Midnight Cry -Chapter 2-

Midnight Cry

Title:

Midnight Cry

Author:

IloveAJ and Ms.Yeobos

Genre:

Mystery, Romance, Angst, AU

Rate:

Maybe 15+? (kebiasaan, orang Authornya 12!)

Cast(s):

-Song Ahn Mi (OC)/YOU

-Lee Dong Hae as Junho’s twins

-Lee Gi Kwang

-Lee Jun Ho as Donghae’s Twins

-Park Jung Soo as Jimmy Park

– Kim Tae Yeon

-Song Ji Mi (OC)/YOU

-Ham Eun Jung

-Im YoonA

-Seo Joo Hyun as Seohyun

-Lee Sun Kyu as Sunny

-Lee Soo Man

-Lee Ji Eun

Length:

Chaptered

Author’s note:

All casts is belong to god and herself/Himself, but the story is mine!

No Silent readers and no copy paste without my permission.

This is my real story, this is my first Mystery story.

Dan, maaf ya, kalo disini Leeteuk namanya Jimmy. Walaupun Author tau, harusnya Dennis Park, tapi lebih enak manggil Jimmy dibanding Dennis menurut Author #Bletakk


Chapter 2

 

Siapakah orang itu?

 

“Gikwang?” Tanya Donghae

 

“Sunbae?” timpal Ahnmi

 

“sedang apa disini? Bukankah seharusnya kau ada bersama Seohyun? Mana Seohyun?” lanjut Donghae

 

“Harusnya aku yang Tanya! Sedang apa kalian? Bahkan… ah, apa kalian berdua pacaran?” Tanya Gikwang ngos-ngosan. Saking semangatnya ngomong #plakk”

 

“Anni! Kami tidak pacaran!” jawab Ahnmi dan Donghae serempak

 

“tapi…”

 

“Aku menyukainya, tapi dia tidak menyukaiku” kata Donghae pelan.

 

“Mwo!?” Gikwang tidak percaya

 

“yeah, don’t believe it??” Tanya Donghae.

 

Gikwang menggeleng

 

“Babo! Tadi dia kan teriak kencang sekali bahwa she will not love me!” jawab Donghae agak sedih.

 

Gikwang tertegun.

 

Harusnya ia ikut sedih melihat kakaknya sedih. Tapi malah terpancar kebahagiaan dari wajahnya *Adik durhaka* #plakk

 

“ohh… ya sudah yaaa~ Byeeee…. Aku mau ke Seohyun duluuu~~” kata Gikwang ceria

 

“ha, kenapa dia?” gumam Donghae dan Ahnmi bersamaan

 

Taeyeon pov.

 

Ah, aku malu sekalii…! >//<

Ini hari pertamaku berbicara dengannya, he’s so amazing!

Dia pintar, bahasa Inggrisnya lancar *ya iyalah*, walaupun Bahasa Korea-nya tidak lancar, dia tampan, dan senyumannya seperti Angel. Dan dia sangaaaat… baik

Kalau begini terus, kalau setiap hari berhadapan dengannya terus, aku yakin jantungku akan meledak!!

Aku menulis: “Saranghamnida Jimmy” dengan Hangeul. Berharap ia tidak bisa membacanya

 

“hey…. Apa yang kau tulis?” tanyanya dengan bahasa Korea yang aneh

 

“ah, anniyo anniyo” jawabku sambil menyobek halaman bukuku dan melipatnya. Lalu kumasukkan ke dalam tas.

 

Dia hanya  memandang tasku sambil sedikit tersenyum.

Omo…. Dia benar-benar menyerupai angel!

Tapi… pasti dia sudah memiliki Yeoja chingu… huhh….

 

“hey, menurutmu siapa itu orang yang paling ‘tahu’?” Tanya Jimmy aneh

 

“Euhmm… diantara Donghae Oppa dan Ahnmi-a” jawabku

 

“who is Ahnmi-a?” tanyanya

 

“euhmm…. yeoja yang sering bertengkar dengan Donghae Hyung” jawabku

 

“oooh… That rude girl….” gumam Jimmy

 

“ya! don’t call her Rude girl!” bentakku. Tentu saja, aku tidak terima…

 

“o, oh… Mianhae” katanya sambil menggigit bibir bawah

 

“nae” jawabku cepat

 

“euhm… euhm… Tae, Taeyeon-sshi…. apa kau…. euhmm” kata Jimmy pelan.

 

“mwo? apa? kau bilang apa?” tanyaku. Suaranya benar-benar pelan.

 

“aku tanya… Apa kau…”

“BRUMMM! BRUMM! BRUMM!” Omongan Jimmy terpotong oleh deru sepeda motor sedang pawai.

 

Taeyeon mendesah kesal. Dia berdiri, lalu berjalan ke depan pintu.

 

“WOY! DIAAAAMMM!!!” Seru Taeyeon galak pada genk motor yang sedang pawai

 

Jimmy merinding. Cantik-cantik galaknya ngalahin Drakula (loh, emangnya Drakula galak gitu?)

