Romance City (Part 3)

Title
Romance City

Author
Park Yoo An

Length
Chaptered

Rating
PG-13

Genre
Romance, Drama, Comedy (?)

Main Cast
Yoona – Donghae
Taeyeon – Leeteuk
Seohyun – Sehun
Jessica – Heechul
Suzy – Soohyun
IU – Wooyoung
Sooyoung – Ryeowook

Other Cast
*CARI SENDIRI*

4 Bulan Kemudian…

@ SOOWOOK
Sooyoung memperhatikan lekuk tubuhnya didepan cermin. Sedangkan Ryeowook sedang berkutat dengan laptopnya membelakangi Sooyoung.
Lekuk tubuhku agak tidak terlihat… pikir Sooyoung. Sooyoung mengerucutkan bibirnya. Sesaat kemudian, senyuman cantik menghiasi wajahnya. Omo, kenapa aku bisa sebahagia ini? Tanya Sooyoung dalam hati. Perlahan Sooyoung mengelus perutnya yang membuncit. Terbesit rasa kasih saying saat Sooyoung mengelus-elus perutnya itu. Tanpa Sooyoung sadari, Ryeowook melirik heran ke arah Sooyoung yang sedang keasyikan mengelus perutnya.
“Youngie, waegeurae?” tanya Ryeowook lembut.
Sadar Ryeowook telah memperhatikannya, Sooyoung menurunkan senyumnya dan berbalik menatap suaminya. “Wae? Ani joa (tidak suka)?” tanya Sooyoung sinis.
“Aniyo.” Jawab Ryeowook sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sooyoung kemudian berbalik lagi menghadap cermin. Namun, kata-kata Ryeowook membuatnya berbalik menatap namja itu penuh tanda tanya…
“Apa kau hamil?” tanya Ryeowook hati-hati.
Saat itu juga, Sooyoung langsung berbalik cepat menghadap Ryeowook.
“MWO?” pekik Sooyoung. Pekikan Sooyoung itu sukses membuat Ryeowook menutup telinganya.
“Ya! Kau tahu dari mana?” tanya Sooyoung sambil menghampiri tempat tidur mereka dan duduk menghadap Ryeowook.
“Jadi benar?” Ryeowook membuka telinganya dan menatap istrinya penuh binary.
“A-a-ani-aniya!” elak Sooyoung gelagapan.
“Ya! Jangan berbohong padaku Sooyoungie…” kata Ryeowook.
“Mwoya? Aku tidak berbohong. Aku jujur.” Sooyoung mengalihkan pandangan. Takut kalau-kalau Ryeowook melihat ekspresinya.
“Ya! Sudahlah jangan berbohong. Dari raut wajahmu saja sudah kelihatan kalau kau sedang berbohong.” Goda Ryeowook yang sekarang sibuk dengan istrinya dan melupakan laptopnya.
“Aishh… kau ini!” Sooyoung menatap Ryeowook tajam.
“Wae? Benar kan?” tanya Ryeowook.
“Sudah kubilang tidak ya tidak!” seru Sooyoung.
“Aishh… Terserah kau saja!” Ryeowook menyerah kemudian berkutat lagi dengan laptopnya.


