Chocolate Love [CHAPTER 3]

image

Title: Chocolate Love

Author: Yoo Jangmi

Genre: Comedy, Romance, Drama

Length: Chaptered

Rating: PG13

Cast:
-SNSD’s Im Yoona
-Super Junior’s Lee Donghae
-SHINee’s Onew
-SNSD’s Kwon Yuri
-SNSD’s Kim Hyoyeon
-Im Yoonhee (OC)
-Beast’s Lee Gikwang (karena ternyata dia bakal lumayan sering muncul, jadi sama author di masukin di list cast)
*and other casts find yourself*

Disclaimer: Semua cast dalam FF ini (kec.OC) bukan milik author, tapi ceritanya asli banget milik author.

Author’s Note: di chapter ini lebih banyak cerita antara Yuri-Donghae dan Yoona-Donghae terutama, untuk yg suka sama salah satu suami author yaitu Onew #digampar, nanti Onew bakal lebih banyak muncul di part tengah-tengah, kalau di part awal perannya belum keliatan.

Backsound:
-After School – When I Fall
-Beast – Because Of You

note for PLAGIATOR:
NO COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION!!

Ok deh, Happy Reading chingudeul!!!!

*******************************
Previous: Chapter 1|Chapter 2

#CHAPTER 3#

“Lee Donghae-sshi, ada yang ingin aku bicarakan” kata Yuri.
“malhaebwa!” kata Donghae singkat, bahkan tidak menyuruh Yuri duduk.
“aku…mau keluar, aku mengundurkan diri” kata Yuri, lalu menyerahkan map di tangannya.
“mwo? keluar? siapa yang menyuruhmu keluar!? kembali ke dapur!” kata Donghae, antara kaget dan heran.
“Lee Donghae-sshi, sudah lupa ya yang kau katakan kemarin?” kata Yuri sambil menatapnya lekat-lekat “aish, kalau begitu aku tarik kembali kata-kataku, kembali ke dapur sekarang” kata Donghae. Yuri menarik napasnya dalam-dalam
“sabar Yuri-ya, kau harus bisa menghadapi dia, bagaimana pun caranya” batin Yuri, “aku tetap akan mengundurkan diri, meskipun kau menarik kata-katamu” kata Yuri, sambil meletakan map itu di meja Donghae, lalu pergi dari ruangan itu.
“huh sebenarnya yang bodoh itu aku atau dia sih??” pikir Donghae sambil meraih map tadi dan membukanya, di dalamnya ada surat pengunduran diri, dan satu surat pribadi (sepertinya), karena malas membacanya, Donghae menyimpannya di laci, dan malah mengambil buku pegawai.
“Im Yoona, Im Yoona….ah ini dia, ada nomor ponselnya tidak ya?” gumam Donghae sambil membaca data Yoona dari atas ke bawah. Dan ia pun menemukan yang ia cari.
Setelah memasukan nomor Yoona ke ponselnya, ia memutuskan untuk mengecek dapur.

~o~

Di dapur…

“wah sudah jam segini, kenapa cafe-nya belum di buka??” gumam Haerim sambil melihat jam di dapur.
“ada yang aneh” kata Minji si tukang gosip sambil menghampiri Haerim “apa yang aneh??” tanya Haerim bingung. “pasti ada yang terjadi di antara chef Yuri dan si bos” kata Minji sambil memasang tampang sok misterius.

“yah kalian semua!”

Tiba-tiba terdengar suara Donghae dari pintu dapur. keduanya, Minji dan Haerim langsung berdiri diam, begitu juga cook yang lain. “kalian boleh pulang, cafe akan di tutup selama 2 hari” kata Donghae singkat lalu pergi tanpa memberi penjelasan apapun.

“pulang?? jinjjara?” kata Haerim tidak percaya. Minji mengangguk setuju “benar-benar aneh, sejak kedatangan Im Yoona segalanya berubah” kata Minji, “ya sih kalian benar juga, ngomong-ngomong kemana Yoona??” kata Gikwang sambil garuk-garuk kepala, kedua temannya hanya mengangkat bahu.
*******************************

“aah badanku sudah lebih baik!! ah senangnya hihihi, aku mau jalan-jalan saja, daripada bosan” kata Yoona senang, ia mengambil sweater biru muda dengan gambar hati berwarna pink lalu memakainya. “ya ampun, aku persis orang sakit, tapi biarlah, kan cuma di sekitar sini” ujar Yoona sambil tersenyum, lalu pergi meninggalkan apartemennya.

