Chocolate Love [CHAPTER 1]

image

Title: Chocolate Love

Author: Yoo Jangmi (a.k.a Syara Shavira *biar pada tau nama asliku^^)

Genre: Comedy, Romance, Drama

Length: Chaptered

Rating: PG-13

Cast:
-SNSD’s Im Yoona (임윤아)
-Super Junior’s Lee Donghae (이동해)
-SHINee’s Onew / Lee Jinki (이진기) (chapter 2)
-SNSD’s Kwon Yuri (권유리)
-SNSD’s Kim Hyoyeon (김효연)
-Im Yoonhee (임윤희(OC))
*and other casts find yourself*

Disclaimer: semua cast dalam cerita ini (kec.OC) bukan milik author, tapi cerita milik author asli ga kopi susu *eits copy paste maksudnya* *ga nyambung* #plak!! XD

Author’s Note: waaa author gokil telah comeback stage!!! kali ini author membawa YoonHae couple!!! XD (note: this is my 7th FF, yeay!!^^)
akhirnya author berakhir di comedy romance lagi (emg udah bidang gue sih kekeke^^)
cerita ini terinspirasi dari mukanya Donghae yang cakep nappeun konyol bloon gimana gitu #digampar+dilempar golok ama fishy XD
dan terinspirasi same sebuah movie yang udeh forget ape title nye *bahasa apa sih!*

and please!!! [note for plagiators] NO COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION!!! APALAGI KALO SAMPE NGAKU2 NI FF BUATAN ELO, GUE BUNUH LO BARU TAU RASA!!! *sadis amat yah* #plakk
Biarin biar para plagiators tau rasa!!^^

ya udah ah, mending langsung Happy Reading aja!!!!

****************************

#CHAPTER 1#

KRIIING!!!
Yoona terbangun dari tidurnya yang pulas, karena rengekan alarm yang memintanya bangun. Ia mematikan alarm itu dan mengedip-ngedipkan matanya “omo jam berapa sih sekarang?” tanyanya pada diri sendiri, sambil mengecek jam di ponselnya. “oh my god!! jam sebelas siang?!!! bukannya aku memasang alarm jam enam pagi???” seru Yoona histeris, lalu ia melihat secarik kertas kecil di meja di sebelah tempat tidurnya.
Ia mengambil kertas itu dan membaca tulisannya:

‘Eonni, aku pergi sekolah ya, karena kulihat eonni sangat lelah, jadi alarmnya aku ganti!! hahaha. Selamat bermimpi :p XD’
~Yeppo Yoonhee~

“yah Im Yoonhee!!!! kurang ajaaar!!” Yoona meneriakkan nama adiknya sambil meremas kertas itu.
Satu lagi kenakalan adiknya yang telah membuatnya sial.

Yoona meloncat dari tempat tidurnya dan meluncur ke kamar mandi. Selesai mandi ia mengganti bajunya dengan satu-satunya pakaian resmi yang ia punya. Setelah itu ia menyiapkan semua dokumen yang perlu ia bawa mulai dari akta kelahiran sampai ijasah SMU. Untuk apa? Untuk mencari kerja tentunya.

Sebelum berangkat, ia bercermin dan berseru “hwaiting!! Im Yoona, Hwaiting!!”. Dan ia pun siap memulai perburuannya.

—-Sesampainya di seberang sebuah gedung—-

Yoona menunggu sampai lampu penyeberangan menyala, ketika lampu itu menyala, ia cepat-cepat menyeberang dan…

Brukk!!