Sooyoung berbaring membelakangi Ryeowook. Sungguh, dirinya tidak bisa memejamkan mata padahal Sooyoung sendiri sudah merasa mengantuk dan lelah. Sedangkan Ryeowook, namja itu terlelap damai bersama mimpi. Entah itu mimpi indah atau buruk.
Tiba-tiba Ryeowook memekik dan terlonjak membuat Sooyoung kaget setengah mati.
“Waeyo?” tanya Sooyoung yang tumben sekali lembut.
“Youngie, aku mimpi buruk.” Rengek Ryeowook kepada Sooyoung.
Dasar anak kecil! Umpat Sooyoung. Air muka Sooyoung berubah menjadi bête.
“Aishhh! Kau ini… Kukira ada apa.” Gerutu Sooyoung.
“Tapi, mimpi itu sangat-sangat mengerikan.” Ucap Ryeowook.
“Memangnya kau mimpi apa?” tanya Sooyoung yang tumben tertarik untuk mendengar mimpi Ryeowook.
“Aku mimpi kalau kau hamil. Kemudian kau melahirkan. Saat melahirkan aku kehilangan banyak darah. Lalu, kau meninggal karena melahirkan bayi kita.” Sooyoung tersentak mendengar mimpi Ryeowook. Omo, kenapa bisa begini? Batin Sooyoung.
“Hanya bunga tidur saja tak usah dipikirkan.” Komentar Sooyoung yang langsung saja membuat bibir Ryeowook mengerucut.
Ryeowook pun beranjak ke kamar mandi. Sooyoung masih memikirkan ‘mimpi’ Ryeowook itu. Aneh sekali, batin Sooyoung.
CKLEK… pintu kamar mandi terbuka. Ryeowook sudah selesai dengan aksi ‘BAK’nya *(buang air kecil) xixixi xD*. Perlahan Ryeowook berjalan kea rah tempat tidur mereka. Ryeowook pun mengacak-acak isi laci dikamarnya, berniat mencari permen mint miliknya. Namun, sesuatu menarik perhatian Ryeowook dan Ryeowook menjadi penasaran. Diambilnya sesuatu itu. Kemudian melihatnya. Astaga! Ini testpek kehamilan? Tanya Ryeowook dalam hati. Matanya membulat. Dilihatnya testpek itu. Dan hasilnya, POSITIV! Ryeowook ingin sekali berteriak karena bahagia. Ryeowook pun meletakkan kembali testpek itu dan menoleh kearah Sooyoung yang tengah berbaring membelakanginya.
Tiba-tiba, dengan gerakan cepat Ryeowook memeluk tubuh kurus Sooyoung. Sementara Sooyoung kaget dan hanya diam saja. Entah kenapa yeoja itu tidak bisa memberontak. Anehnya, Sooyoung merasa nyaman dipeluk seperti ini oleh Ryeowook. Padahal, dia kan tidak mencintai Ryeowook. Dia mencintai Kyuhyun. Walaupun sekarang Ryeowook-lah suaminya. Tapi toh, dia menikah dengan Ryeowook tidak didasarkan oleh cinta. Mereka menikah karena perjodohan yang dilakukan kedua orang tua mereka.
“Ya! Oppa, kau ini kenapa?” seru Sooyoung. Ingin sekali rasanya dia memberontak. Tapi badannya tidak mau bergerak. Badannya lebih memilih diam dan menikmati pelukan namja itu.
“Gomawo…” bisik Ryeowook tepat di telinga Sooyoung.
“Gomawo? Karena apa?” tanya Sooyoung. Entah bagaimana, Sooyoung menjadi melunak.
“Gomawo kau telah mengandung anakku…” pernyataan Ryeowook itu membuat Sooyoung membulatkan mata. Bagaimana dia tahu? Batin Sooyoung.
“O-Oppa, bagaimana kau tahu?” tanya Sooyoung.
Ryeowook melepaskan pelukannya kemudian menarik tangan Sooyoung untuk bangun dan duduk menghadapnya. Sooyoung menatap suaminya penuh tanda tanya. Kemudian Ryeowook menunjukkan testpek kepada Sooyoung. Sooyoung kaget bukan main.
“Oppa… Kau menemukan itu dimana?” tanya Sooyoung.
“Di laci meja. Kau jahat sekali. Aku kan suamimu, aku harus tahu tentang itu.” Ryeowook mengerucutkan bibirnya. Aishhh, kenapa namja ini mengerucutkan bibirnya? Membuatku ingin menciumnya saja! Tunggu, menciumnya? AIGOOO! Pekik Sooyoung dalam hati.
“Ya! Memang kau harus tahu?”
“Ya! Harus taulah! Aku kan suami sekaligus appa dari bayi ini.” kata Ryeowook. Tangannya bergerak cepat dan menyentuh perut Sooyoung yang sedikit kentara.
“Ya!” seru Sooyoung ketika tangan Ryeowook menyentuh perutnya.
“Wae?” tanya Ryeowook.
“Siapa yang mengizinkanmu menyentuh perutku?” tanya Sooyoung sambil menatap namja itu galak (/).
“Mwo? Jadi aku tidak boleh memegangnya? Aishhh kau ini!” gerutu Ryeowook lalu menarik tangannya yang tadi menyentuh perut Sooyoung. Ryeowook lalu menelungkupkan tubuhnya membelakangi Sooyoung dan memejamkan matanya. Sementara itu, Sooyoung melihatnya dan terbesit rasa bersalah. Aishhh, baboya! Gerutu Sooyoung dalam hati. Sooyoung menepuk-nepuk lengan Ryeowook.
“Aishhh! Jangan ganggu aku!” ujar Ryeowook. Lama-lama Sooyoung jadi kesal. Akhirnya ditariknya tubuh kecil suaminya itu. Sedangkan Ryeowook menatapnya dengan tatapan heran dan kesal. Sooyoung cepat-cepat meraih tangan Ryeowook dan menuntunnya ke perut Ryeowook. Ryeowook menganga melihat sikap dan apa yang Sooyoung lakukan tadi.
30 menit kemudian…
Sesekali Sooyoung menguap. Dirinya masih duduk di ranjangnya. Tubuhnya agak linglung ingin rasanya menghempaskan tubuhnya dan tidur lelap di kasur empuk itu. Sedangkan Ryeowook masih menatap Sooyoung dan tangannya masih mengelus perut Sooyoung itu.
“Oppa. Aku mengantuk.” Kata Sooyoung pada akhirnya. Ryeowook menarik tangannya dan berbicara…
“Tidurlah.” Suruh Ryeowook. Sooyoung menurutinya dan tidur. Ryeowook mendekat ke perut Sooyoung dan mencium perut itu. Kemudian pergi tidur.
(requestnya nih yang SooWook saya panjangin hehe…)

@ SEOHUN
Seohyun melirik jam dinding kecil yang melekat manis di dinding kamarnya. Pukul 1 pagi. Sungguh, sudah 3 hari terakhir ini Seohyun tidak bisa tidur. Seohyun tahu betul karena apa…

Flashback
Saat itu, Seohyun sedang kewalahan mencari 1 meja kosong di kantin. Atau setidaknya 1 kursi yang kosong. Kakinya sudah terasa sakit sekali karena dari tadi dia terus melangkahkan kakinya mengelilingi isi kantin itu seperti orang gila. Bahkan Seohyun tidak peduli pada murid-murid lain yang menatapnya dengan tatapan aneh.
Seohyun hamper gila (?). SUdah 20 menit dia mencari tempat. Tetapi tetap saja. Akhirnya Seohyun membawa dirinya beserta nampannya ke taman. Lumayan, makan di taman yang cuacanya sedang cerah.