Setelah deru suara motor itu berhenti, Taeyeon kembali duduk dan tersenyum manis

 

“Nah? Tadi kau mau bilang apa?” Tanya Taeyeon.

 

Jimmy merinding. Dia nggeleng pelan.

 

“Enggak jadi >.<” jawabnya. Taeyeon cuma ngangguk heran.

 

—————————————————————————————————-

 

“hoy! G-I-K-W-A-N-G! Wooooy! Gikwang! Lee Gikwang!” panggil Seohyun. Namun, Gikwang sama sekali nggak ngerespon.

Karena gedeg, Seohyun ngambil buku, digulung, terus ditempel ke kuping Gikwang

“GIKWAAAAAAAAAAANG!!!!!!!!!!!!!!” Seru Seohyun.

 

Gikwang kaget setengah mati, dia sampe nyungsep saking kerasnya teriakan Seohyun

 

“M, mwo!? Kenapa teriak sih!? Di kuping gue lagiiiii!!!!” bentak Gikwang

 

“ya abisnya, dipanggilin nggak respon” keluh Seohyun sambil manyun.

 

“Iya deh, Mian” kata Gikwang sambil duduk kembali di samping Seohyun

 

“Eh, Gi… UGH!” Seohyun tercekat. Nafasnya sesak, serasa dicekik. Dia megap megap sambil megangin leher.

 

“Mwo!? Seohyun-sshi! Seohyun! Kau kenapa!? Gwenchanayo!? (jelas kagak lah, pabo -___-)” Tanya Gikwang panik.

Seohyun megap-megap sambil megang lehernya.

 

“ta… Ngan… Le… Her…” gumam Seohyun lemah. Gikwang yang notabene-nya ‘telmi’ bengong selama 5 menit (oy! nanti anak orang keburu mati pabo!)

Setelah 5 menit, Gikwang langsung paham dan memegang leher Seohyun. Dia merasakan ada tangan invisible (Jiahh) yang mencekik leher Seohyun. Gikwang merinding.

Tapi dia berusaha melepaskan cekikkan tangan itu.

Sialnya, taman yang mereka tempati itu sangat sepi..

Seohyun kejang. Gikwang menarik tangan invisible itu dari leher Seohyun. Gikwang sampai terjengkang. Namun, untungnya tangan itu sudah tidak mencekik Seohyun lagi. Seohyun masih megap-megap.

 

“A, aku panggil Donghae hyung ya!” seru Gikwang. Seohyun mengangguk lemah.

——————————————————

 

Donghae, Junho, Ahnmi dan Ji Mi datang menghampiri Gikwang dan Seohyun yang mulai tenang.

 

“what happened???” tanya Donghae

 

5 menit kemudian

 

Gikwang sudah selesai menjelaskan.

 

“omo… Gwenchanayo, Seohyun Eonnie?” tanya Ahnmi khawatir. Seohyun mengangguk pelan sambil tersenyum.

Ji Mi memeluk Seohyun.

 

“Seohyun-a! Gwenchanayo???” tanya Ji Mi. Seohyun menangguk.

 

“Gwenchanayo Ji Mi-a” kata Seohyun sambil tersenyum.

Ji Mi berdiri. Tiba-tiba Seohyun kejang (kejang dalam artian normal loh)

 

“a, aku tadi…” gumam Seohyun merinding

 

“mwo?” tanya Junho sambil menggenggam tangan Ji Mi erat.

 

“ada yang membisikiku…” kata Seohyun merinding.

 

Semua jadi ikut merinding

 

“membisiki apa??” tanya Junho tidak sabar

 

“S, Song… Ahn… Mi…” jawab Seohyun takut sambil memandang Ahnmi yang terbelalak.

 

“m… Mwo?’ tanya Ahnmi. Seohyun mengangguk tidak percaya.

 

Semuanya memandang Ahnmi. Ahnmi sendiri memandang dirinya sendiri (?)

 

Donghae menghela napas. “Sudahlah, ayo kita pulang. Junho, antar Ji Mi pulang, Gikwang, antar Seohyun pulang!” kata Donghae

 

“ah, tapi…. Aku dan Ji Mi Eonnie kan satu rumah. Kenapa tidak bareng saja?” tanya Ahnmi

 

“ah, banyak tanya!” seru Donghae sambil menarik tangan Ahnmi.

———————————————————————————————

 

“kenapa sih? Diem aja dari tadi” kata Donghae sambil terus ‘bergandengan’ dengan Ahnmi. Anehnya, Ahnmi juga nggak nolak. Saking takutnya kali ya?

 

“Aku… Takut…” jawab Ahnmi pelan sambil menunduk.

 

Tiba-tiba Donghae merangkul Ahnmi.

 

“mwo?”  tanya Ahnmi kaget. Donghae tetap merangkul Ahnmi.

Suasanannya pas sekali, matahari senja dan langit oranye yang romantis, dan jalan yang sepi.

