran.

“Eomma… eomma bilang ia akan pulang hari ini. Tapi… tapi..” Yoona menghentikan perkataannya tak nyaman, matanya sudah berkaca-kaca. “Tapi aku tak menemukannya! Kata eonni, sudah pergi lagi..” kini suaranya bergetar. Kemudian berubah menjadi isakan-isakan pelan. “Eomma… bogoshippo..“ katanya lagi. Pelan, nyaris berupa bisikan. Kibum tersenyum mengerti.

“Ne, aku tahu perasaanmu. Tapi Yoona harus sabar. Kalo Yoona yakin eomma pasti pulang, maka eomma akan pulang,” kata Kibum sambil membelai pundak sahabatnya. Yoona memandang Kibum heran.

“Kibum ga kangen sama appa Kibum?” tanya Yoona polos.

“Ne, Kibum juga kangen sama appa. Tapi Kibum yakin, appa pasti pulang. Jadi Kibum harus sabar,”

“Jadi, kita harus sabar yah?” tanay Yoona lagi. Kibum tersenyum lebar.

“Ne,” katanya. “Lagian, Yoona jelek kalo cemberut begitu, hahaha…” lanjutnya sambi menyipratkan air yang kebetulan ada di sebuah tempat mandi burung yang ada di dekat tempat mereka duduk.

“Aaahh.. Kibum! Kubalas kau!” seru Yoona sambil membalas menyipratkan air ke tubuh Kibum. Kibum pun membalasnya lagi, dan akhirnya mereka berdua basah-basahan di situ. Masalah Yoona terlupakan sementara.

…:::End Flashback:::…

“Yoona-yah, kau membuatku gila,” gumam Kibum pelan. “Dimana dirimu sekarang huh? Kau tak merindukanku?” katanya lagi sambil menatap foto Yoona cilik yang terus menempel di dompetnya.

“Kibum oppa!” pekik sebuah suara cempreng yang membuat Kibum memutarkan kedua bola matanya kesal. Kibum langsung bangkit dan pergi, membuat yeoja bersuara cempreng itu cemberut. “oppa!” pekiknya lagi dan mengikuti kemana langkah Kibum.

Kibum terus melangkah tanpa menghiraukan yeoja itu. Ia sudah sebal kalau begini. Kemana-mana pasti diikuti oleh 2 orang yeoja yang semenjak ia masuk dan bersekolah di situ sudah membuatnya sebal.

“Ya! Kibum oppa! Tunggu kami!” jawab seorang yang lainnya dan langsung memegang lengan Kibum, menahannya terus melangkah. “Kenapa sih oppa selalu mengabaikan kami? Kami ini kurang apa oppa?” Kibum hanya meliriknya sekilah lalu menatap ke depan.

“Sudahlah, urusi urusan kalian masing-masing,” jawab Kibum dingin.

“Ahahahaha, oppa memang dingin kepada semua yeoja, iya kan? Tapi oppa, kenapa oppa juga dingin kepada kami? Kami ini berbeda dari yeoja lainnya…”

“Bisa diam?” kata Kibum keras yang membuat kedua yeoja itu terdiam. Ia mendengus pelan lalu kembali melangkah pergi meninggalkan kedua yeoja genit itu.

Ia melangkah meninggalkan kebun sekolah dengan cepat. BEAST – Beautiful dengan lembut mengalun dari earphone yang enggan untuk ia lepaskan sedari tadi. Dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku, pandangannya melongok menatap lapangan basket outdoor ketika terlihat banyak siswa yang wajahnya sangat asing dengan nametag yang menggantung di leher mereka.

Kibum baru ingat kalau hari ini adalah MOS untuk siswa baru, jadi ia berpikir lebih baik kembali ke kelasnya yang berada di tingkat ketiga agar bisa lebih baik memperhatikan para peserta MOS itu—yang mungkin salah satunya bisa sahabat kecilnya yang selama ini ia tunggu-tunggu.