@ TAMAN
Seohyun melangkahkan kakinya menuju kea rah kursi putih dekat danau di taman sekolah juga tak lupa dengan menghiasi wajahnya dengan senyumnya yang cantik itu. Perlahan, Seohyun duduk di kursi itu, Dihirupnya udara segar disitu. Pohon besar dekat kursi yang ditempatinya itu senantiasa melindunginya dari terik matahari yang panas ini. Maklum, pukul 12 siang. Dibukanya bungkus yang berisi sandwich. Kemudian melahap sandwich itu dengan perlahan. Dikunyahnya dengan lembut sampai halus sebelum akhirnya ditelan.
Seohyun kelihatan sangat menikmatinya, sampai tidak sadar, seorang namja duduk disebelahnya.
“Annyeong Noona…” sapa namja itu. Sontak Seohyun kaget dan tersedak. Seohyun kepanikkan dan cepat-cepat menusukkan (?) sedotan ke dalam gelas minum ice chocolate yang dipesannya tadi. Sialnya, penutup gelas itu susah sekali ketika ditusukkan dengan sedotannya. Sedangkan namja itu, yang pasti kalian taulah siapa, juga kepanikan dan mencoba melakukan sesuatu.
“Noona. Gwenchana?” tanya Sehun dengan panik. Seohyun tidak menjawabnya, Seohyun sendiri bingung bagaimana ini. Akhirnya, Seohyun kehabisan nafas dan akhirnya pingsan #Haisshhh lebay deh! Masak cuman kesedak sampek pingsan? Aneh ga? Aishhh bodo amat, iya gak? #PLAK##.
Seohyun pingsan. Tubuhnya terkulai lemah di bangku itu. Sehun membelalakkan matanya dan bingung harus berbuat apa. Sehun beranjak dari tempat itu berjongkok (?) di dekat kursi itu. Tepat menghadap wajah cantik yeoja itu. Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Seohyun. Kemudian cepat-cepat menepis kejadian yang selanjutnya. Dirinya sendiri bingung. Apa aku harus membuat nafas buatan untuknya? Pikir Sehun dalam hati. Sehun bingung. Antara ingin melakukannya atau tidak. Jika dia melakukannya, Seohyun pasti akan sadar. Tapi, jika tidak melakukannya, Sehun takut nanti Seohyun kenapa-kenapa *haishhh lebay!*.
Akhirnya setelah memutuskan yang terbaik (?), Sehun mulai membuka rahang Seohyun, mendekatkan wajahnya ke wajah Seohyun. Dengan sedikit gemetar dan jantung yang berdegup kencang, namja itu mencoba. Dengan penuh harap, semoga yeoja ini bisa segera sadar. Perlahan sekali. Nafas Sehun semakin memburu saat hidung mereka nyaris menempel. Perlahan, hidungnya sudah menempel tinggal sedikit lagi dan….
CHU! Lewat kontak ‘bibir’ itu, Sehun mulai menghembuskan udaranya dari tenggorokannya ke mulut Seohyun. Cukup lama Sehun memberikan nafas buatan itu. Namun sepertinya, reaksi Sehun terlalu berlebihan. Harusnya dia memberi nafas buatan bukannya malah menikmati kontak bibir ini. Aneh! Sudah dari tadi mata Sehun terpejam karena terlalu menikmatinya. Hingga dia tidak sadar kalau ‘nafas buatan’nya itu membuahkan hasil. Tanpa diketahui Seohyun membuka mata. Seohyun merasakan bibirnya seperti dikunyah-kunyah (?) oleh seseorang. Seketika itu, Seohyun membulatkan matanya dan cepat-cepat mendorong orang yang mengunyah-ngunyah (?) bibirnya itu. Besar sekali kekuatan Seohyun untuk mendorong namja itu. Namja itu jatuh tersungkur. Seohyun kaget bukan main saat melihat siapa namja itu. SEHUN!! Teriak Seohyun dalam hati.
“Ya! Apa yang kau lakukan!” pekik Seohyun yang sekarang sudah mengubah posisinya menjadi berdiri di depan Sehun.
“…” Sehun tidak menjawab. Namja itu menundukkan wajahnya. Merutuki dirinya sendiri dalam hati. Baboya! Kenapa kau menikmatinya? Rutuk Sehun dalam hati.
“Mianhae noon…” Sehun meminta maaf sambil mengangkat kepalanya. Namun, permintaan maafnya belum selesai dia ucapkan. Yeoja itu pergi. Dimana dia? Batin Sehun.

FLASHBACK END
Sudah 3 hari Seohyun mencoba menghindari namja itu. Bahkan dia juga menghindar dari sahabat-sahabatnya yang selalu membujuk dirinya untuk mendengarkan penjelasan Sehun. Namun, Seohyun tidak peduli. Apapun alasannya tetap saja bagi Seohyun tindakan yang dilakukan namja itu ‘salah’!.
Seohyun mendudukkan tubuhnya di ranjangnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang dingin. Malam ini, bukan maksudnya pagi buta ini hujan. Deras sekali.
“Aishhh kenapa kau melakukan itu Sehun-ah?” Seohyun mengeluh.

