Snow Kiss

Title
Snow Kiss

Length
Oneshoot

Rating
Teenager

Genre
Romance

Author
Lee Sung Rin

CAST/Main Cast
Kim Ki Bum (SJ)
Shim Jun Ah (OC)
Im YoonA

Author’s Note :

Yoo!! Annyeong, annyeong… Ini FF pertama author yg di post disini.. RCL ya readersdeul.. ^^ ni jga prnah di post di Blog saya (YeBumHae Korean F)

Kibum POV

Aku berjalan menuju taman tempat Jun Ah menungguku. Tak lupa aku membawa syal untuknya karena dia tidak tahan dengan cuaca yang terlalu dingin, apalagi sekarang salju turun dan suhunya sangat rendah.

Sesampainya di taman aku segera mencarinya dan menemukannya sedang duduk didepan air mancur. Aku segera menghampirinya agar dia tidak sendiri karena orang-orang yang ada ditaman itu rata-rata bersama namja atau yeojachingu masing-masing. Hanya dia yang sendiri.

“Maaf aku terlambat.” Ujarku agar dia tau kalau aku sudah datang. “Kau pasti menunggu lama, kan?” Tanyaku sambil duduk disampingnya.

“Gwenchanayo. Aku juga baru 20 menit disini.” Jawabnya sambil tersenyum seperti biasa. “Apa yang ingin kau bicarakan denganku? “Tanyanya langsung.

“Ani… aku hanya ingin bertemu denganmu saja. Soalnya aku rindu sekali padamu, rasanya sudah setahun tidak bertemu denganmu.” Jawabku dengan killer smileku.

“Kau ini… baru 2 hari kita tidak bertemu. Kenapa kau bisa serindu itu?” tanyanya lagi.

“Entahlaah… tapi aku serius.” Jawabku sambil menggenggam tangannya yang dingin. “Bagaimana denganmu? Apa kau tidak rindu padaku?” Tanyaku balik.

“Tentu saja. Bahkan lebih rindu darimu.” Jawabnya lembut. “Mungkin sebesar samudra… aah, tidak… lebih besar lagi. Mungkin tak bisa digambarkan karena terlalu besar.” Sambungnya. “Kau tau jika aku dilahirkan kembali, aku akan tetap memilihmu.” Ujarnya. “Karena kau sangat berarti dalam hidupku.” Sambungnya.

Aku menatapnya dalam-dalam mencari kebohongan disana, tapi aku tak menemukannya. Dia balas menatapku dengan hangat, perlahan aku mendekatkan wajahku kewajahnya. Dia memejamkan matanya, lalu aku mencium bibirnya dengan lembut.

***

Jun Ah POV

Aku duduk dihadapan yeoja yang namanya Yoona. Aku tau dia datang kemari ingin membicarakan tentang hubunganku dengan Kibum karena Kibum sering membicarakan yeoja yang selalu mengajarnya yang tak lain tak bukan adalah Yoona.

“Jadi, apa kau ingin membicarakan tentang hubunganku dengan Kibum?” Tanyaku memulai pembicaraan dengannya.

“Tentu saja. Apa kau yakin kau bisa tahan lama dengannya? Kau tau sendirikan, dia itu aktor, jelas banyak yang menyukainya.” Ujarnya langsung.

“Aku yakin aku bisa terus bersama Kibum sampai tiba waktunya. Karena aku sudah menganggapnya seperti jantungku.” Jawabku tenang.

“Ooh, bagaimana kalau Kibum tidak benar-benar mencintaimu?” Tanyanya lagi.

“Aku yakin dia mencintaiku dengan tulus dan sepenuh hatinya. Karena aku bisa merasakannya saat dia mencium bibirku dengan lembut.” Jawabku masih tenang.

“Bagaimana kalau dia mencampakkanmu begitu saja?” Tanyanya lagi lebih jauh.

“Dia tidak mungkin mencampakkanku. Aku yakin karena saat aku menatap matanya dia selalu balas menatapku dengan hangat. Tatapannya itu meyakinkanku kalau dia tidak akan pernah meninggalkanku begitu saja.”

Tiba-tiba pintu terbuka. Kibum masuk dengan membawa sebuah dompet berwarna putih yang menurut perikaraanku adalah milik Yoona.