Ia memutuskan untuk pergi ke taman dekat situ, sekedar untuk duduk-duduk sambil makan es krim. Di jalan, ia melihat seseorang, yang sepertinya ia kenal. “itu seperti Jinki, eh iya itu dia!” gumam Yoona, setelah yakin orang itu memang Jinki, ia menghampiri orang itu.

“Jinki-ya!!” panggil Yoona sambil menepuk lengan Jinki.
“astaga!! oh Yoona-ya, kupikir siapa, sedang apa di sini?” kata Jinki, sambil menyembunyikan cokelat yang sedang dipegangnya di balik punggung. Ia berencana untuk menjenguk Yoona, tapi malah bertemu di sini.
“aku sedang jalan-jalan, habisnya bosan di apartemen terus” kata Yoona, “eh kamu menyembunyikan apa sih??” kata Yoona lagi, melihat tangan Jinki yang dikebelakangkan *bahasa apa ini thor??*. “ah tidak ada, eh Yoona-ya kau mau makan es krim?” tanya Jinki mengalihkan pembicaraan. Yoona langsung meloncat kegirangan “aku mauuu!!” serunya, karena tatapan-tatapan heran plus bingung mengarah padanya, Yoona cepat-cepat menghentikan tingkah autisnya, lalu tersenyum pada Jinki “ne aku mau!!!” kata Yoona.
Jinki memasukan cokelatnya ke saku celana, lalu berjongkok. “ayo, aku ingin menggendongmu, kau kan sedang sakit, anggap saja ini…perlakuan spesial” kata Jinki. Yoona malah bengong dan membentuk huruf ‘o’ dengan mulutnya. “yah kenapa bengong??” tanya Jinki bingung. Yoona tersadar lalu nyengir “eh iya, oh ini serius??” kata Yoona. Jinki mengangguk.
Akhirnya Yoona menurut saja dan mau digendong oleh Jinki sampai ke tempat beli es krim.

“ya ampun, ini membuatku teringat kejadian kemarin bersama si babo itu. Eh kok aku bisa ingat?? padahal kan aku setengah tidur setengah sadar waktu itu???” pikir Yoona, sambil membayangkan kejadian semalam, saat Donghae menggendongnya pulang ke rumah.
Yoona segera menghapus bayangan itu dari otaknya, lalu berusaha fokus pada keinginannya untuk makan es krim. Tapi tetap saja, ia tidak bisa menghilangkan bos-nya yang menyebalkan itu dari otaknya.

Sesampainya di tempat makan es krim, Yoona langsung memesan es krim dengan topping cokelat, kalau bukan karena ia khawatir pada dompet Jinki, ia akan pesan 3 mangkuk lagi.

“yah, kau sudah dengar, katanya Green Lotus ditutup selama dua hari, rumor bilang itu karena chef-nya mengundurkan diri” kata seseorang yang duduk tidak jauh dari tempat duduk Yoona.
“ya benar, bahkan katanya sang pemilik cafe dibilang ada hubungan masa lalu dengan chef itu” sahut temannya.

Yoona langsung tersedak mendengar pembicaraan itu. Kenapa Yuri mengundurkan diri? Dan ada hubungan masa lalu apa antara Donghae dan Yuri? pertanyaan-pertanyaan itu melayang-layang di pikiran Yoona.
“Yoona-ya gwaenchana?” tanya Jinki sambil menyodorkan segelas air pada Yoona.
Yoona segera meminum air itu lalu tersenyum sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya. “eoh gwaenchana” katanya singkat.

~o~

Sementara itu…

Donghae memarkir mobilnya di depan sebuah kedai es krim, yang tidak jauh dari apartemen Yoona. Ia terus menatap layar ponselnya yang menampilkan nomor ponsel Yoona. “telpon atau tidak?” gumamnya. “atau kirim SMS saja?” gumam Donghae lagi. Ia menatap layar ponselnya lagi selama beberapa saat lalu tersenyum. “baiklah, SMS saja” katanya.
“Im Yoona-sshi, bagaimana perasaannya hari ini? sudah lebih baik? Eh jangan seperti ini, bahasa apaan ini? menjijikkan” gumam Donghae sambil mengetik lalu menghapus lagi SMS yang diketiknya. “yah Im Yoona!!…ya ampun kesannya jadi kasar, aish membingungkan” gumam Donghae kesal lalu melempar ponselnya ke kursi mobil.