Saat mulai menaiki tangga, sudut matanya menangkap sosok namja dengan tatapan selangit, yang merupakan salah satu chingunya. Lee Donghae, kini sedang berdebat dengan salah satu haksaeng yeoja berkucir samping yang diakui Donghae sebagai musuh abadinya—yang diperkirakan Kibum akan menjadi sejoli abadinya. Donghae pernah mengatakan namanya Jiyeon, dan menurut Kibum Jiyeon cukup manis untuk menaklukan hati Donghae.

Kibum memandang sepasang sejoli itu singkat, lalu melanjutkan tujuannya untuk mencapai kelasnya. Sesampainya di lantai dua, ia langsung kaget. Si preman jangkung dengan sejuta charisma—Choi Minho membuat ulah lagi. Kini korbannya adalah beberapa haksaeng kelas 2 yang merupakan teman seangkatannya.

Bagaimana tidak membuat ulah? Jotos-jotosan hingga sudut bibirnya membiru bahkan ada yang sampai berdarah itu merupakan sebuah permainan? Dan tenyata preman sekolah itu cukup bodoh, ngapain dia berantem di lorong sekolah? Bukannya di tempat tertutup atau apa, malah di tempat yang semua orang pasti melewatinya. Anak ini mau mencari sensasi atau apa? Kata benak Kibum dan ia menggeleng kan kepalanya pelan. Biasanya, kalau Minho sudah seperti ini akan ada seseorang yang nongol untuk menengahi.

Benar saja, baru saja Kibum berpikir seperti itu, seorang yeoja berambut cokelat panjang menghadang Minho dengan tatapan Death Glare. Dan mereka mulai beradu mulut seru di situ, membuat Seksi Kesehatan mengambil alih para siswa yang terluka untuk dibawa ke UKS. Sekarang, siapa sih yang tidak tahu pasangan Minho-Suzy? Pasangan yang lebih mirip Cat and Dog itu selalu membuat sensasi dimanapun mereka berada. Di kantin, di labolatorium, bahkan di depan WC sekalipun!

Sambil menghembuskan napas pelan Kibum kembali melanjutkan langkahnya menuju ke lantai tiga, dimana kelasnya berada. Ia menaiki tangganya, lalu pandangannya pertama kali tertancap pada sosok sahabatnya yang tengah asyik memperhatikan seekor kura-kura kesayangannya sambil bersender pada balkon depan kelas. Senyum Kibum mengembang, dan bergegas melangkah mendekati chingunya itu.

“Yesung-ah!” serunya sambil menepuk bahu Yesung. Seketika Yesung menoleh, dan ikut tersenyum.

“Kibum! Kau dari mana? Kebun lagi?” tanyanya. Kibum mengangguk. “Lalu kenapa kau kembali? Aku rasa jam pelajaran seharian ini kosong selain menjelasan Lee sonsaengnim tadi pagi,” kata Yesung lagi.

“Kebun tidak lagi tempat yang aman,” jawab Kibum pelan. “2 yeoja menyebalkan itu berhasil menemukanku di sana,” tuturnya yang membuat tawa Yesung meledak seketika.

“Sabar yah,” hibur Yesung sambil menepuk-nepuk bahu Kibum. Kibum hanya mengangguk kalem yang membuat cengiran Yesung semakin lebar. “Kau mau menonton para haksaeng baru MOS?” tanyanya lagi.

“Ya,” jawab Kibum singkat, yang membuat kedua alis Yesung terangkat. “Hanya untuk menghabiskan waktu,” lanjutnya.

“Baiklah, aku mau mengambil makanan kura-kura dulu,” Ujar Yesung lalu kembali ke kelas, berniat mengambil sekotak makanan kura-kura yang terdapat di dalam tasnya.

Kibum mengedarkan pandangannya ke seluruh lapangan basket itu. Penglihatannya memang tak setajam burung hantu, tapi ia cukup yakin kalau ia bisa melihat sosok-sosok di bawah dengan jelas. Tatapannya terjatuh pada seorang yeoja berambut panjang berkucir dua—karena itulah aturan MOS—yang tengah mengipasi wajahnya dengan tangannya karena cuaca yang menyengat.