“Ini, aku sudah mengambil dompetmu. Jadi lebih baik sekarang kau jangan pernah ganggu Min Ah lagi!” Tukasnya ambil menjejalkan dompet itu ke tangan Yoona dengan kasar.

“Oh ya, aku lupa kalau aku menyuruhmu mengambilkan dompetku.” Ujar Yoona cuek. “Urusanku dengannya, beda lagi dengan urusanku denganmu. Jadi terserah padakau mau berbuat apa padanya.” Sambungnya.

“Kau…” Kibum mendekat padanya untuk memukulnya, tapi segera kutahan tangannya yang terkepal keras karena emosi. Aku tak ingin dia dalam masalah karena aku, cukup aku yang menghadapi masalah itu sendiri.

“Biarkan saja dia pergi. Kan dia tidak melukaiku.” Ujarku agar Kibum tidak menyusulnya. Aku menggenggam tangannya erat-erat agar dia tidak menyusul Yoona.

“Tapiii…”

“Biarkan saja. Aku tak mau jika kau dalam masalah lagi karena aku.” Selaku dengan nada tegas.

“Neee….” Sahutnya datar membuatku sebal.

“Aiishh… dasar! Kau selalu saja begitu. Jika ada yang membuatmu tidak senang kau pasti akan membuat orang itu sebal.!” Aku menjitak kapalanya dengan kuat. Aku tak peduli itu perih atau tidak. yang jelas aku tidak suka dengan sifatnya yang ini.

Kibum POV

“Aaaww……” Ringisku saat Jun Ah menjitak kepalaku dengan kuat. “Kau berani menjitak kepala aktor dan penyanyi ternama ini?!” Tukasku.

“Memangnya kau siapa sampai aku tidak boleh menjitak kepalamu?!” Bantahnya tak mau kalah. “Yang ku tau kau itu Cuma namjachinguku, laki-laki menyebalkan yang suka seenaknya, sering mengerjaiku, tapi gombalnya minta ampun.” Sambungnya dengan nada mengejek.

“Mwo?! Coba ulangi lagi perkataanmu itu!” tukasku makin kesal.

“Ulangi saja sendiriii…. weeeeeeekkk….” Jawabnya sambil menjulurkan lidahnya padaku.

“Aiiish… memangnya kau tidak pernah mengerjaiku? Bahkan kau lebih sering mengerjaikuu..!!!” Aku menangkap tangannya yang sudah kuduga akan melarikan diri itu. Tanpa ampun aku segera menggelitikinya. Aku tak akan berhenti sampai dia minta maaf karena sudah menjitak kepalaku.

“aaahhaaahaha… berhentiii… gelii..” Jun Ah berusaha melepaskan tanganku dari pinggangnya sambil mengeliat geli seperti cacing kepanasan.

“Minta maaf! Kalau tidak aku tidak akan berhenti.” Ujarku tanpa berhenti menggelitikinya.

“j… ji..jinjja??? ahah… itu s…sudah jam 12…” jawabnya tanpa berhenti mengeliat geli dan tertawa.

“Mwo?! Jam 12? Aiiish… aku terlambat latihan lagiii…” ujarku lalu berhenti menggelitiki Jun Ah lalu mengambil tasku yang kugantung di belakang pintu. “Kau mau ikut?” tanyaku sebelum pergi.

“kelihatannya asik… aku ikut deh. Aku kan rindu pada Hangkyung oppa… apa lagi aroma nasi goreng beijing buatannya. Aku benar-benar rinduuu…” ujarnya.

“Tak usah banyak bicara. Kalau mau ikut cepat.” Ketusku. Aku tau kalau dia berniat membuatku marah. Dasar tidak berbakat.

“Jiiaah,, nggak bisa diajak bercanda niih…” Ujarnya manyun lalu mengikutiku ke mobil. Setelah itu kami langsung pergi ke tempat latihan.

Sepanjang perjalanan aku tak meladeninya karena aku sudah sangat terlambat untuk pergi latihan. Dan mungkin sekarang mereka sudah istirahat, yang jelas aku sangat terlambat dan akan kena omel Manager lagi.

Sesampainya ditempat latihan kami dihadang masalah lagi. Kerumunan ELF yang banyak menutup jalan ke pintu masuk. Untungnya ada security yang dengan sigap membukakan jalan untuk kami. Sebelum turun dari mobil aku menutup wajah Jun Ah agar tidak muncul berita yang tidak enak untuk Yoona.