Ia memilih melihat ke luar jendela untuk mencari inspirasi dan bukan inspirasi yang ia dapatkan, ia malah melihat Yoona sedang duduk di kedai es krim bersama…Jinki. “mwoya??!! itu Yoona bersama dongsaeng-ku?? aih yang benar saja!!” seru Donghae kaget sambil membelalakan matanya. “tidak bisa dibiarkan!” kata Donghae dalam hati sambil membuka pintu mobil, lalu keluar dari mobilnya. Ia buru-buru masuk ke kedai es krim itu dan menghampiri mereka berdua. “Jinki-ya, kau sedang apa bersama si maknae babo ini?” tanya Donghae dengan gaya ala telenovella (?)
“hyung!! wah kenapa hyung bisa ada di sini??” kata Jinki kaget. Yoona langsung menatap Jinki lalu menatap Donghae “mwo?? hyung?? Jinki-ya kau ini adiknya si jelek ini??” tanya Yoona tidak kalah terkejut, bertahun-tahun bersahabat dengan Jinki, ia baru tahu Jinki punya hyung. Ditambah lagi hyung-nya itu adalah Lee Donghae, bos-nya yang menyebalkan.
“ne, mianhae Yoona-ya aku tidak memberitahumu” kata Jinki sambil garuk-garuk kepala, merasa tertuduh.
Yoona menggigit bibirnya karena kesal, setan-setan mulai mengitari kepalanya. “uh dasar!! kakak dan adik sama saja!!! biar kucincang kalian berdua!!” kata Yoona dalam hati. Ia berdiri lalu menendang kaki dua kakak-beradik itu. “huh kalian ini sama-sama menyebalkan!! sudah ah aku mau pulang!” seru Yoona sambil manyun, lalu pergi meninggalkan kedai itu.
“aish sialan. ini gara-gara hyung!! Dia jadi marah!” kata Jinki, menuding hyung-nya sebagai penjahat utama. “bukan gara-gara aku! gara-gara kebohonganmu sendiri!” balas Donghae lalu menjulurkan lidahnya dan kabur sebelum adiknya itu melempar meja ke kepalanya.
*******************************

Keesokan harinya…
04:00 AM

Yoona tidak berencana ingin bangun jam empat pagi seperti ini. Tapi ia mendengar pintu apartemennya diketuk.
Dengan rambut acak-acakan dan piama bergambar pokemon, Yoona ke luar dari kamarnya dan membukakan pintu. “siapa sih pagi-pagi begini…oh astaga!!” kata Yoona, ia sampai memekik kaget melihat siapa yang berdiri di depan pintunya. “annyeong!” kata Donghae sambil mengangkat sebelah tangannya. “oh my god!! yah Lee Donghae!! kau tidak tahu ini jam berapa ya????” seru Yoona kesal, untung Yoonhee tidak bangun mendengar seruannya, kalau tidak adiknya itu akan mengamuk. “aku tahu ini jam berapa, justru aku sengaja, cepat pakai jaket lalu ikut aku, kita jalan-jalan” kata Donghae sambil melipat tangan di dada. Yoona hanya menghela napas dan menurut.

“aku sangat membencinya, tapi kenapa aku menurut?” pikir Yoona sambil memakai jaket. Ia menyisir rambutnya dengan tangan, dan berusaha membuka matanya, karena sebenarnya dia masih sangat mengantuk.
Setelah beres bersiap-siap, ia kembali ke pintu depan.
“sekarang kita mau kemana?” tanya Yoona lesu. Donghae meraih tangannya “sudahlah maknae babo, ikut saja jangan banyak protes” kata Donghae lalu menarik Yoona ikut dengannya.

Sesampainya di luar apartemen, Yoona dikejutkan lagi dengan sebuah sepeda putih, yang nangkring di halaman parkir. “kita mau naik sepeda?” tanya Yoona, Donghae mengangguk.
Ia naik ke sepeda dan menepuk bangku belakang sepeda. “ayo naik!” katanya, lebih seperti memerintah, dengan tatapan ini-perintah-bos.
Yoona menghela napas lalu naik ke sepeda itu.
Begitu sepedanya jalan, virus kantuk kembali menyerangnya dan membuatnya kembali tertidur, bersandar pada punggung Donghae.
“eh dia malah tidur, justru aku ingin mengajaknya ngobrol! kalau dia tidur bagaimana mau ngobrol?” kata Donghae dalam hati. Tapi meskipun begitu Donghae tersenyum, entah kenapa dia malah tersenyum.
Perasaan-perasaan aneh mulai memenuhi hatinya. Perasaan apa ini? Entahlah, pokoknya Donghae berusaha tidak mempedulikan perasaan-perasaan aneh itu, dan fokus ke jalan…

~o~

Dirumah Yuri….

Yuri terbangun karena mimpi buruk. Ia duduk di ranjangnya lalu menghela napas. “kira-kira keputusanku ini salah atau tidak ya?” pikir Yuri, ia tiba-tiba teringat keputusannya kemarin untuk mengundurkan diri, sebenarnya ia tidak ingin melakukan itu, apakah ia masih bisa kembali?
Masih sambil memikirkan masalah itu, ia berdiri dan pergi ke dapur, untuk mengambil segelas air.

