Midnight Cry #Chapter 1

Midnight Cry

Title:
Midnight Cry

Author:
IloveAJ and Ms.Yeobos

Genre:
Mystery, Romance, Angst, AU

Rate:
Maybe 15+? (kebiasaan, orang Authornya 12!)

Cast(s):
-Song Ahn Mi (OC)/YOU
-Lee Dong Hae as Junho’s twins
-Lee Gi Kwang
-Lee Jun Ho as Donghae’s Twins
-Park Jung Soo as Jimmy Park
– Kim Tae Yeon
-Song Ji Mi (OC)/YOU
-Ham Eun Jung
-Im YoonA
-Seo Joo Hyun as Seohyun
-Lee Sun Kyu as Sunny
-Lee Soo Man
-Lee Ji Eun

Length:
Chaptered

Author’s note:
All casts is belong to god and herself/Himself, but the story is mine!
No Silent readers and no copy paste without my permission.
This is my real story, this is my first Mystery story
———————————————————————————–

CHAPTER 1

Ahnmi pov.

“Jebal~~ Ayolah…. Kumohon ikut~ Kau itu pintar, kau tahu?” bujuk Taeyeon

“Anniyo. Aku tidak merasa pintar, dan juga, apa gunannya aku ikut, kalau sang pemimpin sendiri tidak peduli? Itu Cuma buang-buang tenaga.” Jawabku dingin sambil memandang Donghae. Merasa disindir, Donghae menarik tanganku.

“Babo! Sakit! Dasar, Sunbae Babo!!” seruku saat kami berada di belakang gedung café.

“ya, kau lebih babo, dasar Haksaeng Babo!!”seru Donghae sambil menyentil dahiku.

“Aiiish…..” gerutuku sambil mengusap-usap dahiku.

“huh! Ya! Kau harus ikut penyelidikan!!” kata Donghae.

“hah? Kan kau sendiri yang membiarkanku, sekarang kau memintaku ikut” kataku sambil mengerutkan dahi “—ah aku tahu! Pasti kau tidak ingin reputasimu turun kan?” lanjutku sambil tersenyum meremehkan.

Dia memandangku tajam. Hii~ membuatku kembali merinding! Donghae seperti vampire! *digorok Fishy XP*

“you… you didn’t know, what I feel when you’re….” katanya terputus. Aku mengerutkan dahi.

“what!?” tanyaku. Donghae diam.

“ya! Donghae! Lee Dong Hae!!” seruku sambil melambai-lambaikan tanganku di depannya. Dia mencengkeram tanganku.

“Ya! Sakit babo!” seruku kesal.

“Panggil aku Oppa! Aku lebih tua darimu tau!! Dasar Haksaeng babo!!” balasnya sambil menoyorku. Aku memukul lengannya.

“that’s up to me! Ya!” sahutku kesal “Pergi sanaaaa!!!” lanjutku sambil memukulnya menggunakan tas-ku yang beratnya sama dengan 5 buah batu bata.

“AARGH!! STOP! STOP! AMPUN, AMPUN!!!! AKU HANYA INGIN KAU IKUT PENYELIDIKAN” serunya kesakitan. Aku berhenti memukulinya. Aku terdiam.

“Aku tidak mau, babo” jawabku suram sambil menunduk.

“Ya! Sudah kubi…” katanya terputus “hey…. Kenapa tertunduk begitu?” Tanya Donghae. Aku segera mendongak.

“anniyo, aku Cuma tidak mau melihat wajahmu yang, yaah~ merupakan gabungan dari vampire dan ikan” *digorok Fishy* ejekku. Dia menatapku dengan pandangan kosong.

“ikutlah, jebal~ kau boleh mengataiku apa pun… tapi, jebal~, ikut penyelidikan….” Katanya sambil menunduk. Aku mengerutkan dahi.

“hey, kau kenapa sih, babo?” tanyaku sambil mengangkat satu alis.