Saat memasuki ruag latihan bau nasi goreng beijing khas Hankyung hyung langsung tercium olehku. Aku benar, aku terlambat untuk kesakian kalinya. Dan sekarang mereka sedang istirahat dan bersiap-siap melanjutkan latihan lagi.

“Sepertinya aku harus tambah sepiring lagi niiih..” Sindir Hankyung hyung yang keluar dari dapur dengan membawa sepering nasi goreng untuk dirinya sendiri. “Kau terlambat, Bum!” Serunya. “Dan ini bukan yang pertama kalinya.” Sambungnya.

“Ne, aku tau hyung. Mianhe.” Jawabku singkat.

“Duduk saja disitu.  Biar aku masakkan nasi goreng untukmu.” Ujarnya lalu berbalik ke dapur untuk membat nasi goreng untukku.

“Ngg… oppa makan saja dulu. Soal Kibum, biar aku yang masak.”  Tawar Jun Ah murah hati.

“Tak apa-apa niih?? Dapurnya berantakan looh..” Ujar Hankyung hyung membuka salah satu kartu semua member Super Junior, malas membersihkan dapur.

“Ahaha… gwenchanayo, yang penting bersih… kalau berantakan, dapur di apartemenku juga kadang seperti itu.. heheheh” Jun Ah terkekeh.

“Ooh, kalau begitu, silahkan saja. Tak ada yang melarangmu kok..” Kata Hankyung hyung lalu membiarkan Jun Ah memasuki dapur yang menurutku gudang sayuran itu.

“Heey,,, kenapa kau terlambat lagi???” Tanya Kyuhyun yang entah kenapa sewot sendiri dengan ketelambatanku untuk keberapa kalinya ini. “Semenjak kau pacaran dengan Jun Ah kauu berubah hyung! Kau tak seperti Kibum hyung yang kukenal dulu, Kibum hyung yang selalu tepat waktu.” Sambungnya jujur.

“Apa maksudmu?? Aku terlambat karena aku harus menghadapi Yoona yang tau-tau saja datang ke apartemenku!” Bantahku berbohong.

“Kau bohong ya?” Tanya Heechul hyung.

“Untuk apa aku bohong?” Aku balik bertanya. “Terserah kalian mau percaya atau tidak, yang jelas aku mengatakan yang sebenarnya.” Tegasku agar mereka tak lagi membahas keterlambatanku karena pasti mereka juga akan meyinggung hubunganku dengan Jun Ah, dan aku paling tidak suka jika ada yang bertanya-tanya tentang hubungan asmaraku.

Beberapa menit kemudian tercium bau yang sangat sedap dari arah dapur, bau yang sering kucium jika Jun Ah memasak di apartemenku.

“Hmm.. harum sekalii., bau masakan siapa ini? Aku belum pernah memasak masakan seharum ini…” Ujar Ryeowook. Lalu Jun Ah keluar dengan membawa sepering nasi goreng untukku.

“Apa ini… nasi goreng beijing?” Tanya Hankyung hyung. Jun Ah menganggu mengiyakan. “Uwaaaah… Kau ternyata lebih pintar memasak dari yang kukira…” Ujarnya kagum.

“Ahahaha… oppa bisa saja… aku kan belajar dari oppa, jadi mana mungkin bisa lebih hebat dari oppa dalam memasak nasi goreng beijing,,.” Ujar Jun Ah merendah.

“Kau terlalu merendah… aku mengakuimu…” Hankyung hyung menepuk bahu Jun Ah tanda salut. Awas kau hyung! Berani-beraninya kau menyentuh yeojaku tanpa izin… batinku dalam hati.

“Hey hey hey… ayo latihan… nanti kita bisa diomeli kalau baru latihan sedikit..!!!” Seru Eunhyuk hyung. Kami segera mengatur formasi dan mulai latihan. Jun Ah duduk disofa untuk menungguku.

***

Kami selesai latihan. Kulirik jam yang menunjukan jam 2 dinihari, lalu kulirik Jun A yang tertidur pulas disofa. Jam segini apartemennya sudah tutup. Dan kalau kuantar ke rumah keluarganya nanti aku dikira berbuat macam-macam padanya. Mungkin lebih baik aku membiarkannya menginap di apartemenku untuk malam ini.