Setibanya di dapur, ia malah terdiam menatap selembar foto yang di tempelnya di pintu kulkas. “ya ampun, aku belum melepas foto ini? huh kenapa susah sekali melupakannya?” batin Yuri, sempat ada keinginan untuk melepas foto itu, tapi ia tidak melakukannya, dan membiarkan kenangan itu tetap berada di situ.

Setelah mengambil air, ia kembali ke kamarnya dan mengambil ponselnya.
Ia duduk di atas ranjangnya sambil menatap ponselnya. “baiklah, aku akan menelponnya”…

*******************************

“yah! cepat bangun!” seru Donghae, Yoona langsung terbangun dan mendapati dirinya sedang berada di Midnight Market. (yang pernah nonton He’s Beautiful pasti tahu^^)

Yoona turun dari sepeda, lalu berkata “kita mau melakukan apa di sini?”
Donghae memarkir sepedanya, lalu tersenyum “kita main-main saja, kalau ada yang menarik bisa kita beli” kata Donghae, lagi-lagi meraih tangan Yoona dan menarik gadis itu ikut bersamanya ke dalam Midnight Market.
“ya ampun, kurang kerjaan! buat apa ke midnight market cuma buat main-main, ih dasar aneh!!” pikir Yoona.
Tapi akhirnya, ia terbawa juga. Karena tempat itu begitu sepi, Yoona pun menyusuri setiap rak dan mempraktekan CF yang pernah ia lihat di TV . hampir semua produk ia tahu CF-nya. Donghae juga ikut-ikutan main CF pura-puraan.

“oh ramyeon pedas!!! aku mau!! Donghae-sshi, belikan aku ramyeon ya?? eoh? jebal..” pinta Yoona, ketika mereka sampai di rak yang memajang berbagai ramyeon instan. “aish kau ini, cuma karena ramyeon instan sampai memohon begitu, ne aku belikan, tapi memangnya boleh makan ramyeon pedas pagi-pagi?” kata Donghae, Yoona tersenyum “molla, tapi aku benar-benar ingin makan ramyeon” kata Yoona, Donghae hanya menghela napas dan mengambil dua bungkus ramyeon.
Setelah membayar, mereka keluar dari Midnight Market, lalu mencari tempat duduk.
Yoona pun mulai memasak ramyeon-nya, dengan panci entah asal comot darimana dan air panas yang entah dapat dari mana.

“wah sudah jadi !! akhirnya ramyeon pedas!! hihihi, selamat makan!” kata Yoona, dan mulai memakan ramyeon ultra pedas itu. Donghae hanya menatapnya dengan tatapan heran, tambah bingung dengan sedikit bumbu kagum. “ih kau bisa-bisanya memakan ramyeon sepedas itu, kalau aku sih, perutku sudah jebol” kata Donghae, tapi ia jadi lapar juga melihat Yoona makan. Jadi ia pun ikut-ikutan mencicipi ramyeon ultra pedas itu, dan hasilnya, baru dua suap ia tidak kuat makan lagi. Donghae tidak bisa membayangkan seperti apa rasanya jadi Yoona yang sekarang sudah hampir menghabiskan satu panci ramyeon ultra mega pedas itu.
“wah enak sekali!! jeongmal gomawo!!, tapi mian ya, aku menghabiskannya sendirian” kata Yoona sambil tersenyum. Donghae hanya manggut-manggut.

