Because Of The Rain I Met You PART 1

Tittle:

Because Of The Rain I Met U

Author :

Little Queen (Han Hana)

Genre :

Romance

Cast:

Lee Donghae – Yoon Bora – Yoon Dujun

Support cast:

Han Hana  and all other support cast

Rating :

PG 13+

Length:

Sequel

Disclaim:

ini semua berdasarkan khayalan author.^^

Note:

Ini dibuat khusus untuk couple’an masing-masing..

But, untuk mengetahui siapa yang akan menjadi pasangan,

Kalian terpaksa harus mengikuti cerita ini dari awal hingga akhir #PLAK 

 

 

♥♥because of the rain i met you♥♥

 

Dimana ada hujan,

Pasti akan ada seseorang yang berteduh

Begitu juga aku,

Aku terjebak dan berteduh kehangatan bersamamu.

 

  

Author’s POV

10.00pm KST At Kakao Motel

“sial, kenapa harus turun hujan disaat seperti ini!” dengus bora kesal karena sepulang dari rumah temannya ia tidak tahu jalan. Ia meneduh di halte pemberhentian bus, tapi sama sekali tidak ada bus yang lewat. Sekilas bora melirik arloji yang melekat pada pergelangan tangan kanannya. Pukul 10.00. tak lama dia menggumam tak jelas akibat waktu yang sudah menuju tengah malam.  lalu ada seorang namja yang tidak ingin kebasahan karena hujan, yang akhirnya meneduhkan dirinya di satu halte yang sama dengan bora. Namja itu sedikit melirik kea rah bora yang sudah basah kuyup di daerah rambutnya. Tapi bora tidak mempedulikan namja itu, melainkan ia beranjak dan melangkah ke arah motel yang jelas berada di belakang halte, karena sebelumnya ia berpikir  akan menginap semalam disana.

“saya pesan 1 kamar.” Ucap bora dan namja yang berada di halte tadi. Bora pun kaget mendengar ucapannya yang dibarengi namja itu, lalu mereka saling menatap aneh.

“mianhae, karena diluar hujan deras motel kami sudah penuh, dan hanya tersisa 1 kamar saja.” Ucap seorang receptionist.

“aku duluan ajussi.” Bora mulai meminta takut-takut akan direbut seseorang yang berada disampingnya.

“yaaa!! Aku duluan!! Aku yang lebih dulu daripada mu.” Namja itu pun tidak mau kalah dari bora.

“ahh, bagaimana kalau kalian memakai ruangan itu berdua saja. Di motel ini tidak dilarang yang berlawan jenis masuk dalam 1 kamar, walaupun bukan sepasang suami istri. Tapi jika dari salah satu kalian ada yang mau mengalah, itu lebih bagus.” Receptionist pun mendapat ide.

“mwo??? Ahh tidak bisa!! Aku tidak mau sekamar dengan laki-laki.” Ucap bora kesal.

“aku juga tidak mungkin sekamar dengan dia.” Namja tersebut menyahut.

“kalau begitu terserah kalian, tidak ada yang mau mengalah, jadi tidak ada yang menempati ruangan itu.” Sang receptionist pun beranjak dari tempat duduknya, seakan-akan habis melakukan tawar menawar disebuah toko yang ramai pembelinya.

“ajussi tunggu!” decak bora, dan belum sempat melanjutkan, seseorang disampingnya melanjutkannya

“aku mau memakai kamar itu dengan yeoja ini.”

“ya baiklah. tapi kalian jangan berpikiran yang macam-macam terhadap saya, karena menyuruh kalian memakai satu kamar dalam waktu yang bersamaan. Saya hanya membantu kalian dengan cara itu. Tapi terserah kalian mau berpikir apa tentang saya. Kalo begitu mari saya antar.” Terang sang receptionist.

Bora pun berjalan gontai menuju kamar dan kunci yang diberikan berada di tangan seorang namja yang berada disampingnya. Astaga! Ini bukan cerita tentang sepasang kekasih yang akan menginap disatu kamar kan? dan melakukan hal-hal yang tidak senonoh di dalamnya kan? Pikiran bora pun berputar tak jelas pada porosnya.

Sampai didepan pintu kamar tersebut, namja itu membuka pintunya perlahan. Dan membiarkan bora masuk terlebih dahulu. Di dalamnya banyak efek-efek gelap tertempel pada dinding kamar. Tapi tetap elegant karena bentuk yang sederhana dan suasana yang menghangatkan.