Pandangan Kibum menyipit, ingin memastikan yeoja itu. Name tagnya tak bisa dilihatnya, hanya paras dan tingkah laku yeoja itu yang terbaca jelas oleh Kibum. Kibum menyadari, Im Yoona cilik yang dulu pasti sudah berubah sekarang. Bukan lagi seorang yeoja cilik dengan pipi gembul dan senyum manis, pasti sudah berubah menjadi yeoja cantik.

Setelah terdengar bunyi peluit yang dibunyikan oleh ketua OSIS sebagai ketua MOS, Choi Siwon, para haksaeng baru itu segera bubar dari barisan jongkok mereka dan mulai berpencar. Hari pertama MOS memang tak seseram yang dibayangkan, tapi lihat saja hari-hari kedua sampai hari ketiga. Bakal seperti digilas container.

Kibum melangkah memasuki kelasnya, dan terkejuit sudah mendapati Donghae tengah tertidur dengan iler menghiasi sudut bibirnya. Seingat Kibum, Donghae tengah beradu mulut dengan Jiyeon, anak kelas XI. Kenapa tiba-tiba ia sudah ada di kelas dan tertidur? Apakah beradu mulut dengan Jiyeon membuatnya kelelahan? Kibum melangah mendekatinya.

“Ya! Lee Donghae!” serunya sambil mengguncang-guncang tubuh Donghae pelan.

“Mphh..” hanya itu jawab Donghae. Matanya masih terpejam rapat, seperti benar-benar menikmati tidurnya yang hanya telungkup di ata smeja itu.

“Lee Donghae!!” teriak Kibum lagi, kali ini mengguncang tubuhnya lebih keras. “Kau ini OSIS tapi kok kelakuannya seperti bukan OSIS sih, Heii… pemalas IREONA!!” Kibum mengeluarkan suara cowoknya (??) sambil menjitak kelapa Donghae.

Donghae hanya membuka matanya sedikit, lalu menutupnya kembali. “Oh, kau, Kibum, wae?” tanyanya pelan dan serak, khas orang yang baru bangun tidur.

“Kau tidak ikut MOS? Bukankah kau panitia?” tanya Kibum heran. Donghae membuka matanya lagi, dan menutupnya.

“Malas, lagipula si pabo itu yang menggantikanku,” jawabnya lemah, kentara sekali ingin tidur lagi.

“Jiyeon, maksudmu?” tanya Kibum yang dibalas oleh anggukan setengah sadar oleh Donghae. “Ck, kau tidak asik buat di ajak curhat,” dumul Kibum lalu berpindah menuju ke bangkunya.

__

“Kau tidak ke kantin?” tanya salah seorang yeoja yang baru dikenal Yoona yang baru kembali dengan sebotol jus ditangannya. Yoona menggeleng dan meraih tasnya, mengeluarkan sebotol air minum dari situ.

“Untuk apa? Aku sudah bawa minum sendiri,” tukas Yoona sambil meneguk air putihnya. Temannya merenyit heran.

“Apa kau kekurangan uang jajan?”

“Tidak juga, hanya saja sejoliku memang air putih, hehehehe,” Yoona membalas dengan tawa garing. Temannya hanya mengangkat bahunya, lalu meminum jus yang ada di tangannya.

“Kudengar di sekolah ini berisi banyak sunbae keren lho,” sahut yang lainnya. Yoona menoleh dan menatap aneh kepada yeoja itu.

“Jinchayo?” balas teman yang ada di samping Yoona yang menggenggam sebotol jus itu. Yang lain hanya mengangguk kalem.

“Aku sudah dapat informasi. Yang pertama, ada Kim Heechul, dia ketua klub drama. Katanya wajahnya yeoppo, kita saja bisa kalah,” sahut yang lain. Yoona hanya menatap mereka tanpa ekspresi.

“Memangnya kau cantik?” goda Yoona sambil nyengir tiga jari. Yang lain hanya membalasnya dengan memeletkan lidahnya.

“Terus, ada yang namanya Lee Donghae. Meskipun ia sedikit berandal karena suka membolos, namun nilai IPSnya jangan ditanya. Ia juga salah satu anggota OSIS. Sudah gitu, ia pintar ngedance, dan tampan pula, huaaa…” yeoja yang menggunakan pita pink magenta menjawab histeris.