Yoona membereskan (?) bekas makannya, lalu menatap langit. Ada satu bintang yang masih lumayan kelihatan. Polaris.
Sementara Yoona menatap bintang itu, Donghae malah menatapnya. “gadis ini benar-benar lucu kalau dia sedang tidak kumat, seperti sekarang ini, dia jadi kelihatan manis, tapi kalau sudah kumat, hii…galak plus sangar” pikir Donghae, dan disela-sela ‘pengamatan’nya itu ponselnya berbunyi. “aish sialan mengganggu saja!” gumam Donghae kesal, lalu mengangkat telpon.
“yeoboseyo?? oh Yuri-sshi, ada apa?”
Mendengar nama Yuri disebut, Yoona langsung teringat pembicaraan di kedai es krim waktu itu.
Ia menunggu sampai Donghae selesai bicara di telpon, lalu bertanya “ada apa dengan Yuri” tanya Yoona. “tidak ada apa-apa, ia cuma bilang dia akan kembali ke cafe. Kaja, kita pulang” kata Donghae sambil meraih tangan Yoona lalu berdiri.
Yoona pun ikut-ikut berdiri, tapi ia cemberut. “yah! kenapa cemberut??” tanya Donghae, “kenapa pulang sekarang?? aku masih ingin jalan-jalan” kata Yoona sedikit merengek.
“tadi kau marah-marah karena kuajak pergi pagi-pagi, sekarang malah tidak mau pulang, dasar aneh! kau mau kerja atau tidak?” kata Donghae. Yoona langsung membelalakan matanya karena terkejut. “omo apa kau bilang?? kerja?? jinjjara? memang cafe-nya tidak jadi tutup??” tanya Yoona bertubi-bertubi, sampai Donghae jadi pusing mendengarnya. “ya kerja, cafe-nya tidak jadi di tutup! kau ini bertanya atau apa sih”
Yoona langsung memeluk Donghae saking senangnya. “waa kau benar-benar bos yang baik!! aku senang sekali akhirnya bisa kembali ke cafe-mu!! jeongmal gomawo sajangnim!!” kata Yoona kegirangan. “yah! seenaknya saja memelukku, lepaskan!” kata Donghae, antara risih, kaget, senang, dan bingung, pokoknya perasaannya campur-campur seperti bibimbap.
Yoona baru sadar apa yang dilakukannya, ia cepat-cepat melepaskan Donghae, lalu nyengir salah tingkah “eh jangan di salah artikan ya, aku itu…terlanjur jatuh cinta pada cafe-mu, jadi aku senang sekali, begitu hehe” ujar Yoona, sambil menundukan kepalanya, ia tidak mau Donghae melihat pipinya yang memerah seperti cherry. “yah, kalau kau jatuh cinta pada cafe-ku, kenapa memelukku?? peluk saja cafe-nya” kata Donghae kesal, lalu berjalan menuju sepedanya. “eh Lee Donghae!!! tunggu aku!!”….

*******************************

[singkat cerita] Siangnya di Green Lotus…

Yoona kembali dihantui oleh suara panggilan orang-orang yang menyuruhnya ambilkan ini, ambilkan itu, dia lelah sekali, tapi bahagia juga. Lagi pula sebentar lagi jam istirahat siang.

“chef Yuri, ada pelanggan yang ingin bertemu, ia marah sekali, katanya dia menemukan ada yang tidak beres pada makanannya” kata salah seorang pelayan cafe, yang kelihatan sangat panik.
“apa yang tidak beres? seingatku tidak ada kesalahan apa-apa?” pikir Yuri, ia menyuruh Minji mrnggantikannya sebentar, lalu pergi menemui pelanggan itu bersama pelayan yang tadi.

Semua cook termasuk Yoona juga, mengintip dari pintu dapur yang terhubung ke ruang makan cafe, “kira-kira apa yang akan dilakukan orang itu pada uri chef?” tanya Gikwang sambil memperhatikan gerak-gerik pelanggan itu. “yang pasti dia sangat marah” kata Haerim sambil menyikut Gikwang. “ya dia kelihatan marah” kata Gikwang lagi dengan ekspresi yang sulit digambarkan alias abstrak. “aduh, ini bukan gara-gara aku lagi kan??” pikir Yoona sambil manyun, biasanya kalau ada masalah, dia terus yang di salahkan, derita maknae.
“ya ampun ! apa yang dilakukannya??” pekik Minji, sambil menunjuk kejadian menggemparkan *lebay* di ruang makan.

Pelanggan itu melempar makanannya pada Yuri, untung saja Donghae cepat-cepat datang dan minta maaf sekaligus menyelamatkan Yuri dan meluruskan keadaan.

“tuh kan apa kataku, mereka pasti ada sesuatu!” kata Minji, Yoona juga jadi penasaran, ada apa diantara Yuri dan Donghae. Tapi kenapa juga dia ingin tahu?? apa hubungannya dengan dirinya?? Yoona sendiri tidak tahu jawabannya, pokoknya dia ingin tahu. “ehm Minji-ya, sepertinya kamu benar juga, terutama kalau dilihat dari sikap chef Yuri” kata Gikwang, Haerim cuma angguk-angguk. “yah! kalian ini bikin penasaran saja!! kalau bicara yang jelas dong!” kata Yoona pada trio bebek di sebelahnya. “yah! kalau kau ingin tahu ya tanyakan saja sama si bos! kita juga kan tidak tahu jawaban pastinya” kata Minji jutek, diikuti anggukan dari Haerim. Yoona hanya manyun lalu kembali ke dapur.
“sebenarnya ada apa sih diantara mereka?? uh penasaraaaan!”...