“anniyo” jawabnya sambil tersenyum “jebal~ ikut ya? Ya?” bujuknya. Aku terdiam.

“Shireo…. Kau pasti akan mengulanginya lagi. Aku tahu, dan yakin itu” jawabku. dia tertunduk lesu.

“kau tahu?” tanyanya

“mwo?” tanyaku

“tanpamu aku galau~~ (korban iklan ==”)” katanya. Aku melongo. Apa dia kekurangan obat?

“ini tidak lucu” sahutku dingin “hey, apa kau sakit? Kau kekurangan obat yah?” tanyaku asal

“ya~ kau ini… -__-“ gerutunya “padahal aku udah mau ngegombal! Kau beruntung lho, kau orang pertama yang kugombali dari sekian banyak orang yang ingin kugombali!” lanjutnya bangga dan PD tingkat akut

“gombalan basi… -__-“ sahutku

“aarrrgh! Sudahlah, yang penting! Kau harus ikut penyelidikan!!!” serunya. Yah, aku mengalah saja, daripada dia kumat lagi. Aku Cuma mengangguk cepat.

“Yeeeeyyyy!!! Yeaaah~~ XD” soraknya.

‘yah, gue nggak mau, dia kumat. Gue mau, dia juga kumat. Gue harus ngapain dong, biar dia nggak kumat!?’ pikirku heran.

Duothor pov.

Ahnmi berjalan di depan Donghae. Donghae menatap Ahnmi dengan tatapan lembut.

‘ya, kau pabo. Yang tadi itu bukan lelucon’ batin Donghae.

———-Di tengah taman

“Ahnmi… kau ikut kan??” Tanya Yoona. Ahnmi memberikan tatapan dingin pada Yoona.

“dia ikut” jawab Donghae. Ahnmi mendelik kea rah Donghae.

“Ya! Dia Tanya padaku! Bukan padamu!!” seru Ahnmi

“kau saja tidak jawab” sahut Donghae datar

“aku baru saja akan menjawabnya!” Ahnmi membela diri

“Kau tidak menunjukkan tanda-tanda akan menjawab, makannya kujawab. Harusnya kau berterima kasih, aku sudah menggantikanmu menjawab, jadi kau tidak perlu susah-susah” bantah Donghae.

“aku tidak mengharapkan bantuanmu, aku juga tidak meminta padamu! Menjawab kan tidak susah! Aku juga bisa menjawab!” bantah Ahnmi

“ya! Dasar, kau ini! Kau pasti tidak mau bilang terima kasih kan, padaku!?” seru Donghae

“aku bisa saja berterima kasih padamu, kalau kau menolong/berbuat baik padaku. Tapi, itu TIDAK PERLU! Itu bantuan yang tidak perlu! Untuk apa berterima kasih!?” bantah Ahnmi

“Ya! Sudahlah, kalian ini seperti kucing dan anjing” lerai Taeyeon.

‘sebenarnya bukan ini yang kuinginkan!’ batin Donghae sedih

‘hyung….’ Bisik Gikwang dalam hati

‘dasar Sunbae babo!!’ rutuk Ahnmi dalam hati.

—————Di Rumah Eunjung.

“khu, khu khu…. Mereka sudah mulai bergerak…. Tapi, awas kau Lee Soo Man! Walaupun kau menyewa FBI sekalipun, kau tidak akan bisa lari dariku!” kata Eunjung sambil menyeringai mengerikan.

“khahahahahahaaa….!!!”  Tawa Eunjung menggelegar dengan suara parau. Dia lalu melangkah menuju bak mandi yang berisi kelopak bunga mawar merah. Saat ia duduk di dasar bak mandi. Arwah Ji Eun keluar dari tubuhnya. Arwah Ji Eun melesat keluar dari tubuh Eunjung dengan seringaian lebar.

