[Ficlet] Before You Go

Author : Gita Oetary as Goetary

Cast : Lee Jinki (Shinee), Krystal Jung F(x), Choi Minho (Shinee)

Length : Ficlet

Genre : Sad Romance

Rating : 13+

WARNING! DON’T BE SILENT READER AND PLAGIATOR!

Good reader is who can appreciate other people work :)

Walau cinta tak harus memiliki.

Walau bahagia tak harus bersamanya.

Ia akan hidup dengan baik.

Meski mungkin terkadang memori lama kembali teringat.

Ia akan baik-baik saja…

-Cross Posting And Copyright By Gita Oetary-

Before You Go…

Harusnya mencintai orang lain saat kau masih bersamaku adalah dosa. Dan aku tak suka melihatmu mendosa karenanya. Tapi ketika melihatmu terluka karena mencintaiku, aku tak rela Krys. Karena aku tak ingin melihatmu terluka. Aku tak ingin membuat orang yang paling kucintai menderita.

Pada akhirnya meski menanggung luka itu sendirian, aku tetap harus mengucapkan selamat tinggal kepadamu. Dan berharap setulus hati agar kau bahagia bersamanya.

 

***

Jinki duduk menerawang di bangku taman. Hari itu langit mulai mendung, jadi para keluarga yang mengajak anak-anaknya bermain berangsur pulang. Sampai Jinki sendirian, ia tetap tak menyadarinya.

“Aku tak ingin menyakitimu, Oppa,” lirih suara itu. “Tapi aku cinta padanya…”

Tiba-tiba matanya berair. Tersenyum miris Jinki mengerjap. Ia memandang keatas langit yang gelap. “Bahkan kalian tahu hatiku sekarang,” ujarnya.

Tetes demi tetes air mulai berjatuhan dari langit. Jinki menjulurkan tangannya dan setitik air membasahinya yang disusul tetesan seterusnya.

“Kalau kau tak ingin aku pergi maka aku tak akan pergi, Oppa. Tapi aku tak bisa terus-terusan hidup dalam kebohongan seperti ini.”

Mengapa ingatan yang menyakitkan selalu datang bertubi-tubi. Ia datang kemari agar bisa jauh dari rumah, artinya jauh dari bayangan Krystal. Tapi otaknya terus-terusan memutar memori itu.

“Karena aku mencintainya, Oppa.”

“Kau tak mencintaiku?”

“Aku pernah mencintaimu…”

“Tapi tidak lagi sejak ia datang kan?” potong Jinki tak sabaran. Saat itu ia hanya bisa melihat Krystal mengangguk. Dan hatinya kembali tercabik sementara ia berusaha untuk berkata, “lalu bagaimana denganku?”

Tubuhnya basah kuyup sekarang. Jinki menyeka wajahnya untuk mengusir cairan hangat yang berasal dari matanya. Ia bahkan tak sanggup menjerit. Perih dihatinya mendekam terlalu dalam sampai-sampai tak menjumpai jalan keluar.

“Bagaimana denganku Krys? Aku juga mencintaimu.”

Krystal diam lagi. Dan hati Jinki teriris lagi. Ia tak suka melihat Krystal membisu. Sebersit pikiran hampir membuatnya merelakan Krystal, tapi disaat bersamaan ia juga bertanya-tanya akan nasibnya kelak. Bagaimana dengannya? Selama ini ia tak pernah hidup tanpa Krystal. Kalau wanita itu pergi, bagaimana dengannya?

“Mengapa aku tak bisa mencintaimu, Krys?” lirih Jinki sementara dirinya masih tak beranjak dari bangku taman. Padahal hujan  tidak mereda sedikitpun. Nampaknya Jinki justru menyukainya, dengan begitu tidak akan ada yang melihatnya menangis. “Mengapa kau tak mencintaiku?”

“Jinki Oppa?” panggil seseorang.

Jinki mengangkat kepalanya. Jantungnya serasa berhenti berdetak. Saat ini Krystal berdiri di hadapannya memakai payung berwarna merah. Sambil tersenyum. Yang entah mengapa senyumannya membuat Jinki lega.

“Apa yang kau lakukan disini, Oppa?” tanya Krystal lagi.

“Bukan urusanmu!” ketus Jinki.

Krystal diam sesaat. Dan kembali memandang Jinki, lelaki yang dulu sangat ia cintai. “Kau bisa sakit disini terus, Oppa, biar kuantar pulang. Aku bawa mobil.”

Mendengar tawaran itu Jinki malah menatap wajah Krystal dengan ekspresi tak suka bercampur terluka.

“Kau masih marah padaku?”

“Bagaimana denganku? Bagaimana aku bisa hidup tanpamu?”

Krystal tersenyum samar di bawah payungnya. “Baiklah Oppa, kurasa sebaiknya aku pergi saja.” Lalu Krystal memutar badan dan berjalan pelan sementara air mata yang tadi ia sembunyikan perlahan mengalir jatuh saat bibirnya berhenti tersenyum.