*******************************

Yuri membersihkan pakaiannya yang kotor sebisanya, dengan air dan sapu tangan. Dia cukup shock. Sebelumnya tidak pernah ada pelanggan yang marah sampai seperti itu, ia jadi malu sendiri. Bisa-bisanya ia membuat seorang pelanggan marah besar padanya seperti itu.
Meskipun begitu ada satu hal yang membuatnya lumayan senang. Mungkin ini terkesan menghayal, tapi ia rasa sebenarnya Donghae masih peduli padanya, atau kah itu cuma karena pekerjaan? Yang jelas Yuri ingin sekali percaya pada hayalannya, meskipun ia tahu kenyataannya bukan begitu.

Setelah bajunya lumayan bersih, ia keluar dari toilet dan mendapati Donghae sedang berdiri di depan toilet. “gwaenchanayo?” tanya Donghae, Yuri mengangguk sambil tersenyum “ne, gwaenchana, oh Lee Donghae-sshi, jeongmal gomawo” kata Yuri. “eoh, sudah tugasku sebagai bos harus melindungi pegawainya, kalau begitu aku mau ke ruanganku dan kau kembali ke dapur!” kata Donghae, lalu pergi meninggalkan Yuri.

Yoona yang kebetulan lewat dan melihat kejadian itu, jadi semakin penasaran. Apalagi setelah melihat ekspresi Yuri. “ada apa sih sebenarnya, aku ingin tau!!” seru Yoona dalam hati.
Tiba-tiba Yuri melihat ke arahnya, Yoona langsung salah tingkah lalu tersandung dan jatuh. “omo Yoona-sshi, wae geurae??” tanya Yuri bingung. “a…a..aniyo, gwaenchanayo. chef, aku ke dapur dulu ya” kata Yoona sambil berdiri lalu pergi ke dapur.

*******************************

Malam harinya….

Yoona mengumpulkan sampah seperti biasa, lalu pergi membuang sampah-sampah itu. Setelah itu ia mencuci tangannya dan berdiri di depan meja cook. “ok, aku harus coba lagi buat Lava Cake yang enak, kalau berhasil, aku mau minta di rekomendasikan untuk naik pangkat! jadi aku tidak disuruh-suruh lagi!! ah senangnya” kata Yoona dalam hati. Ia mengambil bahan-bahan dan resepnya lalu mulai membuat Lava Cake lagi.
Dan kali ini, entah keajaiban datang dari mana, Yoona berhasil membuat Lava Cake yang enak dan sesuai resep, tanpa harus mengulang berkali-kali.
“wah keren!!!!” teriak Yoona histeris, ia mengambil sendok lalu mencicipi kue buatannya. “wah bahkan rasanya persis seperti yang dibuat si babo itu!!” seru Yoona lagi!!

“si babo siapa?”
tanya Donghae yang tiba-tiba muncul di dapur seperti hantu. “bukan siapa-siapa” kata Yoona sambil manyun.
Donghae menghampirinya dan kali ini ia melihat Lava Cake yang berbentuk, tidak seperti yang waktu itu. “sini berikan sendoknya” kata Donghae sambil mengulurkan tangannya. “eh sendok yang mana?” kata Yoona, sudah berpikir macam-macam. “dasar babo! itu yang di rak, masa yang ada di tanganmu!” kata Donghae lagi. Yoona nyengir lalu mengambil sendok di rak dan memberikannya pada Donghae.
“eh Donghae-sshi, kalau rasanya enak, kau mau kan menaikan pangkatku? mau ya?? jebal Donghae-sshi” pinta Yoona sambil memasang wajah anak kucing malang yang ditinggal ibunya. “kalau rasanya enak, kalau rasanya seperti makanan kucing aku akan menurunkan pangkatmu jadi tukang cuci” kata Donghae sambil memotong kue itu dan mencobanya. Yoona menatapnya dengan tatapan penuh harap. Menurutnya kue itu enak, tapi menurut bos-nya yang menyebalkan itu belum tentu.
“baiklah, besok aku akan bilang pada Yuri kalau kau ingin naik pangkat” kata Donghae sambil meletakan sendoknya. “jinjja!!?? wah kau memang bos yang keren!!!!” seru Yoona sambil jingkrak-jingkrak.
Donghae hanya tersenyum “gadis ini kalau ada maunya saja, menyebutku keren, biasanya juga menyebutku gila atau babo” kata Donghae dalam hati.