“tenang saja kau, Lee Soo Man! Akan kubalas kau!!” jeritnya dengan suara melengking. Ia lalu tertawa khas kuntilanak *?* dengan suara burung gagak *perasaan suara IU merdu deh .-.*

————————–Besoknya.

Semua anggot DOoK berkumpul di rumah Lee Soo Man. Grup B berpencar untuk melindungi, sedangkan Grup A bersembunyi di ruang kerja Lee Soo Man untuk mencari data dan menemukan pelakunya.

“hmm…. Taeyeon, kamu cek Computer 1, Junho computer 2, Ahnmi computer 3, Gikwang computer 4! Lainnya cari dari arsip khusus Lee Soo Man!” perintah Donghae. Semua segera menuju posisi masing-masing.
Ahnmi segera mengeluarkan notes kecil. Dia segera duduk dan siap mengorek data dari computer itu!

“Donghae” panggil Junho. Donghae segera mendekat pada Junho.

“mwo?” sahut Donghae. Junho menunjuk sesuatu di layar computer. Donghae memperhatikannya. Tiba-tiba ia tercengang.

“I, ini….” Gumam Donghae terbata. Matanya terbelalak kaget. Semuanya segera menghampiri. Junho menunjuk sebuah tulisan.

“dia… jatuh… di.. sana… karena… salahku…” baca Taeyeon terbata.

“MWO!?” seru semua serentak

“siapa yang jatuh!?” tanyaku

“tunggu…” jawab Junho sambil menggerakan cursor ke bawah.

“Dia… Jatuh kesana karena salahku… apa dia akan menghantuiku?” baca Junho. Semuanya tercengang.

Ahnmi pov.

‘apa? Apa maksudnya? Siapa yang jatuh? Kemana?’ batinku penasaran.

“ini kesempatan untuk mengetahui siapa aku…” bisik seseorang tepat ditelingaku. Aku menoleh. Hey, tidak ada siapa-siapa! Aku merinding. Siapa yang membisikiku? Tiba-tiba aku teringat yeoja bernama Eunjung itu…
Aaahh! Pasti dia! Tapi… dia kan tidak ada disini… jangan-jangan…. Dia orang yang jatuh? Dia gentayangan? Berniat membalas dendam? Jangan-jangan dia hantu! Pantas auranya seperti ada dan tiada. Ah, tapi aku tidak ingin berprasangka. Aku segera duduk kembali dan menekuni computerku.
Aku menemukan folder berjudul ‘Diary’ saat kubuka, terkunci. Aku berpikir keras, apa kuncinya. Berbagai kode telah kucoba. Tiba-tiba terbesit sebuah nama… Eunjung… Ham… Eunjung… Kucoba. Wah! Salah! Kalau bukan Eunjung, lalu siapa?

“Lee Ji Eun” bisik seseorang. Aku menoleh. Tidak ada siapa-siapa! Aku merinding. Namun, kucoba saja. Ternyata… benar… Siapa itu Lee Ji Eun? Apa hubungannya dengan Lee Soo Man dan…. Eunjung!?
Sudahlah… kubaca folder itu.

“March 1st, 1996
4 Hari lagi, kami akan bertemu lagi. Ya! Dia keras kepala sekali…
March 5th, 1996
GAWAT! Tadi… kami bertengkar dan… aku mendorongnya dan… dia jatuh kejurang! Gawat! Apa dia akan menghantuiku!? Aigoo!!” bacaku. Tanpa sadar, semuanya sudah mengerubungiku.

“a, apa? Apa itu?” Tanya Donghae dengan mata membelalak. Aku mengangkat bahu. Aku berdiri, dan mempersilahkan Donghae duduk.

“euhhhmm…. Aku… mempunyai firasat, kasus ini berbeda dengan kasus yang kita tangani sebelumnya… ini berbeda…. Aku punya firasat bahwa… kasus ini…. Hantu pelakunya…” gumam Taeyeon. Aku tertegun. Tiba-tiba aku merasa bulu kudukku berdiri. Aku jadi ingat bisikan-bisikan aneh tadi…

Donghae pov.