 

“tidak usah takut… Apapun yang terjadi, aku akan melindungimu” kata Donghae lembut. Ahnmi terbelalak

 

“mwo? Kau serius? Donghae Oppa?” tanya Ahnmi

 

“mwo? Kau panggil aku apa tadi?” tanya Donghae

 

“Donghae… Oppa?” ulang Ahnmi. Donghae memegang kedua pundak Ahnmi

 

“Apa!? Kau memanggilku Oppa!?” tanya Donghae senang. Ahnmi melongo. Lalu mengangguk pelan.

Donghae jingkrak-jingkrak gaje. Terus dia lari. Pas udah rada jauh. Dia balik lagi.

 

“oh, Mianhae. Ayo pulang” ajak Donghae sambil menggandeng (?) tangan Ahnmi

 

———————————————————————————————————————

Di balkon kamar Donghae

 

“Yaa! Hyung!” Panggil Gikwang pada Donghae yang lagi senyum senyum sendiri di depan balkon

 

“huuh. Junho hyung, Donghae hyung kenapa sih?” tanya Gikwang pada Junho yang sedang membaca buku.

 

Junho mengangkat bahu.

 

“dia jadi begitu sejak pulang tadi” kata Junho “hey, sepertinya dia dan Ahnmi-sshi pacaran. Tapi, kau tahu kan, kalau kakak Ahnmi-sshi itu pacarku? Jadi, aku cenderung tidak setuju!” lanjut Junho.

 

Gikwang mengangguk mantap.

 

“Aku juga!” sahut Gikwang tegas (?)

 

“lho, kau tidak setuju? Wae? Jangan bilang kau juga suka pada Ahnmi-sshi!? Kalo gitu sih, sama aja bohong!” Seru Junho.

 

Gikwang bingung mau jawab apa, dia langsung ngibrit ke kamarnya (?)

 

——————————————————————————————————————–

 

Ruang tamu keluarga Song.

 

“hey, Eonnie” panggil Ahnmi pada Ji Mi yang sedang membaca buku sambil nonton TV (?)

 

“nae?” sahut Ji Mi sambil menoleh pada Ahnmi yang tengah berdiri memegangi bantalnya sambil manyun.

 

“Waeyo, Saengie?” tanya Ji Mi

 

“Aku takut” jawab Ahnmi sambil duduk di samping Ji Mi. Ji Mi membelai (?) Kepala Ahnmi lembut.

 

“masih memikirkan yang tadi? Sudahlah saengie, jangan takut, ada kami -dan khususnya Donghae- yang akan melindungimu” kata Ji Mi.

 

Ahnmi menenggelamkan kepalanya ke bantal.

 

“ah, Waeyo Saengie?” tanya Ji Mi.

 

Ahnmi mengangkat kepalanya.

 

“Anniyo Eonnie. Gomawo. Aku mau tidur dulu naee~~” jawab Ahnmi sambil berjalan menuju kamarnya.

 

—————————————————————————————————

 

00:00 PM.

 

Ji Eun berjalan menuju tempat tidur Ahnmi…

Mau apakah dia?

 

——————————————————–to be continued——————————————————————————

akhirnya selesai, sebenernya Author mau nge-post lebih cepet. Cumaaa~~  nggak kekirim.

Dan sialnya! Author nggak nyimpen di microsoft word di Lappy Author, jadinya mesti ngetik lagi,

Dan~~ karena Author males, jadi tunggu author ada mood buat ngetik lagi.

Dan Mianhae kalo horror-nya sedikit, banyakan Love Story-nya >.<

Dan Mianhae kalo kependekan >.<

Kekeke~ pokoknya RCL! xD

17 thoughts on “Midnight Cry -Chapter 2-

  1. kyaa akhirnya ada lanjutannya juga, *udah nunggu berabad-abad* *lebay*
    #plakk!!
    aduh saeng aku bingung nih, baca FF-mu tuh perasaannya campur aduk. jadi aku cekikikan tapi lumayan merinding (kayak orgil banget deh kikiki XD)

    tapi keren!!! lanjut yaaa!!!
    *ternyata ada juga author crazy kayak gue*
    #bukk (dilempar sendal ama author) XD

  2. Wah jieun unnie mau tidur tuh di sebelahnya…
    Lumayan dpt temen tidur si ahnmi. Ceritanya serem lo mantap dech.
    Keep on writing y

  3. hwaaa… horor? dapet.., Romance..? chek!, Angst? okeehhh…

    wheew keren… mian ya…. baru bisa comment sekarang… aku nda bisa OL kemarin2…

    keep writing J…

  4. *sedikit cerita* pas aku lagi baca chap 2 ini ada suara tapak kaki tab tab tab di depan jendela kamar aku ,eh suara nya makin deket jendela kamar pas aku baca di bagian serem nya

    jadi aku tambah merinding baca ff nya ~_~ tapi bagus ko :)
    lanjutkan (y)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s