Yoona berhenti jingkrak-jingkrak, ia pergi ke ruang pegawai dan mengambil tasnya. “Donghae-sshi, aku pulang yaa, pokoknya sekali lagi gomawo!!” kata Yoona ceria. “eh tunggu dulu, tidak mau aku antar pulang? kalau ada orang gila lagi bagaimana?” tanya Donghae sambil meraih tangan Yoona. “aih neo jeongmal baboya, jangan berlebihan deh, tidak akan ada orang gila kok, lagipula Hyoyeon sudah menungguku, bye!!” kata Yoona sambil tersenyum, lalu pergi.
Donghae hanya menghela napas, lalu ia melihat ke sekeliling dapur dan menyadari ada yang tidak beres. “aish Im Yoona!! dasar maknae babo! bisa-bisanya dia pergi begitu saja tanpa mengepel dapur, awas saja besok!”

*******************************

Hyoyeon mulai kesal menunggu sahabatnya, ia berencana akan mengirim SMS pada Yoona. Beberapa menit kemudian, Yoona keluar juga. Hyoyeon menyimpan kembali ponselnya dan menghela napas lega. “oh kupikir aku harus menunggumu selama berabad-abad, kaja” kata Hyoyeon sambil tersenyum. “Hyoyeon-a, hari ini aku benar-benar happy!!” seru Yoona semangat. “ehm pasti karena si bos kan?? ehm sudah kuduga kalian ada apa-apanya” kata Hyoyeon sambil tersenyum jahil dan menyikut sahabatnya. Yoona langsung manyun “ih bukan karena si babo itu, tapi karena aku akan segera naik pangkat dan pastinya akan ada maknae baru” kata Yoona, “eh jinjja? kok cepat sekali, biasanya sampai waktu training habis baru bisa naik , kamu baru sekitar seminggu jadi trainee di sini” ujar Hyoyeon bingung, “iya juga sih, tapi katanya si babo itu akan bicara pada Yuri supaya aku bisa lebih cepat naik pangkat, jadi mungkin akhir bulan nanti aku sudah bukan pesuruh lagi, tapi benar-benar cook! ah senangnya” kata Yoona, Hyoyeon menggelengkan kepalanya dan menyentil kening Yoona. “mimpi saja terus! eh itu busnya, ayo naik” kata Hyoyeon. Yoona mengangguk sambil mengusap-usap keningnya yang sakit lalu mengikuti Hyoyeon naik ke bus.

~o~

Sesampainya di apartemen…

Yoona melempar tas-nya ke pojok kamar, lalu mencari Yoonhee. “Yoonhee-ya! kemana sih anak itu?” kata Yoona sambil membuka pintu kamar Yoonhee.
Ternyata Yoonhee sudah tidur pulas seperti anak kucing kekenyangan, dengan wajah tertutup buku fisika. Yoona tersenyum dan menghela napas lega “huh untung saja dia sudah ke dunia mimpi, kalau tidak pasti dia merengek minta makan” gumam Yoona, lalu pergi ke ruang tengah.
Sekarang ia malah kepikiran masalah Yuri dan Donghae lagi. “aduuh!!! kenapa aku terus kepikiran masalah ini sih?? padahal kan tidak ada hubungannya denganku!!!” seru Yoona sambil mengacak-acak rambutnya. Apa ia mulai menyukai Lee Donghae? Tapi itu tidak mungkin kan?
Yoona menghela napas lalu melamun, sampai akhirnya tertidur di sofa.

~o~

Besok paginya….

Donghae baru saja sampai di Green Lotus. Ia langsung pergi ke dapur. Untuk apa? untuk apa lagi kalau bukan mencari Yoona.

Sesampainya di dapur, ia tidak menemukan yang ia cari. Jadi ia berdiri dan bersandar di pintu dapur, menunggu Yoona datang.

Beberapa menit kemudian, Yoona datang sambil tersenyum manis. Gadis itu pergi ke ruang pegawai, dan mengganti baju. Setelah itu ia pergi ke dapur dan menghayal sendiri. Ia berkeliling dapur, sambil membayangkan kalau dirinya adalah chef seperti Yuri. Setelah itu ia duduk di atas meja chef dan melamun.
Saat Yoona sedang melamun, Donghae menghampirinya dan menepuk bahunya.
“omo! ya ampun! kupikir siapa, kenapa sih mengganggu orang melamun saja” kata Yoona kaget. “makanya jangan melamun terus! yah, sepertinya kamu tetap harus menunggu masa training selama 3 bulan” kata Donghae sambil menatap Yoona.
“aduh kenapa dia menatapku begini sih?” kata Yoona dalam hati, entah kenapa ia jadi malu sendiri. “kenapa harus menunggu masa training?” tanya Yoona, “ya karena itu peraturannya, dasar babo!” kata Donghae lagi. Yoona tersenyum dan mengangguk “ok deh, tidak apa-apa aku akan sabar menjadi pesuruh dua bulan lagi” ujar Yoona.
Lalu mereka berdua terdiam beberapa saat.
“tumben hari ini dia manis sekali, sama sekali tidak mengamuk. ya ampun, Lee Donghae, kamu ini bicara apa sih? masa kau bilang gadis babo ini manis? ehm tapi mau bilang apa lagi, memang dia kelihatan manis sih” kata Donghae dalam hati sambil menatap Yoona lekat-lekat.
Yoona jadi salah tingkah “kenapa sih menatapku seperti itu!” kata Yoona bingung. Donghae diam saja, entah apa yang ada dipikirannya, tiba-tiba ia mencium kening gadis itu…..