Kugendong tubuh Jun Ah menuju mobilku yang terparkir didepan gedung latihan. Lalu aku segera melajukan mobilku menuju apartemen.

Sesampainya di apartemen aku segera membawa Jun Ah ke ruanganku yang berada dilantai 5. Saat akam membuka pintu aku sedikit kesulitan karena aku menggendong Jun Ah. Setelah pintunya terbuka aku segera masuk dan membaringkan Jun Ah di tempat tidurku.

Aku mengambil sebuah kaos tipis yang ada dilemariku dan mengganti bajuku yang bau keringat dengan baju bersih itu. Setelah berres aku mengambil selimut di lemari lalu tidur di sofa.

***

Jun Ah POV

Aku membuka kedua mataku dan mendapati diriku berada di apartemen Kibum. Kulirik jam yang menunjukan pukul  7 pagi. Kuambil handphoneku yang terus bergetar.

“Kibum’s Birthday”

“Aaah,,, aku hampir lupa hari ini hari ulangtahunnya…” batinku. Lalu segera membasuh wajahku dengan air dari wastafel, lalu memasakkannya sarapan dan meninggalkan kartu ucapan selamat ulang tahun.

Aku keluar dari apartemen Kibum lalu mencari taksi. Setelah dapat aku segera pulang ke apartemenku untuk mandi dan sarapan.

Sesampainya di apartemenku aku langsung masuk kedalam kamar mandi, lalu  menyalakan shower  dan mengatur kehangatan airnya. Setelah pas aku segera mandi, waktuku tak banyak karena aku hanya punya waktu sampai jam 12 karena Kibum memintaku untuk menemaninya dihari ulangtahunnya selama seharian penuh dimulai dari jam 12 siang.

Selesai mandi aku segera memakai  menyeduh mie instan kemasan cup karena lebih praktis, setelah itu aku segera pergi ke supermarket untuk membeli kado untuk Kibum.

Setelah mendapatkan hadiah yang menurutku bagus, aku kembali ke apartemenku untuk membungkusnya, tak lupa aku menuliskan seangilchukkae nae Kim Kibum diatasnya.

Kulirik jam yang sekarang menunjukkan jam setengah 11. Haah… waktu memang berjlan dengan sangat cepat yaa??? Batinku dalam hati seraya memasukkan hadiah Kibum kedalam tasku. Lalu aku memutuskan untuk memakai waktu yang ada untuk memilih baju dan surfing internet sebentar, cihuuy… ^^V

Aku membuka laptop hitamku yang sudah lama tak kugunakan karena sekarang kampusku sedang libur dan tidak ada tugas liburan yang biasanya diberikan secara mendadak. Walaupun begitu aku bersyukur karena aku lebih leluasa mengatur waktuku tanpa memikirkan tugas yang belum selesai.

Aku mencari tahu tentang berita menghebohkan apa saja yang terjadi selama aku tidak mencari berita. Kalau dihitung-hitung, mungkin aku sudah sebulan tidak buka internet. Hehehehehe….

Pertama-tama aku mencari info terbaru tentang Kibum dan Super Junior. Mataku tertuju pada tulisan “ELF and SNSD’s Yoona project for Super Junior’s Kibum birtday”. Dengan penasaran aku meng-klik link itu dan mulai membaca artikel tersebut.

Saat asik membaca kudengar suara mobil yang menurutku suara mobil Kibum berhenti didepan pintu apartemen. Kujulurkan kepalaku keluar jendela untuk melihatnya. Benar, itu mobil Kibum, segera kulirik jam yang sekarag menunjukkan jam 12 tepat, dan aku belum bersiap-siap!

Segera kukunci pintu ruanganku agar Kibum tidak masuk sementara aku sedang bersiap-siap. Setelah itu aku segera mengganti pakaianku dengan celana jeans panjang berwarna putih dan baju hitam yang pas-pasan dengan tubuhku. Setelah beres aku menyemprotkan sedikit parfum ditubuhku.

Tok…tok..tok…

Sesorang mengetuk pintu. Kupercepat gerakanku karena tak mau membuatnya menunggu.

“Hey, apa kau sudah siap?” Tanya Kibum dari luar sana.

“Chakkaman! Sebentar lagu aku selesai…” Jawabku sambil terus menata rambutku. Setelah  selesai aku segera keluar bersamanya.