SEMENTARA ITU
Hujan deras terus mengguyur. Mengguyur tubuh namja itu. Sehun. Sudah sedari 5 jam yang lalu Sehun berdiri dan tidak mengubah posisinya atau berpindah tempat. Dirinya bermaksud meminta maaf kepada Seohyun tentang kejadian pasca 3 hari yang lalu. Sebegitu kagumnya dia pada gadis itu, sebegitu cintanya dia pada gadis itu hingga dia rela diguyur air hujan yang mengeroyoknya tanpa ampun itu. Bahkan tidak peduli kalau tubuhnya sudah sangat kedinginan. Tidak peduli kepalanya sudah pusing. Tidak peduli matanya sudah berat karena dia mengantuk sekali. Yang hanya ia mau sekarang adalah menjelaskan semuanya pada Seohyun.
“Seohyun Noona!” teriak Sehun. Percuma, hujan sangat deras ditambah suara Sehun yang lemah dan gemetar. Pastilah Seohyun tidak mendengarnya.
Namun ternyata… Di dalam kamar Seohyun yang didominasi warna ungu itu, Seohyun merasa ada yang memanggilnya.
“Aishhh apa hanya perasaanku saja? Lagipula ini kan sudah malam…” gumam Seohyun. Biar bagaimanapun bibirnya berkata seperti itu, namun tak bisa disangkal kalau hatinya berkata lain. Tapi sepertinya ada yang memanggilku.
Seohyun mulai membuktikan kata hatinya. Beringsut dari ranjangnya dan berjalan perlahan menuju jendela kamarnya. Samar-samar, Seohyun mulai menangkap siluet seorang pria di bawah sana. Jendela kaca itu berembun, Seohyun mengusap embun itu dengan tangannya. Dilihatnya dengan jelas sekarang, Sehun tengah berdiri di bawah sana. Tampak kedinginan dan lemah. Aishhh… kenapa dia melakukan hal sebodoh ini! Gerutu Seohyun dalam hati. Cepat-cepat Seohyun pergi dari kamarnya dan mengendap menuju ruang keluarga. Mencari payung yang biasanya terdapat di ruangan itu. Setelah menemukannya, Seohyun kembali mengendap ke ruang tamu. Gerakannya cepat tapi tidak menimbulkan suara ketika Seohyun melewati kamar pembantunya, takut kalau-kalau pembantunya itu mengadukannya pada kedua orangtuanya yang tengah menikmati liburan di Busan untuk waktu yang lama.
Seohyun membuka pintu rumahnya. Setelah pintu itu terjeblak (?) Seohyun langsung berlari kea rah namja itu. Seohyun memeluk namja itu. Kemudian menariknya perlahan memasuki rumahnya.
Didudukannya namja itu di sofa kamarnya. Lalu menyelimuti tubuh namja itu dengan selimut tebalnya. Seohyun duduk disebelah namja itu. Namja itu hanya menatap kosong kedepan. Seohyun memberanikan diri menyentuh pipi dan dahi namja itu. Aigoo… panas sekali, batin Seohyun.
“Sehun-ah kenapa kau melakukan tindakan bodoh seperti itu?” tanya Seohyun. Kata-katanya menggambarkan sekali kalau dirinya sedang kesal namun nadanya lembut.
“…” Sehun hanya menggelengkan kepalanya perlahan. Tubuhnya bergemetar hebat.
“Sehun-ah tubuhmu panas sekali. Bagaimana kalau kau sakit?” Seohyun panik melihat keadaan Sehun yang seperti ini. Rasanya tidak tega. Akhirnya Seohyun beranjak ke bawah dan membuatkan Sehun secangkir susu jahe yang hangat.
Setelah meminum susu jahe itu, Sehun mulai bicara.
“Kenapa kau melakukan tindakan bodoh itu?” tak dirasa air mata mulai membendung di mata Seohyun.
“Aku ingin menjelaskan yang sebenarnya padamu. Aku ingin meminta maaf.” Jawab Sehun. Sehun tak berani menatap Seohyun.
“Ya! Tapi kan tidak dengan cara bodoh seperti ini!” Seohyun membentaknya walau nadanya sangat pelan. Seohyun mulai terisak. Sesaat kemudian, pipinya sudah dibanjiri oleh air matanya.
“Mianhae…” Sehun meminta maaf.
“Sudahlah. Lupakan saja masalah itu.”
“…” Sehun mengangguk.
“Kau kedinginan. Selimutku hanya satu. Apa yang harus kulakukan?” tanya Seohyun.
“Tak apa. Kau pakai saja selimutnya. Aku tidak apa-apa.” Kata Sehun.
“Tidurlah di kasur.” Pinta Sehun kepada Seohyun.
“Aniya, aku akan tetap disini.” Tolak Seohyun.
“…” sebuah senyuman terangkat di wajah Sehun.
Sehun mulai terlelap dan memejamkan matanya. Dia tertidur. Sementara Seohyun, dia menyenderkan kepalanya dikasur menatap Sehun yang sekarang sudah damai dalam mimpinya. Lama sekali Seohyun menatap wajah tampan Sehun itu.
DEG… Jantung Seohyun serasa ingin keluar dari rusuknya. Seohyun merasa nyaman bisa sedekat ini dengan Sehun. Padahal, biasanya dia selalu menghindar dari namja ini.
Apa aku menyukainya? Tanya Seohyun dalam hati.

08.00 KST
Seohyun sudah terbangun sejak tadi. Bukan, lebih tepatnya yeoja itu tidak tidur. Tadi pagi sekali, Seohyun menempelkan sepucuk note agar pembantunya tidak perlu masuk ke kamarnya. Karena Seohyun yakin, jika pembantunya membuka, dia akan negative thinking.
Sinar mentari terus menyerobot masuk dari jendela Seohyun. Wajah Sehun perlahan mulai tertepah sinar itu. Seiring dengan sinar mentari yang menerpa wajahnya, membuat Sehun merasa silau. Akhirnya namja itu bangun dan mendapati Seohyun tengah memandanginya dengan tatapn bahagia.
Seohyun yang menyadari langsung berhenti memandang lekat namja itu dan langsung ngacir (?) ke meja komputernya. Berpura-pura.
“Noona…” panggil Sehun.
“Wae?” tanya Seohyun tanpa mengalihkan pandangannya pada computer.
“Gwenchana. Sepertinya tadi aku sedang bermimpi kau menatapku penuh kagum…” ujar Sehun sambil mengusap-usapkan matanya. Seohyun terpaku… “Kau menatapku dengan senyum.” Seohyun jadi salah tingkah. “Lalu kupikir kau menyukaiku.” Oh NO!!! jerit Seohyun dalam hati.