“Aku tak ingin menyakitimu. Tapi aku mencintainya…”

Tiba-tiba tubuhnya membeku saat Jinki berlari memeluknya dari belakang. Untuk sesaat mereka saling diam.

“Selama ini, maafkan aku karena tidak sekalipun mencoba mengerti bagaimana perasaanmu, Krys. Maaf karena selalu sibuk dengan urusanku sendiri. Aku tak ingin melepaskanmu. Tak pernah ingin membiarkanmu pergi.”

Jinki melepas pelukannya dan tersenyum pada Krystal. “Tapi aku ingin kau juga bahagia. Karena aku cinta padamu. Jadi aku ingin melihatmu bahagia juga. Kurasa saat ini aku sudah mulai dewasa kan?” tanya Jinki. Krystal diam tak menjawab.

Jinki menarik napas dalam. “Selamat tinggal.” Ucapnya seraya berjalan mundur. Krystal menarik lengannya.

“Kau akan baik-baik saja kan, Oppa?” tanyanya.

Jinki menggeleng. Dan wajah Krystal meredup. “Aku tak akan baik-baik saja tanpamu. Tapi aku akan belajar untuk hidup sebaik mungkin.”

Ia tersenyum untuk yang terakhir kalinya lalu segera memutar badan. Mengambil arah yang berbeda dengan Krystal. Arah yang akan ia tuju untuk selamanya.

Kalau cinta tak harus memiliki. Kalau bahagia tak harus bersamanya. Jinki ingin bisa hidup dengan baik setelahnya. Meskipun mungkin terkadang ia akan kembali ingat hal-hal yang sudah lalu.

Mungkin juga selama beberapa waktu yang akan berjalan kedepan Jinki akan sulit melupakan Krystal dan rasa sakit hatinya. Tapi dengan mengingat senyum Krystal hari ini, ia akan selalu yakin kalau gadis itu baik-baik saja. Ia berharap Krystal selalu bahagia.

Saat Jinki melangkah pergi melewati tirai hujan seseorang menyentuh pundak Krystal dan tersenyum lembut kepadanya. Sementara Krystal balas tersenyum mereka memutar badan dan berjalan berpegangan tangan.

“Kau baik-baik saja Krys?”

Krystal mengangguk. “Kita akan baik-baik saja, Minho Oppa,” katanya seraya tersenyum. Sementara Minho hanya bisa tersenyum, merasa bahagia dengan keberadaan Krystal disisinya.

Sekali untuk terakhir kalinya Krystal menatap kebelakang. Sosok Jinki sudah semakin menjauh saat itu. Tapi sepertinya langkahnya tak lagi tertatih. Jadi Krystal yakin kalau Jinki baik-baik saja.

“Aku sudah mengingkari janjiku kepadamu, Jinki Oppa. Maaf tak bisa mencintaimu untuk selamanya. Terima kasih… untuk segala hal yang pernah kau lakukan untukku. Dan, terima kasih karena sudah mencintaiku. Semoga kau bahagia suatu hari nanti…”

 

***

“Hyung, ada apa?” tanya Kibum khawatir melihat tubuh Jinki yang basah kuyup saat ia pulang kerumah.

Jinki berjalan melewati Kibum sambil membisu. Bercak sisa air mata yang kering membuat wajahnya kaku. Mata Jinki masih merah akibat menangis.

“Hyung…” panggil Kibum lagi untuk meminta penjelasan.

Jinki memutar badannya. Menatap sesaat mata Kibum. Dan kembali berkaca-kaca.

“Hyung? Kenapa? Jangan menangis, Hyung.”

“Dia tak lagi mencintaiku, Key. Tak ada gunanya,” bisik Jinki pilu. Jinki menarik ujung bibirnya untuk tersenyum, tapi air matanya menitik lagi. “Tak ada gunanya. Padahal ia berjanji. Untuk selamanya. Key, dia sudah berjanji untuk selamanya. Tapi ingkar. Dia pembohong. Dia penghianat. Penipu!”

Kibum meraih Jinki kedalam pelukannya.

“Apa salahku, Key?”

“Tak ada Hyung. Kau tak salah.”

“Tapi Krystal tidak lagi mencintaiku.”

Jinki berangsur-angsur tenang. Tapi masih meringkuk di dalam pelukan Kibum. “Key…” bisiknya.

“Hmm?”

“Aku tak akan menunggunya lagi,” Jinki setengah berbisik. Saat berkata demikian setitik air mata jatuh di pipinya. Bibirnya bergetar. “Karena tak ada gunanya lagi…”

“Baiklah, Hyung. Jangan menunggunya lagi. Jangan ditunggu lagi.”

Jinki mengangguk singkat. “Hatiku sakit, Key… sakit sekali. Kau tak tahu rasanya.”

Kibum berbisik lirih, “aku tahu, Hyung.”

-The End-

10 thoughts on “[Ficlet] Before You Go

  1. Seru2. Knp g bikin one shot ja, Abiz kurang cocok dibuat ficlet, karena setahu aku ficlet biasanya berending nge gantung Hehe.
    Keep on writing y

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s