Ia terjatuh di tengah jalan, karena tidak biasa memakai high heels. Seumur hidup, kakinya hanya pernah bertemu sepatu kets.
Dokumen-dokumennya terbang, bertebaran di jalan. Tiba-tiba seorang laki-laki datang dan membantunya memungut kertas-kertas itu, bahkan membantunya berdiri dan menyeberang. Setelah berada di seberang, laki-laki itu menyerahkan kertas-kertas milik Yoona dan bertanya “sedang mencari kerja ya?” Yoona mengangguk “ya, oh kamsahamnida, sudah menolongku” kata Yoona sambil tersenyum. “ne, ah melihat kau tidak bisa pakai high heels, kurasa aku tahu kerjaan apa yang cocok untukmu” kata laki-laki itu lagi. “ne? apa itu?” tanya Yoona penasaran, “yang berhubungan dengan kebersihan” katanya. Yoona berpikir sejenak, “ehm maksudmu menteri lingkungan, atau perusahaan yang memproduksi cairan pembersih?” kata Yoona. Laki-laki itu menggeleng sambil menggoyangkan telunjuknya ke kiri dan ke kanan. “kau mau tahu??” tanyanya. Yoona memasang tampang bodoh dan mengangguk. “kau cocok bekerja sebagai CLEANING SERVICE , hahaha” kata laki-laki itu dengan ekspresi jahil.
Wajah Yoona langsung memerah seperti kepiting rebus karena marah, setan-setan mengitari kepalanya. “yah!!!! dasar kurang ajar!!” seru Yoona sambil mengangkat kedua tangannya, siap untuk mencabik-cabik laki-laki itu menjadi bubur beras *?*
“akan kuhabisi kamu!!!” seru Yoona kesal.
“ups, sepertinya dia marah” kata laki-laki itu lalu berlari kabur ke mobilnya yang diparkir tidak jauh dari situ.

Yoona manyun dan menghentak-hentakan kakinya. Sekarang ia sudah terlambat interview, terpaksa harus melamar ke perusahaan lain.
Secara ajaib *?*, tiba-tiba selembar kertas terbang dan berhenti di kakinya. Yoona memungut kertas itu dan membaca tulisannya.

dibutuhkan pegawai baru!! datang ke alamat ini…

Yoona pun tersenyum. “akhirnya kesempatan datang lagi!!” seru Yoona histeris.
Ia celingak celinguk memastikan tidak ada yang melihatnya histeris, lalu ia memanggil taksi dan pergi ke alamat yang tertulis di selebaran.

Sesampainya disana, ia cukup terkejut. Cafe itu adalah tempat sahabatnya, Hyoyeon bekerja. “ehm cafe ini, apa aku akan jadi pelayan juga? baiklah, daripada jadi cleaning service” gumam Yoona, lalu mendorong pintu masuknya.

“yah Im Yoona!! sedang apa kau di sini??” panggil Hyoyeon, yang merupakan salah satu pelayan di situ. “ah Hyoyeon-a, kupikir kau tidak melihatku!!” seru Yoona sambil menghampiri Hyoyeon. “ih dasar babo! kau sebesar ini masa tidak kelihatan, yah kau sedang apa di sini?” kata Hyoyeon. “aku memenuhi panggilan alam!!” kata Yoona ceria, tapi Hyoyeon langsung menatapnya dengan tatapan ngeri. “oh maksudku aku mencari kerja” kata Yoona lagi. Hyoyeon mengangguk mengerti “tuh kamu bilang ke manager Han dulu, nanti dia akan mengantarmu untuk langsung interview sama bos” kata Hyoyeon. “oh maksudmu pemilik cafe ini?” tanya Yoona. “ne, sudah cepat sana” kata Hyoyeon lalu mendorong Yoona ke meja counter.

“eh permisi, anda yang namanya manager Han??” tanya Yoona, pria dihadapannya itu mengangguk. “kau yang mau bekerja di sini? ok ayo ikut saya” kata Manager Han datar dan tanpa ekspresi, lalu keluar dari meja counter, dan menuntun Yoona ke sebuah lorong. “aduh orang ini mengerikan sekali sih, kalau managernya seperti ini, bagaimana bos-nya?? hii pasti seperti drakula” pikir Yoona sambil bergidik ngeri. Mereka pun sampai di depan sebuah ruangan. Dipintu ruangan itu bertuliskan “Ruang Direktur”. tapi bagi Yoona tulisannya seperti “Ruang Pemotongan Sapi”. Ia sudah membayangkan hal-hal aneh sebelum sampai di ruangan ini. “ini ruangan bos, kau masuklah” kata manager Han datar, lalu meninggalkan Yoona sendirian di depan ruangan itu. Yoona menarik napas dalam-dalam lalu mengetuk pintu ruangan itu. “masuk”. Terdengar suara dari dalam. Yoona membuka pintu dan masuk ke dalam. Jantungnya berdetak 20 kali lebih cepat dari biasanya. Ia takut bos ‘vampire’ ini akan membunuhnya sekarang juga. “kau bisa membuat cake atau pastry?” tanyanya. Sayang sekali Yoona tidak bisa melihat wajah calon bos barunya itu, karena ia duduk membelakangi Yoona, padahal Yoona sangat penasaran. “aku…aku bisa sih, memang aku akan direkrut jadi apa di sini?” kata Yoona lagi.
“baiklah kau diterima. Kau bekerja di dapur, bagian membuat pastry. sudah, kau boleh keluar, mulai bekerja besok” kata orang itu. “ne? ah kamsahamnida!!” kata Yoona sambil berdiri lalu membungkuk. Tapi ia masih penasaran, siapa sih bos-nya ini???