@ HEESICA
Hari Minggu adalah hari paling dinanti oleh seluruh anak sekolah di dunia ini! *jiahkkkk lebay lagi lebay lagi!*. Semua anak sekolah akan senang saat hari minggu. Karena hari Minggu adalah hari dimana mereka terbebas dari pelajaran yang membosankan (?). Namun, tidak demikian dengan Jessica Jung. Harusnya dia bersenang-senang dengan Jiyeon. Namun apa? Dia malah harus mengikuti tambahan belajar dengan KIM HEECHUL SONGSEONIM. Menyebalkan, frustasi Jessica.
Sudah 1 jam Jessica tidak mengalihkan pandangannya dari soal nomor 1 dari 50 soal! Bayangkan! Sudah 1 jam, tak satupun yang sudah dijawabnya.
“Aishhh!” Jessica menggerutu. Sedangkan Heechul melihatnya sambil menahan tawa.
” Ya! Jangan menggerutu. Kerjakan saja itu!” perintah Heechul yang posisinya sedang berdiri dibelakang Jessica.
Tanpa diketahui Heechul, Jessica menirukan ucapan Heechul. Bibirnya komat-kamit menirukan perkataan Heechul tadi.
Dasar menyebalkan! Aishhh kenapa aku bisa menyukai guru seperti itu? rutuk Jessica dalam hati.
5 jam kemudian.
Jessica masih berkutat dengan tugasnya. Heechul masih tetap setia menunggui murid ‘spesial’nya itu. Jessica sudah pusing sekali melihat apalagi memikirkan soal-soal itu. Sedangkan Heechul, kakinya sudah sakit dan perutnya sudah keroncongan karena sejak 6 jam yang lalu dia menunggui muridnya itu.
Perlahan, Heechul melangkahkan kakinya ke arah Jessica. Namun baru selangkah saja, kakinya sudah sangat sakit. Bayangkan saja, 6 jam berdiri, walaupun tubuhnya ditopang (?) menempel dinding. Ckckck xD
Diliriknya lembar jawab Jessica. Mata Heechul pun membulat dan membesar (?) sebesar bola ping pong *gaje*.
”Aishh kau ini benar-benar! Sudah 6 jam! Kenapa hanya 11 soal yang kau jawab?!” pekik dan tanya Heechul. Sementara Jessica hanya menggelengkan kepala pelan. Matanya sudah terlihat sangat letih dan terlihat sekali dari mata Jessica bahwa dirinya sedang sedih + kesal, walau matanya tertutup rambutnya. Benar, rambut Sica sudah sangat acak-acakan akibat terlalu sering dia menggaruk-garuk kepalanya frustasi saat mengerjakan soal-soalnya.
Gu~ perut Heechul keroncongan. Mereka berdua saling berpandangan.
”Songsaenim, kau lapar?” tanya Jessica.
Heechul kemudian meringis dan berkata ”Ne…”
”Nado…” Jessica mengangguk-angguk letih. Kemudian terbesit ide di benaknya. Senyumnya pun merekah.
”Songsaenim, bagaimana kalau kita pergi mencari makan?” tawar Jessica kepada Heechul dengan matanya yang berbinar.
”Mwo? Lalu essaymu?” tanya Heechul.
”Aishhh… Tapi aku lapar. Songsaenim juga kan?” tanya Jessica raut mukanya jadi sedikit agak kecewa, juga terlihat raut memohon disana.
”Bagaimana ya?” Heechul tampak sedang berpikir. Sementara Jessica mengerucutkan bibirnya.
”Ne, kajja!” ajak Heechul.
”Mwo? Jincha! Assa! Kajja Songsaenim…” tanpa disadari, Jessica mengapit tangan Heechul. Heechul merasa senang sekaligus heran. Beberapa setelah itu, Jessica sadar, dia langsung melepas apitan tangan itu.
”Josenghamnida Songsaenim…” Jessica meminta maaf.
”Gwenchana.” kata Heechul. Jika Jessica melihatnya, pasti dia akan tahu kalau Heechul sedikit kecewa.
PERJALANAN
”Songsaenim, kita makan disitu saja! Otte? Aku suka masakan Prancis!” bujuk Jessica. Namun sayangnya, Heechul tidak menggubrisnya dan terus mengendarai mobilnya.
”Aishhh… Ada apa dengan orang satu ini.” cibir Jessica hampir tidak terdengar.
MALL
”Ya! Kenapa kita ke mall?” tanya Jessica.
”Hmmm… Tidak enak kalau cuman makan saja. Lagipula, aku tahu kau sangat tidak suka dengan ekstra mu ini. Aku tahu harusnya di hari Minggu kau menghabiskan waktu bersama teman-temanmu. Ya kan?” ujaran Heechul itu membuat Jessica menganga tak percaya.
Bagaimana dia bisa tahu?, tanya Jessica dalam hati.
”Ayo turun. Mari bersenang-senang!” girang Heechul. Jessica menatapnya penuh binar sekaligus senang.
”Kamsahamnidah Songsaenim…” ucap Jessica.
”Apapun untuk barbieku…” Oops! Heechul keceplosan.
”Mwo?” Jessica tidak percaya dengan kata Heechul barusan.
”A-a-ani-ya… Bukan apa-apa.” Heechul gelagapan. Kemudian cepat-cepat turun dari mobilnya. Sementara Jessica yang masih duduk di jok depan mobil hanya menatap gurunya itu. Rasanya senang dan heran tapi juga bingung.