‘benar kata Taeyeon. Kasus ini aneh…’ batinku. Aku melirik Ahnmi. Dia tertegun. ‘hey, ada apa dengannya?’ pikirku heran.

“ehem!” aku berdehem “sebaiknya…. Kita pulang. Besok kita lanjutkan… setuju?” lanjutku. Semuanya mengangguk.

“Wait!” panggilku pada Ahnmi. Ahnmi menoleh.

“mwo?” sahutnya

“aku ingin bertanya sesuatu. Ikut aku” kataku sambil menarik tangannya.

“Aku bisa jalan sendiri. Aku bukan bayi yang harus dituntun.” Katanya dingin sambil menepak tanganku

“apa yang ingin kau tanyakan??” Tanya Ahnmi dingin

“apa yang kau temukan?” tanyaku

“a, apa?” tanyanya kaget. ‘dia pasti tahu sesuatu’ pikirku

“katakan apa yang kau ketahui tentang kasus ini.” Jawabku dingin.

“a, anni. Aku hanya mengetahui apa yang kalian semua ketahui” jawabnya gugup. Aku tahu, dia pasti menyembunyikan sesuatu.

“katakan, atau kukeluarkan!” ancamku. Dia terlihat menelan ludah.

“ehmm…. Baik…. Lah?” jawabnya. Lalu dia tengok kanan-kiri *emangnya mau nyeberang jalan?*

“Aku…. Bertemu dengan Ham Eun Jung. Dia mencurigakan. Kemarin dia bilang, kalau aku ingin tahu tentangnya, aku harus ikut penyelidikan. Lalu, dia juga seperti bisa membaca isi hatiku… lalu, tadi, folder Diary tadi kan terkunci. Aku mendapat bisikan-bisikan aneh…” jawabnya pelan. Aku mengangguk-angguk mengerti.

“sudah kan? Dah, aku mau pulang” katanya. Aku mencegahnya.

“tunggu!” cegahku sambil memegang tangannya.

Ahnmi pov.

Aku mengangkat satu alisku. Lalu menepak tangan Donghae, dan duduk kembali.

“Mwo?” tanyaku sedikit ogah-ogahan

“euhhmm… Jeongmal saranghae” katanya sambil tersenyum lembut. Aku terbelalak. Mwo? Dia kan sunbae babo yang super duper cuek padaku? Bagaimana bisa dia menyukaiku?

“ahahah…!! Lelucon yang lucu sekali sunbae babo” ejekku sambil tertawa di buat-buat. Dia mengerutkan dahi.

“Ya! Aku tidak bercanda! Aku serius!” jawabnya. Aku mengangkat satu alisku.
“bohong” sahutku. Dia menatapku tajam.

“Aku tidak bohong, haksaeng babo…” katanya sambil menghela napas.

“aku tidak menyukaimu” jawabku polos sambil mengangkat kedua alisku.
Dia tersenyum.

“I’ll make you love me…” jawabnya sambil tersenyum

“how?” tanyaku polos

“panggil aku Oppa” jawabnya.
Aku menatapnya dengan tatapan kosong.

“Ada apa?” tanyanya bingung.
Aku menghela napas.

“ITU TIDAK MUNGKIN! SUNBAE BABO!” bentakku sambil berdiri. Dia menatapku kaget. Dia lalu ikut berdiri.

“oke, kita lihat nanti” jawabnya sambil tersenyum dan berlalu meninggalkan café.

Duothor pov.

Besoknya, penyelidikan kembali dimulai.

Ahnmi sedang menekuni computer dimana ada catatan Diary-nya.

“eh, Ahnmi…” panggil Gikwang sambil memelototi buku yang sedari tadi dibacanya.
Ahnmi menoleh.

“nae?” sahutnya.