Saat aku membuka pintu dan berjalan keluar aku hampir menabrak tubuh tingginya karena dia berdiri tepat didepan pintu. Saat aku menoleh dia hanya menatapku lembut. Lalu perlahan dia mendekatkan wajahnya kewajahku, dan mencium bibirku dengan lembut dan hangat.

“Ayo cepat! Waktunya berjalan!” Ujarnya sambil menarik tanganku menuju tempar parkir. Aiish.. ini yang tak kusukai darinya, suka seenaknya saja kalau sudah berhasil menyudutkanku dengan senjata andalannya, menciumku dengan lembut.

Saat memasuki mobil dia kembali menatapku, tapi kali ini dengan wajah polos seperti anak-anak. Haah… dasar Kibum si 1000 wajah!! -_-‘’

“Apa lagi maumu heeh??!” Tanyaku berani.

“Kita… kemana dulu???” Tanyanya balik. Aku hampir tidak percaya dengan pertanyaannya yang kali ini. Benar-benar seperti orang babo saja! Ini kan ulang tahunnya, harusnya sudah direncanakan kemana saja yang akan dikunjungi!!! Dasar Kibum babo!!

“Heeeeh???? Ini kan ulang tahumu! Harusnya sudah kau rencanakan doong.!!” Tukasku kesal.

“Jangan marah begitu doong… terlalu banyak tempat yang ingin aku kunjungi… jadi aku bingung mau pilih yang mana.. jadi aku mau dengar pilihanmu dulu, lalu mempertimbangkannya.” Kilahnya membela diri.

“Terserah kau dong! Ini kan ulang tahunmu, jadi kau yang harus menentukannya. Lagian aku kan bukan eomma-mu…” Jawabku. “Kau tak perlu khawatir, aku sudah minta izin pada appa dan eomma-ku kalau hari ini aku pulangnya telat.” Sambungku.

“Baiklaah… ayo kita pergiii…!!!” Serunya seperti anak TK seraya melajukan mobil di jalan raya.

“Chagii…” Panggilnya. Namun aku mengacuhkannya “Chagii…” Panggilnya lagi dengan suara yang agak besar, tapi aku tetap tidak  mendengarkannya. “CHAGIII…!!!!!” Serunya karena aku tak mendengarkannya.

“Aigoo…. Kau kenapa siih?? Seharian ini kau seperti anak kecil…” Tukasku kesal dan manyun. -3-

“Bagaimana kalau kita ke mall dulu?” Tanyanya tak menghiraukanku.

“Ne.. terserah kau saja.” Jawabku singkat dan datar.

“Allright! Let’s go.!!” Serunya dalam bahasa ingggris laiu mengemudikan mobil menuju mall. Aku tak tau apa yang mau dilakukannya, toh akukan hanya menemaninya. ^_^

Sesampainya di mall dia menyuruhku untuk menunggunya yang akan membeli minuman hangat. Aku menunggunya tak jauh dari pintu masuk ke mall agar bisa langsung masuk begitu dia membeli minumannya.

Kibum POV

Dengan bersemangat kulangkkahkan kakiku menuju tempat pembelian minuman hangat yang ada disekitar mall, tujuan pertamaku dengan Jun Ah dihari ulangtahunku ini.

Aiiish.. kenapa antriannya panjang begini siih?? Apa mereka tidak tau kalau waktu terus bejalan? Batinku kesal karena antriannya masih sangat panjang.

Setelah kurang lebih 20 aku mengantri akirnya tiba giliranku, aku segera memesan 2 gelas kopi hangat. Satu untukku dan satu untuk Jun Ah, tentu saja! Mana mungkin satu untukku dan satunya lagi untuk si pengganggu Yoona.! :p

Sekembalinya dari membeli minuman aku segera berjalan dengan cepat menuju tempat Jun Ah menungguku tadi. Tapi yang kulihat hanyalah kumpulan orang yang sepertinya sedang mengeroyoki seseorang. Tapi, kenapa harus ditempat Jun Ah menunggu? Jangan-jangan…

“Kyaa.. oppa , jebaal…!!!” Terdengar jeritan Jun Ah dari dalamm kerumunan itu. Spontan aku melepas medua minuman yang kupengang dan berlari menuju kerumunan itu untuk menolong Jun Ah. Ulah siapa lagi ini?!

Aku menerobos kerumunan itu lalu segera membawa Jun Ah yang dilempari dengan berbagai macam makanan seperti telur, tepung, dan lain-lain.