 

”Songsaenim, bagaimana wanginya?” tanya Jessica sambil menunjukkan wangi dari salah satu parfum yang telah disemprotkan di pergelangan tangannya. Heechul mendekat dan mencium bau itu.
”Bau buah-buahan?” tanya Heechul.
”…” Jessica hanya mengangguk dan menatapnya penuh harap. Berharap, pendapat Heechul dapat membuat senyumnya rekah.
”Jangan yang itu.” Jessica menatap sebal ke arah Heechul.
”Bagaimana yang ini?” tanya Jessica.
”Jangan yang ini!”
Selama 2 jam mereka mencari parfum yang cocok digunakan Jessica. Jessica selalu meminta pendapat Heechul dan menatapnya penuh harap, berharap pendapat Heechul sama dengan pendapatnya. Namun, 2 jam ini, pendapat Heechul justru membuat Jessica semakin sebal dan membuat moodnya jadi buruk.
”Bagaimana kalau yang ini?” kini giliran Heechul menawarkan parfum yang dipilihnya.
Jessica menatapnya horror dari belakang. Setelah mencium bau parfum itu, ingin sekali Jessica mengatakan ”iya”. Tapi dia ingin ‘balas dendam’ atas penolakkan Heechul tadi.
Jessica bingung. Antara ingin dan berusaha menepisnya. Ingin karena bau parfum itu sangat enak, tidak disangka Heechul sangat pintar dan selektif (?) dalam memilih parfum. Namun, rasa balas dendamnya juga tidak kalah dengan rasa inginnya itu.
”Terserah songsaenim.” jawab Jessica pada akhirnya kali ini dengan senyum manis.
Setelah membeli parfum, mereka pergi ke restoran mall.
Keduanya makan cukup banyak. Heechul menghabiskan 2 porsi jajjangmyun, 1 naengmyun, dan 4 ttukboki #rakus amat!# sedangkan Jessica menghabiskan 3 porsi naengmyun, 6 ttukboki, dan 2 kimchi #makin rakus!#. Belum lagi minuman yang mereka pesan.
Selesai makan, mereka pergi ke Ice Skate. Setelah itu berjalan-jalan sambil membeli pernak-pernik. Kini tiba saatnya pukul 07:00 PM KST.

@ DEPAN RUMAH JESSICA
“Kamsahamnidah songsaenim…” kata Jessica masih enggan meninggalkan mobil Heechul.
“Ne… Cheonmanaeyo… Omong-omong, aku tidak suka kau panggil ‘songsaenim’.”
“Ne?” Jessica bingung.
“Kita sedang tidak di sekolah Jessica Jung.”
“Lalu?”
“Panggil saja aku Oppa.”
“Ne? Kenapa ‘Oppa’?”
“Usiaku tidak jauh denganmu.”
“Memang usia songsaenim berapa?”
“26 tahun.”
“Ooo, tidak begitu jauh. Aku 18 tahun. Geurae, aku memanggilmu Oppa!” kata Jessica.
“Nah begitu!” Heechul mengangguk setuju sambil tersenyum renyah.

NEXT DAY
@ TAETEUK, YOONHAE, MILKY & HYUNZY
“Oppa!” pekik Taeyeon dari kejauhan saat melihat namja itu tengah bersender di mobilnya.
“kajja Taengoo!” kata Leeteuk menyuruh Taeyeon bergegas. Taeyeon berlari kecil kea rah Leeteuk, tetapi…
BRUK…
“Aigoo…” rintih Taeyeon.
“Ya! Taeyeon-ah gwenchana?” Leeteuk menghampirinya.
“Gwenchana Oppa…” kata Taeyeon.
“Hmmm… Yasudah, sini aku gendong.” Belum sempat Taeyeon menjawab, namun Leeteuk sudah mengangkat tubuh kecil Taeyeon. Kemudian membawanya masuk ke mobilnya yang letaknya tak jauh dari tempat itu. Sementara sepasang mata menatap mereka dengan tatapan iri. Leeteuk hanya menghiraukan mereka, sedangkan Taeyeon tersenyum saking bangganya.