****************************

Besoknya…

Hari ini hari pertama Yoona bekerja di Green Lotus Cafe *nama ngasal*
Dan hari ini ia berhasil melewati tipuan Yoonhee.
Yoona memutuskan untuk menguncir rambutnya, dan memakai celana jeans dan kemeja. Baiklah, bukan gaya yang bagus. tapi dia tidak peduli, toh yang akan ia lakukan adalah bermain dengan tepung, jadi tidak perlu dandan rapi. Setelah persiapannya beres, ia pun berangkat ke Green Lotus dengan naik bus. Dompetnya sudah benar-benar kosong, jadi ia tidak bisa naik taksi seperti kemarin.

Sesampainya di sana, ternyata masih sangat sepi. Ia masuk lewat pintu belakang, yang langsung terhubung ke dapur. Di dapur itu ada pintu lagi yang terhubung ke ruang pegawai. Yoona masuk ke ruang pegawai untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian cook tingkat paling rendah. Inilah derita cook baru, sebagai maknae, pekerjaan awalnya adalah disuruh-suruh oleh chef dan cook lain yang tingkatnya lebih tinggi darinya. Untung saja ini cafe kecil, jadi hanya ada satu chef dan lima orang cook. Tapi Yoona tetap tersenyum, yang penting dia punya pekerjaan.

Satu jam kemudian, semua cook dan chef sudah datang. Yang paling menarik perhatian Yoona adalah Kwon Yuri. Head Chef atau kepala dapur di sini. Perempuan itu tampak anggun tapi kelihatan mengerikan juga.
“baiklah, semuanya seperti yang kita tahu ada cook baru di sini” kata Yuri, lalu melirik Yoona.
Yoona nyengir salah tingkah lalu membungkuk “annyeonghaseyo, Im Yoona imnida” katanya.
“ehm karena kita punya Im Yoona, itu artinya Haerim naik pangkat menjadi cook resmi” kata Yuri, pada seorang cook bernama Kang Haerim. Gadis itu tampak senang. “jadi, Im Yoona, kau adalah trainee baru di sini, masa percobaanmu 3 bulan, dan…kau tahu kan tugasmu?” kata Yuri lagi sambil tersenyum. Yoona manyun sambil mengangguk, ya dia tahu tugasnya, jadi pesuruh.
Yuri mengangguk mengerti lalu menangkupkan kedua tangannya “ok, ada beberapa aturan baru, pertama tidak boleh datang terlambat, kedua…” Belum selesai Yuri menjelaskan, seseorang masuk ke dapur dan memotong perkataan Yuri. “Biar aku yang jelaskan peraturannya” kata laki-laki itu.
Yoona mengangkat kepalanya dan terkejut bukan main. “mwo?! dia kan laki-laki menyebalkan yang mengejekku waktu itu. siapa dia??” kata Yoona dalam hati.

Yuri melipat tangannya di dada, “Lee Donghae-sshi, aku adalah chef di dapur ini, biar aku yang menjelaskan peraturannya” kata Yuri sinis. Lee Donghae, laki-laki itu langsung menunjuk Yuri dengan telunjuknya “eh eh barusan kau bilang apa? Lee Donghae-sshi?? yah!! aku ini pemilik cafe ini, sajangnim!! harusnya kau panggil aku begitu” kata Donghae sok galak, lalu ia beralih menatap Yoona. “kamu cook baru? seperti pernah lihat dimana ya?” kata Donghae.
Rasanya Yoona ingin segera melayangkan tendangan fantastis-nya ke wajah laki-laki itu. Tapi ia diam saja. “ah yang jatuh di jalan itu kan? oh jadi akhirnya kau berakhir menjadi cook disini? kupikir kau masih ingin jadi cleaning service” kata Donghae lagi, diikuti tawa kecil dari cook yang lain. Yoona mengepalkan tangannya, rasanya ia ingin mengamuk.
“aku tidak pernah ingin jadi cleaning service, dan aku tidak peduli apapun jabatanmu di cafe ini, dan satu lagi aku ingin bilang padamu….DASAR NAPPEUN NAMJA!!” kata Yoona emosi.