#To Be Continued…
*******************************

gaje? banget. Ancur? sangat
hehehe but keep RCL ne
oh ya satu lagi setelah ini author bikin chapt 4-nya kayaknya agak lama, karena mau belajar buat ulangan kenaikan kelas (derita kelas 2 smp, huhuhu >…

tapi kira-kira readers pada setia ga nunggunya??
#kagak
ya udah deh buang ke laut aja
*jangan dong*
hehe
*bow bareng junhyung & Yoseob*
#plakk #bletakk
XD

44 thoughts on “Chocolate Love [CHAPTER 3]

    • kekeke gomawo ne^^

      ehm kyknya kalo lagu Beast – Because Of You cocoknya didengerin di bagian jalan-jalan ke midnight market.

      kalo yg when i fall -after school kayaknya cocok pas bagian ending sama beberapa adegan Yuri, sama YoonHae-nya juga hehe, soalnya ini main theme-nya sih hehe

      ya deh nanti di chapt selanjutnya bakal aku kasih penjelasan deh^^

  1. omoo!! haeppa nyium kening yoong unnie??
    ckckck..haeppa nakkal!! *looh (?)
    ooh..trnyata authornya msih kelas 2 smp ya?
    ditunggu lanjutannya..

    • wah iya seumuran?? kekeke^^

      gomawo ne^^ komennya
      aku juga bakal berusaha nyempetin waktu buat ngelanjutin ni FF [di sela-sela belajar gitu kalo jenuh hehe]
      #digampar eomma XD
      hehehe sekali lagi gomawo ne^^

  2. Omg… Jd lanjutannya lama lg? Y aku kira Unnie bakalan post Ffnya cepet2 kayak biasanya hehe. Ceritanya bagus kok, tuh yoona sabar Bgt mau Jd pesuruh 2 bln lg.
    Penasaran donghae yg asal nyium.
    Keep on writing y

  3. Ahahaha… FF nya seru eon..
    suka baca FF ini… :)
    Lanjutnya jangan terlalu lama ya #laguvierra.. :D
    Dtunggu lanjutannya.. :)

  4. Omo! Penasaran!!

    Ejiah, suamiku jadi trio bebek :3
    wakakak, gapapa, bebek itu hewan kesukaanku hohoho :3

    waah, gapapa lama juga ^^
    Fighting buat ulangan kenaikannya ya Eonnie!
    Hwaiting! :D
    *tereak bareng Gikwang* #Plok *ditimpuk sepatu sama ACES N’ B2uties*

    • jinjja?? gomawo ne^^

      wkwkwk iya abis ga kepikiran nama lain ya udah aja disebut trio bebek :D

      waa gomawo ne, semoga aja aku naik kelas ^^

      *bow bareng abang Yoseob dan abang Junhyung*
      #digaplok b2uties
      #dijambak sama Hara
      XD

  5. waaaa,,, kren nih ceritanyaaa!!
    hufftt,, sebel bgt mau UKK *lagi gak mood (?)
    heeeheheh kan aku msih klas 1 smp! :D *sapa tanya!?
    eonni, semoga sukses UKK nya yaaa…. doain aku jg loh. hehehe *wink!
    lanjutaannya aq tungguuuu

  6. DAEBAK!!
    Lanjut terus !!!
    Lagi gila YoonHae!!!
    mereka memang lucu!!! Aku tunggu loh kelanjutannya? chingu^^

  7. annyeong aku reader baru^^
    waa thor ffnyabagus ani ani keren ani ani daebak!! :D
    cepet di lanjut yah thoor aku gemes liat YoonHae hahaha

  8. (°☐°|||) donghae cium kening yoona… Wah wah,,, virus cinta mulai merasuki donghae nehhhh….

    Ditunggu kelanjutannya thor,, hwaiting!!!!!!

  9. kyaaa itu kenapa main cium cium aja.hahay, tappi bagus ada peningkatan (?) :)
    Yuri punya masa lalu sama siapa yg di foto itu ?sama Donghae ?

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s