Setelah berhasil membawa Jun Ah dari kerumunan itu aku segera membawanya menuju mobilku yang tidak jauh dari situ. Orang-orang yang tadi masih mengikuti dibelakangku.

“Jun Ah, neo gwenchanayo?” Tanyaku padanya. “Mianhae, gara-gara aku kau jadi begini. Jeongmal mianhae.” Ujarku.

“G…gwenchanayo oppa, gwenchanayo. aku baik-baik saja kok.” Jawabnya sambil tersedu.

“Lebih baik, sekarang kita ke dorm Super Junior saja. Disana kau bisa membersihkan diri. Untuk pakaian, sebisa mungkin akan kucari di toko sekitar situ.” Ujarku. “Untuk orang-orang itu, akan kuselesaikan nanti setelah kau di dorm.” Sambungku tegas. Lalu berpindah tempat menuju kursi kemudi lalu menjalankan mobilku menuju dorm Super Junior. Sementara orang-orang itu terus mengikuti dengan kendaraan mereka. Dasar orang-orang merepotkan!!!!

Sesampainya di dorm aku segera masuk ke kamar Leeteuk hyung dan memintanya untuk menjaga Jun Ah sementara aku membelikan pakaian untuknya dan juga sekaligus mengurus orang-orang tadi.

Aku keluar tanpa memakai topi atau alat penyemaran lainnya. Yang jelas aku benar-benar marah untuk hal ini. Walaupun mereka ELF atau Snowers, tapi mereka tidak berhak mencampuri urusan dengan siapa aku berhubungan!

Sesampainya di toko aku segera membeli kaos putih yang sesuai dengan ukuran tubuh Jun Ah serta celana jeans hitam yang menurut perkiraanku pas pada. Aku tak peduli orang-orang yang ada disitu berbisik-bisik tentangku atau tidak. Toh ini haru ulang tahunku, jadi yang penting have fun.. eheheheh… ^^

Setelah membayar semuanya aku kembali ke dorm untuk mengantarkannnya pada Jun Ah, setelah itu baru mengurus mereka.

“Kibum-ah, apa kau yakin? Nanti meeka akan menyebarkan berita jelek tentangmu.” Ujar Sungmin hyung simpatik. “Aku tau perasaanmu melihat Jun Ah disakiti, tapi apa tidak sebaiknya kau menceritakan yang sebenarnya pada mereka. Jujur saja, yang kudengar-dengar ada yang menyebar gosip kalau Jun Ah hanya mempermainkanmu saja.” Sambungnya panjang lebar.

“Ne. Dan aku tau siapa orang itu!” Tukasku, lalu segera pergi keluar dorm. Hanya satu nama yang terlintas dalam benakku untuk hal ini. Im Yoona!

Aklu berdiri mengahadap mereka, dan mencari seseorang yang kuyakin pasti ada disini. Setelah beberapa detik  mencari aku berhasil menemukannya.

“Baiklah, kenapa kalian mengikutiku kesini?” tanyaku sedikit galak pada ELF yang tadi mengikutiku. “Kalau ada yang ingin kaluan katakan, katakan sekarang!” Tukasku. Tapi mereka hanya diam.

“Kalau kalian tidak mau buka suara aku yang buka suara. Siapa yang menyuruh kalian menyakiti Jun Ah?!” Tanyaku pada mereka semua. “Jika tak ada yang mau menjawab berarti dia bukan ELF karena seorang ELF tidak akan melakukan hal memalukan seperti ini pada member Super Junior!” Ancamku agar mereka mau buka suara. Tiba-tiba seorang yeoja mengangkat tangannya.

“Mi.. mianhae oppa… yang kami dengar yeoja itu hanya akan membahayakan oppa… Jadi kami mau menjauhkannya dari oppa atas perintah…” Ujarnya tak berani menatapku langsung.

“Nugu?!” Potongku singkat.

“Y..Yoona eonnie..” Sambungnya terlihat ketakutan.

“Apa yang dikatakan yeoja ini benar?” Tanyaku pada yang lainnya. Mereka mengangguk mengiyakan. Sudah kuduga!

“Kalau begitu kalian harus tau kalau Kim Jun Ah itu yeojachinguku dan bukan Im Yoona!” Tekanku pada mereka. Aku yakin Yoona pasti mendengar ini. “Dan jika kalia ingi membuat project untuk ulang tahunku kalian cukup memberikan ucapan dan doa untukku. Bukan membuat yeojachinguku dalam bahaya seperti ini.” Sambungku.