“ya ampun, berani sekali dia” batin Yuri sambil memperhatikan Yoona dan Donghae.

“aish! neo jeongmal…, yah dengarkan peraturannya maknae babo! satu, tidak boleh datang terlambat. dua, tidak boleh pacaran di dapur. tiga, tidak boleh membantah perintah bos, yaitu aku! dan terakhir, khusus untukmu BERSIHKAN DAPUR SEBELUM PULANG!” kata Donghae sambil menatap Yoona lekat-lekat lalu menyentil kening perempuan itu. “dan kau Kwon Yuri awasi dia!” kata Donghae lagi lalu pergi dari dapur.

“ia bahkan tidak memanggilku chef, kenapa sih tidak bisa menghargaiku sedikit saja” kata Yuri dalam hati. Ia menghela napas lalu menghampiri Yoona yang masih manyun sambil memegangi keningnya yang sakit dan memerah. “Im Yoona-sshi, jeongmal mianhae, hari pertama bekerja langsung mendapat kesan buruk, ya sudah mulai bekerja saja ya” kata Yuri sambil tersenyum. Yoona mengangguk dan….teng!! ini dia saatnya perang!!*?*

Setelah seharian…

“Yoona-sshi cepat ambilkan cokelat!” kata Song Minji, salah satu cook di situ. “ne!!” jawab Yoona lalu pergi ke ruang pendingin dan mengambil cokelat batangan. “Yoona-sshi, ambilkan piring!!”
Yoona menghela napas dan berseru tanpa semangat “ne”. Seharian ini ia terus mendengar orang-orang meneriakkan namanya. Teriakan-teriakan itu bagaikan mantra nenek sihir, yang melayang-layang di kepalanya. Ia lelah, pusing, dan kesal. Rasanya ingin makan ramyeon pedas ukuran ekstra. “Yoona-sshi cepat buatkan kopi untuk bos” kata Kang Haerim sambil tersenyum. “ne? kenapa aku?” tanya Yoona kaget. “karena kamu maknae” kata Haerim lalu tertawa dan kembali bekerja. “huaa sialan! ini benar-benar tragedi!!!” seru Yoona dalam hati sambil menghentak-hentakan kakinya. Ia menghela napas lalu mengambil sebuah cangkir dan mulai membuat kopi. “ehm ada merica, garam dan gula. aku masukan saja semuanya, hihi, biar mampus kau Lee Donghae gila!!!” kata Yoona dalam hati, sambil memasukan satu sendok gula, lalu dua sendok garam, dan banyak sekali merica, kedalam kopi buatannya.

Setelah kopi ‘nista’ itu jadi, Yoona langsung mengantarkannya ke ruangan Donghae.
Ia mengetuk pintu ruangan itu, setelah itu ia masuk ke dalam. “ini kopinya” kata Yoona singkat sambil manyun lalu berbalik. “yah! tunggu sebentar” kata Donghae sambil berdiri lalu menghampiri Yoona. “ckckck parah sekali kau ini, yah Im Yoona aku ini bos-mu!” kata Donghae, Yoona menjulurkan lidahnya lalu berkata “kan sudah kubilang, aku tidak peduli! aku benci padamu!” kata Yoona lalu menendang kaki Donghae keras-keras. Setelah itu ia pergi dari situ.

“auh sialan, perempuan macam apa sih dia itu? tapi menarik juga, tidak ada perempuan yang pernah bersikap begitu padaku, bahkan Kwon Yuri sekalipun” kata Donghae dalam hati sambil memegangi kakinya yang sakit. Ia kembali duduk di kursinya lalu menatap kopi ‘nista’ buatan Yoona. Ia sedikit ragu untuk meminumnya, firasat-firasat buruk memenuhi kepalanya. “Bagaimana kalau ada racun serangga di dalam kopi itu? ah sepertinya tidak mungkin, ya tapi mungkin juga sih, dia begitu membenciku, dia bisa saja memasukan racun serangga atau racun tikus bahkan pemutih pakaian” pikir Donghae sambil mengangkat cangkir itu dan melihatnya dari segala sisi. Tapi akhirnya ia membuang seluruh pikiran buruk itu dan meminum kopi ‘nista’ itu, begitu cairan ajaib buatan Yoona itu menyentuh lidahnya, Donghae langsung menyemburkan semuanya. “cuih sialan! Im Yoona!!!” teriaknya kesal.