Gikwang hanya memberi isyarat untuk mendekat, dengan mata masih tertuju pada buku.

“mwo?” Tanya Ahnmi.
Gikwang menunjuk sebuah foto tua. Ahnmi terbelalak.

“Yeoja ini! Ini kan Ham Eun Jung!” seru Ahnmi sambil menunjuk yeoja berambut pendek di foto itu.
Dibawah foto itu ada tulisan, “Me, Ji Eun, Eunjung”
Mendengar teriakan Ahnmi, Donghae langsung mendekat.

“mana Eunjung?” tanyanya.
Ahnmi menunjuk yeoja berambut pendek. Lalu, Ahnmi mengamati yeoja berambut panjang ikal di antara Eunjung dan Lee Soo Man.

“mungkinkah ini Lee Ji Eun?” batin Ahnmi.

“Ah! Bagaimana kalau kita Tanya langsung saja pada Lee Soo Man?” usul Taeyeon. Donghae mengangguk setuju. Mereka berdua bergegas menuju kamar Lee Soo Man.
Ahnmi terdiam di samping Gikwang.

“ngomong-ngomong…. Kau kenal yeoja yang di foto itu? Kukira foto itu sudah sangat lama” kata Gikwang.
Ahnmi terdiam.

“aku juga bingung… Aku bertemu dengan Eunjung kemarin…. Dan, wajahnya sama! Bagaimana bisa? Dia tidak menjadi tua!? Aku bingung… aku takut…” kata Ahnmi pelan sambil menunduk.

Gikwang mengelus rambut Ahnmi.

“sudahlah, tenang saja… tidak akan terjadi apa-apa…. Ada kami dan Donghae hyung…” jawab Gikwang sambil tersenyum.
Ahnmi termenung.

“Donghae… Oppa…?” gumamnya.

Gikwang tertegun.

“O, Oppa?” Tanyanya.

Ahnmi kaget.

“ah, aniyo aniyo…. Gwenchana…” sahutnya sambil duduk di kursi dan kembali menekuni computer.

“Oppa? Biasanya dia memanggilnya sunbae babo… ada hubungan apa mereka berdua?” batin Gikwang heran

Ahnmi pov.

Donghae dan Taeyeon sudah kembali. Semuanya mengerumuni mereka berdua.

“kami tidak bisa terlalu banyak mengorek informasi… hanya saja…. Kami tahu, bahwa Eunjung adalah anak angkatnya yang sudah lama meninggal karena sakit” kata Donghae sambil menatapku.

Bulu kudukku merinding.
Sudah lama meninggal? Tapi kemarin aku bertemu dengannya!

“lalu… siapa itu Ji Eun?” Tanya Junho

“nae, password folder Diary itu juga Lee Ji Eun” sahutku.

“dari mana kamu tahu itu?” Tanya Junho

“euhhmm… ada orang yang memberi tahuku. Aku tidak tahu siapa itu. Dia membisikiku, tapi saat aku menoleh tidak ada siapapun” jawabku. Semuanya tertegun

“la, lalu? Siapa itu Ji Eun?” Tanya Ji Mi Eonnie

“emm… Lee Soo Man tidak terlalu banyak bercerita. Tapi, tadi dia sempat keceplosan, katanya: “waktu itu sangat menyenangkan bersama Ji Eun dan Eunjung. Tapi sayang, mereka berdua harus pergi” begitu katanya” jawab Taeyeon.