@ TAMAN
“Ayo,” Leeteuk memapah Taeyeon perlahan menuju taman pribadi milik sepupunya Donghae.
“Wae Oppa? Kenapa kita kesini?” tanya Taeyeon.
“Hehe, tidak apa-apa. Hanya bermain saja dengan teman-teman dan adikmu.”
“Adik?”
“…” Leeteuk mengangguk.
“Ahhh Suzy-ah?” tanya Taeyeon.
“Yaiyalah! Memang adikmu itu siapa? Cuman 1 kan? Suzy?”
“Aigoo… mesranya kalian ini!” celetuk seorang namja. Wooyoung.
“Wae kau iri?” tanya Leeteuk lalu merangkul pundak Taeyeon mesra.
Dapat dilihatnya sekarang Ji Eun agak iri melihat mereka berdua. Ji Eun menyenggol lengan Wooyoung.
“Waeyo chagi-ya?” tanya Wooyoung sambil mengalihkan pandangannya kea rah Ji Eun.
“Oppa, aku iri…” Ji Eun memasang aegyonya. Mengerti maksud Ji Eun, Wooyoung merengkuh Ji Eun lalu membelai pipi gadis itu. Sementara yang dibelai hanya merona merah dan senang.
“Aishhh! Kalian ini ikut-ikutan saja!” gurau Taeyeon yang segera saja mendapat tatapan tajam dari Ji Eun.
“Waeyo? Tidak boleh?” tanya Ji Eun yang nadanya dibuat sinis.
“tidak boleh!” pekik Taeyeon.
“Ya! Itu kan hak sesama. Iya kan Oppa?” tanya Ji Eun kepada Wooyoung. Wooyoung menganggukan kepalanya tanda setuju.
“Ya! Jangan suka fotokopi dong!” celah Leeteuk tiba-tiba.
“Aishhh! Kan itu hak sesama pasangan hyung!” Wooyoung tidak mau kalah.
Pasangan TaeTeuk dan Milky memulai perang argumen. Ya, jika dirasa cukup kekanakan.
Sementara itu, HyunZy sedang main colek-colekan dengan es krim. Sedangkan YoonHae, bukan! Bukan! Mereka belum berpacaran! Maksudnya Yoona dan Donghae hanya berdiam diri dalam 1 bangku. Keduanya tampak canggung.
Tuhan, kenapa jantungku serasa ingin meledak? Oh No! Jangan-jangan kalau meledak, nanti aku bisa mati! Kekeke, mati karena Donghae Oppa! Yoona kegirangan dalam pikirnya.
Aishh, kenapa jadi canggung begini! Ayolah Hae pikirkan sesuatu untuk menjadi topic pembicaraan bersama dewi ini. Aishh! Apa ya? Kau sudah makan? Bukannya tadi kami membeli makanan. Bagaimana kuliahmu? Dia kan sedang cuti. Kau cantik sekali! Aishh jika aku memujinya seperti itu, hiyy aku tidak berani membayangkannya. Bisa-bisa pasangan-pasangan yang lain menyurakiku (?). Apa ya? Aha! Apa kau sudah punya pacar? Ide bagu ide bagus! Batin Donghae.
“Yoona…” panggil Donghae.
Yoona yang merasa dirinya dipanggil langsung memutar badannya kea rah Donghae dan memasang senyum paling manisnya.
“Donghae Oppa.”
“Boleh aku tanya sesuatu?” tanya Donghae.
“…” Yoona hanya mengangguk mantap.
“Apa kau punya….” Donghae menggantungkan kalimatnya. Ragu-ragu mau bertanya tentang ini atau tidak.
“Punya? Punya apa Oppa?” tanya Yoona yang sudah dilanda penasaran.
“Namjachingu?’ Donghae setengah berbisik.
Aigoo, kenapa Hae Oppa bertanya seperti ini? Apa jangan-jangan…. GYA! Yoona histeris sendiri dalam batinnya. Senyumpun semakin merekah saat itu juga.
“Belum Oppa. Wae?”
“Jincha! YES!” Donghae senang.
‘Waeyo Oppa?”
“tidak apa-apa.”
“Mwo? Eummm begitu ya?” Yoona jadi agak kecewa dengan pernyataan Donghae tadi. Donghae yang sadar kalau ekspresi Yoona menjadi kecewa langsung menanyakannya.
“Wae? Kenapa kau jadi agak kecewa begitu?” tanya Donghae.
“Mwo? Aniya Oppa.” Yoona tersenyum walau senyumnya terlihat dipaksakan. Yoona pikir Donghae menyukainya.
“Katakan saja yang jujur!” tekan Donghae.
“…” Yoona diam menatap Donghae. Kemudian mengalihkan pandangannya lurus ke depan. Menerawangi pasangan TaeTeuk dan Milky yang tengah berdebat lucu.
“Kupikir Oppa…” Yoona tidak melanjutkan kata-katanya.
Cukup lama Yoona diam. Kemudian dia melanjutkan. “Kukira kau menyukaiku Oppa.” Yoona tertunduk.
“Mwo?” Donghae kaget.
“Maafkan aku Oppa. Aku tahu tidak mungkin artis sepertimu bisa menyukai aku. Yang hanya anak dari composer saja.”
“Kau salah.” Tegas Donghae. Yoona tercengang mendengarnya. Benar kan! Aku salah! Sesal Yoona.
“Kau salah kalau kau beranggapan aku tidak menyukaimu. Aku menyukaimu. Tidak tapi aku mencintaimu.” Ucapan Donghae terdengar jujur dan tulus.
Yoona mengdongakkan kepalanya dan menatap Donghae. Lebih tepatnya menatap mata namja itu. Mencoba mencari kebohongan di sana. Namun sepertinya hanya ada kejujuran, keyakinan dan ketulusan di sana.
“Jinchayo Oppa?”
“…” Donghae mengangguk. Yoona tersenyum. Tersipu malu.
“otte? Kau mau menjadi yeojachinguku?” permintaan Donghae itu membuat Yoona ingin segera jungkir balik kegirangan.
“…” Yoona mengangguk mengiyakan. Tanpa pikir panjang mereka berdua berpelukkan
“Cie cie… Yoona Unnie dan Donghae Oppa jadian!” pekik Suzy yang menyadarinya. Sontak pekikkan merdu Suzy itu mampu mengalihkan perdebatan TaeTeuk dan Milky juga sukses menghentikkan aksi Yoona dan Donghae.
“Jinchayo?” tanya TaeTeuk dan Milky bersamaan.
“Ne!” jawab Soohyun.
“…” YoonHae hanya tertunduk malu dan senyum-senyum gaje.
“cie… cie mesranya!” celetuk Ji Eun.
“Ya Ji Eun-ah!” kata Yoona.
“Mian Unnie.” Ji Eun meminta maaf.

4 Jam pun berlalu. Mereka masih bersenang-senang. Akhirnya setelah sadar waktu, mereka pulang bersama pasangan mereka.
@ HYUNZY
“Tak mampir dulu Oppa?” tawar Suzy.
Sooyoung mengelus ubun-ubun Suzy. Saat itu juga Taeyeon lewat dan berceletuk berniat mengejek adiknya,
“Aigoo… mesranya.” Celetukan Taeyeon berhasil membuat dua malaikat tadi menoleh ke arahnya.
“Unnie!” teriak Suzy. Taeyeon yang mendengarnya langsung berlari memasukki rumah mewahnya.
“Omma!!” kata Taeyeon. Persis seperti anak kecil yang habis dikejar-kejar anjing.
“Aishh. Mianhae oppa, unnieku yang satu itu memang menyebalkan.” Ujar Suzy.
“Menyebalkan? Menurutku tidak. Dia cantik.”
Air wajah Suzy jadi sebal. “Mwo? Jadi aku tidak cantik?” tanya Suzy.
“kau juga cantik.” Jawab Soohyun.
“Lebih cantik aku atau Taeyeon Unnie?” tanya Suzy.
“Ya, 55 % Taeyeon. Sisanya kamu.” Canda Soohyun.
“Oppa!” rengek Suzy.
“Hahaha xD aku hanya bercanda! Kau cantik. Bahkan kau adalah yeoja tercantik yang pernah kutemui.” Mendengar itu, Suzy jadi senang.
“Yasudah masuk sana! Sudah malam.” Soohyun mendorong tubuh Suzy agar segera memasuki gerbang rumah gadis itu.
“ne… ne… ne..” Suzy pun berjalan semakin menjauh dari hadapan Soohyun. Sesekali, menoleh ke belakang untuk melihat namjachingunya sambil melambaikan tangan. Sekitar 3 kali Suzy melakukan ini. Hingga tinggal 2 langkah menuju pintunya, Suzy berbalik dan berlari kea rah namja itu. Memeluknya dan mencium bibir namja itu.
Keduanya terpejam. Saling menikmati sentuhan bibir mereka. Tak peduli dengan angin malam yang semakin dingin. Bahkan tak peduli ketika 2 satpam tengah memergoki mereka sambil menatap longo (?) kea rah mereka. Merekapun melepaskan ciuman dan saling berpamitan (?).