“ngomong-ngomong siapa namamu??” Tanya namja yang wajahnya sudah berlinang sedikit air hujan.

“Yoon Bora imnida. Panggil aku bora saja. Lalu namamu?” bora balik bertanya.

“Lee Donghae Imnida. Panggil saja donghae. Nama yang menarik kan?” dari batin, bora sedikit tertawa, tapi dia tidak ingin menyepelehkan seorang donghae. Takut-takut bora akan diserang tiba-tiba olehnya.

“menurutmu mungkin. Ah sudahlah. Aku mau mau memakai kamar mandi lebih dulu.”

“tunggu!” donghae melarang.

“apa lagi? Apa kau masih mau ikut denganku ke kamar mandi setelah kau ikut dan merebut kamarku?” tukas bora tajam.

“yaaakkk! Bukan itu maksudku. Kalau begitu jangan lama-lama kau di kamar mandi, aku ingin segera membersihkan diri.”

“arraseo.”

♥♥because of the rain i met you♥♥

 

Saat pertama kali aku melihat kau terlelap,

Aku sudah menduga

kau akan menjadi begitu menarik

di mataku.

“minggir kau sana! Aku mau tidur!” tukas bora saat beranjak ke tempat tidur.

“yaaakkk! Tidak bisa! Aku duluan yang menempatinya. Kau tidur di sofa saja.”

“mwo? Kau yang seharusnya di sofa. Aku ini yeoja, masa kau tidak mau mengalah eerrggghhhhh.” Bora mengacak pelan rambutnya akibat kesal.

“bukannya aku tidak mau mengalah, tapi aku kan disini bayar juga. Hmm bagaimana kalau……….” Belum sempat melanjutkan bora sudah mengira hal-hal yang negatif.

“yaaaaa! Kau pasti berpikir untuk tidur bersamaku kan? Itu hal bodoh yang tidak akan pernah aku lakukan.” Bora beranjak dari tempat tidur menjauhi donghae yang tiba-tiba kelihatan sedikit menyeramkan karena cara berpikirnya.

“omona! Kau ini selalu berpikiran negative bora-ya. Terserah kau saja. Aku mau tidur.” Ucapan donghae sudah membuat kedua mata bora melotot, karena seenaknya saja donghae tidur ditempat yang seharusnya ia pakai.

“yaaaakkkkk!” teriak bora kesal. Astaga! mereka ini seperti dua pihak yang sama sifatnya tapi sedikit berperilaku aneh. Donghae pun tidur dengan kehangatan, sedangkan bora tidur tanpa menggunakan selimut. Sekarang pertanyaannya adalah, apakah bora bisa tidur dengan nyenyak? Dan jawabannya adalah, dia tidak bisa tidur, melainkan dia membuka ponsel tipis miliknya untuk mengabari kedua orangtuanya. Setelahnya bora hanya buka beberapa situs jejaring sosial yang ia gunakan. Mengupdate status dengan kekesalan yang ia rasakan saat ini.

Bora sedari tadi berharap donghae akan bangun dan memberikannya tempat yang hangat dan empuk itu, tapi itu juga percuma, karena dilihatnya donghae tidur sangat lelap dan sepertinya dia sudah bermimpi yang aneh-aneh. Lihat saja dia memajukan mulutnya seperti seekor ikan. Tapi kalau bora lihat-lihat lagi, memang bisa dibilang wajahnya mirip dengan seekor ikan. Bora pun terkekeh pelan. Sedikit demi sedikit Bora merasakan kantuk secara tiba-tiba. Dia tidak peduli lagi dia mau tidur dimana. Dan dia pun terlelap sambil memegang ponsel miliknya.

Donghae tidak bisa tidur dan bertingkah grasak-grusuk di tempat tidurnya akibat mimpi yang mengganggu tidurnya. Lalu ia bangun dan memandang sekitar kamar, di-lihatnya-lah bora yang sudah tertidur lelap dan perasaan iba muncul di hati donghae. Dia menapaki lantai dan jalan menuju bora yang sedang tertidur lelap. Entah apa yang merasuki pikirannya, tetapi dia sudah mengangkat bora dan memindahkannya ke springbed yang begitu leluasa dan sederhana.