Aku merenung. Ah! Aku menemukan sebuah kesimpulan gila!
Jadi, berdasarkan catatan harian Lee Soo Man, dia tidak sengaja menjatuhkan ‘dia’. Apa ‘dia’ itu Lee Ji Eun?
Berarti… Lee Soo Man tidak sengaja menjatuhkan Lee Ji Eun ke jurang, Ji Eun dendam dan tidak bisa tenang. Lalu saat Eunjung meninggal, Ji Eun mengambil tubuhnya untuk balas dendam… berarti… yang Lee Soo Man khawatirkan itu ini!? Dan pelakunya itu Ji Eun?
Berarti, yang kami hadapi sekarang… hantu!? Ah, tidak mungkin…
Tiba-tiba PRAAANG! Kaca jendela ruangan ini pecah, dilempari batu mungkin.
Sunny yang berdiri di depan jendela terluka terkena pecahan kaca.
Namun, dia bilang tidak melihat siapapun di sana. Dan, saat di-cek ke anggota Grup B yang berjaga di depan, memang tidak ada siapa-siapa.
Donghae mengambil batu itu.

“Kalian tahu terlalu banyak. Pergi dan janan kembali ke rumah itu lagi atau kehilangan orang yang paling ‘tahu’!” baca Donghae

“mwo?” sahut kami semua

“itu kata-kata yang tertulis di batu ini…” jawab Donghae sambil menunjuk kata-kata yang tertera di batu itu. Tulisannya merah menyala. Apa menggunakan darah? Ah, tidak mungkin. Siapa juga yang mau darahnya diambil hanya untuk gertakan begini? Kecuali, kalau dia dokter bedah atau pegawai rumah sakit. Bisa saja dia mencuri darah di bank darah untuk menulis ini kan?
Ahahahah, pemikiran konyol =_=” (Duothor koplok xP)

Duothor pov.

“baiklah… untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, lebih baik kita membuat pasangan untuk penyelidikan. Sehingga bisa saling melindungi saat berdiskusi berdua” kata Donghae sambil mengambil secarik kertas dari sakunya. Seolah semua ini telah direncanakan olehnya.

“ehm… aku dengan Ahnmi, Gikwang dengan Seohyun, Junho dengan Ji Mi, Jimmy dengan Taeyeon, dan Sunny dengan Sanghyun” kata Donghae.

Ahnmi manyun.

“kenapa juga aku harus sama Sunbae Babo yang menyebalkan itu?” rutuk Ahnmi dalam hati.

“Ahnmi dengan Donghae hyung… tidak biasanya…. Sudah kuduga, ada sesuatu diantara mereka!” batin Gikwang “eh, he, hei! Aku kenapa? Kok rasanya… aku cemburu? Eeh? Bagaimana bisa???” Gikwang mengacak-acak rambutnya.

“ah, kalian harus mendiskusikan ini dengan pasangan kalian! Lokasi bebas!” seru Donghae. Lalu ia menarik tangan Ahnmi.

————————————————————————————————————————————————————

“lepas” kata Ahnmi

Donghae melepas tangan Ahnmi dan menatapnya.

“Waeyo? Kau tidak suka?” Tanya Donghae

“of course! Sunbae Babo! I will never love you!” jawab Ahnmi

“Jinjja?” Tanya Donghae sambil menunduk

“Nae! Imma jinjja don’t like this, Babo!” bentak Ahnmi.

Donghae diam. Dia menunduk.

“Walaupun misalnya aku rela mengorbankan nyawaku sekalipun?” tanyanya sambil menunduk.

“Mwo? Nya, nyawa? Jangan lebay, sunbae babo!” kata Ahnmi

“Donghae… Ahn.. Mi..?” tanya seseorang.

Mereka berdua serempak menoleh. Siapakah orang itu???

—————————————–TBC————————————————————————–
Ottokhae?
pasti banyak Typo, Gaje, dll. biasalah, Duothor koplok.
tapi, kalian harus tetep RCL nae! gomawo ^^

23 thoughts on “Midnight Cry #Chapter 1

    • huaa! makasiihh… >.<

      nae!! :D

      aku juga enggak tau kenapa IU jadi hantu. awalnya mau Eunjung, terus hantunya itu Jessica.

      enggak tau kenapa jadi IU…

      hehehe…
      Gomawo for read and comment! ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s