@ YOONHAE
“Oppa… Aku disini saja ya?’ tawar Yoona pada Donghae.
“Wae? Kau harus pulang. Nanti Mr. Im mencarimu.” Kata Donghae.
“Aishh! Appaku ke L A kau lupa?”
“Aishh… Iya ya… Tapi nanti kalau disangka yang tidak –tidak bagaimana?” tanya Donghae.
‘Tidak! Tidak akan! Kau pikir aku wanita apaan?”
“Ya! Harusnya aku yang tanya. Kau pikir aku pria apaan?”
“hehe… Ya sudah kalau kau tidak mau, aku bisa menginap ke rumah Seohyun. Dia sepupuku. Rumahnya hanya dekat.
“Lha itu apa! Kau menginap dirumah sepupumu saja. Otte?”
“Aishh… Jadi kau mengusirku?’
“Bukan begitu Yoong. Aishh kau ini, yasudah kau boleh tidur disini.”
“Terimakasih banyak Hae Oppa, tapi aku sudah berjanji dengan Seo tadi siang kalau aku akan menginapnya di rumahnya mala mini.”
JDEK! Donghae jadi agak kesal dengan yeoja satu ini. Sabar Hae… batin Donghae.
“kajja Oppa! Kita berangkat.” Ajak Yoona kemudian menggandeng mesra tangan Donghae.
DEPAN RUMAH SEOHYUN
“Gomawoyo oppa!” Yoona berterimakasih kemudian mencium bibir Donghae sebelum memutuskan untuk berlari dan masuk ke rumah itu.
“Ya! Harusnya aku yang mulai dulu Yoong!” pekik Donghae ketika Yoona sudah memasuki rumah itu.

TO BE CONTINUE…
Hehe, mian ya couplenya Milky, TaeTeuk, HyunZy, dan YoonHae nggak banyak-banyak banget. Hehe, soalnya ni author lagi bingung buat tema buat mereka. Buatnya aja sampek author bela-belain buat ni FF daripada belajar *lagi males*. Hehe, moga suka. Mian ya yang minta panjangin couplenya Yoonhae sama TaeTeuk, sumpah! Author lagi kehabisan ide. Tapi Insyaallah nanti part 4 author panjangin lagi…. Hehe, give me your comment!

53 thoughts on “Romance City (Part 3)

  1. Huee… Sedihnya puna Taeteuk kok pendek Bgt. Jd sedih nih.
    Tp dr semua story soowook punya yg plaing keren. Tp di bag soowook ada satu kesalahan typo yg cukup fatal ketika diartikan… Aku blm pasti o tp keliatan sih gt#gak jelas. Keep on writing y

  2. ternyata yoona sm seohyun sepupuan y? #manggut2.
    cerita ttg Soowook trnyata pas dipanjangin kok jadi kocak ya. XD

    thaanks a loooot, authooor #what should i call u?
    SeoHun momentny banyak banget. u made me feel a little embarrassed pas sehun nyium seohyun. hahaha. He is cuuuute. daan, Seohyun sudah mulai suka sama sehun kah? kkk~
    but as ur information, kalo org keselek trus sesak, itu artinya makananny masuk jalan nafas. kalo ga dikeluarin makananny segera, org yg keselek itu bs meninggal. jd g bs ditolong hnya dgn nafas buatan. :)

    as always, keep writin’ n updateee moooreee especially SeoHun moment.

    • iya mereka (seo & yoong) sepupu…
      hehe, iya chingu… yang pas soowook emng sngaja sy jadiin kocak, soalnya kan sooyoung awalnya gak suka sm ryeowook sdngkn judul ff ini Romance City, harusnya menceritakan tntng sesuatu yg romantis kan? hehe, suka sama SeoHun ya? Saya juga…
      GOMAWO… tunggu ya?

    • hehe iya… tp mian ya klo nnt agak lama… soalnya bntr lagi sya ulangan kenaikan kelas… jd sya hrs lbh fokus k pelajaran ktmbng ff… hehe xD GOMAWO UDAH NYEMPETIN BACA :D

  3. daebak..daebak.. ^^
    tapi kok part yoonhae ama taeteuk cman dikit..
    panjangin yaa chingu.. :)
    jdi gak sbar nunggu next partnya.. ^^

  4. chingu koq romance city nya blum dilanjutin?
    kapan chingu abis penasaran ni?
    oh ya kalo boleh reques buatin ff yg cast utamanya milky couple donk chingu
    heheheheh gomawo :)

    • Mianhae chingu, hehe, sya lgi ukk nih… hehe, ni aja buka wp jg klo smpet… mungkin 1 minggu atau 2 minggu lagi ya chingu? hehehe, saya juga lgi miskin (?) ide nih…

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s