Yoona yang masih berada di depan pintu ruangannya tertawa terbahak-bahak sampai sakit perut, ia tidak kuat membayangkan seperti apa wajah Donghae setelah meminum kopi ‘nista’ buatannya. Tiba-tiba pintu ruangan direktur dibuka, Donghae menghampiri Yoona dan menatapnya lekat-lekat “kau mau membunuhku ya? kau mau kupecat!” tanya Donghae. Yoona tersenyum jahil “bagaimana enak kan kopinya? itu tidak akan membunuhmu kok, paling-paling membuatmu sakit perut, oh sajangnim, aku masih banyak kerjaan harus kembali ke dapur, hwaiting!” kata Yoona lalu tertawa lagi dan pergi ke dapur.
“sialan! gadis itu belum tahu apa akibatnya kalau menantang Lee Donghae”…

****************************

Malam harinya….

Yoona membersihkan seluruh sampah di dapur. Setelah dikumpulkan, terkumpul tiga kantong sampah. Yoona menghela napas lalu mengangkat tiga kantong busuk itu ke luar lewat pintu belakang. Setelah buang sampah, ia mengambil ember dan alat pel. Sungguh, sekarang rupanya persis cleaning service dekil.
“ayo Im Yoona, hwaiting!!!” serunya, lalu mulai mengepel dapur.

“ini dia cleaning service kita sedang bersih-bersih rupanya”. Terdengar suara Lee Donghae dari pintu dapur. Ia memperhatikan Yoona yang sedang mengepel sambil minum sekaleng soda.
Yoona berusaha cuek dan meneruskan mengepel.
Karena melihat Yoona tidak bereaksi, Donghae merasa harus melakukan aksinya. Ia menginjak bagian yang sudah di pel, lalu menumpahkan soda ke lantai. “ups aku tidak sengaja” katanya sambil tersenyum jahil.

Setan-setan mulai mengitari kepala Yoona, pegangannya pada gagang alat pel semakin menguat. “uh kalau dia ini bukan bos-ku, akan kucincang-cincang tubuhnya itu lalu kubuat kroket spesial dan kuberikan pada harimau di kebun binatang!! huh menyebalkan!!!!” seru Yoona dalam hati. Ia membersihkan lagi bagian yang dikotori Donghae lalu melanjutkan ke bagian yang belum dipel.
Dan lagi-lagi Donghae menginjakan sepatunya yang kotor ke lantai dapur. “mianhae” katanya santai.
Sekarang Yoona bisa mematahkan alat pel yang dipegangnya. Ia menatap Donghae dengan tatapan yang menakutkan “Lee Donghae!!!! sekali lagi kau menginjakan sepatumu yang busuk itu di lantaiku, kubunuh kamu!!!!” seru Yoona emosi sambil mengangkat alat pelnya tinggi-tinggi, siap memukuli Donghae sampai babak belur. “yah neo michyeoseo!! aish benar-benar SOS! kabur!!” kata Donghae lalu lari menjauhi dapur.
Yoona menurunkan alat pelnya dan melanjutkan mengepel.
Setelah beres, ia mengganti bajunya, mengambil tasnya, dan keluar dari cafe itu.

Hyoyeon sudah menunggunya di luar. “lama sekali sih, kamu melakukan apa saja sih di dalam?” tanya Hyoyeon, apalagi setelah melihat rupa Yoona yang sangat mengenaskan, ia yakin Yoona habis melakukan sesuatu yang melelahkan. “aku membersihkan dapur, uh menyebalkan! kenapa sih harus ada bos seperti Lee Donghae itu!” keluh Yoona sambil memijat-mijat pundaknya yang pegal. “yah begitulah sifatnya, kau harus tahan” kata Hyoyeon dengan wajah meyakinkan, yang berhasil membuat Yoona semakin yakin kalau ia akan semakin tersiksa.