Perlahan-lahan donghae meletakkan tubuh mungil itu diatas tempat tidur, lalu menyelimutinya dengan selimut yang yang tebal dan hangat. Donghae tersenyum tipis saat melihat bora begitu lelap dalam tidurnya. “Bagaimana yeoja ini bisa tidak terganggu tidurnya saat aku memindahkannya.” Pikir donghae. Tapi senyuman itu masih menempel dibibir tipis donghae. Dia tidak sadar akan dirinya yang sedang tersenyum menatap bora.

“aigooooooo! Apa yang barusan aku lakukan?!” pekik donghae pelan, menjauhkan pikiran yang tidak sengaja merasuki otaknya. Lalu donghae beralih ke sofa untuk melanjutkan tidurnya. Donghae kembali terlelap, tetapi tidurnya masih tidak nyaman, akibat cuaca dingin yang menerpa kulitnya. Entah dia mimpi atau tidak tapi Donghae sudah melangkah gontai menuju tempat tidur dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka. Tanpa diperintahkan oleh otaknya, donghae sudah meniduri tempat tidur itu, dan ia tidak sadar bahwa ada bora disisi kanannya. Donghae menarik selimut dengan malas dan kembali tidur. Ia kembali tidur dengan sangat lelap, dan merasakan kehangatan, entah itu karena tempat tidur dan selimut yang ia pakai, atau justru karna berada disamping yeoja yang baru ia kenal.

♥♥because of the rain i met you♥♥

Di pagi hari kau membangunkanku,

Aku terkejut dengan kehadiranmu,

yang terlelap di sisiku.

  

Sudah pukul 08.00 am kst. Keduanya belum juga bangun. Omona~ apakah mereka terlalu capek, hingga sama sekali tidak ada yang terbangun. Donghae yang masih terlelap disamping bora bergerak gusar. Tangan kanannya tidak sengaja menimpa muka bora yang sedang asyik tidur. Dengan sedikit terganggu bora pun membuka matanya perlahan karena terganggu tangan donghae. Lalu…. “yaaaaa!” teriak bora sekeras speaker rusak.

“donghae~ah, apa yang kau lakukan? Arrggghhhh, dasar cowok berengsek!” pekik bora keras. Spontan donghae bangun karna dia sudah diserang oleh bora dengan bantal dan suara kerasnya.

“arrggghhhhh, tunggu dulu, dengarkan penjelasanku sebentar.” Terang donghae.

“apa yang perlu kau jelaskan lagi? Ini sudah cukup buatku.” Bora masih memukulinya dengan bantal yang bisa dibilang besar.

“yaaaaaaaaaa! Tunggu, dengarkan dulu.” Suara donghae tidak kalah kerasnya, dan ia sudah menggenggam tangan bora untuk menahannya agar tidak menyerangnya lagi. Bora pun kaget dengan apa yang dilakukan donghae. Lalu donghae melanjutkan, “tenanglah sebentar. semalam memang aku yang memindahkanmu ke tempat tidur, tapi bukan berarti aku ingin tidur bersamamu. ingat! Aku bukan lelaki yang dengan sengaja meniduri seorang yeoja yang baru saja aku kenal. Aku tidak se-Brengsek itu bora-ya. Aku tidur di sofa semalam, dan aku tidak tahu kenapa aku sekarang bisa berada di tempat tidur.” Jelas donghae panjang lebar dan berhasil menenangkan bora yang sedari tadi bersikap kasar.

“tetapi tetap saja kita sudah berada di dalam satu ranjang, dan akupun tidak tahu apa-apa saja yang terjadi saat kita tidur. bisa saja hal-hal di luar dugaanku terjadi begitu saja. Omo!!! Kenapa jadi seperti ini. Kalau saja semalam aku tahu jalan pulang dan tidak hujan, kejadiaannya pasti tidak akan seperti ini.” Bora sedikit gelisah dan menyesal dengan apa yang terjadi. Ingat! ‘sedikit’ gelisah, bukan terlalu gelisah. Mungkin kegelisahannya bukan di akibatkan oleh donghae, namja yang berada di hadapannya, melainkan tindakannya sendiri.

“mwo? Jadi kau semalam tidak tahu arah jalan pulang? Lalu karena hujan deras makanya kau menginap di motel ini? Begitu kah?” Tanya donghae hati-hati.