“Bukannya aku tak suka dengan project kalian, tapi hatiku sakit melihat kalian menyakiti Jun Ah. Kalain pasti tau bagaimana malihat orang yang sudah merupakan bagian hidup kalian disakiti oleh orang lain, kan? Itu yang aku rasakan.” Ujarku dengan nada rendah. Para ELF yang berkumpul didepanku hanya terdiam membisu.

“Dan untuk Yoona yang bersembunyi di apartemen sebelah. Kusarankan lebih baik kau menyerah untuk mendapatkanku karena aku hanya mencintai Jun Ah. Berhentilah mengatakan kalau kita berdua pacaran karena yang kau katakan itu semuanya bohong. Dan perlu kau ketahui lagi, sebanyak apapun kau membuat Jun Ah sakit, semakin besar juga rasa benciku padamu. Jadi, jika kau tak ingin aku membencimu sebaiknya kau berhenti menyakiti Jun Ah mulai dari sekarang.!” Ancamku pada Yoona yang nampak terkejut mendengarnya.

“Oppa… mianhaeyo, kami sudah salah. Jeongmal mianhae. Kami akan minta maaf pada Jun Ah.” Ucap seorang yeoja yang berlinangan air mata.

“Gwenchanayo. aku hanya tak ingin hal seperti ini terulang lagi untuk kedua kalinya.” Ujarku lembut. Bagaimanapun juga aku tak bolah manyakiti perasaan mereka karena mereka adalah sahabat yang kukenal dengan nama Ever Lasting Friend.

***

Sudah 2 minggu sejak ulang tahunku yang didatangi bencana karena ulah ELF yangsalah paham akibat Yoona. Sekarang kondisi antara Yoona dan Jun Ah semakin membaik. Beberapa jam setelah aku mengatakan kalau aku hanya mencintai Jun Ah, Yoona muncul dan meminta maaf pada Jun Ah atas semua kesalahan yang sudah dilakukannya.

Sekarang kami kembali rukun karena Yoona telah mendapatkan namja yang lebih baik dariku (menurutku). Siwon hyung yang sekarang menjadi namjachingunya. Aku senang begitu mendengar mereka telah menjadi couple resmi. Dengan begitu tak ada lagi yang mengejar-ngejarku. Hehehehe…

Hari ini salju turun, padahal aku sudah janji untuk mengajak Jun Ah kencan. Tapi salju-salju ini tak bisa mematahkan semangatku dengan mudahnya, karena api cintaku pasti bisa menghangatkan Jun Ah selama kami kencan.

“Chagiii..!!!” Panggilku pada Jun Ah yang menungguku di taman dengan memakai mantel putih yang kuberikan padanya. Masih disimpan rupanya.

“Saranghae…” Bisikku padanya. Lalu perlahan aku mendekatkan wajahku kewajahnya.

“Nado saranghae, oppa…” Jawabnya sebe;um aku mencium bibirnya dengan lembut untuk kesekian kalinya. Salju-salju terus berjatuhan, tapi aku tak peduli. Cintaku untuk Jun Ah pasti bisa menghangatkannya.

***

“Aaah.. Hyuung, apa-apaan inii????!!” Tanyaku dan Jun Ah dengan muka merah pada Eunhyuk hyung saat kami iseng membuka blognya

“Ng? Aah, anuu…ituuu…” Eunhyuk hyung memutar matanya untuk mencari alasan. “Anuu..kalian kan couple, jadi tak ada salahnya aku memosting gambar itu. Lagian kan, banyak yang suka.” Ujarnya.

“Tapi ini kan lain cerita lagi.. mana ada orang yang mau fotonya saat berciuman di-posting di blog orang lain..” Kilah Jun Ah. “Sini, biar ku hapus!”

“Mana bisa, passwordnya-kan aku yang pegang.” Ejek Eunhyuk hyung.

“Aiish!!! Dasar monyet yadoong..!!!!!” Seruku dan Jun Ah lalu menyerang Eunhyuk hyung dengan bantal-bantal yang ada disitu.

“aiish.. HYUUNG!!! JEBAAAL!!”

-THE END

3 thoughts on “Snow Kiss

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s