“Lalu Choi Minho, dia kapten basket. Dia orangnya cool, penuh karisma, tinggi, dan… wajahnya sangat sempurna!” sahut yang lainnya sambil mengipas-ngipasi dirinya sendiri dengan pandangan menerawang jauuuhh.

“Lee Jinki, ketua OSIS kita itu tuh,” ujar yeoja yang duduk di samping Yoona, “Ikut Olimpiade Sains waktu SMP dan menjapat medali emas. Sudah keren, senyumnya menawan.. haduhh..”

“Si presiden murid itu, Choi Siwon haaaaaaaaaa bisa mati mendadak kalau sampai ia tersenyum padaku!” pekik seorang yang tengah memegang cermin kecil di tangannya.

“Ck, lebay banget sih, tapi ada satu lagi. Dia memang keren, tapi orangnya tertutup,” sahut yang lainnya lagi. Yoona kali ini merenyit heran. “Namanya Kim Kibum, katanya guanteenggg banget. Hajiman, ia tertutup dan jarang terlihat bicara. Bukan cool, namun ia terlihat lugu,”

Jantung Yoona seperti berhenti mendadak begitu nama Kim Kibum disebut. Ia menoleh menatap teman barunya itu lekat-lekat, memastikan pendengarannya tidak salah. Dan ia berharap bahwa yang di duganya juga tidak salah. Apakah Kim Kibum yang dimaksudkan itu… Kim Kibum teman masa kecilnya?

“Apakah, Kim Kibum itu sekarang di kelas XII?” tanya Yoona akhirnya mengeluarkan suara. Temannya menoleh dan mengangguk. “Kenapa… kok bisa ya?” gumam Yoona pelan.

“Kau kenal dengan Kibum sunbae?” tanya salah seorang yang lain tiba-tiba. Yoona tersentak, dan menggeleng.

“Aniyo, hanya saja, aku pernah mempunyai teman dengan nama yang sama,” jawab Yoona pelan.

Keesokan harinya, ternyata benar yang diprediksi Yoona. MOS lebih parah dari hari pertama.kini dengan sepucuk surat beramplop pink yang ada ditanganya, matanya lurus menatap sunbae Pembina OSIS yang tengah menatapnya dengan pandangan meremehkan. Yoona mendelikkan matanya dengan mulut terbuka.

Ia diharuskan untuk menembak salah satu sunbae namja di sekolah itu!

“Baiklah, kalau kau tidak tahu harus menembak siapa, kita yang yang menentukannya,” sahut sunbae Pembina itu sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“Mwoya?”

“Kau..” ucap sunbae itu, yang membuat Yoona berkeringat dingin. Yoona sangat berharap ia tak akan menembak Lee Donghae, atau Choi Minho atau Kim Heechul atau siapapun sunbae yang disebutkan oleh beberapa chingunya kemarin. “Harus menembak Kim Kibum,”

JEGERRRRR!!!!

“MWOYA?” pekik Yoona hingga mencapai 3 oktaf yang membuat sunbae dihadapannya harus menutup telinga untuk keselamatan gendang telinga masing-masing.

“Haish, dia belum memiliki pacar, ayo cepat tembak dia dan laporkan hasilnya padaku. Waktumu sampai istirahat kedua siang ini. Arraseo?” Oh God, haruskah ia bunuh diri sekarang?

“Sunbae… bisakah ganti orang?” tanya Yoona khawatir. Sunbaenya yang baru beberapa langkah menjauh kembali menoleh padanya.

“Ani,” jawabnya cuek dan kembali melangkah pergi.

“HUAAAAA EOTTHOKKE???” jerit Yoona di siang bolong itu.

To Be Continued…

Otte? Otte? Gimana pasrt selanjutnya? bisa menebak?? Ehehehe… Yang udah baca, komen yah!! XDD

Gomapta!

13 thoughts on “[CHAPTER] My Everything – Part 1

  1. Aduh berani Bgt tu org paksa temen kakak gue#plak!
    Seru thor… Ga kebayang klo yoona suaranya ampe oktaf3 ngeri thor
    Keep on writing y.

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s