Yoona dan Hyoyeon pulang dengan bus yang sama, namun turun di tempat yang berbeda. Sekarang Hyoyeon sudah turun, yang bisa Yoona lakukan hanya melamun. Entah kenapa di sela lamunannya, ia memikirkan Lee Donghae, bosnya yang gila dan menyebalkan.

Setelah turun dari bus, ia menggunakan sisa-sisa tenaganya untuk berjalan ke rumahnya yang masih cukup jauh. “aduh!!! malangnya hidupku!!oh ponselku bunyi” kata Yoona lalu mengambil ponselnya dari tas.
“yoboseyo??” kata Yoona lemah.

“eonni!!! eonni kemana saja sih!! aku lapar, makanan tidak ada sama sekali!!”. Terdengar suara Yoonhee mengomel.

Yoona menjauhkan ponselnya dari telinganya sesaat untuk menghindari teriakan adiknya yang bisa merusak otak.

“Yoonhee-ya, sabar sebentar aku sudah hampir sampai rumah, sudah ya, bye” kata Yoona, lalu mematikan ponselnya. Ia menghela napas dan melanjutkan perjalanannya ke rumah. Di tengah perjalanannya, tiba-tiba ada orang gila yang menghalangi jalannya. Orang gila dalam arti sungguhan, ditambah lagi orang itu hanya memakai mantel panjang yang bau dan kotor sebagai pakaian.
Yoona langsung menjerit ketakutan. “kyaaaaaaaaa!! ajeosshi, se…sedang apa di sini, aku mau lewat, jangan ha..halangi aku ya, jebal ajeosshi” kata Yoona sambil bergidik ngeri.

Sekarang ia berpikir pasti dirinya sendiri juga sudah gila, untuk apa ia mengajak orang gila bicara? tidak ada gunanya.

Orang itu tertawa. “hahaha, mau lewat?? hahaha hahaha, tidak boleh!!! hyaaa” orang gila itu meloncat dan membuka mantelnya.

Yoona hampir pingsan ketakutan plus jijik, sampai akhirnya seseorang menutup matanya dari belakang, menyelamatkannya dari pemandangan mengerikan.
“siapa dia?”….

#To be Continued…
****************************

waks mian kalo gaje or garing, hehehe^^
but keep RCL ok!! dan satu lagi jangan dibanding-bandingin sama FF-ku yg kemarin!! karena genre jelas beda (comedy, romance, drama). ^^
*bow bareng Yoseob*
#plakk!! XD

52 thoughts on “Chocolate Love [CHAPTER 1]

  1. Terakhir akhir’a kyk playfull kiss/naughty kiss
    pas seung jo nutup mata hani trus bdan’a d blik… Gra” ada orgil yg bka bju…
    Siapa y yg nutup mta yoona?
    Jgn lma” y thor wat klajutan’a

    • wah jinjja?? kekeke tau aja sih aku terinspirasi dari 2 drama itu^^

      ehm donghae bukan ya?? *masang tampang sok misterius*
      tunggu chapter 2 :D

      gomawo ne^^
      *bow bareng seobie*
      #plakk (digampar b2uties)
      XD

  2. Hahaha lucu skali.. Brantem mulu deh ..
    (∞¯⌣¯∞) ћö … ћö … ћö

    Itu pas endingnya kaya ohaniii Ïýª.. Xixi

  3. Wah,,,,keren banget ceritanya,,,,,
    Gabungan dr drama pasta n naugty kiss,,,,
    Kocak + romantisss,,,,aq suka banget,,,,,,
    Moga u part cepet di post yah,,,,,

  4. hehe, mian thor… baru komen skrng… bacanya udh dari tadi… tp stlh tau kalo chpter 2 sama 3 udh ada, aku lanjutin baca yg 2 sama 3… hehe, DAEBAK thor… lanjut ea… ^^

  5. annyeonggg aku reader baru ^^
    ini ceritanya kaya drama pasta sama playfull kiss ya???
    but, keren banget eon ini FFnya ^^

  6. pas adegan ketemu orang gila terus di tutup mata nya kaya playfull kis.haha :D
    pingin liat deh mukanya Donghae waktu minum kopi ‘nista’ bikinan Yoona sama waktu Yoona ketakutan ketemu orang gilam pasti pada lucu lucu deh :)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s