“ne.” ucap bora dengan raut wajah kecewa.

“astaga! Kenapa kau tidak menelpon keluargamu untuk menjemputmu?” lagi-lagi donghae bertanya.

“keluargaku?” bora balik bertanya.

“iya keluargamu. Kenapa kau balik bertanya?”

“eonni ku sedang berada di Tokyo bersama namjachingu-nya. Emm appa dan eomma, aku tahu kalau mereka masih sibuk di kantor. Maka dari itu aku tidak menghubungi mereka. Takut aku akan mengganggu pekerjaan mereka.” Jelas bora.

“jadi begitu? Kasian sekali kau bora.” Donghae membalas penjelasan bora.

“yaaa! Kau jangan seperti itu. Memangnya aku patut di kasihani kah? Aku sudah terlalu sering seperti ini. Jadi aku tidak merasakan hal yang menyakitkan diriku sendiri, karena kesibukan orangtuaku. Kalau boleh aku bertanya, kenapa kau juga bisa beralih menginap di motel ini? Kenapa kau tidak menginap dirumah teman-temanmu atau ya ditempat lainnya selain di motel ini?? Agar tidak mengganggu malam ku disini kkkkkkk~”

“aku? Semalam sebenarnya aku ingin kerumah sahabatku. tapi saat aku tiba dirumahnya, dia tidak ada. Maka dari itu aku segera beranjak pulang, tapi hujan sudah mulai turun, dan yaahh seperti itulah ceritanya.” Jelas donghae singkat.

“emmhh begitu..ngomong-ngomong benarkan semalam tidak terjadi apa-apa donghae-ya?” Tanya bora memastikan.

“aigoo..perlu berapa kali aku jelaskan bora-ya?” donghae mengeluh dengan raut wajah memelas.

“yaaa! Jangan seperti itu, tampang mu tidak enak dilihat! ckkkkckckck” bora mulai mengejek donghae dan terkekeh keras dihadapan donghae.

“cukup! Aku mau mandi dulu.” Tanpa aba-aba donghae beranjak dari tempat tidur yang telah di pakainya disaat yang bersamaan dengan bora.

“yasudah! Aku juga ingin keluar membeli sarapan.” Segera bora menelusuri isi tasnya untuk mengambil sejumlah uang dan ponselnya.

“jangan lupa untuk aku yaa!” teriak donghae dari dalam kamar mandi. Tanpa basa-basi bora langsung menuju keluar kamar dan menelusuri jalan-jalan kecil di motel ini.

DRRRRRTTTTTTTTTT~

Ponsel bora bergetar. Ada pesan masuk didalamnya. Bora pun melihat isi pesan itu. Isinya adalah pesan khawatir dari dujun. Lelaki yang selama ini dekat dengannya. Lelaki yang selalu ada di dalam kesepiannya, kebahagiaannya, bahkan kesedihannya. Bora sangat gembira saat tahu isi pesan itu dari dujun.

“kau sekarang dimana bora-ya? Aku sudah lama menunggu dirumahmu. Tapi kau tidak ada dirumah. Tadi aku menelpon orangtuamu, mereka bilang kau tidak pulang semalaman. Kau kemana saja? Jangan buat aku khawatir bora-ya!! Cepat balas pesanku!”

~Dujun~

 

 

TO BE CONTINUE

 

 

Jeongmal Gomawoyo yang udah mau menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Ini cerita mungkin berlanjut dengan sequel. Untuk yang ingin membaca lanjutan dari fic ini, sebaiknya comment dulu dan kalau mau kasih saran lanjutannya seperti apa? Itu juga lebih boleh. Karena saya buat fic ini juga ingin meminta banyak saran atas  kualitasnya fanfic yang saya buat. Readers and all SIDERS please Comment dibawah, PLEASE BANGET HARUS COMMENT!!  Author pamit *chu*

12 thoughts on “Because Of The Rain I Met You PART 1

  1. Ceritanya bagus… Bikin penasaran dan da g da typo lg… Tambahin minor cast-nya dong… Soalnya keliatannya sih masih kurang personel tuh#klo mau nambahin aku jg Blh#plak ngaco dan gila.
    Keep on writing y

  2. Huaaa lanjuuuut. Eh thor btw umurnya bora berapaa?? Tadi dia manggil donghae itu ajjushi? Atau dia manggil resepsionisnya? Ehehehe

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s